<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>olahan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/olahan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Mar 2026 14:10:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>olahan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Olahan Ikan Jeng Ayud Laris Saat Ramadan, Menu Praktis Jadi Buruan untuk Sahur dan Berbuka</title>
		<link>https://memontum.com/olahan-ikan-jeng-ayud-laris-saat-ramadan-menu-praktis-jadi-buruan-untuk-sahur-dan-berbuka</link>
					<comments>https://memontum.com/olahan-ikan-jeng-ayud-laris-saat-ramadan-menu-praktis-jadi-buruan-untuk-sahur-dan-berbuka#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[buruan]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[praktis,]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230823</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Permintaan makanan praktis untuk sahur dan berbuka puasa membawa berkah bagi pelaku UMKM olahan ikan, Jeng Ayud. Selama Ramadan, penjualan berbagai produk olahan ikan milik usaha tersebut tetap ramai, terutama karena banyak masyarakat mencari menu yang mudah diolah. Owner Jeng Ayud, Anto, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2018 itu menyediakan berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Permintaan makanan praktis untuk sahur dan berbuka puasa membawa berkah bagi pelaku UMKM olahan ikan, Jeng Ayud. Selama Ramadan, penjualan berbagai produk olahan ikan milik usaha tersebut tetap ramai, terutama karena banyak masyarakat mencari menu yang mudah diolah.</p>



<p>Owner Jeng Ayud, Anto, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2018 itu menyediakan berbagai produk olahan ikan siap masak. Mulai dari bandeng presto, bandeng cabut duri, hingga aneka katsu dari ikan dori, kakap dan fillet belut.</p>



<p>“Selama Ramadan ini, alhamdulillah penjualannya bagus. Biasanya orang mencari menu yang praktis untuk berbuka atau sahur, tinggal goreng atau dipanaskan saja,” kata Anto, Minggu (08/03/2026) tadi.</p>



<p>Selain olahan ikan, Jeng Ayud juga menjual produk lain seperti teri nasi. Bahan baku ikan yang digunakan sebagian berasal dari budidaya sendiri, terutama ikan nila merah yang dibudidayakan di Bangil, Pasuruan.</p>



<p>Anto menjelaskan, untuk pemasaran selama Ramadan, pihaknya lebih banyak mengandalkan penjualan secara online serta toko yang berada di rumah produksi. “Kami sebenarnya lebih fokus penjualan online. Kebetulan tahun ini juga diundang Bank Jatim untuk ikut bazar Ramadan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski penjualan cukup baik, Anto mengakui omzet Ramadan tahun ini masih belum melampaui tahun sebelumnya. Dirinya menduga kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat ikut memengaruhi jumlah transaksi.</p>



<p>“Kalau dibandingkan Ramadan tahun lalu, memang masih lebih tinggi tahun kemarin. Mungkin karena kondisi ekonomi sekarang juga berpengaruh,” jelasnya.</p>



<p>Tidak hanya melayani pembeli ritel, Jeng Ayud juga menyuplai berbagai jenis ikan ke sejumlah restoran dan hotel. Di Kota Malang saja, ada sekitar empat restoran yang rutin menerima pasokan ikan dari usaha tersebut. Pengiriman juga dilakukan hingga luar kota.</p>



<p>“Kalau frozen pernah kirim sampai Bandung. Selama ekspedisinya punya freezer box atau bisa lewat kereta, masih bisa kami kirim,” tambahnya.</p>



<p>Untuk menjaga kualitas, produk segar biasanya hanya bertahan sekitar 12 jam di suhu ruang. Namun jika disimpan dalam pendingin dapat bertahan hingga tiga hari, sementara produk beku bisa disimpan lebih lama di freezer. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/olahan-ikan-jeng-ayud-laris-saat-ramadan-menu-praktis-jadi-buruan-untuk-sahur-dan-berbuka/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230823</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fish Cooking Festival 2025, Ketua Forikan Lumajang Ingatkan Konsumsi Ikan Sejak Dini dan Variasi Olahan</title>
		<link>https://memontum.com/fish-cooking-festival-2025-ketua-forikan-lumajang-ingatkan-konsumsi-ikan-sejak-dini-dan-variasi-olahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[cooking]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Forikan]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[variasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228452</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya edukasi gizi dan konsumsi ikan sejak usia dini. Hal ini disampaikannya, saat pelaksanaan Fish Cooking Festival atau Pesta Makan Ikan 2025, di Halaman Dinas Perikanan Lumajang, Kamis (04/12/2025) tadi. Acara ini, menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan manfaat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya edukasi gizi dan konsumsi ikan sejak usia dini. Hal ini disampaikannya, saat pelaksanaan Fish Cooking Festival atau Pesta Makan Ikan 2025, di Halaman Dinas Perikanan Lumajang, Kamis (04/12/2025) tadi. Acara ini, menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan manfaat ikan sebagai sumber protein berkualitas tinggi, sekaligus membangun kesadaran pola makan sehat bagi anak-anak dan keluarga.</p>



<p>Dewi Natalia menjelaskan, bahwa festival ini merupakan bagian dari Program Makan Bergizi untuk anak dan keluarga yang bertujuan menurunkan risiko stunting, anemia dan masalah gizi lain yang kerap terjadi pada anak-anak. Dirinya menekankan, bahwa edukasi gizi harus dilakukan sejak dini agar kebiasaan makan sehat tertanam secara berkelanjutan.</p>



<p>“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita bekali dengan pemahaman tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang. Melalui festival ini, mereka belajar mengenal berbagai jenis ikan, kandungan gizinya dan cara mengolahnya menjadi menu yang sehat, variatif, dan menarik,” kata Ketua Forikan Lumajang.</p>



<p>Serangkaian festival ini, menghadirkan lomba mewarnai dan demo masak ikan sebagai metode pembelajaran interaktif. Anak-anak tidak hanya menonton, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam praktik memasak. Melalui pendekatan ini, diharapkan mampu membuat edukasi gizi lebih menyenangkan, membangun rasa percaya diri, sekaligus menanamkan keterampilan hidup yang bermanfaat sejak usia dini.</p>



<p>Dewi Natalia menekankan, pentingnya variasi olahan ikan agar konsumsi gizi menjadi menarik dan tidak monoton. Menu yang kreatif dan bergizi tinggi diyakini dapat diterapkan di rumah, mendorong keluarga untuk mengadopsi pola makan sehat secara rutin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Festival ini bukan sekadar kegiatan hiburan. Ini adalah upaya strategis untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan. Anak-anak yang belajar sejak dini akan tumbuh dengan tubuh sehat, energi cukup dan kemampuan belajar yang optimal,” jelasnya.</p>



<p>Selain fokus pada edukasi anak, Dewi Natalia juga menyoroti potensi pemberdayaan ekonomi lokal melalui kreativitas kuliner. Dirinya berharap, kegiatan ini dapat membuka peluang bagi keluarga, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM untuk mengembangkan olahan ikan sebagai sumber pendapatan baru sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.</p>



<p>“Dengan memahami cara mengolah ikan yang sehat, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat gizi, tetapi juga bisa berinovasi menciptakan produk kuliner yang diminati pasar. Ini bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” imbuhnya.</p>



<p>Melalui perannya sebagai Ketua Forikan, Dewi Natalia menegaskan bahwa strategi edukasi gizi berbasis kegiatan nyata seperti festival ini memiliki efek jangka panjang. Anak-anak dan keluarga yang memahami pentingnya protein hewani berkualitas tinggi akan menjadi masyarakat yang lebih sadar gizi, produktif dan tangguh secara kesehatan.</p>



<p>“Peningkatan konsumsi ikan sejak dini adalah investasi kesehatan jangka panjang. Anak-anak yang sehat, cerdas dan kreatif akan tumbuh menjadi generasi yang mampu mendukung pembangunan daerah, sekaligus menjadi contoh keluarga yang mengutamakan pola makan bergizi,” imbuhnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228452</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Kabupaten Malang Dampingi Komisi IV DPRD Tinjau SPPG Lawang Guna Pastikan Keamanan Olahan MBG</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kabupaten-malang-dampingi-komisi-iv-dprd-tinjau-sppg-lawang-guna-pastikan-keamanan-olahan-mbg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[dampingi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[lawang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228132</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Guna memastikan olahan Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dikonsumsi untuk penerima manfaat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mendampingi Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melakukan peninjauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Adalah SPPG di Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, yang menjadi salah satu peninjauan dewan, Selasa (28/10/2025) tadi. Ketua Komisi IV DPRD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Guna memastikan olahan Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dikonsumsi untuk penerima manfaat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mendampingi Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melakukan peninjauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Adalah SPPG di Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, yang menjadi salah satu peninjauan dewan, Selasa (28/10/2025) tadi.</p>



<p>Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia&#8217;ul Haq, menjelaskan bahwa dari hasil peninjauan yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang menjadi poin penting. Salah satunya, mengenai penguatan dalam SOP proses pengolahan makanan bergizi. Tujuannya, yaitu mencegah terjadinya keracunan pada penerima manfaat.</p>



<p>Melalui langkah ini, diharapkan peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu di MTs Al-Khalifah Kepanjen, tidak lagi terulang di Kabupaten Malang. &#8220;Terutama terkait quality control (QC) harus benar-benar dijalankan hingga standard operational procedure (SOP) harus diperhatikan. Tentu dengan memperhatikan dan benar-benar menjalankan SOP, kualitas makanan pasti akan terjaga,&#8221; kata Zia.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, dari hasil peninjauan yang dilakukan pada SPPG Desa Sidodadi, untuk pelayanan diketahui cukup baik. Dimana hingga kini, ada sebanyak 3.800 paket olahan Program MBG tersebut tergolong terdistribusi dengan lancar dan baik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami lihat cukup bagus. Dari 3.800 ompreng (food tray) yang didistribusikan, kami lihat saat kembali ke SPPG, itu rata-rata habis semua. Itu berarti, dapat diterima dengan baik,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Zia berharap, kejadian di MTs Al-Khalifah bisa dijadikan pembelajaran untuk semua pihak dan nantinya 71 SPPG yang sudah beroperasi, bisa sejalan dengan Program MBG. Sehingga, program gagasan Presiden RI, Prabowo Subianto, dapat terus dipertahankan, mengingat manfaat yang dirasakan sangatlah luar biasa.</p>



<p>&#8220;Harapan kami seluruh petugas bisa kompak dan terus berimprovisasi dalam menyajikan berbagai menu. Sehingga, para siswa dan penerima manfaat tidak bosan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, menjelaskan bahwa ke depan seluruh SPPG di Kabupaten Malang harus dapat mempertahankan kontrol kualitas makanan yang diproduksi. &#8220;Secara lapangan, ditemukan sudah bagus saat dilakukan kunjungan SPPG. Saya lihat setelah ambil ompreng dari sekolah-sekolah, banyak yang habis. Sehingga, ini terus dikontrol untuk kualitas makanan dan diajukan halal kalau sudah dapat SLHS,&#8221; kata Wiyanto. <strong>(ser/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228132</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Inovasi Olahan, Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Manfaatkan Kekayaan Alam secara Kreatif dan Produktif</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-inovasi-olahan-bupati-lumajang-ajak-masyarakat-manfaatkan-kekayaan-alam-secara-kreatif-dan-produktif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226923</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan lokal harus berangkat dari kemandirian masyarakat dalam mengolah sumber daya daerahnya sendiri. Apalagi, Lumajang memiliki kekayaan alam melimpah, seperti pisang dan ubi jalar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara kreatif dan produktif. Hal ini, disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membuka Lomba Inovasi Olahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan lokal harus berangkat dari kemandirian masyarakat dalam mengolah sumber daya daerahnya sendiri. Apalagi, Lumajang memiliki kekayaan alam melimpah, seperti pisang dan ubi jalar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara kreatif dan produktif.</p>



<p>Hal ini, disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membuka Lomba Inovasi Olahan Pisang dan Ubi Jalar, di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Senin (20/10/2025) tadi. Lomba ini digagas, untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap potensi pangan lokal.</p>



<p>“Ketahanan pangan bukan sekadar memastikan bahan pangan tersedia, tapi bagaimana masyarakat mampu mengolah dan mengembangkannya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” kata Bunda Indah</p>



<p>Bupati Lumajang menilai, bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya ajang kompetisi kuliner, melainkan bentuk nyata dari gerakan kemandirian pangan berbasis potensi daerah. Dirinya juga menyebut, pisang dan ubi jalar merupakan dua komoditas unggulan Lumajang yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Padahal, jika diolah secara kreatif, keduanya bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Kita ingin masyarakat Lumajang punya kebanggaan terhadap hasil buminya sendiri. Dari dapur-dapur kecil di rumah tangga, bisa lahir inovasi yang memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga menekankan, bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada rantai distribusi besar atau impor, melainkan harus tumbuh dari kekuatan lokal yang mandiri. “Kalau kita bisa memanfaatkan hasil bumi sendiri, maka tidak akan ada kekhawatiran terhadap krisis pangan. Lumajang punya potensi besar untuk menjadi daerah yang mandiri pangan,” tegasnya.</p>



<p>Melalui inovasi olahan pangan, Bunda Indah berharap masyarakat semakin sadar bahwa pangan lokal adalah sumber daya strategis yang harus dijaga dan dikembangkan. Dalam kesempatan itu, Bunda Indah juga mendorong agar kegiatan serupa terus dilakukan di tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, lomba olahan pangan seperti ini dapat menjadi ruang belajar dan berbagi inspirasi antar pelaku usaha kecil, komunitas perempuan, hingga generasi muda.</p>



<p>“Ketahanan pangan dimulai dari kesadaran rumah tangga. Dari dapur ibu-ibu di desa, lahirlah ketahanan ekonomi dan sosial kita,” ujarnya penuh semangat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226923</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Demo Masak Produk Pangan Olahan dan Literasi Keuangan, Ketua TP PKK Malang Ajak Kreatif dalam Pemenuhan Gizi</title>
		<link>https://memontum.com/demo-masak-produk-pangan-olahan-dan-literasi-keuangan-ketua-tp-pkk-malang-ajak-kreatif-dalam-pemenuhan-gizi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemenuhan]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221729</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat, mengajak para ibu di Kota Malang untuk kreatif dalam mengelola bahan makanan non beras dan non tepung sebagai solusi pemenuhan gizi. Hal ini disampaikannya, saat membuka kegiatan Demo Masak Produk Pangan Olahan dan Literasi Keuangan di Gedung Kartini Kota Malang, Jumat (02/05/2025) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat, mengajak para ibu di Kota Malang untuk kreatif dalam mengelola bahan makanan non beras dan non tepung sebagai solusi pemenuhan gizi. Hal ini disampaikannya, saat membuka kegiatan Demo Masak Produk Pangan Olahan dan Literasi Keuangan di Gedung Kartini Kota Malang, Jumat (02/05/2025) tadi.</p>



<p>Ketua TP PKK Hanik menyebutkan, bahwa kegiatan demo masak ini dapat menjadi sarana belajar bagi para ibu untuk mengenal lebih jauh bahan pangan alternatif selain beras dan tepung. Kebutuhan karbohidrat, tidak hanya dapat dipenuhi dari beras dan tepung terigu, tapi juga dari umbi-umbian, sayuran dan sumber pangan lokal lainnya.</p>



<p>“Saya rasa, kegiatan ini memicu kita untuk terus berkreasi mengolah bahan pangan yang ada di sekitar kita. Sekaligus, menyadarkan kita bahwa pemenuhan gizi bisa dari aneka bahan lain. Supaya kita tidak mengandalkan nasi sebagai sumber karbohidrat utama,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya berharap, ilmu yang didapatkan dari kegiatan ini dapat memunculkan potensi baru yang mampu berkembang, tidak hanya di skala rumahan, tapi juga bisa menjadi produk UMKM. Mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong gerakan makan sehat dan konsumsi pangan lokal.</p>



<p>Ketua TP PKK Hanik juga mengapresiasi, langkah kolaborasi yang dilakukan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang yang memberikan materi mengenai literasi keuangan. Sebab menurutnya, selain pintar, ibu-ibu juga harus cerdas terutama dalam mengelola keuangan keluarga.</p>



<p>“Mari kita manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Semoga ilmu yang kita dapat bisa diterapkan di rumah, di lingkungan, bahkan bisa jadi inspirasi bagi keluarga lain di Kota Malang,” ujarnya. <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221729</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Promosikan Produk Sumenep, Olahan Bawang Merah Varietas Kecamatan Rubaru Tembus Belanda</title>
		<link>https://memontum.com/promosikan-produk-sumenep-olahan-bawang-merah-varietas-kecamatan-rubaru-tembus-belanda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[promosikan]]></category>
		<category><![CDATA[rubaru]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<category><![CDATA[Varietas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200952</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Langkah Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam mempromosikan bawang merah varietas Kecamatan Rubaru di Belanda, membuahkan hasil. Sebagai bukti, saat ini produk olahan bawang merah itu pemasarannya mulai menembus ke Belanda. Ekspor perdana bawang merah itu, melalui Korporasi Petani PT Permata Indah Rubaru (PT PIR) bekerja sama dengan Ben Helen Trading Belanda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Langkah Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam mempromosikan bawang merah varietas Kecamatan Rubaru di Belanda, membuahkan hasil. Sebagai bukti, saat ini produk olahan bawang merah itu pemasarannya mulai menembus ke Belanda.</p>



<p>Ekspor perdana bawang merah itu, melalui Korporasi Petani PT Permata Indah Rubaru (PT PIR) bekerja sama dengan Ben Helen Trading Belanda yang ditandatangani untuk jangka waktu lima tahun atau 2023 hingga 2028.</p>



<p>“Kontrak lima tahun itu mencapai 400 ribu dolar. Ini sebagai langkah awal untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pemasaran di Belanda serta kemampuan produksi produk olahan bawang merahnya,” kata Bupati Fauzi di sela pelepasan ekspor perdana di Kantor Bupati Sumenep, Rabu (01/11/2023) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu dirinya juga berharap, agar produk olahan bawang merah yang diekspor ke Belanda, menjadi awal pemasaran ke negara-negara lainnya seperti Uni Eropa. Karena secara aturan di negara-negara itu untuk standar produksi dan kontrol kualitasnya sama.</p>



<p>“Semoga, pemasaran produk olahan bawang merah varietas Rubaru juga menembus negara-negara lainnya, sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani bawang merah di Kabupaten Sumenep,” terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga </strong>:</p>





<p>Perlu diketahui bahwa Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Arif Firmanto, telah mempromosikan bawang merah varietas Kecamatan Rubaru kepada pengusaha di Belanda saat kunjungan kerja, beberapa waktu lalu.</p>



<p>PT PIR untuk ekspor perdana ini, tidak hanya memasarkan produk olahan bawang merah saja, namun juga beberapa komoditas lainnya, seperti beras putih, merah dan hitam serta rengginang untuk dilakukan test market dan menguji pemasarannya.</p>



<p>“Para petani yang bergabung pada Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dan para pelaku usaha supaya menggali potensi-potensi eksport atas produk dan komoditas di Kabupaten Sumenep,” papar Bupati Fauzi.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan bahwa produk olahan yang diekspor BUMP PT PIR, terdiri dari bawang goreng kemasan 100 gram sebanyak 2.220 pcs, bawang goreng kemasan 500 gram sebanyak 1.100 pcs.</p>



<p>&#8220;Kami berkomitmen untuk mendukung dan terus mensupport memasarkan produk yang terbaik bagi dunia serta menjaga kualitas sesuai permintaan para pengusaha,&#8221; urainya.  <strong>(kom/edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200952</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ibu Negara Iriana Terpikat Produk Olahan Komuditas Pisang Agung Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/ibu-negara-iriana-terpikat-produk-olahan-komuditas-pisang-agung-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Oct 2023 14:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[iriana,]]></category>
		<category><![CDATA[komuditas]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[pisang]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[terpikat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200533</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pembina Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Iriana Joko Widodo, terpikat dengan produk komoditas Pisang Agung dan olahan Keripik Pisang Agung yang ditampilkan di Stand Pameran Kabupaten Lumajang. Hal itu terlihat, dalam kegiatan kunjungan kerja (Kunker) Pameran Produk Binaan Dekranasda se-Jawa Timur oleh Ibu Iriana Jokowi dan OASE KIM, bertempat di Surabaya Kriya Gallery [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pembina Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Iriana Joko Widodo, terpikat dengan produk komoditas Pisang Agung dan olahan Keripik Pisang Agung yang ditampilkan di Stand Pameran Kabupaten Lumajang. Hal itu terlihat, dalam kegiatan kunjungan kerja (Kunker) Pameran Produk Binaan Dekranasda se-Jawa Timur oleh Ibu Iriana Jokowi dan OASE KIM, bertempat di Surabaya Kriya Gallery (SKG), Kamis (26/10/2023) tadi.</p>



<p>“Alhamdulillah, beliau (Ibu Iriana Jokowi, red) dan Ibu Arumi Emil Dardak terpikat dengan Pisang Agung dan camilan kami. Yakni, Keripik Pisang Agung. Ini memang keripik pisang, yang menggunakan Pisang Agung yang merupakan khas Kabupaten Lumajang,” kata Pj Ketua Dekranasda Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono saat dimintai keterangan.</p>



<p>Rahayu juga mengungkapkan, bahwa Kabupaten Lumajang terkenal dengan julukan &#8216;Kota Pisang&#8217;. Mengingat, Lumajang merupakan penghasil berbagai jenis pisang. Dan, yang paling terkenal adalah Pisang Agung.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, karakteristik Pisang Agung sendiri memiliki batang yang berwarna merah dan ukuran buah yang lebih besar dibandingkan dengan jenis pisang lainnya, sehingga cocok untuk dijadikan olahan keripik pisang khas Lumajang.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karena potensi Pisang Agung di Kabupaten Lumajang sangat luar biasa. Bahan bakunya melimpah dan olahan hasil keripik yang diproduksi menggunakan Pisang Agung memberikan daya tarik tersendiri,&#8221; terangnya.</p>



<p>Rahayu mengharapkan, dengan kehadiran Ibu Iriana dan OASE KIM, maka produk-produk Dekranasda, khususnya bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas dan bisa meningkatkan kemandirian para pengrajin.</p>



<p>“Harapannya, dengan adanya kunjungan maupun pameran produk ini, ke depannya produk Dekranasda bisa lebih maju, lebih bisa dikenal, juga bisa lebih mandiri untuk memasarkannya,” harapnya.</p>



<p>Dalam acara itu, diikuti oleh Dekranasda dan pelaku UMKM di bawah naungan kabupaten/kota se-Jawa Timur. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200533</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Pangan Dunia, Bupati Situbondo Buka Pameran dan Bazar Produk Olahan Sekeuskupan Malang</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-pangan-dunia-bupati-situbondo-buka-pameran-dan-bazar-produk-olahan-sekeuskupan-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Oct 2023 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[sekeuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199828</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, membuka pameran dan bazar produk olahan pangan yang digelar seKeuskupan Malang, Minggu (15/10/2023) tadi. Pelaksanaan acara itu, berlangsung di Halaman Gereja Katolik Maria Bintang Samudera di Jalan Mawar, Kelurahan Dawuhan, Situbondo. Dalam pembukaan tersebut, pelaksanaan ditandai dengan pemotongan bunga pita oleh bupati yang akrab disapa Bung Karna. Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, membuka pameran dan bazar produk olahan pangan yang digelar seKeuskupan Malang, Minggu (15/10/2023) tadi. Pelaksanaan acara itu, berlangsung di Halaman Gereja Katolik Maria Bintang Samudera di Jalan Mawar, Kelurahan Dawuhan, Situbondo.</p>



<p>Dalam pembukaan tersebut, pelaksanaan ditandai dengan pemotongan bunga pita oleh bupati yang akrab disapa Bung Karna. Dalam sambutannya, Bung Karna mengapresiasi acara yang digelar oleh Umat Katholik ini.</p>



<p>&#8220;Pameran dan bazar produk olahan pangan ini, digelar untuk memperingati Hari Pangan Sedunia tahun 2023. Saya menyampaikan banyak terima kasih sekaligus penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Keuskupan Malang,&#8221; ujar Bupati Karna.</p>



<p>Mantan Kepala DPUPP Lumajang ini berharap, acara tersebut bisa diselenggarakan tiap tahun di Situbondo. &#8220;Kami siap untuk terus menjadi tuan rumah. Karena, memang acara seperti ini sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, Pastor Kepala Paroki Gereja Katolik Maria Bintang Samudera Situbondo, Rm Yakobus Hugo Susdianto Ocarm, menyampaikan ada 33 stand Paroki yang memeriahkan pameran dan bazar se-Keuskupan Malang. &#8220;Jadi Keuskupan Malang tersebut mulai wilayah Malang ke timur plus Madura. Stan-stan produk olahan pangan ini ada dari Kota Batu, Malang, Probolinggo, Bondowoso, Situbondo, Pasuruan, Banyuwangi, Lumajang dan Pamekasan,&#8221; bebernya.</p>



<p>Rm Huqo mengungkapkan, pameran dan bazar ini digelar setiap tahun. Yaitu, setiap tanggal 16 Oktober itu adalah Hari Pangan Sedunia. &#8220;Kami dari Gereja Katolik, itu pasti ambil bagian di situ,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Selain pameran dan bazar produk olahan pangan, kata Rm Huqo, pihaknya juga menggelar pasar murah yang menjual beras dengan harga di bawah pasaran. &#8220;Kami juga menggandeng Bulog untuk menggelar pasar murah. Kurang lebih, ada 10 ton beras yang kita jual ke masyarakat umum,&#8221; paparnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199828</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Olahan Susu Jadi Keju Mozzarella di Dusun Brau Kota Batu Hasilkan Omset hingga Rp 200 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/olahan-susu-jadi-keju-mozzarella-di-dusun-brau-kota-batu-hasilkan-omset-hingga-rp-200-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2023 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[mozzarella]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196226</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Olahan susu sapi yang dikembangkan menjadi keju mozzarella oleh warga Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mampu menghasilkan peningkatan pendapatan yang luar biasa. Pemasaran keju mozzarella yang mampu menembus Jawa dan Bali, pun mampu menghasilkan omset rata-rata Rp 200 juta perbulan. Pengelola keju mozarella, Koperasi Margo Makmur Mandiri, Dapin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Olahan susu sapi yang dikembangkan menjadi keju mozzarella oleh warga Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mampu menghasilkan peningkatan pendapatan yang luar biasa. Pemasaran keju mozzarella yang mampu menembus Jawa dan Bali, pun mampu menghasilkan omset rata-rata Rp 200 juta perbulan.</p>



<p>Pengelola keju mozarella, Koperasi Margo Makmur Mandiri, Dapin Narendra, mengatakan jika olahan susu sapi yang dijadikan Keju Mozzarella tersebut sudah mulai diproduksi sejak setahun lalu. &#8220;Keju yang diberi merk Chizzu ini merupakan produk Koperasi Margo Makmur Mandiri yang berada di RT04 RW10, Dusun Brau,&#8221; terangnya di tempat produksi keju mozzarella, Dusun Brau, Sabtu (19/08/2023) siang.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa pemasaran keju itu kini sudah menembus hingga Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Bali. &#8220;Bersyukur, produk kami diterima di pasaran, karena memiliki cita rasa berbeda yaitu lebih gurih. Mulai Jawa seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Bali. Tercatat, omzet pun pernah mencapai Rp 300 juta, tapi kalau rata-rata perbulan minimal Rp 200 juta,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dijelaskan Dapin, perkembangan kejunya itu sangat pesat karena pemasaran keju mozarella sangat mudah dan memiliki peluang besar. Apalagi, itu ditunjang adanya tren inovasi makanan. Saat ini, tidak hanya makanan barat yang menggunakan keju mozarella. Namun, makanan timur juga sekarang sudah banyak yang menggunakan keju mozarella untuk toping dan sebagainya.</p>



<p>&#8220;Mozarella produk dalam negeri tidak kalah dengan keju mozarella import. Karena rasanya lebih gurih dan lebih cocok ke lidah masyarakat. Itu yang membuat pemasaran mudah, rata-rata rumah makan hingga cafe yang memesan kepada kami,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Secara teknik, ujarnya, proses pengolahan susu sapi hingga menjadi keju mozzarella, pertama adalah bahan utama susu masuk ke mesin &#8216;cheese fat&#8217;. Suhu susu dinaikan menjadi 30 derajat dan ditambah bahan pengasam atau asam organik untuk menurunkan Ph susu. Kemudian, juga ditambah bahan penggumpal agar susu secara optimal menggumpal seperti jelly.</p>



<p>Untuk proses selanjutnya, ujarnya, setelah menggumpal maka dihancurkan dengan cara dicacah menggunakan pisau untuk mempercepat proses pengendapan. Setelah dihancurkan, gumpalan beku dan cair akan muncul. Lalu cairannya dibuang dan yang beku sudah menjadi keju. Berikutnya, keju yang sudah jadi diolah lagi agar menjadi mozarella. Proses terakhir, keju dilakukan pemuluran adonan pada kondisi suhu 70-80 derajat menggunakan mesin strecher. Setelah itu, keju mozarella pun jadi lalu dicetak dan dibekukan.</p>



<p>&#8220;Dalam pengolahan susu sampai menjadi keju mozzarella, biasanya memakan waktu sekitar 6 jam. Dari bahan baku 1000 liter susu dirinya mampu memproduksi 140 kilogram keju mozarella,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk pengolahan bahan, imbuhnya, dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu. Sehingga, perbulan mampu memproduksi 4 ton keju mozzarella. Di mana, hasil produksi itu dikemas 250 gram yang dibandrol Rp 28 ribu. Kemudian, dengan kemasan 1 kilogram dijual Rp 100 ribu. &#8220;Untuk memproduksi keju mozzarella ini tidak semua orang diperbolehkan masuk saat pengolahan. Karena, tempat harus steril agar tidak menganggu prosesnya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Pemilihan keju sebagai hasil olahan susu sapi, ungkapnya, meskipun koperasi susu di Kota Batu ada banyak, tapi yang membuat keju mozzarella belum ada. &#8220;Yang jelas, ini menjadi peluang bagi kami untuk bisa mengenalkan Dusun Brau khususnya dan Kota Batu pada umumnya dengan keju mozzarella,&#8221; imbuhnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196226</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
