<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Mrs X &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mrs-x/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jan 2020 14:38:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Mrs X &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wanita Hangus Terbakar Mirip Rosidah Warga Papring Kalipuro</title>
		<link>https://memontum.com/wanita-hangus-terbakar-mirip-rosidah-warga-papring-kalipuro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2020 14:38:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Mrs X]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kabat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104885-wanita-hangus-terbakar-mirip-rosidah-warga-papring-kalipuro</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Polresta Banyuwangi bergerak cepat untuk mengungkap siapa pelaku pembakaran Mrs X yang ditemukan warga di Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Sabtu (25/01/2020) siang. Bahkan, untuk mengungkap siapa Mrs X tersebut, Reskrim Polresta Banyuwangi terus menggali informasi, dari berbagai masyarakat. Kabar yang beredar, Mrs X yang ditemukan warga dalam keadaan menggemparkan dengan tubuh gosong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Polresta Banyuwangi bergerak cepat untuk mengungkap siapa pelaku pembakaran Mrs X yang ditemukan warga di Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Sabtu (25/01/2020) siang.</p>
<p>Bahkan, untuk mengungkap siapa Mrs X tersebut, Reskrim Polresta Banyuwangi terus menggali informasi, dari berbagai masyarakat.</p>
<p>Kabar yang beredar, Mrs X yang ditemukan warga dalam keadaan menggemparkan dengan tubuh gosong diduga akibat dibakar, sedikit mulai terkuak.</p>
<p>Ada kemiripan korban dengan Rosidah warga Lingkungan Papring, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, dikabarkan sudah dua hari meninggalkan rumah.</p>
<p>Bahkan sepatu sandal yang dipakai Rosidah saat foto di Jembatan ada kemiripan dengan sepatu sandal yang ditemukan dilokasi kejadian.</p>
<p>Informasi yang dihimpun Memontum.com atas informasi ini, Satreskrim Polresta Banyuwangi langsung bergerak menuju Papring, untuk mengungkap Mrs X tersebut.</p>
<p>Sementara Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasatreskrim AKP Moh Solikin Fery mengatakan, untuk saat ini pihaknya untuk mengungkap kasus ini masih mengumpulkan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.</p>
<p>&#8220;Kami mengumpulkan barang bukti yang ada di TKP, seperti sepasang sandal korban, jam tangan rusak, kancing, dan helm INK warna Pink,&#8221; kata AKP Moh Solikin Fery.</p>
<p>Terkait ada kemiripan sandal yang dipakai Rosidah, AKP. Moh. Solikin Fery mengatakan pihaknya masih mendalami petunjuk foto yang saat ini beredar.</p>
<p>&#8220;Kami masih mendalami petunjuk foto itu,&#8221; ujar Kasatreskrim Polresta Banyuwangi.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://banyuwangi.memontum.com/1257-banyuwangi-gempar-gadis-hangus-terbakar-diduga-korban-pembunuhan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Banyuwangi Gempar! Wanita Hangus Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan</a></p>
<p>Menurut Fikri, warga Papring, Kalipuro mengatakan, barang bukti berupa helm dan sandal warna coklat, ada kemiripan dengan sandal milik Rosidah.</p>
<p>&#8220;Sandal yang ditemukan dilokasi ditemukan mayat itu, mirip dengan sandal yang dipakai Rosidah. Ada kabar, kalau Rosidah itu tidak pulang selama dua hari,&#8221; ujar Fikri.<strong> (ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104885</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mutilasi Pasar Besar, Gagal Bersetubuh, Sugeng Gorok Leher Korban</title>
		<link>https://memontum.com/mutilasi-pasar-besar-gagal-bersetubuh-sugeng-gorok-leher-korban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 May 2019 11:03:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mrs X]]></category>
		<category><![CDATA[mutilasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 338]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/84598-mutilasi-pasar-besar-gagal-bersetubuh-sugeng-gorok-leher-korban</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tersangka pembunuhan dan mutilasi, Sugeng Santoso (49) warga warga Jodipan Gang III, Kota Malang, Senin (20/5/2019) siang, akhirnya dirilis di Polres Malang Kota. Ternyata, korban tewas akibat dibunuh Sugeng dengan cara digorok setelah menolak diajak bersetubuh. Bahkan sebelum digorok, korban sempat kritis karena pendarahan hebat pada anus dan kelaminya. Hal itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tersangka pembunuhan dan mutilasi, Sugeng Santoso (49) warga warga Jodipan Gang III, Kota Malang, Senin (20/5/2019) siang, akhirnya dirilis di Polres Malang Kota. Ternyata, korban tewas akibat dibunuh Sugeng dengan cara digorok setelah menolak diajak bersetubuh.</p>
<p>Bahkan sebelum digorok, korban sempat kritis karena pendarahan hebat pada anus dan kelaminya. Hal itu setelah Sugeng memasukan kepalan tangannya ke kelamin dan anus korban. Untuk menghentikan pendarahan itu, Sugeng kemudian menyumpal anus korban dengan kain dan melakban kelamin korban. Tak kalah sadis, Sugeng menatto kaki korban menggunakan jarum sol sepatu , saat korban dalam kondisi pingsan akibat pendarahan.</p>
<p>Dari hasil pengembangan dan penyelidikan petugas, bahwa pertemuan Sugeng dengan korban terjadi pada 7 Mei 2019 di Jl Laksamana Martadinata. Kepada petugas, Sugeng mengaku kalau saat itu korban sempat meminta uang. Namun karena tidak memiliki uang, Sugeng kemudian memberinya nasi bungkus untuk makan siang.</p>
<p>Usai makan, Sugeng sempat memasukan tangannya ke dalam celana dalam korban. Begitu juga dengan korban yang membalas dengan memegang kelamin Sugeng. Hal itu membuat Sugeng ingin berhubungan badan hingga mengajak korban ke Lantai 2 Pasar Besar. Namun saat akan berhubungan intim, kelamin Sugeng tidak bisa ereksi.</p>
<p>&#8220;Korban saat itu sempat mengatakan kalau sedang sakit,&#8221; ujar Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH. Karena burungnya tidak bisa ereksi, membuat Sugeng merasa frustasi. Dia kemudian memasukan kepalan tangannya ke vagina dan anus korban hingga masuk sampai pergelangan tangan.</p>
<p>Hal itu membuat korban kesakitan, pendarahan dan pingsan. Mengetahui korbannya pingsan, Sugeng kemudian melakban vagina dan memasukan kaos ke dalam anus korban. &#8220;Dalam kondisi pingsan, kaki korban di tatto oleh Sugeng menggunakan jarum sol sepatu,&#8221; ujar AKBP Asfuri.</p>
<p>Usai menyiksa, Sugeng pergi meninggalkan korban yang sedang pingsan. Baru tanggal 8 Mei pukul 01.30, Sugeng kembali ke lokasi. &#8220;Saat itu korban masih hidup. Korban dibunuh dengan cara lehernya digorok menggunakan gunting,&#8221; ujar AKBP Asfuri.</p>
<p>Kepala korban terputus dari badannya. Karena kamar mandi terlalu sempit, Sugeng memotong kedua tangan dan kaki korban. Karena takut ketahuan, Sugeng menyembunyikan potongan kepala, tangan dan kaki korban di tumpukan sampah.</p>
<p>&#8221; Ahli Psikologi telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Tersangka bisa menutupi perbuatannya. Saat melakukan aksinya Sugeng tidak dalam gangguan berfikir. Sugeng dalam kondisi normal dan juga bisa berbohong,&#8221; ujar AKBP Asfuri.</p>
<p>Atas perbuatannya itu, Sugeng terancam 15 tahun penjara. &#8221; Tersangka kami kenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Saat ini kami masih tetap mencari identitas korban,&#8221; ujar AKBP Asfuri.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mayat perempuan korban pembunuhan ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang Jl Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5/2019) pukul 13.30. Sepasang kaki dan sepasang tangan ditemukan di bawah tangga, badan ditemukan di kamar mandi dan kepala ditemukan dalam bungkus kresek hitam di bawah tangga.</p>
<p>Petugas Polsekta Klojen dan Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan dan membawa potongan tubuh korban ke kamar mayat RSSA Malang. Kondisi Mrs X belum bisa dikenali dikarenakan kondisinya sudah membusuk. Diperkirakan umur wanita tersebut kisaran 30 tahun.</p>
<p>Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa lokasi kejadian lantai 2 Pasar Besar Kota Malang adalah bekas bangunan Matahari Plaza. Namun sejak Matahari Plaza berpindah, lokasi tersebut tidak terawat dan tampak kotor.</p>
<p>Petugas Polres Malang Kota akhirnya berhasil menangkap pelaku mutilasi Pasar Besar, pada Rabu (15/5/2019) sore. Pelaku bernama Sugeng (49) warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dia ditangkap saat sedang tiduran di depan area Persemayaman Panca Budi Jl Laksamana Martadinata. Kepada petugas, Sugeng mengaku kalau korban sudah terlebih dahulu meninggal baru 3 hari kemudian dimutilasi atas bisikan-bisikan gaib.</p>
<p>Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH, pukul 19.45, mengatakan bahwa pihaknya sudah berhasil mengamankan orang yang diduga sebagai pelakunya. &#8221; Berawal dari tulisan di kaki korban ada nama Sugeng. Anggota kemudian mencari nama Sugeng yang sering datang ke Pasar Besar,&#8221; ujar AKBP Asfuri.<strong> (gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84598</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mutilasi Pasar Besar, Identitas Korban Masih Misteri</title>
		<link>https://memontum.com/mutilasi-pasar-besar-identitas-korban-masih-misteri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2019 14:49:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[Mrs X]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/84235-mutilasi-pasar-besar-identitas-korban-masih-misteri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meskipun petugas Polres Malang Kota sudah berhasil mengungkap pelakunya dan menangkap Sugeng (49) warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, namun kasus ini masih meninggalkan tanda tanya. Siapa identitas korban yang telah dimutilasi oleh Sugeng di Pasar Besar? Sebab saat ditangkap pada Rabu (15/5/2019) sore di kawasan Jl Laksamana Marradinata, Sugeng mengaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meskipun petugas Polres Malang Kota sudah berhasil mengungkap pelakunya dan menangkap Sugeng (49) warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, namun kasus ini masih meninggalkan tanda tanya.</p>
<p>Siapa identitas korban yang telah dimutilasi oleh Sugeng di Pasar Besar? Sebab saat ditangkap pada Rabu (15/5/2019) sore di kawasan Jl Laksamana Marradinata, Sugeng mengaku tidak kenal dengan korbannya. Sugeng hanya mengatakan kalau korban dikenal di jalan depan Klengteng Eng An Kiong</p>
<div id="attachment_26625" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/hukrim.memontum.com/wp-content/uploads/sites/2/2019/05/IMG-20190515-WA0187-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-26625" decoding="async" src="https://i0.wp.com/hukrim.memontum.com/wp-content/uploads/sites/2/2019/05/IMG-20190515-WA0187-copy.jpg?resize=650%2C838&#038;ssl=1" alt="Sketsa wajah korban mutilasi" width="650" height="838" class="size-full wp-image-26625" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-26625" class="wp-caption-text"><strong> Sketsa wajah korban mutilasi</strong></p></div>
<p>. &#8221; Pelaku mengaku kalau hanya kenal di jalan 9 hari lalu. Saat berkenalan, korban tidak menyebut namanya hanya menyebut daerah asal Maluku,&#8221; ujar AKBP Asfuri.Tentunya pihaknya bakal terus melakukan pendalaman-pendalaman termasuk mengungkap siapa sosok korban yang telah dibunuh oleh Sugeng.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mayat perempuan korban pembunuhan ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang Jl Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5/2019) pukul 13.30. Sepasang kaki dan sepasang tangan ditemukan di bawah tangga, badan ditemukan di kamar mandi dan kepala ditemukan dalam bungkus kresek hitam di bawah tangga.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/26614-mutilasi-pasar-besar-pelaku-ngaku-dapat-bisikan-gaib" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Mutilasi Pasar Besar, Pelaku Ngaku Dapat Bisikan Gaib</a></p>
<p>Petugas Polsekta Klojen dan Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan dan membawa potongan tubuh korban ke kamar mayat RSSA Malang. Kondisi Mrs X belum bisa dikenali dikarenakan kondisinya sudah membusuk. Diperkirakan umur wanita tersebut kisaran 30 tahun.</p>
<p>Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa lokasi kejadian lantai 2 Pasar Besar Kota Malang adalah bekas bangunan Matahari Plaza. Namun sejak Matahari Plaza berpindah, lokasi tersebut tidak terawat dan tampak kotor.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84235</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mutilasi Pasar Besar, Pelaku Ngaku Dapat Bisikan Gaib</title>
		<link>https://memontum.com/mutilasi-pasar-besar-pelaku-ngaku-dapat-bisikan-gaib</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2019 14:25:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mrs X]]></category>
		<category><![CDATA[mutilasi]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=84225</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Polres Malang Kota akhirnya berhasil menangkap pelaku mutilasi Pasar Besar, pada Rabu (15/5/2019) sore. Pelaku bernama Sugeng (49) warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dia ditangkap saat sedang tiduran di depan area Persemayaman Panca Budi Jl Laksamana Martadinata. Kepada petugas, Sugeng mengaku kalau korban sudah terlebih dahulu meninggal baru 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Polres Malang Kota akhirnya berhasil menangkap pelaku mutilasi Pasar Besar, pada Rabu (15/5/2019) sore. Pelaku bernama Sugeng (49) warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dia ditangkap saat sedang tiduran di depan area Persemayaman Panca Budi Jl Laksamana Martadinata. Kepada petugas, Sugeng mengaku kalau korban sudah terlebih dahulu meninggal baru 3 hari kemudian dimutilasi atas bisikan-bisikan gaib.</p>
<p>Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH, pukul 19.45, mengatakan bahwa pihaknya sudah berhasil mengamankan orang yang diduga sebagai pelakunya. &#8221; Berawal dari tulisan di kaki korban ada nama Sugeng. Anggota kemudian mencari nama Sugeng yang sering datang ke Pasar Besar,&#8221; ujar AKBP Asfuri.</p>
<div id="attachment_84227" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0181-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-84227" decoding="async" class="size-full wp-image-84227" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0181-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Pelaku yang mengaku Sugeng Santoso. (istimewa)" width="650" height="333" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0181-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0181-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0181-copy.jpg?resize=600%2C307&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0181-copy.jpg?resize=200%2C102&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-84227" class="wp-caption-text"><strong>Pelaku yang mengaku Sugeng Santoso. (istimewa)</strong></p></div>
<p>Selain itu juga dari olah TKP dan pengeragan anjing pelacak. &#8221; Dari anjing pelacak mencari jejak pelaku dari baju yang berada di TKP. Anjing K9 melakukan penyisiran hingga berada di depan tempat persemayaman Jl Laksamana Martadinata. Petugas terus melakukan penyelidikan di sekitaran klenteng hingga akhirnya mendapati orang yang sedang tiduran di sekitaran persemayaman di Jl Laksamana Martadinata. Anggota memanggil nama Sugeng, dan kemudian orang itu menjawab,&#8221; ujar AKBP Asfuri.</p>
<p>Kepada petugas Sugeng mengaku bahwa 9 hari lalu dia berkenalan dengan seorang wanita di depan Klenteng Jl Martadinata.</p>
<div id="attachment_84253" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0187-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-84253" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0187-copy.jpg?resize=650%2C838&#038;ssl=1" alt="Sketsa wajah korban mutilasi" width="650" height="838" class="size-full wp-image-84253" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0187-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0187-copy.jpg?resize=233%2C300&amp;ssl=1 233w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0187-copy.jpg?resize=600%2C774&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190515-WA0187-copy.jpg?resize=200%2C258&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-84253" class="wp-caption-text"><strong>Sketsa wajah korban mutilasi</strong></p></div>
<p>&#8221; Sugeng mengaku kalau wanita itu tidak menyebut nama hanya menyebut asal Maluku. Dia mengaku kalau korban dalam kondisi sakit hingga pukul 17.00, diajak ke Pasar Besar. Dia mengaku kalau korban kemudian meninggal. Baru 3 hari kemudian melakukan mutilasi,&#8221; ujar AKBP Asfuri.</p>
<p>Petugas terus melakukan pendalaman, dikarenakan Sugeng mengaku kalau dirinya memutilasi atas perintah korban sebelum meninggal dan bisikan-bisikan misterius yang terus mengiang di telinganya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84225</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mutilasi Pasar Besar, Anjing K9  Endus Jejak Pelaku</title>
		<link>https://memontum.com/mutilasi-pasar-besar-anjing-k9-endus-jejak-pelaku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2019 14:04:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mrs X]]></category>
		<category><![CDATA[mutilasi]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/84223-mutilasi-pasar-besar-anjing-k9-endus-jejak-pelaku</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Inafis Polres Malang Kota dan Inafis Polda Jatim , Rabu (15/5/2019) siang kembali melakukan penyelidikan di Pasar Besar Lantai 2 Jl Pasar Besar, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Begitu juga unit K9 Polres Malang Kota menerjunkan anjing pelacaknya untuk mengendus keberadaan pelaku. Ada beberapa baju termasuk baju yang diduga milik korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Inafis Polres Malang Kota dan Inafis Polda Jatim , Rabu (15/5/2019) siang kembali melakukan penyelidikan di Pasar Besar Lantai 2 Jl Pasar Besar, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Begitu juga unit K9 Polres Malang Kota menerjunkan anjing pelacaknya untuk mengendus keberadaan pelaku.</p>
<p>Ada beberapa baju termasuk baju yang diduga milik korban dan baju yang diduga milik pelaku, pada Rabu siang kemarin dibawa kembali oleh petugas ke lokasi. Anjing pelacak betina bernama Zaira langsung mencari jejak bau pelaku dari baju dan sandal yang diduga milik pelaku.</p>
<p>&#8220;Jejak bisa hilang kena hujan, namun bau ini tebal. Bau dari sandal dan baju. Diduga pelaku sering datang ke lokasi. Pelaku tahu betul lokasi,&#8221; ujar Aiptu Imam M, Kanit K9 Polres Malang Kota. Anjing pelacak semula berputar-putar di sekitaran toilet mushola yang sudah lama tidak terpakai. Kemudian anjing k9 tersebut turun menuju Jl Prof M Yamin masuk ke Gang Garuda tembes ke Jl Martadinata. Anjing tersebut baru berhenti di depan BRI Jl Martadinata.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mayat perempuan korban pembunuhan ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang Jl Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5/2019) pukul 13.30. Sepasang kaki dan sepasang tangan ditemukan di bawah tangga, badan ditemukan di kamar mandi dan kepala ditemukan dalam bungkus kresek hitam di bawah tangga.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/26578-wanita-dibunuh-dipotong-6-bagian-dibuang-di-pasar-besar-kota-malang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Wanita Dibunuh, Dipotong 6 Bagian, Dibuang di Pasar Besar Kota Malang</a></p>
<p>Petugas Polsekta Klojen dan Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan dan membawa potongan tubuh korban ke kamar mayat RSSA Malang. Kondisi Mrs X belum bisa dikenali dikarenakan kondisinya sudah membusuk. Diperkirakan umur wanita tersebut kisaran 30 tahun.</p>
<p>Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa lokasi kejadian lantai 2 Pasar Besar Kota Malang adalah bekas bangunan Matahari Plaza. Namun sejak Matahari Plaza berpindah, lokasi tersebut tidak terawat dan tampak kotor.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84223</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Politikus Sibuk Kampanye, Mbah Hanifa Tewas di Emperan Toko</title>
		<link>https://memontum.com/politikus-sibuk-kampanye-mbah-hanifa-tewas-di-emperan-toko</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2019 12:24:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mrs X]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76344-politikus-sibuk-kampanye-mbah-hanifa-tewas-di-emperan-toko</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hanifa (66) warga Resa Jetis, Kecamatan Keraton, Kabupaten Pasuruan, Jumat (1/2/2019) pukul 05.30, ditemukan tewas di emperan toko Rukun Jaya Jl LA Sucipto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Awalnya , jenazah Hanifa tanpa identitas. Bahkan hingga tiba di kamar mayat RSSA Malang, statusnya masih Mrs X. Namun setelah petugas Inafis Polres Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Hanifa (66) warga Resa Jetis, Kecamatan Keraton, Kabupaten Pasuruan, Jumat (1/2/2019) pukul 05.30, ditemukan tewas di emperan toko Rukun Jaya Jl LA Sucipto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>
<p>Awalnya , jenazah Hanifa tanpa identitas. Bahkan hingga tiba di kamar mayat RSSA Malang, statusnya masih Mrs X. Namun setelah petugas Inafis Polres Malang Kota melakukan pengecekan sidik jari, identitasnya baru diketahui.</p>
<p>Informasi Memontum, memyebutkan bahwa pagi itu Misdi (48) warga Kampung Krejeng, Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, curiga dengan kondisi Hanifa yang tengkurap di teras toko.</p>
<p>Misdi kemudian menghentikan langkah kakinya dan memilih memeriksa kondisi Hanifa yang pagi itu terlihat memakai baju ungu. Misdi mencoba membangunkannya, namun Hanifa tetap tidak bangun. Misdi kemudian memegang kaki Hanifa hingga diketahui kondisinya sudah dingin dan kaku.</p>
<p>Oleh Karena itu, Misdi meminta tolong warga sekitar hingga banyak yang berdatangan ke lokasi. Setelah dipastikan kondisi meninggal, kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Blimbing.</p>
<p>Saat itu sama sekali tidak ada identitas yang melekat pada tubuh Hanifa hingga sempat menyandang status Mrs X. Jenazahnya kemudian dievakuasi dibawa ke.kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>&#8221; Kami masih melakukan penyelidikan. Jenazahnya kini sudah dibawa ke kamar mayat RSSA Malang,&#8221; ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Marhaeni. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76344</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mayat Wanita Baju Kuning Pantai Paseban Itu, Orang Ber-KTP Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/mayat-wanita-baju-kuning-pantai-paseban-itu-orang-ber-ktp-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2019 15:57:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Mrs X]]></category>
		<category><![CDATA[pantai paseban]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek kencong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/74556-mayat-wanita-baju-kuning-pantai-paseban-itu-orang-ber-ktp-lumajang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Belum sampai 1 x 24 jam, Senin (21/1 /2019) siang, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi nama mayat wanita berbaju kuning yang ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Paseban Kecamatan Kencong tadi siang. Mayat wanita bernama Idayati (42) warga Jalan Dr Soetomo, Kabupaten Lumajang. Mayat diketahui identitasnya setelah pihak inafis Polres Jember bersama Polsek Kencong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Belum sampai 1 x 24 jam, Senin (21/1 /2019) siang, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi nama mayat wanita berbaju kuning yang ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Paseban Kecamatan Kencong tadi siang.</p>
<p>Mayat wanita bernama Idayati (42) warga Jalan Dr Soetomo, Kabupaten Lumajang. Mayat diketahui identitasnya setelah pihak inafis Polres Jember bersama Polsek Kencong mencermati &#8220;ciri otentik&#8221; di tubuh korban.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-74576" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Mayat Wanita Baju Kuning Pantai Paseban Itu, Orang Ber-KTP Lumajang" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Diberitakan sebelumnya, mayat wanita setengah telanjang ditemukan Bambang (50) warga Dusun Meleman Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, seorang pencari barang bekas atau pemulung.</p>
<p>Korban ditemukan Bambang di sebuah Tumpukan sampah dengan kondisi setengah telanjang, Korban tidak memakai pakaian bawah (Celana atau Rok) dan badan posisi telungkup. Tidak ada identitas yang dibawa korban.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/23773-siapa-mayat-wanita-berbaju-kuning-pantai-paseban" target="_blank" rel="noopener">Siapa Mayat Wanita Berbaju Kuning Pantai Paseban?</a></p>
<p>Guna mengetahui sebab kematian korban, pihak Polsek Kencong membawa jenazah ke RS Dokter Soebandi. Setelah mendapat mengetahui identitas korban. Pihak kepolisian akan memintai keterangan anggota keluarganya untuk mendapat petunjuk.</p>
<p>Hingga kini, pihak kepolisian belum memberi keterangan resmi terkait kasus mayat Idayati. Sebab kematian korban juga masih terus diselidiki petugas. <strong>(yud/oso)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">74556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nelayan Pantai Bomo Temukan Mrs X Mengapung di Tengah Laut</title>
		<link>https://memontum.com/nelayan-pantai-bomo-temukan-mrs-x-mengapung-di-tengah-laut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2018 13:28:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Mrs X]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Bomo]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Rogojampi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/54189-nelayan-pantai-bomo-temukan-mrs-x-mengapung-di-tengah-laut</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pantai Bomo mendadak gempar, adanya kabar ditemukannya Mrs X yang mengapung di pantai Bomo, Kecamatan Rogojampi, Minggu (2/9/2018) siang. Boamin (55) warga Dusun Krajan, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, pekerjaan sehari-hari sebagai nelayan ini, saat itu sedang menjalankan rutinitasnya mencari ikan. Sekitar pukul 10.00 Wib. Boamin berniat pulang, namun sesampainya di dekat teluk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pantai Bomo mendadak gempar, adanya kabar ditemukannya Mrs X yang mengapung di pantai Bomo, Kecamatan Rogojampi, Minggu (2/9/2018) siang.</p>
<p>Boamin (55) warga Dusun Krajan, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, pekerjaan sehari-hari sebagai nelayan ini, saat itu sedang menjalankan rutinitasnya mencari ikan.  Sekitar pukul 10.00 Wib. Boamin berniat pulang, namun sesampainya di dekat teluk Sembulungan yang masuk Kecamatan Muncar, melihat sosok manusia mengapung. Ciri-ciri Mrs. X, bertubuh kurus, memakai celana warna hitam, kaos warna merah.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/hukrim.memontum.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/09/IMG-20180902-WA0030-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-19060" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Setelah didekati, ternyata sosok wanita yang sudah tidak bernyawa,&#8221;terang Kapolsek Rogojampi, Kompol. Suhariyono, Minggu (2/9) siang. Setelah itu, lanjut Kapolsek Rogojampi Boamin membawa sosok manusia berjenis kelamin perempuan itu menuju pantai Bomo, dan selanjutnya melaporkan penemuan ini ke Polsek Rogojampi.</p>
<p>&#8220;Oleh saksi, Mrs X itu dibawa ke pantai Bomo, dan saksi langsung melaporkan atas temuan tersebut,&#8221;kata Kapolsek Rogojampi.</p>
<p>Setelah, itu lanjutnya, pihaknya membawa Mrs.X ini ke Puskesmas Badean untuk dilakukan visum.</p>
<p>&#8220;Hasil pemeriksaan diperoleh, mulut berbusa, di sekujur tubuh tidak ada tanda-tanda tindakan kekerasan,  tidak ada fases (tinja) pada dubur, dan  perut kembung air laut,&#8221;paparnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Kapolsek Rogojampi Kompol Suhariyono mengatakan, diperkirakan usia Mrs. X ini berkisar 20 &#8211; 30 tahun. Berperawakan kurus dengan menggunakan celana warna hitam dan kaos merah tua.</p>
<p>&#8220;Korban mempergunakan celana dalam warna hitam dan BH warna krem, usainya kira-kira antara 20 &#8211; 30 tahun,&#8221;tandasnya. <strong>(gus/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">54189</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mrs X Jl Karya Timur Diketahui Identitasnya</title>
		<link>https://memontum.com/mrs-x-jl-karya-timur-diketahui-identitasnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2018 13:15:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mrs X]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/47438-mrs-x-jl-karya-timur-diketahui-identitasnya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mayat wanita yang ditemukan di Sungai Jl Karya Timur, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, akhirnya diketahui identitasnya pada Senin (16/7/2018) malam. Yakni bernama Yeni Rahmawati (34) warga Jl Karya Barat, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Mayat tersebut dikenali dari tahi lalat dan gigi tengah yang rusak. Menurut Rosna, ibu korban, saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mayat wanita yang ditemukan di Sungai Jl Karya Timur, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, akhirnya diketahui identitasnya pada Senin (16/7/2018) malam. Yakni bernama Yeni Rahmawati (34) warga Jl Karya Barat, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>
<p>Mayat tersebut dikenali dari tahi lalat dan gigi tengah yang rusak. Menurut Rosna, ibu korban, saat dihubungi wartawan melalui ponselnya mengatakan bahwa biasanya anaknya sering keluar rumah mengunjungi kerabatnya di kawasan Muharto. </p>
<p>Namun kali ini anaknya lama tidak pulang dan tidak ada juga di rumah keluarga di Jl Muharto. &#8221; Biasanya pergi ke rumah keluarga di Jl Muharto.  Memang sering begitu terkadang sampai 10 hari. . Ini saya memdapat kabarnkalau ada penemuan mayat dengan ciri-ciri tahu lalatbdi leher  serta gihi rusak di bagian atas tengah,&#8221; ujar Rosna. </p>
<p><strong>Baca Juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/17180-mayat-wanita-muncul-di-sungai-jl-karya-timur" rel="noopener" target="_blank">Mayat Wanita Muncul di Sungai Jl Karya Timur</a></p>
<p>Kapolsekta Blimbing Kompol Slamet Riyadi mengatakan bahwa setelah dicocokan ciri-cirinya identik. &#8220;Korban memiliki riwayat sakit epilepsi. Tidak ada tanda -tanda kekerasan,&#8221; ujar Kompol Slamet.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, sesosok mayat wanita dalam kondisi membusuk ditemukan di sungai bawah jembatan Jl Karya Timur, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (16/7/2018) sekitar pukul 16.00. jenazahnya kemudian dievakuasi dibawa ke kamar.mayat RSSA Malang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">47438</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
