<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>padamkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/padamkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Dec 2023 14:44:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>padamkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Padamkan Kebakaran Pasar Leces Probolinggo, Satu Petugas Kesetrum</title>
		<link>https://memontum.com/padamkan-kebakaran-pasar-leces-probolinggo-satu-petugas-kesetrum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[kesetrum]]></category>
		<category><![CDATA[padamkan]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202787</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Proses pemadaman api yang membakar Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo, tidak berjalan mulus, Senin (04/12/2023) tadi. Itu karena, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo saat berupaya memadamkan api, sempat tersengat listrik. Beruntungnya, petugas tersebut berhasil diselamatkan oleh Relawan Damkar. Petugas yang sempat tersengat listrik tersebut, diketahui bernama Bambang Wahyu Patugas Damkar Regu 3. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Proses pemadaman api yang membakar Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo, tidak berjalan mulus, Senin (04/12/2023) tadi. Itu karena, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo saat berupaya memadamkan api, sempat tersengat listrik. Beruntungnya, petugas tersebut berhasil diselamatkan oleh Relawan Damkar.</p>



<p>Petugas yang sempat tersengat listrik tersebut, diketahui bernama Bambang Wahyu Patugas Damkar Regu 3. Dirinya sempat terkena sengatan listrik, saat proses pemadaman dilakukan. Beruntung, dirinya berhasil diselamatkan diwaktu yang tepat.</p>



<p>&#8220;Saat proses pemadaman itu, tidak ada yang tahu kalau ada aliran listrik di pasar. Dan ternyata, ada lampu yang menyala di sebelah Timur. Setelah saya lihat ke arah Barat, ternyata sudah ada aliran listrik yang mengalir dan ada yang kesetrum. Saya langsung inisiatif untuk menarik dia (korban, red) agar tidak lama terkena tegangan listrik,&#8221; kata petugas Damkar, Salman Alfarisi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari kejadian itu, ujarnya, Bambang Wahyu kemudian dievakuasi untuk pemulihan kondisi badan yang sudah tersengat listrik. Sementara petugas lain beserta relawan dan warga setempat, terus melakukan pemadaman api yang sedang berkobar.</p>



<p>Sampai saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan petugas Damkar Kabupaten Probolinggo dan Damkar Kota Probolinggo, beserta relawan dan warga.</p>



<p>Sementara itu, Kabid Damkar Kota Probolinggo, Abdul Kholiq, mengatakan bahwa proses pemadaman terkendala karena banyaknya barang yang mudah terbakar. Seperti bangunan semi permanen dari bambu dan barang dagangan lain, yang terbuat dari plastik dan kardus.</p>



<p>&#8220;Ya sedikit kesulitan, karena banyak barang yang mudah terbakar. Beruntungnya barang yang cair dan mudah terbakar, beberapa diantaranya sudah cepat diindahkan. Sehingga, api tidak lebih besar,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202787</post-id>	</item>
		<item>
		<title>320 Ribu Liter Air Untuk Padamkan Kebakaran Gunungan Sampah TPA Tlekung Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/320-ribu-liter-air-untuk-padamkan-kebakaran-gunungan-sampah-tpa-tlekung-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[padamkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200226</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kebakaran gunungan sampah di TPU Tlekung Kota Batu, sudah mulai padam. Hingga Minggu (22/10/2023) sekitar pukul 11.45, hanya terlihat asap tipis di beberapa titik sisa sampah yang terbakar. Diketahui, sejak mulai kebakaran pada Jumat (20/10/2023) siang, proses pemadaman telah menghabiskan sebanyak 320 ribu liter air. Hal itu, seperti yang dijelaskan Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Kebakaran gunungan sampah di TPU Tlekung Kota Batu, sudah mulai padam. Hingga Minggu (22/10/2023) sekitar pukul 11.45, hanya terlihat asap tipis di beberapa titik sisa sampah yang terbakar.</p>



<p>Diketahui, sejak mulai kebakaran pada Jumat (20/10/2023) siang, proses pemadaman telah menghabiskan sebanyak 320 ribu liter air. Hal itu, seperti yang dijelaskan Kepala Damkar Kota Batu, Supriyanto.</p>



<p>&#8220;Sampai siang hari ini, kondisi gunungan sampah TPA Tlekung yang terbakar tinggal menyisakan asap tipis. Lokasinya di tebing gunungan sampah sisi Selatan dekat lahan milik warga,&#8221; terangnya di TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (22/10/2023) tadi.</p>



<p>Dalam penanganan peristiwa kebakaran tersebut, paparnya, telah menghabiskan air sebanyak 80 rit mobil tangki. Untuk satu tangki, kapasitas air yang digunakan adalah sebanyak 4 ribu sampai 5 ribu liter air.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Kalau di rata-rata terendah, itu 4 ribu liter pertangki air. Terus dikalikan 80 rit mobil tangki air. Berarti sampai siang ini, kita sudah menggunakan 320 ribu liter air untuk pemadaman gunungan sampah TPA Tlekung,&#8221; paparnya.</p>



<p>Supriyanto menambahkan, kendala selama proses pemadaman, yaitu jauhnya sumber air untuk pengisian. Termasuk, kurangnya armada mobil tangki.</p>



<p>&#8220;Mulai awal, BPBD telah membuat parit untuk penyekat kebakaran. Saat ini, terus melakukan pembasahan di titik-titik kecil yang menimbulkan asap. Mulai tadi pagi, kondisi sudah mulai membaik dan semoga terus membaik. Jika sudah dinyatakan hijau, maka semua personel akan ditarik dari lokasi,&#8221; lanjutnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200226</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
