<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Musisi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/musisi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Aug 2025 14:19:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Musisi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dorong Musisi Lokal Semakin Berkarya di Platform Digital, Loka Nesia 2025 Gandeng YouTube Music Academy</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-musisi-lokal-semakin-berkarya-di-platform-digital-loka-nesia-2025-gandeng-youtube-music-academy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[academy]]></category>
		<category><![CDATA[Berkarya]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi]]></category>
		<category><![CDATA[platform]]></category>
		<category><![CDATA[semakin]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224792</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dorong musisi lokal untuk semakin berkiprah di platform digital, Loka Nesia 2025 hadir di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang. Membangun komunitas yang memahami industri musik, musik digital dan regulasi platform, sehingga dapat memberdayakan para musisi dan kreator secara nasional. Loka Nesia adalah sebuah program kolaborasi dari Sosia Loka Indonesia dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dorong musisi lokal untuk semakin berkiprah di platform digital, Loka Nesia 2025 hadir di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang. Membangun komunitas yang memahami industri musik, musik digital dan regulasi platform, sehingga dapat memberdayakan para musisi dan kreator secara nasional.</p>



<p>Loka Nesia adalah sebuah program kolaborasi dari Sosia Loka Indonesia dan MCC, dirancang untuk menjadi sebuah acara komprehensif yang memberdayakan ekosistem musik kreatif Indonesia. Dalam kegiatan kali ini, Loka Nesia menghadirkan beberapa sub-event yaitu YouTube Music Academy/LokaTalk, Lokalapak dan Proklamusic.</p>



<p>Direktur Operasional Sosia Loka Indonesia, Adam Febrianata, menjelaskan bahwa di dalam kegiatan ini menghadirkan beragam rangkaian kegiatan yang memadukan edukasi, UMKM dan panggung musik. Untuk pesertanya adalah creator musik dan wajib memiliki YouTube.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tahun ini kita berkolaborasi dengan YouTube Music Academy mengadakan LokaTalk terkait perkembangan di industri musik, khususnya di platform YouTube. Harapannya dengan adanya LokaTalk, teman teman bisa lebih aktif, lebih baik dan lebih mengerti platform di YouTube dan karya mereka mendapatkan eksposur dan performa lebih baik,&#8221; ujar Adam, Jumat (08/08/2025) tadi.</p>



<p>Dengan memberikan edukasi kepada agar semakin berkarya di YouTube, kegiatan ini mendorong musisi-musisi lokal untuk memahami untuk mengelola sebuah karya. &#8220;Harapannya musisi lokal bisa tampil di panggung yang lebih besar. Kita edukasi bagaimana mengelola karya mereka, mengetahui hak apa saja yang didapat nantinya,&#8221; jelas Adam.</p>



<p>Sementara itu, salah satu pemateri, Ade Govinda, mengatakan kegiatan ini untuk mendorong masyarakat Kota Malang untuk mengetahui bagaimana industri musik dan memaksimalkan sebuah karya. &#8220;Peluangnya memang tergantung pada sebuah karya. Sebuah karya harus bagus. Jadi bagaimana sebuah karya itu bisa dimaksimalkan dengan berbagai cara,&#8221; ujar Ade. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224792</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akustikoma Rilis Single &#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217;, Seruan Lantang dari Musisi Asal Malang</title>
		<link>https://memontum.com/akustikoma-rilis-single-negeri-sakkarepmu-seruan-lantang-dari-musisi-asal-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[akustikoma]]></category>
		<category><![CDATA[lantang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[sakkarepmu’,]]></category>
		<category><![CDATA[seruan]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222508</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Grup Akustikoma, yang digawangi oleh Yoga BM dan Antok Yunus, akhirnya merilis single bertajuk &#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217;, sebuah karya tajam dan menggugah yang diproduksi oleh Gio Production. Lewat lirik karya Yoga BM dan vokal dari Antok Yunus, lagu ini tampil sebagai bentuk kritik sosial yang kuat terhadap kondisi sosial-politik yang terjadi saat ini. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Grup Akustikoma, yang digawangi oleh Yoga BM dan Antok Yunus, akhirnya merilis single bertajuk &#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217;, sebuah karya tajam dan menggugah yang diproduksi oleh Gio Production. Lewat lirik karya Yoga BM dan vokal dari Antok Yunus, lagu ini tampil sebagai bentuk kritik sosial yang kuat terhadap kondisi sosial-politik yang terjadi saat ini.</p>



<p>&#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217;, yang secara harfiah berarti &#8216;Negeri Sesukamu&#8217; dalam bahasa Jawa, menggambarkan keresahan dan kegelisahan masyarakat terhadap ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan serta merajalelanya korupsi yang seolah telah menjadi bagian dari sistem. Dengan gaya yang khas dan nuansa melankolis yang dibalut dalam aransemen sederhana namun menghujam, Akustikoma mengajak pendengar untuk merenungi kenyataan pahit yang selama ini mungkin terabaikan. Lagu ini, tidak hanya menjadi luapan emosi, tapi juga bentuk perlawanan: &#8220;Kami bersuara, meski dibungkam. Kami bertanya, meski dilupakan&#8221;.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari bait pembuka hingga pengulangan kata &#8216;sakkarepmu&#8217; yang menghantui di akhir lagu, single ini menyuarakan realita bahwa hukum, keadilan dan kekuasaan seringkali berjalan sesuai kehendak segelintir elit, sementara rakyat kecil terus menjadi korban. “Lagu ini adalah cermin. Bukan hanya untuk para pemegang kuasa, tapi juga untuk kita semua, agar tidak kehilangan suara dan kesadaran,” ujar sang penulis lirik, Yoga BM, Selasa (27/05/2025) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Antok Yunus menambahkan bahwa musik adalah medium jujur. &#8220;Lewat lagu ini, kami hanya ingin menyampaikan bahwa suara rakyat tidak boleh padam, betapapun sunyinya jalan yang harus dilalui,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diproduksi oleh Gio Production, &#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217; bukan sekadar lagu, tetapi sebuah pernyataan dan doa sekaligus teriakan dalam diam, untuk negeri yang terus diimpikan pulih dari luka-luka yang dibiarkan menganga. Untuk diketahui, proses pembuatan lagu &#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217; yang melibatkan sejumlah musisi yakni Indra Kenatha, Yeyen Gitar dan Gita Biola. Sedangkan untuk publisher musik, ditangani oleh One Entertainment Jakarta. Sehingga, karya ini bisa dinikmati di berbagai platform musik digital mulai tanggal 28 Juni 2025. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222508</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jazz Gunung Ijen bersama Musisi Indra Lesmana Lengkapi Semarak Kemerdekaan RI di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/jazz-gunung-ijen-bersama-musisi-indra-lesmana-lengkapi-semarak-kemerdekaan-ri-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Aug 2024 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[lesmana]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi]]></category>
		<category><![CDATA[semarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213097</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi konser Jazz Gunung Ijen di Taman Terakota Gandrung, Lereng Gunung Ijen, Sabtu (17/08/2024) malam. Mengusung tema &#8216;Merdekanya Jazz, Merdekanya Indonesia&#8217;, Jazz Gunung Ijen menghadirkan sederet musisi Indra Lesmana yang tampil dalam format trio, Sri Hanuraga, Elfa Zulham, Kevin Yosua, Aditya Ong Quartet, Straight &#38; Stretch feat Yuri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi konser Jazz Gunung Ijen di Taman Terakota Gandrung, Lereng Gunung Ijen, Sabtu (17/08/2024) malam. Mengusung tema &#8216;Merdekanya Jazz, Merdekanya Indonesia&#8217;, Jazz Gunung Ijen menghadirkan sederet musisi Indra Lesmana yang tampil dalam format trio, Sri Hanuraga, Elfa Zulham, Kevin Yosua, Aditya Ong Quartet, Straight &amp; Stretch feat Yuri Mahatma dan Dian Pratiwi.</p>



<p>“Jazz Gunung Ijen membuat peringatan HUT RI semakin semarak. Semoga acara musik seperti ini semakin menambah kecintaan kita terhadap negeri ini,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani, yang turut hadir dalam konser itu.</p>



<p>Bupati Ipuk mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara, yang sudah rutin menyelenggarakan di tempat wisata Banyuwangi. Selama ini, di Taman Terakota Gandrung tidak hanya menggelar konser musik, namun juga konsisten mengangkat seni budaya Banyuwangi dengan penampilan musik Meras Gandrung.</p>



<p>“Musik menjadi salah satu hal yang terus kami garap. Diantara berbagai atraksi seni dan budaya lainnya,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Managing Director Jazz Gunung Indonesia (JGI), Bagas Indyatmono, mengatakan bahwa penamaan Jazz Gunung Ijen bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia, karena secara historis musik jazz lahir dari semangat perjuangan. Jazz merupakan musik yang &#8216;bebas&#8217; karena dimainkan dengan &#8216;kebebasan&#8217;.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami selenggarakan pada tanggal 17 Agustus, karena ada benang merah semangat jazz yang penuh perjuangan,&#8221; kata Bagas.</p>



<p>Jazz Gunung Ijen merupakan acara konser jazz bernuansa etnik yang diadakan di amphitheater terbuka di Gandrung Terracotta Park (TGT). TGT sendiri merupakan sebuah situs budaya yang dilengkapi dengan ratusan patung Gandrung yang mengelilinginya yang terletak di Lereng Gunung Ijen pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut.&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Dalam konser yang digelar siang hingga malam itu, musisi Indra Lesmana membawakan lagu-lagu jazz swing dari album Rumah Ketujuh miliknya yang menurutnya bisa dinikmati oleh para pemula yang baru mengenal musik jazz.</p>



<p>Musisi yang sudah berkarier sejak tahun 1976 ini mengaku cukup antusias tampil di Banyuwangi.</p>



<p>&#8220;Saya senang sekali bisa kembali ke Banyuwangi, terakhir kali saya datang ke sini pada tahun 2019,&#8221; kata Indra.</p>



<p>Berbagai lagu unggulannya dibawakan Indra, seperti Joy Joy Joy, Cerita Lalu, Bulan di Atas Asia, dan lagu lainnya. Ia pun sempat memainkan lagu bernuansa nasional Rayuan Pulau Kelapa dengan alunan musik jazz yang indah. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213097</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rangkul Musisi Jalanan, Satlantas Polres Probolinggo Gelar Festival Musik Jalanan</title>
		<link>https://memontum.com/rangkul-musisi-jalanan-satlantas-polres-probolinggo-gelar-festival-musik-jalanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jalanan,]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[rangkul]]></category>
		<category><![CDATA[Satlantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191629</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Satlantas Polres Probolinggo menggelar Festival Musik Jalanan untuk memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-77. Peserta yang mengikuti festival ini, terdiri dari pengamen atau musisi jalanan. Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Sapari, mengatakan bahwa festival tersebut dimeriahkan oleh 10 peserta yang terdiri dari perorangan dan grup. &#8220;Jadi, untuk kriteria festival musik jalanan ini yakni harmonisasi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Probolinggo</strong> &#8211; Satlantas Polres Probolinggo menggelar Festival Musik Jalanan untuk memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-77. Peserta yang mengikuti festival ini, terdiri dari pengamen atau musisi jalanan.</p>



<p>Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Sapari, mengatakan bahwa festival tersebut dimeriahkan oleh 10 peserta yang terdiri dari perorangan dan grup. &#8220;Jadi, untuk kriteria festival musik jalanan ini yakni harmonisasi, musikalitas hingga performa. Para peserta wajib menciptakan lagu yang liriknya berkaitan dengan tugas pokok kepolisian,” katanya, Jumat (23/06/2023) tadi.</p>



<p>Untuk pemenang dalam festival tersebut, kemudian akan menjadi perwakilan Polres Probolinggo pada perlombaan berikutnya di Polda Jawa Timur. “Jadi, untuk pemenang akan mewakili Polres Probolinggo dalam ajang yang sama di Polda Jatim dalam rangka HUT Bayangkara ke-77 pada 26 Juni 2023. Terlepas dari hal tersebut, Satlantas Polres Probolinggo sendiri berusaha menyampaikan pesan tertib berlalu lintas melalui pemusik jalanan ini,” katanya.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Sementara itu, personel Mada Bambu Pemalang Selatan, Rahayu Hadiyansyah yang menjadi pemenang dalam festival tersebut mengatakan, tidak menyangka akan menjadi pemenang dan akan mewakili Polres Probolinggo dalam lomba selanjutnya di Polda Jawa Timur. &#8220;Pastinya, tidak menyangka kalau akan menang. Karenanya, nanti tinggal persiapan mental dan berusaha untuk tampil maksimal. Kalau masalah menang tidaknya, itu urusan belakang. Yang terpenting, berusaha maksimal,&#8221; terangnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191629</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Salurkan Bakat Seni Anda di MMBK Wadah Musisi Indie Asli Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/salurkan-bakat-seni-anda-di-mmbk-wadah-musisi-indie-asli-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2020 02:41:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Diskominfo Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Indie]]></category>
		<category><![CDATA[MMBK]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119080-salurkan-bakat-seni-anda-di-mmbk-wadah-musisi-indie-asli-lumajang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemkab Lumajang memberikan fasilitas dan ruang bagi generasi muda di Lumajang melalui program siar Malam Minggu Bareng Kita (MMBK) di LPPL Radio Suara Lumajang FM 104.1. Hal itu sebagai upaya mengembangkan potensi generasi muda di bidang seni. Kepala Bidang Humas dan Kemitraan Media Massa Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang Isaac [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemkab Lumajang memberikan fasilitas dan ruang bagi generasi muda di Lumajang melalui program siar Malam Minggu Bareng Kita (MMBK) di LPPL Radio Suara Lumajang FM 104.1. Hal itu sebagai upaya mengembangkan potensi generasi muda di bidang seni.</p>
<p>Kepala Bidang Humas dan Kemitraan Media Massa Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang Isaac Hardy Yuwono saat Program Siar Malam Minggu Bareng Kita (MMBK), bertempat di LPPL Radio Suara Lumajang, Sabtu (11/7/2020) malam. Mengatakan, program siar tersebut merupakan upaya dari pemerintah daerah menumbuhkan semangat berkreasi di kalangan generasi muda yang ingin mengembangkan potensinya.</p>
<p>Dijelaskan, selain menyiarkan informasi pembangunan daerah, program siar di LPPL Radio Suara Lumajang juga memberi wadah untuk musisi indie asli Kabupaten Lumajang untuk memperkenalkan diri dan hasil karyanya kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Selain menyiarkan informasi pembangunan daerah, kami ingin agar LPPL Radio Suara Lumajang juga melakukan kegiatan untuk memfasilitasi musisi indie asal Lumajang agar bakat mereka tersalurkan. Dan, setiap hari Rabu sore kita juga akan memutar lagu-lagu indie dan mengulas profil band dari musisi Lumajang,” ungkapnya.</p>
<p>Ketua Band Musik Kutorenon Berkreasi (KaBe) Faisal Rizal dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, bahwa pihaknya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih, atas upaya yang dilakukan oleh pemerintah yang telah memberikan fasilitas kepada generasi muda, khususnya di bidang seni.</p>
<p>Dengan mendapatkan dukungan dari pemerintah, kata dia, maka nantinya akan banyak generasi muda di Lumajang akan dapat mengembangkan potensi diri sehingga generasi mudanya dapat menghasilkan karya-karya positif.</p>
<p>“Terima kasih, karena LPPL Radio Suara Lumajang juga memberikan kesempatan dan ruang bagi kami untuk menyalurkan bakat. Kami harap, semua musisi muda asal Lumajang sebagai putra daerah, dapat berkembang dan memberikan yang terbaik untuk Lumajang,&#8221; pungkasnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119080</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Faida Dukung Seniman dan Musisi Jember</title>
		<link>https://memontum.com/faida-dukung-seniman-dan-musisi-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2019 15:39:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Malam Apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jember]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/78516-faida-dukung-seniman-dan-musisi-jember</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Seniman dan musisi Jember Gita Svara Muswantara mengadakan malam Apresiasi di warung Zona yang terletak di jalan Tidar Kecamatan Sumbersari kabupaten Jember, Sabtu (17/2/2019) malam dan dihadiri oleh bupati Jember dr Hj Faida MMr dan Dandim 0824 Jember. Dalam sambutannya Bupati Faida mendukung upaya seniman dan musisi Jember untuk terus berkembang dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Seniman dan musisi Jember Gita Svara Muswantara mengadakan malam Apresiasi di warung Zona yang terletak di jalan Tidar Kecamatan Sumbersari kabupaten Jember, Sabtu (17/2/2019) malam dan dihadiri oleh bupati Jember dr Hj Faida MMr dan Dandim 0824 Jember.</p>
<p>Dalam sambutannya Bupati Faida mendukung upaya seniman dan musisi Jember untuk terus berkembang dan memberikan warna indah di masyarakat melalui seni dan budaya.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini juga termasuk dalam 22 Janji Kerja Bupati, &#8221; katanya.</p>
<p>Bupati juga menginginkan kegiatan seni dan budaya yang ada di masyarakat ikut didukung perkembangan ekonomi kerakyatan dan perputaran ekonomi juga turut berjalan dengan lancar dan baik.</p>
<p>&#8220;Semua bersinergi baik seni, budaya maupun ekonomi rakyat yang saling support dan berjalan dengan baik, &#8221; katanya.</p>
<p>Perempuan pertama di Jember tersebut juga menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Jember juga membangun lapangan di setiap kecamatan untuk menjadi pusat taman dan hiburan serta olahraga bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Jadi kegiatan hiburan, seni, budaya, maupun olah raga tidak hanya dilakukan terpusat di alun-alun kota saja namun juga agar merata di seluruh pelosok Jember, &#8221; paparnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut Bupati Faida juga mengapresiasi para seniman dan musisi lokal Jember yang menghasilkan karya seni tradisonal dikombinasikan dengan seni modern yang mengikuti perkembangan zaman milenial saat ini.</p>
<p>&#8220;Suguhan seni dan budaya yang menghibur masyarakat, kombinasi seni tradisional dan modern milenial, &#8221; tuturnya. <strong>(yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78516</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Muhammad Adryo Fahrezi Widya Putra, Kibordis Termuda 104 SOU, Pede Bersanding Musisi Senior</title>
		<link>https://memontum.com/muhammad-adryo-fahrezi-widya-putra-kibordis-termuda-104-sou-pede-bersanding-musisi-senior</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 May 2018 12:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Sound Of Unity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=42474</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Kecil-kecil cabai rawit. Ungkapan ini layak disandangkan pada Muhammad Adryo Fahrezi Widya Putra, siswa kelas 1 MIN 1 Malang. Sebab Dio, sapaan akrabnya, bisa dibilang menjadi kibordis (pemain keyboard) termuda dalam ajang 104 Sound Of Unity. Meski masih ada beberapa anak-anak berusia diatasnya yang turut ambil bagian memegang alat musik lain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8212; Kecil-kecil cabai rawit. Ungkapan ini layak disandangkan pada Muhammad Adryo Fahrezi Widya Putra, siswa kelas 1 MIN 1 Malang. Sebab Dio, sapaan akrabnya, bisa dibilang menjadi kibordis (pemain keyboard) termuda dalam ajang 104 Sound Of Unity. Meski masih ada beberapa anak-anak berusia diatasnya yang turut ambil bagian memegang alat musik lain di ajang yang sama.</p>
<p>Dio mengaku baru belajar piano sejak 2 tahun lalu, atau tepatnya ketika duduk di bangku TK A di Permata Iman Malang. &#8220;Ya suka aja main piano atau kibord. Bisa belajar sambil nyanyi,&#8221; ungkap sulung dua bersaudara, buah pasangan Aris Widya (36) dan Rike Eka Wahyu Safitri (32).</p>
<p>Untuk persiapan mengikuti ajang yang dicatatkan dalam Rekor MURI tersebut, Dio mengaku pede bersanding dengan musisi senior dalam satu panggung. Meski hanya membutuhkan persiapan 3 kali latihan, dengan durasi masing-masing 2 jam. Tiga buah lagu yang akan dibawakan, yakni Indonesia Tanah Airku, Malang Kota Subur, dan Bangun Pemudi-Pemuda, telah dikuasainya. </p>
<p>(<strong>baca :</strong> <a href="https://memontum.com/42446-104-sound-of-unity-nutut-catatkan-rekor-muri" rel="noopener" target="_blank">104 Sound Of Unity ‘Nutut’ Catatkan Rekor MURI</a> )</p>
<p>&#8220;Awalnya mau main drum, tapi karena badannya kecil dan ga sampai. Kami menawari Dio main kibord. Ternyata dia mau, dan berbakat menurut guru lesnya. Dio sering tampil di sekolah dan lingkungan sekitar rumah untuk acara kecil-kecilan. Baru kali ini ikut acara besar, selain pernah tampil di TRS Sengkaling saat ujian kibord,&#8221; terang Aris, ayahanda Dio. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42474</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
