<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Mortir &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mortir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:17:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Mortir &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Setelah Tersimpan 20 Tahun, Warga Bareng Serahkan Mortir ke Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/setelah-tersimpan-20-tahun-warga-bareng-serahkan-mortir-ke-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2021 04:47:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mortir]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Klojen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137915</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Petugas kepolisian yang berada di pos penjagaan Mapolsek Klojen dikejutkan dengan kedatangan dua orang yang membawa kardus berisikan mortir, Sabtu (27/3/2021) pukul 13.00. Hal itu dikarenakan keduanya membawa kardus sambil mengatakan kalau isinya mortir. Petugas Polsek Klojen segera melakukan pengamanan membawa mortir tersebut ke tempat yang aman. Baca juga: Mantan Pemain Timnas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Petugas kepolisian yang berada di pos penjagaan Mapolsek Klojen dikejutkan dengan kedatangan dua orang yang membawa kardus berisikan mortir, Sabtu (27/3/2021) pukul 13.00.</p>



<p>Hal itu dikarenakan keduanya membawa kardus sambil mengatakan kalau isinya mortir. Petugas Polsek Klojen segera melakukan pengamanan membawa mortir tersebut ke tempat yang aman.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/136460-mantan-pemain-timnas-putri-u-16-asal-malang-jadi-korban-kekerasan">Mantan Pemain Timnas Putri U-16 Asal Malang Jadi Korban Kekerasan</a></strong></p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa kedua pria tersebut bernama Fahrul Yunianto (43), warga Jalan Bareng Tenes IV, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang dan Muhammad Ibnu Faris (30), warga Jalan Sulfat, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing.</p>



<p>Ternyata mortir tersebut adalah mortir temuan 20 tahun lalu. Yakni ditemukan oleh orang tua Ibnu Faris. Ditemukan saat mengali tanah hingga diserahkan ke saudaranya dan disimpan di plafon rumah.</p>



<p>Mortir tersebut baru diketahui setelah Fahrul hendak merenovasi rumahnya. Mengetahui ada benda berbahaya di rumahnya, Fahrul pun menyerahkannya ke Polsek Klojen.</p>



<p>Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri membenarkan adanya peristiwa tersebut. &#8220;Kami berhati-hati, kemudian membawa kardus berisi mortir tersebut ke tempat yang aman,&#8221; ujar Kompol Nadzir, Minggu (28/3/2021) siang.</p>



<p>Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polresta Malang Kota dan peluru mortir lonjong dengan diameter 10 centimeter dan panjang 15 sudah dimusnahkan oleh tim penjinak bom.</p>



<p>&#8220;Kami hubungi tim penjinak bom. Pagi ini sudah dimusnahkan,&#8221; ujar Kompol Nafzir. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137915</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berangkat ke Sawah, Mahrus Nemu Bom Mortir</title>
		<link>https://memontum.com/berangkat-ke-sawah-mahrus-nemu-bom-mortir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2019 14:29:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mortir]]></category>
		<category><![CDATA[polsek bangil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102921-berangkat-ke-sawah-mahrus-nemu-bom-mortir</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Ketenangan warga Dusun Raci Timur,Desa Raci, Kecamatan Bangil,Kab.Pasuruan pada Kamis malam (26/12/2019) sekitar pukul 21.00 Wib geger, setelah ditemukan sebuah mortil yang diduga peninggalan perang dunia ke dua. Muasal ditemukannya mortir tersebut, seperti yang diceritakan oleh Tomo (40) warga setempat. &#8220;Rabu pagi (25/12/2019) Mahrus (36) warga setempat seperti biasa hendak menyemprot rumput [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Ketenangan warga Dusun Raci Timur,Desa Raci, Kecamatan Bangil,Kab.Pasuruan pada Kamis malam (26/12/2019) sekitar pukul 21.00 Wib geger, setelah ditemukan sebuah mortil yang diduga peninggalan perang dunia ke dua. Muasal ditemukannya mortir tersebut, seperti yang diceritakan oleh Tomo (40) warga setempat.</p>
<p>&#8220;Rabu pagi (25/12/2019) Mahrus (36) warga setempat seperti biasa hendak menyemprot rumput diarea persawahan miliknya.Kemudian ia menemukan benda aneh,namun olehnya (Mahrus) membiarkannya dan tetap melanjutkan pekerjaan.</p>
<p>Sehari kemudian (Kamis, 26/12/2019) saat hendak ke sawah lagi benda tersebut masih tergeletak di sawahnya. Karena khawatir, kemudian pada malam harinya penemuan tersebut dilaporkan.</p>
<p>&#8220;Setelah kami lakukan pengecekan dilapangan ternyata benda tersebut adalah mortil, kami pun langsung melanjutkan laporan ke Mapolsek Bangil,&#8221; kenang Tomo yang merupakan kepala desa terpilih.</p>
<p>Mendapati laporan penemuan bahan peledak, petugas Polsek Bangil bersama anggota Koramil Bangil mendatangi lokasi penemuan dan mensterilkan lokasi. Menurut Kapolsek Bangil Kompol Eko Hari,&#8221; evakuasi mortir akan kami lakukan pada hari ini (Jumat,27/12/2019),&#8221; tegasnya.</p>
<p>&#8220;Dari hasil koordinasi pihak terkait, evakuasi terhadap benda yang diduga kuat adalah bom (mortir) tersebut kami lakukan pada pagi hari. Hal ini untuk meminimalisir adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Selama 1 malam, petugas dibantu oleh masyarakat setempat mengamankan lokasi tersebut. Saat ini (Jumat pagi, 27/12) tim dari TNI-Polri masih melakukan evakuasi mortir yang dimaksud,&#8221;pungkas Kapolsek Bangil. <strong>(hen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102921</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
