<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>monopoli &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/monopoli/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Jul 2025 10:31:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>monopoli &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Buka Pameran Zumenart, Wali Kota Malang Ajak Anak Cintai Budaya Lewat Permainan Monopoli</title>
		<link>https://memontum.com/buka-pameran-zumenart-wali-kota-malang-ajak-anak-cintai-budaya-lewat-permainan-monopoli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cintai]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[monopoli]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[zumenart,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224347</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi membuka kegiatan pameran seni bertajuk Bangga Indonesia, yang diselenggarakan oleh Zumenart, di Shalimar Hotel, Kota Malang, Sabtu (26/07/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari rangkaian Tong Tong Night Market 2025, sebuah festival budaya dan kuliner dalam program unggulan Kharisma Event Nusantara. Pameran yang menampilkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi membuka kegiatan pameran seni bertajuk Bangga Indonesia, yang diselenggarakan oleh Zumenart, di Shalimar Hotel, Kota Malang, Sabtu (26/07/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari rangkaian Tong Tong Night Market 2025, sebuah festival budaya dan kuliner dalam program unggulan Kharisma Event Nusantara.</p>



<p>Pameran yang menampilkan 60 karya seni dari anak-anak usia 5 hingga 17 tahun, itu mengambil tema pelestarian budaya Indonesia. Uniknya, karya seni tersebut dikemas dalam bentuk permainan Monopoli, yang menampilkan kekhasan budaya dari 38 provinsi di Indonesia.</p>



<p>“Anak-anak sekarang cenderung sudah tergerus oleh budaya luar. Lewat ajang seperti ini, kita ajarkan bagaimana mengenal budaya sendiri, dengan cara yang menyenangkan. Kalau sekarang tidak diperkenalkan, bagaimana nanti di 2045 saat Indonesia Emas, generasi muda justru tidak tahu budaya bangsanya sendiri,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga mengapresiasi, karya seni anak-anak yang turut dipamerkan. Karena sebagian hasil penjualannya, akan didonasikan ke Karimun Art, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya.</p>



<p>“Dari anak-anak yang melukis, kita bisa melihat bagaimana mereka memahami budaya lewat cerita dalam gambar,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Public Relations (PR) Zumenart, Yoga Devian, mengatakan bahwa pameran tersebut merupakan bentuk ekspresi nasionalisme anak-anak yang dikemas dalam permainan edukatif. “Permainan Monopoli dipilih karena dekat dengan dunia anak-anak. Dalam pameran ini, setiap kotak dan atribut Monopoli adalah hasil karya seni anak-anak, mulai dari lukisan akrilik, goache, digital, hingga watercolor,” jelas Yoga.</p>



<p>Selain sebagai media edukasi budaya, kegiatan tersebut juga menanamkan semangat sosial. Anak-anak diajak berdonasi kepada Yayasan Asmorobangun, yang dikenal sebagai pelestari Tari Topeng Malangan secara turun-temurun.</p>



<p>“Anak-anak bukan hanya belajar seni, tapi juga memiliki pengalaman memberi. Ini penting untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli dan cinta budaya,” imbuh Yoga.</p>



<p>Adapun karya yang dipamerkan, meliputi 22 lukisan akrilik, 8 karya digital, 12 lukisan goache dan 18 karya watercolor. Karya-karya tersebut akan dipamerkan secara umum hingga Rabu, 30 Juli 2025. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wakil Ketua DPRD: Jangan Sampai Ada Monopoli Perusahaan Garam</title>
		<link>https://memontum.com/wakil-ketua-dprd-jangan-sampai-ada-monopoli-perusahaan-garam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2018 15:13:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kabupaten Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[monopoli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/53838-wakil-ketua-dprd-jangan-sampai-ada-monopoli-perusahaan-garam</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, M. Suli Faris menilai anjloknya harga garam akhir-akhir ini merupakan persoalan klasik. Masalah tersebut selalu muncul saat musim panen tiba. Bisa jadi karena faktor persaingan usaha yang tidak sehat dari sektor perusahaan pembeli garam rakyat. Hal itu dikatakan politisi Partai Bulan Bintang (PBB) di kantornya menyikapi persoalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, M. Suli Faris menilai anjloknya harga garam akhir-akhir ini merupakan persoalan klasik. Masalah tersebut selalu muncul saat musim panen tiba. Bisa jadi karena faktor persaingan usaha yang tidak sehat dari sektor perusahaan pembeli garam rakyat. Hal itu dikatakan politisi Partai Bulan Bintang (PBB) di kantornya menyikapi persoalan harga garam yang tidak berpihak kepada para petani garam.</p>
<p> “Setiap musim panen garam harga selalu anjlok dengan berbagai macam alasan yang hanya  dibuat-buat, ini perlu ada ketegasan dari tim kabupaten maupun provinsi. Jangan sampai di Pamekasan, pasar garam dimonopoli oleh satu perusahaan,” katanya.</p>
<p>Bahkan Suli menghimbau agar pemerintah sesegera mungkin untuk dapat membongkar adanya praktek monopoli dalam menentukan harga garam. Jika dibiarkan, dampaknya cukup besar terhadap penentuan harga dan harga menjadi fluktuatif. Sebab garam rakyat bisa ditentukan secara bebas dan cenderung sepihak.</p>
<p>Menurutnya, pemerintah harus bisa mencari perusahaan alternatif lain yang bisa masuk ke Pamekasan dan Madura pada umumnya untuk membeli garam petani. Sehingga keterlibatan pemerintah bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Jangan sampai persoalan harga diserahkan pada mekanisme pasar. Harus ada campur tangan pemerintah dan menekan harga biar tidak anjlok.</p>
<p>“Hemat saya, kita harus bongkar konspirasinya. Jangan sampai ada monopoli. Jadi perusahaan-perusahaan yang bergerak untuk urusan garam harus ditarik ke Pamekasan untuk berkompetisi membeli garam. Bahkan kalau perlu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PT AUMM bisa digerakkan, masalah anggaran kita siapkan untuk beli, toh itu pasti untung,” ujarnya. <strong>(go/edo/mmx/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">53838</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
