<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ngetung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ngetung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Nov 2023 13:28:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ngetung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Upacara Adat Ngetung Batih di Trenggalek Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-adat-ngetung-batih-di-trenggalek-ditetapkan-sebagai-warisan-budaya-tak-benda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2023 03:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[ditetapkan]]></category>
		<category><![CDATA[ngetung]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200812</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Upacara Adat Ngetung Batih, sebuah tradisi adat masyarakat Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, telah resmi dinyatakan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Upacara adat ini, masuk dalam kategori adat istiadat oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Sertifikat penghargaan untuk warisan budaya, ini diberikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Upacara Adat Ngetung Batih, sebuah tradisi adat masyarakat Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, telah resmi dinyatakan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Upacara adat ini, masuk dalam kategori adat istiadat oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.</p>



<p>Sertifikat penghargaan untuk warisan budaya, ini diberikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto, dalam rangka East Java Tourism Awards 2023, yang berlangsung di Taman Chandra Wilwatikta, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, upacara adat Ngetung Batih asli Kecamatan Dongko sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian. Ini tentu sangat membanggakan,&#8221; kata Sekda Edy saat dikonfirmasi, Kamis (02/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Diketahui, dalam Bahasa Jawa, Ngitung Batih memiliki arti menghitung keluarga (batih). Diharapkan, dengan berkumpulnya seluruh anggota keluarga ini dapat membawa keberkahan dan kemudahan dalam mencari rezeki.</p>



<p>Setiap tahun, Ngitung Batih dilaksanakan bertepatan dengan penanggalan tahun baru 1 Muharam atau 1 Suro oleh masyarakat Kecamatan Dongko. Upacara tersebut, diawali dengan kirab dayang-dayang yang membawa takir plontang (makanan dalam mangkuk daun). Serta tumpeng dari jalan raya Dongko menuju pendapa kecamatan.</p>



<p>Kemudian, upacara dilanjutkan dengan murwakala dengan harapan doa bersama agar dijauhkan dari marabahaya. Lalu dayang-dayang yang juga mengisi rangkaian prosesi menjadi perwujudan dari anggota keluarga yang hadir.</p>



<p>&#8220;Semoga apa yang sudah kita raih ini membawa berkah kepada semua masyarakat utamanya di Kabupaten Trenggalek. Dan warisan budaya ini bisa dilestarikan dan diturunkan kepada anak cucu kita nanti,&#8221; harapnya.</p>



<p>Kearifan lokal dalam ragam kegiatannya, memiliki filosofi dan sarat makna. Termasuk, simbol kebaikan ekonomi dengan melepaskan ayam yang kemudian diperebutkan oleh warga untuk dipelihara agar bisa berkembang biak untuk menambah penghasilan.</p>



<p>Tidak heran, prosesi adat Ngitung Batih ini selalu menjadi daya tarik masyarakat. Selain berbagai kegiatan, adat Ngitung Batih secara tidak langsung menjadi sarana komunikasi antar masyarakat di sepuluh desa tersebut. Dengan tidak mengurangi kesakralannya, adat Ngitung Batih menjadi wisata budaya dan diharapkan berdampak pada perekonomian masyarakat. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200812</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Syah Meriahkan Pelaksanaan Tradisi Upacara Ngetung Batih di Kecamatan Dongko Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-syah-meriahkan-pelaksanaan-tradisi-upacara-ngetung-batih-di-kecamatan-dongko-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[batih]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dongko]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[ngetung]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[syah]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[wabup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193795</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, hadiri tradisi upacara adat Ngetung Batih di Kecamatan Dongko. Kehadiran orang nomor dua dijajaran Pemerintah Kabupaten Trenggalek, ini untuk turut mengapresiasi setiap event atau kegiatan yang melibatkan kebudayaan tradisional. Tradisi Ngitung Batih yang berada di Desa Dongko, Kecamatan Dongko-Trenggalek, ini merupakan salah satu acara rutin yang setiap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, hadiri tradisi upacara adat Ngetung Batih di Kecamatan Dongko. Kehadiran orang nomor dua dijajaran Pemerintah Kabupaten Trenggalek, ini untuk turut mengapresiasi setiap event atau kegiatan yang melibatkan kebudayaan tradisional.</p>



<p>Tradisi Ngitung Batih yang berada di Desa Dongko, Kecamatan Dongko-Trenggalek, ini merupakan salah satu acara rutin yang setiap tahun diadakan pada Malam 1 Suro. Acara tersebut, diselenggarakan untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam dan salah satu acara yang dianggap penting dan sakral untuk masyarakat Dongko. Ngitung berarti menghitung dan Batih artinya jumlah anggota keluarga, termasuk keluarga sendiri dalam satu rumah.</p>



<p>Selain melestarikan tradisi dan budaya, dengan adanya berbagai event tentunya pula dapat menggeliatkan perekonomian di masyarakat. &#8220;Bapak Bupati, Bapak Mochamad Nur Arifin, titip pesan bahwa beliau ikut mangayubagyo. Ikut berbahagia atas terselenggaranya kegiatan ini,&#8221; kata Wabup Syah, Kamis (20/07/2023) pagi.</p>



<p>Tradisi tersebut, paparnya, dalam sejarah yaitu bermula sejak zaman kerajaan di mana banyak anggota keluarga yang ikut berperang. Sehingga, Ngetung Batih dimaksudkan untuk menghitung sanak keluarga yang ada, dengan iringan doa agar terhindar dari marabahaya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Yang unik dalam tradisi Ngetung Batih, lanjutnya, adalah arak-arakan Takir Plontang. Yaitu, makanan yang disajikan dalam wadah dari daun dan pelepah pisang. Makanan tersebut, kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah.</p>



<p>&#8220;Upacara ini, diawali dengan Kirab Dayang-dayang yang membawa Takir Plontang. Serta, tumpeng dari jalan raya Dongko menuju pendapa kecamatan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kemudian, sambung Wabup Syah, upacara dilanjutkan dengan murwakala dengan harapan doa bersama agar dijauhkan dari marabahaya. Lalu, Dayang-dayang yang juga mengisi rangkaian prosesi menjadi perwujudan dari anggota keluarga yang hadir.</p>



<p>&#8220;Semoga membawa berkah kepada semua masyarakat. Apa yang di cita-citakan dalam acara ini, semoga tercapai,&#8221; kata suami Fatihatur Rohmah ini.</p>



<p>Diakhir acara, ada sejumlah ekor ayam yang dibagikan untuk diperebutkan oleh masyarakat yang hadir. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193795</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
