<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>munjungan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/munjungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Oct 2025 02:09:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>munjungan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sembilan Pelaku Pencurian Kotak Amal di Kawasan Kecamatan Munjungan Dibekuk Petugas</title>
		<link>https://memontum.com/sembilan-pelaku-pencurian-kotak-amal-di-kawasan-kecamatan-munjungan-dibekuk-petugas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[munjungan]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[sembilan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226380</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Jajaran Satreskrim Polres Trenggalek berhasil meringkus sembilan orang tersangka pelaku pencurian kotak amal di sejumlah masjid di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu kejadian pencurian kotal amal terjadi di beberapa masjid, khususnya wilayah Kecamatan Munjungan. Tidak menunggu waktu lama, Satreskrim Polres Trenggalek mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Jajaran Satreskrim Polres Trenggalek berhasil meringkus sembilan orang tersangka pelaku pencurian kotak amal di sejumlah masjid di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu kejadian pencurian kotal amal terjadi di beberapa masjid, khususnya wilayah Kecamatan Munjungan.</p>



<p>Tidak menunggu waktu lama, Satreskrim Polres Trenggalek mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku dari aksi pencurian kotak amal di beberapa masjid tersebut. &#8220;Sedikitnya ada sembilan orang yang diduga sebagai pelaku. Sementara sebanyak enam diantaranya, masih berusia anak-anak dan tiga lainnya berinisial HM, NJA dan AS,&#8221; ujar Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, melalui Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widianto, Selasa (30/09/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya menambahkan, kejadian bermula saat tersangka AS, mengajak sebanyak delapan orang lainnya, untuk mencuri kotak amal di Masjid Thoriqul Huda di Desa Munjungan. Dua orang bertugas mengambil kotak amal, sedangkan lainnya mengawasi keadaan sekitar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berbekal linggis, sembilan warga Kecamatan Munjungan tersebut beraksi dari masjid ke masjid hingga berhasil menggasak empat kotak amal dalam waktu semalam. &#8220;Dari empat kotak amal tersebut, kerugian mencapai Rp 4,1 juta. Dengan rincian, masing-masing Rp 2,6 juta, Rp 300 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 700 ribu. Selanjutnya, uang yang didapat dari kotak amal dibagi oleh para tersangka. Kemudian pelaku membuang kotak amal di sungai dan pinggir jalan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, seperti kotak amal, dua buah linggis, satu potong kaos dan celana pendek, uang tunai Rp 200 ribu dan 4 unit sepeda motor.</p>



<p>“Kepada tersangka, kami kenakan Pasal 363 Ayat (1) ke 4e dan 5e KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1e KUHPidana Jo Pasal 56 Ayat (1) ke 1e KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara,&#8221; tegas AKP Eko. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keluhkan Limbah Tambak Udang, Aliansi Warga Munjungan Geruduk Kantor Bupati Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/keluhkan-limbah-tambak-udang-aliansi-warga-munjungan-geruduk-kantor-bupati-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2024 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[aliansi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Geruduk]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[keluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[munjungan]]></category>
		<category><![CDATA[tambak,]]></category>
		<category><![CDATA[udang,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215231</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ratusan warga yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Warga Munjungan, menggelar aksi damai di depan Pendopo Kabupaten Trenggalek. Mereka memprotes keberadaan tambak udang, yang diduga mengeluarkan limbah sehingga menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas warga sejak tahun 2014. Hanya saja, terkait dugaan itu hingga kini tak kunjung rampung, padahal sudah ditangani pihak pemerintah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Ratusan warga yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Warga Munjungan, menggelar aksi damai di depan Pendopo Kabupaten Trenggalek. Mereka memprotes keberadaan tambak udang, yang diduga mengeluarkan limbah sehingga menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas warga sejak tahun 2014. Hanya saja, terkait dugaan itu hingga kini tak kunjung rampung, padahal sudah ditangani pihak pemerintah.</p>



<p>Dalam aksinya itu, warga menuntut penghentian sementara operasional tambak udang di wilayah tersebut hingga Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dibangun dan perizinan tambak terpenuhi. Tuntutan ini muncul, setelah mereka merasa lingkungan tempat tinggal mereka tercemar dan kesehatan warga mulai terdampak akibat limbah yang mengalir langsung ke sungai tanpa pengolahan.</p>



<p>Koordinator Aksi Damai, Hanung Kurniawan, mengatakan bahwa pihaknya meminta pemerintah serius untuk mengatasi persoalan limbah tambak udang. &#8220;Kami sudah bertahun-tahun merasakan bau busuk ini, tapi tidak ada tindakan nyata dari pemerintah. Kami menuntut agar tambak ini dihentikan sementara sampai IPAL terpasang dan perizinannya lengkap,” ujarnya, Kamis (10/10/2024) tadi.</p>



<p>Selain itu, dampaknya dari limbah tersebut, membuat aliran sungai air payau di bibir pantai menjadi keruh dan berbau. Kemudian warga dan nelayan , juga sering mengeluhkan gatal bila terkena air itu. Pencemaran ini, juga menyebabkan biota seperti Kepiting, Sidat dan beberapa jenis biota yang lain sulit dijumpai. Tangkapan ikan juga semakin jauh, karena ikan semakin menjauh akibat pencemaran.</p>



<p>&#8220;Belum lagi saat ini sudah mulai musim penghujan. Ditakutkan sungai meluap atau terjadi banjir, sehingga mengakibatkan pencemaran semakin meluas dan mengganggu kesehatan warga,&#8221; imbuh Hanung.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam aksi itu, warga juga menyebut bahwa salah satu pengusaha tambak udang di daerah tersebut, juga sudah memiliki memiliki izin. Hanya saja, untuk pengelolaan limbahnya tidak memadai. Selain itu, ada juga yang tidak memiliki izin namun sudah beroperasi. Situasi ini, pun memicu perdebatan sengit antara warga dan pemerintah daerah yang hadir di lokasi aksi.</p>



<p>Pjs Bupati Trenggalek, Dyah Wahyu Ermawati, menanggapi keluhan warga mengatakan bahwa pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk memverifikasi masalah ini. “Kami berjanji, dalam waktu seminggu ke depan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi tambak. Kami akan memastikan apakah pengelolaan limbah sudah sesuai aturan atau tidak,” katanya.</p>



<p>Didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek beserta jajaran, pihaknya berkomitmen akan menyelesaikan masalah ini.</p>



<p>Sementara itu, menanggapi soal perizinan tambak, Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Jatim ini menyampaikan untuk kondisi perizinan sendiri dari lima usaha tambak di Munjungan, dari angka itu ada empat sudah berizin dan yang satunya sudah berproses. &#8220;Untuk yang sudah berizin, tentu saja kita perhatikan IPALnya. Langkah terdekat kita langsung ke lapangan. Dan dalam kurun waktu yang kita sepakati tadi, kita akan melakukan satu keputusan. Untuk satu yang belum berizin tadi, kita akan menutup usahanya. Sedangkan untuk yang berizin tadi, kita beri waktu untuk seminggu ini dan kemudian menutup usahanya,&#8221; papar Pjs Bupati Trenggalek.</p>



<p>Perlu diketahui, aksi damai ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap lambatnya respon pemerintah daerah terkait persoalan limbah tambak udang yang sudah berlarut-larut. Mereka berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah tegas demi menjaga kesehatan dan kualitas lingkungan di Kecamatan Munjungan. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215231</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Arifin Tinjau Proses Pemulihan Cepat Banjir Bandang di Munjungan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-arifin-tinjau-proses-pemulihan-cepat-banjir-bandang-di-munjungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2024 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[munjungan]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208799</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek terus melakukan percepatan proses pemulihan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur, pasca bencana banjir bandang yang melanda beberapa desa di Kecamatan Munjungan. Bersama jajaran, Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, nampak meninjau upaya pemulihan cepat bencana banjir bandang yang melanda sejumlah tempat di Kecamatan Munjungan, beberapa waktu yang lalu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek terus melakukan percepatan proses pemulihan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur, pasca bencana banjir bandang yang melanda beberapa desa di Kecamatan Munjungan. Bersama jajaran, Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, nampak meninjau upaya pemulihan cepat bencana banjir bandang yang melanda sejumlah tempat di Kecamatan Munjungan, beberapa waktu yang lalu.</p>



<p>Penanganan pemulihan pasca banjir sendiri, mulai dilakukan. Semua stakeholder, digerakkan untuk membantu masyarakat. Mulai dari BPBD, Dinas PUPR dan BBWS dalam rangka penanganan infrastuktur yang rusak. Kemudian Dinas Sosial PPPA dan relawannya Tagana dalam menyalurkan Sembako maupun dapur umum.</p>



<p>&#8220;Ini proses pemulihan sedang berjalan. Saya memohon maaf kepada warga, semoga warga bisa sabar. Kita pemulihan cepat,&#8221; ucap Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Senin (29/04/2024) siang.</p>



<p>Dirinya juga turut berterima kasih kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), yang sudah tanggap dan bergerak cepat menyelesaikan permasalahan ini. &#8220;Untuk Baznas, saya juga sampaikan terima kasih. Pemulihan sementara dan semua logistik Sembako. Dinas PUPR dan juga BPBD, teman teman dari Dinsos, Tagana semuanya juga mengaktifkan dapur umum dan segala macam, terima kasih,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, sambung Mas Ipin-sapaan akrabnya, Dinas Sosial PPPA dan relawannya Tagana dalam menyalurkan sembako serta penanganan-penanganan lainnya seperti dapur umum dan segala macam juga sangat membantu dalam meringankan beban masyarakat terdampak. &#8220;Sekali lagi kami ucapkan terima kasih. Semoga ini dapat membantu dan meringankan mereka (red : masyarakat terdampak,&#8221; tutur Bupati Arifin.</p>



<p>Proses pemulihan secepat mungkin itu, diharapkan dapat segera membangkitkan perekonomian masyarakat yang melumpuh akibat banjir bandang yang melanda Kecamatan Munjungan khususnya.</p>



<p>Sementara itu, Kades Munjungan, Agus Setiawan, menceritakan kejadian bencana banjir bandang di tempatnya terjadi pada hari raya kedua. &#8220;Ini banjir yang pertama, kemudian malam Jumat (18/04/2024) malam terjadi banjir susulan. Banjir kali ini menghanyutkan tiga rumah. Dua rumah dapurnya hilang, ditambah masjid posisinya rusak parah di sisi sebelah barat imam,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dirinya bersyukur, respon cepat dari Pemerintah Kabupaten khususnya Bupati Trenggalek dan juga BBWS. Mewakili masyarakat Desa Munjungan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas perhatian seluruh stakeholder. Utamanya kepada Bupati Trenggalek yang sigap melalui TAPD yang kemari juga sudah turun ke lokasi.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah untuk korban jiwa nihil. Karena ketika air sudah kelihatan besar, masyarakat mengungsi. Kamis sekitar jam 21.00 malam hujan deras, kemudian sekitar jam 1, Jumat dini hari bankir bandang datang. Ketika itu masyarakat sudah siaga merujuk kejadian banjir sebelumnya,&#8221; papar Agus. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208799</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Awali Safari Ramadan 1445 H, Bupati Arifin Tinjau Sejumlah Infrastruktur di Kecamatan Munjungan</title>
		<link>https://memontum.com/awali-safari-ramadan-1445-h-bupati-arifin-tinjau-sejumlah-infrastruktur-di-kecamatan-munjungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[munjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Safari]]></category>
		<category><![CDATA[sejumlah]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205380</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, didampingi jajaran Forkopimda meninjau beberapa infrastruktur di hari pertama Safari Ramadan 1445H/2024M. Lokasi pertama yang ditinjau, yaitu jalan menuju Pantai Blado, atau di Kecamatan Munjungan, persisnya pelaksanaan pengerasan jalan di Desa Bendoroto. Akses jalan masuk menuju pantai yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Kecamatan Munjungan, itu terlihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, didampingi jajaran Forkopimda meninjau beberapa infrastruktur di hari pertama Safari Ramadan 1445H/2024M. Lokasi pertama yang ditinjau, yaitu jalan menuju Pantai Blado, atau di Kecamatan Munjungan, persisnya pelaksanaan pengerasan jalan di Desa Bendoroto.</p>



<p>Akses jalan masuk menuju pantai yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Kecamatan Munjungan, itu terlihat cukup lebar. Meskipun, belum selesai 100 persen, dikarenakan keterbatasan anggaran yang dimiliki.</p>



<p>&#8220;Ini menjadi salah satu atensi kita, karena akses jalan ini dipersiapkan untuk menyambut libur panjang lebaran. Dan, agenda saya hari ini bersama seluruh Forkopimda mengadakan Safari Ramadan. Kebetulan, hari pertama di Kecamatan Munjungan, khususnya di Desa Bendoroto. Sebelum kita mengawali Safari Ramadan, kita melakukan Safari Infrastruktur,&#8221; kata Bupati Arifin, Jumat (15/03/2024) sore.</p>



<p>Karena mendekati lebaran, sambungnya, akan ada arus wisata libur lebaran yang cukup tinggi. Sehingga, dengan anggaran yang ada sangat terbatas, maka pihaknya mencoba maksimalkan anggaran itu.</p>



<p>&#8220;Salah satunya kalau di Munjungan, itu pusat aktivitasnya di Pantai Blado. Jadi, di Pantai Blado ini kita ada pengerasan, meskipun belum 100 persen. Tetapi ini sudah lumayan dan dengan anggaran sekitar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Masih terang Mas Ipin-sapaan akrabnya, beberapa infrastruktur besar yang juga sekarang sedang dipersiapkan, ada Jembatan di Gembes, sekitar Rp 1,9 miliar. Tapi di Munjungan, secara keseluruhan nanti akan ada fokus realokasi anggaran sekitar Rp 35 miliar. Itu nantinya, akan difokuskan untuk pengadaan lahan di JLS yang menghubungkan antara Prigi sampai Munjungan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, provinsi juga menyambut baik. Nanti, provinsi mungkin juga akan membantu kita untuk membiayai infrastruktur lain untuk mengganti uang yang digunakan untuk beli tanah itu. Jadi semampu kita, kita upayakan yang kita punya kita maksimalkan,&#8221; jelas Bupati Arifin.</p>



<p>Lebaran ini, Pemkab Trenggalek tengah mempersiapkan emergency sekitar Rp 5 miliar. Karena, tersedot banyak untuk persiapan anggaran Pilkada. Semoga, nanti kekurangan-kekurangan di perubahan anggaran dan di tahun 2025 lebih bagus lagi dan fiskal. Dari pusat dan juga provinsi, juga bisa lebih maksimal.</p>



<p>Disinggung mengenai JLS, suami Novita Hardiny ini menjelaskan jika masih kurang ruas yang di Munjungan. Mulai Prigi-Munjungan sampai ke Panggul. Memang untuk pembebasan lahan, kurang lebih membutuhkan anggaran sekitar Rp 200 miliar.</p>



<p>&#8220;Masih cukup besar, cuman kita prioritaskan dahulu yang Prigi-Munjungan. Karena ini kebanyakan kawasan hutan IPPKH-nya sudah kita usulkan. Tinggal yang pengadaan lahan masyarakat, kurang lebih Rp 35 miliar dan akan kita anggarkan,&#8221; katanya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upacara Adat Longkangan, Wujud Syukur Nelayan Munjungan Atas Hasil Laut Melimpah</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-adat-longkangan-wujud-syukur-nelayan-munjungan-atas-hasil-laut-melimpah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[atas]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[longkangan,]]></category>
		<category><![CDATA[melimpah]]></category>
		<category><![CDATA[munjungan]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[wujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190790</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menghadiri Pahargyan Adat Longkangan di Kecamatan Munjungan. Longkangan ini, merupakan upacara adat masyarakat dan nelayan Munjungan. Upacara adat ini, dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas melimpahnya tangkapan hasil melaut. Tradisi ini, juga sebagai peringatan kepada leluhur yang membuka kawasan Munjungan utamanya Rara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://trenggalek.memontum.com"><strong>Trenggalek</strong> </a>&#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menghadiri Pahargyan Adat Longkangan di Kecamatan Munjungan. Longkangan ini, merupakan upacara adat masyarakat dan nelayan Munjungan. Upacara adat ini, dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas melimpahnya tangkapan hasil melaut.</p>



<p>Tradisi ini, juga sebagai peringatan kepada leluhur yang membuka kawasan Munjungan utamanya Rara Puthut yang konon oleh Ratu Pantai Selatan dipercaya menguasai kawasan Pantai Ngampiran, Blado, Sumbreng dan Ngadipuro Munjungan. Adat Longkangan sendiri, rutin diperingati di Pantai Blado yang terletak di Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil laut yang dilakukan warga masyarakat nelayan di Teluk Sumbreng, Kecamatan Munjungan, yakni larungkan tumpeng agung ke lautan. Pelarungan tumpeng ini dilakukan turun temurun dan rutin digelar setiap tahun. Diharapkan, ini mampu menggeliatkan perputaran ekonomi masyarakat,&#8221; ungkap Wabup Syah, Selasa (13/06/2023) siang.</p>



<p>Mantan anggota DPRD Trenggalek ini mengatakan, bahwa semakin banyaknya event yang digelar, membuktikan perekonomian yang ada di Trenggalek kian menggeliat. &#8220;Longkangan ini adalah salah satu adat yang ada di Kecamatan Munjungan yang dikatakan sudah berusia sekitar 174 tahun, jadi sudah ada sejak lama,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Untuk waktu pelaksanaan sedekah laut Longkangan, tambahnya, dilakukan di tiap Selo penanggalan Jawa. Upacara adat ini biasa dilakukan pada siang hari menjelang sore. Dengan diawali Kirab Tumpeng Agung dari Pendopo Kecamatan Munjungan sampai di Pantai Blado yang dipimpin langsung oleh Camat Munjungan dan semua Kepala Desa se Kecamatan Munjungan.</p>



<p>Kirab ini diiringi oleh dayang-dayang serta rombongan jaranan yang berpakaian adat Jawa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sesampainya di Pantai Blado, prosesi Longkangan dimulai. Seperti Labuh Larung Sembonyo, dalam tradisi Longkangan ini juga wajib ada kesenian tayub untuk pelengkap prosesi ini.</p>



<p>&#8220;Ini juga salah satu upaya untuk menjaga kelestarian alam, jadi tidak hanya kelestarian budaya tapi alamnya juga. Karena masyarakat Munjungan meyakini ketika menjaga lautnya InsyaAllah kita juga akan dijaga oleh laut,&#8221; terang Wabup Syah.</p>



<p>Suami Fatihatur Rohmah ini menambahkan, bahwa hal ini menunjukkan bahwasannya di Trenggalek utamanya di masing-masing daerah mempunyai sejarah yang akrab dengan ritual-ritual suci. Salah satunya Longkangan ini.</p>



<p>&#8220;Yang jelas acara seperti ini perlu kita lestarikan, pasalnya Trenggalek ada karena memang sejarahnya seperti ini. Ini merupakan bentuk perwujudan rasa syukur masyarakat. Saya harap Allah berkenan memberikan keselamatan dan kemakmuran khususnya Munjungan dan Kabupaten Trenggalek,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Plt Camat Munjungan, Yusuf Widharto, berharap melalui adat Longkangan sebagai wujud syukur, tidak hanya nelayan namun seluruh masyarakat. Agar ke depan hasil laut semakin melimpah. &#8220;Semoga melalui kearifan lokal ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling berkolaborasi dan bergotong royong menuju Kecamatan Munjungan yang sumbut,&#8221; kata Yusuf.</p>



<p>Seperti yang terlihat di lokasi, setiap Longkangan ini digelar, masyarakat Munjungan dan sekitarnya maupun wisatawan selalu berduyung-duyung menyaksikan upacara adat ini. Baik di sepanjang jalan yang dilewati rombongan kirab maupun di lokasi upacara adat ini.</p>



<p>&#8220;Sebagai puncak acara adat Longkangan ini, masyarakat menghanyutkan (melarung, red) Tumpeng Agung di tengah lautan Pantai Blado. Nelayan bersama-sama melarung tumpeng usai itu mereka berpesta dan nelayan diperbolehkan melaut lagi. Sebab sebelumnya beberapa hari sebelum upacara dimulai, dilarang melaut terlebih dulu,&#8221; jelasnya.&nbsp;<strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190790</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
