<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>nyepi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/nyepi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Mar 2026 12:19:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>nyepi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi, Wali Kota Malang Tekankan Toleransi Umat Beragama</title>
		<link>https://memontum.com/pawai-ogoh-ogoh-jelang-nyepi-wali-kota-malang-tekankan-toleransi-umat-beragama</link>
					<comments>https://memontum.com/pawai-ogoh-ogoh-jelang-nyepi-wali-kota-malang-tekankan-toleransi-umat-beragama#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Ogoh-Ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231115</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka sekaligus memberangkatkan pawai ogoh-ogoh dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, di Lapangan Rampal, Rabu (18/03/2026) tadi. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Wahyu menekankan pentingnya menjaga toleransi beragama, terutama karena perayaan Nyepi tahun ini bertepatan dengan Bulan Ramadan. Menurutnya, kedua momentum keagamaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka sekaligus memberangkatkan pawai ogoh-ogoh dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, di Lapangan Rampal, Rabu (18/03/2026) tadi.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Wahyu menekankan pentingnya menjaga toleransi beragama, terutama karena perayaan Nyepi tahun ini bertepatan dengan Bulan Ramadan. Menurutnya, kedua momentum keagamaan tersebut memiliki kesamaan nilai, yakni pengendalian diri, disiplin, serta menahan hawa nafsu.</p>



<p>“Ada satu hakikat yang sama, yaitu pengendalian diri, pengendalian hawa nafsu, toleransi, dan disiplin. Ini menjadi bentuk toleransi beragama yang baik,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya menilai, keberagaman yang berjalan harmonis di Kota Malang menjadi contoh positif. Bahkan, praktik toleransi tersebut disebut mendapat apresiasi dari Presiden RI.</p>



<p>“Ini menjadi bentuk toleransi beragama yang baik di Kota Malang dan juga diapresiasi oleh Bapak Presiden,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Wali Kota Wahyu juga mengimbau masyarakat untuk saling menghormati, khususnya kepada umat Hindu yang akan menjalankan Catur Brata Penyepian. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling menjaga dan menghormati. Toleransi harus terus dijaga,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, N G Made Wartana, menjelaskan bahwa rangkaian Nyepi telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya, salah satunya melalui ritual Jalanidhi. Kemudian, melaksanakan Tawur Agung Kesanga sebagai bagian dari penyelarasan diri dan alam semesta. Dalam prosesi tersebut, ogoh-ogoh menjadi simbol energi negatif yang ada dalam kehidupan manusia.</p>



<p>“Ogoh-ogoh itu melambangkan energi negatif. Saat diarak, diyakini menyerap hal-hal buruk, kemudian setelah itu akan dipralina atau dibakar sebagai simbol pembersihan,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, pelaksanaan ogoh-ogoh di pusat kota memiliki makna tersendiri, yakni sebagai titik netralisasi berbagai energi negatif yang berasal dari aktivitas manusia. “Pusat kota itu pusat aktivitas, maka di situlah simbol penetralisirannya dilakukan,” ucapnya.</p>



<p>Untuk puncak perayaan Nyepi ditandai dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yang meliputi tidak menyalakan api (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), dan tidak menikmati hiburan (Amati Lelanguan).</p>



<p>“Ini adalah momen kontemplasi, introspeksi diri, untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pawai-ogoh-ogoh-jelang-nyepi-wali-kota-malang-tekankan-toleransi-umat-beragama/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231115</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan Nyepi, Menkue Ajak Refleksi Perkuat Tugas Pengelolaan Keuangan Negara</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-nyepi-menkue-ajak-refleksi-perkuat-tugas-pengelolaan-keuangan-negara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[menkue]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengajak seluruh jajaran pegawai Hindu Kementerian Keuangan untuk menjadikan Hari Raya Nyepi sebagai ruang jeda guna memperkuat kesadaran spiritual dan moral dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan negara. Hal itu disampaikannya, saat memberikan sambutan pada Puncak Acara Dharma Santi Nyepi Kementerian Keuangan Tahun Saka 1947, secara daring, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengajak seluruh jajaran pegawai Hindu Kementerian Keuangan untuk menjadikan Hari Raya Nyepi sebagai ruang jeda guna memperkuat kesadaran spiritual dan moral dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan negara. Hal itu disampaikannya, saat memberikan sambutan pada Puncak Acara Dharma Santi Nyepi Kementerian Keuangan Tahun Saka 1947, secara daring, Kamis (15/05/2025) tadi.</p>



<p>“Di dalam Nyepi, ada makna keheningan yang membuat kita mampu melakukan jeda, mendengar sesuatu yang tidak disuarakan, tapi justru sangat bermakna, suara hati kita sendiri,” kata Menkeu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menegaskan, bahwa makna Nyepi sangat relevan dalam konteks pengelolaan keuangan negara yang kini menghadapi tekanan geopolitik, perubahan iklim dan tantangan ekonomi. “Saya berharap (melalui refleksi perayaan Hari Raya Nyepi) bisa mendapatkan semangat baru, kekuatan pikiran, kekuatan fisik dan batin, untuk kita menjalankan tanggung jawab mengelola keuangan negara,” tambah Menkeu.</p>



<p>Menkeu Sri Mulyani juga mengingatkan, pentingnya nilai-nilai Kementerian Keuangan untuk senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai Kementerian Keuangan harap terus diinternalisasi, dimasukkan ke dalam hati dan pikiran dan dicerminkan dalam tindakan, ucapan, serta perbuatan oleh seluruh pegawai Kementerian Keuangan dimanapun berada.</p>



<p>“Ini adalah wujud ibadah kita dalam menjalankan pelayanan kepada Sang Maha Kuasa,” terang Menkeu. <strong>(kom/keu/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Hari Suci Nyepi, Umat Hindu Banyuwangi Gelar Pawai Budaya dengan Suguhkan Puluhan Ogoh-ogoh</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-hari-suci-nyepi-umat-hindu-banyuwangi-gelar-pawai-budaya-dengan-suguhkan-puluhan-ogoh-ogoh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Ogoh-Ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220502</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Ribuan Umat Hindu di Banyuwangi menggelar pawai budaya dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Sabtu (22/03/2035) tadi. Parade yang dipusatkan di RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, itu menampilkan puluhan Ogoh-ogoh berbagai bentuk dan ukuran. Patung besar yang melambangkan Bhuta Kala atau sifat negatif pada manusia dan alam semesta, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Ribuan Umat Hindu di Banyuwangi menggelar pawai budaya dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Sabtu (22/03/2035) tadi. Parade yang dipusatkan di RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, itu menampilkan puluhan Ogoh-ogoh berbagai bentuk dan ukuran.</p>



<p>Patung besar yang melambangkan Bhuta Kala atau sifat negatif pada manusia dan alam semesta, itu diarak oleh pemuda Hindu (Yowana) dari berbagai Sekaa Teruna Teruni (STT) yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Kreasi Ogoh-ogoh yang dipamerkan juga dibuat oleh mereka, mulai dari bentuk raksasa yang menyeramkan hingga tokoh mitologi lain. Termasuk, iringan ritmis Gamelan Bali menambah semarak suasana pawai.</p>



<p>Pawai Budaya Umat Hindu ini, pun menyedot perhatian warga Banyuwangi dari berbagai suku dan agama yang memadati sepanjang rute pawai. &#8220;Pawai Ogoh-ogoh bukan sekedar atraksi budaya, tetapi juga cerminan kekayaan adat dan semangat toleransi yang tumbuh subur di Kabupaten Banyuwangi. Ini adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama,&#8221; kata Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendukung kegiatan keagamaan dan budaya bagi seluruh masyarakat, sebagai bagian dari upaya menjaga keberagaman dan mempererat persatuan. &#8220;Meskipun bertepatan dengan Bulan Puasa, pawai ini tetap berlangsung. Ini menunjukkan toleransi antar masyarakat di Kabupaten Banyuwangi, yang berjalan baik dan saling menghargai satu sama lain,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PHDI Banyuwangi, Sardiyanto, mengatakan bahwa Pawai Budaya Hindu tersebut diikuti 3 ribu Umat Hindu yang tersebar di wilayah Kecamatan Purwoharjo dan Bangorejo, serta Umat Hindu dari Kampung Bali, Patoman.</p>



<p>Pawai ogoh-ogoh juga merupakan bagian dari upacara Tawur Kesanga. &#8220;Ogoh-ogoh ini merupakan simbol Bhuta Kala atau energi negatif yang perlu dinetralisir sebelum memasuki Hari Suci Nyepi dengan Catur Brata Penyepian. Setelah diarak, Ogoh-ogoh ini akan dicairkan atau dibakar sebagai simbol penyucian diri dan alam semesta,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Setelah pawai selesai, Umat Hindu akan melanjutkan persiapan Hari Suci Nyepi, Senin (29/03/2025) dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Yakni, Amati Geni (tidak menyalakan api atau lampu), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian) dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220502</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rangkaian Perayaan Nyepi, Ribuan Umat Hindu Lakukan Ngembak Geni dan Dharma Santi</title>
		<link>https://memontum.com/rangkaian-perayaan-nyepi-ribuan-umat-hindu-lakukan-ngembak-geni-dan-dharma-santi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[ngembak]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[rangkaian]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204998</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ribuan Umat Hindu Kota Malang, memadati Candi Badut, Kota Malang, untuk merayakan rangkaian penutupan dari perayaan Nyepi, Selasa (12/03/2024) tadi. Dalam rangkaian tersebut, dilakukan Ngembak Geni dan Dharma Santi. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, I Made Wartana, menyampaikan bahwa ngembak geni sendiri mempunyai makna untuk menghidupkan api kembali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ribuan Umat Hindu Kota Malang, memadati Candi Badut, Kota Malang, untuk merayakan rangkaian penutupan dari perayaan Nyepi, Selasa (12/03/2024) tadi. Dalam rangkaian tersebut, dilakukan Ngembak Geni dan Dharma Santi.</p>



<p>Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, I Made Wartana, menyampaikan bahwa ngembak geni sendiri mempunyai makna untuk menghidupkan api kembali atau sudah bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala. Namun, tentunya dengan nilai-nilai spiritual yang berbeda.</p>



<p>“Di sini umat berkumpul semua setelah selesai melaksanakan rangkaian Nyepi, dengan keyakinan melakukan sembahyangan terlebih dahulu, kemudian peningkatan spiritual yang berbasis ritual untuk menerima berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Lalu, kita akan saling bermaaf-maafan dan bersuka ria,” jelas I Made Wartana.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa dalam perayaan Nyepi itu juga menjadi Tri Hita Karana, atau tiga penyebab kebahagiaan. Yakni, mencakup hubungan dengan Tuhan (Parahyangan), kemudian hubungan dengan sesama manusia (Pawongan) dan hubungan dengan alam (Palemahan).</p>



<p>“Tri Hita Karana itu dijalankan oleh Umat Hindu melalui perayaan Nyepi ini secara prima. Jadi untuk mengharmoni ketiga unsur tersebut,” ucapnya.</p>



<p>Sebelum dilakukan perayaan Ngembak Geni, sebelumnya para Umat Hindu telah melakukan beragam rangkaian. Diantaranya, mulai dari Melasti, Tawur Kesanga hingga Ngembak Geni.</p>



<p>“Melasti itu sendiri kita melakukan persembahyangan di laut karena laut adalah sumber mata air. Tawur Kesanga itu untuk harmoni alam semesta dan segala isinya, yang filosofinya tentu harus menjaga kelestarian alam,” ujarnya.</p>



<p>Di akhir, Made Wartana juga menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama. Sebab, perayaan Nyepi kali ini bersamaan dengan puasa Ramadan yang dijalankan oleh umat muslim. Sehingga, diharapkan semangat toleransi antarumat terus dijunjung tinggi dan dapat terus menjaga harmoni, serta kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204998</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Yuhronur Hadiri Pawai Ogoh-ogoh Penuh Toleransi dan Keharmonisan di Desa Balun</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-yuhronur-hadiri-pawai-ogoh-ogoh-penuh-toleransi-dan-keharmonisan-di-desa-balun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Mar 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Yuhronur]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Ogoh-Ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai Ogoh-ogoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185540</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh yang merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1945, di Desa Balun, Kecamatan Turi, Rabu (22/03/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya mengatakan bahwa Pawai Ogoh-ogoh yang masuk dalam kalender event Kabupaten Lamongan 2023, ini merupakan bentuk masyarakat yang penuh toleransi dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh yang merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1945, di Desa Balun, Kecamatan Turi, Rabu (22/03/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya mengatakan bahwa Pawai Ogoh-ogoh yang masuk dalam kalender event Kabupaten Lamongan 2023, ini merupakan bentuk masyarakat yang penuh toleransi dan keharmonisan.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan tahun ke depan akan terus bisa dilaksanakan dengan tambah baik. Ini sekaligus kita menunjukkan tidak hanya kepada masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia bahwa ada Desa Balun, yang di dalamnya masyarakatnya penuh toleransi hingga keharmonisan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Masih menurut Bupati Yuhronur, Pawai Ogoh-ogoh memiliki makna filosofi selayaknya Idul Fitri yang membuat masyarakat muslim kembali ke Fitri (tanpa dosa). &#8220;Punya makna filosofi yang sangat dalam, pada Pawai Ogoh-ogoh ini. Karena, ini membakar segala sifat-sifat negatif, keangkaramurkaan, kesombongan dan hal-hal yang buruk di dalam diri manusia. Sehingga setelah Hari Raya Nyepi ini, berarti kembali menjadi fitri (bersih), layaknya masyarakat muslim yang merayakan hari raya idul Fitri,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-pasuruan-gelar-salat-id-bersama-ribuan-umat-muslim-di-masjid-agung-bangil">Bupati Pasuruan Gelar Salat Id bersama Ribuan Umat Muslim di Masjid Agung Bangil</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-malang-bersama-opd-salat-idul-fitri-di-masjid-jami-baiturahman-kepanjen">Bupati Malang bersama OPD Salat Idul Fitri di Masjid Jami Baiturahman Kepanjen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-611-wbp-lapas-kelas-1-malang-terima-remisi-khusus-hari-raya-idul-fitri">1.611 WBP Lapas Kelas 1 Malang Terima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-rio-salat-id-dan-berlebaran-di-desa-terpencil-wilayah-banyuglugur-situbondo">Bupati Rio Salat Id dan Berlebaran di Desa Terpencil Wilayah Banyuglugur Situbondo</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gereja-kayutangan-kota-malang-buka-halaman-untuk-pelaksanaan-salat-id">Gereja Kayutangan Kota Malang Buka Halaman untuk Pelaksanaan Salat Id</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, salah satu pemangku di Pura Sweta Maha Suci, Tadi, bahwa tahun ini jumlah Ogoh-ogoh dalam pawai merupakan jumlah terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan, dilakukan dengan toleransi antar umat dan dari 13 Ogoh-ogoh yang diarak, sembilan diantaranya merupakan hasil karya kelompok.</p>



<p>&#8220;Kalau Umat Hindu sendiri membuat 4 Ogoh-ogoh dan yang 9 itu dari kelompok masyarakat luar. Saya katakan kelompok masyarakat, karena di situ campuran. Ada yang Kristen, ada yang Muslim,  dan kelompok-kelompok seperti grup LA Mania, grup pesilat-pesilat, grup kelompok warung-warung itu banyak yang buat. Itu pun, kami tidak mengajak ataupun memberikan biaya, namun melalui swadaya sendiri. Itulah toleransi yang ada di Desa Balun,&#8221; ucap Tadi.<strong> (zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185540</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hormati Nyepi, Warga Desa di Blitar Tak Gunakan Pengeras Suara saat Pertama Tarawih</title>
		<link>https://memontum.com/hormati-nyepi-warga-desa-di-blitar-tak-gunakan-pengeras-suara-saat-pertama-tarawih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Mar 2023 02:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[kota blitar]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat Terawih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185403</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Tahun ini Hari Raya Nyepi bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Salat tarawih Bulan Ramadan, Rabu (22/03/2023) besok. Masyarakat di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, pun masih terjaga hingga kini untuk toleransinya. Hal ini, terlihat saat sebagian warganya merayakan Nyepi, dimana seluruh masjid dan musala tidak akan menggunakan pengeras suara mulai pelaksanaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Tahun ini Hari Raya Nyepi bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Salat tarawih Bulan Ramadan, Rabu (22/03/2023) besok. Masyarakat di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, pun masih terjaga hingga kini untuk toleransinya. Hal ini, terlihat saat sebagian warganya merayakan Nyepi, dimana seluruh masjid dan musala tidak akan menggunakan pengeras suara mulai pelaksanaan adzan Subuh hingga Isya dan saat pelaksanaan tarawih di hari pertama. Hal tersebut, diungkapkan Kepala Desa Pasirharjo, Chusana.</p>



<p>&#8220;Untuk menghormati warga Hindu melaksanakan Nyepi, untuk adzan tidak memakai corong. Dimulai sejak Subuh sampai Isya. Termasuk saat pelaksanaan Tarawih pada hari pertama dan di hari Rabu nanti, warga menjaga lingkungannya agar tidak membunyikan sound dan musik-musikan,&#8221; kata Chusana, Selasa (21/03/2023) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut Chusana menyampaikan, meski agama Hindu bukan mayoritas agama yang dianut warga setempat, namun toleransi telah dipegang teguh seluruh masyarakat Desa Pasirharjo. &#8220;Kebiasaan ini telah dilakukan warganya sejak lama,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-pasuruan-gelar-salat-id-bersama-ribuan-umat-muslim-di-masjid-agung-bangil">Bupati Pasuruan Gelar Salat Id bersama Ribuan Umat Muslim di Masjid Agung Bangil</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-malang-bersama-opd-salat-idul-fitri-di-masjid-jami-baiturahman-kepanjen">Bupati Malang bersama OPD Salat Idul Fitri di Masjid Jami Baiturahman Kepanjen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-611-wbp-lapas-kelas-1-malang-terima-remisi-khusus-hari-raya-idul-fitri">1.611 WBP Lapas Kelas 1 Malang Terima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-rio-salat-id-dan-berlebaran-di-desa-terpencil-wilayah-banyuglugur-situbondo">Bupati Rio Salat Id dan Berlebaran di Desa Terpencil Wilayah Banyuglugur Situbondo</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gereja-kayutangan-kota-malang-buka-halaman-untuk-pelaksanaan-salat-id">Gereja Kayutangan Kota Malang Buka Halaman untuk Pelaksanaan Salat Id</a></li>
</ul>


<p>Chusana menambahkan, tidak hanya soal pengeras suara di masjid dan musala, namun semua kegiatan masyarakat yang berpotensi mengganggu kekhusukan umat Hindu dalam menjalankan ibadah Nyepi, juga dihentikan sementara. &#8220;Semua kegiatan yang mengganggu kekhusukan umat Hindu dalam menjalankan ibadah dihentikan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Chusana menambahkan, hal ini adalah kesadaran dari masyarakat sendiri. Bahkan, warga yang beragama non Hindu ikut menjaga keamanan Pura dan permukiman warga Hindu.</p>



<p>&#8220;Tradisi ini merupakan kesadaran warga masyarakat. Artinya tidak ada paksaan,&#8221; papar Kepala Desa Pasirharjo.</p>



<p>Di Desa Pasirharjo Kecanatan Talun Kabupaten Blitar ada 399 warga yang beragama Hindu. Mereka terdiri dari 180 kepala keluarga. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nyepi di Kabupaten Blitar, Tiadakan Pengeras Suara saat Adzan dan Liburkan Kegiatan Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/nyepi-di-kabupaten-blitar-tiadakan-pengeras-suara-saat-adzan-dan-liburkan-kegiatan-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2022 11:25:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=164877</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Pada perayaan Hari Nyepi, toleransi antar umat beragama ditunjukkan warga masyarakat Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Meski Agama Hindu bukan mayoritas agama yang dianut warga setempat, namun toleransi telah dipegang teguh seluruh masyarakat Desa Pasirharjo. Tidak seperti hari-hari biasa, dalam perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1944, Kamis (03/03/2022) tadi, suasana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Pada perayaan Hari Nyepi, toleransi antar umat beragama ditunjukkan warga masyarakat Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Meski Agama Hindu bukan mayoritas agama yang dianut warga setempat, namun toleransi telah dipegang teguh seluruh masyarakat Desa Pasirharjo.</p>



<p>Tidak seperti hari-hari biasa, dalam perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1944, Kamis (03/03/2022) tadi, suasana sepi sangat terasa di Desa Pasirharjo atau saat umat Hindu menjalankan Catur Berata Penyepian.</p>



<p>Kepala Desa Pasirharjo Chusana, mengatakan bahwa kebiasaan ini telah dilakukan warganya sejak lama. Bahkan, Umat Muslim yang menjadi agama mayoritas di Desa Pasirharjo, meniadakan pengeras suara adzan saat Nyepi.</p>



<p>Begitu pula, tambahnya, dengan kegiatan masyarakat yang berpotensi</p>



<p>mengganggu kekhusukan umat Hindu dalam menjalankan ibadah juga dihentikan sementara. &#8220;Di desa kami ada 350 orang penganut agama Hindu. Selama mereka menjalankan peribadatan Nyepi, tradisi atau kebiasaan di desa kami memang pengeras suara adzan dan kegiatan lain yang berpotensi menganggu kekhusukan ditiadakan,&#8221; kata Chusana, Kamis (03/03/2022).</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-pasuruan-gelar-salat-id-bersama-ribuan-umat-muslim-di-masjid-agung-bangil">Bupati Pasuruan Gelar Salat Id bersama Ribuan Umat Muslim di Masjid Agung Bangil</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-malang-bersama-opd-salat-idul-fitri-di-masjid-jami-baiturahman-kepanjen">Bupati Malang bersama OPD Salat Idul Fitri di Masjid Jami Baiturahman Kepanjen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-611-wbp-lapas-kelas-1-malang-terima-remisi-khusus-hari-raya-idul-fitri">1.611 WBP Lapas Kelas 1 Malang Terima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-rio-salat-id-dan-berlebaran-di-desa-terpencil-wilayah-banyuglugur-situbondo">Bupati Rio Salat Id dan Berlebaran di Desa Terpencil Wilayah Banyuglugur Situbondo</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gereja-kayutangan-kota-malang-buka-halaman-untuk-pelaksanaan-salat-id">Gereja Kayutangan Kota Malang Buka Halaman untuk Pelaksanaan Salat Id</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut Chusana menyampaikan, kebiasaan tersebut, merupakan kesadaran warga masyarakat. Artinya, tidak ada paksaan atau himbauan khusus.</p>



<p>&#8220;Hal ini adalah kesadaran dari masyarakat sendiri. Selain itu, warga kami yang beragama non Hindu bahkan ikut menjaga keamanan Pura dan permukiman warga Hindu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sebelum dilaksanakan Catur Berata Penyepian, pada Rabu (02/03/2022) kemarin, umat Hindu di Desa Pasirharjo menggelar Upacara Tawur Kesanga. Yaitu, upacara mengarak dan membakar ogoh-ogoh.</p>



<p>Perayaan Hari Raya Nyepi di Desa Pasirharjo, akan ditutup dengan Persembahyangan Gembak Geni di Pura desa setempat, Jumat (04/03/2022) besok. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164877</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nyepi, TNBTS Sterilkan Bromo</title>
		<link>https://memontum.com/nyepi-tnbts-sterilkan-bromo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Mar 2019 11:37:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[TNBTS Sterilkan Bromo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=80127</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang&#8212;&#8211;Menghormati umat Hindu yang menjalankan Catur Bratha Penyepian Tahun Baru Saka 1941 &#8211; 2019 Masehi, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengeluarkan surat pemberitahuan nomor PG01/T.8/TU/TU.3/DTN/2/2019, terkait penutupan total kawasan Gunung Bromo selama Hari Raya Nyepi. Disebutkan, kawasan Bromo akan ditutup mulai Kamis (7/3/2019) pukul 05.00 WIB sampai dengan Jumat (8/3/2019) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang&#8212;&#8211;</strong>Menghormati umat Hindu yang menjalankan Catur Bratha Penyepian Tahun Baru Saka 1941 &#8211; 2019 Masehi, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengeluarkan surat pemberitahuan nomor PG01/T.8/TU/TU.3/DTN/2/2019, terkait penutupan total kawasan Gunung Bromo selama Hari Raya Nyepi.</p>
<p>Disebutkan, kawasan Bromo akan ditutup mulai Kamis (7/3/2019) pukul 05.00 WIB sampai dengan Jumat (8/3/2019) pukul 05.00 WIB. Penutupan berlangsung selama 24 jam. Penutupan berlaku untuk seluruh jalur wisata menuju Kawasan Wisata Gunung Bromo. Diantaranya pintu masuk Cemorolawang RPTN Wilayah Tengger Laut Pasir, pintu masuk Wonokitri RPTN Wilayah Gunung Penanjakan, dan pintu masuk Coban Trisula RPTN Wilayah Coban Trisula.</p>
<p><div id="attachment_80130" style="width: 410px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/WhatsApp-Image-2019-03-03-at-18.13.27-e1551613049818.jpeg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-80130" decoding="async" class="size-full wp-image-80130" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/WhatsApp-Image-2019-03-03-at-18.13.27-e1551613049818.jpeg?resize=400%2C533&#038;ssl=1" alt="Surat pemberitahuan TNBTS" width="400" height="533" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-80130" class="wp-caption-text">Surat pemberitahuan TNBTS</p></div></p>
<p>Agar tak kecele, wisatawan diimbau supaya tidak nekat pergi menuju Bromo pada hari tersebut. Wisatawan bisa kembali berkunjung ke Bromo pasca Nyepi. “Kami imbau pada masyarakat yang akan berwisata ke Bromo pada 7-8 Maret nanti, supaya membatalkannya. Bisa diundur setelah Nyepi, atau 8 Maret setelah pukul 5 pagi,” terang Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie, dalam keterangan resminya.</p>
<p>Kenedie menambahkan, penutupan kawasan Bromo pada saat Nyepi bukan hal baru. Tahun-tahun sebelumnya, hal yang sama juga diberlakukan. Penutupan sementara Bromo ini, semata-mata sebagai bentuk penghormatan bagi umat Hindu yang menjalankan Catur Bratha Penyepian. Biasanya, umat Hindu dari sejumlah daerah di Jawa Timur akan melaksanakan Catur Bratha Penyepian di Pura Luhur Poten yang lokasinya berada tepat di sisi Gunung Bromo. (adn/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">80127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Malang Tingkatkan Pengamanan Hari Raya Nyepi di Tempat Ibadah, Perkantoran dan Tempat Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/polres-malang-tingkatkan-pengamanan-hari-raya-nyepi-di-tempat-ibadah-perkantoran-dan-tempat-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2018 12:36:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[pengamanan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/32021-polres-malang-tingkatkan-pengamanan-hari-raya-nyepi-di-tempat-ibadah-perkantoran-dan-tempat-wisata</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Jajaran Polres Malang di hari raya Nyepi meningkatkan pengamanan untuk memberikan jaminan keamanan bagi umat Hindu dalam melaksanakan ritual keagamaan &#8220;nyepi&#8221;. Ini sebagai wujud kepedulian polisi dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kompol Sunardi Riyono, Kabag Ops Polres Malang, menerangkan bahwa maksud dan tujuan patroli saat hari libur nasional adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Jajaran Polres Malang di hari raya Nyepi meningkatkan pengamanan untuk memberikan jaminan keamanan bagi umat Hindu dalam  melaksanakan ritual keagamaan  &#8220;nyepi&#8221;. Ini sebagai wujud kepedulian polisi dalam memberikan rasa  aman dan nyaman kepada masyarakat.</p>
<p>Kompol Sunardi Riyono, Kabag Ops Polres Malang, menerangkan bahwa maksud dan tujuan patroli saat hari libur nasional adalah untuk menjaga agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Selain itu juga untuk memberi rasa aman dan nyaman warga masyarakat yang sedang melaksanakan liburan berwisata bersama keluarganya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180317-WA0134-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-32022" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180317-WA0134-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180317-WA0134-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180317-WA0134-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180317-WA0134-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Polres Malang juga melakukan pengamanan dalam tahapan pilkada di Jawa Timur yang akan melaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Sehingga patroli anggota selain ke tempat-tempat ibadah juga diarahkan ke kantor KPU, Panwaslu maupun kantor PPK dan Panwascam di tingkat Kecamatan, demikian terang Kabag Ops.</p>
<p>&#8220;Saya berharap masyarakat bisa bersinergi dengan pihak Kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,&#8221; ujar Sunardi Riyono.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat dihimbau untuk taat pada aturan-aturan hukum yang berlaku. Jangan gunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut orang, jangan melanggar rambu-rambu lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan. Jangan menyebarkan berita bohong (Hoax). Jika ada orang yang mencurigakan segera lapor ke anggota polri terdekat dan jangan main  hakim sendiri.</p>
<p>Kabag Ops Polres Malang juga mengajak kepada semua komponen yang ada di Kabupaten Malang untuk menerapkan hidup dengan menerapkan  budaya tertib di semua aspek kehidupan. </p>
<p>Polres Malang saat ini sedang gencar menyosialisasikan tentang tekatnya meraih predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). </p>
<p>Hal ini tentu sangat butuh dukungan semua warga masyarakat agar tidak memberi kesempatan kepada anggota Polri untuk Korupsi, bahkan wajib mengingatkan kepada anggota polri.</p>
<p>&#8220;Jika masih ada oknum yang coba-coba melanggar aturan undang-undang atau berperilaku korup pihak juga tak segan akan memberikan punishment sebagai wujud Polri berbenah,&#8221; pinta Kompol Sunardi Riyono.<strong>(met/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32021</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
