<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mobilitas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mobilitas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jan 2026 14:15:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mobilitas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Acara Silaturahmi, Bunda Indah Sebut Penanganan Jalan Lumajang 260 Kilometer untuk Mobilitas Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/acara-silaturahmi-bunda-indah-sebut-penanganan-jalan-lumajang-260-kilometer-untuk-mobilitas-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[mobilitas]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229459</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam pembangunan infrastruktur jalan. Menurutnya, pembangunan jalan merupakan strategi utama dalam membuka akses ekonomi dan memperkuat konektivitas wilayah. Saat ini, ujar Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, pemerintah daerah telah menangani sekitar 260 kilometer jalan rusak berat secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperlancar mobilitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam pembangunan infrastruktur jalan. Menurutnya, pembangunan jalan merupakan strategi utama dalam membuka akses ekonomi dan memperkuat konektivitas wilayah.</p>



<p>Saat ini, ujar Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, pemerintah daerah telah menangani sekitar 260 kilometer jalan rusak berat secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa. Perbaikan ratusan kilometer jalan tersebut, tidak semata berorientasi pada fisik infrastruktur, melainkan dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.</p>



<p>“Jalan adalah urat nadi ekonomi. Ketika akses jalan membaik, distribusi barang lebih lancar, mobilitas warga meningkat dan aktivitas ekonomi tumbuh,” kata Bunda Indah, dalam acara silaturahmi Purnawirawan Polisi (PP) Cabang Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (13/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bunda Indah juga menjelaskan, bahwa penanganan 260 kilometer jalan rusak dilakukan melalui perencanaan yang terukur dan berbasis prioritas. Ruas-ruas strategis yang memiliki fungsi penghubung antar wilayah dan pusat aktivitas ekonomi menjadi fokus utama, diantaranya Jalan Kali Semut dan Pasrujambe yang telah rampung, serta jalur Tempursari–Gesang hingga Pasru yang menjadi prioritas lanjutan.</p>



<p>Diuraikannya, pembangunan jalan di jalur tersebut memiliki dampak signifikan terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian, akses pasar, serta konektivitas antar kecamatan. Pemerintah daerah sendiri, ingin memastikan bahwa setiap pembangunan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.</p>



<p>“Pembangunan harus dirasakan manfaatnya. Dengan akses yang terbuka, biaya distribusi bisa ditekan dan ekonomi warga bergerak lebih cepat,” ujarnya.</p>



<p>Melalui pembangunan infrastruktur jalan yang terencana dan berbasis akses ekonomi, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya menjadikan infrastruktur sebagai pengungkit pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229459</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Salurkan Alat Bantu Mobilitas Difabel di Kediri, Mas Dhito Minta Kades dan Camat Turut Lakukan Usulan</title>
		<link>https://memontum.com/salurkan-alat-bantu-mobilitas-difabel-di-kediri-mas-dhito-minta-kades-dan-camat-turut-lakukan-usulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 May 2024 12:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[difabel]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[mobilitas]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[usulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209623</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memberikan bantuan alat bantu mobilitas kepada penyandang disabilitas. Dalam kesempatan sama itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat agar mengusulkan penyandang disabilitas lain, yang dalam pelaksanaan ini belum mendapatkan alat bantu. Hal tersebut disampaikan Mas Dhito-sapaan bupati, saat seusai memberikan bantuan berupa alat bantu dengar dan mobilitas bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memberikan bantuan alat bantu mobilitas kepada penyandang disabilitas. Dalam kesempatan sama itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat agar mengusulkan penyandang disabilitas lain, yang dalam pelaksanaan ini belum mendapatkan alat bantu.</p>



<p>Hal tersebut disampaikan Mas Dhito-sapaan bupati, saat seusai memberikan bantuan berupa alat bantu dengar dan mobilitas bagi 19 penerima manfaat di Wisma Tamu Canda Bhirawa, Senin (20/05/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahnya, bahwa bantuan yang diberikan ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam memperhatikan penyandang disabilitas. “Kita memang punya tanggung jawab bahwa teman-teman difabel harus mendapatkan perhatian,” terang Mas Dhito.</p>



<p>Diterangkan Mas Dhito, 19 penyandang disabilitas tersebut mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Antara lain, mendapatkan alat bantu dengar, kursi roda untuk cerebral palsy (lumpuh otak), kaki palsu dan tangan palsu.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini juga meminta agar camat dan kepala desa, bisa mengusulkan warganya yang belum mendapatkan alat bantu mobilitas kepada Pemerintah Kabupaten. Dari usulan tersebut, pihaknya akan berupaya untuk segera merealisasi. Sehingga, penyandang disabilitas di wilayahnya bisa secara merata mendapatkan bantuan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tolong nanti diinformasikan ke seluruh desa dan kecamatan, kalau masih ada warga Kabupaten Kediri yang membutuhkan alat bantu mobilitas, bisa segera melaporkan kepada kami dan memberikan alat bantu itu secepatnya,” terang Mas Dhito.</p>



<p>Menanggapi instruksi bupati muda 31 tahun tersebut, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto, mengungkapkan bahwa baik penyandang disabilitas maupun pemerintah desa dan kecamatan bisa mengusulkan alat bantu mobilitas. Setelah diusulkan, Dinas Sosial akan melakukan survei terhadap calon penerima manfaat. Hal ini, dimaksudkan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan prioritas kebutuhan calon penerima manfaat.</p>



<p>“Dinas Sosial nantinya akan melakukan assesement ke masing-masing calon penerima manfaat,” kata Ariyanto.</p>



<p>Sementara itu, salah satu orang tua penyandang cerebral palsy, Wulan, yang menerima bantuan kursi roda, mengatakan pihaknya sangat terbantu dengan adanya kursi roda yang diberikan oleh bupati. Terlebih, selama ini dirinya harus merawat anaknya dengan menggendong. Dengan adanya kursi roda khusus tersebut, pihaknya mengaku dapat meringankan beban yang dialaminya selama ini.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>“Untuk Pemerintah Kabupaten Kediri, saya mengucapkan terima kasih. Karena, kami mendapatkan kursi roda untuk cerebral palsy, karena bisa meringankan saya untuk mengasuh anak saya,” ujarnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209623</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Mobilitas Warga di Dusun Gluduk Mojan, Pemkab Jember Lakukan Pelebaran Jalan</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-mobilitas-warga-di-dusun-gluduk-mojan-pemkab-jember-lakukan-pelebaran-jalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gluduk]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[mobilitas]]></category>
		<category><![CDATA[mojan,]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pelebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208018</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Wakaf tanah dan pekarangan warga Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, guna pelebaran jalan menuju Dusun Gluduk Mojan atau yang berada di dataran tinggi, mendapat perhatian Bupati Jember, Hendy Siswanto. Rencananya, dari wakaf itu jalan yang semula lebarnya hanya 1 meter, akan diperlebar lagi menjadi 3 meter untuk memudahkan mobilitas masyarakat. Bahkan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Wakaf tanah dan pekarangan warga Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, guna pelebaran jalan menuju Dusun Gluduk Mojan atau yang berada di dataran tinggi, mendapat perhatian Bupati Jember, Hendy Siswanto. Rencananya, dari wakaf itu jalan yang semula lebarnya hanya 1 meter, akan diperlebar lagi menjadi 3 meter untuk memudahkan mobilitas masyarakat.</p>



<p>Bahkan, Bupati Hendy menyempat diri untuk meninjau pekerjaan pelebaran jalan di sela melaksanakan giat Program Jember Bersadaqoh di Kecamatan Patrang tersebut, Sabtu (30/03/2024) tadi. Selain pelebaran jalan, Pemkab Jember juga akan melakukan pelebaran jembatan di kawasan itu.</p>



<p>Bupati Hendy mengatakan, bahwa terdapat sekolah di atas Dusun Gluduk Mojan. Sehingga, untuk mendukung itu sekaligus dilakukan pelebaran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ada sekolahan di atas awan di puncak Dusun Gluduk Mojan. Yaitu, SDN Bintoro 5, SMP 15 Bintoro. Sehingga, dengan dilebarkan jalan, semoga mereka lebih semangat lagi belajar,” kata Bupati Hendy Siswanto.</p>



<p>Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga yang telah mewakafkan tanahnya untuk keperluan pelebaran jalan. Dirinya juga bercerita, bahwa sejak dahulu Dusun Gluduk Mojan, bisa dikatakan terisolir. Itu karena, akses hanya jalan setapak dengan lebar 1 meter. Padahal, ada beberapa keluarga yang tinggal di sana.</p>



<p>Di samping itu, lanjutnya, sekolah yang ditempatkan di atas Dusun Mojan, agar bisa lebih dekat dengan masyarakat. Mengingat, kawasan ini memang berada di pelosok.</p>



<p>“Jadi yang sekolah itu, kebanyakan harus jalan kaki dari bawah. Mereka jalan kaki sekitar 800 meter menuju sekolahnya di atas puncak Dusun Gluduk Mojan,” tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208018</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Mobilitas Perekonomian Warga, Bupati Jember Bertahap Perbaiki Jalan hingga Pelosok Desa</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-mobilitas-perekonomian-warga-bupati-jember-bertahap-perbaiki-jalan-hingga-pelosok-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertahap]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[mobilitas]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pelosok]]></category>
		<category><![CDATA[perbaiki]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205023</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, meninjau pengerjaan pengaspalan jalan di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan dan Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Kamis (14/03/2024) tadi. Di sela-sela peninjauan itu, Bupati Hendy menyampaikan bahwa pengaspalan jalan di desa tersebut baru kali ini bisa direalisasikan dengan menyesuaikan anggaran yang ada. “Panjangnya kurang lebih 3,8 kilometer dan menghubungkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, meninjau pengerjaan pengaspalan jalan di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan dan Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Kamis (14/03/2024) tadi. Di sela-sela peninjauan itu, Bupati Hendy menyampaikan bahwa pengaspalan jalan di desa tersebut baru kali ini bisa direalisasikan dengan menyesuaikan anggaran yang ada.</p>



<p>“Panjangnya kurang lebih 3,8 kilometer dan menghubungkan dua desa. Selama ini, itu belum pernah diperbaiki sama sekali dan baru kali ini diperbaiki,” kata Bupati Hendy.</p>



<p>Dirinya menambahkan, bahwa untuk wilayah daerah pelosok yang belum tersentuh perbaikan jalan, maka akan direalisasi secara bergantian. “Kami akan terus berusaha memperbaiki jalan di daerah lainnya, yang belum tersentuh perbaikan. Sedikit demi sedikit, ini akan menyesuaikan dengan anggaran,” ujar Bupati Hendy.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>:</p>





<p>Dalam kesempatan sama, Bupati Hendy juga meminta kepada kepala desa, bahwa setelah jalan diperbaiki, agar Kades bisa membuat inovasi agar ekonomi terus bergerak. Terutama, bagi para pelaku UMKM.</p>



<p>Dirinya juga mencontohkan, bahwa Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, bisa berinovasi membuat wahana bermain air di kanal sungai. Di lokasi itu, juga bisa dibuatkan warung-warung di sepanjang kanal sungai sebagai penunjangnya.</p>



<p>&#8220;Itu bisa dijadikan inspirasi untuk dikembangkan,&#8221; ujar Bupati Hendy. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205023</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resmikan Jembatan Lembayung, Pj Wali Kota Malang berharap Mobilitas Masyarakat Berjalan Lancar</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-jembatan-lembayung-pj-wali-kota-malang-berharap-mobilitas-masyarakat-berjalan-lancar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2023 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[berjalan,]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[lancar]]></category>
		<category><![CDATA[lembayung,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[mobilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203813</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan Jembatan Lembayung, atau jembatan penghubung antara Kelurahan Mergosono dengan Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (28/12/2023) tadi. Peresmian jembatan tersebut, ditandai dengan tasyakuran pemotongan tumpeng. Hal ini, pun mendapat apresiasi Pj Wali Kota Malang. “Jembatan ini sudah kita selesaikan dan saya bersyukur ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan Jembatan Lembayung, atau jembatan penghubung antara Kelurahan Mergosono dengan Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (28/12/2023) tadi.</p>



<p>Peresmian jembatan tersebut, ditandai dengan tasyakuran pemotongan tumpeng. Hal ini, pun mendapat apresiasi Pj Wali Kota Malang.</p>



<p>“Jembatan ini sudah kita selesaikan dan saya bersyukur ini bisa selesai dan dapat dinikmati oleh masyarakat. Berdasarkan laporan dari Pak Kepala DPUPRPKP Kota Malang, dua kelurahan ini yaitu Mergosono dan Bumiayu jauh sebelum hari ini, juga sudah melakukan tasyakuran sendiri,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurut Wahyu, keberadaan Jembatan Lembayung tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan memang penyelesaian perbaikan juga sangat ditunggu-tunggu. Sebab, menjadi tumpuan bagi mobilitas masyarakat.</p>



<p>“Ini memang ditunggu-tunggu, karena memang digunakan untuk pergerakan aktivitas perekonomian dari masyarakat di kedua kelurahan tersebut. Kalau pagi, mereka ada pergerakan ke Pasar Gadang, dari Kedungkandang, mereka banyak menggunakan jembatan. Termasuk juga untuk anak-anak, yang betul-betul menunggu Jembatan Lembayung untuk aktivitas mereka ke sekolah,” jelasnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika jembatan tersebut didesain khusus untuk kendaraan roda dua dan bukan untuk roda empat. Pihaknya juga mendapatkan masukan dari Ketua RW setempat, agar memasang portal dan rambu-rambu dilarang masuk bagi roda empat.</p>



<p>“Pergerakan untuk kendaraan roda empat dilarang masuk. Tadi ada masukan juga dari Ketua RW, untuk memasang satu portal di ujung dengan di Kelurahan Mergosono dan Kelurahan Bumiayu, nanti akan kita pasang. Termasuk rambu-rambu larangan untuk roda empat juga akan kita pasang,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Wahyu juga meminta maaf kepada salah satu warga yang di depan rumahnya terdampak pemasangan tali sling jembatan gantung. Tentu, selama dalam menjalankan aktivitasnya itu terganggu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami mohon maaf untuk warga yang rumahnya terdampak tali sling jembatan. Tapi ini untuk kepentingan bersama masyarakat umum, mereka rela dan ikhlas memberikan tempatnya di depan rumah,” ucapnya.</p>



<p>Diakhir, Wahyu berharap dengan terselesainya perbaikan jembatan tersebut nantinya masyarakat juga dapat menjaga dan memelihara sesuai dengan fungsi yang diharapkan. “Karena ini prosesnya tidak mudah, saya dan DPRD Kota Malang ini mengharapkan agar masyarakat bisa menjaga jembatan ini agar lebih awet. Mudah-mudahan bisa lebih lama lagi dari waktu yang memang kita rencanakan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua RW 06 Kelurahan Mergosono, Asmayar, menyampaikan bahwa segi kualitas jembatan masih kurang. Terlebih, menurutnya per hari jembatan tersebut dilintasi oleh ribuan kendaraan.</p>



<p>“Kalau ini memang tidak dimaksimalkan takutnya nanti ada kerusakan jangka pendek otomatis ada penutupan lagi. Pertama dari tingkat keselamatan dari pagar, ini masih kurang, masih goyang. Usul saya lebih dimaksimalkan sebelum peresmian ini bener dibuka, karena jembatan disini kuotanya sangat besar sekali,” tambah Asmayar.</p>



<p>Secara konstruksi, yang menurutnya masih perlu dimaksimalkan yaitu pagar, pengaspalan dan patok (pembatas, red). Untuk tingkat kelenturan jembatan, menurutnya saat ini lebih lentur dibandingkan dengan yang sebelumnya. Kemudian, jalan untuk pejalan kaki yang dulunya ada, sekarang tidak ada.</p>



<p>“Untuk kelayakan ini menurut saya masih belum. Kalau secara pribadi saya menilai 60 persen untuk segi kualitas dan peruntukan dengan jangka panjang. Saya berani jamin dengan kondisi ini satu tahun pasti ada kerusakan,” katanya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203813</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
