<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Nataru &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/nataru/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jan 2026 17:21:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Nataru &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Banyuwangi Catatkan Jumlah Penumpang Tertinggi Kereta Api selama Libur Nataru</title>
		<link>https://memontum.com/banyuwangi-catatkan-jumlah-penumpang-tertinggi-kereta-api-selama-libur-nataru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[catatkan]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[tertinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229294</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, mencatat bahwa Banyuwangi sebagai wilayah dengan jumlah penumpang kereta api tertinggi selama masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). &#8220;Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai potensi pariwisatanya, membuat masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk menuju Banyuwangi,&#8221; kata Manager Hukum Humas Daop [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, mencatat bahwa Banyuwangi sebagai wilayah dengan jumlah penumpang kereta api tertinggi selama masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>



<p>&#8220;Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai potensi pariwisatanya, membuat masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk menuju Banyuwangi,&#8221; kata Manager Hukum Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, Selasa (06/01/2026) tadi.</p>



<p>Disampaikan Cahyo, secara keseluruhan KAI Daop 9 Jember melayani penumpang berangkat dan tiba mencapai sekitar 416 ribu orang. Dari jumlah tersebut, Banyuwangi sebagai daerah dengan jumlah penumpang tertinggi. Bahkan menurutnya, hampir separuh pergerakan penumpang terpusat di daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut.</p>



<p>&#8220;Tercatat sekitar 207 ribu penumpang atau 49 persen dari total kumulatif penumpang Nataru berangkat dan tiba di wilayah Kabupaten Banyuwangi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari jumlah tersebut, lanjutnya, Stasiun Banyuwangi Kota menjadi yang paling sibuk dengan jumlah penumpang naik dan turun mencapai sekitar 62 ribu orang. Selanjutnya, disusul Stasiun Ketapang 53 ribu penumpang, Stasiun Kalisetail 39 ribu penumpang dan Stasiun Rogojampi 32 ribu penumpang.</p>



<p>&#8220;Stasiun Kalisetail yang tergolong stasiun kecil justru potensinya luar biasa. Bahkan penumpangnya mengungguli Stasiun Rogojampi,&#8221; ungkap Cahyo.</p>



<p>Dari sisi layanan, kereta api yang paling banyak digunakan masyarakat adalah KA Sri Tanjung dan KA Probowangi. Keduanya, memiliki relasi awal dan akhir perjalanan di Banyuwangi. Sementara untuk KA jarak jauh komersial, KA Blambangan Ekspres dan KA Wijaya Kusuma menjadi favorit penumpang selama masa libur panjang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Cahyo menjelaskan, tingginya penumpang di Banyuwangi dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya jumlah stasiun yang cukup banyak, yakni sekitar 6 stasiun aktif melayani naik turun penumpang.</p>



<p>Selain itu, jumlah perjalanan KA menuju Banyuwangi juga terus bertambah. Saat ini terdapat KA Ijen Ekspres, perpanjangan relasi KA Blambangan Ekspres, KA Mutiara Timur reguler, serta KA Mutiara Timur tambahan yang beroperasi fakultatif selama Nataru.</p>



<p>&#8220;Total perjalanan KA selama Nataru ada 26 perjalanan, terdiri dari 24 reguler dan 2 KA tambahan. Khusus yang melayani Banyuwangi, ada sekitar 22 perjalanan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dirinya menambahkan, sekitar 80 persen perjalanan KA di Daop 9 Jember memiliki tujuan akhir atau awal di Banyuwangi, kecuali KA Ranggajati dan KA Pandalungan. KAI Daop 9 Jember tengah mengkaji penambahan relasi dan perjalanan KA baru dari Banyuwangi ke sejumlah kota.</p>



<p>Pertumbuhan penumpang selama Nataru mencapai 11 persen, sementara pertumbuhan kapasitas tempat duduk hanya sekitar 5-7 persen. &#8220;Artinya masih ada peluang pasar yang bisa kami tangkap untuk pengembangan layanan dari dan menuju Banyuwangi,&#8221; kata Cahyo.</p>



<p>KAI juga telah melakukan penataan di Stasiun Ketapang dan Stasiun Banyuwangi Kota, serta penataan Stasiun Kalisetail yang saat ini masih berlangsung.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku bersyukur dengan minat masyarakat menggunakan kereta api menuju Banyuwangi selama libur Nataru cukup tinggi. &#8220;Akses transportasi yang semakin baik berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah,&#8221; kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229294</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Arus Lalin Lancar, Basarnas Pantau Kesiapsiagaan Nataru Via Udara</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-arus-lalin-lancar-basarnas-pantau-kesiapsiagaan-nataru-via-udara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 10:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapsiagaan,]]></category>
		<category><![CDATA[lancar]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229114</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama unsur Forkopimda Jatim, seperti Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Kasdam V Brawijaya, melaksanakan pemantauan kesiapsiagaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui udara menggunakan helikopter Basarnas, Senin (29/12/2025) tadi. Pemantauan udara ini dilakukan, sebagai bagian dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama unsur Forkopimda Jatim, seperti Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Kasdam V Brawijaya, melaksanakan pemantauan kesiapsiagaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui udara menggunakan helikopter Basarnas, Senin (29/12/2025) tadi.</p>



<p>Pemantauan udara ini dilakukan, sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan seluruh unsur, dalam memberikan pelayanan keselamatan kepada masyarakat. Pemantauan ini, difokuskan pada titik-titik krusial di wilayah Jawa Timur. Mulai dari jalur Tol Trans &#8211; Jawa hingga titik penyeberangan Jawa &#8211; Bali.</p>



<p>Rombongan sendiri, lepas landas dari Base Ops Lanudal Juanda, Sidoarjo, dengan menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin HR 3601. Helikopter tersebut, bergerak menuju arah timur melintasi rute Pasuruan, Probolinggo, Situbondo hingga daerah Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari pantauan udara, Kabasarnas, Gubernur Jatim, Kasdam V Brawijaya, Direktur Operasi Basarnas dan Kepala Kantor SAR Surabaya, melihat langsung kondisi arus lalu lintas di ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi (Prosiwangi). Jalur ini, menjadi perhatian khusus karena diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan wisatawan yang menuju Bali.</p>



<p>Pemantauan udara ini dimaksudkan, juga untuk memastikan bahwa seluruh alur pergerakan masyarakat, baik di jalur bebas hambatan maupun arteri, terpantau dengan baik. Sejauh ini dari pantauan udara, arus lalu lintas di Tol Prosiwangi masih terpantau lancar dan terkendali.</p>



<p>Selain jalur darat, titik berat pemantauan tertuju pada aktivitas penyeberangan di Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) dan Pelabuhan Gilimanuk (Bali). &#8220;Kesiapsiagaan personel dan juga Alut di titik ini sangat penting, mengingat tingginya mobilitas masyarakat serta faktor cuaca yang seringkali dinamis di perairan Selat Bali,&#8221; ujar Kabasarnas.</p>



<p>Basarnas menyiagakan Alat Utama (Alut) SAR laut dan personel rescue di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kondisi darurat secara cepat (quick response). &#8220;Siaga SAR Khusus Nataru 2025/2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga awal Januari 2026 mendatang. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melakukan perjalanan jarak jauh,&#8221; tambahnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229114</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Nataru, Volume Kendaraan di Kayutangan Heritage Naik 25 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/libur-nataru-volume-kendaraan-di-kayutangan-heritage-naik-25-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[volume]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229047</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepadatan volume kendaraan di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, atau kawasan Kayutangan Heritage, mengalami lonjakan selama libur Nataru. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memperkirakan, peningkatan itu terjadi sekitar 25 persen dari hari biasanya. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa kepadatan mulai terlihat sejak Jumat (26/12/2025) kemarin, terutama pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kepadatan volume kendaraan di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, atau kawasan Kayutangan Heritage, mengalami lonjakan selama libur Nataru. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memperkirakan, peningkatan itu terjadi sekitar 25 persen dari hari biasanya.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa kepadatan mulai terlihat sejak Jumat (26/12/2025) kemarin, terutama pada sore hingga malam hari. Berdasarkan hasil pemantauan melalui CCTV dan pengamatan langsung di lapangan, peningkatan volume kendaraan terjadi mulai pukul 16.00 WIB.</p>



<p>“Dari hasil monitoring kami, baik lewat CCTV maupun di lapangan, memang ada peningkatan volume kendaraan mulai jam empat sore. Di kawasan Kayutangan itu kenaikannya sekitar 25 persen dibanding hari biasa,” ujar Jaya-sapaannya, Sabtu (27/12/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kepadatan tidak terjadi di sepanjang ruas Jalan Basuki Rahmat saja, melainkan di sejumlah titik tertentu. Beberapa titik rawan kepadatan berada di sekitar Kayutangan Siganage hingga area kafe dan pertunjukan musik, termasuk di sekitar Jalan Semeru arah barat hingga kawasan Oleh-oleh Pia Mangkok.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kepadatan itu spot-spot saja, bukan dari ujung Mojopahit sampai Semeru. Biasanya dari sekitar Gereja Kayutangan sampai area yang banyak aktivitas musik dan kafe,” tambahnya.</p>



<p>Menurutnya, kepadatan dipicu oleh meningkatnya aktivitas wisatawan serta kendaraan yang keluar-masuk area parkir. Proses mencari parkir dan kendaraan yang keluar dari kantong parkir turut menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.</p>



<p>“Ketika ada kendaraan roda empat keluar parkir, itu terjadi penundaan arus. Ditambah lagi penyeberang jalan yang cukup padat,” ungkapnya.</p>



<p>Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub Kota Malang telah menempatkan personel di sejumlah titik rawan. Hingga saat ini, menurutnya juga belum diterapkan rekayasa lalu lintas khusus di kawasan tersebut.</p>



<p>“Belum ada rekayasa lalu lintas. Tapi kami perkirakan kepadatan masih akan terjadi, terutama di jam yang sama pada hari-hari libur berikutnya,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229047</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banyak Destinasi Wisata Eksotis, Banyuwangi Jadi Pilihan Libur Nataru dengan Okupansi Minim 83 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/banyak-destinasi-wisata-eksotis-banyuwangi-jadi-pilihan-libur-nataru-dengan-okupansi-minim-83-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[eksotis]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229059</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menghabiskan liburan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Baik itu dalam bentuk penginapan hotel maupun homestay, serta berbagai destinasi wisata di Banyuwangi dipadati wisatawan. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan selama masa liburan sekolah dan Nataru, Banyuwangi tetap menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur. &#8220;Ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menghabiskan liburan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Baik itu dalam bentuk penginapan hotel maupun homestay, serta berbagai destinasi wisata di Banyuwangi dipadati wisatawan.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan selama masa liburan sekolah dan Nataru, Banyuwangi tetap menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur. &#8220;Ini membawa berkah bagi masyarakat Banyuwangi. Semua destinasi wisata ramai. Hotel hingga homestay juga penuh, bahkan ada yang full booked sampai awal 2026,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani, Sabtu (27/12/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya juga kembali mengingatkan kepada para pelaku wisata, baik penginapan maupun destinasi, untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan. &#8220;Pemkab juga telah menerjunkan tim monitoring yang bertugas melakukan pengecekan rutin ke seluruh destinasi wisata,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi telah melakukan berbagai persiapan aspek hospitality menyambut Libur Nataru. Seluruh Pokdarwis sudah berkonsolidasi dengan Pemkab Banyuwangi, mulai dari kesiapan destinasi, atraksi wisata, hingga antisipasi lonjakan pengunjung.</p>



<p>Bahkan sejak masa libur sekolah mulai, Senin (22/12/2025) hingga Jumat (26/12/2025) kemarin, keterisian hunian hotel meningkat. Rata-rata okupansi hotel tercatat di kisaran 83 hingga 100 persen. Bahkan, beberapa hotel dan vila telah fully booked hingga awal Januari 2026.</p>



<p>“Kamar kami sudah fully booked sejak awal Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Mayoritas tamu berasal dari luar kota,” kata Executive Marketing Villa So Long, Imam Solehan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Para wisatawan juga terlihat mengunjungi sejumlah wisata di wilayah kota, salah satunya Putri asal Surabaya yang sedang menikmati Pantai Pulau Santen. &#8220;Banyuwangi tetap jadi pilihan liburan, selalu ada yang baru. Seperti Pulau Santen yang saya lihat di Tiktok, saya tertarik ke sini sama keluarga. Pantainya rindang dan relatif bersih,&#8221; ujar salah satu pengunjung, Putri.</p>



<p>Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman, mengatakan berdasarkan data sejumlah hotel bahkan mencatat okupansi maksimal. Lintang Luku Resort dan Teras Hotel okupansinya mencapai 100 persen. Disusul Hotel Ketapang Indah dan Surya Jajag masing-masing 99 persen, Hotel Kokoon 87 persen, El Hotel 83 persen, dan Ilira 82 persen.</p>



<p>&#8220;Termasuk hunian homestay juga mengalami peningkatan,&#8221; kata Taufik.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, wisatawan yang datang baik domestik maupun mancanegara, untuk menghabiskan libur akhir tahun di Banyuwangi. Lonjakan kunjungan juga tercatat di hampir seluruh destinasi wisata. Bahkan, peningkatan pengunjung sudah terjadi sejak awal libur sekolah pada 22 Desember 2025.</p>



<p>“Rata-rata destinasi mengalami kenaikan kunjungan hingga 100 persen. Sejak 22 hingga 25 Desember kunjungan beberapa destinasi berdasarkan tiket masuk mencapai 21.553 pengunjung. Itu masih belum semua data masuk. Jumlah kunjungan akan terus meningkat hingga tahun baru,&#8221; ungkap Taufik.</p>



<p>Seperti di kawasan Wisata Ijen, yang menawarkan berbagai daya tarik, mulai dari Kawah Ijen, Taman Gandrung Terakota, Banyu Kuwung, Pemandian Alam Jopuro, Sendang Seruni dan lainnya dalam tiap hari dikunjungi ribuan pengunjung. &#8220;Tercatat selama 5 hari (22-27 Desember 2025) wisatawan yang naik Ijen hampir 5 ribu wisatawan,&#8221; kata Taufik.</p>



<p>Demikian juga kunjungan destinasi lainnya seperti Pantai Grand Watu Dodol, Pantai Cacala, Pantai Pulau Merah, hingga Pulau Bedil juga meningkat. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229059</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lonjakan Wisatawan Dongkrak UMKM di Kayutangan Heritage saat Libur Nataru</title>
		<link>https://memontum.com/lonjakan-wisatawan-dongkrak-umkm-di-kayutangan-heritage-saat-libur-nataru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229041</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kampung Kayutangan Heritage selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), membawa dampak signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sejumlah pelaku usaha, mengaku mengalami peningkatan penjualan. Salah satunya, seperti yang dirasakan oleh pemilik usaha Es Serut Podjok, Marisa. Dirinya menyebut, bahwa masa libur panjang ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kampung Kayutangan Heritage selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), membawa dampak signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sejumlah pelaku usaha, mengaku mengalami peningkatan penjualan.</p>



<p>Salah satunya, seperti yang dirasakan oleh pemilik usaha Es Serut Podjok, Marisa. Dirinya menyebut, bahwa masa libur panjang ini peningkatan penjualan bisa mencapai dua kali lipat dari hari biasanya. Bahkan, bisa menjualkan hingga dua ribu cup.</p>



<p>&#8220;Kalau hari libur memang ramai. Peningkatannya bisa dua kali lipat dari hari biasa. Apalagi kalau libur panjang seperti ini. Dalam sehari bisa menghabiskan sekitar 2.000 cup es serut,&#8221; ujar Marisa, saat ditemui, Sabtu (27/12/2025) tadi.</p>



<p>Namun, menurutnya penjualan tersebut tentu juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Usahanya mulai beroperasi pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dampak serupa juga dirasakan Hamur Mbah Ndut 1923, salah satu kafe legendaris di kawasan Kayutangan Heritage. Pengelola kafe menyebut lonjakan wisatawan mulai terasa sejak pertengahan Desember 2025, bertepatan dengan pembagian rapor sekolah.</p>



<p>“Setelah terima rapor itu mulai ada peningkatan wisatawan yang masuk kampung. Dari ticketing, jumlahnya bisa sekitar 2.000 orang per hari,” kata Mbah Ndut-sapaannya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, sejak awal dibuka, kafe tersebut memang sudah ramai karena menjadi salah satu motor penggerak awal UMKM di Kampung Kayutangan Heritage. Namun, intensitas kunjungan saat libur Nataru jauh lebih tinggi dibanding hari biasa.</p>



<p>“Kami buka dari jam 8 pagi sampai maksimal jam 10 malam. Setelah itu harus tutup semua, karena ada aturan untuk memberi waktu istirahat warga,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229041</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Nataru, DLH Kota Malang sebut Lonjakan Sampah Capai 20 Ton Perhari</title>
		<link>https://memontum.com/libur-nataru-dlh-kota-malang-sebut-lonjakan-sampah-capai-20-ton-perhari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229030</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memprediksi terjadinya lonjakan volume sampah hingga 20 ton perhari. Hal itu dikatakan Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang. Menurut Raymond, peningkatan tersebut merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap masa libur panjang, khususnya saat Nataru. Lonjakan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memprediksi terjadinya lonjakan volume sampah hingga 20 ton perhari. Hal itu dikatakan Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang.</p>



<p>Menurut Raymond, peningkatan tersebut merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap masa libur panjang, khususnya saat Nataru. Lonjakan itu terjadi, dipicu karena meningkatnya jumlah pendatang yang ke Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Memang selama libur Nataru ini, banyak warga luar Kota Malang yang datang ke sini. Untuk mengantisipasi itu, secara personel dan kendaraan kita tetap, tapi iritasi atau intensitas pengambilan sampah kami tambah,&#8221; ujar Raymond, Jumat (26/12/2025) tadi.</p>



<p>Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, titik penumpukan sampah paling banyak terjadi di TPS sekitar kawasan perguruan tinggi, seiring aktivitas mahasiswa dan kunjungan keluarga. Selain itu, meningkatnya layanan pesan-antar makanan turut menyumbang volume sampah plastik.</p>



<p>“Wilayah dengan volume terbanyak itu di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru dan sebagian Sukun,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, untuk kawasan wisata, tahun ini konsentrasi sampah diperkirakan bergeser ke Kayutangan Heritage. Karena Alun-alun Kota Malang sedang dalam masa rehabilitasi.</p>



<p>“Biasanya Alun-alun jadi pusat keramaian. Tapi karena masih direhab, konsentrasi pengunjung ada di Kayutangan,” ucapnya.</p>



<p>Karena itu, jadwal pengangkutannya pun juga disesuaikan. Jika sebelumnya pengambilan sampah dilakukan pukul 02.00 hingga 06.00 WIB, kini ditambah pengangkutan pada malam hari.</p>



<p>“Kami instruksikan pengambilan juga dilakukan malam untuk menekan volume sampah karena padatnya pengunjung Kayutangan Heritage,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, ditambahkan bahwa saat hari normal, jumlah truk sampah yang menuju TPA Supit Urang berkisar antara 160 hingga 178 truk per hari. Namun selama masa Nataru, angka tersebut diperkirakan naik hingga sekitar 200 truk perhari.</p>



<p>“Makanya teman-teman di lapangan menambah waktu pengambilan, termasuk tambahan jam kerja di Sabtu dan Minggu,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229030</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Kota Malang Siap Kawal Kesehatan Warga dan Wisatawan selama Libur Nataru</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kota-malang-siap-kawal-kesehatan-warga-dan-wisatawan-selama-libur-nataru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229006</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menyiapkan layanan kesehatan di lima Pos Pengamanan (Pospam) dan satu Pos Pelayanan (Posyan). Sejumlah pos tersebut, menyiagakan puluhan tenaga kesehatan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan wisatawan tetap optimal. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menyiapkan layanan kesehatan di lima Pos Pengamanan (Pospam) dan satu Pos Pelayanan (Posyan). Sejumlah pos tersebut, menyiagakan puluhan tenaga kesehatan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan wisatawan tetap optimal.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa khusus di Posyan Jalan Ijen, disediakan fasilitas pelayanan yang lebih lengkap dibandingkan Pospam. Salah satunya dengan menyediakan layanan pengobatan tradisional.</p>



<p>“Karena sifatnya pelayanan, fasilitas di Posyan Ijen kami lengkapi, termasuk pengobatan tradisional seperti pijat refleksi. Tetapi, di setiap pos juga kami sediakan obat-obatan darurat serta obat untuk mengurangi gejala keluhan ringan hingga sedang.” ujar Husnul, Kamis (25/12/2025) tadi.</p>



<p>Dalam operasionalnya, setiap pos dijaga tiga tenaga kesehatan per shift, terdiri dari satu dokter dan dua perawat. Dalam satu hari terdapat dua shift, yakni pukul 07.00–14.00 WIB dan pukul 14.00–22.00 WIB.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Artinya satu pos ada enam tenaga kesehatan per hari. Jika dikalikan enam pos, total ada 36 tenaga kesehatan yang bertugas setiap hari,” katanya.</p>



<p>Layanan kesehatan tersebut, menurutnya telah beroperasi sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Tenaga kesehatan yang dilibatkan berasal dari puskesmas, klinik dan rumah sakit. Sejak beroperasi, Husnul menyebut layanan kesehatan di pos Nataru cukup banyak dimanfaatkan masyarakat.</p>



<p>“Kalau kami pantau, satu shift bisa melayani sekitar lima sampai 10 orang. Rata-rata hanya pemeriksaan kesehatan dasar, seperti cek tekanan darah atau keluhan ringan,” ucapnya.</p>



<p>Pemanfaat layanan berasal dari berbagai kalangan, baik warga Kota Malang maupun pengunjung dari luar daerah. Dalam hal ini Dinkes Kota Malang juga terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Bisa jadi di luar enam pos ini nanti ada tambahan, sesuai koordinasi nanti,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain pos statis, Dinkes Kota Malang juga menyiagakan layanan kesehatan mobile melalui Public Safety Center (PSC) untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat di wilayah Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229006</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disdikbud Kota Malang Nilai Program MBG Tidak Efektif selama Libur Nataru</title>
		<link>https://memontum.com/disdikbud-kota-malang-nilai-program-mbg-tidak-efektif-selama-libur-nataru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228997</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar sekolah-sekolah di Kota Malang, disebut tidak efektif jika tetap dijalankan selama masa libur sekolah Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal itu disampaikan Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, Rabu (24/12/2025) tadi. Pria yang akrab disapa Suwarjana, itu menyampaikan bahwa penghentian sementara MBG [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar sekolah-sekolah di Kota Malang, disebut tidak efektif jika tetap dijalankan selama masa libur sekolah Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal itu disampaikan Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, Rabu (24/12/2025) tadi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Suwarjana, itu menyampaikan bahwa penghentian sementara MBG dinilai lebih rasional dibandingkan tetap menyalurkan makanan ke rumah siswa. “Menurut kami tidak efektif kalau tetap dilaksanakan atau diantar ke rumah. Untuk sementara mayoritas dihentikan dulu. Toh dananya bisa digunakan untuk kegiatan MBG berikutnya saat anak-anak masuk sekolah,” ujar Suwarjana.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa keputusan pelaksanaan MBG selama libur sekolah sepenuhnya berada di tangan masing-masing sekolah. Disdikbud Kota Malang pun menurutnya tidak mengeluarkan imbauan tertulis untuk menghentikan program tersebut.</p>



<p>“Keputusan tetap di masing-masing sekolah. Kami juga tidak mengimbau secara resmi,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski begitu, dari hasil evaluasi sebagian besar sekolah memilih menghentikan sementara program MBG selama liburan. Salah satu pertimbangannya adalah kendala teknis jika makanan harus diantarkan ke rumah siswa.</p>



<p>“Kalaupun diantar ke rumah itu repot, kasihan SPPG-nya. Selain itu, kita juga tidak tahu apakah anak-anak ada di rumah atau justru liburan ke luar kota,” ucapnya.</p>



<p>Suwarjana mengaku, bahwa pihaknya juga sempat menyarankan secara lisan agar MBG dihentikan sementara selama libur panjang, meski tidak dalam bentuk imbauan tertulis. “Kemarin memang kami sarankan untuk dihentikan dulu karena kondisinya liburan,” tambahnya.</p>



<p>Sementara soal anggaran, Suwarjana menegaskan tidak ada pengalihan dana. Anggaran MBG hanya dicairkan berdasarkan pengajuan dari SPPG. “Bukan dialihkan. Selama SPPG tidak mengajukan, maka anggaran tidak akan dicairkan. Jadi saya kira aman,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228997</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Nataru, Disporapar Kota Malang sebut Hunian Hotel Tembus 70 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/libur-nataru-disporapar-kota-malang-sebut-hunian-hotel-tembus-70-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228938</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tingkat hunian hotel di Kota Malang menunjukkan tren positif menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat keterisian kamar hotel berada di kisaran 60 hingga 70 persen pada hari biasa dan meningkat signifikan saat akhir pekan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tingkat hunian hotel di Kota Malang menunjukkan tren positif menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat keterisian kamar hotel berada di kisaran 60 hingga 70 persen pada hari biasa dan meningkat signifikan saat akhir pekan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan berdasarkan laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), lonjakan hunian terutama terjadi pada hotel-hotel yang berada di pusat kota. “Kalau di luar weekend rata-rata 60 sampai 70 persen. Kalau sudah weekend, bisa overload, terutama hotel-hotel di tengah kota,” kata Baihaqi, Senin (22/12/2025) tadi.</p>



<p>Menjelang puncak libur Nataru, tepatnya pada 25 Desember hingga pergantian tahun, sejumlah hotel dilaporkan hampir penuh. Namun, Baihaqi menegaskan tidak semua hotel mengalami kondisi full booked.</p>



<p>“Laporan dari PHRI memang seperti itu, mendekati penuh. Tapi tidak semua hotel 100 persen terisi, kemungkinan banyak yang di tengah kota. Nanti tetap kami konfirmasi lagi,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain hunian hotel, Disporapar Kota Malang juga memprediksi adanya lonjakan kunjungan wisata selama libur panjang akhir tahun. Destinasi wisata yang paling ramai masih didominasi Kawasan Kayutangan Heritage, disusul kampung-kampung tematik seperti Kampung Warna-Warni.</p>



<p>“Kalau lonjakan, saya pastikan ada. Karena ini libur panjang, biasanya di akhir tahun memang terjadi peningkatan,” ujarnya.</p>



<p>Meski begitu, Baihaqi menyebut lonjakan kunjungan wisata tahun ini diperkirakan tidak terlalu signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pihaknya menargetkan capaian kunjungan wisata di angka 3,3 juta orang pada 2025 dan optimis target tersebut dapat tercapai.</p>



<p>“Lonjakannya tidak sampai 35 atau 40 persen. Target kami 3,3 juta, insyaallah bisa tercapai,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228938</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
