<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mojorejo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mojorejo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Sep 2023 15:08:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mojorejo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Olah Sampah secara Mandiri, Desa Mojorejo Kota Batu Ubah Sampah Organik Jadi Kompos Cair</title>
		<link>https://memontum.com/olah-sampah-secara-mandiri-desa-mojorejo-kota-batu-ubah-sampah-organik-jadi-kompos-cair</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[mojorejo]]></category>
		<category><![CDATA[organik]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197827</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, membuat komposter yang merupakan alat untuk mengolah sampah menjadi kompos dari bahan dasar sampah basah. Ini dilakukan, dalam rangkaian pengolahan sampah secara mandiri. Kepala Desa Mojorejo, Rujito, mengatakan bahwa inovasi membuat komposter tersebut menjadi langkah supaya sampah yang berasal dari rumah tangga, tidak dibuang asal-asalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, membuat komposter yang merupakan alat untuk mengolah sampah menjadi kompos dari bahan dasar sampah basah. Ini dilakukan, dalam rangkaian pengolahan sampah secara mandiri.</p>



<p>Kepala Desa Mojorejo, Rujito, mengatakan bahwa inovasi membuat komposter tersebut menjadi langkah supaya sampah yang berasal dari rumah tangga, tidak dibuang asal-asalan terutama di pinggir jalan. &#8220;Jadi, komposter yang dibuat ini untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos cair. Tetapi, yang digunakan adalah bagian sampah organiknya,&#8221; terangnya, di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (09/09/2023) tadi.</p>



<p>Cara kerja komposter, tambahnya, disediakan tempat besar seperti tandon air. Setelah itu, sampah basah seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan dimasukkan dalam tandon itu yang kemudian dituang air.</p>



<p>Sampah organik yang sudah tercampur itu, imbuhnya, dibiarkan tiga sampai empat hari. Di sini, dari komposter itu yang dimanfaatkan yaitu cairannya. Atau, kompos cair.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saat membuat kompos dengan sistem komposter, itu jangan dicampur dengan sampah lain. Seperti, daging atau ikan serta tulang, apalagi sampah anorganik. Karena, ini akan rusak,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Untuk penanganan komposter juga persampahan, imbuhnya, itu dilakukan oleh Dasawisma. Untuk itu, juga dibuat pelatihan pengolahan sampah.</p>



<p>“Yang menangani ini adalah ibu-ibu. Sebab, biasanya ibu-ibu ini lebih telaten. Karena itu, kami buatkan pelatihan pengelolaan sampah. Berbasis dasawisma se Desa Mojorejo,” ujarnya.</p>



<p>Edukasi tentang pengolahan sampah kepada masyarakat, jelasnya, harus dilakukan di lingkungan masyarakat yang begitu luas. Edukasi bisa dilakukan melalui komunitas masyarakat yang jumlahnya sedikit. Misalnya saja, Dasawisma.</p>



<p>“Di lingkungan ini, kemauan masyarakat untuk mengadakan komposter cukup tinggi. Sebab untuk mengatasi persoalan sampah, harus ada kesadaran dari lingkungan untuk mengolah sampah secara mandiri,” paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197827</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Mojorejo Luruk Perumahan Taman Harmoni, Pasca Salah Satu Pekerjanya Diketahui Sakit</title>
		<link>https://memontum.com/warga-mojorejo-luruk-perumahan-taman-harmoni-pasca-salah-satu-pekerjanya-diketahui-sakit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2020 13:30:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Mojorejo]]></category>
		<category><![CDATA[diketahui]]></category>
		<category><![CDATA[harmoni]]></category>
		<category><![CDATA[luruk]]></category>
		<category><![CDATA[mojorejo]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjanya]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[Positif Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113410-warga-mojorejo-luruk-perumahan-taman-harmoni-pasca-salah-satu-pekerjanya-diketahui-sakit</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kawasan Perumahan Taman Harmoni yang terletak di Dusun Kajang RW 4 Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kamis siang (30/4/2020) diluruk warga sekitar. Hal ini terjadi seusai salah satu pekerja pembangunan villa di kawasan sekitar diketahui sakit pada Rabu kemarin (29/4/2020) dan memiliki hasil reaktif pasca rapid test. Tuntutan dari beberapa warga tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="default_cursor_cs"><strong class="default_cursor_cs">Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Kawasan Perumahan Taman Harmoni yang terletak di Dusun Kajang RW 4 Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kamis siang (30/4/2020) diluruk warga sekitar. Hal ini terjadi seusai salah satu pekerja pembangunan villa di kawasan sekitar diketahui sakit pada Rabu kemarin (29/4/2020) dan memiliki hasil reaktif pasca rapid test. Tuntutan dari beberapa warga tersebut merupakan pemberhentian pekerja dari pembangunan villa tersebut karena terpantau aktifitas masih tetap berlangsung.</p>
<p class="default_cursor_cs">&#8220;Tadi ada sekitar 15 warga yang melarang pekerjaan dilanjutkan, terlebih disini juga ada sekitar 83 pekerja yang tetap melakukan aktifitas walaupun salah satu rekannya tengah sakit,&#8221; terang Kepala Desa Mojorejo Rujito kepada awak media. Ia mengungkapkan pihaknya baru berhasil memulangkan para pekerja sekitar pukul 16.00 WIB pasca berkomunikasi dengan mandor pada proyek tersebut.</p>
<p class="default_cursor_cs">Lebih lanjut, Rujito juga membeberkan 83 pekerja tersebut banyak didominasi oleh warga dari Pasuruan sedangkan beberapa diantaranya berasal dari Batu, Ngantang, dan Karangploso. Ia juga bersepakat bahwa pekerjaan pembangunan villa tersebut akan dihentikan sementara sampai lebaran Idul Fitri.</p>
<p class="default_cursor_cs">Sementara itu Kepala Kesehatan Satgas Covid-19 Kota Batu dr. Susan membenarkan ketika dikonfirmasi oleh media bahwa terdapat pekerja asal Pasuruan yang telah dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Ia membeberkan pekerja tersebut berinisial M.A dan memiliki keluhan sakit dalam 3 hari terakhir, suhu tubuh yang panas , batuk, nyeri ketika menelan, dan nyeri saat bernafas.</p>
<p class="default_cursor_cs">&#8220;Pasien sempat kami lakukan screening di Puskesmas Beji lalu saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Hasta Brata,&#8221; ujarnya. Ia juga menambahkan timnya juga melakukan screening pada 76 pekerja di lokasi kejadian.</p>
<p class="default_cursor_cs">Setelah melakukan screening secara menyeluruh, Susan menghimbau pekerja untuk mengisolasi mandiri selama 14 hari. &#8220;Sempat ada salah satu pekerja yang terdeteksi memiliki suhu 38,3 derajat namun tidak memiliki gejala apapun dan tetap dalam pantauan kami,&#8221; tutupnya. <strong>(bir/yan)</strong></p>
<p class="default_cursor_cs">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113410</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
