<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>omzet turun &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/omzet-turun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2022 11:21:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>omzet turun &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pedagang Petasan di Kota Malang Alami Penurunan Omzet</title>
		<link>https://memontum.com/pedagang-petasan-di-kota-malang-alami-penurunan-omzet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2022 11:21:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[omzet turun]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[petasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=180769</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bunyi petasan di momen pergantian tahun, sepertinya mulai dirasakan Nurohma (40). Maklum, perayaan tahun baru yang tidak afdol rasanya jika tidak menyalakan petasan kembang api, ternyata jauh dari harapan. Nurohma yang bekerja sebagai salah satu penjual petasan di Pasar Besar Kota Malang, mengaku jika penjualannya kini mengalami penurunan omzet secara drastis. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bunyi petasan di momen pergantian tahun, sepertinya mulai dirasakan Nurohma (40). Maklum, perayaan tahun baru yang tidak afdol rasanya jika tidak menyalakan petasan kembang api, ternyata jauh dari harapan.</p>



<p>Nurohma yang bekerja sebagai salah satu penjual petasan di Pasar Besar Kota Malang, mengaku jika penjualannya kini mengalami penurunan omzet secara drastis. Itu karena, sepinya minat pembeli yang biasa mengisi momen pergantian tahun dengan petasan.</p>



<p>“Di perayaan tahun baru ini, sangat sepi. Beda seperti tahun sebelumnya. Ini saja, petasan yang saya jualkan masih banyak. Padahal, malam tahun barunya tinggal besok,” ujarnya saat ditemui di lapak penjualannya, Jumat (30/12/2022) tadi.</p>



<p>Di tahun sebelumnya, Nurohma mengaku, bisa sampai membeli petasan di tengkulak hingga jutaan rupiah. Berbeda halnya dengan saat ini, dirinya hanya bisa membeli hingga ratusan ribu. Itu pun, saat dijual kembali juga belum habis.</p>



<p>“Kalau dahulu, jelang tahun baru bisa beli sampai Rp 10 juta. Tetapi kalau sekarang, hanya bisa beli sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu,” katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Untuk jenis petasan yang dijualkan, dirinya mengatakan sangat beragam. Mulai dari kembang api kawat biasa, kembang api air mancur, petasan gasing, hingga petasan yang berukuran besar. Untuk harga yang dijualkan mulai dari Rp 5 ribu sampai dengan Rp 250 ribu perpacknya.</p>



<p>“Macam-macam untuk jenisnya. Harganya pun, juga bermacam-macam. Kalau yang biasa dibeli anak-anak, itu petasan banting dan sama air mancur. Harganya dari dulu tetap, kenaikannya nggak terlalu banyak,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menyampaikan, jika petasan yang dijualkan tersebut, beberapa diantaranya juga sisa dari penjualan saat Idul Fitri lalu. Sebab, menurutnya keuntungan dari barang dagangannya masih lumayan besar.</p>



<p>“Ini banyak barang sisa saat Idul Fitri lalu, yang nggak laku dan masih bisa di jual. Lumayan besar harganya, karena masih di atas Rp 100 ribu. Jadi, ya saya jual lagi,” lanjutnya.</p>



<p>Untuk omset yang didapatkan saat sepi pembeli seperti ini, dirinya hanya mendapatkan ratusan ribu saja perharinya. Namun, hal itu tetap dirinya syukuri dan jalani. &#8220;Tetap di syukuri saja. Namanya juga jualan, dari pada nggak dapat sama sekali ditungguin saja pembelinya. Semoga hari H nanti, bisa ramai,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180769</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai Rawit di Trenggalek Kian Melejit, Omzet Pedagang Turun</title>
		<link>https://memontum.com/harga-cabai-rawit-di-trenggalek-kian-melejit-omzet-pedagang-turun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2022 10:52:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai meroket]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Cabai Rawit]]></category>
		<category><![CDATA[harga naik]]></category>
		<category><![CDATA[Omzet Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[omzet turun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170411</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Sejak beberapa hari terakhir, harga cabai rawit di Trenggalek, kian melejit. Seperti yang terpantau di salah satu pasar tradisional di Trenggalek, harga cabai rawit merah kini tembus di harga Rp 90 ribu perkilogram. &#8220;Kenaikan harga cabai rawit merah sampai di harga Rp 90 ribu perkilogram, ini terjadi sejak 4 hari terakhir. Tepatnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Sejak beberapa hari terakhir, harga cabai rawit di Trenggalek, kian melejit. Seperti yang terpantau di salah satu pasar tradisional di Trenggalek, harga cabai rawit merah kini tembus di harga Rp 90 ribu perkilogram.</p>



<p>&#8220;Kenaikan harga cabai rawit merah sampai di harga Rp 90 ribu perkilogram, ini terjadi sejak 4 hari terakhir. Tepatnya, sejak Jumat (03/06/2022) kemarin,&#8221; ucap salah satu pedagang cabai yang ada di Pasar Basah Trenggalek, Fitri, saat dikonfirmasi, Rabu (08/06/2022) sore.</p>



<p>Menurutnya, kenaikan harga cabai ini sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Selain kondisi pasar yang sepi, omzet pedagang pun juga menurun.</p>



<p>&#8220;Ya karena cabai mahal, masyarakat enggan membeli. Belum lagi pasarnya juga lumayan sepi,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Berdasarkan informasi yang dirinya terima, kenaikan harga cabai rawit ini dikarenakan pasokan dari petani cabai menurun. Sehingga membuat harganya semakin hari semakin naik.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya, harga cabai di harga Rp 30 ribu. Lalu, mengalami kenaikan menjadi Rp 65 ribu sampai sekarang sudah Rp 90 ribu. Naiknya harga, ini juga berubah-ubah setiap hari,&#8221; kata ibu 2 anak ini.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Diperkirakan, tambahnya, harga cabai ini akan terus naik. Mengingat pasokan dari petani cabai mulai berkurang. Belum lagi, saat ini sudah masuk musim penghujan. Kemungkinan tanaman cabai banyak yang busuk, sehingga para petani hanya mendapatkan hasil panen yang sedikit.</p>



<p>Sementara itu, salah satu petani cabai di Trenggalek, Nurhadi Rohmad, mengaku jika saat ini di Trenggalek cuacanya tidak bisa ditebak. &#8220;Karena cuaca di sini itu tidak bisa ditebak. Pagi panas, siang atau sore tiba-tiba hujan. Ini berdampak pada tanaman cabai yang akan dipanen,&#8221; terangnya.</p>



<p>Meski tanaman cabainya banyak yang mati atau rusak akibat hama atau penyakit, dirinya juga tidak bisa berbuat banyak. Pada dasarnya, upaya penyemprotan obat terhadap tanaman cabai sudah dilakukan. Akan tetapi, itu masih belum cukup.</p>



<p>&#8220;Ya, kita sudah melakukan cara penanaman hingga perawatan maksimal secara mandiri. Tanpa ada pembinaan ataupun pendampingan dari instansi terkait. Meski harga jualnya cukup menguntungkan, tetapi harus diingat banyak tanaman cabai yang mati,&#8221; tutur Nurhadi.</p>



<p>Dari awal panen, sambungnya, kondisi cabai masih bagus dengan hasil yang melimpah. Namun seiring berjalannya waktu, di panen berikutnya mulai muncul serangan hama. &#8220;Kondisi tanaman cabai yang terserang hama ini membuat buahnya menjadi kehitaman. Dan jika sudah ada 1 tanaman yang bergejala seperti ini, harus set dicabut agar tidak menular ke tanaman yang lain,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170411</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pedagang ‘Pasar Kaget’ Ramadan Pamekasan Alami Penurunan Omzet</title>
		<link>https://memontum.com/pedagang-pasar-kaget-ramadan-pamekasan-alami-penurunan-omzet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 May 2021 10:06:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[omzet turun]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[pasar kaget]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=141811</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Seperti perayaan Kampoeng Ramadan Jogokariyan (KRJ) Yogyakarta, di Kabupaten Pamekasan juga punya perayaan serupa yang disebut Pasar Kaget. Pasar yang memadati trotoar di Jl. Kabupaten atau Gadin tersebut memang selalu dipadati pembeli mulai dari siang sampai sore hari. Baca juga: Terkait keberadaan Pasar musiman ini, salah satu pedagang, Fitri, menjelaskan rata-rata pedagang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Seperti perayaan Kampoeng Ramadan Jogokariyan (KRJ) Yogyakarta, di Kabupaten Pamekasan juga punya perayaan serupa yang disebut Pasar Kaget.</p>



<p>Pasar yang memadati trotoar di Jl. Kabupaten atau Gadin tersebut memang selalu dipadati pembeli mulai dari siang sampai sore hari.</p>



<p><strong><span style="text-decoration: underline">Baca juga:</span></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
</ul>


<p>Terkait keberadaan Pasar musiman ini, salah satu pedagang, Fitri, menjelaskan rata-rata pedagang di Pasar Kaget Ramadhan mulai jualan dari pagi sampai sore.</p>



<p>&#8220;Saya jualan selama bulan puasa aja, jualan mulai jam 06:00-17:00 WIB. Selain Bulan Puasa saya tidak jualan mas, hanya di Bulan Ramadhan aja saya jualan di tempat ini, tapi ada sih sebagian pedagang khususnya pedagang bagian Barat itu memang jualan meski Bulan Ramadhan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ditanya macam-macam jualannya, Fitri menjawab ada buah timun mas, buah nanas, buah semangka, buah pisang, cendol-cendolan, singkong sekap (tapai), dll.</p>



<p>&#8220;Suplai buah yang ada pada saya, saya kulakan ke Pasar 17 Agustus atau Pasar Batik, dan rata-rata semua pedagang memang kulakan ke pasar Batik semua,&#8221; terang Fitri.</p>



<p>Menjelang Lebaran 2021 ini, para pedagang di Pasar Kaget masih mengeluhkan tentang sepinya pembeli.</p>



<p>&#8220;Waduh mas, untuk Bulan Ramadan kali ini sepi mas, sepi pembeli, tidak seramai tahun lalu, ya gara-gara Corona ini mas, masih aja tak pergi-pergi itu Coronanya mas,&#8221; keluhnya.</p>



<p>&#8220;Tahun ini harga barang pada naik, sedangkan duit tidak ada, pengeluaran banyak sedangkan pemasukan tidak ada,&#8221; imbuhnya.<strong> (fid/adi/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">141811</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
