<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>modus &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/modus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Jul 2023 16:38:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>modus &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Driver Mobil Online Asal Sidoarjo Jadi Sasaran Rampok di Probolinggo, Modus Antar Disikat di Tengah Jalan</title>
		<link>https://memontum.com/driver-mobil-online-asal-sidoarjo-jadi-sasaran-rampok-di-probolinggo-modus-antar-disikat-di-tengah-jalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 15:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[antar]]></category>
		<category><![CDATA[asal]]></category>
		<category><![CDATA[disikat]]></category>
		<category><![CDATA[driver]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[modus]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[rampok]]></category>
		<category><![CDATA[sasaran]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193914</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Tak kenal kasihan. Kata itulah yang layak diberikan kepada kedua pelaku aksi perampokan terhadap sopir atau driver mobil online pengguna Aplikasi Grab, Agus Susanto (63) warga Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (21/07/2023) malam tadi. Bagaimana tidak, bermodus berpura-pura pesan layanan driver online minta antar ke Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, kedua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Tak kenal kasihan. Kata itulah yang layak diberikan kepada kedua pelaku aksi perampokan terhadap sopir atau driver mobil online pengguna Aplikasi Grab, Agus Susanto (63) warga Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (21/07/2023) malam tadi.</p>



<p>Bagaimana tidak, bermodus berpura-pura pesan layanan driver online minta antar ke Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, kedua pelaku justru menyikat mobil Daihatsu Terios warna hitam bernopol W 1869 ZF, yang digunakan sarana mengantar oleh korban. Kejadian sendiri, dilakukan pelaku saat di tengah perjalanan atau di Jalan Gunung Batur, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.</p>



<p>Diceritakan Agus, peristiwa berawal saat dirinya mendapat pesanan penumpang dari Sidoarjo menuju ke Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang. Setelah sampai di lokasi tujuan, penumpang yang berjumlah dua pria itu tidak diterima oleh keluarganya. Dari situlah, pelaku kemudian berpura-pura ingin ikut kembali bersama driver online itu dengan tujuan arah ke Kota Probolinggo, untuk menjemput orderan korban.</p>



<p>&#8220;Mereka berdua kemudian ingin ikut dengan alasan diantar sekalian ke arah Selatan (satu arah, red). Sampai di dekat kuburan atau tempat sepi, seorang penumpang minta berhenti. Saya yang tidak curiga, kemudian ikut keluar dan saat itulah seorang pelaku menyiram mata saya dengan air yang membuat mata langsung perih,&#8221; kata Agus di Polsek Kademangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Usai menyiram matanya, papar pria tua itu, dirinya tetap berusaha untuk mempertahankan mobil yang digunakan. Hanya saja, karena kalah jumlah dan kondisi mata perih, dirinya hanya bisa berteriak meminta tolong seraya mencoba mencoba mencoba mempertahankan mobil.</p>



<p>Teriakan itulah, siapa sangka justru mengundang reaksi warga. Meskipun, kendaraan yang digunakan untuk mencari rezeki, berhasil dibawa kabur dua pelaku.</p>



<p>&#8220;Saya cuma dengar teriakan maling saja waktu itu. Saya tidak berani keluar, karena waktu itu saya sendirian di rumah. Ini ada dua pasang sandal yang ditemukan di sekitar kejadian&#8221; kata seorang warga setempat, Suwarno, yang kemudian menolong dan membawa korban ke Polsek.</p>



<p>Saat itu, tambahnya, korban sempat terseret mobil yang berusaha dibawa kabur pelaku. Hingga kemudian, terjepit ke pagar kuburan dan kemudian mendapatkan pertolongan dari warga. Sementara dua pelaku, kabur ke arah Lumajang.</p>



<p>Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban. Termasuk, mencoba melakukan olah perkara di lokasi kejadian. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193914</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kawanan Pelaku Curanmor diantaranya Pasutri dengan Modus Gunakan Plat Merah Palsu Dibekuk</title>
		<link>https://memontum.com/kawanan-pelaku-curanmor-diantaranya-pasutri-dengan-modus-gunakan-plat-merah-palsu-dibekuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jul 2023 14:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[diantaranya]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kawanan]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[modus]]></category>
		<category><![CDATA[palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[plat]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192303</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komplotan pelaku pencurian motor (Curanmor) yang terdiri dari pasangan suami istri (Pasutri) berinisial ST (47) dan DE (44), warga kawasan Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, berhasil diringkus petugas Polres Probolinggo Kota. Selain menangkap keduanya, petugas juga membekuk seorang pelaku Curanmor lainnya, yakni berinisial RH (39), warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Ketiga pelaku, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komplotan pelaku pencurian motor (Curanmor) yang terdiri dari pasangan suami istri (Pasutri) berinisial ST (47) dan DE (44), warga kawasan Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, berhasil diringkus petugas Polres Probolinggo Kota. Selain menangkap keduanya, petugas juga membekuk seorang pelaku Curanmor lainnya, yakni berinisial RH (39), warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.</p>



<p>Ketiga pelaku, adalah sindikat kawanan Curanmor yang biasanya beroperasi dengan menggunakan Nopol palsu. Tidak puas hanya menangkap ketiganya, petugas juga menangkap seorang penadah berinisial, RR (47), warga Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa&#8217;bani, mengatakan bahwa komplotan tersebut saat beraksi selalu menggunakan kendaraan dengan plat merah. Plat merah yang digunakan tersebut, merupakan Nopol palsu.</p>



<p>Terkait dengan pengungkapan aksi pelaku, paparnya, berawal dari laporan korban Curanmor di Taman Maramis Jumat (16/06/2023) lalu. Setelah mendapatkan laporan, pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap ST dan RH.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dari hasil penyelidikan, petugas kali pertama berhasil membekuk ST dan RH. Dari situlah, kemudian kita kembangkan dan berhasil membekuk DE, yang tidak lain adalah istri ST. Kemudian, kita juga menangkap RR, yang merupakan penadah,&#8221; terangnya saat rilis di Mapolres Kota Probolinggo, Sabtu (01/07/2023) tadi.</p>



<p>Kepada petugas, komplotan tersebut mengaku bahwa dalam aksinya juga menggunakan motor Honda Supra Nopol N 3463 PP, dengan warna plat merah. Sarana itu digunakan, agar tidak dicurigai oleh warga saat beraksi. Untuk area operasinya, berada di sekitaran Taman Maramis.</p>



<p>Terkait peran DE, diketahui juga sebagai eksekutor. Diantaranya, juga merusak kunci motor korban yang di parkir. Sedangkan RH, kadang sebagai pemantau situasi.</p>



<p>&#8220;Dari hasil penyelidikan terhadap tiga kawanan pelaku ini, diketahui bahwa aksi mereka sudah berlangsung di 20 TKP. Paling banyak, aksi mereka berlangsung di Taman Maramis,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dari pengungkapan ini, pihaknya juga mengamankan barang-bukti berupa tiga unit sepeda motor, dua buah kunci T, BPKB dan STNK serta plat Nopol. Selain itu, juga sejumlah spion motor dari aksi kejahatan. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192303</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
