<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ombak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ombak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Mar 2025 13:37:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ombak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sapa Warga Mimbo, Bupati Situbondo Pastikan Bangun Tangkis Penahan Ombak dan Pasar</title>
		<link>https://memontum.com/sapa-warga-mimbo-bupati-situbondo-pastikan-bangun-tangkis-penahan-ombak-dan-pasar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[mimbo,]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[penahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tangkis]]></category>
		<category><![CDATA[tepati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220031</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menepati janji politiknya untuk mengunjungi Dusun Mimbo, Desa Sumber Anyar, Kecamatan Banyuputih, Sabtu (08/03/2025) tadi. Dalam kesempatan itu, ratusan warga Dusun Pesisir Mimbo dan Sumberanyar, berbondong-bondong menyambut Bupati muda Situbondo tersebut. Bupati Situbondo yang akrab di sapa Mas Rio, di momen itu mengatakan akan segera mengeksekusi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menepati janji politiknya untuk mengunjungi Dusun Mimbo, Desa Sumber Anyar, Kecamatan Banyuputih, Sabtu (08/03/2025) tadi. Dalam kesempatan itu, ratusan warga Dusun Pesisir Mimbo dan Sumberanyar, berbondong-bondong menyambut Bupati muda Situbondo tersebut.</p>



<p>Bupati Situbondo yang akrab di sapa Mas Rio, di momen itu mengatakan akan segera mengeksekusi janji politiknya dengan sejumlah program yang telah disusun. Terutama, terkait pelayanan dasar masyarakat.</p>



<p>&#8220;Seperti yang sudah saya janjikan saat masa kampanye Pilkada 2024 lalu, setelah dilantik saya akan ke sini. Alhamdulillah hari ini saya menepati janji, hadir di tengah-tengah masyarakat Dusun Pesisir Mimbo,&#8221; kata Bupati Situbondo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut Mas Rio mengatakan, bahwa janjinya membangun tangkis penahan ombak di bibir Pantai Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, itu segera direalisasikan. &#8220;Saya pastikan akan dibangun tangkis penahan ombak di Mimbo, sesuai dengan janji saya ketika kampanye dahulu,&#8221; tegas Mas Rio.</p>



<p>Selain itu, Mas Rio juga menyampaikan jika dalam waktu dekat akan membangun Pasar Mimbo untuk menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. &#8220;Kita juga akan membangun Pasar Mimbo di sini,&#8221; ujar Mas Rio kepada warga setempat.</p>



<p>Sementara itu, warga setempat, Robi (28), menyampaikan terima kasih kepada Mas Rio yang telah menepati janji politiknya. &#8220;Saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Mas Rio. Semoga rencana pembangunan ini berjalan lancar sesuai harapan,&#8221; jelas Robi.</p>



<p>Sekedar diketahui, tangkis penahan ombak yang ada di Dusun Pesisir Mimbo sepanjang 10 meter, itu sudah lama rusak. Tak heran, jika masyarakat meminta bangunan tangkis penahan ombak tersebut diperbaiki. Sebab, jika terjadi ombak besar membahayakan bagi masyarakat setempat. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220031</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dihantam Ombak, Jalur Pasirian-Tempursari Lumajang Putus</title>
		<link>https://memontum.com/dihantam-ombak-jalur-pasirian-tempursari-lumajang-putus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Sep 2024 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dihantam]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[pasirian-tempursari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214513</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, meninjau jalur penghubung antara Kecamatan Pasirian dan Kecamatan Tempursari, yang putus diterjang ombak, Minggu (22/09/2024) kemarin. Jalur tersebut, berada di tepi Pantai Kali Gede. Sementara akibat terputusnya jalur, membuat warga pun menjadi kesulitan untuk melintas. Bahkan, beberapa warga harus memaksa dengan memakai kendaraan motor guna melintasi jalur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, meninjau jalur penghubung antara Kecamatan Pasirian dan Kecamatan Tempursari, yang putus diterjang ombak, Minggu (22/09/2024) kemarin. Jalur tersebut, berada di tepi Pantai Kali Gede.</p>



<p>Sementara akibat terputusnya jalur, membuat warga pun menjadi kesulitan untuk melintas. Bahkan, beberapa warga harus memaksa dengan memakai kendaraan motor guna melintasi jalur alternatif.</p>



<p>Pj Bupati Indah menyampaikan, bahwa terkait rencana pembangunan jalan penghubung yang terputus tersebut, nantinya akan dikaji terlebih dahulu. Itu karena, kondisi ombak laut yang semakin naik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kemungkinan jalan akan dibangun dibalik bukit. Namun, itu masih butuh kajian terlebih dahulu. Tujuannya, agar pembangunan jalan nantinya bisa sesuai dan bertahan lama,&#8221; kata Pj Bupati, Senin (23/09/2024) tadi.</p>



<p>Dirinya juga menyebutkan, saat ini terdapat jalan alternatif yang hanya bisa dilalui roda dua. Namun, jalan tersebut masih perlu perbaikan agar masyarakat yang melintas lebih terjaga keamanannya.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya, warga sudah membuat jalan alternatif memakai swadaya. Namun, jalan ini nantinya akan kami koreksi dan akan dibangun jalan rabat oleh pemerintah melalu Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Sehingga, akses khusus roda dua untuk masyarakat akan tetap ada,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214513</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perahu Dihantam Ombak, Dua ABK Asal Sampang dan Pamekasan Hilang di Pantai Muara Tamberu Agung</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-dihantam-ombak-dua-abk-asal-sampang-dan-pamekasan-hilang-di-pantai-muara-tamberu-agung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2024 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[dihantam]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[tamberu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204910</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Perahu nelayan di Pantai Muara Tamberu Agung, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, dilaporkan terbalik, Rabu (14/03/2024) malam. Bahkan hingga Kamis (14/03/2024) tadi, sebanyak dua Anak Buah Kapal (ABK) belum berhasil ditemukan. Pemilik perahu, Hasin (47), asal Dusun Karang Barat, Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, menceritakan bahwa peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 15.30. Saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Perahu nelayan di Pantai Muara Tamberu Agung, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, dilaporkan terbalik, Rabu (14/03/2024) malam. Bahkan hingga Kamis (14/03/2024) tadi, sebanyak dua Anak Buah Kapal (ABK) belum berhasil ditemukan.</p>



<p>Pemilik perahu, Hasin (47), asal Dusun Karang Barat, Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, menceritakan bahwa peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 15.30. Saat itu, dirinya bersama empat orang temannya, berangkat ke tengah laut untuk menangkap ikan.</p>



<p>&#8220;Setelah menebar jaring pukul 22.30, saya berniat untuk kembali. Namun pada saat hampir di pinggir laut, saya mengarahkan perahu ke sebelah Timur,&#8221; katanya, Kamis (14/3/2024) tadi.</p>



<p>Hasin menambahkan, saat mengarahkan perahu ke sebelah Timur, bersamaan dengan itu muncul ombak besar dari arah Barat daya. Akibatnya, perahu menjadi terhempas dan mengakibatkan terbalik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Seketika itu saya berteriak memanggil-manggil ABK yang lain. Saya sudah tidak menghiraukan perahu. Namun, dari beberapa orang yang saya panggil, hanya satu orang yang menjawab yakni Iyan. Dia kemudian menepi bersama saya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurut Hasin, beberapa menit kemudian atau tepatnya Kamis l14/03/2024) sekitar pukul 00.15, ABK atas nama Mat Saleh berjalan terhuyung huyung dari arah Timur datang menghampiri. &#8220;Namun, untuk dua ABK atas nama Abduh dan H Alwi, masih belum kunjung ke tepian. Sehingga, saya memperkirakan hilang dan melaporkan kejadian ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Pemangku Sementara (PS) Kasat Polair Polres Pamekasan, Ipda Isrok Wahyudi, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. &#8220;Benar, bahwa di TKP telah terjadi Laka Laut yang mengakibatkan perahu tenggelam,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Ditambahkannya, sampai saat ini kedua ABK bernama Abduh (50) warga Alamat Dusun Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang dan H Alwi (60) alamat Dusun Paddeg, Desa Tlontorajah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian. &#8220;Kami dibantu beberapa warga masih tetap melakukan pencarian,&#8221; tambahnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204910</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perahu Karam Diterjang Ombak, Tiga Nelayan Situbondo Berhasil Selamat</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-karam-diterjang-ombak-tiga-nelayan-situbondo-berhasil-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2024 21:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207542</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Perahu nelayan di Perairan Kalbut, Kabupaten Situbondo, dilaporkan diterjang ombak hingga terbalik dan karam, Sabtu (09/03/2024) malam. Lokasi kejadian itu, berlangsung di titik koordinat 07° 37&#8242; 25&#8221; LS &#8211; 114° 0&#8242; 51&#8221; BT. Informasi Memontum.com, bahwa perahu nelayan itu dinahkodai oleh Busali (55), dengan dua penumpang Asmojo (60) dan Sadun (55). Ketiganya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Perahu nelayan di Perairan Kalbut, Kabupaten Situbondo, dilaporkan diterjang ombak hingga terbalik dan karam, Sabtu (09/03/2024) malam. Lokasi kejadian itu, berlangsung di titik koordinat 07° 37&#8242; 25&#8221; LS &#8211; 114° 0&#8242; 51&#8221; BT.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa perahu nelayan itu dinahkodai oleh Busali (55), dengan dua penumpang Asmojo (60) dan Sadun (55). Ketiganya, merupakan nelayan asal Dusun Kaliasin, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Dijelaskan Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, bahwa ketiganya berangkat melaut pukul 05.00. Ketiga korban itu, berangkat melaut di Perairan Situbondo menggunakan perahu kayu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saat akan kembali pulang, perahu yang berjarak sekitar 700 meter dari bibir pantai, dihantam ombak dari sisi kanan. Kejadian itu, mengakibatkan perahu tersebut terbalik dan karam. Pada saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi hujan disertai angin kencang dan ombak tinggi,” jelasnya.</p>



<p>Mendengar kabar ada perahu nelayan karam akibat di hantam ombak, paparnya, petugas Satpolairud Polres Situbondo langsung mendatangi lokasi. Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan evakuasi yang dibantu oleh masyarakat Pesisir Dusun Kaliasin, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo.</p>



<p>“Ketiga nelayan itu dapat dievakuasi dan dibawa menuju rumahnya masing-masing, dalam keadaan selamat dan sehat. Sedangkan, nelayan atas nama Sadun, dibawa ke Puskesmas Mangaran untuk dilakukan penanganan medis. Itu karena, korban sempat muntah-muntah karena diduga banyak minum air laut,” ujar AKP Gede Sukarmadiyasa. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207542</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu Korban Terseret Ombak Ditemukan Meninggal, RSUB Malang Beberkan Perkembangan Mahasiswa WNA</title>
		<link>https://memontum.com/satu-korban-terseret-ombak-ditemukan-meninggal-rsub-malang-beberkan-perkembangan-mahasiswa-wna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2023 12:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[beberkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[rsub]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192990</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap para korban terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Kecamatan Bantue, Kabupaten Malang. Dalam pencarian di hari keempat ini, akhirnya tim gabungan mendapatkan hasil. Selasa (11/07/2023) sekitar pukul 12.30, Tim SAR gabungan dan Paguyuban Nelayan Popoh, berhasil menemukan satu jenazah. Hasil identifikasi oleh Tim Inafis, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap para korban terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Kecamatan Bantue, Kabupaten Malang. Dalam pencarian di hari keempat ini, akhirnya tim gabungan mendapatkan hasil.</p>



<p>Selasa (11/07/2023) sekitar pukul 12.30, Tim SAR gabungan dan Paguyuban Nelayan Popoh, berhasil menemukan satu jenazah. Hasil identifikasi oleh Tim Inafis, menyatakan bahwa jenazah yang ditemukan atas nama I Made Indraprastha (42), warga Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>



<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya, yang juga selaku selaku SAR Misson Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi, membenarkan adanya penemuan tersebut. &#8220;Korban ditemukan di lokasi yang berada di koordinat 8° 18&#8242; 16&#8243; S 112° 53&#8242; 50&#8243; E atau berjarak sekitar 6,73 km dari lokasi kejadian,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan ditemukannya I Made, maka pencarian akan berfokus kepada Jana Olivia Soland (24) warga Swiss dan Bayu, guide, yang hingga kini belum ditemukan. Dalam kejadian itu, dua orang juga berhasil selamat, setelah sempat terbawa ombak.</p>



<p>Sementara itu, paska mengalami insiden terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang Malang Selatan, salah satu korban asal spanyol yang juga mahasiswa FKUB, Ana Brieva Raimirez (23), terus mendapatkan perawatan intensif di RSUB. Untuk kondisinya, pun saat ini sudah cukup baik.</p>



<p>Direktur RSUB, dr Viera Wardani M.Kes, dalam konferensi pers menyampaikan jika kondisi Ana setelah dilakukan pemeriksaan sebelumnya, mengalami dehidrasi sedang, karena kekurangan cairan dan tidak mendapat asupan. Kemudian, mengalami surnburn (terpapar sinar matahari) dan mengalami traumatis.</p>



<p>“Berdasarkan pertimbangan dokter, audari Ana perlu ditemani. Namun tidak perlu terlalu banyak dan perlu pembatasan kunjungan. Hingga saat ini perkembangannya pun cukup positif. Tapi, perlu waktu Ana melakukan fungsinya secara mandiri,” jelas dr Viera Wardani saat konferensi pers di Gedung FKUB, Selasa (11/07/2023) sore.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, Ana mengalami kondisi psikologi yang tidak berat. Namun, sudah diberikan terapi psikologis yang suportif, sehingga pada Rabu (12/07/2023) besok, akan dilakukan evaluasi menyeluruh terkait dengan kondisi Ana saat ini.</p>



<p>“Kondisi psikologis sudah bisa kita kelola. Evaluasi dari para psikolog sudah diberikan dengan baik oleh pihak RSUB. Mengenai efek sunburn karena terpapar sinar matahari akan menimbulkan dampak, itu besok akan dievaluasi juga apakah dia bisa melakukan perawatan sendiri setelah dipulangkan. Mohon doanya agar segera pulih,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Internasional Relations Office FKUB, dr Happy Kurnia Permatasari, Ph.D, mengatakan jika pihaknya juga telah melakukan kerja sama dengan Kedutaan Spanyol dan orang tua Ana. Untuk keputusan kembali ke negara asal atau melanjutkan Study Exchange di FKUB, menurutnya itu keputusan dari diri Ana sendiri.</p>



<p>“Untuk keputusan dia untuk kembali atau meneruskan (pendidikan, red). Tidak bisa kedutaan mempengaruhi keputusan personal. Dari evaluasi awal, beliau ingin melanjutkan kegiatan ini. Sebetulnya, dia ingin segera melanjutkan program exchange ke RS,” ujar Happy.</p>



<p>Lebih lanjut, mengenai mahasiswa asing lainnya yang sampai dengan saat ini belum ditemukan, yaitu Jana Olivia Soland (23) warga Swiss, masih dilakukan pencarian secara intensif oleh Tim SAR yang bekerjasama dengan banyak pihak.</p>



<p>“Kami sampai dengan saat ini masih melakukan upaya pencarian. Tentunya juga dengan bekerjasama dengan Tim SAR, TNI Polri, dan tiap hari ada dosen yang stanby di sana. Jadi kami membuat shift,” lanjutnya.</p>



<p>Saat disinggung mengenai insiden tersebut menjadi tanggung jawab dari pihak FKUB atau pihak Event Organizer, Kepala Pengelola Informasi dan Kehumasan FKUB, dr Holipah Ph.D, mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa menjawab hal tersebut. “Kami tidak bisa menjawab, karena akan mempelajari,” imbuh Holipah singkat. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192990</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terseret Ombak saat Mancing, Pria Paruh Baya di Probolinggo Ditemukan Tak Bernyawa</title>
		<link>https://memontum.com/terseret-ombak-saat-mancing-pria-paruh-baya-di-probolinggo-ditemukan-tak-bernyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2023 04:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[baya,]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Mancing]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[paruh]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[saat]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192924</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Naas menimpa Budianto (66) warga Desa Liprak, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Korban yang sudah paruh baya itu, ditemukan tidak bernyawa setelah sempat dilaporkan terseret ombak saat memancing, Senin (10/07/2023) malam. Informasi memontum.com, korban awalnya memancing bersama tiga rekannya dan satu anaknya di tepi pantai di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Naas menimpa Budianto (66) warga Desa Liprak, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Korban yang sudah paruh baya itu, ditemukan tidak bernyawa setelah sempat dilaporkan terseret ombak saat memancing, Senin (10/07/2023) malam.</p>



<p>Informasi memontum.com, korban awalnya memancing bersama tiga rekannya dan satu anaknya di tepi pantai di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Saat itu, korban hendak ke muara yang saat itu kondisi airnya sedang surut. Kemudian, korban sempat diingatkan oleh rekannya karena ditakutkan air tiba-tiba pasang.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Hanya saja, korban tetap menuju ke muara. Tidak berselang lama itulah, tiba-tiba air pasang. Sehingga, korban pun terbawa ombak pantai.</p>



<p>Kejadian itu, pun kemudian dilaporkan ke petugas. Sehingga, bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo serta lainnya, melakukan pencarian.</p>



<p>Anggota TRC BPBD Kabupaten Probolinggo, Zubaidillah, mengatakan bahwa setelah beberapa jam dilakukan pencarian, akhirnya korban berhasil ditemukan. Meskipun, nyawa korban tidak berhasil ditolong.</p>



<p>&#8220;Korban saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia,&#8221; terangnya, Selasa (11/07/2023) tadi. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192924</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerita di Balik Mahasiswa Asal Spanyol yang Lolos dari Ganasnya Ombak Pantai Jembatan Panjang</title>
		<link>https://memontum.com/cerita-di-balik-mahasiswa-asal-spanyol-yang-lolos-dari-ganasnya-ombak-pantai-jembatan-panjang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[asal]]></category>
		<category><![CDATA[balik]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[ganasnya]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lolos]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192860</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mahasiswi FKUB asal Spanyol, Ana Brieva Raimirez (23), yang sebelumnya sempat terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Kabupaten Malang, telah mendapatkan perawatan intensif di RSUB. Sebagaimana diberitakan, korban berhasil ditemukan selamat pada Minggu (09/07/2023) pukul 10.45 di Pantai Bantol, Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang atau sekitar 4,77 Nautikal Mile (NM) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mahasiswi FKUB asal Spanyol, Ana Brieva Raimirez (23), yang sebelumnya sempat terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Kabupaten Malang, telah mendapatkan perawatan intensif di RSUB. Sebagaimana diberitakan, korban berhasil ditemukan selamat pada Minggu (09/07/2023) pukul 10.45 di Pantai Bantol, Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang atau sekitar 4,77 Nautikal Mile (NM) dari jarak awal tenggelam.</p>



<p>Anggota Pengabdian Masyarakat (Pengmas) FKUB yang bertugas di lokasi, dr Aurick Yudha Nagara, menceritakan kejadian yang menimpa Ana. Disampaikannya, bahwa Ana bisa selamat dari ganasnya ombak dengan cara menjaga ketenangan dan berpegangan papan yang mengapung agar tidak tenggelam. &#8220;Ana mengaku, dirinya selamat setelah berenang ke tepi pantai yang tidak berpenghuni dan berusaha untuk bertahan hingga menjelang matahari terbit dengan membuat lubang pasir untuk ditiduri. Dan selama semalam (malam itu, red), dirinya tidur di pantai tersebut,&#8221; kata Aurick, Senin (10/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, tambahnya, jika saat itu Ana sempat melihat lampu senter di pantai. Setelah pagi hari, Ana berusaha mencari pertolongan dengan berjalan kaki mengikuti jalan setapak kecil selama empat sampai lima jam. Akhirnya, bertemu dengan seorang warga dan dibawa ke posko.</p>



<p>“Kami melanjutkan pemeriksaan dan perawatan saat di Puskesmas Bantur karena dehidrasi sedang dan perawatan luka yang dialami oleh Ana,” lanjut Aurick.</p>



<p>Insiden yang menimpa Ana, ini terjadi saat korban sedang menikmati suasana Pantai Jembatan Panjang di Bantur, bersama dengan teman-temannya, Sabtu (08/07/2023) lalu. Tidak disangka, tiba-tiba ombak besar menghantam pantai dan Ana terseret arus yang kuat bersama Jana Olivia Soland (23) warga Negara Swiss. Sementara tiga guide yang mengetahui dan berusaha menolong keduanya, pun akhirnya juga terseret ombak.</p>



<p>Hingga saat ini, operasi SAR masih menyusur sepanjang garis pantai, untuk mencari tiga korban lain yang belum ditemukan. Yaitu, Jana Olivia Soland (23) warga Swis, serta dua guide rombongan Made dan Bayu. Sedangkan, satu guide lain atas nama Muhammad Ruspandi atau Pendik, berhasil ditemukan dan selamat, sebelum Ana berhasil ditemukan tim gabungan. <strong><em>(rsy/gie)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192860</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lagi, Satu Korban Terseret Ombak Pantai Jembatan Panjang Ditemukan Selamat</title>
		<link>https://memontum.com/lagi-satu-korban-terseret-ombak-pantai-jembatan-panjang-ditemukan-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jul 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lagi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192793</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Satu persatu korban ombak Pantai Jembatan Panjang, Tanjung Sirap, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, akhirnya berhasil ditemukan. Adalah Ana Brieva Ramirez (23), warga asal Spanyol, yang kembali berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, Minggu (09/07/2023) sekitar pukul 10.45. Korban berhasil ditemukan di Pantai Bantol, Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang atau sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Satu persatu korban ombak Pantai Jembatan Panjang, Tanjung Sirap, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, akhirnya berhasil ditemukan. Adalah Ana Brieva Ramirez (23), warga asal Spanyol, yang kembali berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, Minggu (09/07/2023) sekitar pukul 10.45.</p>



<p>Korban berhasil ditemukan di Pantai Bantol, Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang atau sekitar 4,77 Nautikal Mile (NM) dari lokasi kejadian yang berada di Pantai Jembatan Panjang. Saat ditemukan, kondisi Ana sudah terlihat lemah hingga harus digendong oleh petugas untuk dibawa ke tim medis yang berada di Posko kemudian dibawa ke Puskesmas Bantur.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Saat ini, Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian tiga korban yang belum ditemukan. Yakni Jana Olivia Soland (24), warga Negara Swis, serta dua guide rombongan, Made dan Bayu.</p>



<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Surabaya, Muhamad Hariyadi, mengatakan bahwa korban bernama Ana telah ditemukan dalam kondisi selamat. &#8220;Tim SAR gabungan menemukan satu WNA asal Spanyol dalam keadaan selamat,&#8221; ucap Hariyadi.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, dua mahasiswi asing rombongan dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Ana Brieva Ramirez (23), warga Negara Spain dan Jana Olivia Soland (23), warga Negara Swis, serta tiga guide rombongan, Made, Bayu dan Pendik, terseret ombak Pantai Jembatan Panjang, Tanjung Sirap, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Sabtu (08/07/2023) sekitar pukul 08.00. Usai dilaporkan terseret ombak, usaha pencarian oleh tim SAR gabungan hingga sejumlah pihak mulai Polairud, relawan dan nelayan, terus dilakukan. Meski sempat terhalang kondisi alam, akhirnya satu guide atas nama Pendik atau Muhammad Ruspandi, berhasil ditemukan di Selatan Pantai Kondang Merak.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192793</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu dari Lima Korban Terseret Ombak Pantai Jembatan Panjang Ditemukan Sejauh 0.5 Mil</title>
		<link>https://memontum.com/satu-dari-lima-korban-terseret-ombak-pantai-jembatan-panjang-ditemukan-sejauh-0-5-mil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 13:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[lima]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[sejauh]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192735</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Satu dari lima korban terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Tanjung Sirap, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, akhirnya berhasil ditemukan, Sabtu (08/07/2023) malam. Adalah Muhammad Ruspandi atau Pendik, 24 tahun dari Malang Travel atau satu dari tiga guide rombongan mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Brawijaya, yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Satu dari lima korban terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Tanjung Sirap, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, akhirnya berhasil ditemukan, Sabtu (08/07/2023) malam. Adalah Muhammad Ruspandi atau Pendik, 24 tahun dari Malang Travel atau satu dari tiga guide rombongan mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Brawijaya, yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.</p>



<p>Korban berhasil diselamatkan oleh team rescue PSR POS AL Sendangbiru di Selatan Pantai Kondang Merak atau sekitar 0.5 mil dari lokasi kejadian awal. Korban sendiri saat ditemukan, masih menggunakan jaket pelampung atau mengapung.</p>



<p>“Korban berhasil ditemukan di tengah laut sisi Selatan Pantai Kondang Merak, Bantur. Untuk identitas korban adalah Muhammad Ruspandi, warga Jalan Tirtomulyo RT01 RW01 Tajinan,” kata Kapolsek Bantur, AKP Slamet Bagyo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan berhasil ditemukannya Pendik, maka sebanyak empat orang yang masih dilakukan upaya pencarian. Empat identitas itu, yakni dua mahasiswi asing dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Ana Brieva Ramirez (24), warga Negara Spain dan Jana Olivia Soland (24), warga Negara Swis serta dua guide Made dan Bayu.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, sebanyak lima orang terseret ombak Pantai Jembatan Panjang, Sabtu (08/07/2023) sekitar pukul 08.00. Hal naas itu, terjadi saat sebanyak delapan orang berenang di pinggiran pantai. Namun, muncul ombak besar hingga membuat Anna dan Jana tidak bisa menepi. Keduanya, menyangkut di tengah pulau.</p>



<p>Melihat Anna dan Jana dalam bahaya, Made bersama Bayu dan Pendik, berniat memberikan pertolongan. Namun, saat merescue keduanya, secara tiba-tiba ombak besar datang. Sehingga, mereka terseret ombak. Akibat kejadian itu, lima orang dinyatakan hilang dilakukan pencarian. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192735</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
