<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>misteri &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/misteri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Dec 2023 14:49:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>misteri &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Motif Bunuh Diri Mahasiswi Angkatan 2018 di Gedung Filkom UB Masih Misteri</title>
		<link>https://memontum.com/motif-bunuh-diri-mahasiswi-angkatan-2018-di-gedung-filkom-ub-masih-misteri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[angkatan]]></category>
		<category><![CDATA[filkom]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203406</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Apa motif dugaan bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari Lantai 12 Gedung Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB), masih menjadi misteri. Meskipun, identitas korban yang teridentifikasi berinisial LS (24), warga Karangploso, Kabupaten Malang, sudah diketahui petugas. &#8220;Sampai saat ini, kami belum mengetahui apa yang menyebabkan LS, mengakhiri hidupnya. Kami juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Apa motif dugaan bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari Lantai 12 Gedung Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB), masih menjadi misteri. Meskipun, identitas korban yang teridentifikasi berinisial LS (24), warga Karangploso, Kabupaten Malang, sudah diketahui petugas.</p>



<p>&#8220;Sampai saat ini, kami belum mengetahui apa yang menyebabkan LS, mengakhiri hidupnya. Kami juga belum bisa mengecek ponselnya. Sebab, saat kami temukan ponsel miliknya, itu sudah dalam kondisi pecah. Selain itu, kami juga tidak menemukan tulisan apapun yang ditinggalkan oleh korban,&#8221; kata Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, Jumat (15/12/2023) tadi.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, bahwa LS tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Matematika &amp; IPA UB tahun angkatan 2018. Namun, korban telah mengundurkan diri tahun 2019, karena mempunyai penyakit yang mengganggu kehidupannya.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, setelah tidak lagi kuliah di UB, korban sudah memiliki pekerjaan di Kota Malang,&#8221; jelas Kapolsek.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bahkan, tambahnya, pada Kamis (14/12/2023) pagi atau sesaat sebelum kejadian, LS seperti biasanya hanya berpamitan berangkat kerja. &#8220;Korban pamitnya berangkat kerja. Dari keterangan yang kami peroleh, bahwa korban ini pendiam tidak pernah cerita apa-apa ke orang tua. Dia (korban, red) apakah berjalan ke UB, dengan naik motor atau jalan kaki, juga belum kami ketahui,&#8221; urainya.</p>



<p>Sementara, ujarnya, untuk luka sayatan di pergelangan tangan kiri, diketahui bahwa luka tersebut bukanlah luka baru. &#8220;Indikasi korban sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara menjatuhkan diri, salah satunya pada saat kita otopsi luar. Ada bekas sayatan di nadi tangan kiri. Tidak menutup kemungkinan, itu upaya mengakhiri hidup. Luka tersebut beberapa hari lalu, karena di TKP lantai atas (Lantai 12) tidak ada ceceran darah. Jadi, luka sayatan itu dilakukan beberapa hari lalu,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang perempuan yang awalnya belum diketahui identitasnya, ditemukan terjatuh di Lantai 4 Gedung Filkom, pada Kamis (14/12/2023) sekitar pukul 10.45. Peristiwa itu, sempat membuat geger mahasiswa UB yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil penyelidikan petugas kepolisian, ditemukan barang-barang milik korban yang tertinggal di Lantai 12. Diantaranya berupa kacamata dan sandal. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203406</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mutilasi Pasar Besar, Identitas Korban Masih Misteri</title>
		<link>https://memontum.com/mutilasi-pasar-besar-identitas-korban-masih-misteri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2019 14:49:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[Mrs X]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/84235-mutilasi-pasar-besar-identitas-korban-masih-misteri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meskipun petugas Polres Malang Kota sudah berhasil mengungkap pelakunya dan menangkap Sugeng (49) warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, namun kasus ini masih meninggalkan tanda tanya. Siapa identitas korban yang telah dimutilasi oleh Sugeng di Pasar Besar? Sebab saat ditangkap pada Rabu (15/5/2019) sore di kawasan Jl Laksamana Marradinata, Sugeng mengaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meskipun petugas Polres Malang Kota sudah berhasil mengungkap pelakunya dan menangkap Sugeng (49) warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, namun kasus ini masih meninggalkan tanda tanya.</p>
<p>Siapa identitas korban yang telah dimutilasi oleh Sugeng di Pasar Besar? Sebab saat ditangkap pada Rabu (15/5/2019) sore di kawasan Jl Laksamana Marradinata, Sugeng mengaku tidak kenal dengan korbannya. Sugeng hanya mengatakan kalau korban dikenal di jalan depan Klengteng Eng An Kiong</p>
<p><div id="attachment_26625" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/hukrim.memontum.com/wp-content/uploads/sites/2/2019/05/IMG-20190515-WA0187-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-26625" decoding="async" src="https://i0.wp.com/hukrim.memontum.com/wp-content/uploads/sites/2/2019/05/IMG-20190515-WA0187-copy.jpg?resize=650%2C838&#038;ssl=1" alt="Sketsa wajah korban mutilasi" width="650" height="838" class="size-full wp-image-26625" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-26625" class="wp-caption-text"><strong> Sketsa wajah korban mutilasi</strong></p></div></p>
<p>. &#8221; Pelaku mengaku kalau hanya kenal di jalan 9 hari lalu. Saat berkenalan, korban tidak menyebut namanya hanya menyebut daerah asal Maluku,&#8221; ujar AKBP Asfuri.Tentunya pihaknya bakal terus melakukan pendalaman-pendalaman termasuk mengungkap siapa sosok korban yang telah dibunuh oleh Sugeng.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mayat perempuan korban pembunuhan ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang Jl Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5/2019) pukul 13.30. Sepasang kaki dan sepasang tangan ditemukan di bawah tangga, badan ditemukan di kamar mandi dan kepala ditemukan dalam bungkus kresek hitam di bawah tangga.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/26614-mutilasi-pasar-besar-pelaku-ngaku-dapat-bisikan-gaib" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Mutilasi Pasar Besar, Pelaku Ngaku Dapat Bisikan Gaib</a></p>
<p>Petugas Polsekta Klojen dan Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan dan membawa potongan tubuh korban ke kamar mayat RSSA Malang. Kondisi Mrs X belum bisa dikenali dikarenakan kondisinya sudah membusuk. Diperkirakan umur wanita tersebut kisaran 30 tahun.</p>
<p>Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa lokasi kejadian lantai 2 Pasar Besar Kota Malang adalah bekas bangunan Matahari Plaza. Namun sejak Matahari Plaza berpindah, lokasi tersebut tidak terawat dan tampak kotor.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84235</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Misteri Rekontruksi Pembunuhan di Jember</title>
		<link>https://memontum.com/misteri-rekontruksi-pembunuhan-di-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2019 14:32:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rekontruksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/83892-misteri-rekontruksi-pembunuhan-di-jember</guid>

					<description><![CDATA[Adegan Tusuk Pisau, Mendadak Melati Semerbak &#160; Jember, Memontum &#8211; &#8220;Pada saat adegan menusukan pisau ke tubuh korban, tiba-tiba seperti ada sesuatu lewat dengan mengeluarkan aroma wangi minyak bunga melati&#8221;. Rekontruksi (reka ulang) tersangka pembunuhan Pensiunan pegawai Universitas Jember (Unej) bernama Bambang (59), warga Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Selasa (7/5/2019) siang mendapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Adegan Tusuk Pisau, Mendadak Melati Semerbak</strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jember, Memontum &#8211; <em>&#8220;Pada saat adegan menusukan pisau ke tubuh korban, tiba-tiba seperti ada sesuatu lewat dengan mengeluarkan aroma wangi minyak bunga melati&#8221;. </em></strong></p>
<p>Rekontruksi (reka ulang) tersangka pembunuhan Pensiunan pegawai Universitas Jember (Unej) bernama Bambang (59), warga Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Selasa (7/5/2019) siang mendapat pengawalan ketat dari Satuan Shabara polres Jember.</p>
<p>Dalam pelaksanaan Rekontruksi yang dilakukan di rumah korban yang terletak di jalan Srikoyo kelurahan Patrang kecamatan Patrang Kabupaten Jember, Bambang (tersangka) didampingi kuasa hukumnya Faqih Nurulqornain.</p>
<p>&#8220;Kami menemukan kejadian aneh di luar fakta hukum, saat rekonstruksi di ruang tamu korban, saya bersama tim penyidik dan pengawal merasakan merinding, karena ada aroma wangi minyak melati,&#8221; ujar Faqih Nurulqornain, Selasa (7/5/ 2019) siang.</p>
<p><strong>Baca :</strong><a href="https://hukrim.memontum.com/26365-mantan-karyawan-unej-tewas-ditikam-rekan-karib" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> Mantan Karyawan Unej Tewas Ditikam Rekan Karib</a></p>
<p>Padahal sambung Faqih, pihak keluarga korban pembunuhan, tidak memberi pengharum di ruangan tersebut. Sebab sebelum di mulai dekontruksi, ruangan tamu yang menjadi TKP kasus pembunuhan tersebut sudah steril dan kunci rumah dipegang polisi.</p>
<p>Meski merinding lanjut Fakih rekonstruksi tetap dilanjutkan, mulai adegan istri korban yang berusaha menghalangi tersangka, tidak berdaya karena diancam dengan pisau hingga ketika istri korban keluar rumah meminta tolong kepada warga.</p>
<p>Faqih menerangkan bahwa kliennya memperagakan 16 adegan pembunuhan mulai mendatangi rumah korban dengan mengendarai sepeda motor, masuk rumah korban sampai saat korban menanyakan keberadaan istri tersangka hal yang menjadi pemicu pertengkaran.</p>
<p><strong>Baca Juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/26361-wow-ternyata-pembunuhan-di-jalan-srikoyo-berlatar-cemburu-buta" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Wow Ternyata Pembunuhan di Jalan Srikoyo Berlatar Cemburu Buta</a></p>
<p>Selanjut diteruskan tersangka berlari keluar rumah menuju mobil untuk mengambil pisau dan kembali ke dalam rumah dan menghunuskan pisau kepada korban.</p>
<p>&#8220;Pada saat adegan tersangka menusuk korban dengan pisau, tiba-tiba seperti ada sesuatu lewat dengan mengeluarkan aroma wangi minyak bunga melati, ada yang percaya arwah korban, juga hadir mengikuti rekonstruksi itu,&#8221; ungkap Faqih sambil menggeleng kepala. <strong>(yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">83892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang Jl BS Riadi, Kematian Wiyono Masih Misteri</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-penjualan-aset-pemkot-malang-jl-bs-riadi-kematian-wiyono-masih-misteri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2018 13:25:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Aset Pemkot Malang]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan aset]]></category>
		<category><![CDATA[saksi kunci]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/51012-kasus-penjualan-aset-pemkot-malang-jl-bs-riadi-kematian-wiyono-masih-misteri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kematian Wiyono yono (54) staf Kelurahan Oro-Oro Dowo warga Jl. Janti Selatan, Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang ditemukan tewas gantung diri di kantor Kelurahan Oro-Oro Dowo, Selasa (19/06/2018) pagi, masih misteri. Sebab dia adalah saksi kunci yang memberikan informasi penting terkait dugaan penjualan aset Pemkot berupa tanah seluas 346 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kematian  Wiyono yono (54) staf Kelurahan Oro-Oro Dowo warga Jl. Janti Selatan, Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang ditemukan tewas gantung diri di kantor Kelurahan Oro-Oro Dowo,  Selasa (19/06/2018) pagi, masih misteri. </p>
<p>Sebab dia adalah saksi kunci yang memberikan informasi penting terkait dugaan penjualan aset Pemkot berupa tanah  seluas 346 meter di Jl Brigjen Slamet Riyadi, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. </p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Amran Lakoni SH MH, pada 25 Juni 2018, saat ditemui Memo X, meragukan kematian Wiyono akibat bunuh diri. &#8220;Dia memberikan informasi. Dia adalah saksi yang berkualitas jadi saya ragu atas kematiannya,&#8221; ujar Amran saat itu. </p>
<p>Apakah ada tekanan hebat yang membuat Wiyono hingga mengakhiri hidupnya masih misteri. Sebab surat wasiat yang ditinggalkan Wiyono hanya berisikan permintaan maaf. Itupun surat wasiat tersebut tidak ditulis dengan tukisan tangan melainkan berupa tulisan ketikan.</p>
<p>Kapolres MalangbKota AKBP Asfuri SIK MH saat bertemu Memo X pada Rabu (8/8/2018) siang, mengatakan sejauh ini belum ada bukti baru terkait kematian Wiyono. &#8221; Sejauh ini tidak terindikasi kejanggalan. Pihak keluarga juga tidak bersediandi otopsi. Namun nanrinya jika ada bukti baru, meninggalnya kenapa, apakah ada pihak lain yang menyebabkan atau tidak. Jika ada bukti baru silahkan dilaporkan,&#8221; ujar AKBP Asfuri.</p>
<p>Dia juga mengatakan terkait aset di Jl BS Riadi tersebut pada tahun 2017, ada sworang wanita bernama Maria melaluinkuasa hukumnya audah melapor ke.Polres Malang Kota. &#8221; Namanya Maria. Dia melapor terkait pemalsuan sertifikat. Sudahnkami tindak lanjuti dengan dilakukan penyelidikan. Warkahnya sudah kami minta di BPN, namun sampai saat ini warkahnya belum ditemukan,&#8221; ujar AKBP Asfuri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51012</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Turun dari Mobil, Leher Bersimbah Darah, Bos Dealer di Lumajang Tewas</title>
		<link>https://memontum.com/turun-dari-mobil-leher-bersimbah-darah-bos-dealer-di-lumajang-tewas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Feb 2018 11:35:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[polsek sumbersuko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/23776-turun-dari-mobil-leher-bersimbah-darah-bos-dealer-di-lumajang-tewas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8212; Sumar (50) warga Jl Suwandak Barat, Kecamatan Lumajang meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah pada bagian leher. Kejadian tersebut berawal ketika Sumar berniat menukarkan mobil pick up bernopol N 8895 YG di dealer motor miliknya yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumber Suko Kabupaten Lumajang. Di tengah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8212; Sumar (50) warga Jl Suwandak Barat, Kecamatan Lumajang meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah pada bagian leher.</p>
<p>Kejadian tersebut berawal ketika Sumar berniat menukarkan mobil pick up bernopol N 8895 YG di dealer motor miliknya yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumber Suko Kabupaten Lumajang.</p>
<p>Di tengah perjalanan dari rumahnya, tiba &#8211; tiba, Sumar turun dari mobil dengan tujuan meminta pertolongan warga dengan kondisi mobil kaca depan pecah.</p>
<p>&#8220;Menurut informasi, korban turun dari mobil dengan kondisi kaca depan mobilnya pecah. Dan lehernya berdarah&#8221;, ucap Kapolsek Sumbersuko, AKP Edy Santoso, Kamis (1/2/2018).</p>
<p>Saat itu warga menolong Sumar dengan mengantar ke Puskesmas Sumbersuko. Namun kondisi luka korban cukup parah sehingga pihak puskesmas melakukan rujukan ke RSUD dr Haryoto Lumajang.</p>
<p>&#8220;Kemungkinan korban meninggal dunia saat dalam perjalanan dari puskesmas menuju RSUD Lumajang,&#8221; terang Kapolsek.</p>
<p>Pihak Polsek Sumbersuko awalnya tidak mengetahui kejadian tersebut. Namun setelah mendapat informasi dari Polres Lumajang, pihak Polsek Sumbersuko akhirnya mendatangi pihak RSUD dr Haryoto Lumajang.</p>
<p>&#8220;Setelah kami dapat informasi dari Polres Lumajang, kami langsung mendatangi RSU. Namun sayangnya pihak keluarga korban tidak mau dilakukan otopsi. Sehingga kami tidak bisa mengetahui secara persis kejadian yang menimpa korban&#8221;, ungkapnya.</p>
<p>Berhubung pihak keluarga korban tidak mau dilakukan identifikasi, maka pihak kepolisian meminta kepada pihak keluarga korban untuk membuat surat pernyataan atas keberatannya atas dilakukannya Outopsi terhadap mayat korban.</p>
<p>&#8220;Istri korban sudah membuat surat pernyataan keberatannya saat korban hendak dioutopsi,&#8221; pungkasnya.<strong>(adi/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23776</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
