<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>miliki &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/miliki/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Jun 2026 13:16:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>miliki &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tinggal di Rumah Berdinding Banner, Keluarga Aktivis Pramuka Kini Miliki Hunian Layak</title>
		<link>https://memontum.com/tinggal-di-rumah-berdinding-banner-keluarga-aktivis-pramuka-kini-miliki-hunian-layak</link>
					<comments>https://memontum.com/tinggal-di-rumah-berdinding-banner-keluarga-aktivis-pramuka-kini-miliki-hunian-layak#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[aktivis]]></category>
		<category><![CDATA[Banner]]></category>
		<category><![CDATA[berdinding]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[tinggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233408</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Senyum bahagia terpancar dari wajah Adhi Darma Sisworo dan istrinya, Hanim Ainun Jariah. Pasangan yang aktif sebagai pembina Pramuka di Kota Malang, itu akhirnya memiliki rumah yang lebih layak dihuni setelah mendapat bantuan program renovasi rumah dari Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Malang. Sebelum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Senyum bahagia terpancar dari wajah Adhi Darma Sisworo dan istrinya, Hanim Ainun Jariah. Pasangan yang aktif sebagai pembina Pramuka di Kota Malang, itu akhirnya memiliki rumah yang lebih layak dihuni setelah mendapat bantuan program renovasi rumah dari Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum direnovasi, sebagian rumah yang mereka tempati masih berdinding banner dan anyaman bambu. Kondisi tersebut membuat rumah jauh dari kata layak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami mengucapkan terima kasih kepada Kwarda Jawa Timur dan Kwarcab Kota Malang yang sudah melaksanakan renovasi rumah di tempat tinggal kami. Semoga menjadi berkah bagi semua yang terlibat,&#8221; ujar Adhi, Jumat (26/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adhi menjelaskan, rumah yang kini ditempatinya merupakan bagian dari rumah orang tuanya, yang kemudian dibagi untuk ditempati bersama keluarganya. Sebelum direnovasi, ruang dapur, kamar mandi, hingga salah satu kamar hanya ditutup menggunakan banner dan bambu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kondisinya memang belum layak. Dapur, kamar dan kamar mandi masih ditutup banner dan bambu. Untuk listrik sekarang masih belum tersambung, begitu juga PDAM masih menunggu,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui program renovasi rumah, bagian ruang tamu, satu kamar tidur, dapur dan kamar mandi kini menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati. Proses pembangunan dimulai pada 9 Juni dan rampung pada 20 Juni 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi pengerjaan hanya dua minggu, cepat sekali,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik rasa syukur tersebut, Adhi juga tengah menghadapi tantangan ekonomi. Setelah mengabdi selama 20 tahun sebagai tenaga pengamanan di sebuah perusahaan, dia harus berhenti bekerja pada Oktober 2025 karena kebijakan batas usia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sudah sekitar delapan bulan saya tidak bekerja. Sekarang saya membantu istri dalam kegiatan kepramukaan sambil menunggu rezeki pekerjaan berikutnya,&#8221; tuturnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/tinggal-di-rumah-berdinding-banner-keluarga-aktivis-pramuka-kini-miliki-hunian-layak/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Malang Buka Program Skrining RHD dan Berharap Miliki Manfaat Besar untuk Generasi Muda</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-malang-buka-program-skrining-rhd-dan-berharap-miliki-manfaat-besar-untuk-generasi-muda</link>
					<comments>https://memontum.com/wabup-malang-buka-program-skrining-rhd-dan-berharap-miliki-manfaat-besar-untuk-generasi-muda#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232799</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka Skrining Penyakit Jantung Rematik atau Rheumatic Heart Disease (RHD) bagi siswa SD Kelas 5 dan 6 di Kabupaten Malang, yang terpusat di SD Negeri 3 Tumpang, Sabtu (30/05/2026) tadi. Turut hadir di pelaksanaan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, Ketua Tim Skrining Yayasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka Skrining Penyakit Jantung Rematik atau Rheumatic Heart Disease (RHD) bagi siswa SD Kelas 5 dan 6 di Kabupaten Malang, yang terpusat di SD Negeri 3 Tumpang, Sabtu (30/05/2026) tadi. Turut hadir di pelaksanaan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, Ketua Tim Skrining Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, dr BRM Aeio Soeryo Kuncoro, beserta jajarannya, Ketua YJI Malang Raya, Hanik Dwi Martya P, hingga Kepala OPD dan Muspika Tumpang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wabup Lathifah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, untuk YJI Pusat yang telah memberikan perhatian besar terhadap kesehatan anak-anak Indonesia melalui Program Skrining Penyakit Jantung Rematik ini. Terlebih, YJI Pusat telah menunjuk empat cabang untuk pelaksanaan program, yakni YJI Cabang Malang Raya, YJI Cabang Kabupaten Bekasi Jawa Barat, YJI Cabang Minahasa Utara Sulawesi Utara dan YJI Cabang Tulang Bawang Lampung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tentunya, penunjukan ini menjadi sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kabupaten Malang untuk turut mendukung keberhasilan program nasional dalam upaya deteksi dini penyakit jantung rematik pada anak usia sekolah,” kata Wabup Lathifah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menjelaskan, bahwa krining dan deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting, agar anak-anak mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat. Pada tahap pertama ini, pelaksanaan skrining di wilayah Kabupaten Malang dan dilaksanakan di dua lokasi. Yakni, SDN Tumpang 3 dan SDN Tumpang 1, dengan total sebanyak 370 siswa yang akan mengikuti pemeriksaan skrining RHD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat besar bagi kesehatan generasi muda kita. Anak-anak yang sehat adalah investasi masa depan bangsa. Dengan kesehatan yang baik, mereka dapat belajar dengan optimal, tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif dan berdaya saing,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wabup Lathifah juga mengajak seluruh orang tua, guru dan masyarakat, untuk semakin peduli terhadap kesehatan anak-anak, khususnya kesehatan jantung. Tentunya, melalui pola hidup sehat, menjaga kebersihan, gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/wabup-malang-buka-program-skrining-rhd-dan-berharap-miliki-manfaat-besar-untuk-generasi-muda/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232799</post-id>	</item>
		<item>
		<title>HUT Ke-112 Kota Malang, Pemkot Luncurkan Busana Khas Malangan yang Miliki Nilai Sejarah</title>
		<link>https://memontum.com/hut-ke-112-kota-malang-pemkot-luncurkan-busana-khas-malangan-yang-miliki-nilai-sejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[ke-112]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malangan]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke 112 Kota Malang menjadi momen bersejarah dengan diluncurkannya busana khas Malangan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Rabu (01/04/2026) tadi. Peluncuran busana tersebut, sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa busana khas Malangan tidak sekadar pakaian seremonial, namun memiliki filosofi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke 112 Kota Malang menjadi momen bersejarah dengan diluncurkannya busana khas Malangan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Rabu (01/04/2026) tadi. Peluncuran busana tersebut, sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa busana khas Malangan tidak sekadar pakaian seremonial, namun memiliki filosofi sejarah panjang perjalanan Kota Malang. Menurutnya, desain pakaian tersebut merepresentasikan perjalanan kepemimpinan dan perkembangan Kota Malang sejak era pemerintahan kolonial Belanda hingga masa sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hari ini menjadi momen bersejarah karena Kota Malang mulai memiliki pakaian khas yang filosofinya menggambarkan nilai histori dan kearifan lokal asli Kota Malang,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menjelaskan, busana tersebut nantinya akan digunakan dalam berbagai kegiatan resmi dan upacara tertentu di lingkungan Pemkot Malang. Menurutnya, karakter budaya Kota Malang berbeda dengan daerah di Malang Raya lainnya. Jika Kabupaten Malang memiliki kultur kerajaan dan Kota Batu berkembang dengan karakter tersendiri, maka Kota Malang merupakan perpaduan budaya tradisional dan pengaruh kolonial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Perpaduan antara kolonial dan tradisional inilah yang menjadi identitas Kota Malang, dan itu diwujudkan dalam busana khas Malangan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa busana khas Kota Malang dirancang melalui kajian nilai sosial budaya masyarakat dari masa ke masa. Secara desain, busana menggunakan atasan jas berwarna hitam dengan dalaman kemeja putih berkerah tinggi dan dasi panjang. Bawahan berupa celana panjang hitam dipadukan kain batik motif Tugu Pucuk Kopi yang dikenakan sebatas paha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, untuk penutup kepala menggunakan topi Aalstenaar yang dipadukan dengan udeng bermotif batik Tugu Pucuk Kopi, serta dilengkapi aksesoris pejabat berupa selempang dan obybelt. Untuk alas kaki, menggunakan sepatu pantofel kulit hitam untuk menampilkan kesan formal klasik dan elegan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Motif batik Tugu Pucuk Kopi sendiri terinspirasi dari ornamen batik kawung pada peninggalan era Kerajaan Singasari yang kemudian dipadukan dengan simbol kopi dan tugu khas Kota Malang,&#8221; jelas Suwarjana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut dikatakannya, bahwa desain busana tersebut juga mengadopsi inspirasi dari pakaian pejabat masa lalu, khususnya busana yang dikenakan Raden Adipati Aryo Suryo Adiningrat yang menjabat Bupati Malang pada periode 1898–1934. Dalam perkembangannya, konsep busana turut mempertimbangkan mobilitas kerja pejabat di lapangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kain panjang yang sebelumnya digunakan disesuaikan menjadi lebih praktis hingga sebatas lutut agar mendukung kesiapan pejabat turun langsung menyelesaikan persoalan masyarakat. &#8220;Peluncuran busana khas ini dilatarbelakangi karena belum adanya standar busana identitas resmi Kota Malang. Harapannya menjadi simbol identitas budaya, memperkuat branding Kota Malang, sekaligus mendukung promosi pariwisata di tingkat regional hingga internasional,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231399</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TNBTS Kini Miliki 309 Spesies Anggrek, Dua Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/tnbts-kini-miliki-309-spesies-anggrek-dua-jenis-baru-ditemukan-di-lereng-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[lereng]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[spesies]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kekayaan flora di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus bertambah. Hingga awal 2026, tercatat terdapat 309 spesies anggrek yang hidup di kawasan konservasi tersebut, setelah ditemukannya dua spesies baru di lereng selatan Gunung Semeru. Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS, Toni Artaka, menjelaskan bahwa tambahan jumlah spesies tersebut berasal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kekayaan flora di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus bertambah. Hingga awal 2026, tercatat terdapat 309 spesies anggrek yang hidup di kawasan konservasi tersebut, setelah ditemukannya dua spesies baru di lereng selatan Gunung Semeru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS, Toni Artaka, menjelaskan bahwa tambahan jumlah spesies tersebut berasal dari hasil patroli kawasan yang dilakukan petugas pada awal Januari 2026 lalu. “Dua anggrek yang ditemukan merupakan catatan baru di TNBTS karena sebelumnya belum pernah terdata,” ujar Toni, Sabtu (28/03/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua spesies yang berhasil diidentifikasi itu, yakni Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis. Keduanya, ditemukan tumbuh pada habitat hutan yang teduh, memiliki lapisan humus tebal, serta kondisi tanah lembap pada ketinggian 1.000–1.200 meter di atas permukaan laut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan rangkuman yang diterima dari Pengendali Ekosistem Hutan, menyebutkan bahwa dua spesies anggrek tersebut memiliki ciri khas yang berbeda. Spesies Gastrodia selabintanensis memiliki perbungaan sepanjang 15–25 sentimeter, dengan dua hingga empat kuntum bunga. Kelopaknya berwarna coklat kehijauan dengan tekstur kasar, sedangkan mahkotanya berwarna putih semu kekuningan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan Gastrodia biruensis, memiliki perbungaan lebih panjang, yakni 18–32 sentimeter dengan tiga sampai lima kuntum bunga. Kelopak bunga berwarna coklat kekuningan bertekstur halus, dengan mahkota berwarna putih dan oranye.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hingga kini, kedua spesies tersebut belum memiliki nama lokal resmi,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, dikatakannya bahwa kedua anggrek tersebut termasuk tanaman mycoheterotrophic, yakni jenis tumbuhan yang pertumbuhannya sangat bergantung pada kondisi habitat alami serta hubungan dengan jamur tanah. Karena sulit dibudidayakan di luar habitat aslinya, Balai Besar TNBTS terus melakukan pemetaan populasi serta pemantauan lokasi lain saat musim berbunga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Upaya konservasi habitat menjadi langkah utama agar keberlanjutan spesies anggrek di TNBTS tetap terjaga,” imbuh Toni. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231317</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Miliki 65 Hektare Lahan Cabai, Kota Malang Dinilai Mampu Jaga Ketersediaan Stok</title>
		<link>https://memontum.com/miliki-65-hektare-lahan-cabai-kota-malang-dinilai-mampu-jaga-ketersediaan-stok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[dinilai]]></category>
		<category><![CDATA[hektare]]></category>
		<category><![CDATA[ketersediaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230698</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meski dikenal sebagai kota pendidikan dan jasa, Kota Malang ternyata memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Secara keseluruhan atau total, ada sekitar 65 hektare lahan cabai yang tersebar di sejumlah wilayah, yang dinilai mampu menopang kebutuhan masyarakat. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa di Kecamatan Kedungkandang terdapat sekitar 40 hektare [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meski dikenal sebagai kota pendidikan dan jasa, Kota Malang ternyata memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Secara keseluruhan atau total, ada sekitar 65 hektare lahan cabai yang tersebar di sejumlah wilayah, yang dinilai mampu menopang kebutuhan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa di Kecamatan Kedungkandang terdapat sekitar 40 hektare lahan pertanian cabai, sementara di wilayah Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, terdapat sekitar 25 hektare. “Walaupun Kota Malang ini kota, kita masih punya hamparan lahan yang cukup luas. Dengan potensi ini seharusnya kita tidak terlalu kesulitan menjaga ketersediaan cabai dan ayam potong,” ujar Wali Kota Wahyu, seusai melakukan tinjauan di Poktan Cabai Lesanpuro dan Peternak Ayam Ras, Rabu (04/03/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Wahyu juga telah melakukan diskusi langsung dengan petani, terkait harga jual dan potensi panen. Saat ini, harga jual cabai di tingkat petani berkisar Rp 80 ribu perkilogram, sementara harga di pasar masih menembus Rp 100 ribu. Sehingga, dalam hal ini menurutnya penting melihat kondisi dari sisi hulu sebelum mengambil kebijakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sehingga keseimbangan harus dijaga agar petani tetap memperoleh keuntungan, namun harga di tingkat konsumen tidak memberatkan,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain cabai, TPID Kota Malang juga memantau produksi ayam potong sebagai komoditas strategis yang permintaannya meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. “Kita lihat hulunya dulu, kita diskusi dengan petani dan peternak. Setelah itu baru kita lihat hilirnya di pasar. Dari situ TPID akan menentukan langkah yang tepat,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230698</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Miliki 1.572 Siswa, MAN 2 Kota Malang Masih Belum Terima MBG</title>
		<link>https://memontum.com/miliki-1-572-siswa-man-2-kota-malang-masih-belum-terima-mbg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230432</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; MAN 2 Kota Malang hingga saat ini masih belum menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun, untuk tahapan survei sebagai bagian dari proses penyaluran program, sudah dilakukan. Hal ini, seperti disampaikan Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, sesaat setelah menerima kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Selasa (24/02/2026) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; MAN 2 Kota Malang hingga saat ini masih belum menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun, untuk tahapan survei sebagai bagian dari proses penyaluran program, sudah dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini, seperti disampaikan Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, sesaat setelah menerima kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Selasa (24/02/2026) tadi. “Untuk sekolah ini belum menerima MBG. Sudah ada proses dan sudah disurvei. Tentu nanti masih dalam proses selanjutnya,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dikatakannya, bahwa MAN 2 Kota Malang memiliki total sekitar 1.572 siswa serta 208 guru dan tenaga kependidikan, yang berpotensi menjadi penerima program tersebut. Dalam hal ini, pihak sekolah pun juga belum menyampaikan informasi resmi kepada wali murid karena masih menunggu kepastian teknis pelaksanaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami belum berkomunikasi dengan wali murid. Setelah kunjungan Pak Menteri ini, nanti akan kami tindak lanjuti untuk teknis berikutnya,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Samsudin mengaku, dengan kehadiran Menko Pangan, Zulkifli Hasan, menjadi momentum penting untuk sosialisasi pangan sehat sekaligus membahas program MBG di lingkungan madrasah. “Tujuan utama kunjungan beliau terkait sosialisasi pangan sehat yang dapat menunjang kesehatan dan kesuksesan anak-anak,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230432</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KKMP di Kota Malang Ditargetkan 2026 Miliki Gerai</title>
		<link>https://memontum.com/kkmp-di-kota-malang-ditargetkan-2026-miliki-gerai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ditargetkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230190</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang menargetkan seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dapat memiliki gerai di tahun 2026. Hal ini, sebagaimana disampaikan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin. Pria yang akrab disapa Ali, itu menyampaikan bahwa target tersebut merupakan perintah dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Sehingga, saat ini percepatan penyediaan gerai tengah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang menargetkan seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dapat memiliki gerai di tahun 2026. Hal ini, sebagaimana disampaikan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria yang akrab disapa Ali, itu menyampaikan bahwa target tersebut merupakan perintah dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Sehingga, saat ini percepatan penyediaan gerai tengah dikoordinasikan. Termasuk, pemanfaatan aset milik Pemkot Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Perintah Pak Wali, di tahun 2026 ini targetnya seluruh Koperasi Merah Putih di Kota Malang harus sudah punya gerai semua. Kita juga koordinasikan dengan pihak terkait, termasuk mempercepat penyediaan gerai-gerai itu dan komunikasi terkait aset-aset Pemkot yang bisa digunakan,” ujar Wawali Ali, Kamis (12/02/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dikatakannya, bahwa sebelumnya juga sudah dilakukan peninjauan di sejumlah titik. Namun, beberapa lokasi yang ditunjuk ternyata masuk dalam kategori Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau sudah digunakan pihak ketiga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Beberapa titik menjadi ruang terbuka hijau sehingga harus kita evaluasi lagi. Ada juga yang sudah digunakan pihak ketiga, ini yang sedang kita inventarisir,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ali, untuk aset yang telah disewakan kepada pihak ketiga, Pemkot memiliki dasar hukum untuk melakukan evaluasi bahkan percepatan pengakhiran kontrak apabila dibutuhkan untuk kepentingan negara. “Kalau dibutuhkan negara, kita bisa memutus kontrak dan mengambil alih untuk kebutuhan Koperasi Merah Putih. Itu diperbolehkan. Sekarang sedang kita inventarisir,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut dikatakannya, bahwa seluruh kelurahan di Kota Malang berpotensi memiliki gerai KKMP. Hanya saja, perlu penyesuaian lokasi agar tidak berbenturan dengan regulasi tata ruang maupun kerja sama yang sudah berjalan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230190</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Miliki Daya Tarik Wisata Favorit, Kota Probolinggo Diserbu Ribuan Turis Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/miliki-daya-tarik-wisata-favorit-kota-probolinggo-diserbu-ribuan-turis-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diserbu]]></category>
		<category><![CDATA[favorit]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229035</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin, sambut kedatangan penumpang Kapal Pesiar Westerdam, yang membawa ribuan wisatawan mancanegara (Wisman) dari 50 negera. Kapal ini, datang di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kamis (25/12/2025) tadi. Tentunya, kedatangan ribuan wisatawan mancanegara ini tidak lepas dari daya tarik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin, sambut kedatangan penumpang Kapal Pesiar Westerdam, yang membawa ribuan wisatawan mancanegara (Wisman) dari 50 negera. Kapal ini, datang di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kamis (25/12/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentunya, kedatangan ribuan wisatawan mancanegara ini tidak lepas dari daya tarik wisata di Kota Probolinggo. Saat di Pelabuhan Tanjung Tembaga, para wisatawan langsung dihibur dengan tarian tradisional berjudul Probolinggo Ning Ati yang diiringi Kelabang Songo Jagadsari sebagai suguhan penyambutan. Usai kapal berlabuh, sebagian Wisman melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo, sementara lainnya mengikuti agenda city tour di Kota Probolinggo.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Di sela kegiatan, Wali Kota Aminuddin menyampaikan sambutan hangat sekaligus mengapresiasi kepercayaan para Wisman yang berkunjung ke Kota Probolinggo. “Wonderful, kita semua menyambut kedatangan para Wisman di Kota Probolinggo,” ujar Wali Kota Aminuddin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun rute city tour di Kota Probolinggo, meliputi kunjungan ke Rumah Sentra Batik, dilanjutkan ke Museum Probolinggo, untuk menikmati pertunjukan kesenian tradisional. Rombongan kemudian menuju Gereja Merah, melewati Alun-alun Kota sembari melihat Masjid Agung dan singgah di Kelenteng Sumber Naga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Usai dari Kelenteng Sumber Naga, rombongan melanjutkan agenda ke pasar tradisional untuk berbelanja produk lokal, sebelum kembali ke pelabuhan. Diketahui, setelah berwisata di Kota Probolinggo, Kapal Pesiar Westerdam melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bali. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229035</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Budaya Literasi, Dispussipda Kota Malang Targetkan Seluruh Kelurahan Miliki Perpustakaan di 2027</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-budaya-literasi-dispussipda-kota-malang-targetkan-seluruh-kelurahan-miliki-perpustakaan-di-2027</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dispussipda]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[seluruh]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227133</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang terus mendorong peningkatan budaya literasi di masyarakat. Salah satunya, melalui kegiatan sosialisasi budaya baca dan literasi pada satuan pendidikan dasar dan masyarakat tahun 2025, Senin (27/10/2025) tadi. Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang terus mendorong peningkatan budaya literasi di masyarakat. Salah satunya, melalui kegiatan sosialisasi budaya baca dan literasi pada satuan pendidikan dasar dan masyarakat tahun 2025, Senin (27/10/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Gemar Membaca yang rutin digelar. Dalam kegiatan kali ini, melibatkan anak-anak jenjang TK dan PAUD yang memiliki rumah pintar atau perpustakaan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tahun ini, kami juga menyampaikan adanya bantuan dari Perpustakaan Nasional untuk 20 perpustakaan kelurahan. Setiap kelurahan menerima satu rak dan 1.000 buku. Tahun depan, kami menargetkan ada 25 kelurahan, sehingga pada akhir 2027 bisa seluruh kelurahan (57 kelurahan) di Kota Malang memiliki perpustakaan,” jelas Yayuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, ditambahkannya bahwa buku yang diberikan mayoritas ditujukan bagi anak usia TK dan SD. Meski ukurannya kecil, seluruh perpustakaan di wilayah tetap mendapat pendampingan dari Dispussipda, termasuk dalam tata kelola dan pengembangan koleksi buku.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Kalau perpustakaan masyarakat aktif, kami akan usulkan kembali ke Perpustakaan Nasional untuk mendapatkan tambahan buku,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disamping itu, dikatakannya bahwa minat baca masyarakat Kota Malang saat ini telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Karena dari peringkat 12, kini naik menjadi posisi ke dua di Jawa Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Peringkat kegemaran membaca kita naik dari posisi 12 menjadi posisi 2 se-Jawa Timur, di bawah Surabaya. Nilainya meningkat dari 64 menjadi 83,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentunya, peningkatan itu tidak lepas dari berbagai program yang dijalankan Dispussipda, termasuk gerakan literasi masyarakat di wilayah pinggiran. Pada 2024 lalu, pihaknya juga telah membentuk 15 perpustakaan masyarakat yang terbukti berkontribusi terhadap kenaikan indeks kegemaran membaca.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Komunitas literasi juga kami libatkan aktif dalam kegiatan di perpustakaan masyarakat. Harapannya, semangat membaca bisa menjadi budaya bersama di seluruh lapisan warga,” imbuh Yayuk. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227133</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
