<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>monkeypox &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/monkeypox/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Sep 2024 12:35:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>monkeypox &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Zero Monkeypox, Dinkes Kabupaten Minta Masyarakat Tetap Waspada</title>
		<link>https://memontum.com/zero-monkeypox-dinkes-kabupaten-minta-masyarakat-tetap-waspada</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[monkeypox]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213837</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Suyatno, menegaskan bahwa hingga 3 September 2024, Kabupaten Malang tidak ada kasus positif Monkeypox (cacar monyet). Meski begitu, untuk di Jawa Timur tetap harus waspada dengan penyebaran virus Monkeypox, karena pada tahun 2019 sampai 2022 terjadi 3 kasus positif Monkeypox. “1 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Suyatno, menegaskan bahwa hingga 3 September 2024, Kabupaten Malang tidak ada kasus positif Monkeypox (cacar monyet). Meski begitu, untuk di Jawa Timur tetap harus waspada dengan penyebaran virus Monkeypox, karena pada tahun 2019 sampai 2022 terjadi 3 kasus positif Monkeypox.</p>



<p>“1 Kasus di Surabaya, 1 di Madiun dan 1 di Kediri. Tetapi semuanya sudah sembuh,” kata Suyatno, dalam dialog di Pro 1 RRI Malang, Selasa (03/09/2024) tadi.</p>



<p>Gejala Monkeypox ini, lanjutnya, mirip dengan penyakit campak atau cacar air. Seperti demam tinggi hingga 38℃ yang disertai muncul ruam-ruam, sakit kepala yang terus-menerus, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot dan badan terasa lemas.</p>



<p>Sementara untuk penyembuhan penyakit monkeypox ini, ujarnya, akan lebih lama dibandingkan dengan cacar air. &#8220;Apabila ada gejala yang dialami, sebaiknya segera dibawa dan diperiksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,&#8221; tegas Suyatno.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya meminta, agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya Monkeypox. Itu karena, penyakit ini dapat dicegah dengan cara meningkatkan imun tubuh, memperbanyak minum air putih dan menghindari kontak fisik dengan hewan peliharaan yang menimbulkan gejala Monkeypox.</p>



<p>“Monkeypox dapat menular melalui binatang peliharaan, maka hindari kontak dengan binatang peliharaan yang punya tanda-tanda Monkeypox. Sekarangkan banyak yang punya peliharaan, salah satunya adalah hamster,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya menambahkan, meskipun penyakit Monkeypox ini penanganannya sama seperti Covid-19, namun masyarakat tidak perlu panik. &#8220;Jangan panik, yang jelas untuk pencegahan itu jaga jarak ketika ada yang bersin atau batuk, hindari kontak fisik dengan orang yang terdeteksi gejala Monkeypox,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai antisipasi penyebaran Monkeypox, pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan terus menanggulangi dengan pemantauan situasi dan informasi Monkeypox yang terus digencarkan melalui media sosial hingga koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim. <strong>(rri/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213837</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Monkeypox, Dinkes Kabupaten Malang Ingatkan Hidup Sehat</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-monkeypox-dinkes-kabupaten-malang-ingatkan-hidup-sehat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[monkeypox]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213834</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Walaupun masih belum ditemukan virus Monkeypox atau cacar monyet di wilayah Kabupaten Malang, namun masyarakat diminta untuk terus mewaspadai penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia tersebut. Sebagaimana diketahui, setidaknya sudah ada 88 pasien yang terjangkit virus tersebut. Penyakit yang menyerang kulit dan menyebabkan bintik hitam itu, berasal dari virus monkeypoxvirus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Walaupun masih belum ditemukan virus Monkeypox atau cacar monyet di wilayah Kabupaten Malang, namun masyarakat diminta untuk terus mewaspadai penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia tersebut.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, setidaknya sudah ada 88 pasien yang terjangkit virus tersebut. Penyakit yang menyerang kulit dan menyebabkan bintik hitam itu, berasal dari virus monkeypoxvirus (MPXV) dan merupakan zoonosis yang berarti bisa ditularkan dari hewan ataupun manusia.</p>



<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mencatat, hingga akhir Agustus 2024, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait dengan virus cacar monyet di wilayah Kabupaten Malang. Meski begitu, langkah-langkah preventif disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Malang, dr Syamsu Dhuha, kepada masyarakat untuk tetap menerapkan kebiasaan hidup sehat. Hal itu dilakukan, demi mengantisipasi cacar monyet yang tengah ramai diwaspadai di sejumlah daerah.</p>



<p>“Masyarakat diminta waspada, meskipun belum ada laporan kasus ini. Sosialisasi kewaspadaan sampai dengan tingkat Puskesmas sudah kami sampaikan melalui Puskesnas di masing-masing wilayah,” kata Syamsu, Senin (02/09/2024).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Himbauan serupa, pun disampaikan Direktur Umum (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Bobi Prabowo. Dirinya menegaskan, agar masyarakat tetap mewaspadai penyakit meluar tersebut.</p>



<p>“Mpox memiliki daya tular dan fatalitas yang cukup rendah dibandingkan dengan Covid-19. Bagi masyarakat, dihimbau tetaplah waspada,” kata Bobi.</p>



<p>Ditambahkan, sejumlah gejala yang wajib diwaspadai,.diantaranya yakni sakit punggung yang berlebih, nyeri otot, sakit kepala, demam akut dengan suhu lebih dari 38,5 derajat celsius. “Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher atau selangkangan, kelemahan tubuh (asthenia). Kemudian, ruam pada kulit yang dimulai dari kemerahan, bintik berair, bintik bernanah hingga keropeng di area wajah, tangan, kaki, mulut, anus, dan alat kelamin,” lanjutnya.</p>



<p>Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, Bobi mengimbau agar masyarakat segera memeriksakan ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan penanganan. “Semua usia berpotensi terpapar, karena penyakit ini dibawa virus dari hewan ke manusia,” paparnya. <strong>(blo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213834</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Wabah Monkeypox, Dinkes Kota Malang Siapkan SOP Khusus</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-wabah-monkeypox-dinkes-kota-malang-siapkan-sop-khusus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[monkeypox]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213680</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan penyakit monkeypox atau cacar monyet di Kota Malang, masih belum ada. Baik yang terkonfirmasi maupun yang menunjukkan gejala-gejalanya. Namun, langkah-langkah antisipasi mengenai penyakit tersebut, telah disiapkan oleh Dinkes Kota Malang. Yakni sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Sampai hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan penyakit monkeypox atau cacar monyet di Kota Malang, masih belum ada. Baik yang terkonfirmasi maupun yang menunjukkan gejala-gejalanya.</p>



<p>Namun, langkah-langkah antisipasi mengenai penyakit tersebut, telah disiapkan oleh Dinkes Kota Malang. Yakni sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).</p>



<p>“Sampai hari ini, belum ada laporan kasus monkeypox di Kota Malang. Baik di rumah sakit, puskesmas maupun klinik. Tetapi, semua fasilitas kesehatan sudah kita imbau untuk menyiapkan ruang isolasi khusus sebagai bentuk kesiapsiagaan,” jelas Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, Senin (02/09/2024) tadi.</p>



<p>Menurut Husnul, untuk gejala monkeypox mirip seperti dengan cacar air, namun dengan intensitas yang lebih parah. Kemudian, juga didahului dengan demam tinggi. Apabila dalam perjalanan kontak dengan penderita atau pun yang bergejala, maka akan tertular.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Bintik-bintiknya ini lebih banyak dan lebih sakit. Ini bisa menyerang semua kelompok umur, terutama mereka yang memiliki sistem imunitas rendah seperti anak-anak, lansia dan ibu hamil,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut menurutnya Dinkes Kota Malang, bahwa pihaknya telah menerima surat edaran dari Dinkes Provinsi Jawa Timur, untuk menyiapkan ruang isolasi dan fasilitas kesehatan lain sebagai langkah skrining utama. “Kami sudah mendapatkan imbauan dari Dinkes Provinsi untuk menyiapkan segala sesuatunya agar bisa mendeteksi gejala monkeypox sejak dini,” katanya.</p>



<p>Terkait dengan pengadaan vaksin untuk penyakit tersebut, menurutnya sudah mulai didistribusikan ke daerah-daerah yang melaporkan adanya gejala. Untuk Kota Malang, menurutnya akan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.</p>



<p>“Vaksin ini akan didistribusikan oleh Kemenkes ke provinsi, lalu ke daerah yang sudah melaporkan gejala monkeypox. Kota Malang akan mengikuti SOP nya. Paling tidak untuk pemberian vaksin hampir sama dengan Covid-19. Ada vaksin pertama, kemudian ada penguatannya satu dan kedua,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213680</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cacar Monyet, Pakar Unair: Jangan Terlalu Khawatir, Tetap Waspada</title>
		<link>https://memontum.com/cacar-monyet-pakar-unair-jangan-terlalu-khawatir-tetap-waspada</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2019 11:38:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[cacar monyet]]></category>
		<category><![CDATA[monkeypox]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=85172</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Beberapa waktu lalu, publik sempat dikejutkan dengan pemberitaan mengenai wabah cacar monyet (monkeypox) di Singapura. Kabar ini berhembus setelah seorang pria asal Nigeria dinyatakan positif terjangkit penyakit tersebut. Merespon hal itu, otoritas setempat segera melarikannya ke ruang isolasi di National Centre for Infectious Desease (NCID) dan melakukan karantina guna mencegah penyebaran virus. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Beberapa waktu lalu, publik sempat dikejutkan dengan pemberitaan mengenai wabah cacar monyet (monkeypox) di Singapura. Kabar ini berhembus setelah seorang pria asal Nigeria dinyatakan positif terjangkit penyakit tersebut.</p>
<p>Merespon hal itu, otoritas setempat segera melarikannya ke ruang isolasi di National Centre for Infectious Desease (NCID) dan melakukan karantina guna mencegah penyebaran virus.</p>
<p>Beberapa foto penderita cacar monyet beredar luas di linimasa, sehingga cukup meresahkan sejumlah masyarakat Indonesia.</p>
<p>Mengingat letaknya yang berdekatan dengan negeri singa. Tetapi, pemerintah Indonesia telah melakukan tindakan preventif berupa pemasangan detektor di pelabuhan dan bandara untuk mendeteksi suhu tubuh warga negara asing maupun lokal yang datang dari luar negeri, khususnya Singapura.</p>
<p>Mengenal Virus Cacar Monyet atau Monkeypox, Guru Besar Virologi dan Imunologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga, Prof. Dr. drh. Suwarno, Msi., turut angkat bicara. Ia menegaskan bila masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dan tetap waspada terhadap cacar monyet. Sebab, dinas kesehatan belum menemukan keberadaan inang dari virus tersebut di sini.</p>
<p>“Biasanya, penderita monkeypox dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 14 sampai 21 hari. Tapi bisa berakibat fatal jika pasien mengalami infeksi sekunder atau komplikasi,” terang Prof. Soewarno saat ditemui di ruang kerjanya, Selass (28/5).</p>
<p>Dia menuturkan, bahwa persentase kasus fatal hanya sebesar satu hingga sepuluh persen. Dan, sebagian besar di antaranya terjadi pada kelompok usia dini yang berumur sembilan sampai lima belas tahun. Bahkan, pernah berdampak pada kematian anak-anak di Afrika.</p>
<p>Dunia medis mengklasifikasikan cacar monyet ke dalam kategori zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Tetapi, mulai terdapat kecenderungan menular antar manusia. Termasuk baru ditemukan (new emerging desease), yakni pada tahun 1958 dan terlokalisir di Afrika sampai dengan sebelum 2003.</p>
<p>“Baru pada tahun 2003 meluas ke Amerika (47 kasus), tahun 2018 menuju Inggris (3 kasus) dan Israel (1 kasus), serta tahun 2019 di Singapura ini,” ujar penemu spray flu burung ini.</p>
<p>Virus monkeypox (MPV) merupakan anggota dari genus Orthopoxvirus dari famili Poxviridae. Mirip dengan variola (cacar manusia), vaccinia (virus anak sapi), cowpox (virus sapi dewasa) dan camelpox (virus unta). Ukurannya mencapai 140-260nm, dengan panjang 220-450nm, beramplop, sedikit pleomorfik, inti berbentuk halter dengan lateral tubuh, simetri kompleks dengan genom linier dan memiliki panjang genom 196.858bp.</p>
<p>“Sebelum cacar monyet, dunia dikejutkan oleh munculnya penyakit cacar pada manusia atau variola. Jika menginfeksi kulit, tingkatannya dalam dan akan meninggalkan bekas berupa bopeng. Tetapi sudah berhasil dibasmi sejak 1970-an. Jadi ada semacam hubungan tertutup juga antara keduanya,” jelas alumnus FKH UNAIR tahun 1987 itu.</p>
<p>Saat ini terdapat dua clade MPV, yang dikenal dengan istilah Congo Basin dan West African. Namun, secara patogenitas maupun gejala klinik serta epidemiologik terdapat perbedaan. Infeksi yang ditimbulkan oleh Congo Basin lebih parah dibanding West African. Juga bisa menimbulkan resiko kematian yang lebih tinggi pada penderitanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">85172</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
