<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>minyakita &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/minyakita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 09:34:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>minyakita &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tinjau Pasar Klojen bersama Wali Kota, Gubernur Jatim Temukan SPHP dan Minyakita Tidak Tersuplai</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-pasar-klojen-bersama-wali-kota-gubernur-jatim-temukan-sphp-dan-minyakita-tidak-tersuplai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Klojen]]></category>
		<category><![CDATA[minyakita]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[tersuplai]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232746</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (29/05/2026) tadi. Dalam kunjungan itu, rombongan menemukan beras medium Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita, sudah lama tidak tersuplai. Perlu diketahui, Pasar Klojen merupakan salah satu pasar yang menjadi referensi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (29/05/2026) tadi. Dalam kunjungan itu, rombongan menemukan beras medium Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita, sudah lama tidak tersuplai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu diketahui, Pasar Klojen merupakan salah satu pasar yang menjadi referensi dalam Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur. Karena itu, kondisi distribusi Sembako di pasar tersebut menjadi perhatian serius pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pasar Klojen ini salah satu pasar yang menjadi referensi Siskaperbapo. Jadi ada harga-harga sembako yang tiap hari kami update dinamikanya. Ternyata di pasar ini beras medium untuk SPHP lama tidak tersuplai,” ujar Gubernur Khofifah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya beras SPHP, Minyakita juga disebut sudah lama tidak masuk ke Pasar Klojen. Bahkan dari pengakuan para pedagang, kondisi itu sudah terjadi sejak Ramadan 2026 lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Minyakita juga lama tidak tersuplai. Jadi ini menjadi catatan bagi kami di Pemprov maupun Pak Wali Kota, untuk berkoordinasi dengan Bulog,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gubernur Khofifah juga menegaskan, bahwa stok beras medium SPHP di Jawa Timur, sebenarnya cukup tinggi. Bahkan, mencapai sekitar 3,2 juta ton. Karena itu, distribusi kepada masyarakat harus dipastikan berjalan optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebagian besar masyarakat Kota Malang, mungkin cenderung mengonsumsi beras premium. Namun, keberadaan beras medium SPHP tetap penting untuk menjaga keterjangkauan harga pangan masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyoroti harga Minyakita yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah toko sembako di sekitar pasar. Karena itu, dirinya mengingatkan akan pentingnya pengawasan langsung di lapangan, sebagaimana arahan pemerintah pusat dalam rapat pengendalian inflasi yang rutin digelar Kementerian Dalam Negeri setiap pekan. “Memang diharapkan gubernur, bupati, wali kota proaktif mengecek sembako di lapangan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232746</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Intervensi untuk Hadapi Kelangkaan Minyakita dan Kenaikan Harga Sembako</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-intervensi-untuk-hadapi-kelangkaan-minyakita-dan-kenaikan-harga-sembako</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[intervensi]]></category>
		<category><![CDATA[kelangkaan]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minyakita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sembako]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231815</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ketersediaan minyak goreng merek Minyakita di sejumlah pasar Kota Malang, mulai sulit ditemukan. Merespon kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun segera melakukan pengecekan lapangan untuk menelusuri penyebab kelangkaan, sekaligus menyiapkan langkah intervensi menjaga stabilitas harga bahan pokok. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa dalam hal ini telah dilakukan koordinasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ketersediaan minyak goreng merek Minyakita di sejumlah pasar Kota Malang, mulai sulit ditemukan. Merespon kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun segera melakukan pengecekan lapangan untuk menelusuri penyebab kelangkaan, sekaligus menyiapkan langkah intervensi menjaga stabilitas harga bahan pokok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa dalam hal ini telah dilakukan koordinasi bersama dengan Perum Bulog, terkait distribusi Minyakita yang belakangan dikeluhkan pedagang karena sulit diperoleh. “Memang beberapa pedagang menyampaikan Minyakita agak sulit didapatkan. Kami akan koordinasi lagi dan segera cek di lapangan untuk mengetahui penyebabnya,” ujar Wali Kota Wahyu, Senin (20/04/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Pemkot Malang juga mulai mengantisipasi kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang perlahan merangkak naik. Dalam hal ini, nantinya akan dilakukan pemantauan langsung ke pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Nanti kami bersama TPID akan melihat langsung, harga apa yang naik signifikan dan apa penyebabnya. Dari situ nanti kita lakukan intervensi,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, bahwa kondisi global, termasuk dinamika konflik di Timur Tengah, turut memberi dampak terhadap harga pangan tersebut. Sebagai langkah antisipasi, TPID Kota Malang telah menyiapkan sejumlah skenario pengendalian harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemberian subsidi harga bahan pokok melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Intervensinya bisa berupa subsidi untuk beberapa komoditas agar harga bisa ditekan. Tapi pelaksanaannya tetap menunggu arahan dari pemerintah pusat,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Wahyu menegaskan, anggaran BTT memang dicadangkan untuk kondisi tertentu, termasuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat apabila terjadi gejolak harga. “BTT ini bisa digunakan untuk situasi darurat, termasuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231815</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sidak Dua Pasar Tradisional, Wali Kota Malang Sebut Bahan Pokok Relatif Stabil Meski Minyakita Langka</title>
		<link>https://memontum.com/sidak-dua-pasar-tradisional-wali-kota-malang-sebut-bahan-pokok-relatif-stabil-meski-minyakita-langka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2025 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minyakita]]></category>
		<category><![CDATA[relatif]]></category>
		<category><![CDATA[stabil,]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223348</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di dua pasar tradisional Kota Malang, yakni Pasar Bareng dan Pasar Mergan, Kamis (26/06/2025) tadi. Pelaksanaan Sidak tersebut dilakukan, guna memantau stabilitas harga bahan pokok menjelang 1 Muharam. Pria yang kerap disapa Wahyu, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di dua pasar tradisional Kota Malang, yakni Pasar Bareng dan Pasar Mergan, Kamis (26/06/2025) tadi. Pelaksanaan Sidak tersebut dilakukan, guna memantau stabilitas harga bahan pokok menjelang 1 Muharam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria yang kerap disapa Wahyu, itu menyampaikan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok di kedua pasar masih tergolong stabil. Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, seperti cabai rawit dan bawang merah, namun masih dalam batas wajar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tadi dari Pasar Bareng, sekarang kita di Pasar Mergan. Rata-rata harga relatif stabil, tidak ada kenaikan yang drastis. Memang ada fluktuasi pada cabai rawit dan bawang merah, tapi masih aman,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dirinya juga menyoroti kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita, yang ditemukan di dua pasar tersebut. Meskipun pihak pasar sudah melakukan permintaan, namun distribusi dari pihak distributor belum berjalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Minyakita ini yang paling dicari. Tadi ada beberapa merek lain, tapi harganya lebih tinggi. Bahkan ada yang lebih murah dari Minyakita, tapi masyarakat tetap memilih Minyakita. Sayangnya, stok kosong karena distributor tidak mengirim,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa kelangkaan tersebut tidak ada kaitannya dengan temuan pelanggaran sebelumnya. Sejauh ini, distribusi bahan pokok lainnya masih berjalan lancar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Setelah kejadian kemarin, semua lancar dan aman. Tapi nanti kita akan bahas dalam rapat TPID untuk melihat seperti apa rekomendasinya agar penyaluran Minyakita bisa kembali normal,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk saat ini, inflasi di Kota Malang berada di angka 1,3 persen (year-on-year) dan itu menurutnya masih tergolong stabil. “Harga bahan pokok tidak ada yang menyumbang inflasi secara signifikan. Tomat aman, minyak goreng hanya masalah distribusi, jadi secara keseluruhan tidak berdampak besar,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut untuk ke depan, nantinya juga akan memantau harga di pasar-pasar modern. Itu dilakukan, sebagai pembanding data dari pasar tradisional. “Untuk pasar modern, datanya secara rutin masuk ke Diskopindag, nanti kita bandingkan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223348</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sidak Pasar Tradisional, Wali Kota Malang Temukan Minyakita Kemasan Tidak Sesuai Takaran</title>
		<link>https://memontum.com/sidak-pasar-tradisional-wali-kota-malang-temukan-minyakita-kemasan-tidak-sesuai-takaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kemasan,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minyakita]]></category>
		<category><![CDATA[sesuai]]></category>
		<category><![CDATA[takaran]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220210</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin, beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meneruskan peninjauan lapangan dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), di Pasar Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (13/03/2025) tadi. Sidak ini dilakukan, dalam rangka pengamatan bahan pokok, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin, beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meneruskan peninjauan lapangan dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), di Pasar Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (13/03/2025) tadi. Sidak ini dilakukan, dalam rangka pengamatan bahan pokok, termasuk menindaklanjuti keberadaan Minyakita kemasan yang tengah beredar di pasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dari hasil Sidak, ditemukan adanya Minyakita dalam kemasan botol dengan berat 850 ml, atau tidak sesuai dengan takaran. Hal ini diketahui, setelah dilakukan timbang ulang dan ditemukan beratnya yakni hanya 750 ml.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Minyakita yang kemasan plastik berat 1 liter, setelah ditimbang ditemukan kurang 13 ml dan masih dalam batas wajar. Kemudian tadi, yang kemasan botol dengan berat 850 ml, ditemukan hanya 750 ml atau artinya ada selisih 100 ml,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari hasil temuan ini, ungkapnya, akan ditindak lanjuti oleh pihak yang berwewenang. &#8220;Ada tim Satgas Pangan yang sudah mencatat dan menyimpan bukti, untuk menindaklanjutinya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Wahyu juga&nbsp; menyampaikan, bahwa sampling terkait pengukuran berat minyak goreng tidak hanya dilakukan di merk Minyakita. Melainkan, juga merk lain, seperti Rizki dan Fortune.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk merk lain tidak ada kendala. Bahkan, tadi ada yang lebih dari takaran. Tapi ya itu, harganya lebih mahal,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Surraduhita, menambahkan bawah dari hasil Sidak ini sudah ditemukan bukti konkret adanya ketidak sesuaian takaran. Tentunya, itu menjadi kewenangan pihak berwajib.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi nanti, itu mungkin akan ditindak lanjuti oleh pihak berwajib. Untuk kewenangan </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220210</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ditreskrimsus Polda Jatim Sita 14 Ton MinyaKita Palsu di Dua Home Industry Sampang dan Surabaya</title>
		<link>https://memontum.com/ditreskrimsus-polda-jatim-sita-14-ton-minyakita-palsu-di-dua-home-industry-sampang-dan-surabaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2025 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ditreskrimsus]]></category>
		<category><![CDATA[industry]]></category>
		<category><![CDATA[minyakita]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220186</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap modus licik produsen minyak goreng curah berlabel MinyaKita. Pengungkapan ini, setelah petugas menggrebek dua Home Industry di Sampang dan Surabaya, yang diduga memproduksi MinyaKita palsu. Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, mengatakan pengungkapan ini setelah Satgas Pangan Polda Jatim melakukan inspeksi mendadak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap modus licik produsen minyak goreng curah berlabel MinyaKita. Pengungkapan ini, setelah petugas menggrebek dua Home Industry di Sampang dan Surabaya, yang diduga memproduksi MinyaKita palsu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, mengatakan pengungkapan ini setelah Satgas Pangan Polda Jatim melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah pasar di Kota Surabaya. &#8220;Awalnya Satgas Pangan Polda Jatim menemukan kejanggalan pada kemasan MinyaKita di pasaran, baik kemasan pouch maupun botol plastik,&#8221; kata Kombes Pol Dirmanto, saat menggelar konferensi pers di Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (12/03/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah diselidiki, lanjut Kombes Pol Dirmanto, benar saja bahwa kemasan plastik satu liter saat ditimbang hanya berisi 800 hingga 890 mililiter minyak goreng. &#8220;Hasil penyelidikan mengarah ke dua lokasi dan benar ditemukan adanya dugaan pemalsuan produk minyak goreng,&#8221; ujar Kombes Dirmanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan dalam aksinya itu pemilik usaha tersebut memasukkan minyak goreng curah ke dalam kemasan MinyaKita dan mengurangi takaran. &#8220;Kecurigaan kami adanya indikasi pengurangan isi dan kualitas yang tidak sesuai standar,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Kombes Pol Budi Hermanto yang juga selaku Kasatgas Pangan Polda Jatim, ini menjelaskan bahwa satu lokasi berada di Dusun Timur, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Sampang. &#8220;Di lokasi ini kami menemukan sekitar 31 tandon berisi 10 ton minyak goreng MinyaKita palsu,&#8221; kata Kombes Budi Hermanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Modus yang digunakan, lanjutnya, adalah mengemas minyak curah ke dalam kemasan MinyaKita ukuran 1 liter dan 5 liter dengan takaran di bawah standar. &#8220;Untuk kemasan 5 liter, hanya terisi sekitar 4,5 liter. Sementara kemasan 1 liter hanya berisi 800-890 ml,&#8221; ungkap Kombes Budi Hermanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, lokasi kedua berada di wilayah Rungkut, Surabaya, yang digerebek oleh Ditreskrimsus Polda Jatim pada 12 Maret 2025. &#8220;Di lokasi ini, kami mengamankan sekitar 4 ton minyak goreng MinyaKita palsu yang dikemas ulang dalam kemasan 1 liter,&#8221; terang Kombes Budi Hermanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari praktik liciknya, para pelaku telah meraup keuntungan sekitar Rp 727 juta selama beroperasi kurang lebih satu tahun. “Untuk pelaku dari Surabaya dan Sampang, masih kita kembangkan,&#8221; tegas Kombes Budi Hermanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 120 Undang-Undang RI No 3 tahun 2014 tentang Perindustrian dan Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Pasal 142 Undang-Undang Rl Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. “Ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 2 miliar,” imbuh Kombes Pol Budi Hermanto. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220186</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Temukan Minyakita Kurang dari 1 Liter, Pemkot Malang Lakukan Pengawasan</title>
		<link>https://memontum.com/temukan-minyakita-kurang-dari-1-liter-pemkot-malang-lakukan-pengawasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2025 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kurang]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[liter]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minyakita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220098</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus memantau peredaran Minyakita di pasaran. Apalagi, dalam hal ini juga telah ditemukan kemasan volume yang kurang dari 1 liter. Menanggapi itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti temuan tersebut. &#8220;Kami sudah mengecek langsung ke pedagang dan memang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus memantau peredaran Minyakita di pasaran. Apalagi, dalam hal ini juga telah ditemukan kemasan volume yang kurang dari 1 liter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti temuan tersebut. &#8220;Kami sudah mengecek langsung ke pedagang dan memang volumenya ada yang kurang 1 liter. Bahkan, isi dalam kemasan hanya sekitar 800 ml. Untuk itu, kami meminta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, guna melakukan pengecekan lebih lanjut,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Selasa (11/03/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Wahyu juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak panik dalam mengatasi persoalan tersebut. Apabila merasa ragu dengan produk tersebut, menurutnya bisa mencari alternatif lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jika memang merek tersebut dirasa kurang, masyarakat bisa membeli merek lain. Meskipun lebih mahal, tetapi lebih memuaskan,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa sebelumnya telah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di beberapa pasar Kota Malang dan memang ditemukan kemasan itu. &#8220;Kami menemukan Minyakita yang volumenya kurang, tetapi selisihnya tidak signifikan seperti yang ditemukan dalam sidak Menteri sebelumnya. Ada yang kurang 10 ml, 5 ml dan itu bervariasi,&#8221; ucap Eko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, Eko juga menegaskan bahwa pedagang tidak boleh mengemas ulang Minyakita tanpa izin. &#8220;Repacking itu dilarang, kecuali untuk produk tanpa merek. Kami terus melakukan pengawasan dan akan menegakkan peraturan demi melindungi konsumen,&#8221; tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk saat ini, menurutnya Kota Malang telah memiliki tiga distributor resmi Minyakita. Dalam hal ini, Pemkot Malang juga akan terus melakukan pemantauan agar masyarakat mendapatkan minyak goreng bersubsidi dengan volume dan kualitas sesuai dengan standar. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220098</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diskopindag Temukan Minyakita Kurang dari 1 Liter di Pasar Tradisional Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/diskopindag-temukan-minyakita-kurang-dari-1-liter-di-pasar-tradisional-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 12:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[kurang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minyakita]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220083</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kemasan Minyakita di dua pasar tradisional Kota Malang, Senin, (10/03/2025) tadi. Dari Sidak itu, dinas menemukan adanya berat Minyakita kemasan 1 liter, yang tidak sesuai dengan berat aslinya. Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa Sidak dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kemasan Minyakita di dua pasar tradisional Kota Malang, Senin, (10/03/2025) tadi. Dari Sidak itu, dinas menemukan adanya berat Minyakita kemasan 1 liter, yang tidak sesuai dengan berat aslinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa Sidak dilakukan dalam rangka pemantauan kemasan Minyakita. Sidak tersebut dilakukan di Pasar Madyopuro dan Sawojajar. Sementara setelah dilakukan sampling, ternyata ditemukan beberapa Minyakita kemasan plastik dengan berat 1 liter menunjukan adanya berat di bawah 1 liter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami melakukan penimbangan kembali dari tujuh sampling produk Minyakita kemasan plastik dengan berat 1 liter. Hasilnya, ditemukan dua diantaranya menunjukkan berat 0,990 liter dan 0,995 liter,&#8221; kata Eko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, bahwa Sidak yang dilakukan hanya sebatas melakukan pengawasan dan pengamatan. Karenanya, untuk hasil dari temuan tersebut akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan, sebelum menentukan keputusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tugas kami hanya sebatas pengawasan dan pengamatan di Sidak tadi. Sebagai tindak lanjut, kami akan melaporkan hasilnya kepada pimpinan, untuk bagaimana menyikapi kejadian tersebut,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih menurut Eko, bahwa pihaknya tidak melakukan penyitaan atau penarikan. Itu karena, pedagang telah membelinya dari produsen tanpa mengetahui berat aslinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami tidak mungkin melakukan penarikan atau penyitaan barang tersebut. Itu dikarenakan, para pedagang sudah membelinya dari produsen,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait stok Minyakita selama Bulan Ramadan, Eko mengatakan bahwa masih aman. Dengan harga relatif, yaitu&nbsp; ada yang menjual mulai dari Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu perliter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Terkait stok produk Minyakita, itu masih aman selama Ramadan,&#8221; imbuhnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220083</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atasi Kenaikan Harga Minyakita di Kota Malang, Pemkot Mulai Datangkan Distributor</title>
		<link>https://memontum.com/atasi-kenaikan-harga-minyakita-di-kota-malang-pemkot-mulai-datangkan-distributor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[datangkan]]></category>
		<category><![CDATA[distributor]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minyakita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219034</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang segera melakukan koordinasi untuk mengatasi tingginya harga Minyakita yang terjadi di Pasar Klojen, Kota Malang. Apalagi saat ini, harga mencapai Rp 18 ribu melebihi HET Rp 15.700. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, menyampaikan bahwa lonjakan harga ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang segera melakukan koordinasi untuk mengatasi tingginya harga Minyakita yang terjadi di Pasar Klojen, Kota Malang. Apalagi saat ini, harga mencapai Rp 18 ribu melebihi HET Rp 15.700.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, menyampaikan bahwa lonjakan harga ini diduga akibat panjangnya rantai distribusi yang melibatkan beberapa pengecer. &#8220;Mungkin di Pasar Klojen tinggi, karena dari pengecer ke pengecer. Sepertinya ada masalah di rantai distribusinya itu. Maka harga melonjak tinggi diatas HET,&#8221; kata Eka-sapaannya, Kamis (06/02/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mengatasi lonjakan harga tersebut, Diskopindag Kota Malang juga telah mendatangkan Minyakita langsung dari distributor menengah (D2) ke beberapa pasar. Seperti yang dilakukan hari ini, menyasar Pasar Kasin dan Mergan, kemudian kemarin juga menyasar Pasar Sawojajar dan Bunul.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami juga akan segera berkoordinasi dengan pedagang yang ada di Pasar Klojen, guna mengurangi lonjakan harga di tingkat konsumen,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Di samping itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga akan menyiapkan langkah lebih luas untuk mengendalikan inflasi menjelang Ramadan 2025. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mengatakan bahwa pengendalian harga akan menjadi prioritas agar tidak membebani masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sekitar awal Maret atau akhir Februari, kita akan mengambil langkah-langkah untuk menjaga inflasi selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri,&#8221; ujar Sekda Erik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa upaya yang disiapkan,.antara lain penyelenggaraan Pasar Murah dan program Warung Tekan Inflasi untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil dan pasokan tetap aman. &#8220;Kami akan intensifkan begitu mendekati bulan Ramadan,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pengendalian harga, Pemkot Malang juga tengah merancang kebijakan pembatasan kegiatan tertentu selama bulan Ramadan, termasuk aturan terkait tempat hiburan malam. &#8220;Saat ini sedang dalam pembahasan dan akan diimplementasikan menjelang Ramadan,&#8221; imbuh Erik. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219034</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Minyakita di Kota Malang Tembus di Angka Rp 18 Ribu Perliter</title>
		<link>https://memontum.com/harga-minyakita-di-kota-malang-tembus-di-angka-rp-18-ribu-perliter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minyakita]]></category>
		<category><![CDATA[perliter]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219028</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga minyak goreng merek Minyakita di Pasar Kota Malang terus mengalami kenaikan dan bahkan saat ini mencapai Rp 18 ribu perliter. Angka tersebut, tentunya melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 15.700. Salah satu pemilik toko pracangan di Pasar Klojen, Sumarno, mengatakan bahwa kenaikan ini terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga minyak goreng merek Minyakita di Pasar Kota Malang terus mengalami kenaikan dan bahkan saat ini mencapai Rp 18 ribu perliter. Angka tersebut, tentunya melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 15.700.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pemilik toko pracangan di Pasar Klojen, Sumarno, mengatakan bahwa kenaikan ini terjadi sejak tiga bulan terakhir. Namun, kenaikan terus bertahap dari yang semula Rp 16 ribu, kemudian mencapai Rp 18 ribu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi memang kenaikannya tidak langsung, tapi bertahap. Harga Rp 18 ribu ini mulai tahun baru kemarin, di Januari 2025,&#8221; kata Sumarno, Kamis (06/02/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski harganya meningkat, ujarnya, namun diakuinya bahwa permintaan Minyakita tetap ada. Sebab, Minyakita lebih murah dibandingkan dengan minyak premium lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sehari saya sediakan lima karton, tapi mesti itu tidak habis. Satu karton aja juga mesti tidak sampai habis,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Hal serupa juga dirasakan oleh pemilik toko sembako lainnya, Umi. Dirinya menyebut jika belanja Minyakita saat ini lebih sulit, minimal harus belanja Rp 2 juta baru bisa mendapatkan satu karton dari distributor dengan ukuran minyak 1 literan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau sebelumnya juga sama ambil di distributor, tapi sekarang ini lebih sulit. Itu juga sudah ketentuan dari distributornya. Tapi kalau ambil minyak premium tidak ada ketentuannya,&#8221; ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak dari kenaikan harga ini, menurutnya membuat sebagian pembeli beralih ke merek minyak lain, seperti Rizky. Dengan harga yang sama tetapi memiliki kemasan lebih kecil, yakni 800 mililiter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Minyakita, harga sembako lain juga mengalami kenaikan. Gula pasir kini dijual Rp 18 ribu per kilogram dari yang sebelumnya Rp 16 ribu. Sementara harga beras jenis Lahap naik tipis dari Rp 72 ribu menjadi Rp 73 ribu per 5 kilogram.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jelang Ramadan harga sembako pasti akan kembali meningkat, terutama telur dan kebutuhan pokok lainnya,&#8221; imbuh Umi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219028</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
