<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>obituary &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/obituary/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2019 18:20:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>obituary &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ribuan Petakziah Antar Jenazah KH Abdurrahman Qomari</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-petakziah-antar-jenazah-kh-abdurrahman-qomari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2019 15:16:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[berita duka]]></category>
		<category><![CDATA[obituary]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=72433</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ribuan petakziah yang didominasi santri, alumni, dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Darul Falah, Kenongo, Kota Malang, menghantarkan jenazah KH. Abdurrahman Qomari ke tempat peristirahatan terakhir, yang terletak di sebelah barat masjid ponpes, Rabu (9/1/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. Diinformasikan sebelumnya, Pengasuh Ponpes Salafiyah Darul Falah, KH Abdurrahman Qomari, wafat karena sakit, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Ribuan petakziah yang didominasi santri, alumni, dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Darul Falah, Kenongo, Kota Malang, menghantarkan jenazah KH. Abdurrahman Qomari ke tempat peristirahatan terakhir, yang terletak di sebelah barat masjid ponpes, Rabu (9/1/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.</p>
<p>Diinformasikan sebelumnya, Pengasuh Ponpes Salafiyah Darul Falah, KH Abdurrahman Qomari, wafat karena sakit, Selasa (8/1/2019) malam. Informasi yang beredar viral itu, mengundang masyarakat sekitar dan alumni santri dari berbagai pelosok tanah air bertakziah silih berganti. Hingga pemakaman keesokan harinya, Rabu (9/1/2019), petakziah tumplek blek.</p>
<div id="attachment_72436" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_20190109_164437-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-72436" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_20190109_164437-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Jama&#039;ah berebut menshalati jenazah KH. Abdurrahman Qomari, sebagai penghormatan terakhir. (rhd)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-72436" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_20190109_164437-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG_20190109_164437-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-72436" class="wp-caption-text"><strong>Jama&#8217;ah berebut menshalati jenazah KH. Abdurrahman Qomari, sebagai penghormatan terakhir. (rhd)</strong></p></div>
<p>Menurut salah satu alumni, Muhammad Sholeh, sakit stroke berkepanjangan yang diderita KH Abdurrahman Qomari sudah sejak setahun lalu. Bahkan dikabarkan beliau sempat hilang ingatan. Hal yang berkesan bagi Sholeh, KH Abdurrahman Qomari merupakan sosok yang sabar dan tidak pernah marah kepada siapapun, sekalipun santrinya. </p>
<p>&#8220;Beliau hanya mengingatkan dengan bijak dan hikmat. Keistiqomahan beliau dalam puasa, sholat malam, dan pengajian sangat menginspirasi kami. Dengan pola pendidikannya, dapat menjadikan alumni sebagai pengasuh Ponpes, kepala sekolah, santri, dan orang-orang yang berhasil,&#8221; jelas Sholeh, yang pernah mukim nyantri selama 6 tahun, dan lulus 1997.</p>
<p>Pria asal Jabung ini menambahkan, pengalaman selama mukim, KH Abdurrahman selalu berpesan  kepada santrinya agar selalu memakai kopyah dan sarung jika keluar Ponpes, agar selalu terjaga keimanannya. Termasuk sholat malam tak boleh ditinggalkan. </p>
<p>Sedikit cerita KH. Abdurrahman Qomari, merupakan santri Kyai Hamid Pasuruan. Pria kelahiran Desa Kali Kajang, Sidoarjo, 27 Rajab tahun 1955 ini mendirikan Ponpes Salafiyah Darul Falah, Kenongo, Malang, sejak 1989 diatas lahan 700 meter, pemberian tokoh ulama setempat H. Syukur. Perjalanan panjang turut mewarnai perjuangan dakwah beliau hingga berjaya menggelar pengajian rutin setiap Ahad pagi yang diikuti jamaah dari Malang Raya dan sekitarnya. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">72433</post-id>	</item>
		<item>
		<title>L Soepomo Menurut Whisnu Sakti dan Bambang DH</title>
		<link>https://memontum.com/l-soepomo-menurut-whisnu-sakti-dan-bambang-dh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2018 13:40:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[obituary]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=70656</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Wakil Wali Kota (Wawali) sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana memiliki memori kuat pada sosok almarhum L. Soepomo. Menurutnya, mendiang adalah orang pertama yang menaruh kepercayaan terhadapnya. &#8220;Pak Pomo yang memberikan kepercayaan pada saya sebelum almarhum bapak saya (Almarhum Soetjipto) menyadari bahwa putranya (Whisnu Sakti, red) sudah dewasa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Wakil Wali Kota (Wawali) sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana memiliki memori kuat pada sosok almarhum L.  Soepomo.  Menurutnya, mendiang adalah orang pertama yang menaruh kepercayaan terhadapnya.  </p>
<p>&#8220;Pak Pomo yang memberikan kepercayaan pada saya sebelum almarhum bapak saya (Almarhum Soetjipto) menyadari bahwa putranya (Whisnu Sakti,  red)  sudah dewasa (betpolitik praktis). Waktu itu saat saya menggelar cap jempol berdarah untuk Ibu Megawati Soekarnoputri menjelang Sidang Umum MPR tahun 1999,&#8221; kenang Whisnu.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Inuk Ini masih ingat betul saat L.  Soepomo membelanya di depan almarhum Soetjipto ketika ditegur karena tidak bekerja mencari nafkah dengan sungguh-sungguh tetapi malah nongkrong di Posko Pandegiling.</p>
<p>Whisnu masih ingat kata-kata L.  Soepomo saat itu.  &#8220;Mas Tjip, anaknya sudah besar, jangan terus dianggap anak kecil. Itu lihat banyak wartawan dari luar negeri meliput kegiatan cap jempol darah,” Whisnu kembali mengenang. </p>
<p>Setelah pesan L.  Soepomo itu,  Soetjipto ikut membubuhkan cap jempol darahnya pada urutan ke 1945. &#8220;Waktu itu diliput CNN, BBC, NHK, media Belanda dan Perancis yang sempat datang ke posko,&#8221; pungkas Whisnu. </p>
<p>Sementara itu,  mantan Wali Kota Surabaya 2002-2010 yang kini menjabat ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu)  DPP PDI Perjuangan, Bambang DH mengatakan mendiang adalah pribadi yang teguh dalam prinsip dan sangat gigih dalam berjuang.</p>
<p> &#8220;Pak Pomi Banteng yang tidak tertundukkan. Saya salah satu saksi kegigihannya. Bung Karno jatuh, beliau tidak pernah surut meneruskan perjuangannya. Beliau Ketua DPC GPM di Surabaya saat saya direkrut sebagai pengurus sekitar tahun 79/80. Setelah lama bergerak dibawah tanah, jelang KLB di Asrama Haji Sukolilo, beliau muncul lagi,&#8221; papar Bambang DH. </p>
<p>Sejak saat itu, kata Bambang DH, dia bersama Almarhum Ir. Sucipto memimpin pergerakan perlawanan terhadap rezim Orba. L.  Soepomo)  sangat kaya ide dan gagasan. Setelah membentuk Posko di Padegiling Surabaya, L.  Soepomo menjadi bagian aksi Cap Jempol Darah yang menghebohkan saat itu. </p>
<p>&#8220;Beliau sangat tegar meski saat itu penuh teror dari rezim otoriter Orba. Dalam keseharian beliau tetap bersahaja meski menduduki jabatan sebagai Wakil Rakyat di DPRD Propinsi maupun di DPR RI,&#8221; tutup Bambang DH.  <strong>(ano/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70656</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sang Kiai Wafat Ketika Ceramah</title>
		<link>https://memontum.com/sang-kiai-wafat-ketika-ceramah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2018 13:31:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai]]></category>
		<category><![CDATA[Maulid Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[obituary]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/68660-sang-kiai-wafat-ketika-ceramah</guid>

					<description><![CDATA[Kiai Buchori Amin, Sabtu (15/12/2018) siang tutup usia (75 tahun). Haru menyeruak dan takbir menggema di tengah ribuan santri saat sang kiai berceramah mendadak pingsan. Sekitar pukul 14.30, Kiai Bukhori yang juga Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang ini mendadak pingsan di tempat duduk saat ceramah. Ia melepaskan mix dari tangannya. Drs KH M Buchori [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kiai Buchori Amin, Sabtu (15/12/2018) siang tutup usia (75 tahun). Haru menyeruak dan takbir menggema di tengah ribuan santri saat sang kiai berceramah mendadak pingsan.</p>
<p>Sekitar pukul 14.30, Kiai Bukhori yang juga Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang ini mendadak pingsan di tempat duduk saat ceramah. Ia melepaskan mix dari tangannya.</p>
<p>Drs KH M Buchori Amin Msi kemudian sempat mendapat pertolongan pertama sejumlah santri. Namun sang kiai kemudian berpulang ke Rahmatullah.</p>
<p>Drs KH M Buchori Amin Msi, Selasa (15/12/2018) siang menjadi penceramah Di acara Maulid Nabi PP Al Ishlahiyah, yang bertempat di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.</p>
<p>Diceritakan Ahsani F Rahman kepada wartawan Jurnalis Malang Raya melalui wartawan salah satu media bahwa ia menyaksikan peristiwa mengharukan sejak kiai pingsan di tempat duduk saat berceramah di hadapan 1500 orang.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/jAcyVB6qNDo" width="850" height="500" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>&#8220;Kuasa Allah mengambil nyawa beliau saat terbaik, saat beliau ceramah dan disaksikan 1500-an orang,&#8221; tutur dr Gus Sani, cucu pendiri Pondok Al Islahiyah Singosari.</p>
<p>Sepengetahuan Gus Sani, dahulu Kiai Bukhori asli Singosari dan pernah mengajar di Madrasah Aliyah Al Maarif Singosari. Kiai Bukhori yang beralamat di Desa Druju, Sumbermanjing Wetan, merupakan sahabat akrab KH Kholil Mahfudz, pendiri PP Al Ishlahiyah.</p>
<p>Sekitar pukul 17.54, jenazah Kiai berada di BKIA Muslimat NU Singosari, rencananya pukul 18.00 akan di bawa ke rumah duka di Druju, Sumbermanjing Malang, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kata Gus Sani, Kiai Bukhori diperkirakan meninggal sekitar pukul 14.30. Saat pingsan, kiai Bukhori sempat terekam. Ia saat itu menjelaskan satu uraian hadis.</p>
<p>Kata terakhir beliau dalam rekaman itu : &#8220;&#8230; nuli bejo, nuli bejo, wong sing gak tau kepetuk aku,&#8230; (lebih beruntung, lebih beruntung, orang yang tak pernah bertemu aku).</p>
<p>Sekitar pukul 18.10, jenazah dibawa menuju rumah duka di RT08/RW02, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Kiai Buchori pernah menjadi anggota DPRD Kab Malang periode 1990 &#8211; 1998. Beliau pernah dijuluki Singa Podium.</p>
<p>Keluarga besar Memontum.com, menghaturkan turut berduka dan meyakini, beliau wafat dan berpulang ke Rahmatullah dalam husnul khotimah. Tak terhitung doa tuk sang kiai. Selamat jalan Kiai. <strong>(*tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">68660</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
