<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>nara &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/nara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jul 2023 07:45:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>nara &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tingkatkan Aspek Ketangguhan Hadapi Bencana, Wali Kota Malang Jadi Nara Sumber Pelatihan Mitigasi</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-aspek-ketangguhan-hadapi-bencana-wali-kota-malang-jadi-nara-sumber-pelatihan-mitigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 03:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[aspek]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[ketangguhan]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[nara]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193537</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, menggelar kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (18/07/2023) tadi. Hal tersebut dilakukan, guna meningkatkan aspek ketangguhan dalam menghadapi bencana di Kota Malang. Wali Kota Malang, Sutiaji, yang turut hadir menjadi nara sumber [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, menggelar kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (18/07/2023) tadi. Hal tersebut dilakukan, guna meningkatkan aspek ketangguhan dalam menghadapi bencana di Kota Malang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, yang turut hadir menjadi nara sumber dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa manajemen penanggulangan bencana di Kota Malang, harus diperkuat dan mitigasi pencegahan juga harus dilakukan. &#8220;Di Kota Malang sendiri tahun 2022, ada 481 bencana. Padahal, di Kota Malang tidak ada tebing dan gunung. Sehingga, manajemen penanggulangan bencana harus diperkuat,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya, jika ada empat bagian yang harus dilakukan dalam penanggulangan bencana. Diantaranya, yaitu rehabilitasi dan rekontruksi, tanggap darurat, pencegahan dan mitigasi, serta kesiapsiagaan.</p>



<p>“Bencana itu memang unperdiktif. Maka, kita selalu meningkatkan ketrampilan dan penguatan indentitas diri, termasuk juga relawan dan semua yang terlibat di dalamnya. Sehingga, manajemen kelurahan tangguh, manajemen masyarakat tangguh itu benar- benar dilaksanakan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini, juga selalu mendukung kegiatan yang dilakukan oleh BPBD Kota Malang. Termasuk, salah satunya pelatihan masalah dapur umum, yang juga dilakukan.</p>



<p>“Jadikan di sini juga ada pelatihan bagaimana terkait dengan masalah dapur umum, bagaimana dia menangani masalah dan manajemen konflik. Sehingga ini harus ditata benar dan terus menerus dilakukan penguatan,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 20 relawan dari lima kecamatan yang ada di Kota Malang. Dengan dilakukannya pelatihan tersebut, diharapkan nantinya bisa maksimal dalam menangani kebencanaan.</p>



<p>“Jadi personel kami di unit operasional itu hanya 12 orang. Sehingga, kurang kalau untuk menangani di beberapa tempat bencana. Diharapkan para relawan nanti bisa maksimal saat menangani kebencanaan. Terlebih, SOP kami yang disebut satu jam baru datang, itu bisa dipercepat dengan adanya pelatihan ini yang melibatkan 20 personel,” jelas Prayitno.</p>



<p>Sehingga, dengan pelatihan yang diberikan tersebut, nantinya di masing-masing kecamatan memiliki relawan yang ahli asesmen, ahli dapur umum dan ahli kesehatan. Maka, upaya tersebut akan dibangkitkan terus.</p>



<p>“Kami tidak mungkin memberikan pelatihan hanya satu kali, ini pemantiknya saja. Nanti pelatihan berkala akan dilakukan di masing-masing kecamatan. Walaupun dengan anggaran yang sangat terbatas, tetapi bagaimana caranya agar pelatihan bisa berjalan sehingga kami harus berkolaborasi dengan Camat dan Lurah,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut lima kecamatan di Kota Malang secara simbolis diberikan piagam apresiasi, peralatan keposkoan, tenda pengungsian dan peralatan dapur umum. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193537</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jadi Nara Sumber Belajar Bareng, Ketua TP PKK Trenggalek Angkat Peran Perempuan dalam Gender</title>
		<link>https://memontum.com/jadi-nara-sumber-belajar-bareng-ketua-tp-pkk-trenggalek-angkat-peran-perempuan-dalam-gender</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Gender]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[nara]]></category>
		<category><![CDATA[peran]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[PKK]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[tp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191390</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, menyebut bahwa gender antara perempuan dan laki-laki adalah setara namun tidak sama. Hal ini disampaikan Novita Hardini, saat menjadi nara sumber dalam acara &#8216;Belajar Bareng&#8217; yang digelar pengurus PAC Fatayat NU di Ponpes Bumi Hidayah At Taqwa Kedunglurah Pogalan-Trenggalek. Ibu tiga anak yang dikenal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, menyebut bahwa gender antara perempuan dan laki-laki adalah setara namun tidak sama. Hal ini disampaikan Novita Hardini, saat menjadi nara sumber dalam acara &#8216;Belajar Bareng&#8217; yang digelar pengurus PAC Fatayat NU di Ponpes Bumi Hidayah At Taqwa Kedunglurah Pogalan-Trenggalek.</p>



<p>Ibu tiga anak yang dikenal tidak pelit dengan ilmu kepada sesama tersebut, dalam kesempatan itu mengaku senang bila perempuan di daerahnya bisa meningkatkan kapasitasnya dalam keluarga. Karena tujuan besarnya itulah, tokoh perempuan ini menginisiasi sebuah yayasan yang bergerak di bidang perempuan dan UMKM yang bernama UPRINTIS Indonesia yang merupakan kesamaan nama dari UMKM Perempuan Perintis Indonesia.</p>



<p>Perempuan inspiratif ini juga mengatakan, ketika berbicara tentang pengaruh utama gender dalam pembangunan sebuah daerah, maka hal tersebut ditujukan untuk membangun kesadaran bahwa gender perempuan dan laki-laki itu setara. &#8220;Setara itu bukan sama, kalau kita membahas isu pemberdayaan bukan berarti pemberdayaannya adalah pemberdayaan yang kebablasan,&#8221; ungkap Novita, Selasa (20/06/2023) siang.</p>



<p>Yayasan ini, diikhtiarkan Novita Hardini untuk membantu para perempuan untuk mampu mandiri. Sehingga, bisa memperbaiki perekonomian keluarga serta membawa keluarganya lebih bahagia dan sejahtera.</p>



<p>Dalam perjalananya, ujar Novita, perempuan dihadapkan pada peran ganda. Sesukses apapun dalam karier dalam urusan domestik (keluarga), perempuan mempunyai tanggung jawab mengurusi keluarga. Mengasuh anak, dan urusan rumah tangga lainnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Bukan karena kita merasa kita sudah berdaya dan yakin akan berdaya kita tidak butuh lagi pasangan kita,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Hal ini, ujarnya, dikarenakan dalam isu pengarusutamaan gender diperuntukkan mengangkat perjuangan kesetaraan bukan kesamaan. Karena laki-laki dan perempuan, itu setara tapi tidak akan pernah bisa sama.</p>



<p>&#8220;Tanggung jawabnya, perannya, semua berbeda. Maka, di dalam isu pemberdayaan perempuan selalu membahas tentang kesetaraan peran bukan siapa yang lebih menang dan kalah, bukan siapa yang lebih kuat dan lemah,&#8221; kata Novita.</p>



<p>Pengalaman berjualan sejak Kelas II sekolah dasar (SD) di Surabaya, menjadikan perempuan ini semakin tangguh menghadapi tantangan hidup yang dihadapi. Pengalaman ini juga yang mengantarkan penggiat perempuan dan UMKM, ini bisa meraih kesuksesan di masa sekarang. Membiayai hidupnya sendiri hingga mampu membiayai kuliahnya secara mandiri.</p>



<p>Pahit getir perjalanan hidup selama 32 tahun, inilah yang ingin dibagi oleh Novita kepada seluruh anggota Fatayat NU PAC Pogalan guna memotivasi mereka untuk bisa lebih berdaya menapaki hidup yang dijalani. Karena dirinya yakin, dengan berdaya perempuan bisa menjadi pelopor peradaban dunia.</p>



<p>&#8220;Jadi, perempuan itu bukan hanya kita bersuara meminta hak. Tolong berikan kita program, berikan kesempatan kita berbicara. Kesetaraan gender kita masih berbicara pada pemenuhan hak, karena perempuan masih belum sadar bahwa dirinya bukanlah objek melainkan subjek bila melihat perannya dalam pengasuhan di keluarga,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191390</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
