<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ngares &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ngares/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 May 2025 12:52:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ngares &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bencana Banjir Hajar Desa Ngares Trenggalek, 11 KK Terisolir dan Berhasil Dievakuasi</title>
		<link>https://memontum.com/bencana-banjir-hajar-desa-ngares-trenggalek-11-kk-terisolir-dan-berhasil-dievakuasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 May 2025 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[Dievakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[ngares]]></category>
		<category><![CDATA[terisolir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222163</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 28 orang warga Desa Ngares, Kecamatan Patemon, Kabupaten Trenggalek, yang terdampak bencana banjir, akibat curah hujan tinggi, Minggu (18/05/2025) dini hari. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P H, selaku SMC (SAR Mission Coordinator) dalam operasi SAR kali ini mengatakan bahwa sebagian warga yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 28 orang warga Desa Ngares, Kecamatan Patemon, Kabupaten Trenggalek, yang terdampak bencana banjir, akibat curah hujan tinggi, Minggu (18/05/2025) dini hari.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P H, selaku SMC (SAR Mission Coordinator) dalam operasi SAR kali ini mengatakan bahwa sebagian warga yang terdampak banjir ini dievakuasi ke rumah tetangga yang lebih aman dan sebagian ke balai Desa Ngares, serta beberapa orang lainnya melakukan evakuasi mandiri.</p>



<p>&#8220;Diantara warga yang dievakuasi ini, terdapat satu orang yang menderita stroke,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Koordinator Pos SAR Trenggalek, Nanang Pujo, mengatakan bahwa selain minimnya penerangan, proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan sempat terkendala akses jalan yang tertutup arus air yang deras. Sehingga sebagai pengaman, tim SAR menggunakan tali pandu untuk melewati jalan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Proses evakuasi para warga terdampak banjir ini selesai pada pukul 00.30 WIB. Selanjutnya, tim SAR gabungan siaga di posko pengungsian di Balai Desa Ngares dan melakukan pemantauan kondisi air di lokasi terdampak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, bencana banjir ini terjadi akibat meluapnya air sungai Ngasinan, setelah hujan deras yang turun di wilayah Trenggalek sejak siang hari sebelumnya, Sabtu (17/05/2025) malam. Berdasarkan hasil assesment instansi terkait dan potensi SAR setempat, luapan air sungai yang mengalir ke rumah-rumah warga ini akibat ada tanggul sungai yang jebol.</p>



<p>Akibat bencana banjir ini, ada sebanyak 11 KK dari 7 rumah yang terisolir. Upaya evakuasi korban banjir ini dilakukan bersama-bersama sejumlah pihak, diantaranya Basarnas Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, Kodim 0806 Trenggalek, Polres Trenggalek, Koramil Kota, Tagana, BP 1303, warga sekitar dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya.</p>



<p>Pada 07.15 WIB, tim SAR gabungan melaksanakan pengecekan kondisi pintu air dan beberapa titik rawan yang biasa terdampak banjir. Hasilnya, debit air mengalami penurunan yang cukup signifikan. Selain itu, daerah yang terdampak banjir kondisinya sudah kembali aman.</p>



<p>Nanang Sigit mengatakan, operasi SAR dinyatakan selesai pada pukul 09.30 WIB. Meskipun demikian, tim SAR gabungan menghimbau masyarakat untuk tetap waspada. <strong>(hms/bsr/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222163</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keluhkan Banjir Akibat PSN Bendungan Bagong, Warga Ngares Datangi Kantor DPRD Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/keluhkan-banjir-akibat-psn-bendungan-bagong-warga-ngares-datangi-kantor-dprd-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[keluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[ngares]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216941</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Sampaikan aspirasi terkait bencana banjir, puluhan warga masyarakat Desa Ngares, mendatangi Kantor DPRD Trenggalek. Diketahui, jika banjir yang terjadi tersebut akibat pendangkalan Sungai Temon, yang dipenuhi material tanah dan batu, karena adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Bendungan Bagong. Keresahan warga Desa Ngares, ini dirasakan sejak pembangunan Bendungan Bagong dimulai yakni tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Sampaikan aspirasi terkait bencana banjir, puluhan warga masyarakat Desa Ngares, mendatangi Kantor DPRD Trenggalek. Diketahui, jika banjir yang terjadi tersebut akibat pendangkalan Sungai Temon, yang dipenuhi material tanah dan batu, karena adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Bendungan Bagong.</p>



<p>Keresahan warga Desa Ngares, ini dirasakan sejak pembangunan Bendungan Bagong dimulai yakni tahun 2022. Warga sendiri, menyampaikan jika material baik tanah dan batu dari hulu pembangunan Bendungan Bagong, terbawa aliran sungai hingga menyebabkan pengendapan. Sementara imbas dari pendangkalan sungai ini, menyebabkan air yang seharusnya mengalir ke sungai justru keluar dan merendam rumah-rumah warga saat curah hujan tinggi.</p>



<p>&#8220;Jadi, hari ini kita menerima audiensi dari masyarakat peduli lingkungan, yang mana beberapa hari lalu warga Desa Ngares terdampak bencana banjir. Setelah ditelusuri, ternyata banjir itu terjadi pendangkalan sungai akibat tumpukan material dari proyek pembangunan Bendungan Bagong,&#8221; kata Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, seusai menerima audiensi warga Desa Ngares, Senin (25/11/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Doding, kondisi paling parah terjadi di Sungai Temon. Di mana, sungai di sana itu sebelumnya sedalam 5 meter. Namun sekarang, sungai itu rata karena tertumpuk ratusan ribu kubik material tanah dan batu dari Bendungan Bagong.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam hearing kali ini, tambahnya, selain masyarakat terdampak juga hadir Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, kontraktor juga dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan anggota DPRD Dapil 1. Adapun beberapa rekomendasi dari hasil audiensi ini, diantaranya untuk jangka pendek adalah membuat tanggul untuk mengantisipasi jika debit air Sungai Temon meluap agar tidak membanjiri permukiman warga.</p>



<p>&#8220;Rekomendasi yang pertama adalah menyelesaikan disposal di hulu sungai agar material tanah dan batu tidak terbawa air dan mengendap di sungai yang ada di bawahnya. Kedua, menyelesaikan struktur Sungai Temon agar dikembalikan seperti semula. Mengingat, di sekitar lokasi tersebut ada sedikitnya 11 KK yang mana sewaktu-waktu terdampak banjir saat hujan turun. Caranya dengan membuat tanggul dan sungai itu akan dikembalikan kedalamannya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ketiga, sambungnya, dampak sosial yang akan diberikan oleh pemerintah daerah berupa bantuan kepada warga terdampak. Dan yang keempat, kajian penanganan jangka panjang. Pihaknya akan bersurat pelaksana proyek agar membuat kajian jangka panjang. &#8220;Mengingat yang membuat kajian itu konsultan, mudah-mudahan segera diselesaikan. Jadi kita punya gambaran jangka panjangnya nanti akan seperti apa,&#8221; ujar Doding.</p>



<p>Dengan adanya audiensi ini, warga berharap solusi nyata segera diwujudkan untuk mengembalikan fungsi sungai. Termasuk, memastikan keselamatan masyarakat dari bencana banjir. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216941</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
