<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>neraka&#8217; &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/neraka/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Jul 2024 15:04:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>neraka&#8217; &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Taklukan &#8216;Tanjakan Neraka&#8217;, Merhawi Kudus Raih Juara Umum Tour de Banyuwangi Ijen 2024</title>
		<link>https://memontum.com/taklukan-tanjakan-neraka-merhawi-kudus-raih-juara-umum-tour-de-banyuwangi-ijen-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 11:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[merhawi]]></category>
		<category><![CDATA[neraka’]]></category>
		<category><![CDATA[taklukan]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212296</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pembalap dunia yang tampil di Grand Tour, Merhawi Kudus, keluar sebagai juara umum Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2024, setelah berhasil menaklukkan &#8216;Tanjakan Neraka&#8217; atau King of Mountain (KoM). Grand Tour merupakan ajang balap sepeda paling bergengsi dan bersejarah di dunia. Terdapat tiga kompetisi balap sepeda yang merupakan Grand Tour, yakni Tour [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pembalap dunia yang tampil di Grand Tour, Merhawi Kudus, keluar sebagai juara umum Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2024, setelah berhasil menaklukkan &#8216;Tanjakan Neraka&#8217; atau King of Mountain (KoM). Grand Tour merupakan ajang balap sepeda paling bergengsi dan bersejarah di dunia. Terdapat tiga kompetisi balap sepeda yang merupakan Grand Tour, yakni Tour de France (Perancis), Giro d&#8217;Italia (Italia) dan Vuelta a Españam (Spanyol).</p>



<p>Merhawi Kudus yang kini bergabung dengan Tim Trengganu Malaysia, pernah tampil di Giro d&#8217;Italia 2022, La Vuelta a Espana 2020 dan 2022. Pembalap berkebangsaan Eritrea tersebut, berhasil menjadi juara umum TdBI usai menaklukkan Etape 4 atau etape terakhir, dengan start di Boom Marina dan finish di Paltuding Gunung Ijen, Kamis (25/07/2024) tadi.</p>



<p>Hasil ini, membuat Kudus berhak atas Ijen Sulfur Jersey (Yellow Jersey) atau pemimpin balapan. Tidak hanya itu, Kudus juga meraih Rebound Jersey (Polkadot Jersey) atau Raja Tanjakan. Untuk G land Jersey (Green Jersey) atau best sprinter, diraih oleh Laas Martin dari Fereiquick Panda Podium Mongolia Team.</p>



<p>Lass Martin juga merupakan pembalap yang tampil di Grand Tour, La Vuelta Ciclista a España 2021. Sementara Gandrung Jersey (Red and White Jersey) atau pembalap Indonesia terbaik, diraih oleh Muh Imam Arifin dari Tim Nusantara.</p>



<p>Jalannya balapan di Etape 4 sendiri, berlangsung sengit. Tipisnya poin dan catatan waktu, membuat para pembalap berusaha untuk memimpin. Akhirnya, Kudus berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4 jam 34 menit 56 detik.</p>



<p>Di peringkat II, ada rekan setimnya yang juga dari Trengganu, Mikel Eyob dengan waktu 4 jam 36 menit 9 detik. Sementara Prades Reverte Benjami dari VC Fukuoka (Jepang), berada di posisi III dengan 4 jam 37 menit 9 detik.</p>



<p>Kudus mengatakan, bahwa dirinya memiliki ekspektasi tinggi terhadap tanjakan Gunung Ijen dan telah mempelajari kondisi serta kesulitan jalur tanjakan yang masuk kategori Hors Categorie tersebut. &#8220;Saya punya ekspektasi tinggi dengan track Ijen. Ini pertama kalinya saya ke Banyuwangi. Saya juga belajar banyak dari para cyclist yang lebih dahulu pernah merasakan Ijen, untuk mengetahui kesulitannya. Jika diukur skala 1 sampai 10, Ijen memiliki nilai 9,&#8221; kata Kudus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengatakan, bahwa hasil ini sesuai dengan strategi timnya. Timnya berusaha untuk selalu berada di peloton hingga di King of Mountain (KoM) terakhir yakni di km 162 Gunung Rante, Ijen. Di 6 kilometer akhir menuju finish, dirinya melakukan break away dan berhasil menyusul Adne Van Engelen asal Rojai Insurance Thailand yang sebelumnya memimpin.</p>



<p>&#8220;Ketinggian 2000-an mdpl merupakan posisi ternyaman saya untuk menyusul. Saya melihat Adne akselerasi di awal, tetapi menuju 6 kilometer menjelang finish, saya coba menyusul dan berhasil,&#8221; ujar Kudus.</p>



<p>Kudus mengakui, 4 etape di Ijen adalah race yang berat. Namun dukungan masyarakat Banyuwangi, membuatnya terus bersemangat untuk memberikan yang terbaik.</p>



<p>&#8220;Spektakuler. Bahkan sedari Etape 1, saya dapat dukungan yang luar biasa,&#8221; terangnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>



<p>Result Etape 4 Tour de Banyuwangi Ijen (TDBI) 2024</p>



<p>Individual General Classification By Time (Ijen Sulfur Jersey).</p>



<p>1. 5 Kudus Merhawi Terengganu Cycling Team 14:31:06</p>



<p>2. 4 Eyob Metkel Terengganu Cycling Team 14:31:15</p>



<p>3. 772 Prades Reverte Benjamin VC Fukuoka 14:33:25</p>



<p>Best Indonesia Rider (Gandrung Jersey).</p>



<p>1. 115 Arifin Muh. Imam Tim Nusantara 14:39:54</p>



<p>2. 172 Soleh Abdul BRCC 14:40:03</p>



<p>3. 111 Maulana Astnan Nusantara 14:41:17</p>



<p>Best Sprinter Classification (G land Jersey).</p>



<p>1. 83 Laas Martin Fereiquick Panda Podium Mongolia Team 32;poin</p>



<p>2. 23 Cavanagh Ryan Kinan Racing Team 27 poin</p>



<p>3. 42 Campbell Max Ccache xPark Up 26 poin</p>



<p>Best Climbers Classification &#8211; KoM (Rebound Jersey/Polkadot).</p>



<p>1. 5 Kudus Merhawi Terengganu Cycling Team 31 poin</p>



<p>2. 4 Eyob Metkel Terengganu Cycling Team 21 poin</p>



<p>3. 772 Prades Reverte Benjamin VC Fukuoka 18 poin</p>



<p>Team General Classification.</p>



<p>1. Trengganu Cycling Team</p>



<p>2. Banyuwangi Road Cycling Team</p>



<p>3. Pontianak Wijaya Racing Team</p>



<p>Best Indonesian Team.</p>



<p>1. Nusantara</p>



<p>2. Banyuwangi Road Cycling Team</p>



<p>3. DR.J Cycling Team</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212296</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Etape Terakhir Tour de Banyuwangi Ijen, Pembalap Dihadapkan Track Tersulit Seasia &#8216;Tanjakan Neraka&#8217;</title>
		<link>https://memontum.com/etape-terakhir-tour-de-banyuwangi-ijen-pembalap-dihadapkan-track-tersulit-seasia-tanjakan-neraka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dihadapkan]]></category>
		<category><![CDATA[neraka’]]></category>
		<category><![CDATA[Pembalap]]></category>
		<category><![CDATA[seasia]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[tersulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212242</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen memasuki etape terakhir, Kamis (25/07/2024) tadi. Kali ini, pembalap harus bisa menaklukan jalur neraka King of Mountain (KoM) yang merupakan tersulit di Asia, yakni Gunung Ijen. &#8220;Track ke Gunung Ijen menjadi salah satu yang paling menantang dan paling sulit di Asia. Bahkan, banyak pembalap dari berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen memasuki etape terakhir, Kamis (25/07/2024) tadi. Kali ini, pembalap harus bisa menaklukan jalur neraka King of Mountain (KoM) yang merupakan tersulit di Asia, yakni Gunung Ijen.</p>



<p>&#8220;Track ke Gunung Ijen menjadi salah satu yang paling menantang dan paling sulit di Asia. Bahkan, banyak pembalap dari berbagai negara datang untuk menaklukkan Ijen,&#8221; kata Race Director ITdBI, Jamaludin Mahmud.</p>



<p>Berdasarkan pengalaman dari delapan gelaran Tour de Banyuwangi Ijen, banyak pembalap yang rontok saat melalui lintasan Gunung Ijen. Karena itu, pembalap yang berhasil menjadi yang tercepat di etape ini, hampir pasti keluar sebagai juara Tour de Banyuwangi Ijen.</p>



<p>Etape 4 ini memiliki jarak lintasan 167,8 kilometer (km) dengan mengambil titik start di Pantai Marina Boom dan finish di Paltuding Gunung Ijen. Rute ini didominasi dengan tanjakan naik-turun. Jalur flat relatif minim jika dibandingkan tiga etape sebelumnya.</p>



<p>Usai lepas dari titik start, para rider bakal melewati jalur mendatar di kilometer awal. Setelahnya, mereka bakal diuji dengan tanjakan awal di KoM 13 Pesucen di Kecamatan Giri.</p>



<p>Berikutnya, pembalap kembali melintasi jalur datar dengan tiga titik sprint, yakni di KM 61,4 RTH Maron Genteng, KM 87,5 Jajag, dan KM 128,1 Pakis. Para pembalap sprinter harus memanfaatkan momentum di rute-rute ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelahnya, para rider harus mulai menyiapkan diri di jalur tanjakan. Sebab masih ada dua titik KoM yang ekstrem di sisa jalur menuju finish. KoM kedua berada di KM 144,9 Kalibendo. Sementara KOM terakhir di KM 162 Gunung Rante, Ijen.</p>



<p>KoM terakhir ini merupakan &#8216;Tanjakan neraka&#8217; bagi para pembalap. Tanjakan ini memiliki tipe hors cateforie (HC). Ini merupakan tanjakan terberat se-Asia dalam ajang balap sepeda dunia dengan kondisi jalur curam dan menantang.</p>



<p>&#8220;Etape ini merupakan pembuktian raja tanjakan karena rutenya didominasi tanjakan yang cukup berat, sehingga membutuhkan tanjakan ekstra untuk menaklukkan etape ini,&#8221; kata Chairman TdBI, Guntur Priambodo.</p>



<p>Rute ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi para climber yang ikut serta dalam Tour de Banyuwangi Ijen seperti Mehrawi Kudus (Terengganu Cycling Team Malaysia), Thomas Lebas (Kinan Cycling Team), dan Adne van Engelen (Roojai Insurance Cycling Thailand).</p>



<p>Tidak kalah juga, climber Indonesia seperti Muh Imam Arifin (Nusantara), Abdul Sholeh (BRCC) dan Jamalidin Novardianto (Dr J).</p>



<p>Bagi Imam Arifin, etape ini sekaligus kesempatan untuk mempertahankan posisi di klasemen tertinggi. Tapi, pembalap-pembalap lain punya kans besar untuk mendaki rute di kaki Gunung Ijen dengan lebih cepat.</p>



<p>Pemenang etape tiga Tour de Banyuwangi Ijen Oskar Ferei Nisu dari Quick Panda Podium Mongolia Team bahkan menganggap tanjakan di etape terakhir sebagai sesuatu yang bakal sulit ditaklukan. &#8220;Sepertinya akan berat. Saya sudah mendapat informasi dari beberapa pembalap, bahwa etape ini merupakan yang terberat dengan tanjakan-tanjakan ekstrem,&#8221; katanya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212242</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
