<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Oleh-oleh Khas Probolinggo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/oleh-oleh-khas-probolinggo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 May 2021 11:12:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Oleh-oleh Khas Probolinggo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Menparekraf Resmikan Tourist Information Center dan Pamoedjan Oleh-Oleh di Pujon Malang</title>
		<link>https://memontum.com/menparekraf-resmikan-tourist-information-center-dan-pamoedjan-oleh-oleh-di-pujon-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 May 2021 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Oleh-oleh Khas Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Pujon Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan Laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[Tourist Information Center]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=143132</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang H M Sanusi, menerima Kunjungan Kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ke Kabupaten Malang dalam rangka meresmikan Tourist Information Center &#38; Pamoedjan Oleh-Oleh yang terletak di Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Sabtu(22/05). Ia melihat peningkatan nilai jual kearifan lokal melalui pendekatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang H M Sanusi, menerima Kunjungan Kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ke Kabupaten Malang dalam rangka meresmikan Tourist Information Center &amp; Pamoedjan Oleh-Oleh yang terletak di Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Sabtu(22/05). Ia melihat peningkatan nilai jual kearifan lokal melalui pendekatan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).</p>



<p>Dalam kesempatan ini hadir diantaranya, Wakil Bupati Malang H Didik Gatot Subroto, Sekda Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M M, Ketua TPPKK Hj Anis Zaidah SE, dan Wakil Ketua TPPKK Hj Hanik Dwi Martya, Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Dr Made Arya Wedhantara SH MSi, dan Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto ,Hadir pula Wali Kota Batu, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf Yusub Dody Sandra.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-malang-dampingi-menteri-kkp-ke-kampung-nelayan-merah-putih-di-pujiharjo">Bupati Malang Dampingi Menteri KKP ke Kampung Nelayan Merah Putih di Pujiharjo</a></li>
</ul>


<p>Kegiatan diawali dengan mengunjungi Kampung Budaya yang berada tak jauh dari lokasi kedua yakni Desa Wisata Cafe Sawah, di Kampung Budaya Menparekraf disambut hangat oleh Kepala Desa Pujon Kidul. Selanjutnya, rombongan Menteri dan Bupati diarahkan untuk meninjau Rumah Pawon yaitu sebuah rumah makan yang masih khas dengan suasana pedesaan. Titik akhir yang dikunjungi di lokasi pertama yakni Omah Batik, Bang Sandi sapaan akrab Menparekraf juga ikut turun tangan mencoba ikut mencanting batik. Tak lupa Ketua TPPKK Hj Anis Zaidah SE, memberikan cendera mata kepada Menparekraf Sandiaga Uno.</p>



<p>Dilanjutkan menuju Lokasi kedua yakni Cafe Sawah Desa Wisata Pujon Kidul. Sesampainya di Desa Wisata. Menparekraf meresmikan Tourist Information Center &amp; Pamoedjan Oleh-Oleh. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Menparekraf RI Sandiaga Uno. Turut mendampingi dalam peresmian, Bupati Malang HM Sanusi.</p>



<p>Bupati Malang HM Sanusi, memamerkan potensi yang dimiliki Desa Wisata Pujon Kidul di hadapan Menparekraf, Sandiaga Uno. Menurut Bupati Malang , Cafe Sawah yang berada di Desa Pujon Kidul menjadi desa percontohan untuk mengembangkan potensi wisata.</p>



<p>“Cafe sawah ini dulu memang sawah murni lalu dibuat cafe di tengah-tengah sawah. Kalau kata orang Jawa, Pak Kades Pujon Kidul ini ‘kumat gendengnya’ (kumat gilanya), dan mudah mudahan dengan adanya cafe sawah ini muncul ide desa wisata yang lain” Pungkas Bupati Malang dalam sambutannya. Dari keterangan Bupati Malang, Cafe Sawah semula hanya menghasilkan sekitar Rp 20 juta per tahun. Namun setelah berkembang menjadi desa wisata, Cafe Sawah kini memiliki omset hingga Rp 1,2 Miliar per tahunnya.</p>



<p>Bupati Malang juga sempat memperkenalkan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru(TNBTS) dihadapan Menteri dengan harapan bisa ditetapkan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Malang. Hal itu agar Malang bisa lebih mengembangkan potensi wisata, ”Oleh karena itu mumpung ada Pak Menteri, Kami harap TNBTS agar segera ditetapkan menjadi destinasi wisata di Kabupaten Malang,” Kata Bupati Malang.</p>



<p>Disisi lain, Bang Sandi sapaan akrab Menparekraf juga bisa mengadaptasi digitalisasi. Hal itu agar perkembangan desa wisata bisa lebih luas dengan menggunakan metode digital. Bang Sandi menyebut bahwa Kemenparekraf siap memfasilitasi dengan memberikan program peningkatan keterampilan serta kemampuan pengelolaan desa wisata. Terutama untuk beradaptasi dengan teknologi digital agar potensi yang ada di masing-masing desa bisa dieksplore lebih jauh,&#8221;Desa wisata harus adaptasi digitalisasi. Kami ingin meningkatkan keterampilan agar bisa adaptasi dengan teknologi,&#8221; Pungkas Bang Sandi. </p>



<p>Bupati Malang Drs. H.M Sanusi juga menargetkan pertumbuhan ekonomi di setiap kawasan pengembangan, di antaranya area persawahan yang disulap menjadi destinasi wisata. Sehingga bisa dapat melipat gandakan perekonomian warga setempat ”Kami gerakkan ekonomi kreatif dengan meningkatkan potensi dari padi yang delapan ton, sekarang sudah bisa 15 ton, dari sawah yang jumlahnya Rp 10 juta per tahun, kami upayakan minimal Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar per tahun,&#8221; ujar Bupati Malang saat ditemui awak media. <strong>(hms/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">143132</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Perekonomian di Tengah Pandemi, DKUPP Resmikan Pusat Oleh-Oleh Khas Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-perekonomian-di-tengah-pandemi-dkupp-resmikan-pusat-oleh-oleh-khas-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2020 14:34:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DKUPP]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Oleh-oleh Khas Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128373</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pemerintah Kota Probolinggo melalui DKUPP meresmikan Toko Purnama pusat oleh-oleh khas Kota Probolinggo di Rumah milik Purwati, Jalan Flamboyan No 2 A Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Kunjungan sekaligus peresmian ini dihadiri dari DKUPP, Dinas Kepemudaan dan Pariwisata, Perwakilan Kecamatan Kademangan, Assosiasi Multi Produk IKM/UKM Probolinggo Maju serta para anggota yang hadir Peresmian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Pemerintah Kota Probolinggo melalui DKUPP meresmikan Toko Purnama pusat oleh-oleh khas Kota Probolinggo di Rumah milik Purwati, Jalan Flamboyan No 2 A Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo.</p>
<p>Kunjungan sekaligus peresmian ini dihadiri dari DKUPP, Dinas Kepemudaan dan Pariwisata, Perwakilan Kecamatan Kademangan, Assosiasi Multi Produk IKM/UKM Probolinggo Maju serta para anggota yang hadir</p>
<p>Peresmian toko pusat oleh-oleh khas Kota Probolinggo ini ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan Kabid Industri dan IKM pada DKUPP, Junaidi didampingi oleh Dispopar, Perwakilan dari Kecamatan Kademangan, Kelurahan Pilang, BPJS Kota Probolinggo juga pemilik toko pusat oleh-oleh. Setelah itu dilanjutkan dengan peninjauan gerai oleh-oleh.</p>
<p>Diharapkan dengan dilakukannya hal tersebut mampu memudahkan masyarakat terutama wisatawan yang datang berkunjung untuk mencari aneka oleh-oleh khas Kota Probolinggo.</p>
<p>“Tak hanya itu saja, mengharapkan kreatifitas masyarakat dapat meningkat terutama pelaku usaha, pengerajin maupun para pelaku bisnis makanan yang ada di Kota Probolinggo. Diharapkan mereka dapat memanfaatkan pusat oleh-oleh ini untuk menghasilkan suatu produk dengan ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh di daerah lain,” terang Kabid Industri Dan IKM, Junaidi, Kamis (26/11/2020).</p>
<p>Ia menambahkan, melihat oleh-oleh khas Kota Probolinggo yang memiliki ciri khas tersendiri tentunya dapat menarik perhatian masyarakat, terutama para wisatawan untuk datang dan membelinya.</p>
<p>“Selain tersedia makanan olahan seperti aneka keripik, cake, manisan, sirup serta makanan lainnya yang tak diragukan lagi kenikmatan dan kelezatannya, pusat oleh-oleh juga menyediakan cendera mata dan hasil kerajinan lainnya,” terangnya.</p>
<p>Junaidi berharap, agar seluruh para pelaku UMKM, terutama yang fokus pembuatan produk olahan dapat menjadikan tempat itu untuk mempromosikan produknya sekaligus memasarkannya.</p>
<p>Sebelumnya Ketua AMP Pro57, Syamsul Heru mengatakan, ide pendirian pusat Oleh-oleh khas Kota Probolinggo ini berasal dari gagasan dari rekan UKM/IKM. Hal itu dilatar belakangi para pelaku UMKM yang ada setelah diberikan pelatihan oleh DKUPP yang tidak tahu kemana hasil produknya harus dipasarkan.</p>
<p>Sementara itu pemilik Toko Pusat Oleh-oleh Purnama, Purwati mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan Pemkot Probolinggo. Sebab tidak hanya memberikan pelatihan untuk pembuatan produk olahan,baik makanan dan minuman, sehingga bisa terwujud adanya toko pusat oleh oleh ini.</p>
<p>“Alhamdulillah, kini kami sudah mempunyai tempat untuk menampung dan memasarkan hasil produk kita semua. Semoga bantuan yang diberikan dapat memajukan UMKM di Kota Probolinggo,” harapnya</p>
<p>Terlihat para pelaku UKM lebih leluasa setelah peresmian dilakukan oleh pihak Pemkot Probolinggo. Usahanya kini terbuka lebar tanpa harus diragukan. Karena berbagai pihak turut mendukung dan bekerjasama dalam hal ini.</p>
<p>“Sebagai pelaku usaha ya saya senang, dan optimis dengan usaha ini akan lebih maju dan menguntungkan tentunya,” tambah Purwati. <strong>(geo/mzm)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128373</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
