<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Mitigasi Bencana &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mitigasi-bencana/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Apr 2023 16:18:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Mitigasi Bencana &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>DMC Dompet Dhuafa Gelar Pesantren Kilat Berbasis Mitigasi Bencana di Kawasan Huntara Sumbermujur</title>
		<link>https://memontum.com/dmc-dompet-dhuafa-gelar-pesantren-kilat-berbasis-mitigasi-bencana-di-kawasan-huntara-sumbermujur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Apr 2023 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dompet Dhuafa]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187015</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mengadakan Pesantren Kilat berbasis Mitigasi Bencana di Kawasan Hunian Sementara (Huntara), Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari atau mulai Sabtu (15/04/2023) hingga Senin (17/04/2023) besok itu, nantinya akan diisi dengan materi manajemen kebencanaan dan kiat-kiat menghadapi bencana pada anak-anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mengadakan Pesantren Kilat berbasis Mitigasi Bencana di Kawasan Hunian Sementara (Huntara), Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari atau mulai Sabtu (15/04/2023) hingga Senin (17/04/2023) besok itu, nantinya akan diisi dengan materi manajemen kebencanaan dan kiat-kiat menghadapi bencana pada anak-anak selama di pengungsian.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, peserta dari pesantren kilat adalah seluruh pelajar atau siswa-siswi Kelas V dan VI di Sekolah Dasar (SD) yang terdampak dari bencana Erupsi Gunung Semeru. Sementara kegiatan ini, juga mendapat respon peserta yang nampak serius mendengar isi materi.</p>



<p>&#8220;Anak-anak akan sukses di zamannya, itu tergantung dari pada keseriusan masing-masing dalam menanggapi informasi. Ketika berkepribadian Islam yang Tangguh (syakhshiyah islamiyah) memiliki pemikiran, perasaan dan prilaku yang mulia sesuai dengan ajaran-ajaran Islam, maka dimungkinkan akan bisa sukses,&#8221; kata Humanitarian Academy Manager DMC Dompet Dhuafa, Achmad Lukman.</p>



<p>Dalam pesantren kilat itu, DMC Dompet Dhuafa juga mengadakan serangkaian kegiatan untuk menumbuhkan dan memperkuat spirit keisalaman dengan salat berjamaah, sahur dan buka puasa bersama. Termasuk, lomba adzan serta tahfidz Al-Quran serta lomba cerdas cermat.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Anak-anak dengan segala vitalitasnya, menyimpan sejumlah potensi yang patut dikembangkan. Di masa depan, mereka merupakan pelaku utama dalam perubahan masyarakat. Sehingga, maju mundurnya kehidupan mendatang ada di tangan mereka,&#8221; lanjut Penanggung Jawab Kegiatan yang merupakan Humanitarian Academy Staf DMC Dompet Dhuafa, Ady Sumarna.</p>



<p>Ditambahkannya, melalui pesantren kilat dengan tema mitigasi bencana, maka diharapkan peserta akan mampu menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Serta, mampu menjadi pribadi yang berdaya hadapi bencana.</p>



<p>Sekedar diketahui, Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial. Menapaki perjalanan tiga dekade (30 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya serta CSR. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187015</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Cuaca Ekstrem di Kota Batu, Pj Wali Kota Batu Ingatkan Mitigasi Bencana dan Antisipasi</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-cuaca-ekstrem-di-kota-batu-pj-wali-kota-batu-ingatkan-mitigasi-bencana-dan-antisipasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=184036</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Mengantisipasi musibah bencana alam yang setiap saat bisa terjadi di Kota Batu, pemerintah kota meminta kepada dinas terkait untuk selalu waspada. Termasuk, senantiasa melakukan mitigasi bencana dan melakukan pemantauan serta sosialisasi lapangan.  Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa salah satu hal yang tidak kalah pentingnya, yakni pemetaan secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Mengantisipasi musibah bencana alam yang setiap saat bisa terjadi di Kota Batu, pemerintah kota meminta kepada dinas terkait untuk selalu waspada. Termasuk, senantiasa melakukan mitigasi bencana dan melakukan pemantauan serta sosialisasi lapangan. </p>



<p>Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa salah satu hal yang tidak kalah pentingnya, yakni pemetaan secara jelas seluruh wilayah. &#8220;Tentunya, seperti lokasi-lokasi mana yang rawan terhadap bencana dan harus diwaspadai serta diantisipasi,&#8221; terang Aries, Senin (27/02/2023) tadi.</p>



<p>Bila ada pemetaan, tambahnya, maka langkah berikutnya adalah pengelolaan data. Kemudian, bagaimana mengatasinya sehingga sampai pada menyiapkan anggaran untuk menanggulangi kebencanaan itu.</p>



<p>Di sini, tambah Wali Kota Aries, langkah antisipasi sangat diperlukan. Sehingga, jangan sampai terjadi bencana, baru melakukan perbaikan. Oleh karena itu, terutama kecamatan terkait yang rawan, harus punya mitigasi bencana yang berisikan rencana perbaikan.</p>



<p>“Jadi, harus ada pemetaan dan urgensi yang jelas. Harus ada pula ahli geologi yang memahami betul pemetaan wilayah. Terutama, seperti wilayah Bumiaji, yang pernah mengalami bencana besar,” tegas Wali Kota Aries.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu, menjelaskan bahwa persiapan siaga bencana sudah dilaksanakan sejak awal Oktober 2022 sampai pada akhir April 2023. Bahkan, BPBD Kota Batu sudah menetapkan status siaga untuk di wilayah Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Kami sudah lakukan persiapan siaga bencana sejak awal Oktober tahun lalu. Ini sudah sesuai program dan juga sesuai prakiraan cuaca,&#8221; terang Agung, Senin (26/02/203) tadi.</p>



<p>Mengenai pemetaan wilayah, jelasnya, sudah dilakukannya hingga untuk wilayah rawan longsor dan banjir, fokus siaga di Kecamatan Bumiaji. Sementara, untuk angin kencang ini semua tempat merata terjadinya pohon roboh. Oleh karena itu, petugas siaga untuk wilayah Kota Batu, apabila terjadi pohon roboh akibat angin kencang.</p>



<p>&#8220;Jadi, kami sudah lakukan pemetaan. Kita siaga longsor dan banjir untuk wilayah Kecamatan Bumiaji. Kita juga siaga untuk seluruh wilayah Kota Batu terhadap peristiwa akibat angin kencang. 24 jam kita siaga dengan pelaksanaan kerja dibagi tiga sift, satu hari yang siaga 20 personel. Mulai awal tahun lalu sampai hari ini, peristiwa pohon sudah delapan kali kejadian,&#8221; tegas Agung. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184036</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Kota Malang Imbau Masyarakat Tetap Waspada dan Mitigasi Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-kota-malang-imbau-masyarakat-tetap-waspada-dan-mitigasi-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2023 14:05:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[hujan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[waspada bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182949</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan dengan intensitas tinggi, tidak hanya membuat banjir di beberapa wilayah, namun juga membuat tanah longsor. Karena itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mitigasi terhadap bencana. “Selain hujan deras, sekarang trennya tanah ambrol. Karena hujan selama empat sampai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan dengan intensitas tinggi, tidak hanya membuat banjir di beberapa wilayah, namun juga membuat tanah longsor. Karena itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mitigasi terhadap bencana.</p>



<p>“Selain hujan deras, sekarang trennya tanah ambrol. Karena hujan selama empat sampai enam jam ini membuat air tinggi. Himbauan kami, tetap menyampaikan ke kelurahan, dan kelurahan tangguh begitu hujan seperti ini sebaiknya warga siap siaga,” ujar Prayitno, Jumat (10/02/2023) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, jika pihak BPBD juga selalu berbagi informasi bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan bencana yang terjadi. Namun, untuk tugas pokok dan fungsi dari BPBD sendiri, yakni tetap pada proses evakuasi dan melakukan kegiatan pasca bencana.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>“Kami selalu sharing di grup OPD terkait bencana apapun yang terjadi itu. Otomatis, kami langsung turun bersama DPUPRPKP, dan Satpol PP. Saat itu lah kita punya data yang sama,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut pihaknya juga menjelaskan, bahwa mengenai titik-titik rawan banjir yang terjadi di Kota Malang, seperti di kawasan Jalan Galunggung, Jalan Bondowoso, Jalan Bukit Barisan dan Jalan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Sehingga, perlu diwaspadai dan tetap berhati-hati.</p>



<p>“Banjir ini penyebabnya selain faktor alam yang periodenya el nino dan la nina, itu karena curah hujan naik 20 persen dari biasanya. Kemudian, faktor lain ada saluran air yang tidak semestinya. Sehingga, hal ini juga perlu dilakukan penguraian oleh OPD terkait,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182949</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Memasuki Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Malang Siapkan Langkah Mitigasi Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/memasuki-cuaca-ekstrem-bpbd-kota-malang-siapkan-langkah-mitigasi-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 11:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrim]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176549</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, siapkan beberapa langkah untuk mitigasi bencana. Hal itu, disampaikan Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, seusai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (10/10/2022) tadi. Menurut Kepala BPBD Kota Malang, pihaknya akan terus melakukan kordinasi dengan berbagai pihak. Itu dilakukan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memasuki cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, siapkan beberapa langkah untuk mitigasi bencana. Hal itu, disampaikan Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, seusai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (10/10/2022) tadi.</p>



<p>Menurut Kepala BPBD Kota Malang, pihaknya akan terus melakukan kordinasi dengan berbagai pihak. Itu dilakukan, untuk memperkuat komposisi tim dalam mengantisipasi timbulnya bencana akibat cuaca ekstrem.</p>



<p>“Kita terus melakukan komunikasi bersama dengan lurah, camat, melalui grup, untuk update mengenai cuaca. Tentunya, juga untuk mewaspadai titik-titik yang rawan, itu sebagai tahap awal,” jelas Prayitno.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, bahwa dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengumpulkan jajaran samping. Baik itu dari pihak TNI/Polri maupun para relawan yang ada di Kota Malang. Hal itu dilakukan, dengan tujuan untuk memaksimalkan alur komunikasi terkait kondisi di berbagai wilayah.</p>



<p>“Relawan juga dikumpulkan untuk pemetaan. Sehingga harapannya, ada koordinasi di ujung-ujung perbatasan Kota Malang. Baik yang di perbatasan barat (Kota Batu) maupun di utara, timur hingga selatan (Kabupaten Malang),” lanjutnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Selain itu, upaya mitigasi lainnya juga diinformasikan kepada warga Kota Malang, yang berdomisili di wilayah sepadan sungai. Seperti diketahui, beberapa pemukiman di Kota Malang sering menjadi lokasi langganan banjir. Salah satunya di Jalan Bareng Raya II G, RT 14 RW 8.</p>



<p>“Potensi bencana akibat cuaca ekstrem tidak hanya banjir saja melainkan tanah terkikis akibat banjir sehingga menyebabkan ambrol dan rumah-rumah terjatuh, itu juga perlu diwaspadai. Nah kita memberikan perhatian juga ke masyarakat, agar dalam waktu-waktu tertentu untuk tanggap,” katanya.</p>



<p>Dalam memberikan pemberitahuan terkait status bahaya bencana di Kota Malang, pihaknya tidak hanya melalukan komunikasi secara manual saja. Namun, juga melalui Early Warning System (EWS) yang dipersiapkan di lima titik.</p>



<p>“Secara manual pemberitahuan dengan Handy Talkie (HT) dan untuk pemberitahuan secara cepat kita persiapkan EWS di lima titik. Karena banjir dan longsor yang saat ini menjadi kekhawatiran,” imbuh Prayitno. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176549</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Siap Siaga Lakukan Mitigasi Hadapi Bencana Alam</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-siap-siaga-lakukan-mitigasi-hadapi-bencana-alam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2021 07:52:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=156645</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sudah dimulainya musim pancaroba membuat berbagai pihak perlu kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam maupun non alam yang akan datang. Hal itulah, yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Senin (25/10/2021) ini. Yakni, dengan menggelar Apel Gelar Pasukan Antisipasi Bencana Alam Serentak Tahun 2021 di Halaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sudah dimulainya musim pancaroba membuat berbagai pihak perlu kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam maupun non alam yang akan datang. Hal itulah, yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Senin (25/10/2021) ini. Yakni, dengan menggelar Apel Gelar Pasukan Antisipasi Bencana Alam Serentak Tahun 2021 di Halaman Balai Kota.</p>



<p>&#8220;Jadi sudah 3 tahun ini bencana alam hidrometeorologi terjadi. Datangnya susah diprediksi, waktunya hujan tidak hujan dan sebaliknya. Terlebih setiap bulan November hingga Januari intensitas turun hujan sampai 70 persen kenaikannya,&#8221; ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Oleh karena itu, ia menekankan tidak ada daerah yang aman terhadap bencana. Sehingga, serentak Senin ini seluruh daerah di Jawa Timur menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana.</p>



<p>&#8220;Apalagi mulai tahun 2020 kan tidak sama cara penanggulangannya dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena pandemi, kita tetap menggunakan protokol kesehatan (Prokes) saat menangani bencana alam. Jadi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Public Safety Center (PSC), TNI/Polri yang tergabung di dalamnya ya harus mengikuti prokes,&#8221; tegas Sutiaji.</p>



<p>Dari berbagai lokasi di Jawa Timur, Kota Malang masuk dalam daerah rawan bencana karena dihimpit oleh dua sungai besar, yaitu Sungai Brantas dan Sungai Bango. &#8220;Kalau tidak salah, ada kisarannya 607 hektar berhimpitan dengan sungai yang rawan terhadap longsor. Maka antisipasi kesiapsiagaan secara menyeluruh diperlukan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, orang nomor satu di Kota Malang itu mengungkapkan bahwa BPBD juga telah bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mitigasi bencana berkaitan dengan pohon tumbang. &#8220;Karena kalau hujan deras disertai angin, pohon tumbang menimpa rumah warga atau pengguna jalan juga sangat rawan terjadi. Makanya BPBD dan DLH saat ini telah menginventarisir pohon-pohon yang sudah tua. Kita sudah punya alat untuk mengetahui usia dan tingkat kesehatan pohon. Jadi bisa diminimalisir kejadian pohon tumbang,&#8221; ujar pemilik kursi N1 itu.</p>



<p>Sementara itu, Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto, menjelaskan bahwa Kota Malang memiliki beberapa potensi bencana alam. Seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan pohon tumbang. &#8220;Maka saat ini yang kita siapkan ada tiga hal, pertama SOP kesiapsiagaan bencana. Kedua Sumber Daya Manusia (SDM), lalu ketiga adalah sarana prasarananya,&#8221; jelas Alie.</p>



<p>Dirinya menambahkan, berdasarkan kajian risiko di Kota Malang ini ada potensi bencana, terlebih tanah longsor di sepanjang aliran sungai. &#8220;Tahun lalu kita Super Tim, jadi BPBD bekerjasama dengan DLH, Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP) dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) dalam mengatasi bencana alam. Untuk banjir kita kerjasama dengan petugas kebersihan DLH untuk mengecek afur, lalu bersama DPUPRPKP kita meningkatkan kualitas drainase, afur, serta sumur sumur resapan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Menurutnya dari upaya yang telah dilakukan di tahun lalu masih perlu lebih masif lagi. Pasalnya, mitigasi bencana adalah investasi di masa mendatang.</p>



<p>&#8220;Kalau kita sadar, bencana ini tidak hanya milik BPBD saja, Pemkot Malang saja, masyarakat saja, tetapi milik dan tanggung jawab semuanya. Jadi harus ada kesinambungan dan kerjasama dari masyarakat bisa bergerak membuat sumur injeksi dan sumur resapan. Kalau itu dilakukan di masing-masing RW, pasti luar biasa, karena mitigasi bencana adalah investasi,&#8221; ujarnya. <strong>(hms/mus/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156645</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kecamatan Sukun Miliki Emak-Emak Tangguh Untuk Mitigasi Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/kecamatan-sukun-miliki-emak-emak-tangguh-untuk-mitigasi-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2021 08:13:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136183</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mitigasi bencana terus dilakukan oleh Kecamatan Sukun, dengan makin menguatkan segala elemen yang pernah dibina oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Salah satunya, adalah Emak-Emak Tangguh yang terus diintensifkan guna pencegahan awal untuk meminimalisir resiko bencana. &#8220;Kecamatan Sukun memang rawan bencana. Apalagi, bencana seperti tanah longsor. Karena banyak warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Mitigasi bencana terus dilakukan oleh Kecamatan Sukun, dengan makin menguatkan segala elemen yang pernah dibina oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang.</p>



<p>Salah satunya, adalah Emak-Emak Tangguh yang terus diintensifkan guna pencegahan awal untuk meminimalisir resiko bencana.</p>



<p>&#8220;Kecamatan Sukun memang rawan bencana. Apalagi, bencana seperti tanah longsor. Karena banyak warga yang membangun di bantaran sungai,&#8221; ungkap Camat Sukun, Widi Wirawan, Sabtu (06/03).</p>



<p>Bahkan, tambahnya, dari pemetaan wilayah yang termasuk dalam kategori rawan longsor, berada di daerah aliran sungai. </p>



<p>Pihaknya, memasukkan empat wilayah atau titik, yakni di kelurahan. Antara lain Kelurahan Tanjungrejo, Sukun, Bandungrejosari dan Kelurahan Bandulan.</p>



<p>&#8220;Yang paling rawan longsor, ada empat kelurahan. Karena di sana, sungainya besar-besar dan bangunannya juga banyak di pinggir sungai,&#8221; tambah Widi.</p>



<p>Oleh karena itu, ujarnya, langkah mitigasi gencar dilakukan. Tidak hanya dari BPBD, tetapi juga melalui informasi dan komunikasi, serta relawan yang sudah menerima pembinaan.</p>



<p>&#8220;Relawan terdiri dari banyak elemen. Bahkan di Kecamatan Sukun, ada Emak-Emak Tangguh. Dimana mereka berperan dalam memberi informasi, membentuk kesiapsiagaan secara dini, dan membantu mengedukasi masyarakat,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/133945-banjir-dan-longsor-duduki-posisi-puncak-sederet-peristiwa-januari-2021-di-malang">Banjir dan Longsor Duduki Posisi Puncak Sederet Peristiwa Januari 2021 di Malang</a></strong></p>



<p>Bagi Widi, para relawan yang tergabung dalam Emak-Emak Tangguh itu, minimal bisa menyelamatkan diri sendiri dan membantu orang lain.</p>



<p>Selain itu, juga mampu menginformasikan secara positif dan benar berkaitan dengan kejadian serta langkah-langkah lebih dini yang harus diambil.</p>



<p>&#8220;Karena kalau hanya mengandalkan bantuan Pemerintah kan pasti butuh waktu. Lebih baik kita, masyarakat sendiri sudah tau istilahnya pertolongan pertama untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar itu seperti apa,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dirinya pun juga menekankan, bahwa kata tangguh yang dimaksud berarti minimal mampu menolong diri sendiri. Kedua, komunikasi informasi kepada saudara, teman, atau lingkungannya.</p>



<p>Ketiga, minimal para relawan juga bisa menjadi pionir. &#8220;Terutama informasi komunikasi,&#8221; tutupnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136183</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Presiden Ingatkan Pencegahan dan Mitigasi Kunci Utama Kurangi Resiko Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-ingatkan-pencegahan-dan-mitigasi-kunci-utama-kurangi-resiko-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 14:52:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Simulasi Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135931</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta – Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (03/03), Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan, bahwa kunci utama dalam mengurangi risiko bencana terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana. Namun, hal tersebut tidak menjadikan aspek lain dalam manajemen kebencanaan menjadi tidak diperhatikan. &#8220;Jangan sampai kita hanya bersifat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> – Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (03/03), Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan, bahwa kunci utama dalam mengurangi risiko bencana terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana. Namun, hal tersebut tidak menjadikan aspek lain dalam manajemen kebencanaan menjadi tidak diperhatikan.</p>



<p>&#8220;Jangan sampai kita hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi. Kita harus mempersiapkan diri dengan antisipasi yang betul-betul terencana dengan baik dan detail. Karena itu, kebijakan nasional dan kebijakan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Jangan ada bencana baru kita pontang-panting, ribut, atau bahkan saling menyalahkan. Seperti itu tidak boleh terjadi,&#8221; kata Presiden.</p>



<p>Pemerintah sendiri, telah memiliki Rencana Induk Penanggulangan Bencana Tahun 2020-2024 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2020. Meski demikian, Presiden ingatkan, bahwa poin pentingnya tidak berhenti dengan memiliki rencana besar dalam jangka panjang saja. Menurutnya, rencana besar tersebut harus bisa diimplementasikan dalam berbagai kebijakan dan perencanaan kebencanaan.</p>



<p>&#8220;Grand design itu harus bisa diturunkan dalam kebijakan-kebijakan, dalam perencanaan-perencanaan, termasuk tata ruang yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana, serta tentu saja dilanjutkan dengan audit dan pengendalian kebijakan dan tata ruang yang berjalan di lapangan, bukan di atas kertas saja. Ini yang juga sudah berulang-ulang saya sampaikan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk itu, pada kesempatan tersebut Presiden kembali menegaskan beberapa hal terkait kebencanaan. Pertama, Presiden meminta agar jajarannya tidak hanya sibuk membuat aturan, Menurutnya, hal paling utama adalah pelaksanaan di lapangan, Karena hal itulah yang dibutuhkan oleh rakyat. Selain itu, aspek pengendalian dan penegakan standar-standar di lapangan juga perlu diperhatikan.</p>



<p>&#8220;Misalnya, ini urusan yang berkaitan dengan gempa, standar bangunan tahan gempa fasilitas umum dan fasilitas sosial. Hal seperti ini harus dikawal dalam pelaksanaannya, harus diikuti dengan audit ketahanan bangunan agar betul-betul sesuai dengan standar. Sehingga kalau terjadi lagi bencana di lokasi itu, di daerah itu, di provinsi itu, korban yang ada bisa diminimalisir,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kedua, kebijakan untuk mengurangi risiko bencana harus benar-benar terintegrasi dari hulu sampai ke hilir. Kepala Negara juga menegaskan, agar tidak ada yang namanya ego sektoral dan ego daerah di dalam proses penanganan bencana.</p>



<p>&#8220;Semuanya terintegrasi, benar-benar terintegrasi, semuanya saling mengisi, semuanya saling menutup. Tidak boleh ada yang merasa kalau ini bukan tugasnya, bukan tugas saya, bukan urusan saya. Hati-hati ini bencana, berbeda dengan hal-hal yang normal,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Ketiga, Presiden tekankan pentingnya manajemen tanggap darurat, serta kemampuan dalam melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang cepat. Presiden tidak menghendaki jika sampai lebih dari satu tahun, apa yang sudah dijanjikan kepada rakyat tidak juga dipenuhi.</p>



<p>Selain itu, sistem peringatan dini juga berfungsi dengan baik, bekerja dengan cepat, dan bisa bekerja dengan akurat. Kecepatan respons juga harus terus ditingkatkan.</p>



<p>&#8220;Semua rencana kontingensi dan rencana operasi saat tanggap darurat harus dapat diimplementasikan dengan cepat. Sekali lagi, kecepatan adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban. Penting sekali,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Keempat, edukasi dan literasi kepada masyarakat, terkait dengan kebencanaan harus terus-menerus ditingkatkan. Mulai dari lingkup sosial yang paling kecil yaitu keluarga, serta melakukan simulasi bencana secara rutin di daerah-daerah yang rawan bencana, sehingga warga semakin siap dalam menghadapi bencana yang akan datang.</p>



<p>Dalam satu tahun ini, Indonesia telah diberi banyak pengalaman dan pelajaran yang sangat luar biasa. Bukan hanya bencana alam, tetapi juga bencana non alam berupa pandemi Covid-19. Bencana berskala global tersebut, mengharuskan semua pihak bekerja cepat, inovatif, dan juga kolaboratif. Untuk itu, pada kesempatan tersebut Presiden menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran BNPB yang telah ikut bekerja keras dalam menangani pandemi ini.</p>



<p>&#8220;Pengalaman ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk memperkokoh ketangguhan kita dalam menghadapi segala bentuk bencana,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Turut hadir secara langsung dalam acara tersebut antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Doni Monardo. <strong>(hms/neg/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135931</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuk Musim Penghujan, BPBD Rutin Lakukan Mitigasi</title>
		<link>https://memontum.com/masuk-musim-penghujan-bpbd-rutin-lakukan-mitigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 10:45:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Besar Pengawasan Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[BBWS]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[DAS]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132599</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang tidak henti-hentinya melakukan mitigasi. Terlebih, sudah memasuki kondisi musim penghujan. Setidaknya, itu yang disampaikan Kepala BPBD, Alie Mulyanto, kepada awak media, Selasa (19/1) tadi. &#8220;Mitigasi tetap kami sampaikan kepada masyarakat. Untuk pengurangan resiko pada saat terjadi peristiwa alam yang mungkin bisa berujung bencana,&#8221; jelas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang tidak henti-hentinya melakukan mitigasi. Terlebih, sudah memasuki kondisi musim penghujan. Setidaknya, itu yang disampaikan Kepala BPBD, Alie Mulyanto, kepada awak media, Selasa (19/1) tadi.</p>



<p>&#8220;Mitigasi tetap kami sampaikan kepada masyarakat. Untuk pengurangan resiko pada saat terjadi peristiwa alam yang mungkin bisa berujung bencana,&#8221; jelas Alie.</p>



<p>Dirinya pun menyampaikan, beberapa tanda yang harus diwaspadai oleh masyarakat. &#8220;Ketika air mulai keruh tandanya akan ada banjir, ini harus diketahui. Karena bencana alam itu tidak serta merta, pasti ada tanda-tandanya,&#8221; tambahnya. Selain air keruh, tanda air mulai naik juga perlu diwaspadai oleh warga.</p>



<p>Berkaitan dengan mitigasi sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) yang rawan longsor, pihaknya sudah mengkomunikasikan dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai).</p>



<p>&#8220;Kami sudah komunikasikan dan sampaikan kepada BBWS beberapa wilayah rawan. Nanti akan ada mitigasi atau pencegahan, karena secara normatif itu daerah inspeksi BBWS,&#8221; paparnya.</p>



<p>Masih menurut Alie, penanggulangan bencana ada tiga tahapan. Sebelum bencana, saat bencana, dan pasca bencana.</p>



<p> &#8220;Sebelum bencana kita tetap lakukan SES (Sosialisasi Edukasi dan Simulasi) kepada masyarakat. Jangan sampai terjadi bencana yang masif. Rutin kita program, mengedukasi masyarakat kesiap siagaan,&#8221; tuturnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132599</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pjs Bupati Malang Ingin Lebih Perkuat Sistem Mitigasi</title>
		<link>https://memontum.com/pjs-bupati-malang-ingin-lebih-perkuat-sistem-mitigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2020 11:28:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[apel siaga bencana Hideometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125750</guid>

					<description><![CDATA[Untuk Antisipasi Tingkat Kerawanan Bencana Memontum Malang &#8211; Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah yang rawan terjadi bencana. Hal ini, didasarkan pada topografi wilayah Kabupaten Malang, yang didominasi perbukitan dengan keberadaannya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Sejumlah potensi bencana itu, terbilang lengkap untuk suatu wilayah kabupaten yang berpenduduk hampir tiga juta jiwa ini. &#8220;Di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Untuk Antisipasi Tingkat Kerawanan Bencana</strong></h3>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah yang rawan terjadi bencana. Hal ini, didasarkan pada topografi wilayah Kabupaten Malang, yang didominasi perbukitan dengan keberadaannya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Sejumlah potensi bencana itu, terbilang lengkap untuk suatu wilayah kabupaten yang berpenduduk hampir tiga juta jiwa ini.</p>
<p>&#8220;Di lihat dari kondisi topografinya, Kabupaten Malang ini terdiri dari kawasan pegunungan dan berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. Tidak heran, jika Kabupaten Malang memiliki kerawanan bencana dengan kategori tinggi,&#8221; ujar Pjs Bupati Malang, Drs Sjaichul Ghulam, disela-sela apel siaga bencana Hideometeorologi di Makodim (Markas Komando Distrik Militer) 0818 Jalan Panji Kepanjen, Kamis (15/10) tadi.</p>
<p>Abi Ghulam-sapaan akrab Pjs Bupati, menambahkan kalau mitigasi bencana tersebut harus diperkuat disegala sektor. &#8220;Menjadi perhatian kita semua, untuk memperkuat sistem mitigasi bencana. Sudah menjadi tugas kita juga, untuk bekerja semaksimal mungkin guna mengantisipasi terjadinya bencana,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Masih menurut Pjs Bupati, Kabupaten Malang dari segi SDM (sumber daya manusia) dan peralatan, ini sudah sangat siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Termasuk, dalam hal koordinasi dengan segala pihak.</p>
<p>&#8220;Saya mengapresiasi keberadaan kampung tangguh bencana di Kabupaten Malang. Harapan saya, ada partisipasi aktif masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungan setempat,&#8221; tutupnya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125750</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
