<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mtqmn &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mtqmn/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Aug 2019 12:11:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mtqmn &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>UB Kembali Raih Runner Up MTQMN, Raih 63 poin</title>
		<link>https://memontum.com/ub-kembali-raih-runner-up-mtqmn-raih-63-poin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Aug 2019 12:11:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[mtqmn]]></category>
		<category><![CDATA[runnerup]]></category>
		<category><![CDATA[universitasbrawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89707-ub-kembali-raih-runner-up-mtqmn-raih-63-poin</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim Kafilah Universitas Brawijaya (UB) berhasil meraih juara umum kedua pada kompetisi dua tahunan Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) ke-XVI di di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Minggu-Sabtu (27/7-3/8/2019). Dalam 16 cabang yang dilombakan, UB meraih 63 poin, hanya terpaut satu poin dari Universitas Negeri Malang (UM), yang berada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Tim Kafilah Universitas Brawijaya (UB) berhasil meraih juara umum kedua pada kompetisi dua tahunan Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) ke-XVI di di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Minggu-Sabtu (27/7-3/8/2019). Dalam 16 cabang yang dilombakan, UB meraih 63 poin, hanya terpaut satu poin dari Universitas Negeri Malang (UM), yang berada dalam satu wilayah Kota Malang.</p>
<p>Tentunya, perolehan kedua delegasi Kota Malang ini menjadikan kebanggaan tersendiri, lantaran mampu menggungguli UGM 41 poin, UI 38 poin, serta Unand dan UNP 36 poin, yang masuk 5 besar, dari 230 perguruan tinggi se-Indonesia.</p>
<div id="attachment_89709" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-89709" decoding="async" class="size-full wp-image-89709" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9122-copy.jpg?resize=650%2C433&#038;ssl=1" alt="Penyambutan dan pengalungan bunga kafilah UB oleh Rektor UB Nuhfil Hanani. (rhd)" width="650" height="433" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9122-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9122-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9122-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9122-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9122-copy.jpg?resize=270%2C180&amp;ssl=1 270w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-89709" class="wp-caption-text"><strong>Penyambutan dan pengalungan bunga kafilah UB oleh Rektor UB Nuhfil Hanani. (rhd)</strong></p></div>
<p>&#8220;Kembali UB menjadi Runner up. Ini lebih baik dibandingkan tahun lalu, selisih 12 poin dengan UM. Tahun ini hanya selisih 1 poin. Inilah buah perjuangan kompetisi yang dipadu kekuatan spiritual selama 4 bulan pembinaan. Dan dalam 30 tahun terakhir, baru di tahun 15 dan 16 UB bisa dipertimbangkan,&#8221; jelas Ketua Tim Kafilah MTQ UB, Akhmad Muwafiq Saleh, SSos, MSi, usai rombongan diterima Rektor UB, di Gedung Rektorat, Senin, (5/8/2019) sore.</p>
<p>Kafilah UB berjaya di beberapa bidang lomba, diantaranya Hifdhil Qur’an 10 juz putra (juara 1), Hifdhil Qur’an 20 juz putri (juara 1), Debat Ilmiah Kandungan Quran dalam Bahasa Arab (juara 1), Tartil Qur’an (juara 2), Debat Ilmiah Kandungan Quran dalam Bahasa Inggris (juara 2), Desain Aplikasi Komputer Al Qur’an (juara 2), Qiroah Sab&#8217;ah putri (harapan 1), Hifdhil Qur’an 30 juz putra (harapan 1), Khattil Quran Dekorasi putra (harapan 1), Karya Tulis Ilmiah kandungan Al Qur’an (harapan 1), Qiroah Sab&#8217;ah putra (harapan 2), dan Khattil Qur’an Dekorasi putra (harapan 3).</p>
<p>&#8220;Memang butuh perjuangan besar. Namun hasil ini cukup bagus, semoga tahun depan UB bisa lebih baik dengan merebut juara umum pertama. UB mendapatkan 3 emas, 3 perak, dan penghargaan lainnya. Sementara UM mendapatkan 3 emas, 1 perak, dan beberapa perunggu. Tinggal sedikit lagi. Untuk bekal itu, tahun ini UB merekrut 68 maba hafidz Qur&#8217;an,&#8221; terang Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR,MS, didampingi Wakil Rektor III UB Prof Dr Abdul Hakim, MSi.</p>
<div id="attachment_89708" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-89708" decoding="async" class="size-full wp-image-89708" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9115-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Akhmad Muwafiq Saleh, SSos, MSi, memimpin rombongan kafilah UB. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9115-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9115-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9115-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9115-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG_9115-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-89708" class="wp-caption-text"><strong>Akhmad Muwafiq Saleh, SSos, MSi, memimpin rombongan kafilah UB. (rhd)</strong></p></div>
<p>Menurut Abdul Hakim, tahun berikutnya di Bangka Belitung perlu diperhitungkan kembali terkait amunisi mahasiswa yang bakal diusung untuk berjuang. &#8220;Tahun ini hampir 1 milyar hanya untuk akomodasi. Setidaknya para pejuang harus memiliki jiwa petarung yang lebih baik,&#8221; tandas Hakim.</p>
<p>Tahun ini, UB mengirimkan 30 peserta yang mengikuti 15 bidang lomba, diantaranya Tilawatil Qur’an, Tartil Qur’an, Qira’at Sab’ah, Hifzhil Qur’an (5 juz, 10juz, 20 juz, 30juz), Khaththil Qur’an Golongan Dekorasi, Khaththil Qur’an Golongan Kontemporer, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Karya Tulis Qur’an Kandungan Ilmiah, Debat Kandungan Qur’an dalam Bahasa Arab, Debat Kandungan Qur’an dalam Bahasa lnggris, Desain Aplikasi Al Qur’an. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89707</post-id>	</item>
		<item>
		<title>C-BOMS, Olah Limbah Biomasa Jadi Bahan Baku Kertas</title>
		<link>https://memontum.com/c-boms-olah-limbah-biomasa-jadi-bahan-baku-kertas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2019 04:07:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[mtqmn]]></category>
		<category><![CDATA[solusikertas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88975-c-boms-olah-limbah-biomasa-jadi-bahan-baku-kertas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meski digaungkan kampanye paperless, permintaan kertas di Indonesia dan dunia masih cukup tinggi. Tercatat tahun 2016, konsumsi kertas dunia mencapai 394 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 490 juta ton pada tahun 2020. Sementara bahan baku utama dari produksi pulp kertas adalah kayu hutan. Jika diestimasikan, untuk memproduksi 1 rim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Meski digaungkan kampanye paperless, permintaan kertas di Indonesia dan dunia masih cukup tinggi. Tercatat tahun 2016, konsumsi kertas dunia mencapai 394 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 490 juta ton pada tahun 2020. Sementara bahan baku utama dari produksi pulp kertas adalah kayu hutan. Jika diestimasikan, untuk memproduksi 1 rim kertas dibutuhkan 1 pohon berusia 5 tahun. Jadi, untuk memenuhi kebutuhan kertas dunia, dibutuhkan 128 juta hektar hutan yang harus ditebang per tahunnya. Dampaknya, 240 ribu hektare hutan Indonesia hilang per tahunnya sepanjang 2013-2016.</p>
<p>Belum lagi proses produksi industri pulp dan kertas masih menggunakan tahapan kimiawi yang kurang ramah lingkungan, membutuhkan waktu dan proses thermal degradasi selulosa yang cukup panjang. Tentunya banyak sekali kerugian, baik dari segi sosial maupun lingkungan.</p>
<div id="attachment_88976" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-88976" decoding="async" class="size-full wp-image-88976" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190716_110509_HHT-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Tim biomassa bersama Ketua Kafilah MTQ UB. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190716_110509_HHT-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190716_110509_HHT-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190716_110509_HHT-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190716_110509_HHT-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190716_110509_HHT-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-88976" class="wp-caption-text"><strong>Tim biomassa bersama Ketua Kafilah MTQ UB. (rhd)</strong></p></div>
<p>Menyadari hal ini, 2 mahasiwa Universitas Brawijaya yakni Sakinah Hilya (Bioteknologi 2017) dan Khodijah Adrebi (Bioteknologi 2017), berinovasi menjadikan limbah biomassa sebagai bahan baku pembuatan pulp dan kertas, yang dinamakan Cellulose from Biomass Waste (C-BOMS), sekaligus menjadi salah satu inovasi yang diusung mengikuti kategori Desain Karya Ilmiah Al-Quran dalam MTQ Mahasiswa Nasional XVI Tahun 2019 di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Minggu-Sabtu (27/7-3/8/2019).</p>
<p>&#8220;Berdasarkan data dari Kementrian Pertanian (2014), jumlah limbah biomassa dari sektor pertanian dan perkebunan yang tidak didayagunakan mencapai 20 juta ton dalam setahun. Padahal di dalamnya terkandung selulosa berkadar tinggi. Selulosa inilah yang menjadi suatu indikasi penting dalam produksi pulp dan kertas. Semakin tinggi kadar selulosa dalam pulp, maka akan menghasilkan kertas dengan kualitas yang lebih baik,” jelas Khodijah, didampingi Ketua Tim Kafilah MTQ UB Akhmad Muwafiq Saleh, SSos, MSi.</p>
<p>Melalui inovasi Cellulose from Biomass Waste (C-BOMS) yang menggunakan teknologi Pulsed Electric Field, yaitu treatment fisik yang memberikan kejut listik untuk meningkatkan permeabilitas membrane dengan memperbesar pori-pori pada sel, dan juga treatment Natrium Hidroksida untuk mencapai seluruh bagian sel dan melarutkan lignin maupun zat pengotor lain.</p>
<p>&#8220;Nantinya terjadi proses yang dinamakan delignifikasi. Dari proses tesebut, kandungan selulosa akan terpisah dari ikatan lignoselulosa dan lignin akan terlarut. Sehingga, kandungan selulosa akan meningkat, untuk mengurangi risiko deforestasi dan meningkatkan kualitas kertas. Pengujian dilakukan dengan metode Scanning Electron Microscopy dan colorimetri,&#8221; jelas Khodijah, diamini Sakinah. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88975</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
