<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>nongkrong &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/nongkrong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Feb 2026 13:18:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>nongkrong &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kulineran Malam di Pasar Wates, Mas Dhito Sapa Pedagang hingga Nongkrong di Pedestarian Pasar</title>
		<link>https://memontum.com/kulineran-malam-di-pasar-wates-mas-dhito-sapa-pedagang-hingga-nongkrong-di-pedestarian-pasar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kulineran]]></category>
		<category><![CDATA[nongkrong]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pedestarian]]></category>
		<category><![CDATA[wates,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229960</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menikmati kuliner malam di Pasar Wates, Selasa (03/02/2026) tadi. Kedatangan orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Kediri ini, kontan disambut hangat pedagang kuliner di pasar tradisional, yang pertama kali memadukan konsep modern dan berbudaya.&#160; Setibanya di Pasar Wates, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, menyapa pengunjung maupun para pedagang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menikmati kuliner malam di Pasar Wates, Selasa (03/02/2026) tadi. Kedatangan orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Kediri ini, kontan disambut hangat pedagang kuliner di pasar tradisional, yang pertama kali memadukan konsep modern dan berbudaya.&nbsp;</p>



<p>Setibanya di Pasar Wates, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, menyapa pengunjung maupun para pedagang yang membuka lapaknya mengelilingi teras pasar. Hampir satu persatu lapak pedagang, dikunjungi kepala daerah yang menggagas revitalisasi pasar tradisional itu.</p>



<p>“Pasar Wates ini sekarang menjadi hidup, semenjak kita revitalisasi. Sabtu dan Minggu (akhir pekan), omset pedagang kuliner yang jualan di angkringan, jualan macem-macem itu bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta perhari,” kata Mas Dhito.</p>



<p>Dalam obrolannya dengan para pedagang, Mas Dhito selalu menyarankan kepada mereka untuk mencantumkan harga dagangannya, baik itu di dalam daftar menu maupun di gerobak. Harapannya, kepercayaan konsumen akan semakin meningkat dan berdampak pada kunjungan di kuliner Pasar Wates yang semakin ramai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pasar Wates sendiri pasca direvitalisasi, dalam 24 jam bisa dikatakan tidak pernah kosong pedagang. Operasional pasar dibagi dalam 3 shift. Dimulai dari pedagang sayur pada dini hari hingga pagi, dilanjutkan pedagang los dan kios, baru kemudian sore sampai tengah malam digunakan pedagang kuliner. “Saya doakan, semoga seluruh pedagang Pasar Wates mulai yang shift dini hari hingga shift malam berkah, rezekinya lancar, bahagia dunia akhirat,” ungkapnya.</p>



<p>Tidak dipungkiri, adanya tambahan shift untuk kuliner di Pasar Wates ini membuka peluang bagi masyarakat yang ingin ikut berjualan. Mereka tidak hanya warga dari sekitaran Kecamatan Wates, namun juga dari Ngancar bahkan Pare.</p>



<p>Setelah melihat lebih dekat kuliner Pasar Wates, menurut Mas Dhito, hal itu juga bakal diterapkan di pasar tradisional lain yang ada di Kabupaten Kediri. “Inilah yang akan kita terapkan di pasar-pasar lainnya, mohon doanya khususnya warga Ngadiluwih yang sekarang pasarnya sedang dibangun semoga bisa menyamai dengan Pasar Wates,” tambahnya.</p>



<p>Dalam kunjungannya di Pasar Wates, Mas Dhito juga ikut mencoba merasakan nongkrong di pedestrian pasar hingga dini hari. Momen tersebut, dimanfaatkan sebagian pedagang, maupun pengunjung untuk meminta foto bersama bupati muda ini. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229960</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lagi Asik Nongkrong Minum Kopi, Mahasiswa di Kota Malang Dikeroyok Delapan Pria Mabuk</title>
		<link>https://memontum.com/lagi-asik-nongkrong-minum-kopi-mahasiswa-di-kota-malang-dikeroyok-delapan-pria-mabuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[delapan]]></category>
		<category><![CDATA[dikeroyok]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nongkrong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221763</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang mahasiswa diketahui bernama Wisnu (23), warga asal Kampung Tanah Abang, Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi korban pengeroyokan di sebuah cafe di Jalan Cianjur, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (04/05/2025) sekitar pukul 03.30. Wisnu mengaku dikeroyok sebanyak delapan pemabuk dan salah satunya ada yang bersenjatakan palu dan sebilah celurit. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang mahasiswa diketahui bernama Wisnu (23), warga asal Kampung Tanah Abang, Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi korban pengeroyokan di sebuah cafe di Jalan Cianjur, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (04/05/2025) sekitar pukul 03.30. Wisnu mengaku dikeroyok sebanyak delapan pemabuk dan salah satunya ada yang bersenjatakan palu dan sebilah celurit.</p>



<p>Akibat pengeroyokan ini, Wisnu harus dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami luka lumayan parah di kepala. Luka tersebut, diduga akibat pukulan tangan kosong dan hantaman palu.</p>



<p>Atas kejadian ini, sedikitnya lima dari delapan pelaku berhasil diringkus petugas Polresta Malang Kota. Mereka adalah MIW (14) dan MRM (17), pelajar, keduanya warga Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun, Sergio Komsesal (23), warga Jalan Klayatan Gang I, Chaidir Rahmad Mahardika Jaya (22), warga M Zuki dan Roland Devan (22), warga Gempol Marga Bhakti, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Untuk tiga pelaku lainnya, masih dalam pengejaran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wakapolresta Malang Kota, AKBP Oscar Syamsuddin, mengatakan bahwa para tersangka ditangkap satu persatu di rumahnya pasca kejadian. Adapun barang bukti yang diamankan berupa celurit dan palu yang ditinggal oleh para pelaku di lokasi kejadian.</p>



<p>&#8220;Pelaku melakukan aksinya dalam kondisi mabuk. Mirisnya, dua diantaranya masih di bawah umur,&#8221; ujar AKBP Oscar saat rilis di Mapolresta Malang Kota, Senin (05/05/2025) tadi.</p>



<p>Saat dilakukan pemeriksaan, para pelaku menjelaskan bahwa permasalahan ini bermula saat para pelaku dan korban saling bertatap muka di Jalan Veteran, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Mereka saling bertatap mata hingga nyaris bentrok. Beruntung, saat itu dilerai oleh warga sekitar.</p>



<p>Tidak lama kemudian, para pelaku yang mencari korban berhasil menemukannya di sebuah cafe di Jalan Cianjur, Kelurahan Penangungan. &#8220;Para pelaku dalam kondisi mabuk mendatangi korban yang saat itu sedang di kafe bersama dua temannya. Namun saat itu, para pelaku hanya mengeroyok korban hingga mengalami luka di kepala. Saat ini lima tersangka sudah berhasil kami tangkap dan tiga lainnya masih dalam pengejaran. Atas perbuatannya, para tersangka kami kenakan Pasal 170 KUHP,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221763</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
