<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Okupansi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/okupansi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 May 2026 14:27:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Okupansi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Libur Panjang, Okupansi Hotel di Kota Malang Capai 70 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/libur-panjang-okupansi-hotel-di-kota-malang-capai-70-persen</link>
					<comments>https://memontum.com/libur-panjang-okupansi-hotel-di-kota-malang-capai-70-persen#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232434</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tingkat hunian hotel di Kota Malang selama libur panjang, menunjukkan tren positif. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat, rata-rata okupansi hotel mencapai sekitar 70 persen. Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan bahwa angka tersebut merupakan capaian rata-rata seluruh hotel di Kota Malang. Mulai dari hotel melati hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tingkat hunian hotel di Kota Malang selama libur panjang, menunjukkan tren positif. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat, rata-rata okupansi hotel mencapai sekitar 70 persen.</p>



<p>Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan bahwa angka tersebut merupakan capaian rata-rata seluruh hotel di Kota Malang. Mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang lima.</p>



<p>“Rata-rata okupansi di Kota Malang ada di kisaran 70 persen. Angka itu sudah cukup bagus,” ujar Agoes, Sabtu (16/05/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, mayoritas tamu hotel masih didominasi wisatawan nusantara. Meski begitu, sejumlah wisatawan mancanegara juga tercatat menginap di beberapa hotel selama periode libur panjang saat ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Agoes menyebut, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Malang yang terus berupaya bangkit dan berinovasi. “Kami di PHRI selalu berupaya tetap optimis dan terus berkreasi agar tingkat hunian bisa meningkat,” katanya.</p>



<p>Meskipun rata-rata okupansi berada di angka 70 persen, namun menurutnya beberapa hotel juga mencatat adanya tingkat hunian yang jauh lebih tinggi. “Ada beberapa hotel yang okupansinya mencapai 90 persen, bahkan sampai 100 persen,” ucapnya.</p>



<p>Ke depan, PHRI berharap kondisi Kota Malang semakin kondusif sehingga mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan. Sinergi antara pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama peningkatan sektor pariwisata.</p>



<p>“Harapannya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat semakin kuat agar pariwisata Kota Malang terus berkembang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/libur-panjang-okupansi-hotel-di-kota-malang-capai-70-persen/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232434</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banyak Destinasi Wisata Eksotis, Banyuwangi Jadi Pilihan Libur Nataru dengan Okupansi Minim 83 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/banyak-destinasi-wisata-eksotis-banyuwangi-jadi-pilihan-libur-nataru-dengan-okupansi-minim-83-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[eksotis]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229059</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menghabiskan liburan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Baik itu dalam bentuk penginapan hotel maupun homestay, serta berbagai destinasi wisata di Banyuwangi dipadati wisatawan. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan selama masa liburan sekolah dan Nataru, Banyuwangi tetap menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur. &#8220;Ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menghabiskan liburan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Baik itu dalam bentuk penginapan hotel maupun homestay, serta berbagai destinasi wisata di Banyuwangi dipadati wisatawan.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan selama masa liburan sekolah dan Nataru, Banyuwangi tetap menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur. &#8220;Ini membawa berkah bagi masyarakat Banyuwangi. Semua destinasi wisata ramai. Hotel hingga homestay juga penuh, bahkan ada yang full booked sampai awal 2026,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani, Sabtu (27/12/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya juga kembali mengingatkan kepada para pelaku wisata, baik penginapan maupun destinasi, untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan. &#8220;Pemkab juga telah menerjunkan tim monitoring yang bertugas melakukan pengecekan rutin ke seluruh destinasi wisata,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi telah melakukan berbagai persiapan aspek hospitality menyambut Libur Nataru. Seluruh Pokdarwis sudah berkonsolidasi dengan Pemkab Banyuwangi, mulai dari kesiapan destinasi, atraksi wisata, hingga antisipasi lonjakan pengunjung.</p>



<p>Bahkan sejak masa libur sekolah mulai, Senin (22/12/2025) hingga Jumat (26/12/2025) kemarin, keterisian hunian hotel meningkat. Rata-rata okupansi hotel tercatat di kisaran 83 hingga 100 persen. Bahkan, beberapa hotel dan vila telah fully booked hingga awal Januari 2026.</p>



<p>“Kamar kami sudah fully booked sejak awal Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Mayoritas tamu berasal dari luar kota,” kata Executive Marketing Villa So Long, Imam Solehan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Para wisatawan juga terlihat mengunjungi sejumlah wisata di wilayah kota, salah satunya Putri asal Surabaya yang sedang menikmati Pantai Pulau Santen. &#8220;Banyuwangi tetap jadi pilihan liburan, selalu ada yang baru. Seperti Pulau Santen yang saya lihat di Tiktok, saya tertarik ke sini sama keluarga. Pantainya rindang dan relatif bersih,&#8221; ujar salah satu pengunjung, Putri.</p>



<p>Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman, mengatakan berdasarkan data sejumlah hotel bahkan mencatat okupansi maksimal. Lintang Luku Resort dan Teras Hotel okupansinya mencapai 100 persen. Disusul Hotel Ketapang Indah dan Surya Jajag masing-masing 99 persen, Hotel Kokoon 87 persen, El Hotel 83 persen, dan Ilira 82 persen.</p>



<p>&#8220;Termasuk hunian homestay juga mengalami peningkatan,&#8221; kata Taufik.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, wisatawan yang datang baik domestik maupun mancanegara, untuk menghabiskan libur akhir tahun di Banyuwangi. Lonjakan kunjungan juga tercatat di hampir seluruh destinasi wisata. Bahkan, peningkatan pengunjung sudah terjadi sejak awal libur sekolah pada 22 Desember 2025.</p>



<p>“Rata-rata destinasi mengalami kenaikan kunjungan hingga 100 persen. Sejak 22 hingga 25 Desember kunjungan beberapa destinasi berdasarkan tiket masuk mencapai 21.553 pengunjung. Itu masih belum semua data masuk. Jumlah kunjungan akan terus meningkat hingga tahun baru,&#8221; ungkap Taufik.</p>



<p>Seperti di kawasan Wisata Ijen, yang menawarkan berbagai daya tarik, mulai dari Kawah Ijen, Taman Gandrung Terakota, Banyu Kuwung, Pemandian Alam Jopuro, Sendang Seruni dan lainnya dalam tiap hari dikunjungi ribuan pengunjung. &#8220;Tercatat selama 5 hari (22-27 Desember 2025) wisatawan yang naik Ijen hampir 5 ribu wisatawan,&#8221; kata Taufik.</p>



<p>Demikian juga kunjungan destinasi lainnya seperti Pantai Grand Watu Dodol, Pantai Cacala, Pantai Pulau Merah, hingga Pulau Bedil juga meningkat. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229059</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Okupansi Hotel di Kota Malang Turun 1,65 Poin, BPS Sebut Imbas Aksi Unjuk Rasa</title>
		<link>https://memontum.com/okupansi-hotel-di-kota-malang-turun-165-poin-bps-sebut-imbas-aksi-unjuk-rasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226473</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Kota Malang pada Agustus 2025, mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, okupansi hotel turun 1,65 poin dibanding Juli 2025. Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa TPK hotel pada Agustus hanya mencapai 50,15 persen, sedangkan pada Juli tercatat 51,80 persen. &#8220;Adanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Kota Malang pada Agustus 2025, mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, okupansi hotel turun 1,65 poin dibanding Juli 2025.</p>



<p>Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa TPK hotel pada Agustus hanya mencapai 50,15 persen, sedangkan pada Juli tercatat 51,80 persen.</p>



<p>&#8220;Adanya demonstrasi yang berujung kericuhan berpengaruh terhadap penurunan TPK. Padahal, pada Agustus juga ada sejumlah event di Kota Malang,” ungkap Umar, Jumat (03/10/2025) tadi.</p>



<p>Jika dirinci, TPK hotel bintang pada Agustus 2025 berada di angka 60,87 persen, atau turun 1,67 poin dari Juli yang mencapai 62,54 persen. Untuk hotel non bintang, tercatat sebesar 37,00 persen, juga turun 1,67 poin dari bulan sebelumnya di angka 38,67 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Juli memang lebih tinggi karena adanya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025 yang berlangsung meriah sejak awal bulan,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap (RLTM) di Kota Malang tercatat 1,41 hari. Dengan rincian, tamu hotel bintang menginap rata-rata 1,54 hari dan hotel non bintang 1,22 hari. Untuk komposisi tamu hotel di Kota Malang masih didominasi tamu nusantara sebesar 94,81 persen, sedangkan tamu mancanegara hanya 5,19 persen.</p>



<p>&#8220;Pada hotel bintang, tamu nusantara mencapai 93,42 persen dan mancanegara 6,58 persen. Sedangkan di hotel non bintang, tamu nusantara mencapai 97,02 persen dan mancanegara 2,98 persen,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226473</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Okupansi Penerbangan Surabaya-Banyuwangi di Atas 80 Persen, Maskapai Wingi Air Tambah Jadwal</title>
		<link>https://memontum.com/okupansi-penerbangan-surabaya-banyuwangi-di-atas-80-persen-maskapai-wingi-air-tambah-jadwal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[maskapai]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya-banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226457</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, merespon positif penambahan jadwal penerbangan Maskapai Wings Air rute Surabaya-Banyuwangi. Penambahan jadwal ini, setelah melihat okupansi penerbangan rute Surabaya-Banyuwangi, di atas 80 persen, terhitung sejak mulai beroperasi kembali 24 September 2025. Wings Air menambah jadwal penerbangan, menjadi tiga kali dalam seminggu, dari yang tadinya hanya dua kali dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, merespon positif penambahan jadwal penerbangan Maskapai Wings Air rute Surabaya-Banyuwangi. Penambahan jadwal ini, setelah melihat okupansi penerbangan rute Surabaya-Banyuwangi, di atas 80 persen, terhitung sejak mulai beroperasi kembali 24 September 2025.</p>



<p>Wings Air menambah jadwal penerbangan, menjadi tiga kali dalam seminggu, dari yang tadinya hanya dua kali dalam seminggu. Sebelumnya, jadwal penerbangan Surabaya &#8211; Banyuwangi, hanya dua kali seminggu yakni setiap Rabu dan Minggu. Kini, jadwal penerbangan menjadi tiga kali seminggu, dengan tambahan jadwal penerbangan di hari Kamis.</p>



<p>“Alhamdulilah, rute ini disambut positif. Sehingga, ada penambahan frekuensi penerbangan. Ini menunjukkan pasar Banyuwangi sudah terbentuk,” kata Bupati Ipuk, Rabu (01/10/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Ipuk berharap, dengan adanya penambahan jadwal, tentunya akan semakin memperkuat aksesibilitas Banyuwangi. Termasuk, mendukung kelancaran mobilitas bagi pelaku bisnis, akademisi, wisatawan dan masyarakat umum.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Komang Sudira Atmaja, menambahkan bahwa telah mendapatkan surat pemberitahuan resmi tentang penambahan frekuensi penerbangan Surabaya-Banyuwangi dan sebaliknya dari Maskapai Wings Air. Penambahan jadwal penerbangan tersebut, mulai 9 Oktober mendatang.</p>



<p>&#8220;Penerbangan Surabaya Banyuwangi mulai minggu depan menjadi tiga kali dalam seminggu yakni di hari Rabu, Kamis dan Minggu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk jadwal penerbangannya, berangkat dari Surabaya pukul 11.40 dan tiba di Bandara Banyuwangi pukul 12.40. Adapun dari Banyuwangi pukul 13.00 dan tiba di Surabaya pukul 14.00. “Tiket bisa dipesan secara online. Harganya masih sama sekitar Rp 700 ribuan,” kata Komang. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226457</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan 200 Tahun Klenteng Eng An Kiong Dongkrak Okupansi Hotel dan Resto di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-200-tahun-klenteng-eng-an-kiong-dongkrak-okupansi-hotel-dan-resto-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226323</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perayaan 200 tahun berdirinya Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang dan 14th World Tua Pek Kong Festival, tidak hanya menjadi ajang budaya dan religi. Namun, gelaran tersebut juga berdampak positif bagi sektor pariwisata, terutama perhotelan, restoran, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perayaan 200 tahun berdirinya Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang dan 14th World Tua Pek Kong Festival, tidak hanya menjadi ajang budaya dan religi. Namun, gelaran tersebut juga berdampak positif bagi sektor pariwisata, terutama perhotelan, restoran, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang.</p>



<p>Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menyampaikan bahwa tingkat keterisian hotel di Kota Malang mengalami kenaikan signifikan. Yakni, peningkatannya dibandingkan hari biasa mencapai 80 hingga 90 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Alhamdulillah, okupansi bagus. Karena memang weekend dan untuk event di Klenteng Eng An Kiong ini juga memberi dampak. Okupansi hotel meningkat signifikan di angka 80-90 persen,&#8221; jelas Agoes, Sabtu (27/09/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya perhotelan, namun menurutnya sektor kuliner dan restoran juga ikut terdongkrak. &#8220;Untuk resto juga cukup bagus. Jadi dampak event ini memang terasa luas,” tambahnya.</p>



<p>Agoes menegaskan, konsistensi penyelenggaraan event budaya seperti ini memberikan dampak langsung terhadap pariwisata di Kota Malang. &#8220;Setiap ada event besar seperti ini, okupansi dan kunjungan di Kota Malang pasti naik. Sehingga kami harapkan event serupa bisa terus terselenggara di Kota Malang untuk turut meningkatkan okupansi hotel,” imbuh Agoes. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek Dongkrak Okupansi Hotel di Kota Malang hingga 80 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/libur-panjang-isra-miraj-dan-imlek-dongkrak-okupansi-hotel-di-kota-malang-hingga-80-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218736</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Libur panjang pada momen Isra Miraj dan Imlek pekan ini, memberikan dampak positif bagi pemilik hotel dan restoran di Kota Malang. Itu karena, tingkat okupansi hotel rata-rata mencapai 80 persen. Bahkan, beberapa hotel mencatat angka 90 hingga 100 persen. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Libur panjang pada momen Isra Miraj dan Imlek pekan ini, memberikan dampak positif bagi pemilik hotel dan restoran di Kota Malang. Itu karena, tingkat okupansi hotel rata-rata mencapai 80 persen. Bahkan, beberapa hotel mencatat angka 90 hingga 100 persen.</p>



<p>Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menyampaikan bahwa angka tersebut setara dengan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) saat bulan Desember 2024 lalu. Padahal Januari 2025 ini biasanya merupakan low season (musim sepi, red).</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, di momen libur panjang ini rata-rata okupansi hotel mencapai 80 persen. Januari biasanya low season karena anggaran wisata sudah habis saat Nataru, tetapi sekarang menunjukkan tren yang lebih baik. Termasuk juga karena kreativitas dari Kota Malang dalam menghadapi tantangan saat sepi pengunjung,&#8221; ujar Agoes, Selasa (28/01/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa tingginya okupansi ini didorong oleh beberapa faktor. Selain momentum libur panjang, juga masih viralnya Kota Malang sebagai destinasi wisata, serta adanya berbagai event atau acara yang menarik perhatian wisatawan.</p>



<p>&#8220;Selain long weekend, ada event seperti Emba Run yang memengaruhi. Kota Malang juga cukup viral sehingga banyak orang penasaran untuk datang,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Agoes menekankan bahwa kolaborasi berbagai pihak turut mendukung geliat pariwisata di Kota Malang. Termasuk juga peran dari Pemerintah Kota Malang, sehingga ekonomi dapat terus tumbuh dan bergerak lebih baik.</p>



<p>&#8220;Kami penyedia akomodasi, media memviralkan, travel biro menyediakan transportasi, Pemerintah Kota juga berperan. Semua ini berdampak positif, termasuk ke tempat oleh-oleh, sehingga ekonomi bergerak,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk mayoritas tamu hotel berasal dari wisatawan domestik, terutama dari Jakarta, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Jember dan Banyuwangi. Sementara itu, wisatawan mancanegara menyumbang sekitar 20 persen dari total tamu. Rata-rata durasi menginap wisatawan adalah dua malam, dengan sebagian besar pemesanan dilakukan melalui platform online.</p>



<p>&#8220;Guest house hingga hotel berbintang, rata-rata okupansinya 80 persen. Wisatawan asing juga lumayan, meskipun tidak semua hotel mendapat tamu dari luar negeri,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk saat ini PHRI Kota Malang mencatat ada sekitar 90 anggota, termasuk hotel dan restoran. Tingkat keramaian restoran juga cukup tinggi, dengan rata-rata okupansi mencapai 80 persen. Dengan tren positif ini, Agoes berharap tingkat okupansi dapat terus stabil di setiap bulannya.</p>



<p>&#8220;Harapannya, kondisi seperti ini bisa bertahan, sehingga pergerakan ekonomi di Kota Malang tetap berjalan,&#8221; imbuh Agoes. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218736</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Destinasi Wisata Banyuwangi Jadi Jujugan Wisatawan, Okupansi Hotel Capai 100 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/destinasi-wisata-banyuwangi-jadi-jujugan-wisatawan-okupansi-hotel-capai-100-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[jujugan]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218000</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi salah satu tujuan wisata selama masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Ini terlihat, dari banyaknya hotel di Banyuwangi kebanjiran pengunjung sejak awal musim libur Natal 2024 hingga awal tahun 2025. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan banyaknya wisatawan yang datang menjadi berkah tersendiri bagi Banyuwangi. &#8220;Alhamdulilah, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi salah satu tujuan wisata selama masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Ini terlihat, dari banyaknya hotel di Banyuwangi kebanjiran pengunjung sejak awal musim libur Natal 2024 hingga awal tahun 2025.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan banyaknya wisatawan yang datang menjadi berkah tersendiri bagi Banyuwangi. &#8220;Alhamdulilah, Banyuwangi kembali menjadi jujugan wisatawan menghabiskan masa liburan,&#8221; kata Bupati Ipuk Fiestiandani, Selasa (31/12/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkan GM Secretary &amp; Public Relations Santika Banyuwangi, Janes Adi, bahwa rata-rata okupansi hotel di Banyuwangi selama Nataru berkisar antara 95 hingga 98 persen. Bahkan ketika menjelang malam tahun baru, okupansi hotel di Banyuwangi mencapai 100 persen atau full booking.</p>



<p>&#8220;Okupansi bagus. Bahkan 25 hingga 30 Desember okupansi 100 persen. Untuk tamu yang datang, mayoritas dari luar kota seperti Jakarta dan Surabaya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dirinya menyebutkan, bahwa banyak dari tamu bercerita bahwa mereka menginap untuk sepenuhnya berwisata di Banyuwangi. Bukan sekadar transit ke daerah lain. Beberapa destinasi wisata yang menjadi tujuan utama para tamu, antara lain, TWA Kawah Ijen dan Hutan De Djawatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Janes menjelaskan, lonjakan pengunjung sudah terlihat sejak pertengahan Desember. Pesanan kamar hotal di Santika Banyuwangi juga telah padat hingga awal tahun 2025. &#8220;Estimasi kami sampai tanggal 6 hingga 7 Januari masih akan padat,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Assistant Marcomm Manager Aston Banyuwangi, Hilman Thontowi, juga menjelaskan bahwa tingginya kunjungan tamu di hotel-hotel Banyuwangi merupakan tren tahunan saat libur panjang Nataru. Banyaknya destinasi menarik menjadikan kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu salah satu jujukan wisatawan.</p>



<p>&#8220;Selepas Covid-19, tahun 2022 sampai sekarang, kunjungan ke hotel selalu tinggi saat libur panjang,&#8221; terang Hilman Thontowi.</p>



<p>Hilman menjelaskan, lonjakan tamu juga sudah terasa sejak sebelum libur Natal. Hal ini menunjukkan bahwa Banyuwangi masih menjadi salah satu destinasi pilihan bagi wisatawan. Untuk menarik para tamu, hotel-hotel di Banyuwangi menyiapkan acara khusus pada malam tahun baru. Hotel Santika dan Aston, misalnya, sama-sama menggelar acara dinner. Acara tersebut diikuti oleh ratusan tamu di masing-masing hotel. Para tamu yang menginap mayoritas memanfaatkan event itu untuk menikmati malam pergantian tahun.</p>



<p>Hal yang sama juga dirasakan para pramuwisata di Banyuwangi. Menurut Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Banyuwangi, Andika Rahmat Hidayat, jumlah wisatawan yang menggunakan jasa pramuwisata selama Nataru tahun ini lebih tinggi daripada beberapa tahun sebelumnya. &#8220;Apabila dibandingkan dengan libur Nataru tahun lalu, tahun ini ada kenaikan sekitar 50 persen,&#8221; kata Andika. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218000</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PHRI Kota Malang Harapkan Okupansi Hotel Meningkat di Momen Nataru</title>
		<link>https://memontum.com/phri-kota-malang-harapkan-okupansi-hotel-meningkat-di-momen-nataru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Dec 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217350</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang perayaan hari besar Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, optimis okupansi hotel di Kota Malang dapat meningkat dari tahun sebelumnya. Terlebih, saat ini juga muncul kebijakan mengenai tiket pesawat murah. Sehingga menurut Agoes, kebijakan tersebut tentunya juga dapat mendongkrak wisatawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang perayaan hari besar Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, optimis okupansi hotel di Kota Malang dapat meningkat dari tahun sebelumnya. Terlebih, saat ini juga muncul kebijakan mengenai tiket pesawat murah.</p>



<p>Sehingga menurut Agoes, kebijakan tersebut tentunya juga dapat mendongkrak wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Malang. &#8220;Target kami untuk Nataru ini ya 70 persen sampai 80 persen, sama dengan tahun lalu sebesar 80 persen. Tapi karena ada kabar tiket akan diberikan murah, harapannya okupansi nanti bisa di atas 80 persen,” ujar Agoes, Sabtu (07/12/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa jumlah hotel di Kota Malang saat ini sudah ada sekitar 90 hotel yang ada di bawah PHRI. Hotel-hotel tersebut, menurutnya juga telah mendekorasi dengan tema Natal dan tentu juga menyiapkan berbagai promo menarik.</p>



<p>&#8220;Beberapa hotel yang menonjol biasanya penuh sejak jauh hari saat momen Nataru. Apalagi hotel-hotel yang dekat dengan destinasi wisata seperti Kayutangan. Bahkan di luar Nataru, hotel-hotel di kawasan tersebut juga sering penuh tiap akhir pekan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, menurut Agoes beberapa hotel yang ada saat ini juga telah menerima banyak pesanan untuk momen Nataru. Apalagi, saat ini juga didorong adanya beberapa acara besar yang digelar di Kota Malang dengan mendatangkan tamu dari berbagai daerah.</p>



<p>“Selain Nataru, juga ada kegiatan nasional yang digelar di Kota Malang dengan peserta ribuan orang. Sehingga, beberapa hotel sudah menerima banyak pesanan,” ujarnya.</p>



<p>Agoes berharap, Pemerintah Kota Malang dapat mendukung momentum Nataru dengan menyelenggarakan acara yang menarik wisatawan ke Kota Malang. Karena hal tersebut, menurutnya akan berdampak positif, namun bukan hanya pada sektor perhotelan saja, tetapi juga pada perekonomian secara keseluruhan.</p>



<p>“Dari pengalaman sebelumnya, pemerintah harus kreatif. Menyelenggarakan event-event yang menarik dapat menjadi daya tarik wisatawan, yang kemudian berdampak pada peningkatan ekonomi,” imbuh Agoes. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217350</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPS Kota Malang Prediksi Tingkat Okupansi Hotel Meningkat di November Ini</title>
		<link>https://memontum.com/bps-kota-malang-prediksi-tingkat-okupansi-hotel-meningkat-di-november-ini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[november]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[prediksi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216328</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang memprediksi jika di November 2024 ini, tingkat okupansi hotel akan meningkat dibandingkan Oktober 2024 lalu. Itu karena, di bulan ini adalah menjelang akhir tahun dan banyak kegiatan dinas yang lebih intens. Kepala BPS Kota Malang, Umar Syaifudin, menyampaikan bahwa tren kenaikan okupansi ini diperkirakan akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang memprediksi jika di November 2024 ini, tingkat okupansi hotel akan meningkat dibandingkan Oktober 2024 lalu. Itu karena, di bulan ini adalah menjelang akhir tahun dan banyak kegiatan dinas yang lebih intens.</p>



<p>Kepala BPS Kota Malang, Umar Syaifudin, menyampaikan bahwa tren kenaikan okupansi ini diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Oktober. Peningkatan okupansi ini juga telah menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak September 2024. Okupansi hotel klasifikasi bintang dan non bintang di September 2024 mencapai 57,33 persen.</p>



<p>&#8220;Untuk di November ini, kami memperkirakan okupansi hotel akan mengalami kenaikan yang signifikan. Nilai 57,33 persen di bulan September itu naik 2,44 poin dibandingkan okupansi bulan Agustus, yang mencapai 54,89 dan naik 9,15 poin dibandingkan dengan September 2023 yang mencapai 48,18 persen,&#8221; kata Umar, Sabtu (08/11/2024) tadi.</p>



<p>Sementara, untuk data BPS per September 2024 menunjukkan bahwa tingkat okupansi hotel berbintang di Kota Malang tercatat 66,33 persen. Itu meningkat hampir 3 poin dari bulan sebelumnya. Sementara itu, TPK hotel non-bintang pada periode yang sama mencapai 28,78 persen, naik sebesar 0,69 poin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami juga mencatat kontribusi dari tamu mancanegara yang cukup signifikan terhadap hunian hotel berbintang di Malang. Komposisinya mencapai 6,24 persen di hotel bintang dan 1,56 persen di hotel non-bintang pada bulan September,” ujarnya.</p>



<p>Meski demikian, tamu domestik masih mendominasi okupansi hotel di Kota Malang, dengan 93,76 persen tamu lokal di hotel bintang dan 98,44 persen di hotel non-bintang.</p>



<p>Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di Kota Malang untuk bulan September berada di kisaran 1-2 hari, baik di hotel berbintang maupun non-bintang.</p>



<p>&#8220;Durasi ini umumnya sejalan dengan pola wisata singgah di Malang untuk kemudian melanjutkan wisata ke Kota Batu,” imbuh Umar. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216328</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
