<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mujiono &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mujiono/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2025 11:36:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mujiono &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kobarkan Semangat Sportivitas, Wabup Mujiono Lepas Kontingen Pramuka Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/kobarkan-semangat-sportivitas-wabup-mujiono-lepas-kontingen-pramuka-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kobarkan]]></category>
		<category><![CDATA[kontingen]]></category>
		<category><![CDATA[mujiono]]></category>
		<category><![CDATA[pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[sportivitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225907</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, secara resmi melepas 16 kontingen Pramuka Banyuwangi yang akan berlaga dalam kompetisi Giat Prestasi Pramuka Penegak Jawa Timur 2025. Pelepasan sendiri, ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh Wabup Mujiono kepada pimpinan kontingen di Gedung Pramuka Banyuwangi, Rabu (10/09/2025) tadi. Giat Prestasi dalam Gerakan Pramuka sendiri, adalah sebuah kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, secara resmi melepas 16 kontingen Pramuka Banyuwangi yang akan berlaga dalam kompetisi Giat Prestasi Pramuka Penegak Jawa Timur 2025. Pelepasan sendiri, ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh Wabup Mujiono kepada pimpinan kontingen di Gedung Pramuka Banyuwangi, Rabu (10/09/2025) tadi.</p>



<p>Giat Prestasi dalam Gerakan Pramuka sendiri, adalah sebuah kegiatan kompetitif yang dirancang untuk mengasah keterampilan, memperkuat karakter dan menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan anggota Pramuka, khususnya golongan Penegak. Pelaksanaan kompetisi itu, dijadwalkan akan berlangsung di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Kamis hingga Minggu (14/09/2025) mendatang.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wabup Mujiono yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi, menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi. Namun, lebih kepada wadah pengamalan Dasadarma Pramuka.</p>



<p>“Tingkatkan kreativitas, jaga sportivitas dan jalin persaudaraan dengan kontingen daerah lain. Tunjukkan bahwa Pramuka Banyuwangi tangguh, berkarakter dan mampu bersaing,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengingatkan, akan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan tim. “Kalau kalah, sikapilah dengan jiwa kesatria. Terpenting adalah proses dan pengalaman yang membentuk karakter,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Pimpinan Kontingen Cabang, Febriansyah Pratama Putra, mengatakan Kontingen Banyuwangi merupakan hasil sinergi Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi didukung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi. Kontingen tersebut, beranggotakan 16 orang, yang terdiri dari 8 putra dari Gugus Depan SMK Ihya Ulumuddin dan 8 putri gabungan dari SMAN 1 Giri, SMAN 1 Glenmore, serta SMAN Darussolah Singojuruh.</p>



<p>“Mereka didampingi dua pimpinan kontingen, dua pembina pendamping dan dua anggota Contingent Support Team (CST). Adapun cabang lomba yang akan diikuti, antara lain aquatic championship, kewirausahaan, videografi, teknologi tepat guna, pionering hingga model united nation challenge dan komik digital,” jelasnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225907</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gowes dan Usia Senja, Eyang Mujiono Aktif Gowes Lintas Provinsi</title>
		<link>https://memontum.com/gowes-dan-usia-senja-eyang-mujiono-aktif-gowes-lintas-provinsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2025 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[mujiono]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[senja,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223201</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usia senja bukan halangan untuk tidak beraktivitas olah raga. Kata-kata itulah yang pas disematkan kepada Mujiono, seorang pesepeda asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Di usianya yang sudah 77 tahun, Eyang Mujiono-begitu sapaannya, tidak hanya bugar, tapi juga aktif menjelajah berbagai daerah di Indonesia dengan sepedanya. Ditemui seusai mengikuti salah satu kegiatan gowes [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Usia senja bukan halangan untuk tidak beraktivitas olah raga. Kata-kata itulah yang pas disematkan kepada Mujiono, seorang pesepeda asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Di usianya yang sudah 77 tahun, Eyang Mujiono-begitu sapaannya, tidak hanya bugar, tapi juga aktif menjelajah berbagai daerah di Indonesia dengan sepedanya.</p>



<p>Ditemui seusai mengikuti salah satu kegiatan gowes di Kota Malang, Eyang Mujiono tampak lincah dan penuh semangat. Dirinya mengaku, telah menjadikan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan sarana bersilaturahmi.</p>



<p>“Mulai tahun 1994, saya punya sepeda. Tapi baru mulai rutin, itu sekitar tahun 2012. Saya suka olah raga apa saja. Mulai jalan kaki, lari, tapi paling sering sepeda. Sejak tinggal di Dieng tahun 2016, saya mulai keracunan sepeda lipat sampai sekarang,” ungkap Eyang Mujiono, Sabtu (21/06/2025) tadi.</p>



<p>Berbekal sepeda federal hingga sepeda lipat kesayangannya, Eyang Mujiono telah mengayuh pedal menyusuri rute-rute panjang. Dari mulai Sumatera, Bali, Lombok, hingga pelosok Jawa Timur. Salah satu pengalaman yang paling membekas, baginya adalah saat bersepeda ke Lombok.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Di Lombok itu curugnya bagus, jalurnya juga menyenangkan. Tapi yang paling penting dari gowes itu bukan cuma soal tujuan, tapi prosesnya dan kebersamaannya,” ucapnya.</p>



<p>Meski pernah mengalami insiden hingga jatuh pingsan, hal itu tak menyurutkan semangatnya. Bahkan, dirinya memiliki filosofi sendiri soal pentingnya aktivitas fisik di usia lanjut.</p>



<p>“Saya selalu tekankan, jangan berhenti bergerak. Mau sepeda, mau jalan kaki, lari, nyangkul pun tak apa, yang penting badan bergerak. Karena dengan bergerak, kita seperti punya dua jantung satu di dada, satu lagi di kaki. Gerakan kaki itu bantu memompa darah ke seluruh tubuh,” tuturnya.</p>



<p>Sebelum aktif sebagai pesepeda, Eyang Mujiono pernah bekerja di dunia penerbangan selama 32 tahun sejak 1972. Dia turut merawat pesawat dan menjalani profesinya dengan dedikasi tinggi hingga akhirnya berhenti karena alasan pribadi. Kini di usia 77 tahun, tak hanya menikmati masa pensiun, tetapi justru menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tetap aktif menjaga kebugaran badan.</p>



<p>&#8220;Pokoknya, gowes itu bukan sekadar gowes. Ini tentang menjaga hidup tetap bergerak dan berarti,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223201</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Perayaan Hari Raya Kuningan, Wabup Mujiono Apresiasi Peran Umat Hindu di Pembangun Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-perayaan-hari-raya-kuningan-wabup-mujiono-apresiasi-peran-umat-hindu-di-pembangun-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kuningan,]]></category>
		<category><![CDATA[mujiono]]></category>
		<category><![CDATA[pembangun]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221711</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengapresiasi peran aktif Umat Hindu yang selama ini telah bahu-membahu dan bergotong-royong dalam memajukan Banyuwangi, bersama berbagai elemen masyarakat lainnya. Hal ini, disampaikannya saat menghadiri perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (03/05/2025) tadi. Diketahui, bahwa Hari Raya Kuningan merupakan hari suci [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengapresiasi peran aktif Umat Hindu yang selama ini telah bahu-membahu dan bergotong-royong dalam memajukan Banyuwangi, bersama berbagai elemen masyarakat lainnya. Hal ini, disampaikannya saat menghadiri perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (03/05/2025) tadi.</p>



<p>Diketahui, bahwa Hari Raya Kuningan merupakan hari suci bagi Umat Hindu, yang dirayakan 10 hari setelah Hari Raya Galungan. Hari ini, diperingati sebagai momen kembalinya para leluhur ke istana masing-masing dan umat memohon keselamatan serta kemakmuran dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para Dewata. Di Hari Raya Kuningan ini, tampak ribuan Umat Hindu di Kabupaten Banyuwangi memadati Pura Agung Blambangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wabup Mujiono dalam kesempatan itu menekankan keguyuban (kebersamaan) dan kedamaian adalah modal berharga bagi Banyuwangi dalam membangun daerah. &#8220;Terima kasih Umat Hindu yang selama ini telah ikut bergotong-royong, memajukan Banyuwangi bersama berbagai elemen masyarakat lain. Keguyuban dan kedamaian adalah modal Banyuwangi dalam membangun daerah. Mari kita jaga modal yang kita miliki ini untuk menuju Banyuwangi yang lebih baik,&#8221; kata Wabup Mujiono.</p>



<p>Dirinya berharap, momentum Perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan hendaknya dijadikan satu titik tolak untuk mempererat persatuan dan toleransi antar umat beragama. Kerukunan dan toleransi umat beragama, sangat fundamental dalam menciptakan masyarakat yang harmoni dan sejahtera di Banyuwangi.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PDHI) Banyuwangi, Sardiyanto, mengajak seluruh umat Hindu yang merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan untuk selalu berpikir, berkata dan berbuat yang baik sebagai cerminan dharma. &#8220;Jadikanlah spirit Hari Suci Galungan dan Kuningan ini menjadi ajang mulat sarira, yakni introspeksi diri, serta mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi diantara kita,&#8221; papar Sardiyanto. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221711</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
