<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pabrik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pabrik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 11:28:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pabrik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gubernur Jatim Resmikan Pabrik Infus di Wonorejo Pasuruan</title>
		<link>https://memontum.com/gubernur-jatim-resmikan-pabrik-infus-di-wonorejo-pasuruan</link>
					<comments>https://memontum.com/gubernur-jatim-resmikan-pabrik-infus-di-wonorejo-pasuruan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[wonorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232043</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, meresmikan Pembukaan Line 4 PT Satoria Aneka Industri, Selasa (28/04/2026) tadi. Keberadaan pabrik infus yang terletak di Desa Sambisirah Selatan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, ditandai gubernur dengan melakukan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti dengan disaksikan CEO and Founder of Satoria Group, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, meresmikan Pembukaan Line 4 PT Satoria Aneka Industri, Selasa (28/04/2026) tadi. Keberadaan pabrik infus yang terletak di Desa Sambisirah Selatan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, ditandai gubernur dengan melakukan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti dengan disaksikan CEO and Founder of Satoria Group, Alim Satria, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan Zat Adiktif Badan POM dan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.</p>



<p>CEO and Founder of Satoria Group, Alim, mengatakan peresmian Line 4 PT Satoria Aneka Industri ini menjadi bukti kerja keras selama 12 tahun, hingga akhirnya menjadi pabrik infus terbesar di Indonesia. Sebab, kapasitas produksi tahunan ditargetkan mencapai 230 juta botol infus.</p>



<p>&#8220;Setelah Line ke-4 mulai beroperasi, kapasitas produksi tahunan kami dapat mencapai 230 juta botol per tahun, menjadikan kami sebagai pabrikan infus terbesar di Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan diresmikannya Line 4 PT Satoria AnekaIndustri, Alim menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan memastikan ketersediaan produk secara optimal guna mendukung tercapainya kemandirian industri dalam negeri. &#8220;Sekaligus sejalan dengan tujuan besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian nasional serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Lebih lanjut Alim menegaskan, bahwa pihaknya berencana membangun Line ke-5 dengan kapasitas tahunan sekitar 170 juta botol, serta total kapasitas produksi akan mencapai 400 juta botol pertahun di tahun 2028 mendatang. &#8220;Peresmian Line ke-4 hari ini bukan hanya berarti peningkatan kapasitas, tetapi juga menandai kemajuan baru dalam manufaktur cerdas dan pengendalian kualitas terbaik,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ke depan, PT Satoria Aneka Industri akan terus fokus mengembangkan bidang cairan infus, sekaligus secara aktif memperluas produk-produk baru seperti infus terapeutik tingkat tinggi dan infus nutrisi. Selain itu, pihaknya menurut Alim juga merencanakan pelaksanaan IPO pada tahun 2027 sebagai bagian dari strategi untuk memperluas pengembangan usaha, memperkuat struktur permodalan, serta membangun fondasi yang lebih kokoh agar dapat memasuki pasar ethical dan sektor alat kesehatan secara lebih kompetitif.</p>



<p>&#8220;Kami berharap seluruh langkah ini dapat mendorong kemandirian industri farmasi Indonesia serta pengembangan berkualitas tinggi, demi memberikan kontribusi bagi kesehatan masyarakat Indonesia,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa subtitusi impor bisa dilakukan oleh industri dalam negeri, salah satunya seperti yang telah diinisiasi Satoria Pharma. &#8220;Bagaimana industri farmasi dirintis, dibesarkan dan dikembangkan. Saya rasa ini industri yang menjadi subtitusi impor, hilirisasi di segala tempat. Sehingga harapan kita, subtitusi impor bisa diinisiasi melalui PT Satoria Aneka Industri ini,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa Pemprov Jatim berencana membangun kerja sama dengan Satoria Pharma dalam hal suplai infus ke 14 RSUD yang dikelola Pemprov Jatim dan nanti dapat diteruskan ke seluruh RSUD di 38 kota dan kabupaten se-Jawa Timur. &#8220;Hadirnya Line 4 bagi kami adalah sebuah good news, karena kita berharap bahwa peningkatan produksi infus, umumnya industri farmasi dapat memberikan garansi pemenuhan kebutuhan cairan infus, terutama untuk seluruh RSUD yang dikelola Pemprov dan RSUD di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur,&#8221; paparnya.</p>



<p>Di akhir acara, Gubernur Khofifah dan undangan kehormatan lainnya diajak untuk melihat proses produksi infus di PT Satoria Aneka Industri serta segala sarana prasarana yang ada di Line 4. <strong>(kom/puj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/gubernur-jatim-resmikan-pabrik-infus-di-wonorejo-pasuruan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232043</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Banyuwangi Bangun Pabrik Bioetanol Ramah Lingkungan Kapasitas 30 Kiloliter Pertahun</title>
		<link>https://memontum.com/kabupaten-banyuwangi-bangun-pabrik-bioetanol-ramah-lingkungan-kapasitas-30-kiloliter-pertahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[bioetanol]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kapasitas]]></category>
		<category><![CDATA[kiloliter]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[pertahun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230050</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi akan menjadi salah satu daerah pemasok BBM ramah lingkungan. Hal ini diwujudkan, dengan rencana adanya pembangunnya pabrik bioetanol berkapasitas produksi 30 ribu kiloliter pertahun, di kawasan Pabrik Gula Glenmore Banyuwangi. Pabrik yang merupakan bagian dari agenda transisi energi nasional, itu akan memproduksi bahan bakar bersih berbasis tebu guna mendukung bauran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi akan menjadi salah satu daerah pemasok BBM ramah lingkungan. Hal ini diwujudkan, dengan rencana adanya pembangunnya pabrik bioetanol berkapasitas produksi 30 ribu kiloliter pertahun, di kawasan Pabrik Gula Glenmore Banyuwangi.</p>



<p>Pabrik yang merupakan bagian dari agenda transisi energi nasional, itu akan memproduksi bahan bakar bersih berbasis tebu guna mendukung bauran energi dan substitusi impor BBM. Pabrik tersebut, akan mentransformasi molase (tetes tebu) menjadi bioetanol sebagai energi bersih.</p>



<p>Pabrik ini sendiri, dibangun oleh PT Pertamina sinergis dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di lahan seluas 10 Ha. Proyek ini, merupakan bagian dari fase pertama program hilirisasi yang dijalankan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia.</p>



<p>“Bioetanol merupakan energi bersih yang lebih ramah lingkungan. Pabrik ini, akan berkontribusi pada pasokan energi bersih nasional,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Sabtu (07/02/2026) tadi.</p>



<p>Masih menurut Bupati Ipuk, keberadaan pabrik ini akan memaksimalkan serapan tebu petani, khususnya di Banyuwangi. &#8220;Tebu petani Banyuwangi dan daerah sekitar juga akan kian serap maksimal. Karena selain untuk kebutuhan produksi gula, juga untuk bahan baku bioetanol,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Pembangunan pabrik sendiri, akan mulai dilakukan pada Juni mendatang, dengan perkiraan masa pengerjaan selama 24 bulan dan telah dilakukan ground breaking, Jumat (06/02/2026) kemarin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan pabrik bioetanol tersebut diproyeksikan menghasilkan 30 ribu kiloliter bioetanol pertahun dengan bahan baku berbasis tebu. “Ini merupakan transformasi produk sampingan gula menjadi energi bersih. Dengan pabrik bioetanol terintegrasi di Banyuwangi, kita akan menghasilkan 30 ribu kiloliter bioetanol pertahun yang akan mendorong swasembada energi melalui perekonomian rakyat,” ujarnya.</p>



<p>Dengan kapasitas produksi tersebut, menurut Agung, pabrik ini diproyeksi mampu mengurangi impor BBM hingga USD 13,9 juta atau setara Rp 233,52 miliar. Sekaligus, dapat mengurangi emisi tahunan mencapai 66.000 ton Co2 ekuivalen.</p>



<p>&#8220;Ini akan menekan impor BBM dan menekan emisi karbon. Melalui substitusi impor BBM sinilai USD 13,9 juta akan dicapai ketahanan energi. Melalui pengurangan emisi karbon senilai 66 juta ton Co2 ekuivalen akan dicapai keberlanjutan lingkungan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Agung menyebut, hasil produksi pabrik bioetanol ini nantinya akan dikirimkan ke Terminal BBM Pertamina, kemudian disalurkan ke pasar sebagai BBM melalui SPBU Pertamina. Sebelum memasuki tahap tersebut, Pertamina melalui 177 SPBU miliknya di Pulau Jawa telah menyalurkan produk BBM Pertamax Green 95, yang memiliki kandungan etanol 5 persen.</p>



<p>&#8220;Melalui pabrik bioetanol di Banyuwangi ini nantinya akan diperluas wilayah implementasinya dan ditingkatkan kandungan etanolnya. Sehingga akan seiring dengan negara-negara besar di dunia yang menggunakan etanol sebagai bahan bakar bersih,&#8221; terang Agung.</p>



<p>Dari sisi hulu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, memastikan ketersediaan bahan baku sangat mencukupi. “Dari sisi feed-stock aman. Kurang lebih untuk 100 KLP kan butuh sekitar 120 ribu ton dalam setahunnya. Kebetulan produksi molase dari PT SGN secara total hampir 700 ribu ton. Saya kira cukup, nanti juga disupport dari 5 pabrik gula yang ada di sekitar,” tambahnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230050</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sidang Tuntutan Terdakwa Pabrik Narkoba Kota Malang, 1 Dituntut Hukuman Mati dan 7 Seumur Hidup</title>
		<link>https://memontum.com/sidang-tuntutan-terdakwa-pabrik-narkoba-kota-malang-1-dituntut-hukuman-mati-dan-7-seumur-hidup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2025 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dituntut]]></category>
		<category><![CDATA[Hukuman]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[seumur]]></category>
		<category><![CDATA[sidang]]></category>
		<category><![CDATA[Terdakwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntutan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221093</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Para terdakwa pembuat Narkoba di home industri Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, akhirnya menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Senin (14/04/2025) tadi. Sejumlah terdakwa itu, yakni Irwansyah (25), Raynaldo Ramadhan (23), Hakiki Afif (21), warga Bekasi atau Ketiganya sebelumnya ditangkap oleh Mabes Polri di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Para terdakwa pembuat Narkoba di home industri Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, akhirnya menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Senin (14/04/2025) tadi.</p>



<p>Sejumlah terdakwa itu, yakni Irwansyah (25), Raynaldo Ramadhan (23), Hakiki Afif (21), warga Bekasi atau Ketiganya sebelumnya ditangkap oleh Mabes Polri di Apartemen Kalibata City Jakarta Selatan, Sabtu (29/06/2024) lalu. Sementara terdakwa lain, Yudhi Cahaya Nugraha (23), Febriansah Pasundan (21), Muhamad Dandi Aditya (24), Ariel Rizky Alatas (21) dan Slamet Saputra (28), semuanya warga Bekasi, dibekuk atas kasus produksi dan peredaran tembakau dengan kandungan sintetik kannabinoid jenis MDMB-4en-PINACA terbesar di Indonesia di Jalan Bukit Barisan, Selasa (02/07/2024) lalu, sekitar pukul 12.30.</p>



<p>Total, dari sebanyak delapan terdakwa ini, terbagi dalam dua persidangan. Persidangan pertama untuk terdakwa Orwansyah, Raynaldo dan Hakiki Afif.</p>



<p>Dalam sidang tuntutan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Malang, Yuniarti, menuntut ketiganya dengan hukuman penjara seumur hidup. &#8220;Pembuktian 114 Ayat 2 Juncto Pasal 132 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,&#8221; ujar Yuniarti.</p>



<p>Sedangkan dalam persidangan kedua, giliran terdakwa Yudhi Cahya Nugraha, Febriansyah, M Dendi, Ariel dan Slamet, yang mendengarkan tuntutan JPU. Untuk terdakwa Febri, Dendi, Ariel dan Slamet dituntut seumur hidup. Sedangkan Yudhi, dituntut hukuman mati.</p>



<p>&#8220;Pasal 113 Ayat 2 Juncto Pasal 132 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,&#8221; jelas Yuniarti.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terdakwa Yudhi Cahya, dituntut hukuman mati karena diduga sebagai koordinator yang berhubungan langsung dengan sosok yang mengendalikan bisnis Pabrik Narkoba ini. &#8220;Terdakwa Yudhi yang berhubungan langsung dengan DPO. Tidak ada yang meringankan. Terdakwa Yudhi juga yang merekrut terdakwa lainnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Guntur Putra Abdi Wijaya, kuasa hukum para terdakwa, mengaku keberatan dengan tuntutan ini. &#8220;Kami akan mempersiapkan pembelaan. Kami sangat menyayangkan kenapa dituntut seumur hidup dan hukuman mati. Sebab peranan mereka adalah bekerja dan tidak tahu bahan apa yang dicampurkan. Intinya ada yang mengarahkan. Kami keberatan dan akan semaksimal mungkin melakukan pembelaan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga merasa kecewa, karena tidak ada hal yang meringankan para terdakwa. &#8220;Mereka sebagai pekerja, tidak pernah ditahan dan kooperatif. Mereka direkrut dan tidak tahu bekerja di Pabrik Narkoba. Setelah tahu bekerja di Pabrik Narkoba, mau pamit penhinduran diri sudah tidak bisa. Disayangkan lagi ada yang baru bekerja 2 hari, sudah ditangkap dan juga dituntut seumur hidup,&#8221; jelas Guntur.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Polda Jawa Timur bersama Dit Interdiksi Narkotika DJBC, berhasil mengungkap produksi dan peredaran tembakau dengan kandungan sintetik kannabinoid jenis MDMB-4en-PINACA terbesar di Indonesia di Jalan Bukit Barisan, Selasa (02/07/2024) lalu, sekitar pukul 12.30. Dalam pengrebekan itu, petugas berhasil menangkap 5 orang tersangka. Kelimanya, yaitu FP (21), DA (24), AR (21), YC (23) dan SS (28), semuanya warga asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Adapun dugaannya, lima pelaku itu adalah yang telah memproduksi Ganja Sintetis, Extacy dan Xanax.</p>



<p>Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, mengatakan bahwa pengungkapan yang dilakukan di Kota Malang adalah hasil pengembangan dari pengungkapan sebelumnya, atau di sebuah gudang penyimpanan yang berada di Apartemen Kalibata City Jakarta Selatan. Saat itu, petugas berhasil menangkap tiga kurir berinisial RR (23), IR (25) dan HA (24). Ketiganya, adalah warga Bekasi, yang dibekuk pada Sabtu (29/06/2024) sekitar pukul 14.30. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221093</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Pabrik Rokok Kedungkandang, Ratusan Karyawan Siap Beri Dukungan Pemenangan Abadi</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-pabrik-rokok-kedungkandang-ratusan-karyawan-siap-beri-dukungan-pemenangan-abadi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[pemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215127</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasangan calon (Paslon) nomor urut 3, Wali Kota Malang, Abah Anton, sepertinya tetap menjadi idola ibu-ibu, untuk bisa kembali meraih suara dan duduk sebagai Wali Kota di Pilkada Kota Malang, 27 November mendatang. Hal itu terlihat, saat Abah Anton mengunjungi Pabrik Rokok AA, yang berlokasi di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasangan calon (Paslon) nomor urut 3, Wali Kota Malang, Abah Anton, sepertinya tetap menjadi idola ibu-ibu, untuk bisa kembali meraih suara dan duduk sebagai Wali Kota di Pilkada Kota Malang, 27 November mendatang.</p>



<p>Hal itu terlihat, saat Abah Anton mengunjungi Pabrik Rokok AA, yang berlokasi di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (07/10/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, Abah Anton tampak akrab dan direspon positif saat menyapa sekitar 600 karyawan pabrik rokok tersebut.</p>



<p>Abah Anton mengatakan, bahwa pentingnya perhatian pemerintah terhadap pabrik rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT), dalam upaya mendukung kesejahteraan masyarakat. Menurut Paslon yang memiliki jargon Agamis, Bermartabat, Amanah, Dinamis dan Inovatif (ABADI) ini, pabrik rokok memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan di tiap wilayah.</p>



<p>“Pabrik rokok harus tetap berdiri, karena mampu menampung tenaga kerja yang cukup besar. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus hadir untuk menunjang keberadaannya,” ujar Abah Anton.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, bahwa pembangunan infrastruktur di sekitar pabrik rokok akan dioptimalkan melalui alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Hal ini, diharapkan dapat mendukung keberlangsungan industri rokok di Malang yang telah berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja lokal.</p>



<p>Penanggung jawab PT AA, Abdul Wahid, dalam kesempatan itu mengapresiasi kunjungan Abah Anton dan H Dimyati Ayatullah, yang menjadi pasangan calon dalam Pilkada Kota Malang. Menurutnya, kehadiran Abah Anton menjadi pengobat rindu bagi para karyawan pabrik yang sebagian besar adalah warga Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karyawan kami hampir 75 persen dan itu merupakan warga Kota Malang. Mereka sudah tidak asing lagi dengan sosok Abah Anton, yang dikenal dekat dengan masyarakat kecil. Kami mendukung penuh pencalonannya bersama H Dimyati,” tegas Abdul Wahid. Pabrik Rokok Agung Karya Atta, yang memproduksi rokok SKT, telah mendistribusikan produknya di berbagai daerah, termasuk Jawa, Sumatra dan Bali. Kehadiran Abah Anton sendiri, saat itu disambut hangat oleh para karyawan pabrik rokok AA. Tampak senyum bahagia para karyawan, saat bertemu langsung dengan Abah Anton, sosok yang dirindukan sebagai Wali Kota Malang dan yang peduli dengan masyarakat.</p>



<p>Salah karyawan pabrik, Siti Kuslihah, warga Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mengaku rasa terima kasih atas kunjungan Abah Anton dan berjanji akan mendukung pencalonannya dalam Pilkada mendatang. “Saya dan keluarga akan memilih Abah Anton. Kami percaya dengan sosok beliau yang peduli pada rakyat kecil,” ungkap Siti Kuslihah.</p>



<p>Hal serupa disampaikan oleh Siti Munawaroh, warga asli Lowokwaru, Kota Malang, yang sudah 5 tahun bekerja di pabrik tersebut. Menurutnya, Abah Anton adalah sosok yang dikenal memiliki kebaikan hati dan perhatian kepada masyarakat kecil. “Saya yakin warga Kota Malang akan memilih Abah Anton dan Pak Dimyati. Mereka adalah pemimpin yang tulus dan peduli,” ujar Siti Munawaroh.</p>



<p>Hal senada juga disampaikan Susanti, warga Bumiayu. Dirinya mengatakan bahwa kriteria pemimpin yang dibutuhkan oleh Kota Malang adalah yang memiliki kedekatan dengan rakyat secara tulus.</p>



<p>“Abah Anton adalah pilihan yang tepat karena ketulusan dan kepeduliannya terhadap masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Dengan dukungan dari para pekerja dan masyarakat setempat, Abah Anton berharap dapat membawa perubahan yang lebih baik untuk Kota Malang, terutama dalam hal pengembangan industri yang berkontribusi besar terhadap perekonomian lokal. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinsos Lumajang Bakal Gulirkan BLT DBHCHT untuk 5.685 Buruh Pabrik Rokok dan Buruh Tani Tembakau</title>
		<link>https://memontum.com/dinsos-lumajang-bakal-gulirkan-blt-dbhcht-untuk-5-685-buruh-pabrik-rokok-dan-buruh-tani-tembakau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DBHCHT]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos]]></category>
		<category><![CDATA[gulirkan]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214387</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebanyak sekitar 5.685 buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di Kabupaten Lumajang, bakal mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2024. Hal ini, disampaikan Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lumajang, Agni Asmara Megatrah, kepada Memontum.com, Kamis (19/09/2024) tadi. Dirinya mengatakan, bahwa besaran alokasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sebanyak sekitar 5.685 buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di Kabupaten Lumajang, bakal mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2024. Hal ini, disampaikan Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lumajang, Agni Asmara Megatrah, kepada Memontum.com, Kamis (19/09/2024) tadi.</p>



<p>Dirinya mengatakan, bahwa besaran alokasi BLT DBHCHT sekitar Rp 8,5 miliar. &#8220;Anggaran tersebut akan dibagikan kepada 5.685 buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau, yang ada di Kabupaten Lumajang,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Agni menjelaskan, setiap penerima BLT DBHCHT akan mendapatkan uang tunai senilai Rp 300 ribu sebanyak 5 kali. &#8220;Penerima BLT DBHCHT akan menerima Rp 300 ribu selama 5 bulan. Sehingga, total akan memperoleh Rp 1,5 juta,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Penyaluran BLT tersebut, tambahnya, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di Kabupaten Lumajang. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214387</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Salurkan BLT DBHCHT, Mas Dhito Disambut Antusiasme Ribuan Buruh Pabrik SKT di Pare</title>
		<link>https://memontum.com/salurkan-blt-dbhcht-mas-dhito-disambut-antusiasme-ribuan-buruh-pabrik-skt-di-pare</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Sep 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[antusiasme]]></category>
		<category><![CDATA[DBHCHT]]></category>
		<category><![CDATA[disambut]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214066</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan kunjungan kali keduanya ke Pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Karyadibya Mahardhika, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Kamis (05/09/2024) tadi. Didampingi instansi terkait Pemerintah Kabupaten Kediri dan pihak manajemen pabrik, kedatangan bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito, itu untuk menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan kunjungan kali keduanya ke Pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Karyadibya Mahardhika, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Kamis (05/09/2024) tadi. Didampingi instansi terkait Pemerintah Kabupaten Kediri dan pihak manajemen pabrik, kedatangan bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito, itu untuk menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada buruh pabrik rokok.</p>



<p>Di SKT Pare itu, jumlah penerima bantuan ada sekitar 1500 pekerja. Penyerahan bantuan sendiri, dilakukan secara simbolis oleh Mas Dhito kepada perwakilan pekerja.</p>



<p>&#8220;Nominalnya Rp 1 juta perorang,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan.</p>



<p>Penyerahan BLT DBHCHT itu, ujarnya, menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan kepada pihak-pihak yang berhak dan salah satunya buruh pabrik rokok. Seperti kunjungannya pertama kali pada Mei 2023.</p>



<p>Dalam kunjungan kedua siang itu, Mas Dhito meminta perwakilan dari pekerja untuk menyampaikan aspirasi. Termasuk, masukan bagi pemerintah daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari diskusi yang dilakukan, aspirasi dan masukan pekerja pun langsung dijawab Mas Dhito, secara satu persatu. Baik itu terkait masalah infrastruktur jalan, maupun penarikan iuran sekolah yang mengarah pungutan liar.</p>



<p>&#8220;Kurang lebih ada enam orang yang memberikan masukan. Kita selesaikan satu persatu,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kehadiran Mas Dhito itu, pun mendapatkan sambutan antusias dari para pekerja. Mereka merasakan mendapatkan sosok pemimpin yang mau mendengarkan masukan masyarakat dan langsung memberikan solusi. Dalam kesempatan itu pula, dirinya juga sempat ditemui seorang pekerja yang setahun lalu sempat diberikan bantuan karena permasalahan yang dialami.</p>



<p>&#8220;Saya sangat berterimakasih, karena sebagai orang yang tidak punya sangat diperhatikan. Mas Dhito baik sekali terhadap saya dan anak saya,&#8221; ujar Yuli.</p>



<p>Oleh Mas Dhito, pekerja itu pun diberikan bantuan laptop untuk kebutuhan sekolah anaknya, yang sudah duduk di bangku SMP. Selain itu, beberapa pekerja lain juga mendapatkan bantuan seperti beasiswa pendidikan untuk anak mereka. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214066</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Pabrik Roti Jordan, Bupati Kediri Beri Lampu Hijau untuk Lakukan Ekspansi</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-pabrik-roti-jordan-bupati-kediri-beri-lampu-hijau-untuk-lakukan-ekspansi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Aug 2024 10:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansi]]></category>
		<category><![CDATA[jordan,]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212902</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan kunjungan ke Pabrik Roti Jordan, PT Jenggolo Maju Mapan, di Kecamatan Ngadiluwih, Senin (05/08/2024) tadi. Dalam kunjungannya itu, bupati mengapresiasi dengan langkah-langkah yang dilakukan manajemen pabrik. &#8220;Ini satu pabrik saja. Bagaimana mereka menyumbang investasi terhadap daerah. Bayangkan, kalau ada 10 pabrik Jordan. Saya mendoakan, supaya PT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan kunjungan ke Pabrik Roti Jordan, PT Jenggolo Maju Mapan, di Kecamatan Ngadiluwih, Senin (05/08/2024) tadi. Dalam kunjungannya itu, bupati mengapresiasi dengan langkah-langkah yang dilakukan manajemen pabrik.</p>



<p>&#8220;Ini satu pabrik saja. Bagaimana mereka menyumbang investasi terhadap daerah. Bayangkan, kalau ada 10 pabrik Jordan. Saya mendoakan, supaya PT Jenggolo Maju Mapan bisa melakukan ekspansi,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p>Sekedar diketahui, Pabrik Roti Jordan di Kecamatan Ngadiluwih yang dikunjungi Mas Dhito, setidaknya telah mempekerjakan sekitar 350 tenaga kerja. Dengan melakukan ekspansi ke Kediri, maka di sisi lain akan semakin membuka lebar peluang kerja bagi warga Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Hari ini ada satu titik di Ngadiluwih. Harapan saya, PT Jenggolo Maju Mapan ini bisa ekspansi lagi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dalam kunjungannya ke pabrik, langkah yang dilakukan ini bukan kali pertama. Selama dalam kepemimpinannya, sebagai perwujudan Pemerintah Kabupaten Kediri yang ramah investasi, selalu melakukan kunjungan dan komunikasi. &#8220;Kemarin saya dari (pabrik rokok) Apache. Nanti setelah ini, kita cek lagi ke pabrik lain,&#8221; tambah Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sama seperti Pabrik Roti Jordan, dalam kunjungannya ke pabrik rokok yang ada di Kecamatan Pare, Mas Dhito juga memberikan lampu hijau untuk melakukan ekspansi. Sebagai bagian dalam kunjungannya di Pabrik Jordan, Mas Dhito juga mengajak dialog para pekerja. Mas Dhito juga mengapresiasi manajemen pabrik yang memberikan waktu satu hari dalam sebulan bagi karyawan untuk berkumpul makan bersama.</p>



<p>&#8220;Ternyata kekeluargaan di PT Jenggolo Maju Mapan, ini luar biasa sekali. Mereka perbulan punya agenda kumpul bersama, makan bersama untuk menghilangkan kejenuhan. Harapannya, pabrik seperti ini ada banyak di kabupaten,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Perwakilan PT Jenggolo Maju Mapan, Susmadiawati, menyebut bahwa varian roti yang diproduksi menyasar pasar tradisional, minimarket maupun supermarket. Pihaknya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mas Dhito di pabrik Jordan.</p>



<p>Sebagaimana harapan bupati muda, Susmadiawati tidak menampik kemungkinan pabrik melakukan ekspansi. &#8220;Kedepannya seperti yang Mas Bup (Mas Dhito) sampaikan, tidak menutup kemungkinan ada perluasan selain di Ngadiluwih,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212902</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Serap Banyak Tenaga Kerja dari Kota Malang, Pj Wali Kota Wahyu Kunjungi Pabrik Emba Jeans</title>
		<link>https://memontum.com/serap-banyak-tenaga-kerja-dari-kota-malang-pj-wali-kota-wahyu-kunjungi-pabrik-emba-jeans</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jul 2024 09:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211455</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara langsung meninjau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Pabrik Embas Jeans, di Jalan Raya Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (05/07/2024) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk memberikan apresiasi kepada UMKM Emba yang sudah berdiri selama 56 tahun di Kota Malang. Apalagi, selama itu pula [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara langsung meninjau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Pabrik Embas Jeans, di Jalan Raya Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (05/07/2024) tadi.</p>



<p>Peninjauan itu dilakukan, untuk memberikan apresiasi kepada UMKM Emba yang sudah berdiri selama 56 tahun di Kota Malang. Apalagi, selama itu pula perusahaan sudah memberikan kontribusi nyata di Kota Malang dan banyak masyarakat di Kota Malang, yang menjadi tenaga kerja.</p>



<p>“Saya juga ingin melihat sejauh mana produksinya dan ini tidak kalah dengan produk yang branded. Di sini, juga banyak menggunakan tenaga kerja dari Kota Malang dan harapannya dengan adanya pabrik lokal di Kota Malang ini dapat dikenal oleh masyarakat luas,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tidak hanya itu, dirinya juga menyampaikan bahwa Pemkot Malang juga akan membantu untuk memasarkan produk dari Emba. Walaupun, sejauh ini produk-produk Emba juga sudah masuk di mal-mal yang ada di Kota Malang, dan bahkan di seluruh Indonesia.</p>



<p>“Kami membantu terkait dengan pemasarannya. Walaupun di sini juga menerima pesanan khusus, tapi di mal juga ada. Ini juga sudah punya brand sendiri, hanya masyarakat yang belum mengetahui bahwa produk Emba ini lahir di Kota Malang,” tambahnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa dengan adanya produksi dari Emba tersebut juga mendorong industri fashion di Kota Malang. Terlebih, salah satu pendukung dari 17 sub sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Malang adalah fashion.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya lihat di sini desain dan segala macamnya baik sekali. Ini juga bisa mendukung program unggulan Kemis Mbois dengan menggunakan produk UMKM khas Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Legal &amp; HRD PT Kasih Karunia Sejati (Emba), Joko Tritjahjana, berharap dengan adanya kunjungan tersebut, Pemkot Malang juga dapat memberikan support. Terutama, dalam hal pemasaran.</p>



<p>“Harapannya Pak Pj mampu mensupport, terutama dalam pemasarannya. Bahwa kita di Kota Malang, ini ada industri yang patut dibanggakan. Rata-rata banyak yang berpikir kalau Emba ini ada di Jakarta. Padahal sebetulnya, lahir di Kota Malang ini,” kata Joko.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa produk Emba tersebut menggunakan kain dan spek yang khusus. Sehingga, berbeda dari lainnya dan ada karakter atau ciri khas tersendiri dari produknya.</p>



<p>“Brand kita sudah menjangkau ke mancanegara. Pesanan merk luar ada yang pesan di kita. Tidak hanya merk kita, tapi orang luar punya brand pesan ke kita dengan kualitas tertentu. Jadi memang Emba ini kainnya khusus, speknya khusus, jadi kain kita tidak mungkin di jual diluar. Ada karakter yang memang dipertahankan,” imbuh Joko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211455</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Pengungkapan Pabrik Narkoba Terbesar di Kota Malang, Pj Wali Kota Minta Kecermatan Pendatang Baru</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-pengungkapan-pabrik-narkoba-terbesar-di-kota-malang-pj-wali-kota-minta-kecermatan-pendatang-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kecermatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[pendatang]]></category>
		<category><![CDATA[pengungkapan]]></category>
		<category><![CDATA[sikapi]]></category>
		<category><![CDATA[terbesar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211418</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang akan memperketat pendatang baru yang masuk di Kota Malang. Hal ini dilakukan, karena berkaca dari adanya rumah produksi Narkoba atau disebut Mabes Polri sebagai pabrik Narkoba terbesar, yang berhasil diungkap di Indonesia di Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang akan memperketat pendatang baru yang masuk di Kota Malang. Hal ini dilakukan, karena berkaca dari adanya rumah produksi Narkoba atau disebut Mabes Polri sebagai pabrik Narkoba terbesar, yang berhasil diungkap di Indonesia di Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa akan mengintruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang untuk mengumpulkan para camat dan lurah. Tujuannya, agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar, termasuk para pendatang baru yang ada di sekitar wilayah masing-masing.</p>



<p>“Mau itu orang-orang kos atau kontrak, ini bisa diperketat. Karena dari kejadian kemarin, itu sudah ada curiga dari masyarakat sekitar. Apalagi, pelaku yang kemarin itukan alibinya mengontrak rumah untuk dijadikan kantor Event Organizer (EO). Jadi, nanti akan kami perketat dan dicek perizinannya,” jelas Wahyu, Kamis (04/07/2024) tadi.</p>



<p>Menurutnya, modus operandi memang selalu berubah. Apabila, ketika sudah ketahuan maka akan dirubah. Hanya saja, langkah antisipasi dan koordinasi dengan pihak terkait akan selalu dilakukan.</p>



<p>Pj Wali Kota Wahyu juga menyampaikan, bahwa dengan adanya pabrik narkoba tersebut juga menjadi pelajaran penting. Menurutnya, dalam situasi setenang apapun, ada hal-hal yang seharusnya tidak boleh untuk diabaikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya memang sangat kaget ada pabrik narkoba yang ada di Kota Malang. Tetapi ini akan menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Saya harapkan ke depannya bisa lebih peka,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Lurah Gadingkasri, Rendra Kurnia Wardana, menambahkan bahwa pabrik narkoba tersebut sebelumnya sudah dicurigai. Sebab, ada bau menyengat seperti ikan busuk, selama satu minggu terakhir sebelum dilakukan penggrebekan.</p>



<p>“Ada bau penyengat yang mencurigakan di cium oleh pihak kelurahan, tapi kemudian waktu dicari itu tidak ditemukan. Malah akan dilaksanakan kerja bakti, untuk mencari tau apakah di sungai sekitar tersebut, padahal itu juga sempat dibersihkan oleh Satgas Kecamatan,” ujar Rendra.</p>



<p>Lebih lanjut Rendra juga mengatakan, bahwa rumah tersebut sudah lama tidak berpenghuni. Karena pemilih rumah juga sudah meninggal dan diwariskan pada anaknya.</p>



<p>“Tetapi anak-anaknya itu tidak bertempat tinggal di situ dan itu dikontrakkan, tapi tidak lapor ke Pak RT. Pada saat ada yang mengontrak mengaku akan di buat kantor EO kepada pemilik rumah, hanya tidak laporan,” imbuh Rendra. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211418</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
