<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Musim Pancaroba &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/musim-pancaroba/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Nov 2021 15:07:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Musim Pancaroba &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadapi Musim Pancaroba, Surabaya Gerakkan 32 Ribu Kader Kesehatan</title>
		<link>https://memontum.com/hadapi-musim-pancaroba-surabaya-gerakkan-32-ribu-kader-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2021 15:07:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159198</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Menghadapi musim pancaroba serta menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar apel akbar kader dengan menggerakkan 32 ribu kader kesehatan se-Kota Surabaya di Gor Sepuluh November, Minggu (28/11/2021). Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa tanpa adanya para kader kesehatan, Surabaya tidak akan bisa lepas dari masalah kesehatan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Menghadapi musim pancaroba serta menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar apel akbar kader dengan menggerakkan 32 ribu kader kesehatan se-Kota Surabaya di Gor Sepuluh November, Minggu (28/11/2021).</p>



<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa tanpa adanya para kader kesehatan, Surabaya tidak akan bisa lepas dari masalah kesehatan. Bahkan, tanpa adanya kader kesehatan, Covid-19 pun tidak akan bisa teratasi dan melandai secara signifikan seperti saat ini.</p>



<p>Eri menjelaskan, dalam menghadapi musim pancaroba dan mewaspadai penyebaran penyakit menjelang Nataru, dirinya ingin menggandeng seluruh warga Surabaya. Karena, kota ini tidak akan bisa sehat, tanpa adanya peran masyarakat untuk lebih mencintai lingkunganya. Karenanya, turut dilibatkan juga seluruh kader kesehatan untuk bersama-sama mengubah perilaku warga menjadi lebih sehat.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menyampaikan, agar perkampungan di Surabaya terhindar dari jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Diharapkan, warga bisa menjaga lingkungannya, salah satunya menjaga saluran air supaya lancar dan terhindar dari banjir.</p>



<p>&#8220;Kalau menjaga kampung, jangan sampai salurannya itu buntu, biar nggak banjir. Karena itu saluran sudah dibangun oleh wali kota sebelumnya, mulai dari zamannya Pak Bambang DH, Bu Risma. Membangun, ayo dijaga bareng-bareng,&#8221; ujar Eri.</p>



<p>Selain itu, Eri menekankan, upaya menjaga lingkungan di Kota Surabaya, agar tetap bersih. Dan itu, bukan hanya tugas Pemkot, akan tetapi juga peran serta masyarakat, menjaga kota ini agar terhindar dari segala macam bencana.</p>



<p>&#8220;Nanti kalau banjir, katanya Pak Eri nggak pernah turun? Ya saya lihat dahulu warganya, kalau warga nggak ikut turun, ngapain kita harus turun? Tapi kalau warga turun, bersama-sama pemerintah, mau mengubah perilakunya. Kita berterima kasih kepada pemimpin sebelumnya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut Eri juga mengingatkan, para camat dan lurah se-Surabaya, agar turut serta mendampingi para kader kesehatan yang bertugas ke rumah-rumah warga. Karena menurutnya, tugas kader kesehatan adalah tugas Pemkot Surabaya.</p>



<p>&#8220;Memeriksa jentik di kamar mandi, dipikir enak jadi kader? Yo enggak, kadang-kadang marahi, diusir orang. Nah, ketika ada kader yang diperlakukan seperti itu, Camat dan Lurah juga harus hadir, jangan dilepas. Karena ini tugasnya pemkot. Pemkot nggak bisa jalan tanpa kehebatan para kader ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga berharap, dengan adanya kader kesehatan, nantinya tidak ada lagi jentik nyamuk, stunting, gizi buruk, bahkan Covid-19 di Kota Surabaya. &#8220;Kalau warganya nggak jalan, kadernya nggak jalan, omong kosong Surabaya menjadi kota yang hebat. Ayo dijaga bareng-bareng, apa yang sudah diberikan oleh pemimpin sebelumnya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, menjelaskan saat ini kader-kader di Surabaya sudah menjadi satu kesatuan, yakni kader kesehatan. Kader kesehatan mempunyai peran masing-masing, mulai dari menyosialisasikan lingkungan, jumantik, posyandu lansia dan lain sebagainya.</p>



<p>&#8220;Total kader di Surabaya itu ada 32.600, tapi tadi yang hadir di GOR Sepuluh Nopember tadi ada 12.400 kader,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menyampaikan, bahwa mereka digerakkan serentak dan sudah bergerak melakukan pemberantasan sarang nyamuk di seluruh kecamatan dan kelurahan untuk menekan angka DBD. &#8220;Terus semangat kepada seluruh kader, terima kasih atas kerja kerasnya dalam menekan angka kesakitan dan terus semangat membantu warga supaya terhindar dari penyakit,&#8221; terangnya. <strong>(ade/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159198</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrim, BPBD Bangkalan Imbau Warga Kenali Ciri Puting Beliung</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrim-bpbd-bangkalan-imbau-warga-kenali-ciri-puting-beliung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2019 13:56:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrim]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[Puting Beliung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99064-cuaca-ekstrim-bpbd-bangkalan-imbau-warga-kenali-ciri-puting-beliung</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Musim pancaroba yang terjadi saat ini mulai terjadi sejak awal bulan november. Musim ini merupakan peralihan dari musim kemarau ke penghujan. Kondisi ini memicu timbulnya cuaca ekstrim yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Kepala BPBD Rizal Morris menyampaikan, kondisi ini bisa terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Musim pancaroba yang terjadi saat ini mulai terjadi sejak awal bulan november. Musim ini merupakan peralihan dari musim kemarau ke penghujan. Kondisi ini memicu timbulnya cuaca ekstrim yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati.</p>
<p>Kepala BPBD Rizal Morris menyampaikan, kondisi ini bisa terjadi secara sporadis. Intensitas hujan dalam kondisi ini bisa terjadi sangat lebat disertai angin kencang hingga terjadi puting beliung. Namun, tidak semua angin kencang akan berakibat puting beliung.</p>
<p>&#8220;Kami himbau kepada seluruh masyarakat agar saat terjadi hujan lebat tidak berteduh dibawah pohon ataupun baliho-baliho, khawatir angin kencang ataupun petir,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Rizal menambahkan, Biasanya angin puting beliung diawali dengan udara yang terasa panas akibat radiasi matahari yang cukup kuat di suatu pagi hingga siang. Selain itu, biasanya ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 wib dan 07.00 pagi (lebih dari 4.5°C) yang disertai dengan kelembaban cukup tinggi mencapai nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (diatas 60%).</p>
<p>Bila dilihat secara langsung, biasanya saat pagi akan terbentuk awan Cumulus atau awan putih berlapis &#8211; lapis. Diantara awan tersebut akan ada satu jenis awan yang batas tepinya sangat jelas berwarna abu &#8211; abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Awan itu kemudian akan berubah cepat menjadi abu &#8211; abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus (CB). Setelah itu, pepohonan, dahan atau ranting yang ada di sekitar akan mulai bergoyang cepat.</p>
<p>&#8220;Tanda selanjutnya biasanya adanya sentuhan udara dingin di sekitar tempat tersebut. Hujan akan hujan sangat deras secara tiba-tiba di titik di mana angin kencang ini berhembus. Jika hujan hanya gerimis maka angin puting beliung terjadi di titik yang lebih jauh,jika dalam 1 &#8211; 3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi penghujan/pancaroba maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun dari angin yang masuk dalam kategori puting beliung,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sebagai antisipasi dampak puting beliung itu, ada sejumlah tindakan yang bisa dilakukan warga. Yaitu dengan merapikan pohon besar, rimbun, dan tinggi serta rapuh untuk mengurangi beban pada pohon tersebut. Kemudian mengecek dan memperkuat bagunan non-permanen maupun semi permanen seperti atap rumah yang sudah rapuh. Juga mengecek dan memperkuat bagunan konstruksi seperti papan reklame, dan baliho.</p>
<p>&#8220;Segera menjauh dari lokasi kejadian apabila mengetahui adanya indikasi akan terjadi puting beliung,&#8221; pungkasnya. <strong>(isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99064</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
