<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>metode &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/metode/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 May 2026 10:28:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>metode &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Siswa SMPN 2 Pakisaji Lahirkan 5 Judul Buku Orisinal Hasil Metode PBL</title>
		<link>https://memontum.com/siswa-smpn-2-pakisaji-lahirkan-5-judul-buku-orisinal-hasil-metode-pbl</link>
					<comments>https://memontum.com/siswa-smpn-2-pakisaji-lahirkan-5-judul-buku-orisinal-hasil-metode-pbl#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 10:25:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[orisinal]]></category>
		<category><![CDATA[pakisaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232136</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SMPN 2 Pakisaji, menjadi momentum istimewa, Senin (27/04/2026) tadi. Bukan sekadar ujian formal, sekolah ini juga merayakan keberhasilan literasi dengan meluncurkan lima judul buku fisik hasil karya murni para siswa. Karya-karya tersebut, merupakan buah dari penerapan metode Project Based Learning (PBL), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SMPN 2 Pakisaji, menjadi momentum istimewa, Senin (27/04/2026) tadi. Bukan sekadar ujian formal, sekolah ini juga merayakan keberhasilan literasi dengan meluncurkan lima judul buku fisik hasil karya murni para siswa.</p>



<p>Karya-karya tersebut, merupakan buah dari penerapan metode Project Based Learning (PBL), pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tahun pelajaran 2025/2026. Dua diantaranya, berjudul Kotak Misteri dan Nada yang Hilang, yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala SMPN 2 Pakisaji, Muhammad Ja&#8217;far, kepada Pengawas Pembina, Eko Sulistyawan, di sela peninjauan ujian.</p>



<p>Guru Pembina dan Editor, Riyami, menjelaskan bahwa proyek ini bermula dari upaya meningkatkan tingkat kesulitan materi teks deskripsi untuk Kelas 9. Pemilihan pengembangan Cerpen Heksagraf (cerpen enam paragraf) dilakukan, karena strukturnya yang kaya akan deskripsi.</p>



<p>Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik membuat draf, menganalisis isi, hingga melakukan konsultasi intensif. Proses bimbingan dilakukan secara hybrid, dimana selain tatap muka di kelas selama lima pertemuan.</p>



<p>“Konsultasi dilanjutkan melalui WhatsApp (WA). Jika melalui pesan teks belum dipahami, pembina memberikan penjelasan melalui pesan suara, telepon, hingga panggilan video untuk membedah naskah bersama siswa,” ujar Riami.</p>



<p>Kegigihan ini, pun membuahkan hasil luar biasa, karena naskah siswa diuji langsung oleh penerbit J Maestro selalu pemegang konsep Heksagraf. Dari 73 siswa, sebanyak 64 siswa dinyatakan lulus uji dan karyanya berhasil dibukukan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya Heksagraf, siswa juga menghasilkan buku bertema Fabel yang lahir dari integrasi materi teks eksplanasi dan ujian praktik. Dalam proses kreatifnya, siswa bahkan memanfaatkan teknologi AI untuk menghitung jumlah kata guna memastikan standar tulisan antara 500 hingga 1.500 kata.</p>



<p>Untuk menjamin integritas, setiap siswa wajib menandatangani surat pernyataan keaslian karya. Hal ini diambil, sebagai langkah konkret sekolah dalam mengatasi kendala ego siswa atau kecenderungan plagiarisme yang sempat muncul.</p>



<p>Pihak sekolah menilai, proyek PBL ini sangat efektif dalam memperkuat karakter siswa karena literasi tidak hanya soal buku, melainkan kemauan membaca situasi sekitar dan keberanian menuangkan ide. “Bagi karya siswa yang belum masuk ke tahap pembukuan, sekolah tetap memberikan apresiasi dengan memajang hasil karya mereka di Mading sekolah melalui desain digital yang menarik,” tambah Riami.</p>



<p>Keberhasilan ini, pun menjadi pemantik semangat bagi SMPN 2 Pakisaji, untuk target di tahun mendatang. Sekolah berencana untuk membeli karya-karya siswa, guna memperkaya koleksi perpustakaan sebagai bentuk penghargaan nyata.</p>



<p>Mengenai pengurusan hak cipta (HAKI), pihak sekolah menyatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait mekanisme dan anggarannya. Pencapaian ini, diharapkan dapat menginspirasi institusi pendidikan lain di wilayah Malang, untuk terus menghidupkan semangat literasi yang berkelanjutan dan menghasilkan produk nyata yang membanggakan. <strong>(hms/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/siswa-smpn-2-pakisaji-lahirkan-5-judul-buku-orisinal-hasil-metode-pbl/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232136</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Banyuwangi dan PMI Kolaborasi Bedah Rumah Warga dengan Metode Retrofitting</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-banyuwangi-dan-pmi-kolaborasi-bedah-rumah-warga-dengan-metode-retrofitting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[retrofitting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229141</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), membantu warga membangun rumah dengan teknik retrofitting. Teknik ini, merupakan metode pembangunan rumah dengan penguatan bagian-bagian rumah agar lebih tahan dari goncangan gempa. Ada sejumlah bagian rumah, yang harus diperiksa kondisinya untuk kemudian dilakukan penguatan. Mulai dari dinding, tiang beton, ukuran pintu, atap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), membantu warga membangun rumah dengan teknik retrofitting. Teknik ini, merupakan metode pembangunan rumah dengan penguatan bagian-bagian rumah agar lebih tahan dari goncangan gempa.</p>



<p>Ada sejumlah bagian rumah, yang harus diperiksa kondisinya untuk kemudian dilakukan penguatan. Mulai dari dinding, tiang beton, ukuran pintu, atap hingga teras.</p>



<p>“Program bedah rumah retrofitting ini adalah upaya preventif untuk perlindungan warga. Sehingga, adanya korban jiwa bisa dihindari,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat meresmikan bedah rumah retrofitting di Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (30/12/2025) tadi.</p>



<p>Disampaikan Bupati Ipuk, metode retrofitting ini tidak hanya upaya mitigasi, namun juga memperbaiki kualitas rumah karena dari sisi kesehatan penghuni juga diperhatikan. &#8220;Sederhana tapi sehat. Jadi tidak hanya sekadar memperbaiki, namun hal-hal lainnya seperti keamanan, sanitasi, sirkulasi udara, penyediaan air bersih dan lainnya juga diperhatikan,&#8221; jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa ke depan, secara bertahap model rumah retrofitting akan diadopsi pada program bedah rumah di Banyuwangi. Karena tidak hanya hanya layak huni, namun juga layak keamanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Ketua PMI Banyuwangi, Mujiono, bedah rumah dengan metode retrofitting dilakukan PMI sejak tahun 2021. Saat ini, sudah ada 12 rumah retrofitting yang dibangun dan tersebar di sejumlah wilayah rawan gempa yakni Kecamatan Glagah, Blimbingsari, Songgon, Tegaldlimo dan Purwoharjo.</p>



<p>“Rumah ini menjadi model atau percontohan bagi pembangunan rumah tahan gempa di sekitarnya. Pembangunannya menggunakan dana hibah dari Pemkab Banyuwangi, sementara PMI merupakan inisiator program sekaligus sebagai pelaksana pembangunannya,” kata Mujiono, yang juga Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi.</p>



<p>Wabup Mujiono menambahkan, pihaknya juga telah memberikan pelatihan tentang bangunan retrofitting terhadap ratusan peserta. Mereka terdiri dari para pekerja konstruksi lokal, tukang batu dan kontraktor kecil. Selain itu pelatihan retrofitting juga melatih anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) dan tokoh masyarakat.</p>



<p>“Semacam ToT, kami punya tenaga yang sudah biasa membangun bangunan retrofitting, dan tenaga tersebut kami ajak untuk melatih tukang dan sejumlah kontraktir tentang bangunan tahan gempa. Misalnya harus memakai bahan bangunan yang seperti apa, bagaimana ukurannya dan lain-lain,” kata Mujiono. Selain melakukan bedah rumah dengan metode retrofittin, lanjut Mujiono, PMI juga melakukan puluhan bedah rumah warga pra sejahtera dengan metode semi retrofitting. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229141</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inovasi Metode Pendidikan Inklusi Jarik Ma Siti Hantarkan Pemkot Malang Raih Penghargaan Pelayanan Publik 2023</title>
		<link>https://memontum.com/inovasi-metode-pendidikan-inklusi-jarik-ma-siti-hantarkan-pemkot-malang-raih-penghargaan-pelayanan-publik-2023</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Nov 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[hantarkan]]></category>
		<category><![CDATA[inklusi]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202018</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam bidang pelayanan publik tahun 2023, atas Inovasi Metode Pendidikan Inklusi Jarik Ma Siti dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang menerima penghargaan secara langsung dari Menteri PAN RB, Abdullah Azwar Anas, menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam bidang pelayanan publik tahun 2023, atas Inovasi Metode Pendidikan Inklusi Jarik Ma Siti dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang menerima penghargaan secara langsung dari Menteri PAN RB, Abdullah Azwar Anas, menyampaikan bahwa itu merupakan apresiasi yang luar biasa. Sehingga, mendorong Kota Malang menjadi kota inklusi dan ramah bagi anak-anak istimewa.</p>



<p>“Kemarin (Selasa, red) kami telah mendapatkan apresiasi dari Pak Menpan RB dan kami di undang khusus. Kemarin itu, juga terkait dengan Jarik Ma Siti. Sehingga harapannya nanti, akan menjadikan kota inklusi, ramah bagi anak-anak istimewa,” kata Pj Wali Kota Wahyu Hidayat di DPRD Kota Malang, Rabu (22/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika inovasi tersebut juga menjadi bagian dari pelayanan publik. Karena untuk melayani para siswa-siswi istimewa. Apalagi Jarik Ma Siti tersebut, masuk dalam Top 45 Inovasi Nasional 2023, sekaligus menjadi episode terkini dari sederet terobosan inklusif sebelumnya.</p>



<p>“Kita ada beberapa sebenarnya penghargaan terkait inklusi. Kalau untuk yang kemarin itu perhatian kepada siswa. Kalau yang lain, diantaranya inovasi layanan bagi difabel netra (Brexit) di Puskesmas, layanan pojok braille perpustakaan, dokumen kependudukan braille, dan layanan inklusi braille (Libra) untuk berbagai perizinan,” jelasnya.</p>



<p>Mewakili tenaga pendidik dalam tim inovator Jarik Ma Siti, Kusiyah, menyampaikan bahwa keberhasilan inovasi tersebut juga tidak terlepas dari peran aktif dari banyak pihak. &#8220;Alhamdulillah, kami bersyukur. Prestasi Jarik Ma Siti adalah prestasi dan motivasi bersama. Terima kasih atas dukungan semua. Kami siap terus memberikan pelayanan terbaik untuk semua siswa, reguler dan istimewa,&#8221; ujar Kusiyah.</p>



<p>Sementara itu, Menteri PAN RB, Abdullah Azwar Anas, menyampaikan harapannya kepada Kota Malang untuk terus berinovasi di bidang-bidang yang dapat memberikan dampak nyata pada empat agenda prioritas nasional, yaitu inovasi, kreativitas, penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan investasi, serta peningkatan digitalisasi.<strong> (rsy/pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202018</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Beri Apresiasi Penyuluh Sukodono dalam Metode Belajar dan Bacaan Al Quran Model Nahawan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-beri-apresiasi-penyuluh-sukodono-dalam-metode-belajar-dan-bacaan-al-quran-model-nahawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Sep 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[nahawan]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Sukodono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197764</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengapresiasi inovasi penyuluh Agama Islam dari KAU Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, dalam mendidik murid atau santrinya. Yakni dengan metode pembelajaran serta pembacaan Al Quran dengan model Nahawan. Apresiasi ini disampaikan Bupati Lumajang, saat memberikan sambutan dalam acara Kolosal Tartilul Quran IGRA Kabupaten Lumajang di Alun-alun Lumajang, Kamis (07/09/2023) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengapresiasi inovasi penyuluh Agama Islam dari KAU Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, dalam mendidik murid atau santrinya. Yakni dengan metode pembelajaran serta pembacaan Al Quran dengan model Nahawan.</p>



<p>Apresiasi ini disampaikan Bupati Lumajang, saat memberikan sambutan dalam acara Kolosal Tartilul Quran IGRA Kabupaten Lumajang di Alun-alun Lumajang, Kamis (07/09/2023) tadi. &#8220;Saya apresiasi metode pembelajaran pembacaan Al Quran dengan model Nahawan,&#8221; kata Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang</p>



<p>Bupati juga mengungkapkan, bahwa model pembelajaran Al Quran sekarang ini, sudah banyak inovasi dan pengembangannya. Oleh sebab itu, model pembelajaran Nahawan tersebut, menjadi metode yang praktis dalam pembelajaran anak sejak dini.</p>



<p>Diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang cinta Al Quran. &#8220;Pembelajaran sejak dini sudah diajarkan Al-Quran dengan nada yang bagus. InsyaAllah nantinya metode bacaannya juga baik,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati menyampaikan, bahwa nilai ibadah menjadi huru ngaji itu luar biasa. Menurutnya, memberikan pendidikan Islam kepada anak sejak dini juga dapat mencetak generasi yang hebat dan tangguh. &#8220;Guru-guru Ikatan Guru Raudlotul Athfal (IGRA) memang mulia dan hebat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang, Muhammad Muslim, menyampaikan bahwa tema dalam ini &#8216;Bersama RA Kita Cetak Generasi Quran Berprestasi&#8217;. Maka melalui IGRA Kabupaten Lumajang nantinya akan melahirkan generasi para pecinta Al Quran, serta senang membaca Al Quran</p>



<p>&#8220;Kalau kader-kader kita cinta Al Quran, maka masyarakat Lumajang nantinya akan menjadi masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur (sebuah negeri atau daerah yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya, red),&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di kesempatan itu, Muhammad Muslim menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada pengurus IGRA serta semua Guru Raudlotul Athfal Lumajang yang telah menggelar acara itu. Harapannya, melalui kegiatan tersebut dapat memberikan semangat dan motivasi bagi para guru untuk mengajar Al Quran dengan baik dan benar. &#8220;Teruslah bersemangat, terus mengajarkan Al Quran dan mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang dimuliakan Allah SWT,&#8221; harapnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Metode Inovasi Jarik Ma’Siti Masuki Verifikasi dan Observasi Lapangan, Wali Kota Malang Wujudkan Komitmen</title>
		<link>https://memontum.com/metode-inovasi-jarik-masiti-masuki-verifikasi-dan-observasi-lapangan-wali-kota-malang-wujudkan-komitmen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 10:04:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[jarik]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[ma’siti]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[observasi]]></category>
		<category><![CDATA[Verifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194201</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023, metode Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma&#8217;Siti) kini masuk dalam tahap Verifikasi dan Observasi Lapangan. Itu dilakukan, oleh Tim Panelis Independen (TPI) melalui koneksi virtual zoom yang terhubung langsung dengan kegiatan belajar mengajar di SMPN 10 Kota Malang, Selasa (25/07/2023) tadi. Dalam kesempatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023, metode Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma&#8217;Siti) kini masuk dalam tahap Verifikasi dan Observasi Lapangan. Itu dilakukan, oleh Tim Panelis Independen (TPI) melalui koneksi virtual zoom yang terhubung langsung dengan kegiatan belajar mengajar di SMPN 10 Kota Malang, Selasa (25/07/2023) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mendampingi langsung proses verifikasi dan observasi lapangan. Pihaknya, pun duduk bersama siswa-siswi yang sedang mengikuti pembelajaran dengan metode Jarik Ma&#8217; Siti. Selain penerapan metode pembelajaran di dalam kelas, aktivitas luar kelas juga ditampilkan kepada panelis. Sejumlah siswa, juga nampak menghias kue tart, membuat topeng Malangan dan batik eco print.</p>



<p>Dalam dialog dengan Tim Panelis, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Malang berkomitmen menghadirkan pendidikan inklusi sebagai wujud pemerataan layanan pendidikan bagi seluruh masyarakat termasuk anak-anak istimewa. &#8220;Kami menetapkan kota inklusi, untuk tidak ada pembedaan dalam memberikan pendidikan. Kami tidak menyebar anak-anak istimewa ini ke sekolah khusus, di SMP reguler pun bisa. Tapi setiap pendidik kami bekali pembelajaran lewat Jarik Ma&#8217; Siti, karena secara psikologis anak istimewa harus mendapatkan pendidikan yang setara,&#8221; jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa inovasi tersebut telah dapat direplikasikan di seluruh SMP Negeri di Kota Malang, sejumlah SMP swasta maupun sekolah-sekolah dari kota atau kabupaten lain.</p>



<p>&#8220;Terlebih, inovasi ini mudah dan sangat relevan direplikasi untuk menjembatani pendidikan inklusi utamanya pada sekolah reguler yang memiliki siswa istimewa tanpa adanya Guru Pendamping Kelas,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut, inovasi Jarik Ma&#8217; Siti menjadi salah satu wujud atensi Pemkot Malang terhadap kebutuhan kelompok rentan, seperti anak-anak istimewa. Terlebih, menurutnya inovasi tersebut linier dengan apa yang telah digagas.</p>



<p>“Kita punya keyakinan bahwa anak itu punya potensi. Tuhan itu Maha Adil, semua punya keistimewaan. Dan kita bisa membantu mengembangkan potensi-potensi tersebut,&#8221; terangnya.</p>



<p>Karena itu, pihaknya meminta agar para pendidik dan pengajar nantinya dapat menjadi fasilitator dan motivator, agar anak-anak istimewa dapat mengembangkan potensi yang telah dimiliki.</p>



<p>Terlepas dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2023, Sutiaji juga mengapresiasi kinerja jajaran guru maupun tenaga pendidik. Pihaknya menyebut bahwa inovasi Jarik Ma&#8217; Siti akan mengharumkan nama Kota Malang. Terlebih inovasi pembelajaran ini telah memberikan manfaat luar biasa.</p>



<p>“Jangan berpuas dengan hasil, tapi kita harus terus meningkatkan upaya dan tekad kita. Jangan berpacu pada juara berapa yang akan diraih, namun langkah kita inilah yang menunjukkan bagaimana manfaat yang akan kita berikan kepada masyarakat luas. Semangat terus!,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagai informasi, tahap verifikasi dan observasi lapangan dilakukan agar para juri mendapat gambaran utuh mengenai implementasi inovasi yang diajukan masing-masing daerah. Sebanyak 20 inovasi dipilih oleh TPI untuk mengikuti tahap verifikasi dan observasi lapangan pada 24-25 Juli 2023 ini. Kemudian, pada tahap selanjutnya TPI akan melakukan sidang untuk menentukan Top Inovasi Terpuji.<strong> (hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194201</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kalapas Kelas 1 Malang Pantau langsung Pembelajaran Membaca Al Quran Metode Ummi bagi WBP</title>
		<link>https://memontum.com/kalapas-kelas-1-malang-pantau-langsung-pembelajaran-membaca-al-quran-metode-ummi-bagi-wbp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagi]]></category>
		<category><![CDATA[kalapas]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[langsung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[ummi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193601</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kalapas Kelas 1 Malang, Heri Azhari, melakukan pemantauan dan pengawasan secara langsung pembinaan pembelajaran membaca Al -Quran metode Ummi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Malang Kanwil Kemenkumham Jatim. Dengan didampingi Pejabat Struktural, Heri Azhari melihat lebih dekat WBP yang sedang mengikuti proses pembelajaran. Kalapas memastikan, bahwa kegiatan pembelajaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kalapas Kelas 1 Malang, Heri Azhari, melakukan pemantauan dan pengawasan secara langsung pembinaan pembelajaran membaca Al -Quran metode Ummi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Malang Kanwil Kemenkumham Jatim.</p>



<p>Dengan didampingi Pejabat Struktural, Heri Azhari melihat lebih dekat WBP yang sedang mengikuti proses pembelajaran. Kalapas memastikan, bahwa kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan program pembinaan.</p>



<p>Pengawasan langsung ini juga diharapkan, dapat memberikan motivasi tambahan bagi WBP untuk mengikuti program dengan sungguh-sungguh. &#8220;Pembelajaran Al-Quran ini merupakan salah satu program pembinaan di Lapas Kelas I Malang. Diharapkan, ini bisa berdampak positif dalam pembinaan kepribadian warga binaan,&#8221; tegas Heri Azhari, Selasa (18/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di Ponpes At-Taubah Lapas Kelas 1 Malang, proses pembelajaran dibagi empat tingkatan. Warga binaan diberikan pengajaran yang terstruktur dan sistematis, sesuai metode Ummi. Mereka diajarkan cara baca Al-Quran yang baik dan benar. Tentunya, disertai ilmu tajwid dan gharib dalam memnaca Al-Quran.</p>



<p>Dijelaskannya, pengawasan langsung dari Kalapas ini juga untuk melihat kesiapan WBP dalam mengikuti Sertifikasi Pengajar Al-Quraan metode Ummi yang rencananya digelar beberapa bulan lagi. &#8220;Dengan sertifikasi ini bisa sebagai bukti prestasi, diharapkan warga binaan nantinya dapat memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk memulai kehidupan yang baru yang lebih baik setelah masa hukuman mereka selesai,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193601</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Metode Belajar Menarik bersama Siswa Istimewa Mendapat Apresiasi dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2023</title>
		<link>https://memontum.com/metode-belajar-menarik-bersama-siswa-istimewa-mendapat-apresiasi-dalam-kompetisi-inovasi-pelayanan-publik-2023</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menarik]]></category>
		<category><![CDATA[mendapat]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192670</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Untuk mencapai Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023, metode Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma’Siti), kini melalui tahapan presentasi dan wawancara. Setelah sebelumnya, itu terpilih sebagai Top 99 dari total 2.135 inovasi di seluruh Indonesia tahun ini. Dalam tahap tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mempresentasikan di hadapan jajaran Tim Panel [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Untuk mencapai Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023, metode Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma’Siti), kini melalui tahapan presentasi dan wawancara. Setelah sebelumnya, itu terpilih sebagai Top 99 dari total 2.135 inovasi di seluruh Indonesia tahun ini.</p>



<p>Dalam tahap tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mempresentasikan di hadapan jajaran Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2023, didampingi Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait, guru inovator, guru pengajar dan siswa yang berhasil menggunakan metode tersebut.</p>



<p>Ungkapan apresiasi dan decak kagum tidak henti-hentinya, didapatkan namun tidak membuat Wali Kota Malang, Sutiaji, berpuas diri. Pihaknya justru merendah dan mengucap, bahwa segala jerih yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, termasuk para guru inovator adalah upaya untuk memberikan pendidikan yang setara, berkeadilan, dan tanpa diskriminan termasuk bagi siswa istimewa atau berkebutuhan khusus.</p>



<p>&#8220;Bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa, sebaik-baiknya ciptaan. Termasuk, jika orang melihat ada anak yang mempunyai kekurangan, tetapi justru dibaliknya ini mempunyai keistimewaan yang perlu kita gali bersama. Maka perlakuan yang sama kita kedepankan, termasuk dalam pembelajaran. Syukur Alhamdulillah guru-guru kita bisa memahami maksud ini, dan diterjemahkan lewat Jarik Ma&#8217;Siti,” kata Wali Kota Sutiaji di Ngalam Command Center, Balai Kota Malang, Jumat (07/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, memberikan kesempatan yang sama bagi anak istimewa untuk bersekolah di sekolah reguler, merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangannya. Dengan demikian, mereka dapat memiliki interaksi sosial dengan siswa reguler dan diharapkan dapat memotivasi anak istimewa untuk semakin berprestasi dan beradaptasi di lingkungan yang sama.</p>



<p>&#8220;Waktu anak istimewa bersekolah di sekolah khusus, secara psikologis anak dan orang tua akan terpengaruh karena mereka merasa berada di sekolah yang berbeda dan proses pembelajaran kurang menyenangkan. Alhamdulillah, Jarik Ma&#8217;Siti menjadi solusi untuk mengoptimalkan kemampuan anak istimewa sehingga mereka mampu menampilkan eksistensi sebagai individu yang cakap dan mandiri,” jelasnya.</p>



<p>Inovasi tersebut juga sejalan dengan visi misi Kota Malang dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan serta mewujudkan kota yang harmonis, toleran, dan menghargai keberagaman serta memberikan perhatian kepada masyarakat yang rentan.</p>



<p>Sebagai informasi, Jarik Ma’Siti merupakan inovasi metode pembelajaran adaptif bagi siswa istimewa pada sekolah reguler/non inklusi seperti SMPN 10 Kota Malang. Pengembangan inovasi tersebut juga sukses menjawab tantangan adanya ketimpangan rasio guru pendamping khusus dengan siswa istimewa yang masuk pada sekolah reguler. Inovasi Jarik Ma’Siti kini telah membantu 570 siswa dalam kurun waktu lima tahun terakhir dan telah direplikasi di 29 SMP di Kota Malang. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Metode Jarik Ma’Siti Tembus Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2023</title>
		<link>https://memontum.com/metode-jarik-masiti-tembus-top-99-inovasi-pelayanan-publik-2023</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2023 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[jarik]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[ma’siti]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191180</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Inovasi metode Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma&#8217;Siti) yang dikembangkan oleh SMP Negeri 10 Kota Malang, berhasil terpilih sebagai Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik 2023. Hal tersebut, tertuang dalam Surat Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN RB Nomor: B/308/PP.00.05/2023 tertanggal 16 Juni 2023. Terpilihnya Jarik Ma&#8217;Siti sebagai salah satu dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Inovasi metode Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma&#8217;Siti) yang dikembangkan oleh SMP Negeri 10 Kota Malang, berhasil terpilih sebagai Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik 2023. Hal tersebut, tertuang dalam Surat Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN RB Nomor: B/308/PP.00.05/2023 tertanggal 16 Juni 2023.</p>



<p>Terpilihnya Jarik Ma&#8217;Siti sebagai salah satu dari 99 inovasi terbaik nasional atau Top 99 dari total 2.135 inovasi dari seluruh Indonesia tahun ini, dianggap sebagai pencapaian yang penting dalam upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif oleh Wali Kota Malang, Sutiaji. Sehingga, pihaknya menyambut baik kabar tersebut, dan mendorong semangat pendidikan di Kota Malang.</p>



<p>“Anak-anak kita, termasuk anak-anak istimewa, tentu berhak mendapat akses pendidikan yang setara. Apresiasi membanggakan ini untuk mereka semua, guru-guru yang terus berjuang, dan semua pihak yang berkolaborasi dalam inovasi Jarik Ma&#8217;Siti. Saya harap ini menguatkan spirit melayani publik dengan semakin baik,” kata Wali Kota Sutiaji, Sabtu (17/06/2023) tadi.</p>



<p>Atas pencapaian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, optimis bahwa inovasi tersebut bisa sukses diterapkan di berbagai sekolah yang menghadapi permasalahan serupa. &#8220;Kebijakan replikasi ke seluruh sekolah di Kota Malang telah kami siapkan. Dengan Jarik Ma&#8217;Siti ini, siswa istimewa dan siswa reguler bisa berbaur, tidak ada perbedaan,&#8221; kata Suwarjana.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Sementara itu, salah satu guru inovator Jarik Ma&#8217;Siti, Kusiyah, menjelaskan jika pendekatan Jarik Ma&#8217;Siti lahir dari permasalahan ketimpangan rasio guru pendamping khusus dengan siswa istimewa (berkebutuhan khusus) yang masuk pada sekolah reguler/non inklusi seperti SMPN 10 Kota Malang. Pengembangan metodenya, pun dimulai pada tahun 2019 lalu, dengan niat tulus dan kesepahaman yang terbangun dari semua pihak untuk membantu siswa.</p>



<p>“Tidak pernah menyangka jika inovasi ini diapresiasi hingga menjadi wakil Kota Malang di kancah nasional dan bisa lolos hingga final tahun ini. Karena ketika kami bisa membantu (siswa) istimewa itu rasanya senang, tidak ada perasaan berat hati. Tentu kami juga ber terima kasig kepada banyak pihak yang telah membantu, termasuk salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang. dari kampus UB,&#8221; ungkap Kusiyah.</p>



<p>Melalui serangkaian teknik pemetaan dan asesmen yang disebut Gadis Mening Pinter, sekolah berhasil menyediakan instrumen adaptif bagi guru dan siswa sehingga kesulitan dalam pembelajaran dapat teratasi. Hasilnya, Jarik Ma&#8217;Siti telah membantu 570 siswa dalam kurun waktu lima tahun terakhir dan telah direplikasi di beberapa sekolah yang ada di Kota Malang. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191180</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
