<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pada &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pada/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Aug 2023 10:21:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pada &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>PPTP3A Pamekasan Soroti Peningkatan Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di Bawah Umur</title>
		<link>https://memontum.com/pptp3a-pamekasan-soroti-peningkatan-kasus-kekerasan-seksual-pada-anak-di-bawah-umur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[bawah,]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[pada]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[pptp3a]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[seksual]]></category>
		<category><![CDATA[soroti]]></category>
		<category><![CDATA[umur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194743</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP3A) Pamekasan sampaikan kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur mengalami peningkatan. Koordinator Devisi Hukum PPTP3A Pamekasan, Umi Supraptiningsih, mengatakan bahwa data kekerasan seksual yang menimpa pada anak di bawah umur tahun 2023, tercatat cukup tinggi daripada tahun sebelumnya. &#8220;Untuk data kekerasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP3A) Pamekasan sampaikan kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur mengalami peningkatan.</p>



<p>Koordinator Devisi Hukum PPTP3A Pamekasan, Umi Supraptiningsih, mengatakan bahwa data kekerasan seksual yang menimpa pada anak di bawah umur tahun 2023, tercatat cukup tinggi daripada tahun sebelumnya. &#8220;Untuk data kekerasan seksual terutama yang dialami oleh anak-anak, lumayan cukup tinggi yaitu ada enam kasus,&#8221; katanya, kepada Memontum.com, Selasa (01/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Wakil Dekan (Wadek) II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Madura, itu juga menyampaikan bahwa dari enam kasus yang terdata, diantaranya berupa kasus kekerasan seksual hingga persetubuhan. Sementara hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan pengawalan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Jadi, kasus yang korbannya di usia sekitar 11 sampai 12 tahun, itu ada enam. Sudah ada yang masuk persidangan dan insyallah Rabu ini putusan dan tuntutan jaksa kemarin 10 tahun,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dirinya menambahkan, selain data enam kasus tersebut, juga ada kasus seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penelantaran dan penganiayaan. &#8220;Kalau seperti kasus KDRT, penelantaran dan penganiayaan, itu banyak. Kami hanya dampingi untuk kekerasan seksual. Sebanyak enam kasus tersebut tercatat sejak Januari 2023 hingga saat ini,&#8221; jelasnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KPK Respon Pengaduan KPI Terkait Dugaan Potensi Korupsi pada Proyek Jargas Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/kpk-respon-pengaduan-kpi-terkait-dugaan-potensi-korupsi-pada-proyek-jargas-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 15:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jargas]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPI]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pada]]></category>
		<category><![CDATA[pengaduan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191381</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kongres Pemuda Indonesia (KPI) Kabupaten Lumajang, mendapat respon positif dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, atas pengaduannya tentang potensi dugaan korupsi pada Proyek Jaringan Gas Bumi (Jargas). Sebagaimana diberitakan, beberapa waktu lalu KPI Lumajang melakukan pengaduan akan potensi dugaan itu. Ketua Bidang Investigasi KPI, Arsyad Subekti, menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendapat ditelepon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kongres Pemuda Indonesia (KPI) Kabupaten Lumajang, mendapat respon positif dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, atas pengaduannya tentang potensi dugaan korupsi pada Proyek Jaringan Gas Bumi (Jargas). Sebagaimana diberitakan, beberapa waktu lalu KPI Lumajang melakukan pengaduan akan potensi dugaan itu.</p>



<p>Ketua Bidang Investigasi KPI, Arsyad Subekti, menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendapat ditelepon dari Divisi Pengaduan KPK, terkait pengaduan yang sudah dilayangkan. &#8220;Tadi sekitar pukul 16.00, kita ditelepon oleh bagian Devisi Pengaduan KPK, Bapak Taufiq. Dirinya klarifikasi terkait surat pengaduan yang kami layangkan ke KPK pada 18 Mei 2023 lalu. Yakni, atas adanya dugaan korupsi terkait pelaksanaan pembangunan Jargas untuk rumah tangga Kabupaten Lumajang (4.020SR ) Kode RUP 33003182, kode tender 9900109,&#8221; terang Arsyad, Senin (19/06/2023) tadi.</p>



<p>Dengan adanya tanggapan dari pihak KPK, dirinya berharap bahwa hal ini bisa menjadi awal yang baik terkait penindakan serta penanganan kasus-kasus korupsi. Di sisi lain, dirinya meminta agar masyarakat juga proaktif turut serta mengawasi setiap proyek pembangunan yang ada, agar semua bisa berjalan dengan baik dan penyelewengan anggaran bisa diminimalisir.</p>



<p>&#8220;Semoga saja, KPK dan pihak penegak hukum yang lain seperti kepolisian dan kejaksaan betul-betul menindak siapa saja yang melakukan dugaan korupsi uang negara. Baik itu anggaran dari APBN maupun APBD,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hal senada, diungkapkan Sekjen KPI, Ricky Yahya, bahwa KPI telah menyampaikan pengaduan terkait pengerjaan Proyek Strategis Nasional Jargas di Kecamatan Klakah dan Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang. Dalam hal ini, pihaknya sudah dimintai keterangan oleh Unit Tipikor Polres Lumajang dan juga respon dari KPK.</p>



<p>&#8220;Kami percaya kepada APH, agar melaksanakan penegakan hukum tanpa pandang bulu. Kami juga mendesak kepada KPK agar tidak memberikan respon yang spekulatif mengenai upaya penanganan yang dilakukan. Kami menekankan bahwa KPK juga berkewajiban untuk mencari bukti-bukti tambahan mengenai RAP yang notabene itu adalah domain dari PT Petronesia Benimel. Jadi kami berharap agar KPK pusat turun atau survei lokasi terhadap temuan kami,&#8221; papar Ricky.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa KPK sempat menyakan beberapa bukti tambahan. &#8220;KPK meminta beberapa bukti tambahan agar kasus dugaan korupsi Proyek Jargas di Lumajang bisa ditindak lanjuti. Apabila KPK tidak merespon pengaduan kami, maka kami akan melaporkan KPK kepada Badan Pengawas,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Ricky menegaskan, KPK perlu tahu bahwa Proyek Jargas di Kabupaten Lumajang, sejak awal pelaksanaannya banyak menimbulkan persoalan di masyarakat. Dari tahapan awal, tidak adanya sosialisasi dan diduga pekerjaan proyek yang dikerjakan secara serampangan tanpa prosedur pelaksanaan yang benar sampai pada dugaan pekerjaan proyek yang tidak sesuai spesifikasi sehingga kuat dugaan ada potensi korupsi yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hidup Bersama Corona, Mengenal Virus Basah dan Kering, Bisa Mati pada Suhu Tertentu</title>
		<link>https://memontum.com/hidup-bersama-corona-mengenal-virus-basah-dan-kering-bisa-mati-pada-suhu-tertentu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2020 12:51:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[basah]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mati,]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal]]></category>
		<category><![CDATA[pada]]></category>
		<category><![CDATA[suhu]]></category>
		<category><![CDATA[tertentu]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=114969</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pada artikel sebelumnya, wartawan memontum.com, Januar Triwahyudi melakukan wawancara daring dengan DR Yusuf Alumudi, peneliti senior dari Professor Nidom Foundation. Melihat perkembangan sosial dalam masa darurat kesehatan nasional dan pemberlakuan PSBB di beberapa daerah, DR Yusuf menegaskan jika PSBB tidak akan efektif jika tidak dilakukan serentak secara nasional. Baca : Mengukur Efektifitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pada artikel sebelumnya, wartawan memontum.com, Januar Triwahyudi melakukan wawancara daring dengan DR Yusuf Alumudi, peneliti senior dari Professor Nidom Foundation. Melihat perkembangan sosial dalam masa darurat kesehatan nasional dan pemberlakuan PSBB di beberapa daerah, DR Yusuf menegaskan jika PSBB tidak akan efektif jika tidak dilakukan serentak secara nasional.</p>
<p><strong>Baca : <a href="https://kotamalang.memontum.com/5235-mengukur-efektifitas-psbb-dari-kajian-ilmu-virus-bersama-dr-yusuf-alumudi?PageSpeed=noscript" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Mengukur Efektifitas PSBB dari Kajian Ilmu Virus bersama DR Yusuf Alumudi</a></strong></p>
<p>Berdasarkan fakta sosial tersebut, sekiranya tidak ada salahnya, kita mempersiapkan diri untuk hidup bersama virus covid-19, seperti hidup bersama virus lainnya. Maka kita perlu mengenal lebih jauh karakter virus corona. Kajian virologi, mengenal dua jenia virus, yaitu virus basah dan kering.</p>
<p>&#8220;Dari aspek virologi, virus adalah mikroorganism. Yang dimaksud dengan virus basah adalah virus/mikroorganisme yang memiliki habitat atau siklus hidupnya di daerah sub tropis dan temperata. Berkembang biak atau bereplikasi dengan baik pada daerah di bawah suhu 25 derajat celsius. Virus kering adalah virus yang memiliki daya replikasi atau berkembang biak pada suhu 25 derajat celsius,&#8221; ujar DR Yusuf.</p>
<p>Alumni Unair ini melanjutkan, virus covid 19 adalah mikroorganisme yang termasuk pada virus basah. Ini dibuktikan, bahwa pada iklim bersuhu 56 derajat celsius selama 30 menit, virus covid-19 akan mati. Pada iklim bersuhu 30 derajat celsius, virus covid-19 akan mati kurang dari 60 menit.</p>
<p>Bukti lain bahwa virus covid-19 adalah virus basah, bisa dilihat dari orang yang terinfeksi virus ini, paling banyak ditemukan di negara-negara sub tropis. Begitu pula dengan penularan covid 19 yang sangat cepat pada wilayah sub tropis dibandingkan dengan negara-negara tropis.</p>
<p>Paling penting dari ulasan DR Yusuf ini, bahwa virus apapun itu, termasuk corona, bisa mati secara alami pada kondisi tertentu. Ini yang perlu dipahami bahwa virus corona itu adalah makhluk hidup yang bisa mati juga.</p>
<p>DR Yusuf, memastikan jika virus covid-19 dapat dimatikan dengan menggunakan pemanasan 56 derajat celsius selama 30 menit, menggunakan sabun dan deterjen kurang lebih 30 detik, menggunakan disinfectan, sinar UV dengan konsentrasi dan panjang gelombang tertentu. Meski demikian, kita harus tetap waspada. Karena penularan virus covid-19 secara harfiah melalui droplet.</p>
<p>WHO menyatakan virus Corona tidak dapat ditularkan melalui udara. Virus Corona umumnya dapat ditularkan melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara. Selanjutnya, virus covid-19 bereplikasi (berkembang biak) pada saluran pernafasan.</p>
<p>Dunia pernah mengalami pandemi, mulai dari Spanish flu 1918, flu Asia 1950- an, flu burung dan H1N1 pandemik, SARS, Mers dan saat ini (2019-2020) SARS-CoV 2 atau yg lebih dikenal dg covid 19. Di awal terjadinya kasus Covid 19, banyak ditemukan kematian.</p>
<p>&#8220;Seiring dengan waktu, bahwa kematian semakin berkurang. Banyak ditemukan orang tanpa gejala namun positif covid 19. Fenomena ini memberikan sinyal, bahwa sistem kekebalan tubuh manusia mulai beradaptasi. Tubuh manusia sudah mengenali covid-19, bukan sebagai benda asing lagi, seperti di awal-awal terjadinya kasus,&#8221; jelas DR Yusuf.</p>
<p>Maka, hidup bersama corona bukan hal yang tidak mungkin. Setiap saat manusia bisa menjalankan protokol kesehatan pribadi yang sama dengan hidup bersama virus influenza. <strong> (*)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Penulis/editor :</strong><br />
Januar Triwahyudi</em></p>
<p><em><strong>Narasumber :</strong></em><br />
<em>DR M Yusuf Alamudi, S.Si,M.Trop.Med</em></p>
<p><em><strong>Pendidikan :</strong></em><br />
<em>S1: Biologi FST Unair</em><br />
<em>S2: Ilmu Kedokteran Tropis FK Unair</em><br />
<em>S3: Ilmu Kedokteran FK Unair</em></p>
<p><em><strong>Praktisi :</strong> Peneliti Senior di Professor Nidom Foundation</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">114969</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
