<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ngadas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ngadas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Nov 2023 17:46:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ngadas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>SD Negeri 2 Ngadas juga Terima Proyek Rehabilitasi APBD-P 2022 Tapi Dikerjakan 2023</title>
		<link>https://memontum.com/sd-negeri-2-ngadas-juga-terima-proyek-rehabilitasi-apbd-p-2022-tapi-dikerjakan-2023</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2023 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apbd-p]]></category>
		<category><![CDATA[dikerjakan]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Ngadas]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200805</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Selain menerima nama paket &#8216;Rehabilitasi Gedung SD Negeri 2 Ngadas, Kecamatan Poncokusumo&#8217; yang dalam pengerjaannya berubah menjadi pembangunan pagar, ternyata sekolah yang juga terkenal dengan sebutan sekolah di atas awan itu, juga mendapatkan proyek pembangunan plengsengan (dinding penahan, red) sekolah dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang. Proyek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Selain menerima nama paket &#8216;Rehabilitasi Gedung SD Negeri 2 Ngadas, Kecamatan Poncokusumo&#8217; yang dalam pengerjaannya berubah menjadi pembangunan pagar, ternyata sekolah yang juga terkenal dengan sebutan sekolah di atas awan itu, juga mendapatkan proyek pembangunan plengsengan (dinding penahan, red) sekolah dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.</p>



<p>Proyek pembangunan itu, diberikan paska peninjauan yang dilakukan oleh Bupati Malang. Bahkan, dari sekitar Januari hingga Februari 2023, proyek berjalan dan selesai.</p>



<p>&#8220;Kapan waktu mulai persisnya pengerjaan plengsengannya, itu saya lupa. Pastinya, sekitar Februari 2023, proyek sudah berjalan dan mungkin mendekati selesai. Namun sebelum itu, Pak Bupati meninjau dan memerintahkan dinas Cipta Karya (melakukan pembangunan,&#8221; kata Plt Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 2 Ngadas, Nardi, saat dikonfirmasi Memontum.com, Selasa (31/10/223) tadi.</p>



<p>Mengenai bantuan plengsengan, tambahnya, memang sedikit banyak melekat di pikirannya. Karena saat itu, posisi plengsengan di belakang sekolah tengah rusak. Bahkan, tahun 2021 sudah mengajukan, namun belum mendapat bantuan. Sampai akhirnya, ada peninjauan dari bupati.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Makanya saya ingat, kapan waktu pengerjaan plengsengannya, meskipun tidak persis untuk tanggalnya. Karena di saat bersamaan itu, juga muncul ide untuk mengajukan bantuan pembangunan pagar belakang sekolah,&#8221; ujarnya saat di Kantor Korwil Disdik Poncokusumo.</p>



<p>Memontum.com yang mencoba menelusuri nama paket dan bantuan itu, diperoleh data di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, bahwa nama paket itu adalah &#8216;Rehabilitasi sarana prasarana SDN 2 Jarak Ijo Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo&#8217;. Hanya saja, dari tanggal pembuatan yaitu 1 Desember 2022 dan tahun anggaran tertulis dari APBD-P 2022, maka diduga kuat pengerjaan rehabilitasi ini molor dari jadwal atau sebelum akhir Desember 2022.</p>



<p>&#8220;Saat pembangunan plengsengan, itu pelaksana (kontraktor) nya sempat memperlihatkan RAB (rencana anggaran biaya). Bahkan, saya sempat mengecek beberapa kali dan bagus. Untuk pengerjaannya, memang sekitar Februari 2023,&#8221; jawab Plt Kepsek SD Negeri 2 Ngadas, saat ditanya ulang soal pengerjaan plengsengan.</p>



<p>Sementara itu, Korwil Disdikcam Poncokusumo, Tasemin, saat dikonfirmasi mengenai rehabilitasi di SD Negeri 2 Ngadas, mengaku jika pihaknya tidak mendapat tembusan dari pelaksana. Sehingga, seperti kapan proyek berlangsung atau selesai, juga tidak tahu.</p>



<p>&#8220;Saya kebetulan juga baru di sini (Poncokusumo). Karenanya, seperti rehabilitasi Ngadas 2, juga baru paham. Makanya, saya konfirmasi ulang kepada Kepseknya,&#8221; ujarnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200805</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rehabilitasi Gedung SD Negeri 2 Ngadas Rp 198 Juta &#8216;Disulap&#8217; Jadi Pembangunan Pagar 30 Meter</title>
		<link>https://memontum.com/rehabilitasi-gedung-sd-negeri-2-ngadas-rp-198-juta-disulap-jadi-pembangunan-pagar-30-meter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2023 11:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[‘disulap’]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Ngadas]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200757</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Lagi, dugaan penyimpangan dalam pekerjaan proyek sekolah dasar (SD) di satuan kerja Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, berhasil ditemukan. Jika sebelumnya dugaan penyimpangan itu berlangsung pada nama paket &#8216;Rehabilitasi sarana prasarana SD Negeri 3 Sumberdem, Kecamatan Wonosari&#8217;, kali ini dugaan itu ditemukan di nama paket &#8216;Rehabilitasi Gedung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Lagi, dugaan penyimpangan dalam pekerjaan proyek sekolah dasar (SD) di satuan kerja Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, berhasil ditemukan. Jika sebelumnya dugaan penyimpangan itu berlangsung pada nama paket &#8216;Rehabilitasi sarana prasarana SD Negeri 3 Sumberdem, Kecamatan Wonosari&#8217;, kali ini dugaan itu ditemukan di nama paket &#8216;Rehabilitasi Gedung SD Negeri 2 Ngadas, Kecamatan Poncokusumo&#8217;.</p>



<p>Gubernur Lira Jatim, M Zuhdy Achmadi dan Memontum.com yang mencoba mendatangi lokasi sekolah di atas awan karena menuju ke Desa Ngadas atau dekat Gunung Bromo, diketahui bahwa di lokasi tidak didapati rehabilitasi gedung. Sebaliknya, menurut pihak sekolah mengatakan bahwa pengerjaan dari DPKPCK adalah pembangunan pagar. Adapun pagar baru yang dibuat, sepanjang sekitar 30 meter.</p>



<p>&#8220;Setahu saya, untuk bantuan dari Cipta Karya (DPKPCK, red), itu terakhir adalah pembangunan pagar besi. Untuk posisinya, ada di belakang sekolah. Kalau yang sekarang sedang berlangsung (depan sekolah, red), itu bukan,&#8221; kata Guru Kelas, Suryanto, Selasa (31/10/2023) tadi.</p>



<p>Untuk pelaksanaan dan selesainya pekerjaan, papar guru senior di sekolah yang memiliki 37 murid itu, dirinya mengaku lupa kapan selesai persisnya. Namun yang pasti, pekerjaan sudah selesai dan hanya membuat pagar.</p>



<p>&#8220;Bisa di lihat di belakang (pagar, red). Panjangnya sekitar 30 meter dan untuk ukuran besinya, 4 cm x 4 cm,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Gubernur Lira Jatim yang mencoba mengecek lokasi, dalam pemantauan memang mendapati pagar besi baru berpondasi. Besi sendiri di cat warna hitam dengan pondasi warna biru. Sementara saat memastikan ukuran besi yang digunakan, didapati sisa pemotongan yang tergeletak.</p>



<p>&#8220;Kalau ini jenis besi yang dipakai, harusnya dengan anggaran Rp 198 juta, kualitasnya lebih bagus. Ini namanya Besi Hollo non SNI (standart nasional Indonesia). Jika SNI maka ukuran memang 4 cm x 4 cm dengan ketebalan 1,2 Mili. Namun, ini istilahnya besi yang dipakai diduga besi banci. Sehingga, ukuranya bukan standart yang ada,&#8221; kata Didik-sapaan Gubernur Lira Jatim.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan kualitas besi non SNI yang digunakan, tambahnya, maka sisa anggaran dari pekerjaan ini sangat banyak. Karena, dengan nilai anggaran yang disiapkan itu, harusnya kualitas besinya juga bagus.</p>



<p>&#8220;Kalau saya memperkirakan, dengan memakai besi non SNI, maka total pekerjaan yang dilakukan itu tidak sampai habis Rp 50 juta,&#8221; paparnya.</p>



<p>Masih menurut Didik, selain mengenai pekerjaan, tentunya yang harus dikoreksi adalah nama paket untuk sekolah tersebut. Ketika di nama paket tertulis rehabilitasi gedung, maka harusnya gedung atau bangunan atau ruang kelas atau ruang guru yang dibenahi.</p>



<p>&#8220;Realita di lapangan, ini malah seolah disulap jadi pembangunan pagar. Jadi, kenapa nama paketnya tidak ditulis pembangunan pagar sekolah atau peningkatan sarana dan prasarana sekolah,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Plt Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 2 Ngadas, Nardi, saat dikonfirmasi terpisah menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan pagar dilakukan sekitar Agustus dan September 2023, sudah selesai. Usulannya saat itu, memang pembangunan pagar. Hanya saja, untuk model atau bagaimana bentuk besi yang digunakan (SNI atau non), dirinya tidak mengurai diusulan. Itu karena, yang terpikir saat itu ingin mengajukan pagar belakang sekolah. Dengan tujuan, agar siswa tidak sampai main di belakang sekolah dan jatuh.</p>



<p>&#8220;Jadi saat itu, sekitar Februari 2023 sedang ada pembangunan plengsengan belakang sekolah. Kebetulan, pembangunan itu dilakukan setelah Pak Bupati meninjau dan meminta dinas untuk memperbaiki. Makanya, saat proses pembangunan plengsengan itu, akhirnya tiba-tiba muncul usulan untuk mengajukan pembangunan pagar,&#8221; terang Kepsek yang memiliki jabatan definitif di SD Negeri 1 Gubuklakah ini.</p>



<p>Mengenai besaran anggaran pembangunan, Nardi mengaku, bahwa dirinya tidak tahu. Karena, dari pihak pelaksana juga tidak memberitahu.</p>



<p>&#8220;Anggarannya berapa, saya tidak tahu. Karena saat itu tidak diberitahu. Cuman, saya bersyukur saja karena pagar sekolah dibangun. Untuk besinya, pun saya tidak tahu. Kalau menurut saya pribadi, ya tebal,&#8221; ujarnya saat ditemui di Kantor Korwil Poncokusumo.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, rehabilitasi sarana prasarana SD Negeri 3 Sumberdem, Kecamatan Wonosari, juga diduga terjadi penyimpangan. Beberapa dugaan itu, terjadi pada atap, genting dan plafon. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200757</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngadas, Desa Unggulan Kecamatan Poncokusumo, Kenapa?</title>
		<link>https://memontum.com/ngadas-desa-unggulan-kecamatan-poncokusumo-kenapa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2019 14:49:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Unggulan Kecamatan Poncokusumo]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa?]]></category>
		<category><![CDATA[Ngadas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=78780</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang&#8211;Ngadas, satu dari 16 desa,menjadi unggulan  wilayah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Terletak dalam kawasan area teritorial Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) di ketinggian 2.150 meter. Konon desa ini didirikan oleh Mbah Sedhek sekitar tahun 1774 silam. Dari situlah, lahir Suku Tengger yang mendiami desa berpenduduk sekitar 1900 jiwa ini hingga sekarang. Drs [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="auto"><strong>Memontum Malang&#8211;</strong>Ngadas, satu dari 16 desa,menjadi unggulan  wilayah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Terletak dalam kawasan area teritorial Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) di ketinggian 2.150 meter.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Konon desa ini didirikan oleh Mbah Sedhek sekitar tahun 1774 silam. Dari situlah, lahir Suku Tengger yang mendiami desa berpenduduk sekitar 1900 jiwa ini hingga sekarang.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Drs Sukarlin Msi, Camat Poncokusumo menjelaskan, Desa Ngadas termasuk sukses khususnya dalam pengelolaan sektor pertanian. Betapa tidak, komoditas pertanian warga desa Ngadas belakangan ini  meningkat tajam.</p>
<p><div id="attachment_78761" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190218-WA0025-e1550500605693.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-78761" decoding="async" class="size-full wp-image-78761" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190218-WA0025-e1550500605693.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt=" Drs Sukarlin MSi Camat Poncokusumo. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)" width="500" height="375" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-78761" class="wp-caption-text">Drs Sukarlin MSi Camat Poncokusumo. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)</p></div></p>
<p dir="auto">Seperti halnya untuk  produksi tanaman kentang. Itu jauh jika  dibanding pendapatan tahun 2012 lalu, hanya dalam kisaran angka 4,5 ton sekali musim.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Sekarang hasil panen kentang disana  bisa mencapai 15hingga 20 ton sekali musim,&#8221; terang Sukarlin beberapa waktu lalu.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Lonjakan pendapatan itu terjadi, setelah dibangunnya jalan kawasan pertanian sepanjang hampir 8 KM. Dengan dibangunnya sejumlah titik ruas jalan alternatif di desa perbatasan Kabupaten Lumajang ini, akses sarana angkutan pupuk bisa sampai ke lokasi.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Padahal, sebelumnya, daya angkut  pupuk disana hanya menggunakan tenaga manual, dengan kapasitas sangat  terbatas maksimal 3 ton. Dengan  dibangunnya jalan disitu,daya angkutan pupuk bisa  menggunakan truk, dengan kapasitas 1,5 hingga 2 ton, &#8221; papar mantan camat Bantur ini dengan nada bangga.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Dampak positif ini juga dirasakan langsung oleh kalangan ojek sepeda motor. Untuk mengangkut hasil panen, petani disana menggunakan jasa ojek sepeda motor.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Dalam satu hari para usaha jasa angkutan roda dua ini bisa berpendapatan antara Rp 250 sampai Rp 300 ribu, &#8221; tandasnya.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Selanjutnya juga terkait dengan  pemukiman penduduk. Dari  jumlah RTLH(Rumah Tak Layak Huni) tahun 2012, sebanyak 451 unit, saat ini hanya tinggal 6 unit RTLH. Bagaimana dengan pemilik kendaraan bermotor? Tahun 2012 lalu, jumlah pemilik sepeda motor hanya sekitar 40-50 orang. Tetapi sekarang, pemilik kendaraan roda dua ini sudah mencapai 1261 unit.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Kalau tahun 2012 jumlah pemilik mobil hanya 17 orang. Sekarang sudah mencapai 197 unit mobil dengan berbagai merk. Dengan keberhasilan itu, mereka genggam mindset, kita tidak harus bekerja ke desa lain. Desa ini kita kembangkan, sebatas kita punya komitmen dan cita-cita. Apa sih sebenarnya pekerjaan yang harus kita cintai?, &#8221; beber Sukarlin. (sur/oso)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78780</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
