<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>nugraha &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/nugraha/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Sep 2024 08:52:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>nugraha &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kota Malang Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2024 Kategori Kota Besar</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-raih-penghargaan-wahana-tata-nugraha-2024-kategori-kota-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kategori]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nugraha]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[wahana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213963</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2024 kategori Kota Besar dari Kementerian Perhubungan RI. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, di Jakarta, Sabtu (07/09/2024) lalu. Penghargaan WTN [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2024 kategori Kota Besar dari Kementerian Perhubungan RI. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, di Jakarta, Sabtu (07/09/2024) lalu.</p>



<p>Penghargaan WTN itu, merupakan ketiga kalinya yang diterima oleh Kota Malang, setelah sebelumnya diraih pada tahun 2016 dan 2019. WTN diberikan kepada daerah yang berprestasi dalam penyelenggaraan transportasi perkotaan yang tertib, aman, selamat dan berkelanjutan.</p>



<p>Dalam penilaiannya, pun dilakukan berdasarkan lima indikator utama, yakni bidang lalu lintas, angkutan jalan, sarana, prasarana dan inovasi umum. Atas raihan tersebut, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa penghargaan itu merupakan bukti nyata dari kerja keras bersama dalam memajukan sistem transportasi di Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini adalah simbol bahwa Kota Malang terus berbenah dalam sektor lalu lintas dan angkutan jalan untuk menciptakan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya saat ditemui, Selasa (10/09/2024) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, juga menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi dari berbagai elemen, termasuk Dishub, DPUPRPKP, DLH, dan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ).</p>



<p>“Ini adalah hasil sinergi maksimal yang akan terus kami kembangkan untuk mencapai lebih banyak kemajuan,&#8221; imbuh Erik. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213963</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Banyuwangi Raih Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-banyuwangi-raih-tanda-kehormatan-satyalancana-karya-bhakti-praja-nugraha-dari-presiden-ri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2024 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bhakti]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kehormatan]]></category>
		<category><![CDATA[nugraha]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[satyalancana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208681</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha. Penghargaan tertinggi dari Presiden RI, Joko Widodo, satu kali seumur hidup itu diberikan atas hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2022. Banyuwangi sendiri mendapatkan nilai terbaik nasional dengan status kinerja Tertinggi. Sementara untuk penghargaan itu, diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha. Penghargaan tertinggi dari Presiden RI, Joko Widodo, satu kali seumur hidup itu diberikan atas hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2022. Banyuwangi sendiri mendapatkan nilai terbaik nasional dengan status kinerja Tertinggi.</p>



<p>Sementara untuk penghargaan itu, diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam Puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) XXVIII, yang diselenggarakan di Kota Surabaya, Kamis (25/04/2024) tadi. Selain penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, Pemkab Banyuwangi kembali meraih prestasi sebagai Kabupaten Berkinerja Terbaik se-Indonesia yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).</p>



<p>&#8220;Selamat dan terima kasih kepada para penerima penghargaan yang telah bekerja dengan baik di berbagai bidang,&#8221; kata Mendagri.</p>



<p>Ditambahkan Tito, penilaian tersebut tidak semata hanya dilakukan oleh Kemendagri. Tapi, juga melibatkan berbagai instansi terkait. Baik di kementerian atau lembaga negara lain. Bahkan, juga melibatkan pihak eksternal seperti halnya para akademisi, maupun sejumlah organisasi non pemerintah.</p>



<p>&#8220;Kita harus bangga. Ini bukan pesanan atau karena diintervensi oleh pihak lain,” tegas Mendagri Tito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Raihan penghargaan sendiri, diberikan berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2023. Banyuwangi meraih nilai tertinggi dengan skor 3,8118 poin, mengalahkan 514 Pemkab se-Indonesia. Penilaian dilakukan dari ratusan indikator, termasuk evaluasi dampak kinerja yang langsung dirasakan publik, seperti upaya penurunan kemiskinan dan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.</p>



<p>“Kami bersyukur Banyuwangi bisa mempertahankan capaian ini. Bagi kami, ini bukan sekadar prestasi, namun menjadi penyemangat untuk berkinerja lebih baik lagi untuk kemajuan Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, di tengah banyak tantangan dan keterbatasan, Banyuwangi terus berupaya melakukan berbagai upaya pembenahan. Misalnya, untuk kemiskinan, berdasarkan data BPS, kenaikan kemiskinan di Banyuwangi selama masa pandemi 2020-2021 hanya 0,01 persen, merupakan kenaikan kemiskinan terendah di Jatim.</p>



<p>Per 2022, angka kemiskinan Banyuwangi 7,5 persen dan ini merupakan yang terendah dalam sejarah Banyuwangi sejak Indonesia merdeka. Di 2023, angka kemiskinan Banyuwangi kembali turun menyentuh angka 7,34 persen. “Stunting juga terus kita turunkan. Diantaranya, lewat pemberian makanan bergizi gratis tiap hari kepada Balita stunting dan ibu hamil berisiko tinggi” tambahnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208681</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Hari Jadi Trenggalek Ke-829, Tujuh Pusaka Dijamasi di Pendopo Manggala Praja Nugraha</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-hari-jadi-trenggalek-ke-829-tujuh-pusaka-dijamasi-di-pendopo-manggala-praja-nugraha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2023 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[dijamasi]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[ke-829,]]></category>
		<category><![CDATA[manggala]]></category>
		<category><![CDATA[nugraha]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197062</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Menjelang prosesi Hari Jadi Trenggalek Ke-829 tahun, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjalani tradisi jamasan. Namun, dalam tradisi jamasan kali ini sedikit berbeda, karena ada Prasasti Kamulan atau penanda 829 umur Trenggalek yang dahulunya hanya berupa replika, kini telah berpulang ke Trenggalek. Adapun dua tambahan pusaka pemberian dari Keraton Ngayogyakarta, sehingga dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Menjelang prosesi Hari Jadi Trenggalek Ke-829 tahun, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjalani tradisi jamasan. Namun, dalam tradisi jamasan kali ini sedikit berbeda, karena ada Prasasti Kamulan atau penanda 829 umur Trenggalek yang dahulunya hanya berupa replika, kini telah berpulang ke Trenggalek.</p>



<p>Adapun dua tambahan pusaka pemberian dari Keraton Ngayogyakarta, sehingga dalam tradisi jamasan kali ini, kesemuanya dibersihkan. Sesuai tradisi, setelah dijamasi (dibersihkan, red) pusaka-pusaka ini selanjutnya disemayamkan ke Balai Desa Kamulan, untuk selanjutnya didoakan oleh para tokoh agama dan tokoh masyarakat di sana.</p>



<p>&#8220;Hari ini mungkin berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Karena, prasasti yang menandai 829 tahun Trenggalek, sudah pulang ke Kabupaten Trenggalek. Dan, masuk ke dalam rangkaian prosesi Hari Jadi Trenggalek,&#8221; kata Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (30/08/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga;</strong></p>





<p>Dijelaskan Mas Ipin-sapaan akrabnya, bahwa jika di tahun-tahun sebelumnya, prasasti tersebut disimpulkan replika. Namun, tahun ini prasasti itu sudah pulang ke Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Kalau tahun-tahun sebelumnya, prasasti itu disimpulkan dengan replika. Catatan isi prasastinya, itu sekarang sudah pulang. Kemudian yang membuat berbeda lagi, yaitu kita memiliki dua pusaka baru pemberian dari Keraton Yogyakarta. Yang satu berupa Tombak Wignyo Murti dan satunya lagi berupa Songsong Ayomsih,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Usai diinapkan di Balai Desa Kamulan, paparnya, semua pusaka itu akan di boyong kembali menuju Pendopo Kabupaten Trenggalek dengan prosesi kirab pusaka. &#8220;Berarti, itu ada tujuh pusaka yang dijamas,&#8221; sambung suami Novita Hardiny ini.</p>



<p>Untuk pusaka yang biasanya dijamas pada tahun-tahun sebelumnya, imbuhnya, itu ada dua Tombak Korowelang, Songsong Tunggul Nogo dan Panji lambang Kabupaten Trenggalek. Bila ditambahkan dengan Prasasti Kamulan dan dua pusaka pemberian dari Kraton Ngayogyakarta, maka totalnya menjadi tujuh pusaka.</p>



<p>Setelah jamasan pusaka, rencananya bupati dan para pejabat di Pemkab Trenggalek, akan berangkat berziarah ke makam-makam leluhur yang tersebar di beberapa tempat. Dan malamnya, akan dilanjutkan dengan kegiatan tirakatan atau tahlilan yang dilaksanakan di Paringgitan Pendopo Manggala Nugraha. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197062</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
