<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>musim kemarau &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/musim-kemarau/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Oct 2021 08:44:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>musim kemarau &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ingin saat Musim Kemarau Tetap Sejuk dan Tak Banjir saat Musim Penghujan, BPBD Kota Malang Ajak Warga Visioner</title>
		<link>https://memontum.com/ingin-saat-musim-kemarau-tetap-sejuk-dan-tak-banjir-saat-musim-penghujan-bpbd-kota-malang-ajak-warga-visioner</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2021 08:44:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Banjir saat Musim Penghujan]]></category>
		<category><![CDATA[Tetap Sejuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=156657</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bencana alam berupa banjir yang diakibatkan dari hujan deras, nampaknya sudah mulai menghantui Kota Malang. Berkaitan dengan penanggulangan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Alie Mulyanto, mengajak warga masyarakat untuk memanage air hujan. Karena, pihaknya memiliki obsesi besar, yakni di musim kemarau, Kota Malang tetap dingin dan saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bencana alam berupa banjir yang diakibatkan dari hujan deras, nampaknya sudah mulai menghantui Kota Malang.</p>



<p>Berkaitan dengan penanggulangan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Alie Mulyanto, mengajak warga masyarakat untuk memanage air hujan.</p>



<p>Karena, pihaknya memiliki obsesi besar, yakni di musim kemarau, Kota Malang tetap dingin dan saat musim hujan Kota Malang tidak kebanjiran.</p>



<p>&#8220;Bencana banjir, kita tidak menyalahkan air hujannya. Karena bagaimana pun, itu rahmat Allah. Cuma, bagaimana kita memanage hujan agar bisa mendapatkan letak rahmatnya,&#8221; ungkapnya usai Apel Gelar Pasukan Antisipasi Bencana Alam Serentak, Senin (25/10/2021).</p>



<p>Alie menjelaskan, bahwa air hujan tidak semata-mata turun dan masuk ke drainase lalu ke sungai dan berakhir di laut. Namun, sebenarnya air hujan bisa bermanfaat lebih dari itu untuk kondisi lingkungan sekitar.</p>



<p>&#8220;Misalnya membangun rumah 10 x 10 meter dengan asumsi ketinggian air 10 sentimeter, maka anda punya kewajiban untuk memasukkan air kedalam tanah sebesar 1 mililiter.</p>



<p>Konsep ilmiah itu yang harus kita sampaikan, jadi air hujan harus kita injeksikan ke dalam tanah. Sehingga air cekungan tanah di Kota Malang ini meningkat,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dengan langkah seperti itu, Alie mengatakan bahwa pada musim kemarau, Kota Malang akan tetap dingin. Sedangkan saat musim hujan, Kota Malang tidak kebanjiran.</p>



<p>&#8220;Itu obsesi saya. Maka, mari kita visioner kedepan bagaimana Kota Malang ini pada saat kemarau tetap dingin dan sejuk karena ada kompresor, radiator air hujan di dalamnya. Lalu saat musim hujan tidak kebanjiran,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, bahwa air hujan bisa masuk ke dalam sumber-sumber injeksi, sumber-sumber resapan, bahkan kolam resapan. Terdapat empat hal yang menyebabkan banjir, antara lain tata guna lahan, kemudian kurang maksimalnya fungsi sungai.</p>



<p>&#8220;Ketiga adalah kurang berfungsinya drainase atau afur, keempat karena kebiasaan kita semua. Kebiasaan buruk seperti membuang sampah tidak pada tempatnya atau membuat bangunan yang seenaknya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Meski begitu, Alie tidak ingin menyalahkan siapapun. Baginya, saat ini pandangan visioner kedepan untuk penanganan banjir lebih penting.</p>



<p>&#8220;Kalau sudah tahu penyebabnya, maka kita akan tahu solusi apa harus dilakukan. Ini kajian yg harus kita lakukan berkaitan dengan lingkungan,&#8221; terangnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156657</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadapi Musim Kemarau, BPBD Kabupaten Malang Lakukan Persiapan</title>
		<link>https://memontum.com/hadapi-musim-kemarau-bpbd-kabupaten-malang-lakukan-persiapan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2020 10:25:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118871-hadapi-musim-kemarau-bpbd-kabupaten-malang-lakukan-persiapan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Menjelang masuknya musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang tengah melakukan beberapa persiapan. Persiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif pada wilayah-wilayah di Kabupaten Malang yang kerap dilanda kekeringan saat musim kemarau tiba. Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan, pihaknya sementara ini masih mengacu pada pemetaan tahun-tahun lalu terkait wilayah-wilayah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Menjelang masuknya musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang tengah melakukan beberapa persiapan. Persiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif pada wilayah-wilayah di Kabupaten Malang yang kerap dilanda kekeringan saat musim kemarau tiba.</p>
<p>Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan, pihaknya sementara ini masih mengacu pada pemetaan tahun-tahun lalu terkait wilayah-wilayah yang rawan terjadi kekeringan saat musim kemarau. Yang artinya, pemetaan pada tahun lalu dijadikan acuan untuk pemetaan dalam penanganan pada tahun ini.</p>
<p>&#8220;Kita tetap mengacu pada tahun lalu. Tapi nanti kan kita pasti turun ke lapangan, dari pengalaman tahun lalu kita deteksi, nanti kan pasti bisa ada peta baru. Artinya kan pemetaan terkait kebutuhan air tambahan,&#8221; ujar Bambang, Kamis (9/7/2020).</p>
<p>Persiapan yang mesti dilakukan yakni dengan menyiapan beberapa unit truk tangki yang nantinya digunakan untuk dropping air bersih di wilayah-wilayah yang terjadi kekeringan saat musim kemarau. Dimana dalam penyediaan mobil tangki ini, pihaknya juga bekerja sama dengan pihak PDAM, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang dan PMI.</p>
<p>&#8220;Selain dari BPBD kan ada dari PDAM, ada dari Cipta Karya, PMI, itu kan selalu standby mobil tangki. Kalau perlu digerakkan, kita gerakkan untuk menangani sementara kita lakukan dropping. Tapi ini kan rupanya masih belum. Walaupun kita tidak bisa prediksi kapan,&#8221; imbuh pria yang juga pernah menjabat sebagai Camat Sumbermanjing Wetan ini.</p>
<p>Lebih jauh, Bambang menyebutkan, Coronavirus disease 2019 atau Covid-19 dengan bencana lainnya dipastikan ditangani secara maksimal, meskipun bersamaan.</p>
<p>&#8220;Setiap musim kemarau kan pasti ada hal yang harus kita lakukan dari BPBD,&#8221; pungkas Bambang. <strong>(kik/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118871</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Kemarau, Puluhan Desa di Bondowoso Terancam Kekeringan</title>
		<link>https://memontum.com/musim-kemarau-puluhan-desa-di-bondowoso-terancam-kekeringan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2019 01:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87858-musim-kemarau-puluhan-desa-di-bondowoso-terancam-kekeringan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Sekitar 46 desa di 16 kecamatan di Bondowoso, Jawa Timur (Jatim) terancam dilanda kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Perkiraan ini berdasarkan hasil pemetaaan wilayah yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Kepala BPBD Bondowoso, Kukuh Triatmoko mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan wilayah yang sudah dilakukan BPBD Bondowoso, terdapat puluhan desa di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso </strong>&#8211; Sekitar 46 desa di 16 kecamatan di Bondowoso, Jawa Timur (Jatim) terancam dilanda kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Perkiraan ini berdasarkan hasil pemetaaan wilayah yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso.</p>
<p>Kepala BPBD Bondowoso, Kukuh Triatmoko mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan wilayah yang sudah dilakukan BPBD Bondowoso, terdapat puluhan desa di sejumlah kecamatan diperkirakan dilanda kekeringan pada musim kemarau tahun ini.</p>
<p>”Puluhan desa itu sekitar 46 desa di 16 kecamatan. Artinya, ada sekitar 78 ribu warga Bondowoso terancam kekeringan pada musim kemarau tahun ini,” kata Kukuh.</p>
<p>Mengantisipasi hal tersebut, lanjut mantan Kepala Bakesbangpol dan Disnakertrans, ini BPBD Bondowoso sudah menyiapkan posko kekeringan di kantor BPBD yang bersiaga penuh 24 jam. BPBD juga melakukan koordinasi dengan PDAM Bondowoso agar siap menggelontorkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan air.</p>
<p>”Untuk itu, kami imbau masyarakat lebih bijak dan hemat menggunakan air pada musim kemarau tahun ini. Juga, jika ada wilayah mengalami kekeringan air, segera menghubungi BPBD Bondowoso atau bisa melalui Kadesnya,” ujarnya.</p>
<p>Karena, menurut Kukuh, di sejumlah kabupaten/kota di Jatim sudah dilanda kekeringan air pada musim kemarau tahun ini. Namun, hingga memasuk pertengahan Juli, ini belum terjadi di Bondowoso.</p>
<p>”Itu artinya sumber air di Bondowoso masih mencukupi. Meskipun begitu, BPBD Bondowoso tetap mengantisipasi. Salah satunya, setelah ada edaran dari BMKG, Pemkab Bondowoso mengeluarkan SK Bupati tentang Siaga Darurat Bencana Kekeringan yang berlaku hingga 31 Oktober 2019,” jelasnya. <strong>(ido/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87858</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertanian Kabupaten Malang Belum Terdampak Musim Kemarau</title>
		<link>https://memontum.com/pertanian-kabupaten-malang-belum-terdampak-musim-kemarau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jul 2019 12:21:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87701-pertanian-kabupaten-malang-belum-terdampak-musim-kemarau</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyatakan, hingga saat ini belum terjadi gangguan akibat musim kemarau. Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Dr Ir Budiar, MSi mengatakan, untuk kemarau tahun ini belum begitu berdampak, karena baru berjalan 2 bulan. &#8220;Kemarau itu baru terasa bulan Agustus nanti. Untuk memaksimalkan pengairan sawah dengan luas keseluruhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyatakan, hingga saat ini belum terjadi gangguan akibat musim kemarau.</p>
<p>Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Dr Ir Budiar, MSi mengatakan, untuk kemarau tahun ini belum begitu berdampak, karena baru berjalan 2 bulan.</p>
<p><div id="attachment_87702" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-87702" decoding="async" class="size-full wp-image-87702" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190709-WA0092-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="HIJAU : Areal Persawahan di bilangan Kecamatan Pagelaran. (Dok)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190709-WA0092-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190709-WA0092-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190709-WA0092-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190709-WA0092-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190709-WA0092-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-87702" class="wp-caption-text"><strong>HIJAU : Areal Persawahan di bilangan Kecamatan Pagelaran. (Dok)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Kemarau itu baru terasa bulan Agustus nanti. Untuk memaksimalkan pengairan sawah dengan luas keseluruhan 45.880 hektare, kami juga akan koordinasi dengan PSDA dan Cipta Karya, &#8221; terang Budiar ditengah berlangsungnya acara di Surabaya Selasa (9/7/2019) kemarin.</p>
<p>Ketika disinggung terkait pemberantasan hama seperti tikus, mantan Kabag Humas dan Protokoler Setda Pemkab Malang ini kembali menjelaskan,untuk pembasmian hama tanaman, Pemkab Malang akan menerapkan Gerakan Pengendalian Hama(Gerdal).</p>
<p>Tujuannya, para petani bisa mengetahui dan mengendalikan hama dan penyakit yang mengendap pada jenis tanaman.</p>
<p>Terlepas dari itu, guna memaksimalkan sumber mata air di areal persawahan, Budiar juga berharap agar pemerintah pusat segera membangun sumur bor.</p>
<p>&#8220;Untuk memaksimalkan sumber mata air di areal persawahan, kami berharap pemerintah pusat agar dibangun sumur bor,&#8221; pungkasnya.<strong> (sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87701</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Trenggalek Anggarkan BTT, Perjuangkan Warga yang Terdampak Kekeringan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-trenggalek-anggarkan-btt-perjuangkan-warga-yang-terdampak-kekeringan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2018 13:46:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[BTT]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/58956-bupati-trenggalek-anggarkan-btt-perjuangkan-warga-yang-terdampak-kekeringan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bencana kekeringan di Trenggalek kian meluas. Sesuai data yang masuk ada sekitar 50 Desa dari 10 Kecamatan yang ada terdampak kekeringan di Trenggalek. Dijelaskan Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak saat meninjau langsung pendistribusian air di RT 21 dan 22 RW 04 Dukuh Kalongan, Dusun Sumberejo, Desa Prambon, Kecamatan Tugu. &#8220;Sesuai dengan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bencana kekeringan di Trenggalek kian meluas. Sesuai data yang masuk ada sekitar 50 Desa dari 10 Kecamatan yang ada terdampak kekeringan di Trenggalek. Dijelaskan Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak saat meninjau langsung pendistribusian air di RT 21 dan 22 RW 04 Dukuh Kalongan, Dusun Sumberejo, Desa Prambon, Kecamatan Tugu. </p>
<p>&#8220;Sesuai dengan yang dilaporkan, satu Kecamatan itu bisa 4 atau 5 Desa yang mengalami kekeringan. Bila ada 10 Kecamatan maka desa yang mengalami kekeringan kurang lebih sekitar 50 desa, &#8221; ungkap Emil, saat dikonfirmasi, Sabtu (6/10/2018). </p>
<p>Diakui Emil, angka ini menunjukkan bencana kekeringan di Trenggalek kian meluas, dan lebih parah dibandingkan dengan bencana kekeringan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Meluasnya bencana kekeringan ini mengakibatkan ketersediaan anggaran, penyediaan air bersih yang teranggarkan dalam APBD induk tahun anggaran 2018 terserap habis. Padahal bencana kekeringan masih berlangsung di Trenggalek, bahkan tambah meluas.</p>
<p>Tentunya kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak bisa tinggal diam. Keberlangsungan hidup masyarakat harus diprioritaskan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan mengangarkan BTT (Biaya Tak Terduga). &#8220;Kurang lebih ada celah, plus minus Rp. 1 miliar untuk bisa melayani kebutuhan air bersih masyarakat, &#8221; terang suami Arumi Bachsin ini.</p>
<p>Angka satu koma sekian miliar ini diasumsikan untuk pembelian tiga rit tanki air per desa per hari dalam satu bulan. Emil Dardak berharap hujan sudah turun pada pertengahan November nanti, sehingga keresahan warga terhadap bencana kekeringan ini dapat terselesaikan.</p>
<p>&#8220;Karena kekeringan yang panjang dan meluas kita akan menggunakan BTT (Biaya Tidak Terduga). Kelihatannya BNPB juga berat, dan saya juga telah menyampaikan kepada Kemendagri bahwasanya di semua daerah ini kelihatannya kita perlu melakukan penentuan prioritas penggunaan uang kita untuk menyelamatkan warga dengan pengadaan air bersih, &#8221; pungkas Emil. <strong>(mil/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58956</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siagakan Tangki Air di Beberapa Titik, Cara Bupati Emil Atasi Kekeringan</title>
		<link>https://memontum.com/siagakan-tangki-air-di-beberapa-titik-cara-bupati-emil-atasi-kekeringan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2018 13:42:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/58954-siagakan-tangki-air-di-beberapa-titik-cara-bupati-emil-atasi-kekeringan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Menghadapi musim kemarau panjang beberapa daerah di Kota Keripik Tempe dilanda kekeringan. Guna mengantisipasi meluasnya daerah terus pak kekeringan, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak akan menyiagakan truk tanki di beberapa tempat. Hal tersebut dilakukan lantaran Pemerintah Tidak ingin dianggap tidak hadir ketika warganya sedang mengalami kesusahan akibat bencana kekeringan. Bupati Trenggalek Emil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Menghadapi musim kemarau panjang beberapa daerah di Kota Keripik Tempe dilanda kekeringan. Guna mengantisipasi meluasnya daerah terus pak kekeringan, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak akan menyiagakan truk tanki di beberapa tempat. Hal tersebut dilakukan lantaran Pemerintah Tidak ingin dianggap tidak hadir ketika warganya sedang mengalami kesusahan akibat bencana kekeringan.</p>
<p>Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek akan merubah pola pendistribusian air di beberapa titik kekeringan. Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih ini akan menyiagakan 1 kendaraan tanki air di Watulimo, 2 di Panggul dan satu di Kota untuk melayani Kecamatan-Kecamatan yang terjangkau seperti Suruh, Tugu dan beberapa tempat yang lainnya.</p>
<p>&#8220;Dengan menyiagakan kendaraan di beberapa tempat, kami meyakini pendistribusian air akan lebih efisien. Idealnya bisa menambah kapasitas pengiriman, &#8221; ucap Emil saat dikonfirmasi, Sabtu (6/10/2018). Lebih lanjut Bupati Trenggalek tersebut menegaskan, bila tidak disusun seperti itu bisa jadi sporadis. Masyarakat jadi menganggap Pemerintah tidak hadir dan masyarakat menjadi menanti-nanti datangnya distribusi air.  </p>
<p>Diketahui Suami Arumi Bachsin ini mendapatkan informasi pengiriman air terakhir sudah seminggu yang lalu. &#8220;Saya tadi bersama Pak Wabup ngecek ada laporan di dusun Sumber Desa Prigi ternyata juga ada bencana kekeringan. Akhirnya kita mencoba memikirkan, kalau tidak ada pola bisa saja seperti ini masyarakat seminggu belum dilayani, &#8221; imbuhnya. </p>
<p>Dengan seminggu belum dilayani, masyarakat bisa saja beranggapan kemana ini Pemerintahnya. Makanya tadi ia menjelaskan situasinya seperti itu kepada masyarakat. Bencana kekeringan di Trenggalek semakin meluas, kita dapat data hampir semua kecamatan kecuali Desa Cakul di Kecamatan Dongko, mengalami kekeringan 15 hingga 20 RT, sesuai dengan titik yang terlaporkan oleh Camat masing-masing daerah.</p>
<p>Pihaknya sudah mengestimasikan kebutuhan air tiap titik 1.000 liter per hari per RT. Namun tantangannya sekarang setelah ketemu masyarakat, ekspektasi mereka 5 rumah per hari 1.000 liter atau per rumah 200 liter per hari.</p>
<p>&#8220;Saya tidak bisa menyalahkan, karena memang kondisi saat ini agak sulit dan kekeringan ini meluas, saya tidak bisa memberikan kepastian bagi mereka, &#8221; pungkas Emil. Masih terang Emil, taruhlah ia mengambil perhitungan jika 2 tandon kapasitas 1000 liter ini habis 2 hari untuk 5 rumah dan truck ini bolak balik dalam sehari 5 kali maka akan dibutuhkan 100 truck tiap harinya. Padahal dari Pemerintah Daerah armadanya cuma ada empat truck tanki air.</p>
<p>Penyiagaan truck tanki di beberapa tempat ini menjadi salah satu solusi untuk permasalahan ini. Selain itu solusi lain yang mungkin bisa dilakukan salah satunya pendistribusian air menggunakan tandon air yang ditaruh diatas truck, untuk menjangkau beberapa titik kekeringan yang terjangkau dan aksesnya tidak terjal.</p>
<p>Namun tantangannya dengan cara ini pengisiannya mungkin akan lebih lambat dibandingkan dengan mobil tanki, kecuali bila dilengkapi dengan pompa air, tandas Emil kepada awak media saat meninjau langsung pendistribusian air di Desa Prambon, Tugu. <strong>(mil/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58954</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Hujan Mundur, BPBD Kabupaten Malang Terus Gelontor Air Bersih</title>
		<link>https://memontum.com/musim-hujan-mundur-bpbd-kabupaten-malang-terus-gelontor-air-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2018 13:09:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/58198-musim-hujan-mundur-bpbd-kabupaten-malang-terus-gelontor-air-bersih</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus melakukan pengiriman air bersih kedaerah terdampak kekeringan. Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan, hari ini pihaknya mengirimkan bantuan air bersih ke Desa Kemiri Kecamatan Jabung. Dalam pengiriman bantuan air bersih hari ini, ia menjelaskan sebayak 3 tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter air [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus melakukan pengiriman air bersih kedaerah terdampak kekeringan. Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan, hari ini pihaknya mengirimkan bantuan air bersih ke Desa Kemiri Kecamatan Jabung. Dalam pengiriman bantuan air bersih hari ini, ia menjelaskan sebayak 3 tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter air didistribusikan ke Desa Kemiri. </p>
<p>&#8220;Hari ini kami mulai mengirimkan bantuan air bersih ke Desa Kemiri. Setelah sebelumnya kami mengirim ke Desa Jabung Kecamatan Jabung selama 6 hari dengan jumlah yang sama, yakni 3 tangki per hari dengan volume 5.000 liter air setiap tangkinya,&#8221; ujar Bambang, Senin (1/10/2018) siang. </p>
<p>Berdasarkan keterangan tersebut, tercatat hingga saat ini kurang lebih 90.000 liter air didistribusikan ke daerah yang membutuhkan supply air bersih yang terdampak kemarau panjang. Juga dijelaskan,bahwa kondisi kemarau panjang seperti ini tidak bisa disamakan kondisi nya untuk setiap tahun. </p>
<p>&#8220;Setiap tahun kondisinya tidak bisa disamakan, dan kami berusaha untuk siap jika sewaktu waktu ada permintaan bantuan air bersih dari warga yang membutuhkan,&#8221; ujarnya. </p>
<p>Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klimatologi, Karangploso, Kabupaten Malang, memprediksi, musim kemarau akan terus terjadi hingga Oktober 2018. Prakirawan BMKG Karangploso, Hana Amalina menjelaskan, bulan Oktober diprediksikan sudah mulai masuk musim peralihan. Pada bulan ini juga, cuaca menjadi lebih panas. </p>
<p>&#8220;Puncak musim panas terjadi di bulan Oktober. Suhu diprediksi masih berada di sekitar 32° Celcius. Tidak sampai yang ekstrem,&#8221; saat ditemui beberapa waktu lalu. Hana menjelaskan, awal musim hujan tahun ini memang mundur. Diperkirakan, wilayah Jawa Timur mulai masuk musim hujan pada bulan November. &#8220;Sebagian besar masuk bulan November,&#8221; katanya.</p>
<p>Lebih lanjut ia menambahkan, mundurnya musim hujan disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor lokal. &#8220;Dalam artian faktor lokal yaitu meliputi topografi wilayah, kondisi angin dan karakteristik daerah masing-masing. </p>
<p>&#8220;Untuk di Jawa Timur, berdasarkan monitoring hari tanpa hujan (HTH) yang dilakukan terakhir 20 September lalu, daerah paling kering di Jawa Timur adalah Glagah dan Kawah Ijen, Banyuwangi,&#8221; terangnya kepada awak media. </p>
<p>Untuk kawasan paling basah, ia melanjutkan, berdasarkan hasil monitoring HTH pada tanggal 20 September lalu, terjadi di Pacitan. Curah hujan di tempat ini paling tinggi jika dibandingkan dengan daerah lainnya. </p>
<p>&#8220;Mencapai 76 milimeter curah hujannya. Nanti, sepuluh hari setelah monitoring terakhir, kami akan melakukan monitoring selanjutnya,&#8221; tegasnya.<strong>(sur/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58198</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Kemarau Bawa Berkah Bagi Petani Tembakau di Kedungpring</title>
		<link>https://memontum.com/musim-kemarau-bawa-berkah-bagi-petani-tembakau-di-kedungpring</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2018 14:36:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungpring]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/53636-musim-kemarau-bawa-berkah-bagi-petani-tembakau-di-kedungpring</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Datangnya musim kemarau tahun ini membawa berkah tersendiri bagi petani tembakau. Hal itu dikarenakan tembakau yang mereka tanam memiliki kualitas yang cukup bagus kendati tak terkena air hujan. &#8220;Tembakau ini kalau kena hujan, daunnya malah rusak, bahkan bisa-bisa mati,&#8221; kata Sawal salah seorang petani tembakau di Dusun Ngadipiro, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungring [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Datangnya musim kemarau tahun ini membawa berkah tersendiri bagi petani tembakau. Hal itu dikarenakan tembakau yang mereka tanam memiliki kualitas yang cukup bagus kendati tak terkena air hujan.</p>
<p>&#8220;Tembakau ini kalau kena hujan, daunnya malah rusak, bahkan bisa-bisa mati,&#8221; kata Sawal salah seorang petani tembakau di Dusun Ngadipiro, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungring Lamongan, Rabu (29/8/2018).</p>
<p>Dikatakan Sawal, selain menghasilKan daun tembakau yang berkualitas bagus, pada tahun ini harga bakau juga mengalami kenaikan. Untuk rajangan jenis daun yang kualitasnya paling rendah atau yang biasa disebut (Gowokan) dapat dijual seharga Rp. 17.000 per kilogram.</p>
<p>&#8220;Semakin ke atas semakin mahal, karena kualitas daunnya lebih baik, bisa sampai 30 ribu per kilogram. Ini harganya sudah bagus, karena tahun sebelumnya juga tidak bisa tanam bakau karena hujan terus,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun, sambung Sawal, meski kualitas tembakau tergolong bagus, karena kondisi tanah yang terlalu kering petani harus melakukan perawatan ekstra pada awal masa penanaman. &#8220;Karena tidak ada hujan ya terpaksa harus disiram, kira-kira sampai 6 kali,&#8221; pungkasnya. <strong>(ifa/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">53636</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
