<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>nyawa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/nyawa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Nov 2025 13:30:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>nyawa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perlintasan Prambanan Sleman Makan Tiga Nyawa, KA Bangunkarta Terlibat Laka dengan Mobil dan Dua Motor</title>
		<link>https://memontum.com/perlintasan-prambanan-sleman-makan-tiga-nyawa-ka-bangunkarta-terlibat-laka-dengan-mobil-dan-dua-motor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bangunkarta]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[perlintasan]]></category>
		<category><![CDATA[prambanan]]></category>
		<category><![CDATA[sleman]]></category>
		<category><![CDATA[terlibat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227417</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jogja &#8211;&#160; Kereta Api (KA) 161 Bangunkarta terlibat kecelakaan (Laka) di perlintasan wilayah Prambanan, Sleman, Selasa (04/11/2025) sekitar pukul 10.35. Kereta api jurusan Surabaya &#8211; Jakarta tersebut, terlibat Laka dengan satu unit mobil dan dua motor. Akibat dari kejadian itu, sebanyak tujuh orang menjadi korban. Diantaranya, empat penumpang mobil masih menjalani perawatan intensif di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jogja</strong> &#8211;&nbsp; Kereta Api (KA) 161 Bangunkarta terlibat kecelakaan (Laka) di perlintasan wilayah Prambanan, Sleman, Selasa (04/11/2025) sekitar pukul 10.35. Kereta api jurusan Surabaya &#8211; Jakarta tersebut, terlibat Laka dengan satu unit mobil dan dua motor.</p>



<p>Akibat dari kejadian itu, sebanyak tujuh orang menjadi korban. Diantaranya, empat penumpang mobil masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan tiga orang dari pengendara dan penumpang motor meninggal dunia.</p>



<p>Kapolsek Prambanan Sleman, Kompol Dede Setiyarto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan itu. &#8220;Terjadi Laka yang melibatkan kereta api dengan satu unit mobil dan dua unit sepeda motor,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berdasarkan data dari PT KAI Daop 6 Yogyakarta, kecelakaan itu melibatkan KA Bangunkarta jurusan Surabaya-Jakarta yang melintas dari arah timur ke barat.&nbsp; Adapun kejadian, berlangsung pada pukul 10.35&nbsp; di perlintasan JPL 320 kilometer 152 + 6/7 antara Stasiun Brambanan-Maguwo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa dalam kejadian itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. &#8220;Yang meninggal dunia ada tiga orang. Semuanya adalah pengendara motor dan yang dibonceng,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Untuk korban meninggal, ujarnya, sudah dilakukan evakuasi dan dibawa ke forensik RS Bhayangkara. Sementara itu, untuk empat korban lain yang berada di dalam satu mobil masih dirawat di rumah sakit.</p>



<p>&#8220;Empat korban yang dirawat diantaranya suami istri dan dua Balita. Suami istri dirawat di RS Bhayangkara dan yang Balita dirawat di Rumah Sakit Islam PDHI,&#8221; terangnya.</p>



<p>Ditambahkannya, saat ini polisi masih menelusuri penyebab pasti kecelakaan tersebut bersama PT KAI. &#8220;Kronologis kejadian kami masih mendalami penyebab terjadinya Laka kereta api tersebut. Kami masih kerja sama dengan PT KAI untuk menelusuri penyebab kejadian laka kereta api ini,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Kompol Dede menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan kondisi palang pintu perlintasan pada saat kejadian. &#8220;Saya kurang tahu, karena yang pasti kita masih dalami proses apakah posisi palang nutup atau tidak, kita masih dalami,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227417</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Miras Regut Nyawa, Mas Dhito Minta Peredaran Miras di Kediri Ditertibkan</title>
		<link>https://memontum.com/miras-regut-nyawa-mas-dhito-minta-peredaran-miras-di-kediri-ditertibkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ditertibkan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[peredaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224738</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meminta sikap tegas untuk penertiban peredaran minuman keras (Miras) di Kabupaten Kediri. Hal ini disampaikan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, karena prihatin terhadap peredaran Miras yang diduga oplosan dan belakangan sampai menelan korban jiwa. &#8220;Saya sudah minta Satpol PP untuk giatkan operasi,&#8221; kata Mas Dhito, Rabu (06/08/2025) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meminta sikap tegas untuk penertiban peredaran minuman keras (Miras) di Kabupaten Kediri. Hal ini disampaikan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, karena prihatin terhadap peredaran Miras yang diduga oplosan dan belakangan sampai menelan korban jiwa.</p>



<p>&#8220;Saya sudah minta Satpol PP untuk giatkan operasi,&#8221; kata Mas Dhito, Rabu (06/08/2025) tadi.</p>



<p>Untuk itu, Mas Dhito mendorong supaya Satpol PP terus menggiatkan patroli rutin. Penindakan tegas, menurutnya harus dilakukan ketika mendapati penjualan Miras tanpa izin, terlebih sampai menemukan penjualan Miras oplosan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagaimana diketahui, belum lama ini dampak Miras oplosan telah mengakibatkan tiga orang meninggal, seusai menonton acara karnaval di Kepung, akhir Juli 2025. Di tengah masih ramainya kabar itu, pada awal Agustus ini, juga muncul kejadian dua orang meninggal diduga akibat meminum Miras oplosan di tempat karaoke wilayah Kecamatan Banyakan.</p>



<p>Mas Dhito menjelaskan, terkait kejadian di Kepung, bahwa berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, menyebutkan Miras oplosan yang merenggut nyawa itu memiliki kadar alkohol hingga 96 persen. &#8220;Pemkab tentunya (untuk penertiban ini) bekerjasama dengan Polres, karena kami tidak punya kewenangan untuk melakukan penggeledahan,&#8221; tambah Mas Dhito.</p>



<p>Kegiatan patroli untuk penertiban peredaran minuman keras, akan dilakukan menyasar tempat yang diduga menjadi lokasi penjualan maupun peredaran. Selain penertiban, ditegaskan Mas Dhito, tindakan pencegahan pun harus digiatkan. &#8220;Tidak menutup kemungkinan kami juga akan masuk ke sekolah-sekolah. Kami khawatirnya Miras ini sudah masuk ke anak-anak sekolah,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224738</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Toko Kelontong Ambles dan Regut Nyawa, BPBD Kota Malang Sebut Struktur Gorong-Gorong Lemah</title>
		<link>https://memontum.com/toko-kelontong-ambles-dan-regut-nyawa-bpbd-kota-malang-sebut-struktur-gorong-gorong-lemah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[gorong-gorong]]></category>
		<category><![CDATA[kelontong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[struktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219462</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kejadian toko kelontong ambles, di Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang mengakibatkan korban jiwa, terjadi Rabu (19/02/2025) sore kemarin. Merespon kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, menyebut bahwa kejadian itu karena adanya beban berlebih di atas gorong-gorong yang melemahkan strukturnya. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kejadian toko kelontong ambles, di Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang mengakibatkan korban jiwa, terjadi Rabu (19/02/2025) sore kemarin. Merespon kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, menyebut bahwa kejadian itu karena adanya beban berlebih di atas gorong-gorong yang melemahkan strukturnya.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, Surya Adi Nugraha, menyampaikan bahwa kejadian itu berlangsung karena retakan yang muncul semakin parah akibat hujan deras yang terjadi karena peningkatan debit air. Kemudian, juga ditambah dengan keberadaan truk yang sempat parkir di atasnya.</p>



<p>&#8220;Gorong-gorong ambles, karena tidak mampu menopang bangunan yang berada di atasnya. Sehingga mengakibatkan kejadian itu terjadi dan satu korban meninggal,&#8221; kata Surya, Kamis (20/02/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa menurut keterangan saksi, korban berada di dalam kamar mandi saat bangunan mendadak ambles. Hingga akhirnya korban terseret arus air yang deras.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Pada saat kejadian, korban berada di dalam kamar mandi. Tiba-tiba bangunan itu bergerak kemudian ambles, setelah itu korban tidak ditemukan di tempat,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dari kejadian tersebut, BPBD Kota Malang juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahaan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang untuk menindaklanjuti. Termasuk, juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan.</p>



<p>&#8220;Satu kepala keluarga (KK) dengan enam jiwa terdampak akibat peristiwa ini dan tidak dapat berjualan sementara waktu,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, peristiwa toko kelontong ambles tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat kejadian itu, penjaga toko yaitu M Qoid (30) warga asal Pamekasan, Madura, hanyut ke sungai dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir Sungai Irigasi, Kalianyar atau Sungai Mergan, Jalan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang pukul 17.00 WIB. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219462</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Pekerja Tol Probolinggo-Banyuwangi Kehilangan Nyawa, Diduga Akibat Tersengat Listrik</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-pekerja-tol-probolinggo-banyuwangi-kehilangan-nyawa-diduga-akibat-tersengat-listrik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Dec 2023 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo-banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[tersengat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203097</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang pekerja pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) mengalami kecelakaan kerja. Bahkan akibat kejadian ini, korban yang bekerja di bagian safety dan mobilisasi itu meninggal dunia, Jumat (08/12/2023) siang. Pekerja tersebut, diduga kehilangan nyawanya seusai tersengat aliran listrik saat melakulan pengawalan mobilisasi kendaraan alat berat. Korban teridentifikasi bernama Abib Yanuar (20), warga Desa Kraton, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Seorang pekerja pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) mengalami kecelakaan kerja. Bahkan akibat kejadian ini, korban yang bekerja di bagian safety dan mobilisasi itu meninggal dunia, Jumat (08/12/2023) siang.</p>



<p>Pekerja tersebut, diduga kehilangan nyawanya seusai tersengat aliran listrik saat melakulan pengawalan mobilisasi kendaraan alat berat. Korban teridentifikasi bernama Abib Yanuar (20), warga Desa Kraton, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Korban mengalami kecelakaan kerja, saat berada di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Kapolsek Krejengan, Iptu Marudji, mengatakan bahwa kecelakaan kerja tersebut terjadi sekitar pukul 11.00. Saat itu, korban sedang melakukan pengawalan mobilisasi terhadap alat berat kendaraan Truk Tronton Nopol W 8029 UR bermuatan buldozer yang dikemudikan oleh Agung.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Buldozernya itu diangkut dari KM STA 6800 ke STA 7075,&#8221; ujarnya, Sabtu (09/12/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, tambahnya, setelah sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tepatnya di Gapura Desa Sentong, terdapat kabel listrik yang menyangkut. Saat itu, korban kemudian mengangkat kabel tersebut ke atas menggunakan kayu agar tidak tersangkut ke buldozer. Pada saat yang bersamaan, korban langsung terjatuh dan diduga akibat tersengat aliran listrik.</p>



<p>&#8220;Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Waluyojati Kraksaan. Saat korban dievakuasi ke RSUD Waluyojati, korban masih sadarkan diri. Namun sayangnya, korban akhirnya menghembuskan napas terakhirnya sesaat setelah sampai di RSDUD Waluyojati,&#8221; jelas Kapolsek. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203097</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalur Pantura Probolinggo-Situbondo Makan Dua Nyawa, Bus Jurusan Bali Tabrak Pohon dan Terguling</title>
		<link>https://memontum.com/jalur-pantura-probolinggo-situbondo-makan-dua-nyawa-bus-jurusan-bali-tabrak-pohon-dan-terguling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2023 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[jurusan]]></category>
		<category><![CDATA[nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pantura]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo-situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tabrak]]></category>
		<category><![CDATA[terguling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200664</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Bus Madu Kismo jurusan Bali, Nopol K 1567 DM yang dikemudikan Achmad Muda (45), warga Desa Talaga, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami kecelakaan di Jalur Pantura Probolinggo-Situbondo, tepatnya di Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Senin (30/10/2023) dini hari. Akibat kecelakaan tersebut, dua penumpang bus meninggal dunia. Informasi yang dihimpun, bahwa insiden tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Bus Madu Kismo jurusan Bali, Nopol K 1567 DM yang dikemudikan Achmad Muda (45), warga Desa Talaga, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami kecelakaan di Jalur Pantura Probolinggo-Situbondo, tepatnya di Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Senin (30/10/2023) dini hari. Akibat kecelakaan tersebut, dua penumpang bus meninggal dunia.</p>



<p>Informasi yang dihimpun, bahwa insiden tersebut bermula saat Bus Madu Kismo melaju dari arah Barat ke Timur sekitar pukul 02.30. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga pengemudi kurang konsentrasi saat melihat seseorang yang diduga Orang Dalam Gangguang Jiwa (ODGJ) berada di bahu jalan.</p>



<p>&#8220;Seketika itu, pengemudi membanting setir ke arah kiri untuk menghindari ODGJ. Itu informasi yang kami dapatkan di TKP. Sehingga kendaraan turun ke bahu jalan dan menabrak pohon yang berada di sebelah Utara jalan hingga terguling,&#8221; kata Kasatlantas Polres Probolinggo, Iptu Karnoto.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Akibat kecelakaan tersebut, dua dari 33 penumpang meninggal dunia. Identitas korban meninggal, yaitu bernama Supriyanto (41), asal Desa Wotan, Kabupaten Pati dan Sumitro (39) asal Desa Sukolilo, Kecamatan Pati, Jawa Tengah. Kedua korban, kemudian dievakuasi ke Kamar Mayat RSUD Waluyojati Kraksaan.</p>



<p>Sedangkan, juga ada enam penumpang lainnya mengalami luka ringan dan dievakuasi ke Rumah Sakit Rizani Paiton. &#8220;Korban sudah dievakuaai ke Kamar Mayat Waluyojati Kraksaan, sedangkan yang luka ringan dilarikan ke Rumah Sakit Rizani Paiton,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Saat ini, petugas kepolisian sedang mengevakuasi bus agar tidak terjadi kemacetan di Jalur Pantura Paiton. Kami evakuasi menggunakan mobil derek ke Kantor Pos Lantas yang berada di Semberlele Kraksaan agar tidak terjadi kemacetan di jalan sekitar TKP,&#8221; tambahnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200664</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Laka Beruntun Libatkan Tiga Kendaraan di Probolinggo, Tiga Nyawa Melayang</title>
		<link>https://memontum.com/laka-beruntun-libatkan-tiga-kendaraan-di-probolinggo-tiga-nyawa-melayang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 04:02:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[beruntun]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Laka]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[melayang]]></category>
		<category><![CDATA[nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194702</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Desa Gending, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Selasa (01/08/2023) pagi. Adapun kendaraan yang terlibat, yakni mini bus Toyota Avanxa warna merah P 1846 AN, Truk Box S 8016 NJ dan motor Honda beat N 6455 QN. Akibat peristiwa naas itu, tiga orang dilaporkan meninggal. Yaitu, pemotor Honda Beat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Desa Gending, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Selasa (01/08/2023) pagi. Adapun kendaraan yang terlibat, yakni mini bus Toyota Avanxa warna merah P 1846 AN, Truk Box S 8016 NJ dan motor Honda beat N 6455 QN.</p>



<p>Akibat peristiwa naas itu, tiga orang dilaporkan meninggal. Yaitu, pemotor Honda Beat dan dua korban merupakan pengemudi dan penumpang mini bus Toyota Avanza.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Laka Beruntun Libatkan Tiga Kendaraan di Probolinggo, Tiga Nyawa Melayang" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/l2DxCvmWiVc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>&#8220;Saat kejadian, posisi saya sedang berada di samping (sopir, red) lagi tidur. Karena awalnya, saya yang nyetir (Truk Box). Tapi, kemudian diganti teman saya. Dan, alhamdulillah teman saya selamat dan saya cuma bagian kaki luka,&#8221; kata sopir truk box, Edy.</p>



<p>Sementara itu, Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Sapari, membenarkan mengenai kejadian itu. Hanya saja, untuk kronologis pasti, pihaknya masih melakukan olah TKP.</p>



<p>&#8220;Setelah di TKP, kami berikutnya fokus ke evakuasi korban ke kamar mayat menggunakan mobil ambulan. Mohon waktu untuk kronologi dan data-data lainnya. Karena kami juga masih mengurai kemacetan dan pemindahan kendaraan yang terlibat Laka,&#8221;&nbsp;<strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194702</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
