<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>oksigen &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/oksigen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jan 2026 11:37:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>oksigen &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gerakan Sedekah Oksigen, Pemkab Banyuwangi dan Perhutani Bagikan 2.026 Bibit Pohon Gratis</title>
		<link>https://memontum.com/gerakan-sedekah-oksigen-pemkab-banyuwangi-dan-perhutani-bagikan-2-026-bibit-pohon-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[oksigen]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229261</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Raya, membagikan ribuan bibit pohon gratis, sebagian bagian dari Gerakan Sedekah Oksigen, Senin (05/01/2026) tadi. Dalam prosesi itu, sedikitnya 2.026 bibit pohon dibagikan kepada para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di depan Kantor Perhutani, Jalan Jaksa Agung Suprapto. Bibit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Raya, membagikan ribuan bibit pohon gratis, sebagian bagian dari Gerakan Sedekah Oksigen, Senin (05/01/2026) tadi. Dalam prosesi itu, sedikitnya 2.026 bibit pohon dibagikan kepada para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di depan Kantor Perhutani, Jalan Jaksa Agung Suprapto.</p>



<p>Bibit yang dibagikan itu, terdiri dari berbagai jenis tanaman produktif dan kehutanan, seperti alpukat, durian, sirsak dan salam. Jenis tanaman tersebut dipilih, karena dinilai cocok ditanam di hampir seluruh wilayah Banyuwangi.</p>



<p>Para pengendara yang melintas, pun dibuat antusias menerima bibit pohon. Antusiasme pengendara dan warga itu, terlihat sejak pagi.</p>



<p>“Senang sekali, dapat bibit pohon sirsak dan durian. Nanti akan saya tanam di halaman rumah,” ujar Wiwin, salah satu warga penerima bibit.</p>



<p>Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, yang turut hadir membagikan pohon, mengapresiasi Perhutani yang mendukung gerakan Sedekah Oksigen. “Terima kasih kepada Perhutani yang terus mengawal dan menggalakkan gerakan sedekah oksigen. Semoga aksi ini berdampak pada lingkungan yang semakin sehat, ekonomi rakyat, serta ketahanan ekosistem yang kuat,” kata Wabup Mujiono.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menjelaskan, Gerakan Sedekah Oksigen mulai dilakukan secara masif sejak 2016, untuk menumbuhkan budaya menanam pohon secara berkelanjutan. Sejak itu, jutaan pohon telah ditanam di berbagai wilayah Banyuwangi.</p>



<p>Bahkan hingga kini, Pemkab Banyuwangi terus memasifkan gerakan tersebut melalui berbagai kebijakan. Salah satunya, mewajibkan ASN yang naik pangkat menyumbang satu bibit pohon.</p>



<p>Selain itu pada beberapa waktu lalu, 4.888 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang baru diangkat, mendonasikan satu bibit pohon berkayu sebagai bentuk rasa syukur atas pengangkatan sebagai ASN.</p>



<p>Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Raya, Mukhlisin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi Sedekah Oksigen, sekaligus upaya melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga lingkungan. “Ini sinergi dengan Program Sedekah Oksigen yang sudah dilaksanakan Pemkab Banyuwangi sejak 2016. Menjadi aksi nyata bersama dalam menjaga lingkungan melalui penghijauan,” ujar Mukhlisin.</p>



<p>Dirinya menambahkan, selain membagikan bibit kepada warga untuk ditanam secara mandiri, Perhutani juga secara rutin melakukan penghijauan di kawasan hutan. “Setiap kegiatan penebangan selalu diikuti regenerasi. Pada 2025 saja, di KPH Banyuwangi Raya sudah ditanam sekitar 500 ribu tanaman kehutanan dan tanaman buah berkayu,” katanya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229261</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pulau Oksigen Sumenep Tawarkan Keindahan dan Udara Segar yang Sulit Ditemukan</title>
		<link>https://memontum.com/pulau-oksigen-sumenep-tawarkan-keindahan-dan-udara-segar-yang-sulit-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[oksigen]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[tawarkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198968</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Madura memiliki destinasi wisata yang sangat populer dan menarik untuk dikunjungi saat liburan. Salah satunya, adalah tentu Pantai Gili Iyang atau yang lebih dikenal pula dengan sebutan Pulau Oksigen. Secara administratif, pulau kecil ini masuk wilayah Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, atau berjarak sekitar 4,7 kilometer (2,94 mil laut) dari daratan Madura. Untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Madura memiliki destinasi wisata yang sangat populer dan menarik untuk dikunjungi saat liburan. Salah satunya, adalah tentu Pantai Gili Iyang atau yang lebih dikenal pula dengan sebutan Pulau Oksigen.</p>



<p>Secara administratif, pulau kecil ini masuk wilayah Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, atau berjarak sekitar 4,7 kilometer (2,94 mil laut) dari daratan Madura. Untuk menuju pulau ini, wisatan bisa menyeberang dari Pelabuhan Dungkek yang berjarak 28 kilometer dari pusat Kota Sumenep dengan waktu tempuh sekitar 1 jam berkendara.</p>



<p>Dari Pelabuhan Dungkek, bisa naik taksi laut, perahu kayu bermesin, menuju Gili Iyang. Lama penyeberangan sekitar 30 hingga 40 menit tergantung situasi cuaca. Kemudian, menempuh perjalanan laut sekitar 9 kilometer.</p>



<p>Secara keseluruhan, pulau ini sendiri mungkin hanya sekitar 13 kilometer, dengan luas sekitar 9-10 kilometer persegi. Keindahannya sangat menawan berpadu dengan kesegaran udara yang alami.</p>



<p>Dikutip dari Indonesia.go.id, Air Quality Index (AQI) di Gili Iyang hanya berada satu tingkat di bawah kadar oksigen di Laut Mati di Jordania. Pencatatan menggunakan aplikasi ‘Air Visual’, yang bisa mencatat kualitas udara suatu daerah. Jadi bisa dikatakan bahwa Pulau Gili Iyang sebagai tempat dengan oksigen terbaik kedua di dunia, setelah Laut Mati, Jordania.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Digadang-gadang sebagai pulau dengan kadar oksigen terbaik di Indonesia, kadar oksigen di Gili Iyang adalah sebesar 20,9 persen. Bisa diambil kesimpulan bahwa dalam setiap volume 1 liter udara bebas, terkandung 0,209 liter oksigen.</p>



<p>Atau oksigen di sini adalah sebesar sekitar 20 persen dari total kandungan udara bebas. Angka 20,9 persen tersebut diperoleh Lembaga Penelitian Antariksa Nasional (Lapan) pada tahun 2006. Bahkan dikatakan oleh Lapan, pulau ini termasuk ke dalam daftar terbersih sekaligus terbaik di dunia.</p>



<p>Saat tiba di Gili Iyang, kamu bisa berkunjung ke lokasi ‘Titik Oksigen’. Satu lokasi terbaik untuk menghirup dan menikmati okaigen terbaik di pulau. Titik Oksigen ditandai dengan plang bertuliskan ‘Titik Oksigen’. Areanya hanya seluas sekitar 200 meter persegi dan dibatasi oleh pagar bambu di sekeliling.</p>



<p>Kecantikan Gili Iyang sangat cocok untuk dikunjungi. Banyak spot-spot menarik yang bisa diabadikan dengan fotografi. Keindahan pasirnya berpadu dengan kejernihan air laut hingga terlihat kebiruan. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198968</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Abdoer Rahem Situbondo Buka Layanan Terapi Oksigen Hiperbarik</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-abdoer-rahem-situbondo-buka-layanan-terapi-oksigen-hiperbarik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[abdoer]]></category>
		<category><![CDATA[buka]]></category>
		<category><![CDATA[hiperbarik]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[oksigen]]></category>
		<category><![CDATA[rahem]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[terapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191913</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; RSUD Abdoer Rahem akan menjadi satu-satunya Rumah Sakit (RS) milik Pemkab Situbondo, yang akan membuka layanan terapi oksigen hiperbarik (hyperbaric chamber). Terapi ini, nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi penderita penyakit tertentu. Melainkan, juga bisa digunakan untuk orang sehat. Direktur RSUD Abdoer Rahem Situbondo, Hj Roekmy Prabarini, mengatakan bahwa terapi yang akan digunakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; RSUD Abdoer Rahem akan menjadi satu-satunya Rumah Sakit (RS) milik Pemkab Situbondo, yang akan membuka layanan terapi oksigen hiperbarik (hyperbaric chamber). Terapi ini, nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi penderita penyakit tertentu. Melainkan, juga bisa digunakan untuk orang sehat.</p>



<p>Direktur RSUD Abdoer Rahem Situbondo, Hj Roekmy Prabarini, mengatakan bahwa terapi yang akan digunakan ini sangat cocok untuk geografis Kabupaten Situbondo. Di mana, Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 kilometer, dengan keindahan laut yang setiap saat akan menjadi jujugan wisatawan bawah laut. Terlebih, banyak masyarakat Situbondo yang juga mencari nafkah sebagai penyelam.</p>



<p>&#8220;Terapi ini pertama kali digunakan oleh Angkatan Laut. Tentara yang sudah menyelam dengan kedalaman lebih 10 meter, biasanya akan memakai terapi ini. Oleh karena itu, terapi oksigen hiperbarik ini sangat cocok untuk pasien dekompresi. Jadi, jika setelah menyelam mengalami dekompresi, maka bisa ikut terapi ini,” kata Direktur RSUD, kepada Memontum.com, Senin (26/06/2023) tadi.</p>



<p>Roekmy menerangkan, manfaat terapi ini salah satunya adalah meningkatkan kebugaran dan vitalitas. Oksigen yang dihirup dalam terapi, ini akan membantu metabolisme tubuh.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sehingga, nantinya dapat meningkatkan kebugaran dan vitalitas. Terapi ini juga bisa dilakukan para perempuan, untuk bisa mempercantik kulit karena bersifat seperti anti penuaan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Terapi oksigen hiperbarik ini, imbuhnya, merupakan terapi pengobatan dengan menggunakan oksigen murni di dalam ruangan bertekanan tinggi. Terapi ini, hanya menggunakan oksigen murni atau tanpa menggunakan obat-obatan.</p>



<p>“Layanan terapi hiperbarik ini menggunakan oksigen 100 persen. Sedangkan kalau kita menghirup udara di luar, itu hanya sekitar 28 hingga 30 persen oksigen,&#8221; paparnya.</p>



<p>Direktur RSUD Abdoer Rahem juga menambahkan, selain pasien dekompresi, pasien kencing manis, vertigo, stroke, pasien pos luka bakar juga bisa mengikuti terapi ini. Terapi ini sangat efektif untuk mempercepat pemulihan pasien tersebut dengan bantuan oksigen.</p>



<p>&#8220;Dalam tiga bulan ke depan, insya allah sudah bisa dilaunching,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait dengan biaya terapi, dr Roekmy mengatakan bahwa untuk biayanya masih terjangkau. Meskipun, layanan hiperbarik belum menerima pasien yang menggunakan BPJS. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191913</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
