<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Museum &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/museum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Apr 2026 09:15:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Museum &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kunjungi Kantor Baru Disparbud, Bupati Kediri Beri Masukan Operasional Museum Sri Aji Jayabaya</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-kantor-baru-disparbud-bupati-kediri-beri-masukan-operasional-museum-sri-aji-jayabaya</link>
					<comments>https://memontum.com/kunjungi-kantor-baru-disparbud-bupati-kediri-beri-masukan-operasional-museum-sri-aji-jayabaya#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud]]></category>
		<category><![CDATA[Jayabaya]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[masukan]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[operasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri yang sebelumnya berlokasi di Kota Kediri, kini menempati komplek Museum Sri Aji Jayabaya di Jalan Totok Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu. Dalam momen itu, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan kunjungan dan menyampaikan bahwa sebagai dinas yang mengelola dan kini berkantor dalam satu tempat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri yang sebelumnya berlokasi di Kota Kediri, kini menempati komplek Museum Sri Aji Jayabaya di Jalan Totok Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu. Dalam momen itu, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan kunjungan dan menyampaikan bahwa sebagai dinas yang mengelola dan kini berkantor dalam satu tempat, Disparbud diharapkan untuk dapat mengawasi jalannya museum.</p>



<p>&#8220;Nanti secara berkala, saya akan cek museum ini seperti apa kekurangan dan sebagainya,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, saat mengunjungi Kantor Disparbud di komplek Museum Sri Aji Jayabaya, Rabu (08/04/2026) tadi.</p>



<p>Dalam kunjungannya di Kantor Disparbud, Mas Dhito menyempatkan diri menguji edukator museum dalam menjalankan tugasnya sebagai penutur koleksi artefak kepada pengunjung. Keberadaan edukator sendiri, dinilai dapat menjembatani pengunjung untuk memahami koleksi museum. Sehingga, pengunjung selain mendapatkan pengalaman, maka sekaligus mendapat pengetahuan baru mengenai sejarah Kediri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Petugas yang menceritakan itu (edukator), diharapkan bisa lebih interaktif lagi. Tujuannya, supaya orang datang ke museum tidak kapok dan itu menjadikan sebuah hal yang menyenangkan datang ke museum,&#8221; papar Mas Dhito.</p>



<p>Selain itu, Mas Dhito juga menyarankan kepada Disparbud, agar supaya artefak-artefak koleksi museum yang asli, diletakkan dalam lemari kaca. Hal itu, bertujuan untuk melindungi benda bersejarah dari kerusakan fisik, semisal karena sentuhan pengunjung maupun faktor lain.</p>



<p>Begitu pula dengan deskripsi mengenai artefak yang ukuran tulisan (font) masih sangat kecil, diharapkan untuk lebih diperbesar. Sehingga, lebih jelas ketika dibaca pengunjung. &#8220;Hal seperti ini mungkin sepele tapi manfaatnya besar bagi masyarakat,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/kunjungi-kantor-baru-disparbud-bupati-kediri-beri-masukan-operasional-museum-sri-aji-jayabaya/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-terima-kunjungan-kapolresta-malang-di-monumen-dan-museum-tragedi-kanjuruhan-di-gate-13</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[kapolresta]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menerima kedatangan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, dalam pertemuan bersama Forkopimda Kabupaten Malang serta perwakilan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, guna membahas kelanjutan rencana peresmian Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Pintu (Gate) 13 Stadion Kanjuruhan Kota Kepanjen, Sabtu (28/02/2026) tadi. Dalam momen itu, Bupati Sanusi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menerima kedatangan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, dalam pertemuan bersama Forkopimda Kabupaten Malang serta perwakilan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, guna membahas kelanjutan rencana peresmian Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Pintu (Gate) 13 Stadion Kanjuruhan Kota Kepanjen, Sabtu (28/02/2026) tadi.</p>



<p>Dalam momen itu, Bupati Sanusi berharap secara khusus untuk Museum Tragedi Kanjuruhan, nantinya diharapkan dapat memberi manfaat yang besar kepada masyarakat umum, terutama juga keluarga korban. &#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya Bupati Malang bersyukur atas dukungan dari keluarga korban mulai sejak terselenggaranya renovasi Stadion Kanjuruhan hingga dihadirkannya Museum dan Monumen Tragedi Kanjuruhan. Di area Gate 13 ini, khusus untuk museum dan sekaligus bisa tempat untuk berdoa bagi keluarga korban. Namun karena di area ini tidak boleh ada aktivitas jual beli, maka kami sediakan tempat untuk usaha buat keluarga korban di food court,” kata Bupati Malang.</p>



<p>Sementara dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang bersama Kombes Pol Putu Kholis dan Kapolres Malang serta sejumlah keluarga korban yang hadir, juga meninjau lokasi food court yang akan menjadi tempat salah satu unit usaha UMKM bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="452" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Bupati-Malang-Terima-Kunjungan-Kapolresta-Malang-di-Monumen-dan-Museum-Tragedi-Kanjuruhan-di-Gate-13-2.jpg?resize=600%2C452&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-230585" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Bupati-Malang-Terima-Kunjungan-Kapolresta-Malang-di-Monumen-dan-Museum-Tragedi-Kanjuruhan-di-Gate-13-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Bupati-Malang-Terima-Kunjungan-Kapolresta-Malang-di-Monumen-dan-Museum-Tragedi-Kanjuruhan-di-Gate-13-2.jpg?resize=300%2C226&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">CEK: Kapolresta Malang Kota bersama Bupati Malang di lokasi Gate 13. (pemkab for memontum)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Perlu diketahui, Kombes Pol Putu Kholis sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolres Malang. Di kesempatan itu, dirinya menyampaikan bahwa Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13, sesuai proposal yang disusun Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan, yang sedianya bakal segera diisi dengan beragam jenis barang milik korban, lengkap dengan identitas korbannya.</p>



<p>Termasuk, foto dari para korban yang akan didisplay di salah satu tembok bagian dalam museum. Tujuannya, agar dapat menjadi tempat pengingat tragedi sepak bola dan diharapkan tidak sampai terulang kembali ke depan.</p>



<p>Diakuinya, pertemuan hari ini merupakan lanjutan dari pertemuan dirinya dan Bupati Malang bersama keluarga korban, yaitu sekitar 1 tahun 9 bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Mei 2024 di Aula Mapolres Malang. Saat itu, masih belum ada kesepakatan, terkait bagaimana nantinya museum tersebut, baik pada pengelolaannya maupun pengisian barang bersejarah yang nantinya bakal ditempatkan pada museum.</p>



<p>&#8220;Waktu pertemuan itu, ada kesepakatan, nantinya akan ada monumen dan museum saat dilakukan renovasi. Tujuannya, adalah keluarga korban saat melakukan doa ada tempat. Supaya keluarga korban punya simbol sendiri, yaitu monumen dan museum yang ada di Gate 13. Pada pertemuan itu, sudah ada kesiapan keluarga korban, akan mengisi museum dengan foto-foto korban dan barang-barang milik korban yang ada di lokasi kejadian,&#8221; ujar Kombes Pol Putu Kholis. <strong>(pro/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Mewarna dan Edukasi Sejarah di Museum Airlangga, Disbudparpora Kota Kediri Ajak Generasi Muda Cinta Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-mewarna-dan-edukasi-sejarah-di-museum-airlangga-disbudparpora-kota-kediri-ajak-generasi-muda-cinta-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[airlangga,]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[disbudparpora]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[mewarna]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227451</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar kegiatan lomba mewarnai tingkat TK hingga SMP di Museum Airlangga, Jalan Selomangleng No.1 Kota Kediri, Minggu (02/11/2025) tadi. Kegiatan tersebut, dibuka Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo SH MM, yang sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus berkarya dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar kegiatan lomba mewarnai tingkat TK hingga SMP di Museum Airlangga, Jalan Selomangleng No.1 Kota Kediri, Minggu (02/11/2025) tadi. Kegiatan tersebut, dibuka Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo SH MM, yang sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus berkarya dan berani mengekspresikan diri.</p>



<p>“Melalui lomba mewarnai ini, kami ingin menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan motorik halus anak-anak. Ini juga menjadi wadah bagi mereka untuk mengekspresikan gagasan dan imajinasi secara positif,” kata Kadisbudparpora.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, sejumlah peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Anak-anak TK berfokus pada mewarnai gambar bertema budaya dan alam Kota Kediri, sementara peserta dari jenjang SMP mendapatkan kesempatan belajar sejarah langsung di lingkungan Museum Airlangga. Mereka berkeliling, mengamati koleksi, serta melakukan dokumentasi foto sambil mendengarkan penjelasan tentang sejarah Goa Selomangleng dan peradaban masa Airlangga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Disampaikan Bambang, pengenalan sejarah kepada generasi muda sangat penting, terutama di era modern yang serba digital. “Kediri memiliki sejarah panjang yang menjadi identitas daerah. Jangan sampai nilai-nilai sejarah dan budaya ini hilang hanya karena kurang dikenalkan sejak dini,” tegasnya.</p>



<p>Suasana kegiatan semakin meriah, dengan dukungan penuh dari para orang tua yang hadir mendampingi anak-anaknya. Sambil menunggu jalannya perlombaan, pihak penyelenggara juga menyediakan hiburan musik untuk seluruh pengunjung yang hadir.</p>



<p>Bambang berharap, melalui kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. “Semoga acara seperti ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun, agar kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal semakin tumbuh di kalangan generasi muda,” paparnya. <strong>(pan/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227451</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ubah Stigma, Terminal Arjosari Bakal Miliki Pojok Museum</title>
		<link>https://memontum.com/ubah-stigma-terminal-arjosari-bakal-miliki-pojok-museum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[stigma,]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226283</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Terminal Arjosari direncanakan bakal punya Pojok Museum Terminal. Melalui perencanaan itu, diharapkan mampu merubah stigma bahwa terminal bukan hanya tempat naik-turun penumpang saja, namun juga edukasi bagi masyarakat. Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, menyampaikan bahwa rencana itu dijadwalkan akan diresmikan pada bulan depan, tepatnya 28 Oktober 2025. Ide tersebut muncul, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Terminal Arjosari direncanakan bakal punya Pojok Museum Terminal. Melalui perencanaan itu, diharapkan mampu merubah stigma bahwa terminal bukan hanya tempat naik-turun penumpang saja, namun juga edukasi bagi masyarakat.</p>



<p>Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, menyampaikan bahwa rencana itu dijadwalkan akan diresmikan pada bulan depan, tepatnya 28 Oktober 2025. Ide tersebut muncul, dari keinginannya untuk mengabadikan sejarah terminal.</p>



<p>“Sejak saya bertugas, banyak catatan sejarah yang belum jelas. Misalnya, kapan pertama kali berdiri, siapa saja yang pernah menjabat, dan momen penting apa yang pernah terjadi. Dari situlah muncul ide untuk menggali sejarah sekaligus menghadirkan museum,” kata Mega, Jumat (26/09/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa nantinya dalam museum tersebut akan menampilkan foto, dokumen, hingga deskripsi perjalanan panjang Terminal Arjosari. Mega berharap, kehadirannya bisa mengubah pandangan masyarakat.</p>



<p>“Terminal jangan lagi dianggap menyeramkan. Justru harus jadi tempat edukasi, tempat warga mencari wawasan baru. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mencintai dan merasa memiliki Arjosari,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sehari-hari, Terminal Arjosari dilintasi ribuan penumpang. Pada hari biasa sekitar 3.500–3.700 orang, sementara akhir pekan bisa mencapai 6.000. Bahkan, saat libur panjang, jumlahnya bisa tiga kali lipat.</p>



<p>&#8220;Sehingga saya optimis, dengan angka tersebut nantinya pojok museum akan banyak menarik perhatian,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, penggagas ide museum, Arif Wibisono, menyebut bahwa terminal memiliki catatan sejarah panjang yang perlu dilestarikan. “Terminal Arjosari itu bukan yang pertama. Sejak 1935, terminal ada di kawasan Pecinan, lalu pindah ke Sawahan tahun 1955, ke Pattimura pada 1969, hingga akhirnya ke Arjosari tahun 1989. Kalau tidak didokumentasikan, sejarah ini bisa hilang,” jelas Arif.</p>



<p>Menurutnya, peresmian nanti akan semakin istimewa, karena sekaligus akan diluncurkan buku sejarah terminal di Kota Malang. “Terminal bukan sekadar tempat transit, tapi juga simpul perjalanan hidup banyak orang. Museum ini semoga jadi cara kita menghormati sejarah dan literasi,” tegasnya.</p>



<p>Dengan hadirnya Pojok Museum, diharapkan Terminal Arjosari bukan hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, melainkan juga ruang publik baru yang bersejarah, edukatif dan terbuka bagi masyarakat luas. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226283</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Kediri Lakukan Peletakan Kembali Fragmen Kepala Ganesha yang Sempat Dijarah dari Museum</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-kediri-lakukan-peletakan-kembali-fragmen-kepala-ganesha-yang-sempat-dijarah-dari-museum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dijarah]]></category>
		<category><![CDATA[fragmen]]></category>
		<category><![CDATA[ganesha]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[peletakan]]></category>
		<category><![CDATA[sempat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225745</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meletakkan kembali fragmen Kepala Ganesha di Museum Bagawanta Bhari, setelah sebelumnya sempat dijarah dan ditemukan oleh dua siswa SMKN 1 Ngasem. Prosesi peletakan kembali arca yang sempat dijarah dalam kerusuhan yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Kediri, itu dilakukan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, dalam rangkaian kerja bakti bersama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meletakkan kembali fragmen Kepala Ganesha di Museum Bagawanta Bhari, setelah sebelumnya sempat dijarah dan ditemukan oleh dua siswa SMKN 1 Ngasem. Prosesi peletakan kembali arca yang sempat dijarah dalam kerusuhan yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Kediri, itu dilakukan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, dalam rangkaian kerja bakti bersama ribuan masyarakat Kediri, yang bersimpati atas kejadian itu.</p>



<p>&#8220;Tadi secara simbolik, saya sudah mengembalikan dan memasukkan (Fragmen Kepala Ganesha) ke museum,&#8221; kata Mas Dhito, Jumat (05/09/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakan Mas Dhito, untuk menjaga kembali seluruh koleksi museum yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kediri, seluruh peninggalan sejarah akan diamankan. Namun, secara terperinci pihaknya enggan untuk menyebutkan letak penyimpanan koleksi-koleksi tersebut.</p>



<p>Pihaknya mengkhawatirkan, bila terjadi aksi serupa, maka tidak menutup kemungkinan akan bisa menyebabkan kembali hilangnya arca yang juga menjadi salah satu identitas Kabupaten Kediri. Terlebih, dari sekian aset yang dijarah, arca ini tak dapat ditaksir dengan nominal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kerugian pemkab ini tidak bisa ditaksir secara nominal, karena ada benda-benda sejarah yang hilang. Tetapi alhamdulillah, arca Fragmen Kepala Ganesha sudah kembali,&#8221; jelas Mas Dhito.</p>



<p>Sekedar diketahui, sehari sebelumnya, Ahmad Rifqi Fahrudin dan Salman Alfarizzi, atau dua pelajar SMK Negeri 1 Ngasem, menemukan arca tersebut di sekitaran parkiran luar sekolahnya. Keduanya sempat mengira, bahwa arca ini hanya batu biasa karena terletak diantara bebatuan.</p>



<p>Untuk meyakinkan bahwa benda tersebut adalah arca yang selama ini dicari, keduanya berinisiatif menggali info melalui sosial media. Begitu mengetahui dari media sosial benda bahwa yang ditemukan merupakan fragmen Kepala Ganesha yang hilang, keduanya menyerahkan penemuannya itu ke Pemerintah Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Kebetulan lihat di tiktok dan menyebutkan kalau itu arca kepala Ganesha yang selama ini dicari-cari,&#8221; kata Rifqi. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225745</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mas Dhito Buka Hotline Pengembalian Aset Pemkab Kediri dan Artefak yang Dijarah dari Museum</title>
		<link>https://memontum.com/mas-dhito-buka-hotline-pengembalian-aset-pemkab-kediri-dan-artefak-yang-dijarah-dari-museum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artefak]]></category>
		<category><![CDATA[dijarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hotline]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pengembalian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225650</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, membuka layanan pengembalian barang-barang aset serta artefak yang dijarah dari museum, dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (30/08/2025) malam. Diuraikan Mas Dhito-sapaanya Bupati Kediri, bahwa layanan tersebut dibuka guna menekan besarnya kerugian yang terjadi akibat insiden penjarahan yang terjadi. “Kita buka layanan hotline (pengembalian aset yang dijarah, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, membuka layanan pengembalian barang-barang aset serta artefak yang dijarah dari museum, dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (30/08/2025) malam. Diuraikan Mas Dhito-sapaanya Bupati Kediri, bahwa layanan tersebut dibuka guna menekan besarnya kerugian yang terjadi akibat insiden penjarahan yang terjadi.</p>



<p>“Kita buka layanan hotline (pengembalian aset yang dijarah, red) dan mohon bantuannya kepada teman-teman media,” kata Mas Dhito, seusai rapat koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda di Gedung Bagawanta Bhari, Senin (01/09/2025) tadi.</p>



<p>Dalam kejadian sendiri, seusai peristiwa penjarahan, beberapa orang tua dari terduga pelaku ada yang sudah mengembalikan sebagian aset Pemerintah Kabupaten Kediri, yang hilang. Beberapa diantaranya seperti LPG, alat tulis dan beberapa aset lain.</p>



<p>Mas Dhito juga mengapresiasi, para orang tua yang berani menegur anak-anaknya tersebut dan mengembalikan aset milik Pemkab Kediri. Sementara penjarahan yang dilakukan massa, berlangsung hampir di seluruh gedung di kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.</p>



<p>“Kami sangat mengapresiasi sekali orang tua yang berani untuk menegur anaknya (yang melakukan penjarahan),” terang Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terkait artefak fragmen Kepala Ganesha yang tidak luput dari penjarahan, ujarnya, hingga saat ini peninggalan sejarah tersebut belum ditemukan. Mas Dhito menegaskan, bahwa masih terus melakukan pencarian terhadap artefak yang sempat berada di Museum Bagawanta Bhari, yang juga dirusak saat insiden unjuk rasa.</p>



<p>Adapun untuk hotline aduan pengembalian aset Pemerintah Kabupaten Kediri, masyarakat bisa menghubungi di nomor 085816310842. Pengembalian juga bisa dilakukan di Kantor Satpol PP atau Damkar Kabupaten Kediri di Desa Menang, Kecamatan Pagu, serta di balai desa terdekat.</p>



<p>Sedangkan untuk pengembalian artefak, Mas Dhito meminta agar artefak tersebut dapat di kembalikan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Kediri atau menghubungi hotline 08122951510. Atas kejadian tersebut, bupati dua periode ini mengungkapkan kerugian yang terjadi di taksir sebesar Rp 500 miliar. Namun angka tersebut, masih belum termasuk kendaraan.</p>



<p>“Kendaraan belum kita hitung,” imbuh Mas Dhito.</p>



<p>Usai Rakor, Mas Dhito juga menggelar doa bersama lintas agama. Selain OPD dan Forkopimda, pada doa bersama ini juga dihadiri organisasi mahasiswa serta ojek online. Doa bersama ini, dilakukan di halaman depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Dari pantauan di lapangan, puing kebakaran dan penjarahan masih terlihat. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225650</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Museum Kediri Jadi Sasaran Perusakan dan Penjarahan, Mas Dhito Minta Artefak Dikembalikan</title>
		<link>https://memontum.com/museum-kediri-jadi-sasaran-perusakan-dan-penjarahan-mas-dhito-minta-artefak-dikembalikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artefak]]></category>
		<category><![CDATA[dikembalikan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Penjarahan]]></category>
		<category><![CDATA[perusakan]]></category>
		<category><![CDATA[sasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225604</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Aksi anarkis yang dilakukan massa tidak bertanggung jawab di komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu (31/08/2025) dini hari, ikut menyasar Museum Bagawanta Bhari serta menjarah salah satu benda peninggalan budaya. Aksi miris yang seharusnya tidak sampai dilakukan itu, pun mematik reaksi. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Aksi anarkis yang dilakukan massa tidak bertanggung jawab di komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu (31/08/2025) dini hari, ikut menyasar Museum Bagawanta Bhari serta menjarah salah satu benda peninggalan budaya. Aksi miris yang seharusnya tidak sampai dilakukan itu, pun mematik reaksi.</p>



<p>Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, dalam keterangannya mengatakan bahwa akibat aksi itu, tidak hanya membuat kaca-kaca museum pecah. Bahkan, salah satu benda peninggalan budaya yang hilang, yakni fragmen Kepala Ganesha dan tiga koleksi wastra kain batik. Selain itu, juga perusakan miniatur lumbung serta Arca Bodhisatwa.</p>



<p>Mas Dhito-sapaanya, mengimbau kepada masyarakat bilamana ada yang mengetahui keberadaan peninggalan budaya yang hilang tersebut untuk melapor. Khususnya bagi oknum yang merasa mengambil dan menyimpan, diharapkan untuk mau mengembalikan ke Pemkab Kediri.&nbsp;</p>



<p>“Kami berharap, apa yang sudah diambil itu bisa dikembalikan. Karena apa yang diambil, adalah peninggalan budaya dan memiliki nilai sejarah. Jadi, sangat tidak pantas untuk menjadi sasaran,” katanya, Minggu (31/8/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, benda-benda peninggalan budaya yang ada di Museum Bagawanta Bhari pasca kejadian tersebut pada Minggu sore, langsung diamankan oleh petugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Mas Dhito menegaskan, pihaknya tidak membenarkan kejadian yang sampai melakukan penjarahan di museum. Apalagi, selain museum, sebagian besar bangunan di komplek Kantor Pemkab Kediri, hangus dibakar dan hanya menyisakan puing-puing.</p>



<p>Bahkan, ujarnya, beberapa mobil yang terparkir di dalam juga tak luput dari sasaran. Kondisi itu, pun menjadikan kantor pemerintahan lumpuh.</p>



<p>Gedung DPRD Kabupaten Kediri yang berada satu komplek, juga ikut menjadi sasaran pembakaran. Begitupula dengan Kantor Samsat di Jalan Soekarno-Hatta, Katang atau di depan komplek Kantor Pemkab Kediri.</p>



<p>Meski belasan kantor dan ruangan yang ada di Pemkab Kediri itu hangus dan dihadapkan pada keterbatasan, baik tempat maupun sarana prasarana, Mas Dhito menekankan, jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat akan tetap berjalan. “Terutama dalam bidang pelayanan publik tetap berjalan,” ungkapnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225604</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Museum Daerah, Mas Dhito Ingin Pulangkan Prasasti Harinjing yang Jadi Identitas Cikal Bakal Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-museum-daerah-mas-dhito-ingin-pulangkan-prasasti-harinjing-yang-jadi-identitas-cikal-bakal-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[harinjing]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[pulangkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223106</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berharap Prasasti Harinjing asli dapat menjadi koleksi museum yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Prasasti Harinjing yang ditemukan di Desa Siman, Kecamatan Kepung, itu sangat penting karena menjadi cikal bakal hari jadi Kabupaten Kediri. Saat ini, Prasasti Harinjing disimpan di Museum Nasional, Jakarta. &#8220;Karena inti museum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berharap Prasasti Harinjing asli dapat menjadi koleksi museum yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Prasasti Harinjing yang ditemukan di Desa Siman, Kecamatan Kepung, itu sangat penting karena menjadi cikal bakal hari jadi Kabupaten Kediri.</p>



<p>Saat ini, Prasasti Harinjing disimpan di Museum Nasional, Jakarta. &#8220;Karena inti museum itu, ya Prasasti Harinjing yang asli. Nah, itu yang akan kita pikirkan bagaimana nanti memulangkan,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, seusai mengunjungi dan melihat pameran temporer pre launching museum, Rabu (18/06/2025) tadi.</p>



<p>Terkait koleksi museum nantinya, Mas Dhito berharap bisa ditata dengan memperhatikan storyline yang berurutan. Dalam hal ini, setiap ruang penyimpanan koleksi memiliki kerangka cerita tersendiri.</p>



<p>Sebagai tempat koleksi benda-benda bernilai sejarah, Mas Dhito menekankan pengamanan museum harus dilakukan ekstra. Pihaknya pun menyebut, pembangunan fisik museum tahun 2025 ini akan diteruskan untuk pagar museum.</p>



<p>&#8220;Museum ini harus menjadi salah satu tempat yang nantinya menjadi ikon Kabupaten Kediri,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menambahkan bahwa pameran kontemporer pre launching museum digelar pada 17 hingga 21 Juni 2025 mendatang. Dalam pameran tersebut, diakui hanya memajang sebagian kecil benda koleksi dan menjadi gambaran awal museum yang nantinya ditampilkan. Dari koleksi yang dipamerkan, salah satu yang menjadi masterpiece yakni kepala Bodhisatwa.</p>



<p>&#8220;Tahun kemarin (2024) kita telah membuat storyline. Artefak yang kita temukan itu disusun berdasarkan history dan dituangkan dalam DED (Detail Engineering Design),&#8221; urainya.</p>



<p>Dari pelaksanaan pameran selama satu pekan tersebut, diharapkan ada masukan yang muncul dan akan mendasari desain interior museum. Ditargetkan, DED museum tersebut dapat selesai tahun 2025 ini.</p>



<p>Mustika menyebut, museum yang berdiri dua lantai itu akan dioperasionalkan secara bertahap. Sesuai rencana lantai bawah mulai bisa dilakukan soft launching pada penghujung tahun dan 2026 dilanjutkan untuk lantai atas.</p>



<p>&#8220;Rencana kita akhir tahun ini bisa kita operasional kan untuk lantai bawah, tapi secara keseluruhan Insya Allah tahun depan,&#8221; paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223106</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Juni Ini Mas Dhito Gelar Pameran Temporer Pre Launching Museum</title>
		<link>https://memontum.com/juni-ini-mas-dhito-gelar-pameran-temporer-pre-launching-museum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2025 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[temporer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223100</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri bakal menggelar pameran temporer bertajuk pre launching museum pada 17 hingga 21 Juni 2025 mendatang. Rencananya, dalam kegiatan itu akan memamerkan berbagai artefak sekaligus desain interior museum. Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengungkapkan bahwa pre launching ini merupakan satu tahapan awal dalam membangun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri bakal menggelar pameran temporer bertajuk pre launching museum pada 17 hingga 21 Juni 2025 mendatang. Rencananya, dalam kegiatan itu akan memamerkan berbagai artefak sekaligus desain interior museum.</p>



<p>Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengungkapkan bahwa pre launching ini merupakan satu tahapan awal dalam membangun museum yang berada di Jalan Totok Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu. Dalam memamerkan artefak dan desain interior museum, Disparbud akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, terutama akademisi, budayawan, hingga pelestari sejarah guna memperkenalkan konsep museum sebelum memberikan masukan terhadap Detail Engeenering Design (DED).</p>



<p>“Prinsipnya, kita juga akan perkenalkan rencana desain museum ini seperti apa,” kata Mustika, Rabu (04/06/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakan Mustika, museum ini nantinya bakal menyimpan ratusan benda purbakala dari berbagai masa yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk dari proses ekskavasi dan evakuasi. Pameran ini, menindaklanjuti arahan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang mana museum diharapkan bisa mengangkat cerita Kediri di masa lampau, searah dengan konsep storyline museum yang telah disusun sejak 2024 silam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, ujarnya, museum ini juga diharapkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata dan budaya baru di Kabupaten Kediri. Terlebih, menjadi edukasi sejarah bagi kaum muda.</p>



<p>“Cerita Kediri kan luar biasa. Maka disusun story line di museum. Kita kan orang Jawa, jangan sampai hilang (identitas) Jawanya,” ujarnya.</p>



<p>Kepala Bidang Sejarah Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri, Eko Priyanto, menambahkan bahwa tidak semua perbendaharaan peninggalan sejarah tersebut dipamerkan. Namun, secara bertahap artefak akan dipindahkan ke museum.</p>



<p>Secara garis besar, artefak-artefak ini akan didisplay di museum. Kemudian sebagian lain akan dimasukkan dalam storage yang telah disediakan. Hal ini melihat kondisi dan status artefak masing-masing. “Nanti di museum ini ada sekitar 100-an artefak yang akan disimpan,” jelasnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223100</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
