<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>napi asimilasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/napi-asimilasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Oct 2021 09:42:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>napi asimilasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ratusan Napi Bondowoso dapat Asimilasi</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-napi-bondowoso-dapat-asimilasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2021 09:42:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Asimilasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Napi]]></category>
		<category><![CDATA[napi asimilasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ratusan Napi Bondowoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=156374</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Jumlah Napi yang menjalani asimilasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Bondowoso berjumlah 97 orang. Saat ini warga binaan yang mendapat asimilasi di rumah dan integrasi bertambah 167 orang. Jumlah tersebut terhitung sejak 1 Januari hingga 21 Oktober 2021. Sedangkan Napi yang mendapat integrasi Pembebasan Bersyarat (PB) sebanyak 39 orang dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Jumlah Napi yang menjalani asimilasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Bondowoso berjumlah 97 orang. Saat ini warga binaan yang mendapat asimilasi di rumah dan integrasi bertambah 167 orang.</p>



<p>Jumlah tersebut terhitung sejak 1 Januari hingga 21 Oktober 2021. Sedangkan Napi yang mendapat integrasi Pembebasan Bersyarat (PB) sebanyak 39 orang dan Cuti Bersyarat (CB) berjumlah 31 orang. Kalapas Bondowoso, Sarwito, menjelaskan bahwa mereka yang mendapatkan asimilasi dan integrasi adalah Napi dengan kasus di luar Peraturan Pemerintah No 99.</p>



<p>“Pelanggaran pidana No. 99 antara lain narkoba, hukuman lima tahun ke atas, terorisme, korupsi, kejahatan trans nasional. Juga termasuk kasus pencurian yang dilakukan beberapa kali, asusila, dan perlindungan anak,” jelasnya, Kamis (21/10/2021).</p>



<p>Napi yang bisa mendapatkan asimilasi, lanjutnya, adalah Napi yang sudah separuh menjalani hukumannya. Pemberian asimilasi dan integrasi berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2021.</p>



<p>Ditambahkan, tujuannya untuk antisipasi penularan Covid-19 yang lebih besar di dalam Lapas dan Rutan. Karena penghuni Lapas over kapasitas, sebagai upaya pencegahan pandemi Covid-19 harus diberlakukan phisycal distancing.</p>



<p>Napi yang menjalani asimilasi, bukan berarti bebas secara murni. Tapi masih dalam pantauan lembaga terkait. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah menghindari damapak Covid-19 di Lapas dan Rutan.</p>



<p>“Kalau sebelumnya menjadi binaan Lapas, sekarang menjadi binaan Balai Pemasyarakatan di kabupaten Jember. Setiap satu bulan sekali atau berapa minggu sekali wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan,” ujar Sarwito.</p>



<p>Pembinaan warga binaan yang saat ini mendapat asimilasi adalah Balai Pemasyarakatan. Lembaga ini berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM. Pengawasannya dilakukan secara Daring. <strong>(sam/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156374</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Baru Bebas Asimilasi, Kaki Curanmor Ditembak</title>
		<link>https://memontum.com/baru-bebas-asimilasi-kaki-curanmor-ditembak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2020 13:54:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[napi asimilasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 363]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120747-baru-bebas-asimilasi-kaki-curanmor-ditembak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Residivis kasus Curanmor, Angga Eka Bhima Prastya (29) warga Dusun Krajan, Desa Sumberwolo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Rabu (5/8/2020) pukul 14.00, dirilis di Mapolresta Malang Kota. Sebelumya dia ditangkap petugas Resmob Polresta Malang Kota terkait pencurian motor Yakni mencuri motor Kawasaki Ninja 150cc warna merah hitam L 3583 YX milik Edo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang </strong>&#8211; Residivis kasus Curanmor, Angga Eka Bhima Prastya (29) warga Dusun Krajan, Desa Sumberwolo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Rabu (5/8/2020) pukul 14.00, dirilis di Mapolresta Malang Kota. Sebelumya dia ditangkap petugas Resmob Polresta Malang Kota terkait pencurian motor</p>
<p>Yakni mencuri motor Kawasaki Ninja 150cc warna merah hitam L 3583 YX milik Edo Pratama (22) warga Jl Bendungan Sutami, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada 29 Juni 2020 pukul 20.00. Bahkan akibat dari perbuatannya ini, Angga mendapat hadiah tembakan pada kaki kiri karena mencoba kabur saat akan ditangkap.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa pada 2017 lalu, Angga pernah ditangkap petugas Polresta Malang Kota karena kasus Curanmor. Dia kemudian mendapat asimilasi Covid-19 di Lapas Klas 1 Malang pada April 2020.</p>
<p>Harusnya program asimilasi itu dimanfaatkan oleh Angga untuk bertobat. Namun ternyata pada 29 Juni 2020, Angga memutuskan kembali menjadi Curanmor. Dia mencari sasaran bersama Ndul, temannya yang saat ini masih DPO.</p>
<p>Mereka terus mencari sasaran hingga tiba di Jl Bendungan Sutami, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dalam aksinya ini mereka mengincar Motor Kawazaki Ninja 150 milik Edo yang di parkir di teras rumah.</p>
<p>Saat itu Angga yang menjadi eksekutor masuk ke halaman dalam pagar rumah korban. Sedangkan Ndul menunggu dinatas motor mengawasi dari kejauhan. Ternyata motor Kawazaki Ninja tersebut tidak dikunci hingga Angga berhasil dengan mudah mendorongnya keluar pagar tanpa menimbulkan suara gaduh.</p>
<p>Selanjutnya Angga mengendarai motor curiannya itu sedangkan Ndul bertugas mendorong dari belakang. Dengan cara mendorong knalpot motor dengan kaki kirinya. Sedangkan Angga menaiki motor tersebut tanpa menyalakan mesin.</p>
<p>Korban mengetahui motornya hilang sekitar pukul 21.00 hingga segera saja melapor ke Polresta Malang Kota. Petugas Resmob terus melakukan penyelidikan. Beberapa hari lalu, petugas mendapat informasi kalau Angga berada di kawasan Jl Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>
<p>Saat dilakukan penangkapan, Angga mencoba kabur hingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur mengenai kaki kirinya. Kini motor Kawazaki Ninja tersebut sudah berhasil diamankan sebagai Barang Bukti (BB).</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH melalui Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK mengatakan bahwa tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP.</p>
<p>&#8221; Tersangka sudah pernah ditangkap petugas Polresta Malang Kota pada Tahun 2017, kasus Curanmor. Tersangka baru saja keluar dari Lapas pada April 2020. Saat ini kami masih terus melakukan pengembangan,&#8221; ujar AKP Azi. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120747</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Napi Program Asimilasi Jember Terima Bingkisan dan Uang Saku</title>
		<link>https://memontum.com/napi-program-asimilasi-jember-terima-bingkisan-dan-uang-saku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2020 12:51:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas Kelas II A Jember]]></category>
		<category><![CDATA[napi asimilasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wabup Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119783-napi-program-asimilasi-jember-terima-bingkisan-dan-uang-saku</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Wakil Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, kembali melepas kepulangan narapidana yang mengikuti program asimilasi di Lapas kelas II A Jember, (Senin, 20/7/2020) siang. Warga binaan yang dipulangkan dengan asimilasi sebelumnya berjumlah 380 orang. Ditambah 15 orang pada hari ini, totalnya menjadi 395 orang. Wabup berpesan agar masyarakat bisa menerima dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8211; Wakil Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, kembali melepas kepulangan narapidana yang mengikuti program asimilasi di Lapas kelas II A Jember, (Senin, 20/7/2020) siang.</p>
<p>Warga binaan yang dipulangkan dengan asimilasi sebelumnya berjumlah 380 orang. Ditambah 15 orang pada hari ini, totalnya menjadi 395 orang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-119785" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0064-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0064-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0064-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0064-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0064-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0064-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0064-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Wabup berpesan agar masyarakat bisa menerima dan menjalani komunikasi yang harmonis dengan warga binaan yang ikut asimilasi.</p>
<p>“Termasuk para tokoh agama, tokoh pemerintahan, kepala desa, dan kiai jika memiliki waktu luang untuk menyempatkan menjenguk warga binaan yang baru pulang dari lapas,” ujar wabup.</p>
<p>Walaupun sekedar menyapa, lanjut Wabup, mereka merasa diperhatikan oleh masyarakat. “Syukur-syukur itu menjadi catatan tersendiri, sehingga mereka lebih berhati-hati ke depannya,” imbuh wabup.</p>
<p>Wabup berharap warga binaan yang sudah menjalani asimilasi betul-betul harus hati-hati di masyarakat dan mengikuti protokol kesehatan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-119784" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0068-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0068-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0068-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0068-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0068-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0068-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200721-WA0068-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kepala Lapas Kelas II A Jember, Yandi Suyandi, menyampaikan, program asimilasi ini akan berlanjut sampai 31 Desember 2020.</p>
<p>“Kita juga tidak bisa mengira ada berapa jumlah tahanan lagi yang akan mendapatkan program asimilasi ini, karena nanti remisi akan berkurang juga hukuman mereka,” terangnya.</p>
<p>Jika bisa memenuhi syarat setengah masa pidana, dan tahanan baru dengan pidana 6 bulan yang sudah menjalani 3 bulan.</p>
<p>“Saya mengimbau, mohon bantuan kepada seluruh masyarakat Jember, supaya bisa menerima kembali warga binaan yang sudah kami asimilasi, juga dipantau apabila ada pelanggaran lagi bisa dilaporkan ke lapas maupun ke bapas,” terangnya.</p>
<p>Sesuai dengan peraturan, jika mereka melanggar tindak pidana lagi, mereka harus menjalani sisa hukumannya ditambah dengan hukuman baru.</p>
<p>Di dalam lapas mereka berada di sel dengan maksimum security. “Jadi tidak bisa keluar,” tegasnya.</p>
<p>Seperti warga binaan yang telah bebas sebelumnya, 15 narapidana kali ini juga menerima bingkisan sembako dan uang saku. Serta mendapat fasilitas pulang dari Pemkab Jember.<strong> (bud/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119783</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jatanras Polda Jatim, &#8220;Kirim&#8221; 2 Residivis Curanmor Asimilasi Pasuruan ke Akhirat</title>
		<link>https://memontum.com/jatanras-polda-jatim-kirim-2-residivis-curanmor-asimilasi-pasuruan-ke-akhirat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2020 13:18:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[Jatanras Polda Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[napi asimilasi]]></category>
		<category><![CDATA[residivis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113797-jatanras-polda-jatim-kirim-2-residivis-curanmor-asimilasi-pasuruan-ke-akhirat</guid>

					<description><![CDATA[Curi Mobil dan Motor di Trenggalek, Tulungagung dan Blitar Memontum Pasuruan &#8211; Berakhir sudah sepak terjang 2 spesialis curanmor (begal motor) di tangan petugas Jatanras Polda Jatim, Selasa (5/5/2020) dini hari. Kedua begal motor tersebut yakni Zainul Arifin (36) asal Dusun Jogosari, Desa Jogonalah, Kecamatan Pandaan dan M Imron Rosadi (40) asal Dusun Kanigoro, Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Curi Mobil dan Motor di Trenggalek, Tulungagung dan Blitar</h2>
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Berakhir sudah sepak terjang 2 spesialis curanmor (begal motor) di tangan petugas Jatanras Polda Jatim, Selasa (5/5/2020) dini hari.</p>
<p>Kedua begal motor tersebut yakni Zainul Arifin (36) asal Dusun Jogosari, Desa Jogonalah, Kecamatan Pandaan dan M Imron Rosadi (40) asal Dusun Kanigoro, Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari. Keduanya tewas setelah peluru petugas berhasil bersarang di badannya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-58436" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/Tabrak-Truk-Dua-Pemotor-Tewas-di-TKP.jpg?resize=740%2C381&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="381" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurut Kompol Oki Ahdian Kasubdit Jatanras Polda Jatim saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, membenarkan adanya kejadian.</p>
<p>&#8220;Kami terpaksa memberi tindakan tegas terukur pada keduanya, di wilayah Gempol pada Selasa dinihari tadi (5/5/2020),&#8221; tegasnya.</p>
<p>Kedua residivis tersebut saat hendak ditangkap melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata api. Hal tersebut membahayakan diri petugas dan masyarakat.</p>
<p>Perlu pula diketahui, bahwa kedua residivis spesialis curanmor ini merupakan napi yang barusan mendapat asimilasi dari LP Lowokwaru-Malang pada April 2020 lalu.</p>
<p>Keduanya tidak bertobat malah kembali melakukan perbuatannya yakni mencuri mobil dan motor di kota Blitar, Tulungagung dan Trenggalek sejak keluar dari LP Lowokwaru.</p>
<p>&#8220;Pelaku Imran setidaknya telah keluar masuk penjara sebanyak enam kali, sementara Zainul lima kali masuk penjara dengan kasus yang sama,&#8221; pungkas Kompol Oki sapaan akrab Kasubdit Jatanras Polda Jatim ini. <strong>(arf/hen/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113797</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Maling Tunjungtirto Singosari &#8220;Jebule&#8221; Napi Asimilasi Lapas Madiun Lurr &#8230;</title>
		<link>https://memontum.com/maling-tunjungtirto-singosari-jebule-napi-asimilasi-lapas-madiun-lurr</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2020 07:32:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[napi asimilasi]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113480-maling-tunjungtirto-singosari-jebule-napi-asimilasi-lapas-madiun-lurr</guid>

					<description><![CDATA[Mantan Napi Judi, Garong, Narkoba Memontum Malang &#8211; Babak belur wajah tersangka Agus Somat alias Agus Teleng (29) gara-gara kepergok nyaris curanmor seputaran masjid di Singosari. Warga Dusun Tamansari, Desa Tamansari, Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan, bukan pelaku baru melainkan napi asimilasi Lapas Madiun yang keluar masuk penjara. &#8220;Tersangka sempat dicurigai warga dekat pos kamling. Saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Mantan Napi Judi, Garong, Narkoba</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Babak belur wajah tersangka Agus Somat alias Agus Teleng (29) gara-gara kepergok nyaris curanmor seputaran masjid di Singosari. Warga Dusun Tamansari, Desa Tamansari, Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan, bukan pelaku baru melainkan napi asimilasi Lapas Madiun yang keluar masuk penjara.</p>
<p>&#8220;Tersangka sempat dicurigai warga dekat pos kamling. Saat didekati, dia lari dan dikejar warga. Saat digeledah, ada kunci T,&#8221; ungkap Kapolsek Singosari, AKP Farid Fatoni, mendampingi Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH kepada Memontum.com.</p>
<p><video controls="controls" width="750" height="400"><source src="https://kabupatenmalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/44/2020/05/VID-20200502-WA0009.mp4" type="video/mp4" /></video><br />
<strong>VIDEO PENGAKUAN AGUS SOMAT ALIAS AGUS TELENG PASURUAN. (Memontum.com) </strong></p>
<p>Aksi percobaan pencurian tersangka terjadi Jumat (1/5/2020) pukul 02.30 di Jalan Raya Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Ia hendak beraksi sendirian dan berangkat dari Pasuruan naik mobil angkutan umum.</p>
<p>Meski begitu, pengakuan Agus Teleng (Miring&#8211;Madura, red) tidak serta merta dipercaya penyidik. Ada dugaan tersangka tidak sendirian dan terkesan &#8220;licin&#8221; lantaran tersangka sempat melempar anak mata kunci T.</p>
<p>Apes mau dikata, mau mencari sasaran dekat Masjid Tunjungtirto, gelagatnya kepergok warga yang tengah siskamling. Meski babak belur wajahnya, tersangka berhasil diamankan anggota Polsek Singosari sehingga nyawanya terselamatkan dari amuk massa.</p>
<p>Bareng diperiksa, mengakulah tersangka jika baru keluar Lapas Madiun dengan status asimilasi, sejak tanggal 10 Maret 2020 lalu. Tiga kali dia masuk Lapas. &#8220;Saya dulu main, trus pencurian, trus narkoba,&#8221; aku tersangka di hadapan Iptu Supriyono SH, Kanitreskrim Polsek Singosari.</p>
<p>Kepada Iptu Supriyono SH, tersangka juga mengaku musti wajib lapor ke Bapas Kelas I Surabaya (Sidoarjo) sekali dalam sebulan. Baru keluar penjara dan pengangguran, pria berbadan kecil penuh tato itu pun akhirnya kumat beraksi kembali. Modal kunci T, usahanya belajar menjadi curanmor kandas.</p>
<p>Kini, tersangka ditahan di rumah tahanan Polsek Singosari dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sekedar informasi, ulah napi asimilasi asal Lapas Madiun sudah 2 X terjadi di Malang. Tengah Maret lalu, Prasnowo, spesialis curanmor Pasuruan ditangkap di wilayah Blimbing Kota Malang. Ia juga bekas napi Lapas Madiun, berstatus asimilasi.</p>
<p>Sebatas perlu diketahui, tersangka Agus Somat alias Agus Teleng cukup dikenal warga di Pasuruan, terutama di desanya. Agus, disebut Teleng atau bahasa Maduranya&#8211;Miring karena berkomunikasi dengan gaya unik. Ada yang menyebutnya &#8220;tidak jangkep satus&#8221;. Namun demikian, tersangka ini hobi masuk penjara. Katanya, masuk penjara karena dapat makan minum gratis. Hal tersebut diketahui keluarga dan teman-temannya. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://kabupatenmalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/44/2020/05/VID-20200502-WA0009.mp4" length="17219864" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113480</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
