<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mewarna &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mewarna/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Nov 2025 09:43:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mewarna &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lomba Mewarna dan Edukasi Sejarah di Museum Airlangga, Disbudparpora Kota Kediri Ajak Generasi Muda Cinta Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-mewarna-dan-edukasi-sejarah-di-museum-airlangga-disbudparpora-kota-kediri-ajak-generasi-muda-cinta-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[airlangga,]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[disbudparpora]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[mewarna]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227451</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar kegiatan lomba mewarnai tingkat TK hingga SMP di Museum Airlangga, Jalan Selomangleng No.1 Kota Kediri, Minggu (02/11/2025) tadi. Kegiatan tersebut, dibuka Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo SH MM, yang sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus berkarya dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar kegiatan lomba mewarnai tingkat TK hingga SMP di Museum Airlangga, Jalan Selomangleng No.1 Kota Kediri, Minggu (02/11/2025) tadi. Kegiatan tersebut, dibuka Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo SH MM, yang sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus berkarya dan berani mengekspresikan diri.</p>



<p>“Melalui lomba mewarnai ini, kami ingin menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan motorik halus anak-anak. Ini juga menjadi wadah bagi mereka untuk mengekspresikan gagasan dan imajinasi secara positif,” kata Kadisbudparpora.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, sejumlah peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Anak-anak TK berfokus pada mewarnai gambar bertema budaya dan alam Kota Kediri, sementara peserta dari jenjang SMP mendapatkan kesempatan belajar sejarah langsung di lingkungan Museum Airlangga. Mereka berkeliling, mengamati koleksi, serta melakukan dokumentasi foto sambil mendengarkan penjelasan tentang sejarah Goa Selomangleng dan peradaban masa Airlangga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Disampaikan Bambang, pengenalan sejarah kepada generasi muda sangat penting, terutama di era modern yang serba digital. “Kediri memiliki sejarah panjang yang menjadi identitas daerah. Jangan sampai nilai-nilai sejarah dan budaya ini hilang hanya karena kurang dikenalkan sejak dini,” tegasnya.</p>



<p>Suasana kegiatan semakin meriah, dengan dukungan penuh dari para orang tua yang hadir mendampingi anak-anaknya. Sambil menunggu jalannya perlombaan, pihak penyelenggara juga menyediakan hiburan musik untuk seluruh pengunjung yang hadir.</p>



<p>Bambang berharap, melalui kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. “Semoga acara seperti ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun, agar kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal semakin tumbuh di kalangan generasi muda,” paparnya. <strong>(pan/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227451</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Empat Anak Keturunan Indonesia-Inggris Antusias Ikuti Lomba Mewarna dalam Gelaran Malang Topeng Festival 2023</title>
		<link>https://memontum.com/empat-anak-keturunan-indonesia-inggris-antusias-ikuti-lomba-mewarna-dalam-gelaran-malang-topeng-festival-2023</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antusias]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia-inggris]]></category>
		<category><![CDATA[keturunan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mewarna]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195024</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Empat anak keturunan Indonesia dan Inggris, Alexander (9), Grace (7), Alice (6) dan Sofi (4), turut antusias mengikuti lomba mewarnai topeng malang, dalam kegiatan Malang Topeng Festival 2023 di Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, Sabtu (05/08/2023) tadi. Orang tua dari keempat anak tersebut, Lina Ramadhan (40) dan Ryder (50), mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Empat anak keturunan Indonesia dan Inggris, Alexander (9), Grace (7), Alice (6) dan Sofi (4), turut antusias mengikuti lomba mewarnai topeng malang, dalam kegiatan Malang Topeng Festival 2023 di Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, Sabtu (05/08/2023) tadi. Orang tua dari keempat anak tersebut, Lina Ramadhan (40) dan Ryder (50), mengatakan bahwa lomba yang diikuti oleh sang anak tersebut tentunya untuk mengenalkan budaya jawa yang ada di Kota Malang.</p>



<p>“Saya bawa 4 anak, untuk ikut lomba mewarnai sekalian mau tahu lokasi KBP Kota Malang ini. Karena salah satu anak saya, juga mau ikut lomba tari topeng dan ketiganya juga melihat. Kemudian yang cowok ini juga mau lihat topeng, karenakan ada memahatnya,” ucap Lina saat ditemui tadi.</p>



<p>Meskipun dirinya bukan seorang seniman, namun selalu mendukung sang anak untuk terjun dan mengetahui soal budaya jawa. Terlebih, saat Alice berumur tiga tahun menurutnya sudah mengikuti les sinden dan juga tari.</p>



<p>“Kami sama sekali bukan seniman. Anak saya yang namanya Alice sudah ikut les sinden dan tari sejak usia tiga tahun. Memang dia suka budaya jawa dan kami sudah mengenalkan ke mereka,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Pokdarwis KBP Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan jika Festival Topeng Malang 2023 tersebut, merupakan kolaborasi bersama dengan beberapa perguruan tinggi di Kota Malang dan asosiasi pengusaha serta pengrajin batik Kota Malang. &#8220;Festival topeng malang ini baru pertama kalinya diselenggarakan di KBP Kota Malang dan karena memang KBP ini ikonik dengan topeng malang. Selain itu juga dekat dengan makam Mbah Reni,” jelas pria yang kerap dipanggil Ki Demang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya menjelaskan, dalam kegiatan Topeng Malang Festival tersebut, selain lomba mewarnai topeng malang, juga digelar workshop batik topeng malang, workshop kriya topeng malang dan sarasehan budaya topeng malang. Untuk peserta lomba mewarnai topeng malang yakni bagi anak-anak TK maupun SD di Kota Malang.</p>



<p>“Untuk sarasehan budaya topeng malang itu sendiri untuk membedah mengenai topeng malang. Nggenahke (membenarkan, red) topeng malang seperti apa. Narsumnya Ki Suroso, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Malang (DKKM), Ki Supriyono dalang dan guru topeng malang, pak yudit salah satu promotor topeng malang,” katanya.</p>



<p>Untuk peserta lomba mewarna topeng malang sendiri terdiri dari puluhan anak, lalu dalam workshop batik malang diikuti oleh 20 orang pembatik dan materinya sendiri fokus pada membatik topeng. Tak hanya itu, workshop kriya juga diikuti oleh belasan siswa SMK Kota Malang.</p>



<p>“Untuk workshop kriya antara 15 an siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang, nah setelah workshop mereka main angklung juga,” lanjutnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk kegiatan utama dalam gelaran tersebut yaitu menari topeng malang yang akan dilakukan pada besok, Minggu (06/08/2023) di KBP Kota Malang, dengan diikuti oleh 80 perserta individu dan 30 peserta kelompok. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195024</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
