<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>MURI &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/muri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Jul 2023 08:33:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>MURI &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Angkat Kearifan Lokal, Gelaran 1.569 Penari Boran dan Gebyar 4.540 Sego Boran Lamongan Pecahkan Rekor Muri</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-kearifan-lokal-gelaran-1-569-penari-boran-dan-gebyar-4-540-sego-boran-lamongan-pecahkan-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jul 2023 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[boran]]></category>
		<category><![CDATA[gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[pecahkan]]></category>
		<category><![CDATA[penari]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor]]></category>
		<category><![CDATA[sego]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194007</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan mengangkat kearifan lokal dengan menyuguhkan Pagelaran Kolosal Tari Boranan yang diikuti 1.569 penari dari tingkat pelajar, dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Jadi Lamongan Ke-454. Selain itu, juga melaksanakan Gebyar Sego Boran 4.540 porsi di Alun-alun Kota Lamongan, Minggu (23/07/2023) tadi. Melalui kegiatan yang disuguhkan itu, Kabupaten Lamongan berhasil memecahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan mengangkat kearifan lokal dengan menyuguhkan Pagelaran Kolosal Tari Boranan yang diikuti 1.569 penari dari tingkat pelajar, dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Jadi Lamongan Ke-454. Selain itu, juga melaksanakan Gebyar Sego Boran 4.540 porsi di Alun-alun Kota Lamongan, Minggu (23/07/2023) tadi.</p>



<p>Melalui kegiatan yang disuguhkan itu, Kabupaten Lamongan berhasil memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Bahkan, hal tersebut dikukuhkan dengan diberikannya Piagam Penghargaan MURI dengan Nomor 11.081-11.082/R.MURI/VII/2023, dari Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, yang diserahkan oleh perwakilan Tim MURI, Sri Widayati kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.</p>



<p>Disampaikan Sri Widayati, bahwa pencatatan Muri ditujukan untuk mengapresiasi karsa dan karya superlatif yang diciptakan oleh putra-putri Indonesia. Juga, sebagai sarana pencatat sejarah yang menginspirasi profesionalisme dan integritas generasi penerus bangsa.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sebelumnya, di Kabupaten Lamongan sendiri telah tercatat beberapa Rekor Muri, diantaranya pembuatan Wingko Babat terbesar, bakar ikan di atas kapal terbanyak, pembuatan tenun ikat colet terpanjang dan masih banyak lainnya. Ditambah, dengan pemecahan kali ini yakni Pagelaran Kolosal Tari Boran 1.569 peserta dan Gebyar 4.540 Sego Boran.</p>



<p>&#8220;Setelah diverifikasi, dilakukan penghitungan dan tepat dengan angka tersebut (1.569 penari dan 4.540 porsi Sego Boran). Sehingga, kegiatan ini luar biasa tentunya, sebagai wujud nyata dari Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam hal Handarbeni (memiliki), Hangrungkebi (mempertahankan), Nguri-uri (merawat, menjaga, melestarikan) kebudayaan asli Lamongan. Mengangkat kearifan lokal dari Kabupaten Lamongan, maka oleh Ketua Umum MURI, Bapak Jaya Suprana, Rekor MURI ini tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional namun dikukuhkan sebagai rekor dunia,&#8221; kata Sri Widayati.</p>



<p>Bupati Yuhronur Efendi dalam kesempatan itu mengatakan bahwa Nasi Boranan merupakan kuliner budaya asli Lamongan yang sudah berlangsung lama. Kemudian, ini diekspresikan dalam bentuk tarian yang saat ini dijadikan sebagai muatan lokal untuk bisa ditarikan oleh seluruh siswa yang ada di Kabupaten Lamongan.</p>



<p>&#8220;Seiring dengan pencapaian Rekor MURI ini tentu kita akan semakin menegaskan bahwa Lamongan ini memiliki sebuah tarian yang sudah membudaya. Dan tentu di dalam Tarian Nasi Boran itu ada nilai-nilai filosofi yang merupakan nilai-nilai masyarakat Lamongan yakni kemandirian, loyal, nyaman, dan sebagainya, yang berusaha untuk ditunjukkan dalam bentuk tarian itu,&#8221; kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Siti Rubikah, kegiatan bertajuk &#8216;Lamongan Menari&#8217; kolaborasi antara berbagai sektor (Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan) ini ditujukan untuk mengenalkan seni tradisi Tari Boranan kepada khalayak luas. &#8220;Seluruh Penari Boran yang ada di Kabupaten Lamongan ini adalah pelajar yang terdiri dari tingkat SD sebanyak 400 siswa, tingkat SMP 600 siswa, SMA/SMK 400 siswa, MA-MTS-MI sebanyak 169 siswa, total adalah 1.569 penari. Dimana angka tersebut adalah kita ambil dari semangat Hari Jadi Lamongan yang ditetapkan lahirnya di tahun 1569 M. Berikutnya kami juga menyajikan sejumlah 4.540 porsi Sego Boran yang berfilosofi dari umur Lamongan yang menginjak angka 454 tahun,&#8221; terang Siti Rubikah.<strong>&nbsp;(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194007</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MURI Beri Penghargaan Dua Tokoh Situbondo sebagai Pemrakasa dan Penyelenggara Sholawat Munjiyat</title>
		<link>https://memontum.com/muri-beri-penghargaan-dua-tokoh-situbondo-sebagai-pemrakasa-dan-penyelenggara-sholawat-munjiyat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Jul 2023 16:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[beri]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[munjiyat]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[pemrakasa]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[penyelenggara]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sholawat]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193444</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Saifi’iyah Sukorejo, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, mendapat Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pemrakasa dan penyelenggara Sholawat Munjiyat dengan peserta atau Jamaah terbanyak, Minggu (16/07/2023) malam. Sholawat Munjiyat bersama KHR Achmad Azaim Ibrahimy dan JS Bhinning Sokarajjeh yang berlangsung di Lapangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Saifi’iyah Sukorejo, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, mendapat Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pemrakasa dan penyelenggara Sholawat Munjiyat dengan peserta atau Jamaah terbanyak, Minggu (16/07/2023) malam. Sholawat Munjiyat bersama KHR Achmad Azaim Ibrahimy dan JS Bhinning Sokarajjeh yang berlangsung di Lapangan Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, itu dihadiri 29.800 jamaah atau peserta.</p>



<p>Ketua MURI, Jaya Suprana melalui Reprentatif MURI, Sri Widiawati, mengatakan berdasarkan verifikasi MURI, jamaah atau peserta yang menghadiri Sholawat Munjiyat yang berlangsung di lapangan Desa Kotakan sebanyak 29.800. &#8220;Ini sangat luar biasa dan terlaksana dengan sukses. Untuk itu, kami mewakili Ketua Umum MURI, Jaya Suprana mengesahkan bahwa kegiatan Sholawat Munjiyat dengan peserta atau jamaah terbanyak 29.800 resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai rekor yang ke 11.640 peserta,” jelas Sri Widiawati.</p>



<p>Lebih lanjut Sri Widiawati menjelaskan, bahwa MURI menganugrahkan Piagam Penghargaan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Saifi’iyah Sukorejo, KHR Achmad Azaim Ibrahimy dan Bupati Situbondo, Karna Suswandi. “Ini bukan yang pertama kali MURI mencatat prestasi dari Kabupaten Situbondo, namun sudah berulang kali,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, Camat Situbondo, Jupri Setyo Utomo, sebagai pelaksana dari kegiatan pengajian dan shalawatan ini mengatakan bahwa terselenggaranya kegiatan ini diisisiasi oleh Kecamatan Situbondo dan masyarakat Desa Kotakan serta mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo.</p>



<p>“Kegiatan ini bukan hanya dihadiri masyarakat umum dan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Situbondo saja. Namun, juga dihadiri oleh siswa-siswi SMP, SMA dan SMK dari 4 wilayah di Kabupaten Situbondo,” ujar Jupri.</p>



<p>Lebih lanjut, Jupri menjelaskan bahwa panitia mengajukan pencatatan Rekor MURI sebanyak 29.545 peserta. Tapi, hasil dari verifikasi MURI, peserta yang menghadiri Sholawat Munjiyat di lapangan Desa Kotakan tercatat sebanyak 29.800 orang atau jamaah.</p>



<p>“Semoga kegiatan ini Sholawat Munjiyat ini bisa memberikan manfaat bagi semua pihak baik yang hadir secara langsung maupun tidak langsung. Mendapat safaat dari Nabi Muhammad SAW. Dan ini juga menjadi catatan sejarah bagi Kabupaten Situbondo yang terkenal dengan Bumi Shalawat,” tambahnya. <strong>(her/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193444</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polresta Malang Gelar Rakor Persiapan Rekor MURI Membatik Ciprat 500 Disabilitas</title>
		<link>https://memontum.com/polresta-malang-gelar-rakor-persiapan-rekor-muri-membatik-ciprat-500-disabilitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2022 11:27:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[rakor]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor MURI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175898</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Polresta Malang Kota bersama Kodim 0833 dan Pemkot Malang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Rabu (28/09/2022) tadi. Rakor tersebut, untuk persiapan agenda &#8216;Pemecahan Rekor MURI Membatik Ciprat Sepanjang 500 Meter oleh 500 Disabalitas&#8217; yang akan diselenggarakan mengitari Alun-alun Tugu Kota Malang, Minggu (02/10/2022) lusa. Agenda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Polresta Malang Kota bersama Kodim 0833 dan Pemkot Malang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Rabu (28/09/2022) tadi. Rakor tersebut, untuk persiapan agenda &#8216;Pemecahan Rekor MURI Membatik Ciprat Sepanjang 500 Meter oleh 500 Disabalitas&#8217; yang akan diselenggarakan mengitari Alun-alun Tugu Kota Malang, Minggu (02/10/2022) lusa.</p>



<p>Agenda ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Hari Batik Nasional, HUT ke-77 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Sebelumnya, agenda ini diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto.</p>



<p>Ketua Pelaksana Kegiatan, Dandim 0833, Letkol Kav Heru Wibowo Sofa mengatakan persiapan kegiatan ini telah mendekati 95 persen. &#8220;Untuk kekurangan akan kami penuhi saat eksekusi di lapangan nanti. Dari hasil rapat ini semua kami nyatakan siap sampai 95 persen. Sebanyak 594 masyarakat difabel telah terdaftar sebagai peserta. Mereka terdiri dari masyarakat Malang Raya, Blitar Raya dan Pasuruan,&#8221; ujar Dandim.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Para peserta terbagi menjadi empat kelompok besar yang akan berbaur dari beberapa jenis disabilitas yang disandang. Untuk disabilitas yang disandang oleh peserta juga terbagi dalam empat klasifikasi. Yakni Tuna Netra, Tuna Rungu, Tuna Daksa dan Disabilitas Intelektual.</p>



<p>Untuk pelatihan sebelum acara, dirinya menjelaskan sebanyak 200 difabel berikut dengan pendamping telah mengikuti pelatihan batik ciprat di Kodim 0833/Kota Malang pada Minggu (25/09/2022). &#8220;Nantinya, mereka yang telah mengikuti pelatihan akan mengajari kepada disabilitas lainnya. Dalam pemecahan Rekor MURI ini semua peralatan telah disiapkan oleh pihak panitia,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kegiatan ini diharapkan ke depan bisa menjadi tolok ukur adanya kesetaraan antara difabel dan masyarakat pada umumnya. &#8220;Agenda ini agar semakin banyak masyarakat yang lebih peduli dengan rekan-rekan difabel. Selain itu, agenda ini dalam mengangkat kesetaraan dan derajat sesama dalam hidup dan berkehidupan di masyarakat. Agenda ini adalah benefit oriented. Jadi bertujuan untuk memberikan manfaat. Bukan profit oriented, yang bertujuan untuk laba secara ekonomis,&#8221; terangnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175898</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangkitkan Patriotisme dan Cinta Tanah Air, Kader PDI-Perjuangan Kabupaten Kediri Pecah Rekor MURI Senam Sicita</title>
		<link>https://memontum.com/bangkitkan-patriotisme-dan-cinta-tanah-air-kader-pdi-perjuangan-kabupaten-kediri-pecah-rekor-muri-senam-sicita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 May 2022 10:05:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169413</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kader PDI-Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar pemecahan rekor MURI Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) 2022 di Simpang Lima Gumul, Sabtu (21/05/2022) tadi. Tingginya antusiasme peserta yang mengikuti gelaran senam, membuat pelaksanaan senam yang sudah rampung, meminta diulangi sampai beberapa kali. Selama pelaksanaan senam berlangsung, tidak sedikit dari peserta yang mengikuti gerakan senam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri </strong>&#8211; Kader PDI-Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar pemecahan rekor MURI Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) 2022 di Simpang Lima Gumul, Sabtu (21/05/2022) tadi. Tingginya antusiasme peserta yang mengikuti gelaran senam, membuat pelaksanaan senam yang sudah rampung, meminta diulangi sampai beberapa kali.</p>



<p>Selama pelaksanaan senam berlangsung, tidak sedikit dari peserta yang mengikuti gerakan senam dengan gemulai, karena sangking hafalnya gerakan. Bahkan, tidak sedikit pula yang selama senam juga turut bernyanyi mengiringi lagu senam.</p>



<p>Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang merupakan kader Partai Banteng Moncong Putih, itu menilai Sicita selain menyehatkan, sekaligus mengobarkan semangat cinta tanah air melalui penggunaan lagu yang mengiringi gerakannya. &#8220;Pencanangan Senam Sicita oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, ini menjadi terobosan baru untuk membangkitkan kembali rasa cinta tanah air yang dituangkan dalam gerakan senam,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan akrabnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Gerakan Senam Sicita, lanjut Mas Dhito, juga menjadi sangat tepat karena diadakan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional, yang diperingati setiap 20 Mei.</p>



<p>Mas Dhito berharap, Senam Sicita tidak hanya dilakukan pada momen itu saja. Namun, bisa diterapkan di rumah karena semua orang bisa dengan mudah melakukan.</p>



<p>Di sisi lain, kepada pemuda dan milenial, Senam Sicita dapat dijadikan contoh untuk membuat event-event menarik dan sederhana namun memiliki nilai patriotisme. &#8220;Dengan kegiatan semacam ini, akan memicu pemulihan ekonomi. Karena dengan even-even yang digelar di tempat strategis, pasti akan ada jajanan hingga lapak-lapak UMKM yang dapat berjualan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro, menyampaikan bahwa bertepatan pada 20 Mei 2022, PDI-Perjuangan seluruh Indonesia mengadakan Senam Sicita dengan target pemecahan rekor MURI. Dengan Senam Sicita ini, diharapkan dapat meningkatkan imun setelah sekian lama hidup dalam masa pandemi. Kepada kader partai, dirinya berharap untuk menggaungkan Senam Sicita.</p>



<p>&#8220;Senam Sicita ini bentuk kepedulian PDI-Perjuangan terhadap NKRI, karena menggunakan lagu-lagu perjuangan untuk menambah nasionalisme,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169413</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pecahkan MURI, Ribuan Ibu &#8211; Ibu Trenggalek Kenakan Batik Shibori</title>
		<link>https://memontum.com/pecahkan-muri-ribuan-ibu-ibu-trenggalek-kenakan-batik-shibori</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2019 07:49:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Batik Shibori]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102669-pecahkan-muri-ribuan-ibu-ibu-trenggalek-kenakan-batik-shibori</guid>

					<description><![CDATA[Trenggalek, Memontum &#8211; Menggunakan kain batik Shibori, masyarakat Kabupaten Trenggalek pecahkan Rekor dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di penghujung tahun 2019 sekaligus sebagai peringatan Hari Ibu yang jatuh pada hari ini, Minggu (22/12/2019). Tercatat sebanyak 7.575 kain Shibori dikenakan oleh para guru sekolah, anggota Dekranasda, gabungan organisasi wanita, hingga komunitas dalam pemecahan rekor yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Trenggalek, Memontum</strong> &#8211; Menggunakan kain batik Shibori, masyarakat Kabupaten Trenggalek pecahkan Rekor dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di penghujung tahun 2019 sekaligus sebagai peringatan Hari Ibu yang jatuh pada hari ini, Minggu (22/12/2019).</p>
<p>Tercatat sebanyak 7.575 kain Shibori dikenakan oleh para guru sekolah, anggota Dekranasda, gabungan organisasi wanita, hingga komunitas dalam pemecahan rekor yang dilaksanakan di Alun-Alun Trenggalek tersebut. Dengan rekor tersebut berarti sudah ada 6 rekor MURI yang dipecahkan di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p><div id="attachment_102670" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-102670" decoding="async" class="size-full wp-image-102670" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0027-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Pecahkan rekor gunakan batik Shibori, Novita Hardiny terima penghargaan dari MURI. (ist) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0027-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0027-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0027-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0027-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-102670" class="wp-caption-text">Pecahkan rekor gunakan batik Shibori, Novita Hardiny terima penghargaan dari MURI. (ist)</p></div></p>
<p>Dikatakan Senior Manajer MURI, Ariani Siregar, antusias ibu &#8211; ibu yang menggunakan batik Shibori sangat luar biasa.</p>
<p>&#8220;Kami dari Museum World Record Indonesia pada hari ini diundang Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk pecahkan rekor yang sangat luar biasa spektakuler, yaitu mengenakan batik Shibori dengan peserta terbanyak, &#8221; ucap Ariani.</p>
<p>Sebelumnya, pengajuannya peserta sebanyak 7.000 namun setelah dilakukan verifikasi di lapangan ada sebanyak 7.575 peserta. Jumlah tersebut tentu tidak sedikit.</p>
<p>Ditambahkan Ariani, bahwa ekor yang dipecahkan kali ini tercatat sebagai rekor yang ke 9379 dan termasuk dalam rekor dunia.</p>
<p>&#8220;Di tahun yang sama, Kabupaten Trenggalek juga berhasil memecahkan rekor sajian nasi gegok terbanyak beberapa waktu lalu, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini menuturkan bahwa pemecahan rekor kali ini dalam rangka pengenalan salah satu produk unggulan yang sedang dikembangkan di Kabupaten Trenggalek, yaitu kain Shibori dengan khas warna alamnya.</p>
<p>&#8220;Melalui kegiatan ini kita ingin mencoba mengenalkan seperti yang disampaikan tadi, sehingga kita tidak hanya mempunyai produk unggulan batik khas Trenggalek maupun Shibori yang sedang kita kembangkan, sekaligus untuk menyemangati penggiat UMKM di Trenggalek, &#8221; katanya.</p>
<p>Selain menyemangati, lanjut istri Bupati Trenggalek ini, pihaknya paham bahwa perempuan banyak variabelnya sehingga dengan ini para pelaku UMKM bisa terus tetap bersemangat, karena setiap usaha pasti fluktuatif, kadang laku banyak atau sesekali biasa saja.</p>
<p>Lebih lanjut, Novita mengatakan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi puncak peringatan Hari Ibu yang cukup berkesan dan meriah di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Terakhir, kita berharap dengan kegiatan ini para pengerajin terpacu untuk selalu kreatif dan berinovasi dalam berusaha, jangan mudah putus asa apapun tantangannya harus tetap semangat dan pantang menyerah, apa yang sedang dibutuhkan pasar kita harus bisa segera beradaptasi untuk mengikuti hal tersebut,&#8221; tutur Novita.</p>
<p>Sedangkan Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek, Agus Setyono, menyampaikan bahwa Shibori di Trenggalek meski tergolong masih baru, namun diharapkan ke depan bisa menjadi salah satu komoditas unggulan karena keidentikannya dengan warna alam.</p>
<p>&#8220;Meski tergolong masih baru, saya berharap nantinya batik Shibori bisa dikenal dengan warga alamnya yang identik, &#8221; kata Agus.</p>
<p>Pihaknya juga berharap dengan pemecahan rekor MURI kali ini, Shibori Trenggalek semakin dikenal dan tercipta pasar yang berujung pada berkembangnya UKM dan kesejahteraan masyarakat. <strong>(mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102669</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tarian Bajol Ijo Sambut Festival HAM, Raih Rekor MURI</title>
		<link>https://memontum.com/tarian-bajol-ijo-sambut-festival-ham-raih-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2019 12:06:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival HAM]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100053-tarian-bajol-ijo-sambut-festival-ham-raih-rekor-muri</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Diikuti sekitar 5 ribu lebih tarian Bajol Ijo dalam rangka menyambut Festival Hak Asasi Manusia (HAM) di Kabupaten Jember yang sekaligus sebagai tuan rumah, pecahkan Rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Tarian Bajul Ijo menceritakan tentang keceriaan dan kegembiraan anak-anak yang tersirat dalam makna lagu Bajul Ijo. Berpesan agar anak-anak tidak boleh nakal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum </strong>&#8211; Diikuti sekitar 5 ribu lebih tarian Bajol Ijo dalam rangka menyambut Festival Hak Asasi Manusia (HAM) di Kabupaten Jember yang sekaligus sebagai tuan rumah, pecahkan Rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).</p>
<p>Tarian Bajul Ijo menceritakan tentang keceriaan dan kegembiraan anak-anak yang tersirat dalam makna lagu Bajul Ijo. Berpesan agar anak-anak tidak boleh nakal dan harus selalu rajin belajar dan tidak seperti bajul, yang selalu bermalas-malasan setelah selesai makan.</p>
<p><div id="attachment_100054" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-100054" decoding="async" class="size-full wp-image-100054" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191119-WA0090-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="DALAM : Tarian Bajul Ijo bermakna anak-anak tidak boleh nakal dan harus selalu rajin belajar. (ist)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191119-WA0090-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191119-WA0090-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191119-WA0090-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191119-WA0090-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-100054" class="wp-caption-text">DALAM : Tarian Bajul Ijo bermakna anak-anak tidak boleh nakal dan harus selalu rajin belajar. (ist)</p></div></p>
<p>Tarian kolosal ini akan ditampilkan oleh 5.308 peserta dari Taman Kanak-kanak se Kabupaten Jember, yang didampingi 5.308 orang tua dengan berseragam, 1.000 orang guru TK dan jumlah keseluruhan peserta adalah 11.616 orang. Kegiatan ini berlangsung di alun-alun jember, Selasa (19/11/2019) pagi.</p>
<p>Pada even ini juga diselenggarakan Festival Mewarnai anak-anak TK yang didampingi oleh orang tua masing-masing, yang diselenggarakan oleh IGTKI Jember, sebanyak 1.514 murid dan 1.514 orang tua serta 100 orang guru TK.</p>
<p>Kegiatan tarian kolosal bajul ijo ini juga sekaligus memecahkan rekor MURI dengan peserta anak-anak terbanyak didampingi orang tuanya.</p>
<p>Bupati Jember, dr Faida berharap even ini dapat semakin memeriahkan rangkaian kegiatan Festival HAM 2019 yang diselenggarakan di Kabupaten Jember, sekaligus merupakan perwujudan dari tema Festival HAM kali ini, yakni Pembangunan Daerah yang Berbasis HAM dan Berkeadilan Sosial Melalui Pendekatan Budaya.<strong> (bud/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100053</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harlah Muslimat NU ke 73 di Trenggalek Sediakan 15.000 Nasi Gegok, Pecahkan MURI</title>
		<link>https://memontum.com/harlah-muslimat-nu-ke-73-di-trenggalek-sediakan-15-000-nasi-gegok-pecahkan-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2019 13:25:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimat NU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98253-harlah-muslimat-nu-ke-73-di-trenggalek-sediakan-15-000-nasi-gegok-pecahkan-muri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke 73 di Kabupaten Trenggalek memecahkan rekor MURI dengan menyediakan ribuan nasi gegok. Seperti yang diketahui, nasi gegok merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kota Keripik Tempe. Sebanyak lebih dari 15.000 nasi gegok yang disajikan dalam peringatan Harlah Muslimat NU tahun ini. Senior Manager Museum Rekor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke 73 di Kabupaten Trenggalek memecahkan rekor MURI dengan menyediakan ribuan nasi gegok. Seperti yang diketahui, nasi gegok merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kota Keripik Tempe.</p>
<p>Sebanyak lebih dari 15.000 nasi gegok yang disajikan dalam peringatan Harlah Muslimat NU tahun ini. Senior Manager Museum Rekor Indonesia (MURI) Ariani Siregar mengatakan jika panitia hanya mendaftarkan sejumlah 1.500 nasi gegok saja. Namun setelah dihitung, jumlahnya lebih dari itu. &#8220;Awalnya panitia mengatakan nasi gegok yang akan disajikan sejumlah 1.500. Tapi tadi sudah dihitung lagi, jumlah ada 15.173 bungkus. Rekor ini kemudian diabadikan oleh MURI sebagai rekor dunia, pada urutan yang ke 9.241, &#8221; ungkap Arifin saat dikonfirmasi, Minggu (20/10/2019).</p>
<p>Sementara itu, Wakil Sekertaris Muslimat NU Trenggalek, Siti Masruroh mengaku senang dan bersyukur atas pemecahan rekor MURI dalam rangka Harlah Muslimat NU ke 73 ini. Dari jumlah nasi gegok yang ada ini, tak lepas dari peran serta seluruh masyarakat. Pasalnya, dari jumlah tersebut mampu dikumpulkan oleh pengurus Muslimat NU di 14 Kecamatan di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Masing &#8211; masing Kecamatan mengumpulkan 1.000 nanti gegok dan 1.000 lainnya dari pengurus Muslimat NU cabang Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Kita memilih nasi gegok ini lebih karena selain ini merupakan makanan khas di Trenggalek juga Muslimat NU ingin mengenalkan nasi gegok ke luar daerah hingga mancanegara, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Terpisah, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengapresiasi pemecahan rekor MURI ini. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah usaha untuk mengenalkan potensi daerah kepada masyarakat pada umumnya. Ia berharap, melalui pemecahan rekor ini, nasi gegok semakin banyak dikenal masyarakat luas dan menjadi icon tersendiri bagi Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Nasi gegok memang sudah menjadi icon di Kabupaten Trenggalek. Kalau berkunjung ke Trenggalek wajib mencoba makanan yang identik dengan citarasa pedasnya ini, &#8221; pungkas Arifin. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98253</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Trenggalek : Larung Sembonyo Akan Didorong Masuk MURI</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-trenggalek-larung-sembonyo-akan-didorong-masuk-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2019 01:37:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Larung Sembonyo]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88838-bupati-trenggalek-larung-sembonyo-akan-didorong-masuk-muri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Masyarakat di pesisir pantai Prigi Lestari kan budaya Labuh Laut atau yang dikenal dengan Larung Sembonyo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur nelayan terhadap hasil tangkapan ikan yang melimpah serta meminta keselamatan menangkap ikan (melaut). Tradisi dan budaya yang dilestarikan masyarakat ini lahir dari mitos yang berkembang hingga diyakini oleh masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Masyarakat di pesisir pantai Prigi Lestari kan budaya Labuh Laut atau yang dikenal dengan Larung Sembonyo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur nelayan terhadap hasil tangkapan ikan yang melimpah serta meminta keselamatan menangkap ikan (melaut). Tradisi dan budaya yang dilestarikan masyarakat ini lahir dari mitos yang berkembang hingga diyakini oleh masyarakat di pesisir Pantai, tak terkecuali di Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Menurut informasi yang diterima, masyarakat meyakini bahwa tradisi yang biasa dilakukan pada bulan Selo penanggalan Jawa ini merupakan adat budaya yang harus dilestarikan.</p>
<p>Upacara adat larung Sembonyo ini dilakukan oleh masyarakat, utamanya bagi nelayan yang menggantungkan hidupnya di Teluk Watulimo. Tak hanya itu, upacara adat ini dilakukan guna menghormati para leluhur yang telah membuka atau babad alas teluk ini.</p>
<p>Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan Larung Sembonyo ini dilakukan sebagai wujud syukur nelayan terhadap hasil tangkapan yang melimpah. &#8220;Upacara adat Larung Sembonyo ini rutin dilakukan masyarakat yang ada di pesisir Pantai sebagai bentuk syukur mereka terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dan juga melestarikan budaya nenek moyang kita terdahulu, &#8221; ucap Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (24/07/2019) siang.</p>
<p>Dikatakan Arifin, menurut kepercayaan masyarakat jika upacara adat ini ditinggalkan, akan ada halangan seperti kesulitan menangkap ikan, gagal panen, wabah, bencana alam dan beberapa musibah lainnya. Dan hal &#8211; hal tersebut yang harus dihindari, salah satunya dengan melakukan tradisi upacara Larung Sembonyo ini.</p>
<p>&#8220;Tradisi Larung Sembonyo saat ini sudah menjadi agenda masyarakat Kabupaten Trenggalek yang rutin digelar. Pemerintah daerah juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Pihaknya mengaku akan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap kegiatan Larung Sembonyo ini, sehingga kegiatan ini akan menjadi daya tarik tersendiri di Kabupaten Trenggalek. Tak segan &#8211; segan, Bupati Trenggalek menargetkan tradisi Larung Sembonyo ini harus masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) tahun depan.</p>
<p>&#8220;Kedepan kita targetkan kegiatan ini bisa masuk MURI, &#8221; tegasnya.</p>
<p>Diketahui, pelarungan sembonyo dan berbagai srasrahan dan sesaji ini didorong dengan niat, harapan dan permohonan untuk mendapatkan keselamatan dan memperoleh hasil dari laut dan daratan yang melimpah.</p>
<p>Tak hanya itu, tahap &#8211; tahap upacara adat Larung Sembonyo dibagi menjadi dua tahap persiapan yang meliputi malam widodaren membuat sembonyo, kembang mayang, menyiapkan encek atau sesaji serta menyiapkan kesenian jaranan untuk pengiring dan tahap pelaksanaan. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>12 Ribu Personil Gabungan TNI, Siap Pecahkan Rekor MURI Tarian Gemu Famire</title>
		<link>https://memontum.com/12-ribu-personil-gabungan-tni-siap-pecahkan-rekor-muri-tarian-gemu-famire</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2018 14:24:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[HUT TNI]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=53409</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Hari Ulang Tahun ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2018 bakal spektakuler. Ada 12.000 personel gabungan dari TNI matra darat, laut dan udara serta Garnisun bakal memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Tarian Gemu Famire. Jelang pelaksanaan 4 September Oktober 2018 sebagai awal rangkaian HUT TNI 5 Oktober , gladi bersih dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Hari Ulang Tahun ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI)  tahun 2018 bakal spektakuler. Ada 12.000 personel gabungan dari TNI matra darat, laut dan udara serta Garnisun bakal memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Tarian Gemu Famire.</p>
<p>Jelang pelaksanaan 4 September Oktober 2018 sebagai awal rangkaian HUT TNI 5 Oktober , gladi bersih dilakukan di Dermaga Madura Mako Koarmada II Surabaya, Selasa (28/8). Bertindak sebagai ketua pelaksana adalah Komandan Satuan Kapal Amfibi (Dansatfib) Koarmada II Kolonel Laut (P) Kunto Tjahjono.</p>
<p><a href="https://memontum.com/53409-12-ribu-personil-gabungan-tni-siap-pecahkan-rekor-muri-tarian-gemu-famire/28-12-ribu-tni-gabungan-siap-pecahkan-rekor-muri-tarian-gemufamire" rel="attachment wp-att-53412"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/28-12-RIBU-TNI-GABUNGAN-SIAP-PECAHKAN-REKOR-MURI-TARIAN-GEMUFAMIRE.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-53412" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/28-12-RIBU-TNI-GABUNGAN-SIAP-PECAHKAN-REKOR-MURI-TARIAN-GEMUFAMIRE.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/28-12-RIBU-TNI-GABUNGAN-SIAP-PECAHKAN-REKOR-MURI-TARIAN-GEMUFAMIRE.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Sekadar diketahui, Gemu Famire merupakan tarian yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun pada pemecahan rekor akan ada ada sedikit perubahan pada gerakannya. Tarian itu akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada 4 September 2018 dan ditargetkan memecahkan rekor Muri. Mako Koarmada II menjadi salah satu tempat berlangsungnya kegiatan membanggakan itu.</p>
<p>“Lagu Gemu Famire yang memiliki syair serta irama yang sederhana  ini telah banyak dikenal oleh masyarakat dan menjadi fenomena tersendiri sejak tahun 2012. Khususnya di instansi TNI maupun di instansi lainya,” terang Kadispenkoarmada II Letkol Laut (KH) Suratno, S.S. </p>
<p>Menurutnya, gerakan tarian ini sangat sederhana namun bisa dapat mengajak orang yang mendengarnya menjadi ikut bergoyang. Selain itu, dapat menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Tarian ini juga bisa dijadikan sebagai hiburan bagi yang melaksanakan dan melihatnya karena gerakanya sangat muda untuk diikuti.</p>
<p>Selain melibatkan Anggota TNI, kata Suratno, Gemu Famire juga melibatkan ibu-ibu dari anggota Jalasenastri, Persit Kartika Chandra Kirana, PIA Ardhya Garini serta Dharma Wanita yang menambah semarak kegiatan.<strong> (ano/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">53409</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
