<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Monumen &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/monumen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Feb 2026 14:03:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Monumen &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-terima-kunjungan-kapolresta-malang-di-monumen-dan-museum-tragedi-kanjuruhan-di-gate-13</link>
					<comments>https://memontum.com/bupati-malang-terima-kunjungan-kapolresta-malang-di-monumen-dan-museum-tragedi-kanjuruhan-di-gate-13#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[kapolresta]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menerima kedatangan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, dalam pertemuan bersama Forkopimda Kabupaten Malang serta perwakilan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, guna membahas kelanjutan rencana peresmian Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Pintu (Gate) 13 Stadion Kanjuruhan Kota Kepanjen, Sabtu (28/02/2026) tadi. Dalam momen itu, Bupati Sanusi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menerima kedatangan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, dalam pertemuan bersama Forkopimda Kabupaten Malang serta perwakilan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, guna membahas kelanjutan rencana peresmian Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Pintu (Gate) 13 Stadion Kanjuruhan Kota Kepanjen, Sabtu (28/02/2026) tadi.</p>



<p>Dalam momen itu, Bupati Sanusi berharap secara khusus untuk Museum Tragedi Kanjuruhan, nantinya diharapkan dapat memberi manfaat yang besar kepada masyarakat umum, terutama juga keluarga korban. &#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya Bupati Malang bersyukur atas dukungan dari keluarga korban mulai sejak terselenggaranya renovasi Stadion Kanjuruhan hingga dihadirkannya Museum dan Monumen Tragedi Kanjuruhan. Di area Gate 13 ini, khusus untuk museum dan sekaligus bisa tempat untuk berdoa bagi keluarga korban. Namun karena di area ini tidak boleh ada aktivitas jual beli, maka kami sediakan tempat untuk usaha buat keluarga korban di food court,” kata Bupati Malang.</p>



<p>Sementara dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang bersama Kombes Pol Putu Kholis dan Kapolres Malang serta sejumlah keluarga korban yang hadir, juga meninjau lokasi food court yang akan menjadi tempat salah satu unit usaha UMKM bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="452" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Bupati-Malang-Terima-Kunjungan-Kapolresta-Malang-di-Monumen-dan-Museum-Tragedi-Kanjuruhan-di-Gate-13-2.jpg?resize=600%2C452&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-230585" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Bupati-Malang-Terima-Kunjungan-Kapolresta-Malang-di-Monumen-dan-Museum-Tragedi-Kanjuruhan-di-Gate-13-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Bupati-Malang-Terima-Kunjungan-Kapolresta-Malang-di-Monumen-dan-Museum-Tragedi-Kanjuruhan-di-Gate-13-2.jpg?resize=300%2C226&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">CEK: Kapolresta Malang Kota bersama Bupati Malang di lokasi Gate 13. (pemkab for memontum)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Perlu diketahui, Kombes Pol Putu Kholis sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolres Malang. Di kesempatan itu, dirinya menyampaikan bahwa Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13, sesuai proposal yang disusun Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan, yang sedianya bakal segera diisi dengan beragam jenis barang milik korban, lengkap dengan identitas korbannya.</p>



<p>Termasuk, foto dari para korban yang akan didisplay di salah satu tembok bagian dalam museum. Tujuannya, agar dapat menjadi tempat pengingat tragedi sepak bola dan diharapkan tidak sampai terulang kembali ke depan.</p>



<p>Diakuinya, pertemuan hari ini merupakan lanjutan dari pertemuan dirinya dan Bupati Malang bersama keluarga korban, yaitu sekitar 1 tahun 9 bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Mei 2024 di Aula Mapolres Malang. Saat itu, masih belum ada kesepakatan, terkait bagaimana nantinya museum tersebut, baik pada pengelolaannya maupun pengisian barang bersejarah yang nantinya bakal ditempatkan pada museum.</p>



<p>&#8220;Waktu pertemuan itu, ada kesepakatan, nantinya akan ada monumen dan museum saat dilakukan renovasi. Tujuannya, adalah keluarga korban saat melakukan doa ada tempat. Supaya keluarga korban punya simbol sendiri, yaitu monumen dan museum yang ada di Gate 13. Pada pertemuan itu, sudah ada kesiapan keluarga korban, akan mengisi museum dengan foto-foto korban dan barang-barang milik korban yang ada di lokasi kejadian,&#8221; ujar Kombes Pol Putu Kholis. <strong>(pro/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bupati-malang-terima-kunjungan-kapolresta-malang-di-monumen-dan-museum-tragedi-kanjuruhan-di-gate-13/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satpol PP Pamekasan Mulai Tertibkan PKL di Kawasan Monumen Arek Lancor</title>
		<link>https://memontum.com/satpol-pp-pamekasan-mulai-tertibkan-pkl-di-kawasan-monumen-arek-lancor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2025 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[lancor]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<category><![CDATA[tertibkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218514</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan bersama sejumlah OPD terkait akhirnya mulai memindahkan sejumlah rombong atau gerobak berjualan milik PKL di area kawasan Monumen Arek Lancor, Senin (20/01/2025) tadi. Proses pemindahan ini, pun menyita perhatian masyarakat dan pedagang. Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Ach Faisol, mengatakan bahwa keberadaan PKL di area [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan bersama sejumlah OPD terkait akhirnya mulai memindahkan sejumlah rombong atau gerobak berjualan milik PKL di area kawasan Monumen Arek Lancor, Senin (20/01/2025) tadi. Proses pemindahan ini, pun menyita perhatian masyarakat dan pedagang.</p>



<p>Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Ach Faisol, mengatakan bahwa keberadaan PKL di area Monumen Arek Lancor melanggar Perda Bupati Pamekasan Nomor 101 tahun 2022 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. &#8220;Kita bergerak sesuai regulasi yang ada. Kita tidak melarang orang berjualan, tetapikan kami sudah menyediakan tempat di Food Colony,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ach Faisol menambahkan, bahwa informasi dari sejumlah PKL, mereka tidak mau direlokasi karena Food Colony dianggap tidak ramai dan tempatnya dianggap tidak layak. &#8220;Soal itu, kami sudah memikirkan step by step ke depannya. Kita rembukkan lagi. Bahkan, kami juga telah memperbolehkan PKL berjualan di area pinggir Food Colony itu,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, perwakilan PKL, Ahmad Mochtar, menyampaikan bahwa sejumlah PKL sadar bila jualannya melanggar Perda. Namun untuk berpindah tempat ke lokasi baru, pedagang merasa bahwa fasilitas dari pemerintah tidak sesuai keinginan.</p>



<p>&#8220;Sejak awal kami tidak menemukan solusi. Namun setelah komunikasi, alhamdulillah ada jalan keluar,&#8221; ujarnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218514</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penertiban PKL di Kawasan Monumen Arek Lancor Pamekasan Tuai Perlawanan Pedagang</title>
		<link>https://memontum.com/penertiban-pkl-di-kawasan-monumen-arek-lancor-pamekasan-tuai-perlawanan-pedagang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[lancor]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[penertiban]]></category>
		<category><![CDATA[perlawanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218178</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Upaya penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan di Kawasan Monumen Arek Lancor, mendapat perlawanan oleh sejumlah pedagang, Selasa (07/01/2025) tadi. Perlawanan yang dilakukan itu, yakni mulai tetap berjualan dan tidak mengindakan pemasangan tanda garis PP Line. Sekedar diketahui, pada Senin (06/01/2025) kemarin, petugas Satpol PP [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Upaya penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan di Kawasan Monumen Arek Lancor, mendapat perlawanan oleh sejumlah pedagang, Selasa (07/01/2025) tadi. Perlawanan yang dilakukan itu, yakni mulai tetap berjualan dan tidak mengindakan pemasangan tanda garis PP Line.</p>



<p>Sekedar diketahui, pada Senin (06/01/2025) kemarin, petugas Satpol PP Pamekasan memasang garis PP Line di area terlarang bagi PKL untuk berjualan. Hanya saja, pemasangan garis tersebut tidak diindakan oleh sejumlah PKL. Bahkan, pedagang juga melepas garis tersebut.</p>



<p>Kepala Satpol PP Pamekasan melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Tibum), Ahmad Jonnaidi, mengatakan bahwa pemasangan garis PP Line merupakan langkah tegas penertiban di Alun-alun Pamekasan. &#8220;Kawasan Arek Taman Lancor itu sudah ditetapkan sebagai zona larangan berjualan. Pelarangan berjualan area itu, sesuai dengan peruntukannya di Perda sebagai ruang publik,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jonnaidi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan operasi demi menjaga ketertiban. Bahkan, dirinya juga meminta para PKL agar mematuhi aturan dan mencari alternatif lokasi yang telah disediakan pemerintah seperti food clony dan lainnya.</p>



<p>“Kami tidak bermaksud menghalangi mereka mencari nafkah, tapi ada aturan yang harus dipatuhi. Kalau garis PP Line nantinya masih dilepas, kami akan tindak tegas,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, salah seorang PKL penjual buah-buahan, Ahmad, menyampaikan langkah yang dilakukan Satpol PP akan terus mendapat penolakan dari PKL. Alasannya, karena mereka butuh tempat untuk mencari nafkah.</p>



<p>“Kami mencari uang sebagai biaya hidup keluarga. Kalau dilarang, kami harus berjualan dimana,&#8221; ujarnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218178</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Majapahit&#8217;s Warior Underwater dan Monumen Mas Bagus Wangsakarya Jadi Wisata Baru Snorkling Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/majapahits-warior-underwater-dan-monumen-mas-bagus-wangsakarya-jadi-wisata-baru-snorkling-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[majapahit’s]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[snorkling]]></category>
		<category><![CDATA[underwater]]></category>
		<category><![CDATA[wangsakarya]]></category>
		<category><![CDATA[warior]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215234</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Wisata Bahari Bangsring Underwater, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, kini terdapat ikon baru bernama Majapahit&#8217;s Warior Underwater, yang menyuguhkan wisata di bawah laut perairan setempat dan Monumen Mas Bagus Wangsakarya. Ikon baru inilah, yang oleh Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, dihadiri dan diluncurkan, Kamis (10/10/2024) tadi. Diketahui, bahwa Majapahit&#8217;s Warior Underwater berupa patung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Wisata Bahari Bangsring Underwater, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, kini terdapat ikon baru bernama Majapahit&#8217;s Warior Underwater, yang menyuguhkan wisata di bawah laut perairan setempat dan Monumen Mas Bagus Wangsakarya. Ikon baru inilah, yang oleh Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, dihadiri dan diluncurkan, Kamis (10/10/2024) tadi. Diketahui, bahwa Majapahit&#8217;s Warior Underwater berupa patung Gajahmada dan belasan prajurit Majapahit berserta gapuranya, yang dipasang di bawah laut dengan kedalaman sekitar 2,5 meter. Para wisatawan sendiri, bisa menikmati pemandangan patung-patung tersebut saat diving atau snorkling di perairan pantai di selat Bali itu.</p>



<p>&#8220;Ini adalah ikon spot tourism baru yang memang masih belum banyak ada di Jawa Timur,&#8221; kata Pj Gubernur Jatim.</p>



<p>Majapahit&#8217;s Warior Underwater dan Monumen Mas Bagus Wangsakarya, ujarnya, didukung Pemprov Jatim untuk diresmikan dalam rangkaian Hari Jadi ke-79 Jatim. Turut hadir juga dalam peresmian tersebut, Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, Konjen Jepang di Surabaya, Takeyama Kenichi dan jajaran pejabat Pemprov Jatim dan Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Pj Gubernur Adhy Karyono menjelaskan, bahwa patung-patung yang ditenggelamkan bukan sekadar fasilitas penunjang wisata, tapi sekaligus memiliki nilai edukasi sejarah. Itulah sebabnya, dipilih tema Kerajaan Majapahit sebagai diorama bawah laut.</p>



<p>&#8220;Bahwa Jawa Timur dikenal sebagai Bumi Majapahit, maka kami harus mewujudkan sesuatu yang yang betul-betul riil dengan adanya diorama patung yang bisa menggambarkan kejayaan Majapahit sebagai penguasa Nusantara pada zamannya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Penambahan atraksi wisata itu, kata Pj Gubernur Adhy, sekaligus mendorong kunjungan wisata ke Jatim, khususnya ke Banyuwangi. Apalagi, pariwisata di Jatim tengah bergeliat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Perlu diketahui, bahwa jumlah kunjungan wisatawan Jatim dari tahun 2023 sampai September 2024 meningkat sebesar 77,33 persen. Dan sektor ini, bisa membawa kekuatan ekonomi baru bagi kabupaten-kabupaten yang memiliki potensi wisata,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Dipilihnya Bangsring Underwater Banyuwangi sebagai tempat peletakan patung Majapahit&#8217;s Warior Underwater, juga bukan tanpa alasan. Menurut Adhy, pariwisata Banyuwangi merupakan salah satu penunjang pariwisata Jatim. &#8220;Perekonomian Banyuwangi juga ditopang dengan wisatanya. Sementara Pantai Bangsring, ini manajemennya bagus dan memang tempat yang betul-betul terkenal sebagai underwater,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, menambahkan bahwa selain Majapahit&#8217;s Warior Underwater, turut diresmikan juga monumen Mas Bagus Wangsakarya dalam kegiatan itu. Mas Bagus Wangsakarya atau yang dikenal sebagai Buyut Cungking, adalah tokoh Banyuwangi merupakan penasehat Prabu Tawangalun pada masa Kerjaaan Blambangan.</p>



<p>&#8220;Hari ini kita meresmikan dua monumen yang berarti bagi identitas sejarah kita. Peresmian Ini bukan sekedar acara simbolis, tapi juga merupakan langkah besar dalam memperkuat semangat persatuan kolaborasi dan memajukan sektor pariwisata,&#8221; tambah Sugirah.</p>



<p>Pihaknya berterima kasih kepada Pemprov Jatim, yang mendukung kemajuan pariwisata di Banyuwangi dengan persemaian tersebut. Kehadiran Majapahit&#8217;s Warior Underwater dan Monumen Mas Bagus Wangsakarya, diyakini, dapat mendorong kunjungan wisata di Pantai Bangsring Underwater agar makin meningkat.</p>



<p>Konjen Jepang di Surabaya, Takeyama Kenichi, menambahkan bahwa Banyuwangi merupakan salah satu daerah tujuan wisatawan asal Jepang di Indonesia. Salah satu destinasi tujuan utamanya adalah TWA Kawah Ijen. &#8220;Dengan ada spot ini, harapan kami wisatawan akan tambah satu hari atau satu malam untuk stay di sini untuk menikmati laut yang indah dan sekalian bisa mempelajari sejarah Indonesia, khususnya Majapahit,&#8221; katanya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215234</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tambah RTH di Simpang Gajahmada, DLH Kota Malang Bakal Lengkapi dengan Monumen Bola</title>
		<link>https://memontum.com/tambah-rth-di-simpang-gajahmada-dlh-kota-malang-bakal-lengkapi-dengan-monumen-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gajahmada]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212490</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, akan terus menambah dan memperindah kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Malang. Salah satunya, seperti yang berada di simpang Jalan Gajahmada, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kepala Bidang (Kabid) RTH DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan bahwa dengan penambahan RTH tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, akan terus menambah dan memperindah kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Malang. Salah satunya, seperti yang berada di simpang Jalan Gajahmada, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) RTH DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan bahwa dengan penambahan RTH tersebut nantinya tidak hanya memperindah saja, akan tetapi juga mencerminkan identitas Kota Malang sebagai kota olahraga. Karena akan dilengkapi dengan monumen bola.</p>



<p>“Jadi di simpang Jalan Gajahmada akan ada taman berbentuk segitiga yang ditanami berbagai jenis tanaman. Di tengah taman, akan ada monumen bola dengan dikeliling pagar berkonsep kolonial atau heritage,” ujar Laode, saat dihubungi Memontum.com, Kamis (01/08/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika pagar berkonsep kolonial tersebut akan semakin menguatkan karakter heritage Kota Malang. Pagar tersebut akan mengitari taman yang seluas 36,61 meter persegi dan monumen bola dengan lebar sekitar dua meter, serta tinggi 2,48 meter.</p>



<p>“Pengerjaannya sudah dimulai awal Juli dan diprediksi selesai akhir Agustus. Harapannya dengan adanya monumen yang kita bangun ini dapat menambah keindahan Kota Malang dan mengingatkan pada identitas kota yang terkenal dengan klub sepak bolanya, Arema,” jelasnya.</p>



<p>Diakhir, Laode juga mengatakan bahwa penambahan RTH tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu. Namun, karena keterbatasan anggaran maka pelaksanaannya ditunda hingga tahun ini.</p>



<p>“Sebenarnya ini ikut program di tahun lalu, tapi berhubung ada sedikit perubahan, masuknya di program tahun ini,” imbuh Laode. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212490</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satpol PP Pamekasan Tertibkan PKL di Kawasan Areal Monumen Arek Lancor</title>
		<link>https://memontum.com/satpol-pp-pamekasan-tertibkan-pkl-di-kawasan-areal-monumen-arek-lancor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jul 2024 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[lancor]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<category><![CDATA[tertibkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211446</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di area Monumen Arek Lancor Pamekasan, ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Jumat (05/07/2024) tadi. Penertiban itu dilakukan, karena sejumlah PKL berjualan serta parkir kendaraan di bahu jalan. Sehingga, mengganggu lalu lintas di area Monumen Arek Lancor. Kepala Satpol PP Pamekasan melalui Kepala Bidang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di area Monumen Arek Lancor Pamekasan, ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Jumat (05/07/2024) tadi. Penertiban itu dilakukan, karena sejumlah PKL berjualan serta parkir kendaraan di bahu jalan. Sehingga, mengganggu lalu lintas di area Monumen Arek Lancor.</p>



<p>Kepala Satpol PP Pamekasan melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Trantibum), Jonnaidi, mengatakan bahwa penertiban itu dilakukan sudah berulang kali. Penertiban sendiri, sesuai dengan amanat Perda 101 tahun 2022.</p>



<p>&#8220;Berdasarkan Perda yang ada, area Monumen Arek Lancor itu tidak termasuk dalam wilayah yang diizinkan untuk berdagang. Apalagi, keberadaan mereka telah menimbulkan kemacetan dan mengurangi kenyamanan masyarakat yang mengunjungi area,&#8221; katanya.</p>



<p>Jonnaidi menegaskan, pada petitum Perda tersebut, sejumlah area di Pamekasan diperbolehkan untuk PKL berjualan. Namun, lokasinya ditentukan agar tidak menggangu lalu lintas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dalam Perda PKL, telah ditentukan beberapa area yang diizinkan untuk berjualan. Antara lain seperti di Jalan Pintu Gerbang, Jalan Niaga dan Jalan Cokroaminoto,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Jonnaidi berharap, agar sejumlah PKL bisa pindah, sehingga tidak mengganggu lalu lintas. Apalagi, jalan raya di sekitar Monumen Arek Lancor, dalam waktu dekat bakal dilakukan pelebaran.</p>



<p>&#8220;Saran kami kepada para PKL, yaitu untuk berjualan di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan dalam Perda. Kami terus berjaga di area monumen untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas perdagangan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu PKL, M Rizki, menyebutkan jika pihaknya keberatan kalau dipindahkan. Dengan alasan, di lokasi berjualan sekarang jauh lebih menjanjikan.</p>



<p>&#8220;Kami keberatan, mas. Apalagi, ini sebagai mata pencaharian keluarga,&#8221; ujarnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211446</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ingatkan Disiplin dan Keselamatan Berkendara, Polresta Malang Kota Buat Monumen dari Knalpot Brong</title>
		<link>https://memontum.com/ingatkan-disiplin-dan-keselamatan-berkendara-polresta-malang-kota-buat-monumen-dari-knalpot-brong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Sep 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara,]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin,]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[knalpot]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198277</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 210 knalpot hasil penindakan knalpot brong dari Satlantas Polresta Malang Kota, telah dimanfaatkan menjadi sesuatu yang unik. Yaitu, dibentuk menjadi suatu Monumen Robot seperti dalam film Transformers yang mirip dengan tokoh Optimus Prime. Dan itu, telah terpasang di dekat pintu masuk Mabes Polresta Malang Kota, Sabtu (16/09/2023) tadi. Kasatlantas Polresta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 210 knalpot hasil penindakan knalpot brong dari Satlantas Polresta Malang Kota, telah dimanfaatkan menjadi sesuatu yang unik. Yaitu, dibentuk menjadi suatu Monumen Robot seperti dalam film Transformers yang mirip dengan tokoh Optimus Prime. Dan itu, telah terpasang di dekat pintu masuk Mabes Polresta Malang Kota, Sabtu (16/09/2023) tadi.</p>



<p>Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Akhmad Fani Rakhim, menyampaikan jika monumen tersebut diberi nama Monumen Disiplin. Tentu ada maksud dan tujuan dengan pemasangan monumen tersebut.</p>



<p>“Tujuan kita tentunya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan knalpot. Bahwasannya, penggunaan knalpot pada kendaraan harus memenuhi standar. Karena beberapa kali kami melakukan penindakan dan itu menemukan kendaraan yang tidak memenuhi standar,” ujar Kompol Fani.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya juga menyampaikan, jika ide awal pembuatan monumen tersebut yakni dari Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto. Tentu dalam pengerjaan monumen tersebut, melibatkan seniman Kota Malang, Firman.</p>



<p>“Idenya dari Pak Kapolresta sendiri, biar semua bisa saling mengingatkan terkait penggunaan knalpot yang sesuai standar. Pengerjaannya waktu itu tiga bulan. Monumen robot itu memiliki tinggi sekitar 2,5 meter dan lebar 1,5 meter,” tambahnya.</p>



<p>Ditambahkan, jika sementara ini monumen robot tersebut adalah yang pertama. Ke depan, pihaknya belum memiliki rencana konkret untuk memasang monumen serupa di tempat lain. Namun, Polresta Malang Kota berharap bahwa monumen tersebut dapat memberikan pesan yang kuat kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan keselamatan berkendara.</p>



<p>“Meskipun monumen robot ini terbuat dari hasil pelanggaran, tetapi ini menggambarkan bahwa dari hal-hal yang negatif, kita dapat memanfaatkannya untuk memberikan pesan positif kepada masyarakat,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198277</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenang Perjuangan, Monumen Pesawat Tempur Jenis MIG 17 FRESCO di Jalan Sultan Agung Kota Batu Dibersihkan</title>
		<link>https://memontum.com/kenang-perjuangan-monumen-pesawat-tempur-jenis-mig-17-fresco-di-jalan-sultan-agung-kota-batu-dibersihkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 10:07:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[agung]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dibersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[fresco]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jenis]]></category>
		<category><![CDATA[kenang]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sultan]]></category>
		<category><![CDATA[tempur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193136</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Monumen Pesawat Tempur jenis Mig 17 Fresco yang berada di kawasan Jalan Sultan Agung, Kota Batu, dibersihkan Anggota Skadron Teknik 022 Lanud Abdurahman Saleh-Malang. Komandan Skadron Teknik 022 TNI AU, Letkol Teknik Syaifudin Zuhri, menjelaskan pembersihan yang dilakukan ini merupakan kegiatan rutin untuk perawatan Monumen Pesawat. &#8220;Jadi, pembersihan Monumen Pesawat ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Monumen Pesawat Tempur jenis Mig 17 Fresco yang berada di kawasan Jalan Sultan Agung, Kota Batu, dibersihkan Anggota Skadron Teknik 022 Lanud Abdurahman Saleh-Malang.</p>



<p>Komandan Skadron Teknik 022 TNI AU, Letkol Teknik Syaifudin Zuhri, menjelaskan pembersihan yang dilakukan ini merupakan kegiatan rutin untuk perawatan Monumen Pesawat. &#8220;Jadi, pembersihan Monumen Pesawat ini bukan pertama kali dilakukan. Setelah berhenti karena sesuatu hal, lalu hari ini kita lakukan lagi. Hari ini Monumen Pesawat di Kota Batu, setelah kemarin kita juga melaksanakan di Kota Malang,&#8221; terangnya, Kamis (13/07/2023) sore.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan rangkaian Hari Bakti TNI AU pada tanggal 29 Juli 2023 mendatang. &#8220;Ini adalah wujud sinergitas antara TNI dengan Polri serta pemerintah dan aparatur. Di sisi lain, ini juga wujud bakti kepada masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengenai pesawat yang dijadikan monumen, Letkol Teknik Syaifudin menambahkan, bahwa pesawat tersebut pada dasarnya memiliki sejarah yang tinggi. Jenis pesawat tempur Mig 17 Fresco, ini pernah mencetak sejarah pada tahun 1960 sampai 1969 saat Operasi Trikora.</p>



<p>&#8220;Monumen Pesawat Tempur ini memiliki sejarah tinggi. Monumen ini dibangun pada 20 April 2015. Untuk itu, kami berharap semua termasuk masyarakat luas bisa menjaganya karena ikut dalam perjuangan bangsa ini,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193136</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penggeseran Monumen Tentara Genie Pelajar Tuai Kecaman, DLH Klaim Sesuai Prosedur</title>
		<link>https://memontum.com/penggeseran-monumen-tentara-genie-pelajar-tuai-kecaman-dlh-klaim-sesuai-prosedur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[genie]]></category>
		<category><![CDATA[kecaman]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[penggeseran]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sesuai]]></category>
		<category><![CDATA[Tentara]]></category>
		<category><![CDATA[tuai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192442</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penggeseran Monumen Tentara Genie Pelajar (TGP) yang berada di Jalan Semeru Kota Malang oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, menuai kecaman Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang. Itu karena, monumen tersebut diyakini sebagai peninggalan yang penuh dengan historis. Sekretaris TACB, Rakai Hino Galeswangi, menyampaikan jika monumen tersebut bernilai sejarah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penggeseran Monumen Tentara Genie Pelajar (TGP) yang berada di Jalan Semeru Kota Malang oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, menuai kecaman Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang. Itu karena, monumen tersebut diyakini sebagai peninggalan yang penuh dengan historis.</p>



<p>Sekretaris TACB, Rakai Hino Galeswangi, menyampaikan jika monumen tersebut bernilai sejarah. Karena pada zaman dahulu atau kala terjadi peperangan, ada nama-nama pahlawan yang telah gugur dan tertulis di dalam monumen tersebut.</p>



<p>“Hubungannya adalah dengan Monumen TGP yang berada di situ. Karena, nama-nama pahlawan yang gugur ada di sana. Menggeser monumen itu, sama saja mengxxxxxxi (sensor, red) kuburan kakeknya sendiri. Itu yang membuat saya emosi,” ujar Rakai, dengan nada tegas saat dihubungi, Selasa (04/07/2023) malam.</p>



<p>Dikatakan Rakai, bahwa dalih dari DLH Kota Malang jika menggeser Monumen TGP, itu karena bukan Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) dengan alasan belum memenuhi persyaratan usia 50 tahun, itu tidak bersifat kaku. &#8220;Apakah usia itu sebagai acuan? Saya bilang tidak, karena bendera Merah Putih yang dijahit Fatmawati untuk pengibaran di Pegangsaan, itu ketika ditetapkan cagar budaya usianya belum 50 tahun. Kenapa bisa ditetapkan? Karena, dia punya nilai penting. Nilai sejarah, pendidikan, patriotisme, kebangsaan dan macam macam. Sehingga, mengalahkan umur 50 tahun tersebut,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, pihaknya mengaku dibuat kaget dan kecewa lantaran DLH Kota Malang, menyebut sudah mendapatkan izin dari dua perwakilan keturunan para pejuang Monumen TGP. &#8220;Saya sebagai sejarawan, bukan sebagai TACB merasa tersinggung. Kok bisa, monumen ini punyanya keturunannya saja. Apakah monumen TGP ini punya hak milik atau sertifikat kepemilikan? Sehingga, bisa jadi acuan untuk memindah,” katanya.</p>



<p>Kemudian, dikatakan jika dinas terkait melakukan penggeseran untuk kemaslahatan masyarakat terkait dengan manuver kendaraan. Terlebih, imbas dari penerapan satu arah pada Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang.</p>



<p>Untuk saat ini, pihaknya menyarankan agar monumen tersebut tidak dilakukan pergeseran terlebih dahulu. Namun, akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk membahas masalah tersebut. Selain itu, juga menyarankan kepada para keturunan TGP untuk membuat petisi yang sudah ditandatangani.</p>



<p>“Yang jelas, saya menyarankan jangan dipindah dan menyarankan ke keturunan anak-anaknya untuk membuat petisi penolakan, mencabut yang kemarin disetujui dan ditandangani. Karena sudah tahu nilai historisnya dan merawat pentingnya monumen tersebut di masa depan. Nanti saya siap bertanggung jawab,” tegas Rakai.</p>



<p>Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan jika penggeseran Monumen TGP akan terus belanjut sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh Pemkot Malang selama 120 hari kerja atau empat bulan. &#8220;Semua pada awalnya sudah membuat kesepakatan bersama DLH. Jadi ada legal formalnya dan bahwasannya memang tidak mempermasalahkan penggeseran yang dimaksud, dengan catatan tidak boleh merubah bentuk monumennya,” imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192442</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
