<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>migrasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/migrasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Aug 2025 13:53:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>migrasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perluas Jaringan Narasi Informasi Pembangunan Daerah, Diskominfo Lumajang Siap Migrasi Kanal</title>
		<link>https://memontum.com/perluas-jaringan-narasi-informasi-pembangunan-daerah-diskominfo-lumajang-siap-migrasi-kanal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Diskominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[narasi]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[perluas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224741</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menyampaikan kesiapan daerahnya untuk melakukan migrasi kanal informasi Media Center dari portal infopublik.id ke indonesia.go.id. Rencana ini, disampaikan dalam kegiatan Indonesia.go.id Menyapa yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI) di Kota Surabaya, Kamis (07/08/2025) tadi. Diuraikan, bahwa langkah migrasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menyampaikan kesiapan daerahnya untuk melakukan migrasi kanal informasi Media Center dari portal infopublik.id ke indonesia.go.id. Rencana ini, disampaikan dalam kegiatan Indonesia.go.id Menyapa yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI) di Kota Surabaya, Kamis (07/08/2025) tadi.</p>



<p>Diuraikan, bahwa langkah migrasi ini dinilai sebagai angin segar dalam memperluas jangkauan narasi pembangunan daerah, agar tak hanya tersiar di tingkat lokal dan nasional. Namun, juga dapat menembus perhatian publik global.</p>



<p>&#8220;Ini bukan sekadar perpindahan kanal informasi. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk membawa Lumajang tampil di panggung yang lebih besar, menjadi bagian dari wajah Indonesia yang inspiratif,&#8221; kata Mustaqim.</p>



<p>Kegiatan Indonesia.go.id Menyapa sendiri, merupakan forum strategis yang mempertemukan para pejuang informasi daerah (Media Center Daerah) dengan pemerintah pusat, untuk memperkuat sinergi narasi pembangunan dalam satu ekosistem digital nasional yang terpercaya dan terintegrasi. Selama ini, Media Center Diskominfo Lumajang telah aktif membagikan informasi terkait kemajuan pembangunan, partisipasi masyarakat, dan kebijakan publik melalui kanal infopublik.id. Namun, dengan potensi dan dinamika yang semakin berkembang, diperlukan platform yang memiliki daya jangkau lebih luas dan selaras dengan strategi komunikasi nasional.</p>



<p>“Dengan masuk ke indonesia.go.id, setiap konten lokal Lumajang akan mendapat panggung yang sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Ini penting untuk membangun persepsi kolektif tentang kemajuan Indonesia dari sudut pandang daerah,” tambahnya.</p>



<p>Kemkomdigi RI sendiri mendorong seluruh pemerintah daerah untuk mulai mengonsolidasikan muatan informasi dari masing-masing kanal kehumasan melalui indonesia.go.id sebagai portal utama penyampai informasi publik berbasis narasi tunggal pemerintah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Migrasi kanal ini bukan tanpa alasan, selain untuk efektivitas penyampaian pesan pembangunan, langkah ini juga bertujuan menciptakan keterpaduan dalam pengelolaan data, konten dan strategi komunikasi, sekaligus mengurangi fragmentasi informasi di ranah digital.</p>



<p>Menurut Mustaqim, di era digitalisasi yang kian masif, kecepatan dan ketepatan dalam menyampaikan informasi bukan satu-satunya kunci. Kredibilitas, konsistensi dan jejaring yang kuat menjadi fondasi penting.</p>



<p>“Kami ingin narasi pembangunan Lumajang, baik soal ekonomi kerakyatan, pariwisata, pendidikan, maupun inovasi pelayanan publik menjadi inspirasi nasional dan dunia. Dan indonesia.go.id adalah pintu menuju ke sana,” tegasnya.</p>



<p>Selain Lumajang, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Diskominfo kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta jajaran pejabat dari Kekomdigi RI. Dalam forum tersebut, juga dibahas strategi kurasi konten lokal, optimalisasi SEO untuk kanal pemerintah, hingga pentingnya storytelling dalam membentuk opini publik.</p>



<p>Kehadiran Lumajang dalam forum ini, menunjukkan keseriusan daerah dalam membangun citra positif melalui pendekatan komunikasi publik yang terstruktur dan modern. “Pemerintah daerah tidak boleh hanya bekerja keras, tapi juga harus mampu menceritakan kerja keras itu dengan cara yang menginspirasi,” imbuhnya.</p>



<p>Dengan rencana migrasi ini, Diskominfo Lumajang menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari arus besar komunikasi publik nasional yang lebih kuat, kolaboratif dan berdampak luas. Karena Lumajang menjadi bagian cerita besar Indonesia. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224741</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bidik Operasi Pasar Lebih Maksimal, Pemkot Kediri Bakal Migrasi dari Manual ke Digitalisasi</title>
		<link>https://memontum.com/bidik-operasi-pasar-lebih-maksimal-pemkot-kediri-bakal-migrasi-dari-manual-ke-digitalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jun 2024 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[maksimal,]]></category>
		<category><![CDATA[manual]]></category>
		<category><![CDATA[migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210480</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, yang terdiri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Bagian Administrasi Perekonomian, KPw BI Kediri, Perum Bulog Cabang Kediri, mengusung ide baru dalam hal pengendalian inflasi di Kota Kediri, Kamis (06/06/2024) tadi. Yakni, dengan memanfaatkan kemutakhiran Teknologi Informasi (TI). Ide baru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, yang terdiri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Bagian Administrasi Perekonomian, KPw BI Kediri, Perum Bulog Cabang Kediri, mengusung ide baru dalam hal pengendalian inflasi di Kota Kediri, Kamis (06/06/2024) tadi. Yakni, dengan memanfaatkan kemutakhiran Teknologi Informasi (TI). Ide baru itu, pun dibahas dalam Rapat Koordinasi TPID Kota Kediri bersama Dinas Kominfo Kota Kediri.</p>



<p>Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri, Tetuko Erwin Sukarno, menerangkan bahwa rapat itu membahas beberapa materi. Diantaranya, kerja sama antara Pemkot Kediri dengan KPw BI Kediri untuk mendukung urban farming di Kota Kediri serta digitalisasi program Operasi Pasar (OP).</p>



<p>“Jadi, urban farming merupakan upaya kita untuk mendukung ketersediaan pasokan bahan pangan terutama sayur-sayuran. Kita berharap dengan berkolaborasi bersama KPw BI Kediri, nanti terutama dengan para mahasiswa penerima Beasiswa BI, Generasi Baru Indonesia (Genbi) bisa memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Kediri,” jelas Erwin.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa program pertanian di perkotaan tersebut akan menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Kediri. Dimana saat ini, total KWT di Kota Kediri sebanyak 54 KWT.</p>



<p>Selain dukungan program urban farming, lanjutnya, KPw BI Kediri diharapkan juga akan mendukung digitalisasi OP. Karena, selama ini program OP yang dilakukan Pemkot Kediri masih berbasis manual dan untuk itu dengan memanfaatkan kemutakhiran teknologi, TPID Kota Kediri akan beralih menggunakan sistem digital.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Selama ini kalau dengan manual, hanya bisa mengendalikan supaya tidak beli lagi. Tetapi, kita tidak punya datanya. Sedangkan kalau dengan digitalisasi, akan jauh lebih mudah dan sederhana. Cukup menggunakan scan sidik jari saja, kita bisa mendapatkan datanya siapa saja yang mengakses layanan kita saat OP,” ujarnya.</p>



<p>Lebih dari itu, peralihan OP manual ke digital juga dilakukan guna memudahkan TPID Kota Kediri, dalam melakukan pengendalian harga secara digital, Monev kegiatan OP serta untuk pemerataan penerima manfaat OP.</p>



<p>Terkait dengan mekanisme, lanjutnya, TPID Kota Kediri akan menyediakan infrastruktur digital agar bisa merekam data masyarakat yang sudah mengaksesnya atau membeli produk-produk yang dijual pada OP. “Dengan demikian, kita tahu kelompok masyarakat mana yang mayoritas mendapatkan manfaat OP. Soal kebijakan pembatasan pembeliannya, akan dirumuskan nanti pastinya sesuai dengan stok dan kondisi saat itu,” terangnya.</p>



<p>Erwin berharap, dengan adanya rapat dan koordinasi, TPID Kota Kediri akan jauh lebih baik lagi dan yang lebih penting, kegiatan apapun yang dilaksanakan TPID sasarannya lebih akurat dan tepat sasaran.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri, Apip Permana, menyampaikan dukungan serta kesiapannya dalam mewujudkan digitalisasi OP. Dirinya menilai, program tersebut dapat memberikan wajah baru Kota Kediri melalui branding digitalisasi OP, yang mana saat ini teknologi merupakan suatu hal yang sangat esensial di kalangan masyarakat. “Berkaitan dengan tugas dan fungsi kami, maka Dinas Kominfo siap mendukung program tersebut. Semoga digitalisasi OP dapat sukses diimplementasikan di Kota Kediri serta tujuan program tersebut tercapai,” tegasnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210480</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
