<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>orang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/orang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Sep 2025 22:21:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>orang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kasus Campak di Kota Malang Bertambah Jadi 9 Orang, 146 Masuk Kategori Suspek</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-campak-di-kota-malang-bertambah-jadi-9-orang-146-masuk-kategori-suspek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[kategori]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[suspek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225937</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus campak yang terjadi di Kota Malang, kini bertambah menjadi sembilan orang. Padahal sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat hanya ada lima anak. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa empat kasus baru tersebut, ditemukan di Kelurahan Kotalama. Sedangkan lima kasus sebelumnya, terdeteksi di Kelurahan Arjowinangun dan Bumiayu, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus campak yang terjadi di Kota Malang, kini bertambah menjadi sembilan orang. Padahal sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat hanya ada lima anak.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa empat kasus baru tersebut, ditemukan di Kelurahan Kotalama. Sedangkan lima kasus sebelumnya, terdeteksi di Kelurahan Arjowinangun dan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>&#8220;Untuk kondisi anak-anak yang sebelumnya terinfeksi sudah bagus, membaik. Tinggal istirahat, kemudian memenuhi asupan gizi. Tidak perlu sampai dirawat,” ujar Husnul, Jumat (12/09/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, bahwa proses pemulihan pasien campak umumnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu. “Insyaallah dua minggu sudah pulih. Karena yang di Bumiayu dan Arjowinangun itu sudah bagus, tinggal recovery dengan istirahat yang cukup,” lanjutnya.</p>



<p>Selain kasus positif, Dinkes juga mencatat adanya 146 orang masuk kategori suspek campak berdasarkan data nomor epidemiologi. Suspek tersebut mayoritas berasal dari tiga wilayah yang sama, yakni Arjowinangun, Bumiayu dan Kotalama.</p>



<p>“Kalau suspeknya sekitar 146, itu dilihat dari nomor epid. Nah dari 146 itu, 9 yang positif. Suspeknya rata-rata dari sekitar pasien, baik teman sekolah maupun keluarganya,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225937</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cukup Satu Orang, TPS Durek Giripurno Mampu Olah Sampah Secara Mandiri selama 21 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/cukup-satu-orang-tps-durek-giripurno-mampu-olah-sampah-secara-mandiri-selama-21-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Sep 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[giripurno]]></category>
		<category><![CDATA[Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198311</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Tempat Pembuangan Sampah (TPS) milik Desa Giripurno, yang berada di Dusun Durek, ditangani oleh satu orang dalam pengolahan. Menariknya, meski ditangani oleh satu orang dan mengolah sampah dari 540 sampah rumah dalam satu dusun, namun berjalan efektif. Bahkan, sejak berdiri tahun 2002, tidak pernah melakukan pembuangan sampah di TPA Tlekung, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Tempat Pembuangan Sampah (TPS) milik Desa Giripurno, yang berada di Dusun Durek, ditangani oleh satu orang dalam pengolahan. Menariknya, meski ditangani oleh satu orang dan mengolah sampah dari 540 sampah rumah dalam satu dusun, namun berjalan efektif. Bahkan, sejak berdiri tahun 2002, tidak pernah melakukan pembuangan sampah di TPA Tlekung, yang kala itu menjadi TPA Kota Batu.</p>



<p>Kepala Dusun Durek, Sukirno, mengatakan TPS milik Desa Giripurno atau yang lebih dikenal TPS Durek, ini menangani sampah dari satu dusun, yaitu Dusun Durek. Bila dihitung, dalam satu hari sampah yang ditampung sebesar empat kuintal. Dan, sampah tersebut berasal dari 540 rumah.</p>



<p>&#8220;Dari banyaknya sampah sekitar empat kuintal perhari atau dari 540 rumah, itu mampu ditangani satu orang,&#8221; terangnya di TPS Durek, Dusun Durek, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Minggu (17/09/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, selama beroperasi tersebut, warga secara mandiri juga membuang sendiri sampah ke TPS. Sehingga, semua berjalan efektif.</p>



<p>&#8220;Selama TPS ini berdiri, itu petugas tidak pernah mengambil sampah ke rumah-rumah. Tetapi, masyarakat membuang sampahnya secara mandiri ke TPS,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Dan, tambah Sukirno, selama ini juga TPS Durek tidak pernah membuang residu ke TPA Tlekung. Tetapi, langsung dibakar di tempat khusus pembakaran yang berukuran 3&#215;3 meter.</p>



<p>&#8220;Jadi, TPS ini awalnya tempat pembuangan sampah liar. Kemudian, dibangun TPS untuk sampah basah berukuran 8&#215;8 meter. Lalu, tempat pembakaran sampah berukuran 3&#215;3 meter,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengenai gaji yang diterima untuk satu orang petugas sampah, itu sebesar Rp 1,250 juta perbulan. Dan, gaji tersebut berasal dari iuran kebersihan warga.</p>



<p>&#8220;Mekanisme pengolahan sampah di TPS ini, itu dari sampah rumah tangga ketika datang langsung diolah. Sampah basah disendirikan dan dibawa ke tempatnya. Lalu, sampah kering dipilah bila bisa dijual diserahkan ke bank sampah. Lalu, untuk residu langsung dibakar. Mulai sampah basah sampai kering hingga residu, diolah oleh satu orang petugas. Dan, sampah kering yang masuk bank sampah diolah oleh enam orang,&#8221; paparnya.</p>



<p>Terkait dengan penutupan TPA Tlekung, tegas Sukirno, sebenarnya hal itu tidak terlalu dipikirkan. Dikarenakan, selama ini TPS tersebut tidak pernah membuang sampah di TPA Tlekung.</p>



<p>&#8220;Yang pasti, di TPS Durek ini tidak bingung soal TPA Tlekung, ditutup atau tetap beroperasi. Dengan satu orang petugas saja, di sini sudah tuntas. Dan, tidak pernah buang sampah di TPA Tlekung,&#8221; tegasnya.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198311</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Orang Tua Pahami Perlindungan Anak, Kemenkominfo Gelar Diskusi Digital di Sonoageng Nganjuk</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-orang-tua-pahami-perlindungan-anak-kemenkominfo-gelar-diskusi-digital-di-sonoageng-nganjuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Aug 2023 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ajak]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[pahami]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sonoageng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194829</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Perundungan di dunia maya (cyberbullying), pornografi dan kekerasan seksual adalah wajah lain era digital yang mestinya tidak boleh terjadi dan menimpa anak-anak. Untuk melindungi anak, orang tua perlu memahami tantangan dalam menghadapi penggunaan internet oleh anak. &#8220;Pendidikan mengenai apa yang dapat dan tidak dapat diakses oleh anak dalam dunia internet, harus diberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Nganjuk</strong> &#8211; Perundungan di dunia maya (cyberbullying), pornografi dan kekerasan seksual adalah wajah lain era digital yang mestinya tidak boleh terjadi dan menimpa anak-anak. Untuk melindungi anak, orang tua perlu memahami tantangan dalam menghadapi penggunaan internet oleh anak.</p>



<p>&#8220;Pendidikan mengenai apa yang dapat dan tidak dapat diakses oleh anak dalam dunia internet, harus diberikan sejak dini,” tulis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam rilis yang diterima awak media, terkait rencana menggelar diskusi literasi digital di Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Kamis (03/08/2023) besok sekitar pukul 17.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) kolaborasi Kemenkominfo dengan Komunitas Pecinta Jaranan &#8216;Rogo Sanjoyo Putro&#8217; Desa Sonoageng itu, akan menghadirkan tiga nara sumber yang mengupas tema &#8216;Perlindungan Anak di Dunia Online&#8217;. Mereka adalah presenter TV, Babytha Fara, penyiar radio, Danin Sibilo, mom influencer, Novindah Sochmariyanti dan Muhammad Naufal, selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarNganjuk0308. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Rabu (02/08/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa untuk melindungi anak di dunia online, selain memperhatikan, orangtua juga perlu memberikan pendidikan internet terhadap anak. ”Setidaknya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi orangtua dalam era digital,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Tantangan pertama, ialah kemudahan akses internet atau akses wifi gratis dan kuota internet berharga murah yang membuat akses lebih mudah. Selanjutnya, anak-anak yang bebas terkoneksi tanpa aturan. ”Tidak adanya aturan terkait penggunaan internet membuat anak terlalu bebas menggunakannya,” urai Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Tantangan lain, anak-anak lebih pintar dari orangtuanya. Digital native membuat anak lebih mudah menguasai teknologi digital dibanding orangtua, tetapi bukan berarti anak-anak lebih paham. ”Dunia user-generated content, atau informasi di internet bisa datang dari siapa saja, membutuhkan daya pikir kritis ketika mem-posting atau memilah informasi di internet,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Tantangan terakhir, yakni anak-anak ingin bebas meskipun belum paham risiko. Pengaruh informasi yang diterima dari internet membuat anak ingin kebebasan yang lebih besar. Namun, tidak semua yang ada di internet bersifat positif. Ada pula risiko negatif internet yang tidak diketahui anak-anak.</p>



<p>Diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara bersih desa, itu juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni jaranan, bazar murah UMKM dan seni hiburan lainnya. Literasi digital di tengah hajatan bersih desa, diharapkan mampu berperan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kebersihan dan kesehatan masyarakat desa serta kompetensi literasi digital orangtua.</p>



<p>Sekadar catatan, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, khususnya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program nasional yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194829</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Begini Kronologi Laka Beruntun Probolinggo yang Sebabkan Tiga Orang Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/begini-kronologi-laka-beruntun-probolinggo-yang-sebabkan-tiga-orang-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[begini]]></category>
		<category><![CDATA[beruntun]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kronologi]]></category>
		<category><![CDATA[Laka]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194713</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalur Pantura Probolinggo-Situbondo atau di Jalan Desa/Kecamatan Gending, ternyata melibatkan empat unit kendaraan. Keempat kendaraan itu, Truk Box Nopol S 8016 NJ, Truk Nopol L 8814 CAC, Mobil Toyota Avanza Nopol P 1846 AN dan Motor Honda Beat Nopol N 6455 ON. Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Sapari, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalur Pantura Probolinggo-Situbondo atau di Jalan Desa/Kecamatan Gending, ternyata melibatkan empat unit kendaraan. Keempat kendaraan itu, Truk Box Nopol S 8016 NJ, Truk Nopol L 8814 CAC, Mobil Toyota Avanza Nopol P 1846 AN dan Motor Honda Beat Nopol N 6455 ON.</p>



<p>Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Sapari, mengatakan insiden tersebut bermula ketika Truk Box yang dikemudikan Deni Hardiyanto (28),warga Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, melaju beriringan dari arah Timur ke Barat dengan kecepatan tinggi. Truk tersebut, kemudian menabrak bodi belakang Mobil Avanza warna merah yang dikemudikan Moch Pardi (47), warga Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari, Kabupaten Bondowoso.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kuatnya benturan, membuat Mobil Avanza kemudian oleng ke arah kanan hingga ke bahu jalan dan adu moncong dengan Truk Nopol L 8814 CAC yang dikemudikan Dani Kristanto (36), warga Kecamatan Mojo, Kabupaten Jombang dari arah berlawanan. Sedangkan Truk Box yang awalnya menabrak Avanza dari belakang, oleng ke arah kiri turun ke bahu jalan dan menabrak pemotor Honda Beat yang dikendarai oleh Maimunah (53), warga Desa Pikatan, Kecamatan Ganding, Kabupaten Probolinggo, yang melaju dari arah Barat ke Timur.</p>



<p>Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi Mobil Avanza, Moch Pardi, meninggal dunia. Selain itu, Siti Zuhra, istrinya juga meninggal dunia. Sementara lima penumpang lainnya selamat. Kemudian, kecelakaan juga mengakibatkan pemotor bernama Maimunah, juga meninggal dunia di TKP.</p>



<p>&#8220;Kecelakaan terjadi diduga karena kealfaan pengemudi Truk Box Nopol S 8016 NJ, yang tidak memperhatikan keadaan di depannya. Sehingga, laju kendaraan tidak bisa dikendalikan dan menabrak bodi belakang Avanza warna merah,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194713</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Enam Orang Meninggal saat KA Dhoho di Jombang Tabrak Mobil Luxio</title>
		<link>https://memontum.com/enam-orang-meninggal-saat-ka-dhoho-di-jombang-tabrak-mobil-luxio</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jul 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[dhoho]]></category>
		<category><![CDATA[enam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[luxio]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[saat]]></category>
		<category><![CDATA[tabrak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194615</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Mobil Daihatsu Luxio Nopol L 1009 XD yang dikemudikan oleh Wahyu Kuspoyo (42), warga alamat Dusun Ciro Wetan, Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balengbendo, Kabupaten Sidoarjo, terlibat tabrakan dengan Kereta Api (KA) Dhoho di perlintasan tanpa palang pintu Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Sabtu (29/07/2023) sekitar pukul 23.15. Dalam peristiwa ini, Wahyu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Jombang</strong> &#8211; Mobil Daihatsu Luxio Nopol L 1009 XD yang dikemudikan oleh Wahyu Kuspoyo (42), warga alamat Dusun Ciro Wetan, Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balengbendo, Kabupaten Sidoarjo, terlibat tabrakan dengan Kereta Api (KA) Dhoho di perlintasan tanpa palang pintu Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Sabtu (29/07/2023) sekitar pukul 23.15.</p>



<p>Dalam peristiwa ini, Wahyu Kuspoyo dan lima penumpangnya, diinformasikan meninggal dunia. Sedangkan, dua orang penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka dan harus segera dilarikan ke rumah sakit setempat. Kejadian itu, kini masih dalam penanganan petugas kepolisian.</p>



<p>Diperoleh informasi, awalnya mobil Luxio melaju dari Utara ke Selatan atau dari arah Jombang hendak menjenguk keluarga di Kediri. Namun saat berada perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Godekan, mobil itu terus melaju hingga tertabrak KA Dhoho dari Timur ke Barat atau dari arah Mojokerto ke Kertosono.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sebelum melintas sudah diteriaki sama orang-orang. Bahwa, ada kereta,&#8221; kata warga sekitar, Ali Masudi.</p>



<p>Mobil Luxio yang berisikan delapan orang tersebut, pun langsung tertabrak KA Dhoho dengan nomor lokomotif CC 2017707. Akibat benturan keras itu, mobil pun terseret hingga 100 meter. Kondisinya hancur dan terlempar ke sawah.</p>



<p>Saat warga memberikan pertolongan, diketahui enam penumpang mobil Luxio sudah meminggal dunia dan dua korban lainnya luka berat. Semua korban telah dievakuasi ke RSUD Jombang. Kejadian itu cukup mengundang perhatian hingga banyak warga yang mendatangi lokasi kejadian.</p>



<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Anang Setiyanto, membenarkan kejadian kecelakaan itu. &#8220;Informasi dari saksi, mengatakan mobil ini dari arah Utara ke Selatan. Saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu, diduga tidak melihat adanya KA Dhoho dari arah Timur,” ungkapnya kepada wartawan. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194615</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bus Berpenumpang 20 Orang Terlibat Adu Banteng dengan Truk dan Pikap di Situbondo, Dua Sopir Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/bus-berpenumpang-20-orang-terlibat-adu-banteng-dengan-truk-dan-pikap-di-situbondo-dua-sopir-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[banteng]]></category>
		<category><![CDATA[berpenumpang]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[pikap]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[sopir]]></category>
		<category><![CDATA[terlibat]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194305</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi di Jalan Raya Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Rabu (26/07/2023) sekitar pukul 03.30. Adalah Bus Tiara Mas Nopol EA 7596 A yang dikemudikan Yusuf (45), warga Desa Dauh Puri Kejari, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, yang terlibat tabrakan adu banteng dengan Truk pengangkut popok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi di Jalan Raya Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Rabu (26/07/2023) sekitar pukul 03.30. Adalah Bus Tiara Mas Nopol EA 7596 A yang dikemudikan Yusuf (45), warga Desa Dauh Puri Kejari, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, yang terlibat tabrakan adu banteng dengan Truk pengangkut popok Nopol W 8225 DW yang dikemudikan Nasukan (59), warga Kelurahan Kemantren, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Laka itu, juga melibatkan pikap jenis GranMax yang menabrak bagian belakang truk.</p>



<p>Akibat musibah Laka itu, sopir bus, Yusuf&nbsp; dan sopir truk, Nasukan, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan sopir pikap, berhasil selamat meski harus menjalani perawatan.</p>



<p>Informasi Memontum.com di lokasi, bahwa kecelakaan ini bermula saat Bus Tiara Mas melaju dari arah Banyuwangi menuju Surabaya. Di saat bersamaan, terdapat truk angkutan popok bayi berjalan dari arah Surabaya menuju Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menjelang di TKP, bus secara tiba-tiba haluan terlalu ke kanan hingga menghantam truk yang datang dari arah berlawanan. Bus pun terpelanting ke kiri dan baru berhenti setelah menabrak bagian depan masjid. Sementara truk yang sempat terpelanting, kemudian ditabrak oleh GranMax di bagian bodi belakang.</p>



<p>Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Suwarno, membenarkan mengenai musibah kecelakaan bus dan truk serta pikap. “Iya, benar ada tabrakan dan dua orang meninggal dunia. Sekarang kedua jenazah dibawa ke kamar mayat RSUD Abdoer Rahem,” ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa petugas masih melakukan olah TKP dan mengatur lalu lintas serta melakukan tindakan untuk mengurai kemacetan. “Sementara diberlakukan sistem buka tutup untuk antisipasi kemacetan. Untuk penyebab (kecelakaan), masih belum diketahui secara pasti,” katanya.</p>



<p>Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 20 penumpang bus selamat dan tidak ada yang mengalami luka berat. Meski demikian, ada beberapa penumpang yang mengalami trauma akibat kecelakaan tersebut. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194305</post-id>	</item>
		<item>
		<title>500 Tanaman Tembakau Dibabat Orang Tak Dikenal, Petani Kraksaan Probolinggo Ancam Bunuh Pelaku</title>
		<link>https://memontum.com/500-tanaman-tembakau-dibabat-orang-tak-dikenal-petani-kraksaan-probolinggo-ancam-bunuh-pelaku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[ancam]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh]]></category>
		<category><![CDATA[dibabat]]></category>
		<category><![CDATA[dikenal]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kraksaan,]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194083</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sebanyak 500 tanaman tembakau milik Suharto (51) warga Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, menjadi sasaran aksi pengrusakan orang tidak dikenal. Diduga, aksi pengrusakan yang dilakukan pelaku itu, berlangsung pada Minggu (23/07/2023) dini hari. Menurut keterangan Suharto, dirinya baru mengetahui tanaman tembakau miliknya rusak, pada Minggu sekitar pukul 06.00. Saat itu, seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Sebanyak 500 tanaman tembakau milik Suharto (51) warga Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, menjadi sasaran aksi pengrusakan orang tidak dikenal. Diduga, aksi pengrusakan yang dilakukan pelaku itu, berlangsung pada Minggu (23/07/2023) dini hari.</p>



<p>Menurut keterangan Suharto, dirinya baru mengetahui tanaman tembakau miliknya rusak, pada Minggu sekitar pukul 06.00. Saat itu, seperti biasa dirinya mengecek sawah garapannya. Lokasi sawah sendiri, berada di perbatasan Desa Sumberlele dan Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>&#8220;Saat sampai di sawah, saya langsung terkejut melihat tanaman tembakau yang mulanya sangat bagus, sudah porak poranda dibabat oleh orang. Padahal, saat itu niat saya akan menyiram tembakau. Ternyata, tanaman saya dibabat orang,&#8221; katanya, Senin (24/07/2023) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut Suharto menceritakan, ada sekitar 500 tanaman tembakau yang rusak oleh ulah pelaku. Sementara kerugian, ditaksir mencapai hingga Rp 2,5 juta. Karena, usia tanaman sudah menginjak sebulan lebih dan memiliki nilai jual perbatangnya seharga Rp 5 ribu.</p>



<p>“Kalau dijual sekarang paling Rp5 ribu perbatangnya,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Suharto mengaku, tidak tahu apa motif dari aksi pengrusakan tanaman tembakaunya. Apalagi, dirinya juga tidak merasa memiliki musuh ataupun selisih paham dengan orang lain.</p>



<p>Akibat kejadian itu, Suharto mengaku sangat kesal. Terlebih lagi, mengingat harga pupuk saat ini sangat tinggi, karena tidak lagi bersubsidi. Bahkan sangking kesalnya, dirinya mengatakan akan membunuh pelaku yang telah merusak tanaman tanpa sebab yang jelas itu.</p>



<p>“Kalau ketemu orangnya, paling saya bunuh. Saya ini tidak pulang-pulang dari sawah, kok dibabat seperti ini tembakau saya,” ujarnya kesal.</p>



<p>Sementara itu, Kades Taman Sari, Hosni, mengatakan bahwa kejadian tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian oleh korban. &#8220;Sudah dilaporkan, mas. Kejadiannya di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan,&#8221; jawabnya melalui pesan singkat. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194083</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perahu Terbalik, Dua Orang Tenggelam di Bendungan Karangkates Malang</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-terbalik-dua-orang-tenggelam-di-bendungan-karangkates-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jul 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Karangkates]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[terbalik,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192811</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Tiga orang pencari biawak, masing-masing Hartono (35), warga Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Sugimun (32), warga Desa Ngerjo, Kecamatan Kromengan dan Yudi (29), warga Dusun Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, mengalami kecelakaan (Laka) air di Bendungan Sutami, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Minggu (09/07/2023) sekitar pukul 12.00. Perahu yang mereka tumpangi, mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tiga orang pencari biawak, masing-masing Hartono (35), warga Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Sugimun (32), warga Desa Ngerjo, Kecamatan Kromengan dan Yudi (29), warga Dusun Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, mengalami kecelakaan (Laka) air di Bendungan Sutami, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Minggu (09/07/2023) sekitar pukul 12.00. Perahu yang mereka tumpangi, mengalami kejadian terbalik setelah diterjang angin kencang.</p>



<p>Dari ketiganya, Yudi berhasil selamat setelah ditolong oleh seorang pencari ikan, Supriono. Namun, naas menimpa kedua temannya yang tenggelam dan masih dalam pencarian.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa ketiganya mencari biawak di pinggiran aliran Sungai Brantas sejak pukul 09.00. Sekitar pukul 12.00, mereka tiba di Bendungan Sutami Karangkates. Kemudian, mereka menyeberang bendungan ke arah Kalipare dengan menaiki perahu kayu bermesin (perahu motor tempel) milik Wadri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Awalnya, Yudi sempat menolak. Namun, karena kedua temannya tetap mengajaknya menyebrang, maka mereka pun menyebrang. Saat itu, awalnya perahu yang dinaiki baik-baik saja. Sesampainya di tengah atau berjarak sekitar 100 meter, tiba-tiba angin kencang menerjang sehingga perahu pun terbalik.</p>



<p>Kejadian itu, sontak membuat ketiganya berteriak minta tolong. Seorang pencari ikan yang kebetulan melihat, langsung mencari pelampung dari pohon kelapa untuk berenang dan menolong. Saat itu, Yudi berhasil diselamatkan dan dibawa ke tepian. Sedangkan dua korban lainnya, dilaporkan belum ditemukan. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sumberpucung.</p>



<p>Kapolsek Sumberpucung, AKP Lukman Hudi, saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya sekitar pukul 15.03, membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya juga masih berkonsentrasi dan fokus dalam pencarian para korban.  &#8220;Betul. Saat ini masih dalam proses pencarian,&#8221; ungkap AKP Lukman Hudi. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192811</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jumlah Pengungsi Sementara Dampak Cuaca Ekstrem dan Lahar di Lumajang Tercatat 493 Orang</title>
		<link>https://memontum.com/jumlah-pengungsi-sementara-dampak-cuaca-ekstrem-dan-lahar-di-lumajang-tercatat-493-orang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 19:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[lahar]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sementara]]></category>
		<category><![CDATA[tercatat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192681</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Jumlah pengungsi bencana banjir akibat cuaca ekstrim dan lahar dingin Semeru, terus bertambah di sejumlah titik pengungsian. Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Lumajang dibantu TNI Polri dan pemerintah setempat serta para relawan, pun terus melakukan pemenuhan kebutuhan pokok para pengungsi. Dari data [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Jumlah pengungsi bencana banjir akibat cuaca ekstrim dan lahar dingin Semeru, terus bertambah di sejumlah titik pengungsian. Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Lumajang dibantu TNI Polri dan pemerintah setempat serta para relawan, pun terus melakukan pemenuhan kebutuhan pokok para pengungsi.</p>



<p>Dari data yang berhasil dihimpun petugas Dinas Sosial PPPA, per Jumat (07/07/2023) pukul 23.00, jumlah pengungsi mencapai 493 orang yang tersebar di beberapa titik pengungsian. &#8220;Penanganan pengungsi di beberapa tempat sudah terkendali. Dapur umum juga sudah dipersiapkan,&#8221; jelas Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Sabtu (08/07/2023) dini hari.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Setelah menetapkan status darurat bencana, Cak Thoriq-sapaan akrab Bupati Lumajang, juga akan segera mengkoordinasikan langkah pemulihan sejumlah infrastuktur yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir. &#8220;Langkah berikutnya, pemulihan kedaruratan infrastruktur, pembersihan longsoran, penanganan tanggul yang tergerus dan normalisasi listrik,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, sebagai langkah perbaikan dan rekonstruksi. &#8220;Terkait dengan rekonstruksi beberapa insfastruktur yang rusak, itu akan segera dilakukan assesment dan segera dikordinasikan dengan Kementrian PUPR,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192681</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
