<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>mutiara &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mutiara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Oct 2023 10:25:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>mutiara &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Trenggalek Apresiasi Pemilihan Pantai Mutiara II Jadi Laboratorium Pengelolaan Sumber Daya Pesisir</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-trenggalek-apresiasi-pemilihan-pantai-mutiara-ii-jadi-laboratorium-pengelolaan-sumber-daya-pesisir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Oct 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199805</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pantai Mutiara II dipilih menjadi laboratorium lapangan pengelolaan sumber daya pesisir oleh UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Hal itu, ditandai dengan penanaman transplantasi terumbu karang oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama puluhan mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Sains dan Teknologi UINSA. Bupati Arifin berharap, bahwa aksi konservasi lingkungan hidup ini menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Pantai Mutiara II dipilih menjadi laboratorium lapangan pengelolaan sumber daya pesisir oleh UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Hal itu, ditandai dengan penanaman transplantasi terumbu karang oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama puluhan mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Sains dan Teknologi UINSA.</p>



<p>Bupati Arifin berharap, bahwa aksi konservasi lingkungan hidup ini menjadi langkah baik. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga secara sosial maupun kemanusiaan. Karena keduanya saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga tidak dapat dipisahkan.</p>



<p>Apalagi, tambahnya, produksi oksigen terbesar bukan berasal dari hutan, melainkan dari lautan. &#8220;Mungkin ke depan juga, anak muda itu perjuangannya adalah kemerdekaan dalam hal keberlanjutan ekologi. Dalam hal ekonomi yang berkelanjutan, mungkin menjadi perjuangan kita yang baru,&#8221; kata Mas Ipin-sapaan Bupati Trenggalek, Minggu (15/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan itu, dirinya juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan. &#8220;Semoga, langkah kecil kita akan berdampak di tempat lain juga. Teman-teman perlu tahu bahwa oksigen terbesar itu tidak diproduksi dari hutan tropis yang kita punya, tetapi sebenarnya dari pesisir laut,&#8221; terang Bupati Arifin.</p>



<p>Masih kata suami Novita Hardiny ini, ketika taman-taman di bawah laut itu tidak hidup, maka tidak akan ada fitoplankton. Tidak akan ada flora fauna yang kemudian bisa menghasilkan oksigen dan menyerap karbon.</p>



<p>Pihaknya juga tidak lupa berpesan, untuk tidak membuang sampah sembarangan karena kembalinya akan ke laut juga. Jadi, menjaga ekosistem laut itu dimulai dari hulunya.</p>



<p>“Semoga kegiatan ini dapat terus dilakukan di masa depan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menginspirasi lebih banyak orang untuk bergabung dalam upaya pelestarian bumi kita yang tercinta. Jadi terima kasih, semoga teman-teman nanti sering balik ke sini sehingga bisa dilihat sama masyarakat Trenggalek dan semua ikut tergerak,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199805</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertama di Indonesia, Bupati Arifin Launching Taman Laut Bioreeftek di Pantai Mutiara Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/pertama-di-indonesia-bupati-arifin-launching-taman-laut-bioreeftek-di-pantai-mutiara-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 13:13:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bioreeftek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[Taman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194243</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Di klaim menjadi yang pertama di Indonesia, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melaunching Taman Laut Bioreeftek. Diberi nama Taman Laut Karang Tresno, taman laut yang berada di Pantai Mutiara itu diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik wisata baru di Perairan Teluk Prigi Kabupaten Trenggalek. &#8220;Saat ini, masyarakat sudah mulai antusias untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Di klaim menjadi yang pertama di Indonesia, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melaunching Taman Laut Bioreeftek. Diberi nama Taman Laut Karang Tresno, taman laut yang berada di Pantai Mutiara itu diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik wisata baru di Perairan Teluk Prigi Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Saat ini, masyarakat sudah mulai antusias untuk menjaga ekosistem laut. Terbukti, ada 300 lebih Karang Tresno yang ada di Pantai Mutiara dari hasil donasi berbagai pihak. Angkanya pun bahkan mencapai hampir ratusan juta rupiah,&#8221; kata Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Selasa (25/07/2023) sore.</p>



<p>Menurutnya, sekarang masyarakat sudah mengerti sekali tentang bagaimana pentingnya menjaga alam sekitar. Karena tamannya adalah taman di bawah laut, jadi masyarakat pun juga harus menyadari bahwa ekosistem laut juga tergantung di ekosistem yang ada di Hulu. Jadi, masyarakat juga harus merawat daerah daratan, hutannya, sumber mata airnya, kebersihan sungai dan yang lainya.</p>



<p>&#8220;Kita masih punya banyak isu, seperti limbah pemindangan. Industri juga harus ikut berbenah. Tolong semuanya disiplin, jadi semuanya harus mau bergotong royong untuk menciptakan lingkungan kita lebih bersih dan indah. kerena ini bisa menghasilkan nilai ekonomi, seperti yang kita rasakan saat ini potensi wisata,&#8221; pintanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mengenai potensi wisata, Mas Ipin-sapaan akrabnya meminta peralatan pendukung taman laut ini bisa ditambah karena yang berkunjung nantinya tidak hanya penyelam profesional. &#8220;Semoga, nanti alatnya bisa ditambah lebih banyak. Dengan begitu, orang yang ingin melihat Karang Tresno tidak hanya penyelam profesional saja, penyelam amatir juga bisa melakukan meskipun dengan pengawasan,&#8221; ucap Bupati Arifin.</p>



<p>Dirinya juga meminta, agar dibuatkan jalur menggunakan tali. Sehingga kalau menjelajah, tinggal menyusuri tali itu. Karena, untuk kedalamannya paling hanya sekitar 4 sampai 7 meter. Sehingga, tidak terlalu butuh kemampuan menyelam yang expert.</p>



<p>Dalam kesempatan peluncuran taman laut itu, Bupati Trenggalek bersama dengan beberapa donatur menenggelamkan transplantasi karang ke laut serta melakukan aksi pemungutan sampah di laut. Menggunakan papan paddling, suami Novita Hardiny ini ingin menunjukkan, meskipun termasuk pantai di selatan namun pantai ini aman untuk digunakan bermain.</p>



<p>Dengan menjaga ekosistem lingkungan, menurutnya bisa menghasilkan nilai ekonomi. Seperti yang saat ini sudah mulai dirasakan di sektor pariwisata.</p>



<p>&#8220;Ke depan, kita juga akan menyiapkan peralatan pendukung taman laut yang lebih lengkap karena potensi wisatawan yang berkunjung bukan hanya penyelam profesional. Tetapi juga mereka yang pemula,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194243</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
