<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Museum Musik Indonesia &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/museum-musik-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Mar 2022 15:49:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Museum Musik Indonesia &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringati Hari Musik Nasional, Wawali Kota Malang Apresiasi Museum Musik Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-musik-nasional-wawali-kota-malang-apresiasi-museum-musik-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2022 15:48:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peringati Hari Musik Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[wawali kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=165323</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Peringati Hari Musik Nasional, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengapresiasi Museum Musik Indonesia (MMI) di Jalan Nusa Kambangan, Kota Malang, Rabu (09/03/2022). Menurutnya, Museum Musik merupakan sesuatu yang sangat mewah dan sangat mahal dalam nilai sejarahnya. “Terima kasih, hari ini merupakan momen yang sangat pas, dan sangat bersyukur punya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Peringati Hari Musik Nasional, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengapresiasi Museum Musik Indonesia (MMI) di Jalan Nusa Kambangan, Kota Malang, Rabu (09/03/2022).</p>



<p>Menurutnya, Museum Musik merupakan sesuatu yang sangat mewah dan sangat mahal dalam nilai sejarahnya. “Terima kasih, hari ini merupakan momen yang sangat pas, dan sangat bersyukur punya teman yang menjaga aset ini,” ujar Sofyan, Rabu (09/03/2022).</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, dengan diperingati Hari Musik Nasional, bisa bersilaturahmi dengan membangun kembali, mengingatkan kembali, bahwa Kota Malang pernah menjadi barometer musik rock di tanah air Indonesia.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>“Sebuah capaian yang besar bisa dikatakan barometer itu, dan secara luas barometer itu diartikan. Saat itu seluruh stakeholder musik rock di Malang ini memberikan dukungan. Musisinya memberikan karya terbaik dan penggemarnya punya penilaian musik yang sangat bagus,” tambahnya.</p>



<p>Walaupun MMI merupakan aset yang ternilai dan mewah, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Atas nama pemerintahan dirinya meminta maaf, lantaran MMI masih berada ditempat yang sederhana. “Harusnya bisa ditempatkan yang lebih bagus lagi, agar masyarakat yang datang juga merasa senang dan mendukung aset-aset pemerintah,” ucapnya.</p>



<p>Ketua MMI Kota Malang, Hengki Herawanto, berharap kedepan akan ada mata pelajaran yang mewajibkan siswa-siswa sekolah untuk datang ke museum. Menurutnya, agar bisa tetap dilestarikan dan tidak lupa akan sejarah-sejarah musik terdahulu. “Harapannya nanti, siswa setahun sekali aja berkunjung kesini ya, agar mereka tau bahwa ada Museum Musik ini, mereka bisa tau sejarah musik-musik dulu,” ujar Hengki. <strong>(cw2/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyanyi Keroncong Legendaris Kunjungi Museum Musik Indonesia Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/penyanyi-keroncong-legendaris-kunjungi-museum-musik-indonesia-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2022 16:04:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[penyanyi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=164777</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sosok penyanyi keroncong legendaris, Waldjinah, kunjungi Museum Musik Indonesia (MMI) yang berada di Gedung Kesenian Gajayana Jalan Nusakambangan Kota Malang, Selasa (01/03/2022). Kedatangannya tak sendiri, melainkan didampingi anak dan menantu, serta M Toha anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah. Maksud dan tujuan kedatangannya, yakni ingin melihat koleksi albumnya yang disimpan oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sosok penyanyi keroncong legendaris, Waldjinah, kunjungi Museum Musik Indonesia (MMI) yang berada di Gedung Kesenian Gajayana Jalan Nusakambangan Kota Malang, Selasa (01/03/2022). Kedatangannya tak sendiri, melainkan didampingi anak dan menantu, serta M Toha anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah.</p>



<p>Maksud dan tujuan kedatangannya, yakni ingin melihat koleksi albumnya yang disimpan oleh MMI, berupa kaset, piringan hitam serta CD. Tentunya, dia merasa senang karena koleksi lagu miliknya masih tersimpan dengan baik.</p>



<p>“Senang sekali, suaraku yang melengking ini masih disimpan dengan baik, padahal saya sendiri di rumah sudah tidak punya karena diminta teman-teman,” ujar Waldjinah yang berusia 77 tahun itu.</p>



<p>Perlu diketahui, jika dirinya mulai menekuni dunia penyanyi sejak usia 12 tahun. Sejumlah lagu yang dinyanyikan sejak dulu ada sekitar 1760 lagu dan memiliki 200 album. Namun sayangnya, album-album yang dimiliki tidak disimpan dengan rapi dan diminta oleh teman. Apalagi, yang ada di MMI hanya ada sebagian saja.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Wakil DPR RI, M Toha, mengatakan bahwa orang yang meminta album tersebut sudah ‘nembung’ atau meminta izin ke Waldjinah sehingga diberikan. Bukan hanya album saja, bahkan pialanya juga. Toha berpesan, jika koleksi-koleksi tersebut masih ada di orang yang pernah memintanya, maka ingin dikoleksi lagi oleh Waldjinah.</p>



<p>“Pesan saya sama orang-orang ya, kalau misalkan ada yang punya album hasil Bu Waldjinah, apapun itu, baik piringan hitam, kaset atau piala dan tidak digunakan di rumah, minta tolong dikembalikan ke Bu Waldjinah. Bisa menghubungi ke putranya, Pak Bambang atau saya melalui Youtube podcast Mohammad Toha bisa komen. Nanti, kita tindak lanjuti atau disimpan di MMI sini,” ujar Toha.</p>



<p>Terpisah, sebagai Ketua MMI Kota Malang, Hengki Herawanto, mengatakan jika Waldjinah merupakan musisi besar lewat musik keroncong. Koleksi yang ada di MMI ada banyak yakni sekitar 50 album. Koleksi tersebut didapat selain dari sumbangan masyarakat juga ada yang dibeli sendiri dari perusahaan rekaman yakni Lokananta.</p>



<p>&#8220;Selain lagu, disini juga ada koleksi busana dari Ibu Waldjinah, yang kami peroleh saat berkunjung ke rumah beliau di Solo. Yakni, berupa kebaya yang pernah dipakai show saat di Selandia Baru,&#8221; paparnya. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164777</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Pojok Karya, MMI Tampilkan Musisi Wanita Legendaris Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-pojok-karya-mmi-tampilkan-musisi-wanita-legendaris-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2021 09:25:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[MMI]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pojok karya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=141110</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Museum Musik Indonesia (MMI) kembali persembahkan Pojok Karya yang berlangsung hingga 30 April 2021 di Lobi Balai Kota Malang. Kali ini Pojok Karya digelar dengan tema perempuan karena dalam rangka memeriahkan Hari Kartini. Ketua MMI, Hengki Herwanto, mengatakan bahwa Pojok Karya ini oleh MMI semaksimal mungkin akan dibuat rutin acaranya. Baca [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Museum Musik Indonesia (MMI) kembali persembahkan Pojok Karya yang berlangsung hingga 30 April 2021 di Lobi Balai Kota Malang. Kali ini Pojok Karya digelar dengan tema perempuan karena dalam rangka memeriahkan Hari Kartini.</p>



<p>Ketua MMI, Hengki Herwanto, mengatakan bahwa Pojok Karya ini oleh MMI semaksimal mungkin akan dibuat rutin acaranya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Pojok Karya akan menjadi kegiatan rutin kami, tiap dua minggu display foto dan poster di Lobi Balaikota akan kami ganti. Pastinya sesuai dengan momen peringatan di periode waktu tersebut,&#8221; ungkapnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (24/04).</p>



<p>Profil delapan tokoh wanita Kota Malang yang memiliki prestasi dalam bidang musik pun terpajang apik. Berharap setiap tamu yang mengunjungi Balaikota bisa mampir melihat dan membaca sejarah singkat prestasi para warganya yang luar biasa.</p>



<p>&#8220;Pastinya karena memperingati Hari Kartini, MMI memasang seniman Kota Malang wanita. Kita ingin memperkenalkan prestasi seniman perempuan warga Kota Malang khususnya dalam seni dan budaya ini adlah minimal usaha yang dilakukan MMI untuk mengenalkan seniman perempuan yang perlu diketahui oleh masyarakat. Oleh karena itu, karya dan foto-foto mereka kita pajang di Balaikota, agar tiap tamu yang datang diharapkan bisa melihat, membaca, dan mengetahui,&#8221; paparnya.</p>



<p>Disampaikan Hengki, ke 8 tokoh seniman yang kami pilih ini karene mereka memilik karya dan prestasi yang bisa dibanggakan selain memiliki prestasi musik yang luar biasa, tokoh-tokoh ini dipilih karena karya mereka juga dikoleksi oleh MMI.</p>



<p>&#8220;Pertimbangan kami, karena 8 tokoh ini berkarya dan sebagian karya mereka ada di MMI. Intinya kedelapan tokoh ini punya karya, perempuan, berangkat dari Kota Malang, dan beberapa karyanya tersimpan di MMI,&#8221; bebernya.</p>



<p>Kedelapannya adalah Anggar, Sadhana Devi, Kartika Cahaya Arisanti, Laily Dimjathie, Marini, Mira Tania, Nova Ruth, dan Tiga Nada.</p>



<p>&#8220;Anggar ini adalah penyanyi yang multi genre dan prestasinya hingga tingkat internasional. Salah satunya adalah ketika dia tergabung dalam Duo Etniholic, menjadi 1st degree mixed category (vocal-instrumen) sopravista Festival Italy,&#8221; ceritanya.</p>



<p>Kemudian Sadhana Devi, penyanyi wanita asli Malang yang pernah menjadi pengisi suara sound track film Catatan Si Boy (Cabo) 2 tahun 1990. Dimana dijelaskan Hengki, musisi yang sampai saat ini masih aktif berkarya lewat Youtube itu, pernah mengeluarkan album pertama Arema Voice berjudul Tegar yang menjadi salah satu Lagu kebangsaan Aremania.</p>



<p>&#8220;Kalau Kartika Cahaya Arisanti adalah seniman muda berusia 20 tahunan yang memilih profesi sebagai sinden. Lalu ada juga profil dari Almarhumah Laily Dimjathie, musisi Indonesia era60-an. Karyanya yang paling hits adalah Bunga Flamboyan,&#8221; kata Hengki.</p>



<p>Selanjutnya ada Kanjeng Raden Ayu Soemarini Soerjosoemarno, atau yang lebih dikenal dengan Marini. Dijelaskan Hengki, dia adalah musisi sekaligus bintang film yang memulai karirnya sebagai penyanyi pada tahun 1962.</p>



<p>&#8220;Pada tahun 1975, Marini bermain dalam film Cinta besutan sutradara Wim Umboh. Setahun berikutnya, dia mendapat penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik dalam Festival Film Indonesia 1976 di Bandung. Berkat film itu pula, Marini mendapat penghargaan internasional berupa Twin Lion Award dalam Festival Film di Pusan Korea Selatan sebagai The Excellent Actress,&#8221; ujar Hengki.</p>



<p>Berikutnya ada Mira Tania, penyanyi asli Malang di era 80-an yang hijrah ke Jakarta untuk mengembangkan karirnya. Profil seniman selanjutnya ada arek Klojen yang telah menjelajahi Laut Karibia dan Samudera Pasifik membawa misi pelestarian lautan dan pertukaran budaya melalui Kapal Arka Kinari. Dia adalah Nova Ruth.</p>



<p>&#8220;Nova Ruth berangkat dari Rotterdam bulan Agustus 2019, kapal layar yang ia naiki menyusuri pantai Afrika, Amerika Selatan, sampai berlabuh di Pulau Bali pada bulan Oktober 2020. Nova bersama suaminya, Grey Filastine, telah berkeliling dunia mementaskan karya musiknya yang memiliki bunyi-bunyian nusantara,&#8221; tutur Hengki.</p>



<p>Terakhir adalah group band rock cilik asal Kota Malang, Tiga Nada and Friends. Dikatakan Hengki personil group ini masih berusia 8 hingga 11 tahun.</p>



<p>&#8220;Awalnya mereka adalah teman-teman yang berkumpul dalam suatu sekolah music di Kota Malang. Awal mulanya mereka pernah membawakan berbagai jenis genre music, namun para punggawa cilik group ini lebih sreg dengan music rock. Bahkan mereka sempat viral membawakan lagu-lagu rock papan atas dari band legendaris seperti Metallica, Genesis hingga Nazareth,&#8221; beber Hengki. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">141110</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Musik Nasional, 33 Alat Musik Pemberian Belanda Bakal &#8216;Diruwat&#8217; MMI dan Museum Brawijaya</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-musik-nasional-33-alat-musik-pemberian-belanda-bakal-diruwat-mmi-dan-museum-brawijaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2021 06:54:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[memontum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Peringati Hari Musik Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136274</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Momen hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret besok, akan dimanfaatkan oleh Museum Musik Indonesia (MMI), berkolaborasi dengan Museum Brawijaya untuk membersihkan instrumen alat musik militer yang terdapat di museum yang terletak di Jalan Ijen, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen itu. Hal ini, sebagaimana disampaikan Ketua MMI, Hengki Herwanto. Bahwa, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Momen hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret besok, akan dimanfaatkan oleh Museum Musik Indonesia (MMI), berkolaborasi dengan Museum Brawijaya untuk membersihkan instrumen alat musik militer yang terdapat di museum yang terletak di Jalan Ijen, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen itu. Hal ini, sebagaimana disampaikan Ketua MMI, Hengki Herwanto. Bahwa, Museum Brawijaya memiliki koleksi yang cukup berharga namun kondisinya kotor karena di ruang terbuka.</p>



<p>&#8220;Acara hari ini adalah dalam rangka membersihkan alat musik disini. Bisa kita lihat bersama bahwa instrumen disini kotor sekali. Harapannya dengan dibersihkan, mudah-mudahan sebagian masih ada yang bisa dimainkan,&#8221; ungkapnya, Senin (08/03) tadi</p>



<p>Lebih lanjut Hengki menambahkan, ada pun peralatan yang mereka bawa untuk pembersihan hari ini antara lain detergen, sikat, amplas, maupun cairan pembersih logam. Dengan kegiatan ini pihaknya berharap dapat membangun kepedulian masyarakat khususnya seni musik.</p>



<p>baca juga  : <strong><a href="https://memontum.com/134076-bison-rilis-buku-empat-dekade-sejarah-musik-malang-era-60-90" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/134076-bison-rilis-buku-empat-dekade-sejarah-musik-malang-era-60-90" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Bison Rilis Buku Empat Dekade Sejarah Musik Malang Era 60-90</a></strong></p>



<p>&#8220;Kami berharap dapat membangun kepedulian masyarakat bahwa di Kota Malang itu punya warisan budaya khususnya seni musik. Dimana itu perlu kita kenal, lestarikan, bahkan kalau perlu kita kembangkan juga ke depan untuk kemajuan kebudayaan di negara kita khususnya budaya seni musik,&#8221; terangnya.</p>



<p>Ditargetkan Hengki, hari ini semua alat yang mencangkup drum, perkusi, terompet, saxophone, trombone, dan lain sebagainya bisa rampung.</p>



<p>Kepala Museum Brawijaya, Kapten Arm Sustrisno, menjelaskan bahwa 33 instrumen musik yang ada merupakan pemberian dari Belanda untuk Indonesia di tahun 1952.</p>



<p>&#8220;Kalau ditaruh di Museum Brawijaya ini sendiri pada tahun 1977. Sedangkan untuk perawatannya selama ini manual, semampu kita bisa. Tapi karena mungkin tempatnya masih di luar kaca dan terbuka seperti ini, akhirnya mudah kotor,&#8221; terangnya.</p>



<p>Berdasarkan keterangannya, beberapa alat musik yang ada sebagian besar sudah mulai rusak. Namun Kapten Arm Sustrisno menjelaskan bahwa meski begitu pihaknya akan berdiskusi dengan MMI dalam rangka mengidentifikasi alat musik mana yang masih bisa dipergunakan.</p>



<p>&#8220;Setelah selesai dibersihkan, kita mau sama-sama mengidentifikasi alat musik disini. Mulai dari nama, jenis, tahun pabrikannya, bahkan masih bisa dimainkan atau tidak,&#8221; tuturnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136274</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Museum Musik Indonesia, Siap Arsipkan Majalah Musik dan Bantu Ambon sebagai Kota Musik Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/museum-musik-indonesia-siap-arsipkan-majalah-musik-dan-bantu-ambon-sebagai-kota-musik-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2020 10:18:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[MMI]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120171-museum-musik-indonesia-siap-arsipkan-majalah-musik-dan-bantu-ambon-sebagai-kota-musik-dunia</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Di Lantai dua Gedung Kesenian Gajayana Kota Malang, terdapat sebuah Museum Musik yang berdiri sejak tahun 2016. Sebelumnya telah dirintis mulai tahun 2009 dengan nama Galeri Malang Bernyanyi. Setelah itu diubah menjadi Museum Musik Indonesia pada tahun 2016 sampai sekarang. Jumat (24/7/2020) Hengky Herwanto, ketua MMI di sela-sela kesibukaannya mengungkapkan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Di Lantai dua Gedung Kesenian Gajayana Kota Malang, terdapat sebuah Museum Musik yang berdiri sejak tahun 2016. Sebelumnya telah dirintis mulai tahun 2009 dengan nama Galeri Malang Bernyanyi. Setelah itu diubah menjadi Museum Musik Indonesia pada tahun 2016 sampai sekarang.</p>
<p>Jumat (24/7/2020) Hengky Herwanto, ketua MMI di sela-sela kesibukaannya mengungkapkan bahwa baru-baru ini UNESCO memberikan kepercayaan kepada MMI untuk mengarsipkan Majalah Aktuil yang terbit sekitar tahun 1967 sampai 1978 untuk di digitalisasi dan akan di share di website resmi MMI agar dapat di akses secara gratis oleh pecinta Musik di seluruh dunia.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-120172" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200727-WA0180-copy.jpg?resize=740%2C555&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="555" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200727-WA0180-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200727-WA0180-copy.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200727-WA0180-copy.jpg?resize=600%2C450&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200727-WA0180-copy.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Kita dapat bantuan dari UNESCO untuk digitalisasi majalah aktuil ini sekitar 200 majalah, rencana selesai pada bulan November dan ini masih lagi tahap pengerjaan,” terang ketua MMI Hengky Herwanto.</p>
<p>MMI sebagai salah satu museum musik yang berada di Kota Malang memiliki beragam koleksi mulai dari Rekaman, cetak, digital, instrumen hingga memorabelia seperti souvenir sampai kostum dan merchandise para musisi yang sangat bersejarah.</p>
<p>Untuk rekaman mempunyai tifa klasifikasi mulai kaset pita, CD hingga vinyl. Ketua MMI itu mengungkapkan bahwa sebagian besar koleksi di museum ini yaitu sumbangan dari masyarakat, pecinta musik, kolektor hingga seluruh dunia. “Disini sebagian kecil memang koleksi pribadi saya, tetapi sebagian besarnya lagi adalah sumbangan dari masyarakat seluruh dunia,” tambahnya.</p>
<p>Kedutaan Belanda pernah menyumbangkan 800 buah CD khusus penyanyi-penyanyi belanda untuk di taruh di Museum Musik Indonesia. Hal-hal lainnya juga ada dari pegiat musik lokal dan kolektor musik seluruh Indonesia yang juga perduli dengan Museum ini dan menyumbangkan banyak koleksinya untuk di pajang di museum.</p>
<p>Klasifikasi musik yang berada di museum sangat beragam. Tetapi dari awal MMI juga memfokuskan pada musik traditional seluruh indonesia yang sudah di bagi-bagi penempatannya. Ada juga beberapa alat musik traditional indonesia yang juga masih di mainkan oleh para musisi di MMI.</p>
<p>Bagi ketua MMI rilisan musik yang paling bersejarah yaitu milik Koes Bersaudara yaitu album yang di buat ketika grup Koes Bersaudara berada di dalam penjara setelah memainkan musik-musik Rock barat. “Kita punya rilisan fisiknya dan itu sangat bersejarah menurut saya karena ke unikan musik dan liriknya ketika dibuat di dalam penjara tersebut,” ungkapnya.</p>
<p>Tak sedikit musisi indonesia yang sering datang ke Museum Musik Indonesia diantara lain ada Ebiet G Ade, Krisdayanti, The Rollies, Ahmad Albar (Godbless), Grace Simon hingga Ryan D’Masiv. Tak hanya musisi lokal namun juga banyak dari musisi Indie luar negeri yang sempat berkunjung ke MMI dan memberikan beberapa koleksi nya untuk di tempatkan di museum ini.</p>
<p>Tak hanya penghargaan dari UNESCO, MMI juga membantu Kota Ambon untuk menjadi Kota Musik Dunia setelah Ambon di nobatkan oleh UNESCO sebagai Kota Musik. MMI membantu dari sisi dokumentasi musiknya, telah dikirimkan 100 kaset pita, 100 CD dan juga 100 Vinyl (piringan hitam) untuk menjadi pusat dokumentasi musik Nasional.</p>
<p>“Kita juga sudah mengerimkan banyak sekali dokumentasi musik dan rilisan kepada Kota Ambon sebagai pusat Kota Musik Dunia,” tambahnya.</p>
<p>MMI juga berharap kepada pemerintah agar bisa di fasilitasi lebih dari segi tempat, karena semakin banyaknya koleksi yang bertambah juga membutuhkan space ruang yang lebih meluas juga, “ya semoga pemerintah bisa membantu dari gedungnya, ini kan kami di pinjami pemerintah semoga nanti bisa di perluas di lantai duanya kalo bisa keseluruhan gedung kesenian ini karena semakin bertambahnya koleksi kami juga butuh space yang lebih luas untuk menata koleksi kita ini,” tutupnya. <strong>(mg1/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120171</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
