<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>musiman, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/musiman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Aug 2023 13:02:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>musiman, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Penjual Musiman Bendera Merah Putih Musiman Mulai Padati Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/penjual-musiman-bendera-merah-putih-musiman-mulai-padati-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[musiman,]]></category>
		<category><![CDATA[padati]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195018</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Jelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Batu mulai diserbu para pedagang musiman Bendera Merah Putih. Keberadaan para pedagang ini, sudah mulai banyak terlihat sejak akhir Juli 2023. Salah seorang penjual bendera asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahmad Jayadi (40), mengatakan bahwa dirinya datang ke Kota Batu karena menilai pangsa pasar penjualan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Jelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Batu mulai diserbu para pedagang musiman Bendera Merah Putih. Keberadaan para pedagang ini, sudah mulai banyak terlihat sejak akhir Juli 2023.</p>



<p>Salah seorang penjual bendera asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahmad Jayadi (40), mengatakan bahwa dirinya datang ke Kota Batu karena menilai pangsa pasar penjualan bendera sangat bagus. Di sini, dirinya berani berjualan Bendera Merah Putih selama 20 hari. Yakni, mulai tanggal 25 Juli 2023 hingga 10 Agustus 2023 nanti.</p>



<p>Untuk berjualan bendera di Kota Batu, ujarnya, dirinya dan lima temannya sampai rela patungan sewa mobil dari daerahnya selama sebulan sebesar Rp 2,5 juta. &#8220;Memang, kalau hari kemerdekaan seperti ini yang jualan Bendera Merah Putih di beberapa daerah kebanyakan orang Jawa Barat. Di Kota Batu sendiri, yang jualan bendera ada sekitar 25 orang,&#8221; terangnya, saat berada di lapak jualannya Jalan Raya Junrejo, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (05/08/2023) tadi.</p>



<p>Dari banyaknya yang jualan Bendera Merah Putih itu, ujarnya, meski berbeda desa tetapi mereka berasal dari satu daerah. Yakni dari Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. &#8220;Kalau saya sendiri datang ke Kota Batu, bersama lima orang. Di sini, kami satu kos-kosan bersama lima orang indekos di Desa Sumberejo, Kecamatan/Kota Batu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Menurutnya, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, merupakan sentra UMKM yang memproduksi Bendera Merah Putih. Antara lain, bendera dengan berbagai ukuran. Lalu, umbul-umbul, background serta renteng.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami semua yang jualan Bendera Merah Putih dari produk UMKM,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Untuk sistem penjualan, jelasnya, yaitu sistem komisi. Artinya, menjalankan usaha dagang orang lain. Setidaknya, hasil penjualan perbiji barang mendapatkan keuntungan Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu dari harga pokok.</p>



<p>&#8220;Untuk bendera, dari ukuran 180 centimeter dijual Rp 50 ribu. Terus, ukuran 150 centimeter harganya Rp 40 ribu. Ukuran 120 centimeter harganya Rp 30 ribu dan ukuran 90 centimeter harganya Rp 20 ribu. Sedangkan, untuk umbul-umbul harganya Rp 50 ribu. Lalu, background panjang lima meter dijual Rp 200 ribu yang sepuluh meter dijual Rp 350 ribu. Untuk renteng, panjang lima meter dijual Rp 25 ribu. Di mana saya ke Kota Batu ini membawa 100 biji background ditambah bendera satu kodi,&#8221; urainya.</p>



<p>Untuk penjualan bendera beberapa hari ini, jelas Ahmad, dalam hitungan kotor sehari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Sebelum 2023, keuntungan bersih yang dibawa pulang sebesar Rp 5 juta.</p>



<p>&#8220;Kalau tahun ini saya pesimis membawa pulang uang keuntungan bersih seperti tahun lalu. Karena, tahun ini sepi. Paling, bawa pulang Rp 2 juta. Dan, sepinya penjualan karena banyak yang online,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195018</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penjual Kambing Musiman di Kota Batu Ketiban Berkah Paska Idul Adha</title>
		<link>https://memontum.com/penjual-kambing-musiman-di-kota-batu-ketiban-berkah-paska-idul-adha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[adha]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[idul]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[ketiban]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[musiman,]]></category>
		<category><![CDATA[paska]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192207</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Idul Adha tahun ini menjadi berkah tersendiri untuk pedagang hewan kurban, khusus kambing di Kota Batu. Bagaimana tidak, hingga pelaksanaan Hari Raya, pedagang bisa mendapatkan pendapatan mencapai Rp 125 juta, setelah dipotong modal pembelian kambing. Salah satu pedagang musiman hewan kurban, Rizki Fajar, mengatakan bahwa Hari Raya Idul Adha tahun ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Idul Adha tahun ini menjadi berkah tersendiri untuk pedagang hewan kurban, khusus kambing di Kota Batu. Bagaimana tidak, hingga pelaksanaan Hari Raya, pedagang bisa mendapatkan pendapatan mencapai Rp 125 juta, setelah dipotong modal pembelian kambing.</p>



<p>Salah satu pedagang musiman hewan kurban, Rizki Fajar, mengatakan bahwa Hari Raya Idul Adha tahun ini sangat berbeda dibandingkan penghasilan tahun lalu. Di mana, untuk tahun ini jauh lebih meningkat.</p>



<p>&#8220;Tahun ini, kami mendapatkan penghasilan hingga Rp 125 juta, setelah dipotong modal pembelian. Dari pendapatan itu, tentunya harus dipotong hingga sekitar Rp 25 juta untuk operasional selama 21 hari berjualan. Sehingga, pendapatan bersih bisa di angka kisaran Rp 100 juta,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Rizki, saat berjualan serupa di tahun lalu, penghasilannya hanya sekitar Rp 50 juta. Itupun, masih berupa pendapatan kotor. Sementara tahun ini, dua kali lipat dan sudah pendapatan bersih.</p>



<p>&#8220;Kalau tahun lalu hanya Rp 50 juta. Itupun, masih pendapatan kotor,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Masih menurut Rizki, dalam jualan hewan kurban tahun ini, untuk stok kambing yang didatangkan sebanyak 220 ekor. Hingga sekarang, hanya menyisakan sekitar 12 ekor.</p>



<p>&#8220;Selain jumlah kambing yang cukup banyak, tahun ini juga diuntungkan dengan harga kambing di tingkatan peternak atau pemilik. Apalagi, stok kambing mereka juga tidak banyak. Sehingga, banyak pembeli yang bertransaksi di tingkatan penjual,&#8221; tambahnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192207</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Kelayakan Hewan Kurban di Pedagang Musiman, Dinas Pertanian Kota Batu Siapkan Pemeriksaan</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-kelayakan-hewan-kurban-di-pedagang-musiman-dinas-pertanian-kota-batu-siapkan-pemeriksaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jun 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[musiman,]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191573</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Pertanian Kota Batu segera turun lapangan untuk memeriksa kelayakan hewan kurban di beberapa titik di Kota Batu. Rencananya, mereka bakal menyasar hewan kurban yang dijual di tingkat pedagang musiman. Kegiatan tersebut, bertujuan untuk mengetahui kelayakan hewan yang akan disembelih dan selanjutnya dikonsumsi oleh manusia. Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Heru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Pertanian Kota Batu segera turun lapangan untuk memeriksa kelayakan hewan kurban di beberapa titik di Kota Batu. Rencananya, mereka bakal menyasar hewan kurban yang dijual di tingkat pedagang musiman. Kegiatan tersebut, bertujuan untuk mengetahui kelayakan hewan yang akan disembelih dan selanjutnya dikonsumsi oleh manusia.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Heru Yulianto, menjelaskan kegiatan pemeriksaan terhadap hewan kurban tersebut merupakan program tahunan menjelang Hari Raya Idul Adha. &#8220;Menjelang Idul Adha ini, kami secepatnya turun lapangan melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di pedagang musiman. Selain itu, juga ke beberapa kelompok peternak ataupun di kandang milik masyarakat,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (22/06/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk memaksimalkan pemeriksaan itu, ujarnya, Dinas Pertanian akan dibantu oleh tenaga dari perguruan tinggi. Petugas gabungan ini, akan berkeliling mengecek kesehatan seluruh hewan kurban milik pedagang dan peternak di antaranya sapi dan kambing.</p>



<p>Usia dilakukan pemeriksaan, imbuhnya, nantinya akan diberikan tanda berupa stiker. Yakni, stiker yang menjelaskan bahwa hewan tersebut sudah layak dijual. Serta, akan diberikan tanda juga yang menunjukkan hewan itu sehat dan dinyatakan aman untuk disembelih serta dikonsumsi.</p>



<p>&#8220;Jadi, tujuan dari pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kelayakan hewan kurban yang akan dijual. Karena, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menjual hewan kurban. Bahwa di antaranya hewan sudah berusia dua tahun, tidak sakit dan sudah terverifikasi oleh tenaga medik veteriner,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191573</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
