<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Obesitas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/obesitas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jul 2023 16:44:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Obesitas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Angkat Pencegahan Stunting dan Obesitas di Peringatan HGN, Bupati Sidoarjo Ingatkan Warga Kurangi Konsumsi Air Tanah</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-pencegahan-stunting-dan-obesitas-di-peringatan-hgn-bupati-sidoarjo-ingatkan-warga-kurangi-konsumsi-air-tanah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2022 16:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Air Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Gizi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=165363</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Memperingati Ke-62 Hari Gizi Nasional (HGN), Dinas Kesehatan bersama stakeholder terkait Kabupaten Sidoarjo, menggelar workshop di salah atau hotel di Sidoarjo, Rabu (09/03/2022). Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali, mengangkat tema &#8216;Peran stakeholder, praktisi kesehatan dan masyarakat dalam pencegahan stunting dan obesitas di masa 1000 HPK (hari pertama kehidupan). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Memperingati Ke-62 Hari Gizi Nasional (HGN), Dinas Kesehatan bersama stakeholder terkait Kabupaten Sidoarjo, menggelar workshop di salah atau hotel di Sidoarjo, Rabu (09/03/2022). Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali, mengangkat tema &#8216;Peran stakeholder, praktisi kesehatan dan masyarakat dalam pencegahan stunting dan obesitas di masa 1000 HPK (hari pertama kehidupan).</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, drg Syaf Satriawarman, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu upaya mensukseskan cegah stunting dan obesitas. Disamping itu, juga melakukan pendekatan intervensi melalui dua hal. Yakni, menggerakkan semua stakeholder lintas instansi dan kemudian gencar melakukan edukasi serta membantu pemenuhan gizi.</p>



<p>Sebelumnya, drg Syaf juga melakukan koordinasi dengan Satgas Penakib, yakni tim percepatan satuan tugas yang mengurusi angka kematian ibu dan anak. &#8220;Ternyata, ini sedang diurus Kepres yang nanti akan menggabungkan antara penanganan angka kematian ibu dan anak serta penanganan stunting. Karena itu, saya minta dari pengurus Penakib, untuk merangkul semua OPD terkait penanganan Stunting. Pasalnya, tidak mungkin orang kesehatan saja yang mengurusi stunting,” terang Kadinkes Sidoarjo, seusai acara.</p>



<p>Sementara untuk kasus obesitas di Kabupaten Sidoarjo, angkanya relative kecil, yakni hanya 3,9 persen. Yang dimaksud obesitas di sini, yaitu kategori anak usia 0 hingga 59 bulan atau di bawah 5 tahun.</p>



<p>Menurutnya, karena pada umumnya orang tua anak, merasa bangga kalau anaknya gemuk. Padahal, itu obesitas karena asupan yang masuk ke bayi bukan ASI.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p>“Kasus ini banyak terjadi, karena kedua orang tuanya sibuk bekerja. Anaknya diberi makanan tambahan seperti susu formula dan asupan lain, yang kadar ukurannya berlebihan. Ini akan kita intervensi dengan pemberian edukasi dan sosialisasi melalui Germas,” paparnya.</p>



<p>Diwaktu sama, Bupati Sidoarjo, Muhdlor, meminta kepada masyarakat agar tidak lagi mengkonsumsi air tanah yang mengandung logam berat timbal (Pb). Karena, air tanah itu memiliki kadar melebihi batas aman. Hal tersebut, menjadi salah satu penyebab stunting atau anak dengan tinggi di bawah rata-rata.</p>



<p>Namun, juga diakuinya, bahwa perkembangan kasus stunting di Kabupaten Sidoarjo, saat ini sudah menurun dari 28 persen di tahun 2018 turun menjadi 14 persen di tahun 2022. &#8220;Bahwa stunting di Sidoarjo itu bukan karena gizinya. Tetapi edukasi di masyarakat, yang mana masyarakat itu masih mengkonsumsi air tanah,” ujar Bupati Muhdlor.</p>



<p>Ditegaskannya, dari 18 kecamatan di Sidoarjo, ada dua kecamatan yang saat ini masih tinggi angka stuntingnya. Dari 14 persen kasus stunting di Sidoarjo, yang paling banyak adalah di Kecamatan Jabon dan Kecamatan Krembung. <strong>(zal/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165363</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Kota Malang Warning, Obesitas Tingkatkan Degeneratif seperti Penyakit Jantung, Diabetes dan Hipertensi</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-kota-malang-warning-obesitas-tingkatkan-degeneratif-seperti-penyakit-jantung-diabetes-dan-hipertensi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2019 09:26:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Degeneratif]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[seperti]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99538-rsud-kota-malang-warning-obesitas-tingkatkan-degeneratif-seperti-penyakit-jantung-diabetes-dan-hipertensi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum.Kota Malang &#8211; Obesitas merupakan sebuah kondisi ketika Indeks Masa Tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 25 atau ke atas. Gejala utama adalah lemak tubuh yang berlebihan, yang meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan yang serius. Obesitas sering kali terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar melalui olahraga dan kegiatan normal sehari-hari. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum.Kota Malang</strong> &#8211; Obesitas merupakan sebuah kondisi ketika Indeks Masa Tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 25 atau ke atas. Gejala utama adalah lemak tubuh yang berlebihan, yang meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan yang serius. Obesitas sering kali terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar melalui olahraga dan kegiatan normal sehari-hari.</p>
<p>Kepala RSUD Kota Malang, dr Umar Usman melalui ahli gizi RSUD Kota Malang, Eni Fitrianti Wijasari S Gz, saat ini obesitas terjadi di semua kalangan. Menurutnya, hal itu berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, dimana obesitas dialami orang yang berusia di atas 50 tahun.</p>
<p>&#8220;Terutama laki-laki. Kalau jaman dulu, orang yang usianya 50 tahun ke atas kebanyakan obesitas. Tapi kalau sekarang, obesitas terjadi di semua kalangan. Mulai dari bayi, balita pun juga ada, anak-anak, dewasa, remaja hingga lansia.</p>
<p>Lebih lanjut ia menjelaskan, obesitas disebabkan oleh beberapa faktor. Yakni faktor keturunan, pola makan, kurang akitifitas, kondisi kehamilan, bertambahnya usia, dan konsumsi obat.</p>
<p>&#8220;Jika faktor keturunan, misalnya orang tua baik ayahnya dan ibunya obesitas, sang anak bisa saja obesitas. Namun prosentasenya kecil, paling hanya sekitar 20 persen,&#8221; ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.</p>
<p>Sedangkan obesitas yang dikarenakan pola makan, biasanya orang yang obesitas tersebut memiliki waktu pola makan yang tidak teratur.</p>
<p>&#8220;Biasanya orang tersebut, makannya satu kali sehari dengan porsi yang banyak dalam sekali makan. Atau juga sudah makan tiga kali sehari, namun waktu makannya yang kurang pas, itu juga bisa jadi obesitas. Itu pengaruhnya pada organ tubuh yang mulai mencerna makanan pada jam-jam tertentu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selain itu asupan gizi yang terkandung dalam makanan yang dimakan juga dapat berpengaruh dalam timbulnya obesitas pada seseorang. Artinya, zat gizi pada makanan yang masuk ke dalam tubuh juga harus berimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan sebagainya.</p>
<p>&#8220;Kalau pesan gizi seimbang, memang anjurannya mengkonsumsi beraneka ragam makanan. Tetapi kalau makanan yang kita makan ini tidak sesuai, itu juga bisa jadi penyebab. Misalnya terlalu banyak karbohidrat ataupun beberapa zat gizi lainnya,&#8221; tukas dia.</p>
<p>Hal itu lah yang menurutnya saat ini banyak menyebabkan remaja atau anak-anak banyak mengalami obesitas. Pasalnya, saat ini banyak ditemui remaja maupun anak-anak yang lebih memilih makan makanan junkfood daripada makanan dengan asupan gizi yang berimbang.</p>
<p>&#8220;Contohnya anak-anak kalau ditawari nasi pecel sama junkfood, pasti lebih memilih junkfood. Padahal walaupun nasi pecel, asupan gizinya lebih lengkap. Ada sayur, nasi, dan lauknya. Itu sekarang yang sering dijumpai. Disitulah orang tua juga berperan dalam memberi asupan gizi berimbang pada anak. Contohnya mengenalkan makan sayur,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sedangkan untuk lansia, obesitas terjadi karena memang organ sudah tidak bisa bekerja dengan maksimal. Hal itu menyebabkan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh tidak bisa terserap dengan maksimal.</p>
<p>Untuk itu, dalam mencegah terjadinya obesitas dalam tubuh, ia menyebut cara yang paling mudah yaitu menambah aktifitas. Atau menurutnya, bisa disiasati dengan tidak menggunakan fasilitas pendukung dalam melakukan aktifitas.</p>
<p>&#8220;Contohnya saat bepergian dengan jarak yang tidak terlalu jauh, kita bisa berjalan kaki. Atau misalnya saat beraktifitas dalam gedung yang berlantai lebih dari satu, kita bisa menggunakan tangga untuk pindah lantai, daripada menggunakan lift, itu yang paling mudah, yaitu dengan menambah aktifitas yang mengeluarkan energi, yaitu dengan berjalan misalnya,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Menurutnya, dewasa ini obesitas telah menjadi sebuah kasus yang juga harus mendapat perhatian. Pasalnya saat ini obesitas bisa terjadi pada semua kalangan. Hal itu sangat berbahaya jika terjadi pada seorang bayi ataupun anak-anak. Karena menurutnya, jika tidak ditangani, hal tersebut bisa mengganggu kinerja organ dalam tubuh.</p>
<p>&#8220;Obesitas ini akibatnya pada meningkatnya penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes dan hipertensi. Karena obesitas itu kadar gula, kolesterol atau lemak nya pasti tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, ia menyarankan, bagi seseorang yang ingin mengetahui apakah obesitas atau tidak, agar mau mengkonsultasikan hal tersebut pada seorang ahli gizi di sebuah rumah sakit, atau pun klinik.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa harus konsultasi, meskipun ada rumusnya, tapi kondisi setiap orang beda-beda. Dan kebutuhan gizinya pun juga berbeda setiap orangnya,&#8221; pungkasnya. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99538</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
