<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>nyamuk &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/nyamuk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Jun 2024 12:19:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>nyamuk &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Usir Nyamuk, Rumah di Kota Malang Hangus Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/usir-nyamuk-rumah-di-kota-malang-hangus-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jun 2024 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[hangus]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210909</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Satu unit rumah milik M Badiri (69), warga Jalan Ahmad Yani RT05/RW06, Kelurahan Blmbing, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, hangus terbakar, Rabu (19/06/2024) sekitar pukul 08.50. Rumah berlantai II yang berada di seberang Jalan Gedung MCC Kota Malang ini, terbakar hebat hingga api terlihat membumbung tinggi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Satu unit rumah milik M Badiri (69), warga Jalan Ahmad Yani RT05/RW06, Kelurahan Blmbing, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, hangus terbakar, Rabu (19/06/2024) sekitar pukul 08.50.</p>



<p>Rumah berlantai II yang berada di seberang Jalan Gedung MCC Kota Malang ini, terbakar hebat hingga api terlihat membumbung tinggi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun akibat peristiwa ini Badiri mengalami kerugian lebih dari Rp 100 juta.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa rumah tersebut ditempati oleh Badiri bersama istrinya, Kuwati (68), serta anaknya bernama Alfaris Subhan. Saat kejadian kebakaran itu, ketiganya berhasil menyelamatkan diri keluar dari rumah.</p>



<p>Kobaran api dengan cepat membakar seisi rumah hingga warga sekitar langsung melapor ke PMK Kota Malang dan Polsek Blimbing. Atas laporan itu, petugas Damkar Kota Malang segera tiba di lokasi kejadian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Obyek yang terbakar, merupakan rumah berlantai dua dan luasnya sekitar 12 x 20 meter persegi. Untuk titik api, berasal dari bagian tengah rumah. Kami mengerahkan 20 personel dengan 4 Unit Mobil Pemadam,&#8221; kata Kepala UPT PMK Kota Malang, Agoes Soebekti.</p>



<p>Petugas PMK Kota Malang melakukan penyemprotan ke titik-titik api agar tidak menjalar ke bangunan lainnya yang ada di sekitarnya. Untuk proses pemadaman, petugas membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan penggunaan air sebanyak 48000 liter. &#8220;Untuk kerugian sekitar Rp 150 juta,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Blimbing, Kompol Octa Panjaitan, mengatakan bahwa dugaan sementara kebakaran ini akibat korban membakar kertas di dalam rumah. &#8220;Sebelum kebakaran ini terjadi, Kuwati melihat Badiri, suaminya membakar kertas di dalam rumah. Hal itu dilakukan untuk mengusir nyamuk,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diduga, api dari bakaran kertas tersebut membesar menyambar perabotan rumah hingga terjadi kebakaran. &#8220;Kemudian tiba-tiba, Bu Kuwati melihat api sudah menyala di dalam rumah dan melihat suami nya sedang berusaha memadamkan api bersama anak nya yang bernama Alfaris. Karena api semakin besar, ketiganya segera menyelamatkan diri keluar dari rumah dan meminta tolong warga sekitar,&#8221; jelasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210909</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jember Resmikan Desa Bebas Nyamuk Program CSR Enesis Group di Desa Wringintelu</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-resmikan-desa-bebas-nyamuk-program-csr-enesis-group-di-desa-wringintelu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[enesis]]></category>
		<category><![CDATA[nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[wringintelu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210333</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, meresmikan Desa Bebas Nyamuk di Kantor Desa Wringintelu, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Selasa (04/06/2024) tadi. Hadir dalam peresmian Desa Bebas Nyamuk ini, pejabat Enesis Group, Aryo Widiwardhono, Muspika dan Kepala Desa se-Kecamatan Balung. Desa Bebas Nyamuk sendiri merupakan program kepedulian sosial perusahaan atau CSR dari Enesis Group. Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, meresmikan Desa Bebas Nyamuk di Kantor Desa Wringintelu, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Selasa (04/06/2024) tadi. Hadir dalam peresmian Desa Bebas Nyamuk ini, pejabat Enesis Group, Aryo Widiwardhono, Muspika dan Kepala Desa se-Kecamatan Balung.</p>



<p>Desa Bebas Nyamuk sendiri merupakan program kepedulian sosial perusahaan atau CSR dari Enesis Group. Dalam kesempatan ini, juga didemonstrasikan di depan para tamu yang datang, sebuah kotak bening berisi ratusan ribu nyamuk. Kemudian, tangan petugas yang sudah diolesi lotion Soffell, dimasukkan ke kotak tersebut. Hasilnya, tangan petugas itu sama sekali tidak dihinggapi nyamuk.</p>



<p>Bupati Jember, Hendy Siswanto, dalam peresmian itu terlihat takjub seraya bertepuk tangan saat menyaksikan demonstrasi itu. Dirinya pun mengajak masyarakat, untuk selalu menjaga kebersihan agar terbebas dari nyamuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pertama saya mengapresiasi kepada Enesis Group, untuk Program Desa Bebas Nyamuk ini. Sekarang musim pancaroba, efek salah satunya nyamuk banyak sekali. Oleh sebab itu, kita harus selalu menjaga kebersihan. Memastikan penyimpanan air untuk mandi itu bebas dari jentik nyamuk dan memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah kita,” kata Bupati Hendy.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Hendy juga mengajak masyarakat untuk melakukan menguras, menutup, mendaur ulang dan menggunakan pelindung dari nyamuk. Salah satunya, dengan mengoleskan lotion anti nyamuk.</p>



<p>“Saya berharap agar kegiatan ini berkelanjutan. Sebab, sekarang baru dua kecamatan yang mendapat bantuan Soffell. Padahal, kami punya 31 kecamatan dengan penduduk 2,6 juta,” tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210333</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disupport Kemenkes, Bupati Banyuwangi Luncurkan Program Desa Bebas Nyamuk Keluarga Sehat Bebas Gerak</title>
		<link>https://memontum.com/disupport-kemenkes-bupati-banyuwangi-luncurkan-program-desa-bebas-nyamuk-keluarga-sehat-bebas-gerak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2024 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[disupport]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209212</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak seluruh warga turut berperan aktif dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Didukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), diluncurkan program Desa Bebas Nyamuk Keluarga Sehat Bebas Gerak, Rabu (08/05/2024) tadi. Dalam peluncuran yang berlangsung di Kantor Kecamatan Srono, Banyuwangi, gerakan Desa Bebas Nyamuk dan Keluarga Sehat Bebas Gerak, ini dicanangkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak seluruh warga turut berperan aktif dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Didukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), diluncurkan program Desa Bebas Nyamuk Keluarga Sehat Bebas Gerak, Rabu (08/05/2024) tadi. Dalam peluncuran yang berlangsung di Kantor Kecamatan Srono, Banyuwangi, gerakan Desa Bebas Nyamuk dan Keluarga Sehat Bebas Gerak, ini dicanangkan di 15 desa di dua kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, yakni Srono dan Muncar.</p>



<p>&#8220;DBD bisa dicegah dengan bagaimana kita menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari menghilangkan genangan air yang bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk, hingga menggunakan obat anti nyamuk. Ini perlu dijadikan kebiasaan kita,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Program tersebut dilakukan, dengan melibatkan 150 kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik Nyamuk) setempat. Para kader tersebut akan dibekali materi tentang edukasi masyarakat soal bahaya nyamuk Aedes Aegypti dan menyosialisasikan cara-cara pencegahannya.</p>



<p>Program ini sendiri, didukung Kementerian Kesehatan bersama perusahaan fast moving consumer goods (FMCG), Enesis, yang berkolaborasi meningkatkan kesadaran pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Para kader juga akan memberikan secara gratis sampel lotion anti nyamuk kepada para keluarga di desa-desa sasaran.</p>



<p>Lebih dari itu, perusahaan yang memproduksi lotion anti nyamuk merek Sofell itu juga akan menggerakkan para kader untuk mendeteksi sekaligus menangani tempat-tempat yang berisiko menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.</p>



<p>Bupati Ipuk Fiestiandani dalam kesempatan itu berterima kepada Enesis Group, yang turut andil dalam menanggulangi penyakit yang disebabkan oleh nyamuk di Banyuwangi, khususnya penyakit demam berdarah. &#8220;Banyuwangi saat ini sedang dalam situasi yang perlu kerja sama berbagai pihak untuk menuntaskan kasus demam berdarah,&#8221; ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya menyebut, penanganan wabah demam berdarah akan sulit bila hanya pemerintah daerah yang bergerak. Maka dari itu, peran swasta dan warga akan terasa sangat signifikan. Apalagi, turun tangannya para kader juga bisa mendeteksi dini, apabila terdapat warga yang mengalami gejala awal demam berdarah.</p>



<p>Hal itu juga akan menghindarkan warga yang terjangkit demam berdarah pada tahap kefatalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gerakan Desa Bebas Nyamuk dan Keluarga Sehat Bebas Gerak, lanjut Bupati Ipuk, bakal kesinambungan dengan program-program yang dijalankan oleh pemerintah. Kementerian Kesehatan memiliki program pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M plus. Sementara pemerintah daerah juga memiliki program Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN).</p>



<p>&#8220;Ayo dijalankan bersama-sama gerakan-gerakan ini untuk meminimalisir risiko penyebaran kasus demam berdarah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Direktur Human Resource Legal Public Relation and Regulation Enesis Group, Bambang Cahyono, menjelaskan bahwa para kader yang dibina akan turun ke desa-desa sasaran selama sebulan. Sebanyak sepuluh kader menangani masing-masing satu desa.</p>



<p>Dua kecamatan yang menjadi sasaran program itu adalah Kecamatan Srono dan Muncar. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banyuwangi, Srono dan Muncar adalah dua desa dengan tingkat kasus demam berdarah tertinggi selama 2024. Maka dari itu, Enesis Group memilihnya sebagai sasaran gerakan Desa Bebas Nyamuk dan Keluarga Sehat Bebas Gerak.</p>



<p>Data Dinas Kesehatan menyebut, kasus demam berdarah di Banyuwangi sepanjang tahun ini mencapai 234 kasus. Sebanyak enam orang di antaranya meninggal dunia.</p>



<p>&#8220;Harapan kami, angka kasus demam berdarah bisa ditekan ke depannya. Caranya tentu melalui edukasi, deteksi, pembagian lotion antinyamuk, serta melalui gerakan 3M plus,&#8221; ujar Bambang.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, Banyuwangi merupakan daerah pertama tempat diluncurkannya gerakan Desa Bebas Nyamuk dan Keluarga Sehat Bebas Gerak. Setelah Banyuwangi, Enesis Group juga akan menjangkau daerah-daerah lain di Jatim dan luar Jatim.</p>



<p>&#8220;Untuk jangka panjang, kami berharap gerakan ini akan mengubah pola pikir warga dan membuat masyarakat lebih aware terhadap penyakit demam berdarah,&#8221; paparnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209212</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau PSN di Kelurahan Sukun, Pj Wali Kota Malang Temukan Indikasi Munculnya Sarang Nyamuk</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-psn-di-kelurahan-sukun-pj-wali-kota-malang-temukan-indikasi-munculnya-sarang-nyamuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[indikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[munculnya]]></category>
		<category><![CDATA[nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[sarang]]></category>
		<category><![CDATA[sukun]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208177</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka mencegah dan mengendalikan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau secara langsung Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), di Jalan S Supriyadi Gang 9 RT 12 RW 04, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (05/04/2024) tadi.&#160; Dalam PSN yang dilakukan tersebut, pria yang menduduki kursi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka mencegah dan mengendalikan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau secara langsung Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), di Jalan S Supriyadi Gang 9 RT 12 RW 04, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (05/04/2024) tadi.&nbsp;</p>



<p>Dalam PSN yang dilakukan tersebut, pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu, berkeliling ke masing-masing rumah warga. Bahkan, saat itu juga ditemukan adanya indikasi beberapa tempat yang menjadi sarang nyamuk.</p>



<p>“Ada banyak hal, karena memang situasi di RW 04 ini berada di sepadan sungai. Kemudian juga kondisi rumahnya, yang sehingga itu sangat memungkinkan terjadi,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika dirinya juga menemukan adanya sumur yang berada di dekat rumah warga. Hal itu, juga bisa menjadi pusat dari sarang induk nyamuk. Apalagi, di sekitar lokasi juga terdapat banyak sampah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Awalnya tadi, itu tidak memakai senter. Setelah kita memakai senter di sumur itu, nyamuk akhirnya pada langsung keluar semua. Jadi, keberadaan sumur yang tidak terawat bisa jadi sarang nyamuk dan berkembangnya nyamuk kemana-mana,” tambahnya.</p>



<p>Karena itu, Pj Wali Kota Wahyu mengimbau agar warga tetap menyadari lingkungan sekitar. Lalu, juga segera melakukan kerja bakti untuk PSN. Terlebih, saat ini curah hujan di Kota Malang terlalu tinggi.</p>



<p>“Kadang kala kita tidak sadar ada tempat yang jadi bermukimnya sarang nyamuk dan saya minta semua camat, lurah seluruh Kota Malang itu secara rutin memantau ke warganya untuk selalu mengadakan kerja bakti dan sama-sama melihat secara langsung, secara sadar yang terindikasi adanya sarang nyamuk DBD,” tuturnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, menurutnya Pemkot Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang dan Puskesmas Kota Malang, selalu akan memberikan edukasi mengenai pencegahan dari penyakit DBD tersebut. &#8220;Sehingga kita tidak perlu menunda untuk melakukan PSN, karena ketika meninjau tadi ada banyak hal yang ditemukan dari situ. Kita juga selalu mengedukasi pada warga agar mereka sadar. Karena kalau bukan dari warga situ siapa lagi. Kita selalu mengedukasi mereka,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208177</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan Angka Kasus DBD, Dinkes Lamongan Gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-angka-kasus-dbd-dinkes-lamongan-gencarkan-pemberantasan-sarang-nyamuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2024 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[pemberantasan]]></category>
		<category><![CDATA[sarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205759</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kesehatan gencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal tersebut dilakukan, untuk mencegah terjadinya penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lamongan. Terlebih, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengungkapkan Februari 2024 menjadi puncak musim hujan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kesehatan gencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal tersebut dilakukan, untuk mencegah terjadinya penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lamongan. Terlebih, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengungkapkan Februari 2024 menjadi puncak musim hujan.</p>



<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Mafidhatul Laely, mengatakan bahwa langkah ini menindaklanjuti surat edaran kewaspadaan DBD kepada seluruh Puskesmas dan kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan. &#8220;Kita membuat surat edaran untuk Puskesmas dan kecamatan di seluruh Kabupaten Lamongan. Di dalamnya, berisi imbauan gencarkan PSN dan menggiatkan 3M+(menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas). Karena, langkah itu sangat efektif membunuh nyamuk dan jentiknya,&#8221; kata Fidha-sapaan akrabnya, Rabu (07/02/2024) tadi.</p>



<p>Adapun inovasi yang dikembangkan oleh masing-masing Puskesmas untuk menerapkan 3M+, seperti halnya dilakukan oleh Puskesmas Mantup, yakni penanamanan serai. Begitupun dengan Puskesmas Turi yang mencetuskan inovasi pemeliharaan ikan cupang dimasing-masing rumah warga untuk membunuh jentik-jentik.</p>



<p>Disampaikan Fidha, program inovasi tersebut sangat berdampak signifikan dan dapat dilihat dari rendahnya angka kasus DBD di daerah tersebut. &#8220;Dampak dari menggiatkan PSN itu, sangat signifikan. Seperti contohnya daerah Turi, bahwa giat mengimbau warga memelihara ikan, berdampak pada kasus DBD yang menurun atau sedikit. Yakni, ada tiga kasus dalam setahun. Kami juga meminta agar Puskesmas daerah lain melakukan hal serupa agar dapat mencegah kasus DBD di Kabupaten Lamongan secara menyeluruh,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut data dari Dinkes Lamongan hingga awal Februari 2024, kasus DBD di Kabupaten Lamongan dilaporkan ada 23 kasus. Dengan rincian Januari ada 21 kasus dan Februari ada dua kasus. Berdasarkan perhitungan insidens rate (IR), bahwa jumlah kasus DBD dibagi jumlah penduduk dikalikan seratus ribu penduduk, jumlah kasus di Kabupaten Lamongan terhitung rendah pada 2023 IR 16/100.000 jumlah penduduk dan pada tahun 2024 IR 1,9/100.000 jumlah penduduk. Namun demikian, tetap harus dilakukan pencegahan dengan maksimal.</p>



<p>&#8220;Kasus DBD di Kabupaten Lamongan memang mengalami penurunan dari tahun 2022 tercatat ada 416 kasus, pada 2023 terdapat 193 kasus dan semoga di tahun 2024 dapat lebih terkendali lagi dan tidak ada kasus kematian,&#8221; terang Fidha.</p>



<p>Pencegahan juga dilakukan dengan fogging oleh Puskemas maupun mandiri oleh desa. Selain itu, penyelidikan epidemiologi (PE) DBD juga dilakukan untuk penderita DBD. Kegiatan PE ini meliputi penelusuran latar belakang penderita DBD, mulai dari hasil diagnosis, tempat tinggal, riwayat perjalanan, kegiatan sehari-hari yang bertujuan untuk memutus rantai kasus.</p>



<p>Fidha juga menjelaskan, banyaknya kasus DBD saat musim hujan bukan hanya disebabkan oleh habitat nyamuk di genangan air bersih. Namun, juga disebabkan oleh daya tahan tubuh yang menurun. Maka dari itu, masyarakat juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi saat musim penghujan tiba, agar imun tubuh tidak menurun. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205759</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
